Robotaksi Tesla Langgar Aturan Lalu Lintas Saat Uji Coba

Elon Musk baru-baru ini memperkenalkan layanan mobil tanpa pengemudinya dalam peluncuran publik terbatas di Austin, Texas. Namun sayangnya hal tersebut tidaklah berjalan mulus sesuai harapan.

Di mana pada 22 Juni 2025 kemarin, peluncuran robotaxi Tesla ini terlihat tampak sukses di awal. Hal tersebut terlihat dari banyaknya video dari influencer media sosial pro-Tesla yang menguji layanan tersebut dan membagikan rekaman perjalanan mereka.

Bahkan Musk juga merayakannya sebagai sebuah kemenangan dan keesokan harinya saham Tesla naik hampir sepuluh perser. Sayangnya salah satu video influencer yang dipromosikan Musk juga menggambarkan mobil tanpa pengemudi yang tampak melanggar peraturan lalu lintas atau kesulitan berfungsi dengan baik.

Hal tersebut membuat Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) langsung membuka penyelidikan terhadap layanan tersebut dan meminta informasi dari Tesla tentang insiden tersebut. Untuk diketahu, peluncuran robotaxi ini menampilkan sekitar sepuluh mobil yang melaju di area terbatas di Austin dengan pengemudi yang aman di kursi penumpang.

Uji coba ini menyertakan pembatasan lain, seperti tidak beroperasi saat cuaca buruk atau selama jam-jam malam tertentu. Biaya perjalanan, yang ditawarkan perusahaan kepada sejumlah influencer pilihan, adalah $4,20, sesuai dengan kecenderungan Musk terhadap meme ganja.

“Mobil tanpa pengemudi Tesla dapat digunakan di mana saja yang disetujui. Mobil ini tidak memerlukan peralatan khusus yang mahal atau pemetaan area layanan yang luas,” demikian akun resmi Tesla yang diposting pada hari peluncuran yang dikutip dari theguardian.com, Senin (30/6/2025).

“Mobil ini berfungsi dengan baik,” tambah keterangan itu.

Rekaman dari sedikitnya sebelas perjalanan menunjukkan bahwa uji coba tidak berjalan semulus yang disiratkan oleh cuitan Tesla. Dalam satu kasus, sebuah robotaxi gagal berbelok ke kiri dan malah melaju ke jalur yang seharusnya untuk lalu lintas yang berlawanan arah, lalu mengoreksi dirinya sendiri dengan melaju melewati garis kuning ganda.

Sedangkan rekaman video lainnya memperlihatkan mobil-mobil itu melampaui batas kecepatan, mengerem tanpa alasan yang jelas, dan menurunkan penumpang di tengah persimpangan. Video tersebut menarik perhatian NHTSA, yang mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya mengetahui insiden tersebut dan telah menghubungi Tesla untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sementara itu, Musk terus mengunggah cuitan tentang kegagalan teknis dan penyelidikan regulasi, me-retweet influencer pro-Tesla yang memuji layanan tersebut. Salah satu akun yang diunggah Musk memamerkan video sebuah robotaxi yang berhenti untuk menghindari menabrak burung merak yang menyeberang jalan, dan akun lainnya mengatakan kepada para pengikutnya: “Jangan dengarkan media.”

RADA! Robot Berteknologi Artificial Intelligence di Bandara Indira Gandhi

Diterbangkan dari Hamburg ke Sydney dengan Satu Kali Pemberhentian, Qantas Terima Unit Pertama Airbus A321XLR

Qantas Airways, maskapai utama Australia akan menjadi operator peluncuran pesawat lorong tunggal (narrow body) generasi terbaru A321XLR di Asia Pasifik setelah pengiriman pesawat pertamanya dari jalur perakitan Airbus di Finkenwerder, Hamburg.

Mencerminkan kemampuan jarak jauh A321XLR, pesawat ini terbang dari fasilitas Airbus ke Sydney dengan hanya satu pemberhentian kru di Bangkok.

Didukung oleh mesin Pratt & Whitney GTF, Qantas A321XLR memiliki tata letak dua kelas dengan 20 kursi di Kelas Bisnis dan 177 di kabin utama. Qantas awalnya akan mengoperasikan A321XLR pada layanan domestik di seluruh Australia, dengan potensi untuk membuka layanan baru di masa mendatang pada rute sekunder ke Asia.

Secara keseluruhan, Qantas Group telah memesan 40 unit A321XLR dalam program modernisasi armadanya, dengan 28 pesawat dialokasikan untuk Qantas dan 12 untuk anak perusahaan berbiaya rendah Jetstar. Ini adalah bagian dari pesanan luar biasa maskapai dengan Airbus untuk 128 pesawat lorong tunggal dan 24 pesawat berbadan lebar A350-1000.

A321XLR adalah langkah evolusi berikutnya dari Keluarga A320neo, yang menanggapi kebutuhan pasar untuk jangkauan dan muatan yang lebih luas, sehingga menciptakan lebih banyak fleksibilitas dan nilai bagi maskapai.

Dalam layanan maskapai yang umum, pesawat ini menawarkan jangkauan terpanjang dari semua pesawat lorong tunggal – hingga 4.700 mil laut – dan menghasilkan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon sebesar 30% dibandingkan dengan pesawat pesaing generasi sebelumnya. Hingga saat ini, Airbus telah mendapatkan lebih dari 500 pesanan untuk jenis ini.

Seperti halnya semua pesawat Airbus, pesawat A321XLR sudah dapat beroperasi dengan hingga 50% Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF). Airbus menargetkan pesawatnya mampu terbang dengan SAF hingga 100% pada tahun 2030.

Qantas Pesan 36 Unit Airbus A321XLR, Mulai Diterima Pertengahan 2024

Bus Listrik Highdeck Jalani Uji Coba Teknis Sebelum Meluncur di Jalanan Ibu Kota

Bus listrik merek Zhongtong asal Cina baru saja diuji coba oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) selama satu hari penuh. Uji coba ini dilakukan tanpa memembawa penumpang pada Jumat (27/6/2025) kemarin.

Uji coba tersebut dilakukan untuk menguji fungsi sistem pemosisian global (global positioning system/GPS). Selain itu juga voice announcer atau penyiaran suara di dalam bus, LED running text dan lainnya.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, uji coba yang dilakukan Transjakarta merupakan prosedur yang biasa diterpkan sebelum unit bus melayanin pelanggan di jalur.

Menurutnya uji coba tersebut juga untuk memastikan semua kesiapan teknis sudah berjalan sesuai SPM atau standar pelayanan minimum. Bus-bus listrik yang di uji coba merupakan bus baru tipe highdeck yang akan beroperasi di layanan koridor atau Bus Rapid Transit (BRT) atau Mix (BRT dan non BRT).

“Kami lakukan uji oba di enam layanan Transjakarta yakni Pulogadung – Kejaksaan agung (4K), Lebak Bulus – Pasar Baru (Koridor 8), Terminal Senen – Lebak Bulus (6H), Stasiun Manggarai – Blok M (6M), PGC – Juanda (5C) dan PGC – Terminal Tanjung Priok (Koridor 10),” jelas Ayu melalui keterangan tertulisnya.

Dia menegaskan bahwa Transjakarta siap berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbo. Tak hanya itu, dengan hadirnya bus listrik baru ini juga Transjakarta mendukung transportasi berkelanjutan di perkotaan serta mencapai target net zero emission atau nol emisi pada tahun 2060 mendatang.

“Bus-bus listrik baru ini akan menambah jumlah bus listrik yang sudah dioperasikan Transjakarta. Saat ini kami sudah mengoperasikan sebanyak 300 unit bus listrik,” kata Ayu.

Kedepannya, ditargetkan secara bertahap semua armada Transjakarta akan bertahap beralih dari bus konvensional menjadi bertenaga listrik sepenuhnya pada 2030. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya juga hendak menambahkan 200 unit bus listrik untuk memperkuat layanan transportasi di Jakarta.

Ratusan bus listrik itu nantinya akan digunakan untuk operasional Transjakarta dan Transjabodetabek.

“Jadi otomatis, begitu ada tambahan 200 unit dalam kota, maka sebagian akan di-split untuk memperkuat layanan Transjakbodetabek,” kata dia, Jumat (20/6/2025).

Untuk diketahui, Perum Damri beberapa Waktu lalu mendatangkan 70 bus listirk merek Zhongtong. Di mana bus-bus listrik baru ini sebagian juga akan dioperasikan untuk angkutan massal oleh Transjakarta.

70 Bus Listrik Zhongtong Tiba, Damri: “Transportasi Berkelanjutan”

Curah Hujan Tinggi, Pilot Harus Waspadai Aquaplaning (Hydroplaning) Saat Take-off dan Landing

Meski umumnya berhasil diatasi oleh pilot, namun aquaplaning (hydroplaning) kerap membuat momen penerbangan menjadi tegang dan berisiko. Aquaplaning pada pesawat adalah kondisi ketika roda pesawat kehilangan kontak dengan permukaan landasan pacu yang basah karena lapisan air yang terbentuk. Hal ini menyebabkan hilangnya traksi dan kendali pada pesawat saat lepas landas atau mendarat.

Aquaplaning paling umum terjadi saat Landing (pendaratan), karena kecepatan tinggi dan beban berat saat menyentuh landasan. Meski agak jarang, aquaplaning bisa juga terjadi saat take-off, tapi ini bisa terjadi karena landasan tergenang air, ban aus atau tekanan ban tidak optimal, atau kecepatan lepas landas cukup tinggi.

Dalam dunia aviasi, terdapat tiga jenis aquaplaning, yaitu dynamic hydroplaning, terjadi saat air di runway cukup dalam dan kecepatan pesawat tinggi. Roda benar-benar “terangkat” oleh lapisan air. Yang kedua, viscous hydroplaning, terjadi bahkan dengan lapisan air yang sangat tipis, terutama jika runway licin atau berminyak, dan ketiga reverted rubber hydroplaning, terjadi saat ban mengunci (skid), menciptakan uap air panas yang memperparah kehilangan traksi.

Guna mencegah aquaplaning, maka pilot sebelum Penerbangan harus memeriksa laporan cuaca dan kondisi runway (NOTAM)., menyesuaikan kecepatan pendekatan dan perhitungan jarak pendaratan, serta memastikan tekanan ban sesuai. Kemudian saat Landing, pilot harus mendarat dengan firm touchdown (bukan terlalu lembut) agar ban langsung menguasai runway, segera aktifkan autobrake dan spoiler, menghindari pengereman agresif jika ban belum punya traksi dan menggunakan reverse thrust untuk membantu perlambatan.

Berikut beberapa insiden aquaplaning (hydroplaning) dalam dunia penerbangan yang terjadi baru-baru ini.

1. United Nigeria Airlines – Lagos, Nigeria (8 September 2023)
Pesawat United Nigeria Airlines dengan nomor penerbangan U5 0513 mengalami aquaplaning saat mendarat di Bandara Internasional Murtala Mohammed, Lagos. Kondisi hujan deras menyebabkan landasan pacu menjadi licin, dan pesawat kehilangan traksi, sehingga tergelincir dari landasan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan semua penumpang dievakuasi dengan selamat.

2. Summit Air – Yellowknife, Kanada (25 September 2024)
Pesawat Avro RJ100 milik Summit Air mengalami aquaplaning saat mendarat di Bandara Yellowknife, Kanada. Hujan lebat sebelumnya menyebabkan genangan air di landasan pacu. Meskipun pilot telah menerapkan pengereman maksimal dan sistem anti-selip berfungsi normal, pesawat mengalami penurunan efektivitas pengereman akibat aquaplaning. Tidak ada kerusakan pada pesawat, dan semua penumpang selamat.

Disebut Bisa Bikin Pesawat Tergelincir di Runway, Apa Itu Hydroplaning?

Jangan Lupa Besok, Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Tarifnya Cuma Rp1 Aja

Meski bukan hari weekend, tarif Rp 1 kembali dihadirkan khusus untuk transportasi MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Transjakarta. Tarif yang diberlakukan tersebut khusus hanya satu hari yaitu pada Hari Selasa, 1 Juli 2025. Meski pada jam-jam kerja, tarif tersebut berlaku mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB. Ternyata tarif spesial tersebut dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 yang akan diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta.

Selama penerapan tarif transportasi publik gratis, tarif perjalanan setiap moda terbaca menjadi Rp1 untuk melakukan perekaman pelanggan. Namun, perlu diingat bahwa tarif gratis ini berlaku bukan untuk LRT Jabodebek. Tarif Rp1 diberikan untuk perjalanan LRT Jakarta, yakni rute Velodrome-Pegangsaan Dua. Sedangkan layanan dengan tarif Rp0 seperti Mikrotrans, TransJakarta Cares, dan lainnya tetap berlaku sesuai tarif awal.

Dilansir dari laman Tribrata Polri, kawasan Monas akan menjadi lokasi utama peringatan HUT Bhayangkara ke-79. Acara yang digelar pada 1 Juli 2025 itu terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan. Upacara tersebut akan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto yang akan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Acara juga dimeriahkan dengan parade dan defile kendaraan taktis Polri yang melibatkan mobilisasi personel dan peralatan berskala besar.

Untuk memudahkan mobilitas saat menggunakan transportasi serta ingin menyaksikan acara HUT Bhayangkara, agar selalu tertib dan menaati peraturan serta mematuhi arahan dari petugas. Pengguna Transjakarta bisa menggunakan kartu elektronik yang dimiliki sebagai alat pembayaran saat menaiki Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta. Untuk rute MRT maupun LRT bisa digunakan di stasiun-stasiun yang tersedia dengan tarif spesial yakni tetap Rp 1 saja.

LRT Jakarta. (Foto: Dok. Istimewa)

Selain upacara, acara HUT ke-79 Bhayangkara juga akan dimeriahkan dengan parade dan defile kendaraan taktis Polri, serta gelar pasukan yang melibatkan mobilisasi personel dan peralatan dalam skala besar. Mobilisasi ini diperkirakan dapat berdampak sementara terhadap arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas dan sekitarnya.

Dilansir dari laman detik menurut Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, memohon maaf dan meminta pengertian dari masyarakat bahwa akan terjadi peningkatan aktivitas dan kepadatan lalu lintas menjelang dan pada saat hari pelaksanaan.

Selain itu masyarakat juga bisa mengunjungi aneka jajanan khas dari berbagai daerah serta pernak-pernik yang tersedia, karena ada bazaar UMKM dan hiburan rakyat yang dihadirkan langsung di sekitar area acara.

Baca juga:

Inilah PBY Catalina Flying Boat, Pesawat Amfibi Pertama yang Mendarat di Indonesia

Gelaran balap kapal supercepat F1 Powerboat di Danau Toba, Indonesia, akhir pekan lalu mendorong terciptanya sejarah, dimana seaplane atau kapal apung pertama mendarat di danau di Indonesia. Menilik sejarah, pendaratan kapal apung atau kapal amfibi di Indonesia sebetulnya sudah sejak lama, yaitu sejak setelah Perang Dunia II (PD II). Sumber lain bahkan menyebut sebelum PD II. Adapun pesawat amfibi yang pertama yang mendarat di Indonesia adalah PBY Catalina.

Baca juga: Spesifikasi Cessna 172S Skyhawk SP, Seaplane Pertama yang Mendarat di Danau Indonesia

Dilansir dari berbagai sumber, PD II memicu pertempuran di banyak titik, salah satunya di Teluk Cenderawasih dan perairan di sekitar Biak, Papua. Ini adalah salah satu medan perang sekutu melawan Jepang di Pasifik. Hal ini bukan catatan sejarah belaka melainkan ada bangkai PBY Catalina di dasar laut perairan Biak.

Antara tahun 1941 sampai tahun 1944, baik sekutu yang dipimpin Amerika Serikat (AS) maupun Jepang melakukan banyak penerbangan intai. Mengingat medan perang yang mayoritas berupa perairan, baik Jepang maupun sekutu mengerahkan pesawat amfibi sebagai pesawat intai. Jepang mengerahkan pesawat amfibi Kawanishi H8K dan sekutu menggunakan pesawat amfibi PBY Catalina Flying Boat.

Hanya saja, pada pelaksanannya, Jepang disebut jarang mengerahkan pesawat amfibi Kawanishi H8K. Pesawat itu acap digunakan sebagai pengebom. Tak heran, PBY Catalina Flying Boat disebut-sebut sebagai pesawat amfibi pertama yang mendarat di Indonesia.

PBY Catalina pertama kali diproduksi pada tahun 1930an oleh perusahaan Consolidated Aircraft dan American Aircraft Manufactures, didahulu dengan dua prototipe; XP3Y-1 dan XPBY-1.

Dalam perjalanannya, pabrikan meluncurkan banyak tipe sampai berjumlah puluhan. Tak diketahui pasti pesawat amfibi tipe mana yang mendarat pertama kali di Indonesia selama masa PD II.

Namun, pasca PD II, Indonesia diketahui memiliki pesawat amfibi legendaris itu melalui TNI-AU dengan varian PBY-5A Catalina.

PB sendiri diartikan sebagai Patrol Bomber, tak lain karena Catalina mampu menggotong ranjau laut, aneka bom, torpedo dan senapan mesin kaliber 50 milimeter. Kiprah Catalina demikian dominan pada era Perang Dunia II. Dengan ruang kokpit dan jendela yang serba luas, Catalina menjadi pesawat intai favorit banyak negara, termasuk juga kemudian digunakan Indonesia pada periode tahun 1950-an.

Dengan kemampuan amfibi, seperti dikutip dari Indomiliter.com, Catalina juga banyak berjasa untuk misi SAR (search and rescue) tempur di laut lepas. Pun hingga saat ini Catalina masih digunakan secara terbatas di beberapa negara untuk keperluan pemadam kebakaran hutan.

Baca juga: Inilah 7 Pesawat Amfibi Terbaik, Nomor Tiga Bisa ‘Minum’ Avtur atau Bensin

PBY-5A Catalina masuk ke lingkungan TNI-AU sebagai buah dari realisasi konfrensi Meja Bundar tahun 1949. Dari hasil konfrensi tersebut, Indonesia mendapat limpahan beberapa perangkat militer tempur dari Belanda, diantaranya adalah delapan unit Catalina bekas pakai Angkatan Udara Hindia Belanda.

Di masa pemerintahan Presiden Soekarno, pesawat amfibi tersebut kerap digunakan dalam berbagai kunjungan kerja di Nusantara. Salah satunya ke Gorontalo pada tahun 1951.

Tujuh Tips Penumpang Bus AKAP Agar Tidak Tertinggal Kapal

Memasuki musim liburan, sering kali membuat Pelabuhan dipadati kendaraan dan penumpang. Salah satu tantangan yang paling sering terjadi adalah risiko ketinggalan kapal. Apalagi bagi mereka penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melakukan penyeberangan laut.

Dari pada takut ketinggalan kapal dan perjalanan tetap lancar, KabarPenumpang.com sudah menyiapkan beberapa tips yang bisa membantu Anda menghindari hal ini. Nah berikut beberapa tipsnya.

1. Jadwal keberangkatan
Jangan lupa untuk memastikan jadwal kapal dan Waktu tiba bus di pelabuhan. Anda bisa mengonfirmasi ke pihak operator terkaid jadawal yang sudah disesuaikan dengan aktu penyeberangan kapal.

2. Tiba lebih awal
Ini sudah pasti dan harus dilakukan agar Anda tidak tertinggal kapal. Tiba lebih awal memberikan keuntungan tersendiri yakni Anda bisa mengantisipasi kemacetan atau kendala teknis di perjalanan yang bisa menyebabkan keterlambatan di pelabuhan.

3. Rute terinterasi
Jika memungkinkan, pilih operator bus yang bekerja sama langsung dengan operator kapal atau pelabuhan. Biasanya mereka lebih memahami sistem antrean dan waktu tunggu di pelabuhan.

4. Pantau perjalanan secara real-time
Gunakan aplikasi navigasi atau minta informasi secara berkala kepada sopir atau kru bus mengenai posisi kendaraan. Ini penting untuk memperkirakan waktu tiba di pelabuhan.

5. Siapakan tiket dan identitas
Paling penting adalah siapkan tiket di tas kecil Bersama dengan identitas diri. Sehingga bila petugas memeriksa kelengkapannya, pengecekan bisa lebih cepat saat memasuki area penyeberangan. Jadi, jangan sekali-sekali meletakkan tiket atau identitas di bagian dalam tas besar.

6. Instruksi kru dan petugas
Saat berada di pelabuhan, dengarkan arahan dari petugas dan kru bus. Mereka akan memberi tahu kapan saatnya turun dan naik ke kapal agar tidak tertinggal. Ini biasanya juga sekaligus pemberitahuan penggunaan alat keselamatan selama di kapal

7. Tidak keluar area tunggu bus
penumpang banyak yang tertinggal kapal yan bisanya karena keluar dari bus untuk cari makanan atau ke toilet dan lupa melihat Waktu. Sebelum meninggalkan bus, baiknya beri tahu pengemudi atau kondektur bus dan pastikan Kembali dengan tepat waktu.

Tertinggal Bus Panik? Cek Tips Ini Agar Anda Tetap ‘Aman’

Ternyata, Ini Maskapai Pertama di Dunia yang Operasikan Penerbangan Internasional

Maskapai penerbangan tertua di dunia yang masih beroperasi tentu sudah banyak yang tahu. Yups, KLM, maskapai nasional Belanda. Maskapai penerbangan pertama di dunia, DELAG, juga sudah tak asing. Namun, bagaimana dengan maskapai pertama di dunia yang operasikan penerbangan internasional berjadwal? Banyak yang sudah tahu?

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Traveling keliling dunia, dari sisi ketersediaan layanan penerbangan internasional, saat ini bukanlah hal sulit.

Dahulu, sebelum Pan American (Pan Am) memperkenalkan layanan kelas ekonomi modern demi mengantar sebanyak-banyaknya orang terbang ke seluruh dunia, rute internasional memang ada, tetapi hanya untuk segelintir orang. Kasarnya, hanya untuk orang-orang berduit. Sebagai gambaran, di tahun 1945, perjalanan dari New York ke London dipatok seharga US$711. Sangat mahal untuk ukuran saat itu.

Usai keberhasilan Pan Am menyediakan layanan internasional murah dengan konsep kelas ekonomi modern, maskapai lain pun mengekor. Sampai saat ini, hampir seluruh negara di dunia terhubung dengan penerbangan internasional, baik oleh maskapai dalam negeri maupun luar negeri.

Akan tetapi, sebagian dari kita mungkin belum tahu, sebelum Pan Am memasifkan layanan internasional, Chalk’s International Airlines, sudah lebih dahulu melakukannya, bahkan jadi yang pertama.

Dikutip dari Sun Sentinel, maskapai Chalk’s International Airlines adalah maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan penerbangan internasional berjadwal pada Februari 1919, dari Miami ke Bimini di Bahama, dua tahun setelah didirkan.

Sebetulnya, penerbangan internasional pertama di dunia oleh Chalk’s International Airlines tidak terlalu spesial. Sebab, maskapai yang sebelumnya merupakan bagian dari Red Arrow Flying Service (Royal Air Force Aerobatic Team dari Inggris) ini hanya menjangkau jarak tak kurang dari 88 km.

Selama bertahun-tahun, maskapai ini terus mengoperasikan rute internasional ini. Tak cukup sampai di situ, Chalk’s International Airlines bahkan juga mengklaim sebagai maskapai tertua di Amerika Serikat yang masih beroperasi.

Seiring berjalannya waktu, maskapai di dunia terus berinovasi, melengkapi barisan armada dengan pesawat-pesawat terbaru, dan memperluas rute, salah satunya rute Miami-Bimini. Tetapi, tidak demikian dengan Chalk’s International Airlines. Karenanya, tak heran bila bisnisnya mulai mengendur.

Pada tahun 1974, Chalk’s International Airlines dijual ke Resorts International. Maskapai akhirnya diplot hanya untuk melayani Miami ke resortnya di Paradise Island, Bahama.

Di tahun 1991, Chalk’s kembali dijual. Sejak saat itu, maskapai beberapa kali berpindah tangan. Tahun 2005 menjadi fase paling mementukan terhadap sepak terjang perusahaan yang mengklaim sebagai maskapai tertua di AS ini.

Ketika itu, pesawat amfibi maskapai mengalami kecelakaan hebat. Setelahnya, operasional maskapai jadi tak jelas karena tak melayani penerbangan, namun tak ada keterangan sudah berhenti beroperasi.

Baca juga: Thomas Cook, Travel Agent Tertua di Dunia yang Kini ‘Tutup Usia’

Pada 30 September 2007, Departemen Perhubungan AS mengultimatum Chalk’s International Airlines agar segera memberikan kepastian paling lambat setahun terkait masa depan bisnisnya.

Sayangnya, pihak Chalk’s International Airlines tidak merespon dan akhirnya otoritas mencabut izin operasi maskapai dan riwayat maskapai tertua di AS yang masih beroperasi itu tamat.

 

Utamakan Profesionalisme dan Keamanan dalam Penerbangan, Inilah Serba-serbi ‘Pilot Rating’

Sebagai profesi dengan kemampuan khusus, sudah barang tentu pekerjaan seorang penerbang atau pilot akan begitu lekat dengan beragam standar kelayakan, mengikuti dinamika penugasan sampai jenis pesawat yang diterbangkannya. Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah “pilot rating” atau “rating pilot”, yang oleh sebagian orang masih terasa asing didengar.

Baca juga: 28-2-1918, Lisensi Pilot Sipil Pertama di Dunia Dimulai Atas Perintah Presiden AS Woodrow Wilson

Dalam dunia penerbangan, “pilot rating” atau “rating pilot” merujuk pada sertifikasi atau otorisasi yang diberikan kepada pilot setelah mereka memenuhi persyaratan tertentu dan menunjukkan keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan jenis pesawat tertentu atau melakukan tugas spesifik dalam penerbangan.

Rating ini biasanya ditambahkan ke lisensi pilot dan menunjukkan jenis pesawat atau operasi khusus yang diperbolehkan untuk dilakukan oleh pilot tersebut. Berikut beberapa rating pada pilot yang umum dikenal secara luas.

1. Type Rating
Sertifikasi khusus yang memungkinkan pilot untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu, terutama pesawat yang kompleks atau besar seperti jet komersial atau pesawat multi-mesin. Contoh, seorang pilot yang ingin menerbangkan Boeing 737 harus mendapatkan type rating untuk Boeing 737 setelah melalui pelatihan dan ujian yang diperlukan.

2. Instrument Rating (IR)
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk terbang menggunakan instrumen saja, tanpa mengandalkan pandangan luar. Ini penting untuk penerbangan dalam kondisi cuaca buruk atau visibilitas rendah. Dengan instrument rating, pilot dapat melakukan penerbangan di bawah peraturan instrumen (IFR) yang memungkinkan navigasi dan kontrol pesawat berdasarkan instrumen penerbangan.

3. Multi-Engine Rating
Sertifikasi yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat dengan lebih dari satu mesin. Ini melibatkan pelatihan khusus untuk mengatasi kompleksitas dan tantangan tambahan dari pesawat multi-mesin. Pilot yang ingin menerbangkan pesawat seperti Piper Seneca atau Beechcraft Baron memerlukan multi-engine rating.

4. Seaplane Rating
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk menerbangkan pesawat amfibi atau pesawat yang dapat mendarat di air. Contoh pilot yang ingin mengoperasikan pesawat seperti Cessna 172 floatplane memerlukan seaplane rating.

5. Commercial Pilot Rating
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk terbang dengan bayaran. Ini termasuk kemampuan untuk bekerja sebagai pilot komersial dalam berbagai operasi penerbangan. Pilot yang ingin menjadi kapten pesawat charter atau bekerja sebagai instruktur penerbangan membutuhkan commercial pilot rating.

6. Airline Transport Pilot (ATP) Rating
Sertifikasi tertinggi yang bisa didapatkan oleh seorang pilot, memungkinkan mereka untuk menjadi kapten di maskapai penerbangan komersial. Kapten yang menerbangkan pesawat penumpang besar seperti Airbus A320 atau Boeing 777 memerlukan ATP rating.

7. Certified Flight Instructor (CFI) Rating
Sertifikasi yang memungkinkan pilot untuk mengajar orang lain cara terbang dan memberikan pelatihan penerbangan. Seorang CFI dapat melatih pilot baru untuk mendapatkan lisensi penerbangan dasar mereka.

Selain di Pakistan, Pilot Berlisensi Palsu Ternyata Lebih Banyak di India

Pilot rating adalah sertifikasi tambahan yang menunjukkan kemampuan dan otorisasi seorang pilot untuk menerbangkan jenis pesawat tertentu atau melakukan operasi spesifik dalam penerbangan. Setiap rating membutuhkan pelatihan, pengalaman, dan ujian yang sesuai untuk memastikan bahwa pilot tersebut memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat atau melakukan tugas tersebut dengan aman dan efektif.

Dengan Pemantauan Khusus, Garuda Indonesia Buka Kembali Penerbangan Langsung Jakarta – Doha (Qatar)

Garuda Indonesia mulai Sabtu (28/6) kembali mengoperasikan layanan penerbangan rute Jakarta – Doha pulang pergi (PP) menyusul telah terpenuhinya seluruh persyaratan keselamatan penerbangan di jalur udara menuju Qatar.

Pengoperasian kembali rute Jakarta – Doha merupakan hasil dari asesmen menyeluruh dan koordinasi intensif Garuda Indonesia dengan Qatar Airways sebagai mitra operasional juga didukung dengan informasi dari otoritas terkait lintas-negara. Keputusan ini turut mempertimbangkan perkembangan kondisi geopolitik regional di wilayah udara Timur Tengah yang kini menunjukkan situasi yang semakin kondusif. Sejumlah maskapai internasional lain juga telah memulai kembali melayani penerbangan menuju wilayah tersebut.

Imbas Serangan Rudal Iran dan Krisis Timur Tengah, Inilah Pengaruh yang Bakal Dirasakan Penumpang Qatar Airways

Garuda Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi secara cermat dan intensif bersama otoritas penerbangan terkait, guna memastikan terjaganya keamanan penerbangan pada operasional rute ini. Hal ini dilakukan bersama otoritas penerbangan di Indonesia dan Qatar, serta dengan Qatar Airways. Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan agar penerapan service recovery dapat berjalan secara optimal.

Garuda Indonesia mengimbau seluruh penumpang yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Doha untuk secara berkala melakukan pengecekan terhadap status penerbangan melalui kanal informasi resmi Garuda, yaitu situs web, aplikasi mobile, atau dengan menghubungi Contact Center 24 jam Garuda Indonesia di 0804 1 807 807 (dalam negeri) atau +62 21 2351 9999 (internasional).