Miliki Rangkaian Terpanjang, KA Gumarang Satu-satunya yang Masih Gunakan Kelas Bisnis di Rute Jakarta-Surabaya

Masih gunakan kelas bisnis yang sangat legendaris, merupakan satu-satunya kereta dengan rangkaian terpanjang saat ini dengan rute Stasiun Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi. Ya, Kereta Api (KA) Gumarang menjadi salah satu rangkaian yang juga diminati masyarakat baik dari Jakarta maupun Surabaya. Memiliki 2 kelas yakni kelas eksekutif dan bisnis, KA Gumarang masih relatif terjangkau terutama untuk tarifnya.

Kereta Api Gumarang pertama kali pada 20 Mei 2001. Bahkan, dulunya kereta ini memiliki nama Kereta Api Jayabaya Utara dengan fokus layanan penumpang kelas bisnis. Sebagai salah satu kereta yang melayani tiga kelas dalam satu rangkaian, KA Gumarang merupakan salah satu kereta api yang paling diminati masyarakat, terutama untuk kebutuhan mudik.

Terdapat dua cerita yang mengisahkan asal usul nama Gumarang. Pertama, nama Gumarang diambil dari nama banteng (sapi hutan) yang gagah berani. Di sisi lain, ada pula yang mengatakan bahwa nama Gumarang berasal dari nama seekor kuda yang terdapat dalam legenda Minangkabau berjudul Cindua Mato.

Pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 ini rangkaian panjang itu tak hanya digunakan sebagai KA Gumarang saja, namun digunakan sebagai KA Tegal Bahari dengan rute Stasiun Pasar Senen – Tegal pp. Tentu saja harga tiketnya berbeda dengan KA Gumarang. Masyarakat yang menggunakan KA Tegal Bahari pun bisa dibilang ramai saat menjelang weekend.

Harga tiket KA Gumarang untuk rute Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi, untuk kelas bisnis tiket tersedia dalam kisaran harga termurah Rp350.000 dan termahal Rp390.000. Serta untuk kelas eksekutif, harga tiket KA Gumarang ditawarkan sekitar Rp570.000 Rp620.000 per penumpang. Khusus untuk rute yang lebih pendek, misalnya Jakarta Cirebon, tiket KA Gumarang tersedia dengan kelas bisnis dimulai dari harga Rp265.000 hingga Rp295.000 dan kelas eksekutif dimulai dari harga Rp430.000 hingga Rp465.000

Fyi, rangkaian KA Gumarang memiliki dua trainset yang masing-masing memiliki jumlah kelas bisnis dan eksekutif yang sama, yakni 9 kelas bisnis dan 5 kelas eksekutif ditambah dengan 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit. KA Gumarang dengan panjang sekitar 350 meter ini memang masih menggunakan rangkaian lama, yakni rata-rata diatas tahun 1980-an. Namun begitu perawatan terus dilakukan hingga sampai waktunya dikonservasi atau diremajakan. Jadi sudah berapa kali nih kalian naik KA Gumarang?

KA Gumarang dengan 16 Gerbong Jadi Kereta Api Campuran Terpanjang di Indonesia

Stasiun Tambun Bekasi, Saksi Bisu Perubahan Zaman Hingga Semakin Modern

Stasiun Kereta Api Tambun (TB) yang terletak di Mekarsari, Tambun Selatan, Bekasi, mungkin terlihat seperti stasiun kecil yang sederhana. Dibangun pada tahun 1898, Stasiun Tambun telah berusia 125 tahun saat ini. Sebuah fakta menarik yang mungkin tidak diketahui banyak orang, terutama mereka yang tinggal di sekitar Tambun dan Cibitung, adalah peran strategisnya dalam sejarah Indonesia.

Namun, di balik penampilannya yang mungkin terlupakan, Stasiun Tambun memiliki sejarah yang begitu penting dan penuh emosi, terutama pada era pergolakan dan Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1950). Betapa hebatnya peran stasiun yang saat ini sangat megah berada di pinggir underpass Pasar Tambun.

Stasiun Tambun era tahun 80-an. (Foto: Dok. Group Sejarah Bekasi)

Stasiun Tambun telah mengalami transformasi. Bangunan lama digantikan oleh bangunan baru yang mengusung arsitektur modern minimalis. Stasiun Tambun, yang memiliki sejarah panjang dan dibangun lebih awal daripada stasiun-stasiun lainnya seperti Manggarai, Jatinegara, bahkan Stasiun Cibitung tampaknya diabaikan dalam proses pembangunannya saat itu.

Adanya Bunker di Gedung Juang Menuju Stasiun Tambun
Dari Sejarah Stasiun Tambun ini tidak terlepas dari statusnya sebagai cagar budaya. Berdekatan dengan stasiun ini pun ada akses wisata menuju bangunan bersejarah yakni Gedung Juang. Bangunan tersebut juga memiliki status yang sama sebagai cagar budaya, adalah bagian penting dari kisah ini.

Gedung Juang Bekasi menjadi saksi bisu perundingan pertukaran tawanan antara Belanda dengan pejuang kemerdekaan Indonesia. Di dalam Gedung Juang ini terdapat beberapa lukisan yang merupakan sejarah dari Bekasi.

Namun menariknya pada salah satu bagian Gedung Juang, ternyata ada bunker yang menghubungkan bangunan ini dengan Stasiun Tambun. Bunker berupa terowongan itu panjangnya diperkirakan mencapai 500 meter. Tempat ini juga menjadi saksi bisu perundingan pertukaran tawanan antara Belanda dengan pejuang kemerdekaan Indonesia. Saat ini dikawasan Gedung Juang selalu ramai digandrungi masyarakat yang sekadar bersantai sekaligus wisata sejarah bagi warga Bekasi dan sekitarnya.

Stasiun Tambun kini menjadi salah satu saksi perkembangan transportasi di Jabodetabek dan transformasi kawasan Tambun dari area agraris menjadi daerah penyangga kota besar, dengan peran historis yang tetap terasa dalam infrastruktur modernnya. Dari masa kolonial hingga modern, Stasiun Tambun telah menjadi saksi bisu perubahan zaman, menyimpan kenangan dan cerita yang terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat.

DDT Selesai, Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Beberapa Stasiun Ini, Termasuk Stasiun Tambun?

Serius Kembangkan Taksi Terbang, Toyota Gelontorkan Dana Sebesar US$250 Juta

Taksi terbang EHang 216-s yang baru-baru ini melakukan uji coba terbang, sepertinya membangkitkan beberapa produsen kendaraan. Bahkan para produsen mobil ini sudah siap dengan keseriusan mereka untuk mengembangkan taksi terbang di masa depan.

Sehingga taksi terbang nantinya bisa digunakan untuk mobilitas harian. Salah satu produsen mobil yang mulai kembali menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan taksi terbang adalah Toyota Motor Corporation.

Produsen mobil asal Negeri Sakura ini menggelontorkan dana sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4 triliun. Ini pun hanya setengah dari total investasi US$500 juta atau sekitar Rp8 triliun untuk mendukung pengembangan taksi Udara oleh strartup Joby Aviation.

Toyota sendiri memfokuskan investasi tersebut untuk mendukung pembangunan pabrik dan produksi komesial pesawat electric vertical take-off and landing (eVTOL). Yang mana ini digadang-gadang akan menjadi mobiitas perkotaan di masa depan.

eVTOL sendiri adalah kendaraan listrik yang mampu lepas landas secara vertikal mirip dengan helikopter. Namun perbedaan keduanya sangat jelas, di mana eVTOL akan lebih ramah lingkungan karena menggunakan listrik untuk operasionalnya.

Dilansir dari Slashgear menurut produsen mobil Jepang itu, mimpi mereka akan transportasi udara telah ada sejak masa pendiri Sakichi Toyoda pada 1925, yang kala itu sudah membayangkan penggunaan baterai untuk menggerakkan pesawat melintasi Samudra Pasifik. Kini, dengan kemajuan teknologi baterai, mimpi tersebut perlahan menjadi nyata.

Untuk diketahui, Joby Aviation mengklaim bahwa armadanya dapat melaju hingga 200 mil per jam, dengan jarak tempuh sekitar 150 mil sekali pengisian daya. Meski layanan ini belum tersedia untuk publik, mereka yakin teknologi ini akan mempersingkat waktu tempuh secara drastis di kota-kota besar, seperti New York.

Saat ini, Toyota bukan satu-satunya pemain otomotif yang terjun ke segmen eVTOL. Honda juga telah mengembangkan model eVTOL bertenaga hybrid turbin gas yang menawarkan jarak tempuh hingga 250 mil.

Meski begitu, saat ini kendaraan terbang pribadi belum akan tersedia dalam Waktu dekat. Tetapi kehadiran Toyota yang terkenal di dunia kendaraan memperkuat optimisme terhadap masa depan transportasi udara.

Toyota dan Joby Aviation Tuntaskan Uji Terbang Taksi Udara Pertama di Jepang

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Naik 50 Persen Dibanding Tahun Lalu

Penumpang LRT Jabodebek terus mengalami kenaikan. Data terbaru, selama Januari hingga Juni 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 13.040.403 penumpang telah memanfaatkan LRT Jabodebek. Jumlah tersebut naik sekitar 50 persen dibanding periode yang sama pada 2024, yang mencatat 8.685.648 pengguna.

Baca juga: Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, KAI Catatkan Rekor Baru Pengguna

Lonjakan signifikan ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan dari sisi volume, tetapi juga menggambarkan kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap LRT Jabodebek sebagai solusi mobilitas perkotaan.

Rata-rata pengguna harian mencapai 93.474 pengguna pada hari kerja, serta 39.608 pengguna pada akhir pekan menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tak hanya menjadi andalan untuk mobilitas harian, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas akhir pekan.

Selama Semester I 2025, KAI telah mengoperasikan 58.778 perjalanan LRT Jabodebek, dengan tingkat ketepatan waktu mencapai 99,46%. Hal ini menunjukkan komitmen KAI dalam menjaga konsistensi dan keandalan layanan kepada masyarakat.

Kualitas layanan dan inovasi yang terus dihadirkan turut mendorong pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek selama Semester I 2025, di antaranya:
– Hadirnya co-working space di Stasiun Cawang sejak Februari untuk mendukung produktivitas pengguna secara gratis.
– Penambahan dua trainset sejak Maret, yang meningkatkan jumlah perjalanan harian dari 348 menjadi 366 pada hari kerja
– Pembagian takjil gratis di sejumlah stasiun selama Ramadan sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna

Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi sepanjang semester pertama 2025 adalah:
– Stasiun Dukuh Atas BNI: 1.994.163 pengguna tap in dan 1.805.717 pengguna tap out
– Stasiun Harjamukti: 1.513.886 pengguna tap in dan 1.535.547 pengguna tap out
– Stasiun Kuningan: 1.184.282 pengguna tap in dan 1.150.324 pengguna tap out

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini adalah hasil kolaborasi antara peningkatan mutu layanan dan partisipasi aktif masyarakat.

Baca juga: PT KAI Operasikan Lagi Kereta LRT Jabodebek Bekas Tabrakan, Amankah?

“Kami melihat peningkatan ini sebagai hasil dari kombinasi antara kualitas layanan yang terjaga dan kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. KAI akan terus menghadirkan layanan LRT Jabodebek yang semakin adaptif, nyaman, dan sesuai kebutuhan pengguna,” jelasnya.

Dengan pencapaian ini, KAI optimistis LRT Jabodebek akan terus menjadi pilihan masyarakat Jabodebek, seiring dengan upaya berkelanjutan dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Malaysia Aviation Group Tambah Pesanan 20 Unit Pesawat Berbadan Lebar Airbus A330neo

Malaysia Aviation Group (MAG), perusahaan induk maskapai nasional Malaysia Airlines, telah menandatangani kontrak pemesanan (firm order) untuk 20 unit tambahan pesawat A330-900. Dengan pesanan terbaru ini, total armada A330neo Malaysia Airlines akan bertambah dua kali lipat menjadi 40 pesawat.

Pengumuman ini disampaikan pada saat kunjungan resmi Prime Minister Malaysia, H.E. Anwar Ibrahim, ke Prancis.

MAG pertama kali memilih A330neo pada tahun 2022 sebagai bagian dari program pembaruan armada berbadan lebar mereka, dengan komitmen sebanyak 20 pesawat. Dari jumlah tersebut, empat pesawat telah dikirim. Dilengkapi dengan tata letak kabin premium yang sepenuhnya baru, pesawat A330neo saat ini melayani rute dari Kuala Lumpur ke Melbourne, Auckland, serta Bali.

“A330neo terus memberikan kombinasi yang ideal antara efisiensi operasional, jangkauan, dan kenyamanan kabin untuk mendukung konektivitas dan strategi pertumbuhan kami,” tutur Datuk Captain Izham Ismail, Group Managing Director MAG.

“Dengan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan fleksibilitas untuk rute regional maupun jarak jauh, pesawat ini sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang. A330neo juga memungkinkan kami untuk menawarkan produk yang sejalan dengan positioning premium kami – efisien, modern, dan dirancang sesuai ekspektasi kenyamanan penumpang. Pesanan tambahan pesawat A330neo ini memperkuat visi jangka panjang kami untuk membangun armada yang siap menghadapi masa depan, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, memberikan nilai konsisten bagi penumpang kami, dan memperkuat daya saing di pasar utama.”

“Kami bangga dapat semakin memperkuat hubungan kami dengan Malaysia Aviation Group seiring ekspansi armada A330neo mereka,” ujar Benoît de Saint-Exupéry, Airbus EVP Sales of the Commercial Aircraft business. “Pemesanan lanjutan ini merupakan  bukti atas performa pesawat A330neo yang luar biasa, mulai dari efisiensi bahan bakar, fleksibilitas operasional, hingga kenyamanan penumpang, sekaligus menunjukkan populernya pesawat A330neo ini di kalangan maskapai penerbangan premium dunia.”

Ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent 7000 generasi terbaru, A330-900 mampu terbang sejauh 7.200 nm atau 13.300 km tanpa henti. A330neo juga dilengkapi dengan kabin Airspace yang telah meraih penghargaan, menawarkan pengalaman penumpang yang unik, dengan kenyamanan, suasana, dan desain terbaik. Hal ini mencakup ruang yang lebih luas, overhead bins yang diperbesar, sistem pencahayaan baru, serta akses ke sistem hiburan dan konektivitas dalam pesawat paling mutakhir.

Hingga akhir Mei 2025, A330 Family telah berhasil mencapai lebih dari 1.800 form order dari lebih dari 130 pelanggan di seluruh dunia. Seperti pesawat Airbus lainnya, A330neo dapat beroperasi dengan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) hingga 50 persen, dengan target untuk meningkatkannya menjadi 100 persen pada tahun 2030.

Unit Pertama Airbus A330neo Malaysia Airlines Telah Menyelesaikan Tahap Pengecatan

 

Rencana Kereta Api Argo Wilis Kembali Berhenti di Stasiun Ciamis, Ini Alasannya

Siapa tak kenal dengan Kereta Api (KA) yang dijuluki “raja lintas selatan” ini. Ya, KA Argo Wilis yang satu-satunya kelas eksekutif argo rute Bandung-Surabaya Gubeng ini menjadi primadona yang melintasi wilayah selatsn Pulau Jawa. Rangkaian yang memiliki tipe Kereta Panoramic ini rencana akan berhenti di Stasiun Ciamis. Untuk wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, KA Argo Wilis hanya berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Tasikmalaya, dan Banjar, selanjutnya melewati beberapa Daop hingga di Surabaya Gubeng maupun sebaliknya.

Rencana berhentinya KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis diberlakukan mulai tanggal 15 Juli 2025. Ternyata kebijakan ini merupakan bentuk tindak lanjut atas permimtaan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Tujuannya adalah guna meningkatkan aksesibilitas transportasi, mobilitas masyarakat dan pengembangan di wilayah Priangan Timur, khususnya Kabupaten Ciamis.

KA Argo Wilis sebagai KA unggulan dapat berhenti di Stasiun Ciamis untuk mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Ciamis. Dan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat Ciamis dan sekitarnya dalam melakukan perjalanan antarkota dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.

Kebijakan lainnya pun akan memberi dampak positif terhadap konektivitas antarkota serta pertumbuhan ekonomi lokal. Keberadaan KA Argo Wilis akan semakin memudahkan masyarakat Ciamis dan sekitarnya dalam mengakses kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Madiun, dan Surabaya tanpa perlu ke luar daerah terlebih dahulu.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan transportasi, KAI juga akan terus mengevaluasi kebijakan ini hingga akhir 2025. Ia berharap Pemkab Ciamis dapat turut mempromosikan layanan tersebut demi keberlanjutan operasional KA Argo Wilis di Stasiun Ciamis. Pun berharap kehadiran KA Argo Wilis dapat membuka lebih banyak peluang mobilitas warga Ciamis dengan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Terlihat akan potensi besar dalam pengembalian pemberhentian KA Argo Wilis di Ciamis, karena bukan hanya tentang kenyamanan transportasi, tetapi juga tentang pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Ketika KA Argo Wilis mau berhenti kembali di Stasiun Ciamis, Pemerintah Kabupaten Ciamis siap mendukung PT KAI dalam menyosialisasikan kembali layanan tersebut melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan pendekatan langsung ke masyarakat desa.

Sebelumnya, Stasiun Ciamis telah melayani KA jarak jauh kelas ekonomi dan eksekutif menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Dengan tambahan pemberhentian Argo Wilis, kini seluruh kereta jarak jauh reguler akan berhenti di stasiun tersebut.

Melihat Eksotisnya Jembatan Cirahong, Destinasi yang Bikin Hemat Kantong

Yuk, Jelajahi 5 Stasiun KA dengan Panorama yang Memukau, Apa Saja?

Selain praktis dan efisien, menggunakan kereta api apalagi dengan rute jarak jauh pastinya melewati panorama atau pemandangan yang luar biasa indah. Perjalanan siang hari menjadi suasana yang bikin memanjakan mata saat melihatnya. Tak hanya suasana alam yang luas, saat melintasi beberapa stasiun pun juga memiliki panorama yang berdekatan pemandangan yang luar biasa.

KA Commuter Line Garut melintas di kawasan Kadungora, Garut

Stasiun-stasiun ini pun menawarkan lebih dari sekadar tempat transit, dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang memukau, tetapi menjadikannya magnet bagi para wisatawan. Nah, penasaran kan apa saja stasiun-stasiun yang menawarkan panorama yang memukau. Inilah 5 stasiun yang memiliki pemandangan yang luar biasa, sebagai berikut:

1. Stasiun Leles (LL)
Dikenal dengan panoramanya yang menawan, Stasiun Leles di Garut menawarkan udara sejuk dan pemandangan pegunungan yang memukau. Jika dilihat dari peron stasiun, kita bisa melihat kereta api melintasi bukit dan menyeberang jembatan dari kejauhan. Tak hanya saat cuaca cerah, jalur kereta jika dilihat saat cuaca hujan pun masih tetap terlihat. Lalu Stasiun Lewat dengan ketinggian +697 meter ini memiliki area persawahan yang luas yang bagus jika diabadikan dengan kamera.

2. Stasiun Cigombong (CGB)
Stasiun ini berlokasi di Kabupaten Bogor, menawarkan suasana tenang dengan akses ke destinasi wisata alam yang menakjubkan. Stasiun ini merupakan stasiun satu-satunya tertinggi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, yakni dengan ketinggian +699 meter. Meski statusnya setasiun kelas III, namun memiliki lokasi yang bagus untuk diabadikan dengan kamera saat kereta api melimtas ditambah panorama Gunung Salak yang menawan.

3. Stasiun Lebak Jero (LBJ)
Berada di ketinggian +818 meter, Stasiun Lebak Jero adalah destinasi favorit para penggemar kereta api. Meskipun sudah tidak melayani kereta lokal sebagai naik dan turun penumpang, keindahan alam di sekitar stasiun ini tak bisa diabaikan. Panorama dibelakang stasiun merupakan Gunung Mandalawangi pun sangat terlihat jelas saat naik kereta api. Mengingat stasiun ini sudah tidak melayani penumpang, jika ingin berkunjung ke Stasiun Lebak Jero bisa menggunakan transportasi umum lainnya di Jalan Raya Lingkar Nagrek.

4. Stasiun Cipeundey (CPD)
Dikenal sebagai “stasiun sakti,” Cipeundeuy adalah lokasi penting bagi pemeriksaan rem kereta sebelum melintasi jalur terjal, menegaskan komitmen PT KAI terhadap keselamatan penumpang. Stasiun dengan ketinggian +772 meter ini sebetulnya dikelilingi oleh bukit yang cukup tinggi berada di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Meskipun begitu penumpang yang berhenti di stasiun ini bisa memanfaatkan waktu selama 10 menit untuk mencicipi jajanan murah meriah diarea depan stasiun. Walaupun tak memiliki panorama yang menarik, namun Stasiun Cipeundeuy berudara sejuk baik saat cuaca cerah maupun agak mendung.

5. Stasiun Tuntang (TTG)
Berada diketinggian +464 meter, Stasiun Kereta Api Tuntang yang dibangun pada 1871 dan dioperasionalkan pada 1873 silam, hingga kini masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik. Bahkan sampai saat ini stasiun yang berada di wilayah Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini, masih dioperasionalkan untuk melayani kereta wisata dengan rute Ambarawa – Tuntang. Selama perjalanan para wisatawan bisa menikmatai panorama alam pegunungan yang eksotis. Sepanjang perjalanan dari Ambarawa hingga Bedono, para wisatawan akan dimanjakan dengan pemadangan Gunung Telomoyo dan Gunung Kelir yang hijau dan asri.

Itulah 5 stasiun dengan panorama yang memukau. Keberadaan stasiun-stasiun ini bukan hanya sekadar menjadi titik transit, tetapi juga menjadi akses penting menuju destinasi wisata. Keindahan alam seperti di sekitar stasiun-stasiun ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.

Yuk Kenali Lagi Stasiun-stasiun Kereta Api Tertua yang Masih Aktif Hingga Kini

Ternyata Jalur Kereta Api Malang-Surabaya Punya Peran Penting pada Era Kolonial Belanda

Jalur KA (kereta Api) Surabaya Malang telah beroperasi pada tahun 1878. Namun statusnya waktu hanya lintas cabang dari lintas utama Surabaya hingga Pasuruan. Meskipun begitu jalur ini cukup berpengaruh bagi perkembangan wilayah Kerasidenan Malang secara umum.

Pembangunan jalur kereta api Surabaya-Malang dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu serta sumber daya yang besar. Jalur pertama yang dibangun di Jawa Timur oleh SS adalah dari Surabaya ke Pasuruan, yang dibuka pada 16 Mei 1878. Ini merupakan bagian dari rencana besar untuk menghubungkan kota-kota penting.

Setelah itu, pembangunan dilanjutkan dari Pasuruan menuju Malang. Bagian jalur yang melewati Bangil, Lawang, hingga akhirnya mencapai Kota Malang (Stasiun Malang Kotalama dan kemudian Stasiun Malang Kotabaru) dibuka pada 20 Juli 1879. Ini menjadi momen penting yang secara langsung menghubungkan Malang dengan jaringan kereta api nasional dan internasional melalui pelabuhan Surabaya.

Jalur kereta api di Kota Malang tahun 1935. (Foto: Dok. Istimewa)

Seiring dengan pembangunan rel, dibangun pula stasiun-stasiun kereta api di sepanjang jalur, seperti Stasiun Lawang, Stasiun Singosari, Stasiun Kepanjen, dan lain-lain. Stasiun-stasiun ini tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang dan barang, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi lokal. Ternyata jalur kereta api Malang-Surabaya menjadi peran yang sangat strategis bagi kepentingan kolonial Belanda.

Berbagai alasan kepentingan bagi kolonial Belanda salah satunya adalah sebagai jalur ekonomi. Jalur ini menjadi urat nadi distribusi hasil perkebunan (kopi, tebu, tembakau) dari Malang dan sekitarnya menuju pelabuhan Surabaya untuk diekspor ke Eropa. Sebaliknya, barang-barang manufaktur dan kebutuhan lain dari Eropa diimpor melalui Surabaya dan didistribusikan ke pedalaman. Ini sangat menopang ekonomi kolonial.

Tak hanya itu, juga sangat penting bagi Belanda adalah mobilisasi militer. Ini sangat penting bagi Belanda untuk menjaga keamanan, menumpas pemberontakan, atau menghadapi perlawanan pribumi di berbagai wilayah Jawa Timur. Serta mempermudah mobilitas pegawai pemerintah kolonial untuk memperlancar komunikasi antar daerah, yang pada gilirannya memperkuat kontrol administratif Belanda atas wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Meskipun prioritas utama adalah barang, jalur kereta api juga membuka akses bagi pergerakan penduduk, baik untuk bekerja seperti buruh migran maupun untuk kepentingan lain, meskipun dengan fasilitas yang berbeda antara pribumi dan Eropa.

Meski begitu, hingga saat ini jalur kereta api Malang-Surabaya tetap menjadi koridor transportasi yang vital. Banyak masyarakat khususnya Jawa Timur memanfaatkan kereta api yang melewati “jalur kantong” ini untuk mobilitasi antar kota yang melewati stasiun-stasiun besar dan legendaris.

Jejak sejarahnya pun mengingatkan kita pada era di mana kemajuan teknologi transportasi tidak selalu berarti kemajuan bagi semua pihak, melainkan juga alat bagi kepentingan penguasa, meninggalkan warisan yang kompleks dalam narasi sejarah bangsa.

Stasiun Malang, Pertahankan Gaya Nieuwe Bouwen Bersiap Direnovasi

Waspada, Ini Enam Kesalahan Parkir yang Bisa Bikin Jantung Berdebar

Bagi sebagian besar pengendara, parkir hanyalah rutinitas harian. Cukup temukan area kosong, tarik tiket, dan tinggalkan kendaraan. Namun di balik kesederhanaan itu, tersembunyi sejumlah risiko yang kerap diabaikan, mulai dari tarif yang membengkak, kehilangan barang, hingga kerusakan kendaraan akibat parkir di lokasi yang tidak layak.

Kasus viral tagihan parkir hingga ratusan ribu rupiah di salah satu lokasi parkir belum lama ini, menjadi pengingat nyata bahwa kesadaran terhadap sistem parkir sangatlah penting.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa perlindungan konsumen di area parkir juga membutuhkan peran aktif dari pengguna. Dari membaca tarif, menyimpan bukti transaksi, hingga mengetahui jalur pengaduan saat menghadapi masalah,” ujar Charles Oentomo, Presiden Direktur Centrepark, perusahaan pengelola parkir modern di berbagai kota besar Indonesia, saat dijumpai di Jakarta (3/7/2025).

Charles mengungkap lima kesalahan yang sering dilakukan pengguna kendaraan, namun bisa berujung pada kerugian waktu, uang, bahkan rasa aman. Berikut daftarnya:

1. Langsung Masuk Tanpa Cek Tarif
Meski terkesan sederhana, ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan. Banyak pengendara terburu-buru menarik tiket tanpa memperhatikan papan informasi tarif yang tersedia di pintu masuk. Padahal, setiap lokasi dapat menerapkan skema tarif berbeda, mulai dari flat rate, tarif progresif per jam, hingga tarif khusus akhir pekan.

“Biasakan cek papan tarif sebelum masuk. Kalau ragu, tanya petugas atau tekan tombol bantuan. Kejelasan informasi tarif yang terpampang di pintu masuk juga menjadi indikator penting bagi pengguna dalam memilih lokasi parkir yang aman. Selain bentuk transparansi, juga perlindungan bagi konsumen dari potensi tagihan yang tidak wajar.” ujarnya.

2. Parkir di Sembarang Area
Tergesa-gesa cari slot kosong kadang membuat pengendara asal berhenti di tempat yang dianggap “masih bisa”. Padahal, marka parkir bukan hiasan. Menyalahi marka dapat membuat kendaraan Anda sulit dilacak jika terjadi hal yang tak diinginkan, atau justru mengganggu kendaraan lain dan menimbulkan gesekan kecil, baik secara fisik maupun emosional.

“Parkir yang rapi dan sesuai marka bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut efisiensi ruang, keamanan kendaraan, dan kemudahan dalam sistem pemantauan,” ujar Charles.

 3. Tak Tahu Harus Komplain ke Mana
Tak sedikit pengguna parkir yang merasa dirugikan namun hanya meluapkannya di media sosial. “Padahal, operator profesional seperti Centrepark memiliki jalur pengaduan resmi yang aktif, baik melalui hotline 24 jam, WhatsApp, maupun email,” tutur Charles.

“Kami juga menyediakan petugas di lokasi untuk membantu menyelesaikan kendala teknis atau ketidaksesuaian tarif,” tambahnya. Untuk memudahkan, catat atau foto nomor pengaduan yang biasanya tertera di gerbang masuk.

4. Meninggalkan Barang Berharga dalam Kendaraan
Membiarkan barang berharga seperti tas, laptop, gadget, dompet, atau belanjaan di dalam kendaraan tetaplah berisiko tinggi. Pencurian dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama jika barang diletakkan di tempat terbuka yang mudah terlihat dari kaca jendela.

Pelaku kejahatan kerap memanfaatkan momen lengah, dan seringkali mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk memecah kaca atau mengakses kendaraan dengan teknik tertentu.

Keamanan parkir bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi juga dimulai dari kebiasaan pengguna. Membawa serta barang penting saat turun dari kendaraan adalah langkah perlindungan pertama,” ujar Charles. Hindari menaruh barang di kursi depan atau dashboard. Jika memang harus ditinggal, simpan barang di bagasi tertutup dan pastikan pintu kendaraan terkunci dengan baik.

 5. Jadi Sumber Penyebab Antrean Panjang
Kelalaian kecil seperti meninggalkan karcis parkir atau kartu uang elektronik dalam kendaraan sering berujung pada antrean panjang di gerbang keluar. Dalam beberapa kasus, pengguna juga lupa di mana menyimpan tiket, atau baru menyadari saldo uang elektronik tidak mencukupi sesaat sebelum transaksi.

“Hargai waktu orang lain dengan menyiapkan tiket atau kartu sebelum keluar area parkir. Pastikan saldo uang elektronik mencukupi, atau manfaatkan opsi QRIS yang kini tersedia di berbagai lokasi,” ujar Charles.

Kebiasaan sederhana seperti menyimpan tiket di tempat yang mudah dijangkau, mengunci kendaraan dengan benar, dan mengecek metode pembayaran sebelum masuk ke area parkir dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi gangguan bagi pengguna lain. Sikap disiplin ini juga menjadi bagian dari budaya parkir yang aman, tertib, dan saling menghormati di ruang publik.

6. Tidak Memastikan Keamanan Lokasi Parkir
Charles juga mengingatkan agar pengendara memastikan bahwa area parkir dikelola oleh pihak profesional dengan sistem manajemen yang jelas dan resmi. “Lokasi yang ideal umumnya dilengkapi CCTV aktif, pencahayaan yang memadai, serta memiliki petugas yang dapat dihubungi langsung melalui tombol bantuan di dispenser tiket atau alat parkir,” ujarnya.

4 Tips Siasati Sulitnya Parkir di Bandara, Nomor 3 Jarang Terlintas di Benak Penumpang

Jangan Sampai Nyasar! Yuk, Simak Panduan Naik KRL ke Stasiun Pasar Senen

Bagi masyarakat yang biasa menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) menuju Stasiun Pasar Senen mungkin sudah hafal rute yang akan ditempuh. Tak hanya itu, menuju ke stasiun yang dominan keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) kelas ekonomi tersebut harus transit atau berpindah kereta menuju peron berikutnya hingga tiba di Pasar Senen.

Namun ternyata masih ada sebagian masyarakat khususnya pendatang dari luar kota yang turun di Stasiun Pasar Senen masih ada yang kebingungan menggunakan KRL menuju kota di Jabodetabek. Hingga kini pemberhentian KRL di stasiun tersebut hanya tersedia satu arah, alias pada peron 6 dengan rute dari arah Cikarang/Bekasi menuju Kampung Bandan. Nah, kabarpenumpang akan memberikan panduan buat kalian yang masih bingung bahkan ragu menggunakan KRL dari atau menuju Stasiun Pasar Senen.

Ilustrasi penumpang KRL di area peron stasiun.

Bagi kalian berdomisili di kawasan Bogor, Depok dan sekitarnya menuju Stasiun Pasar Senen ada beberapa alternatif transit yang bisa dilakukan. Kalian bisa menggunakan KRL kemudian turun di Stasiun Manggarai. Dari Stasiun Manggarai kalian bisa berpindah ke peron 3 lalu naik KRL tujuan Bekasi/Cikarang dan turun Stasiun Jatinegara. Jarak dari Manggarai ke Jatinegara hanya melewati 1 stasiun saja, yaitu Stasiun Matraman. Setelah Stasiun Matraman, kalian bisa langsung turun Stasiun Jatinegara.

Saat tiba di Stasiun Jatinegara, kalian bisa pindah menuju peron 5 lalu naik KRL dengan tujuan Kampung Bandan. Jarak dari Jatinegara menuju Pasar Senen melewati 3 stasiun, yakni Stasiun Pondok Jati, Kramat, dan Gang Sentiong lalu tiba di Stasiun Pasar Senen. Saat tiba, kalian bisa langsung tap out kartu menuju ke pintu masuk KAJJ.

Alternatif berikutnya adalah dari Stasiun Manggarai kalian bisa naik dari peron 2 naik KRL menuju Kampung Bandan dan meneruskan perjalanan ke arah Bekasi/Jatinegara. Dari Manggarai melewati 9 stasiun yakni Sudirman, BNI City, Karet, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan, Rajawali, dan Kemayoran. Setelah Stasiun Kemayoran KRL tak berhenti di Stasiun Pasar Senen, jadi kalian harus turun di stasiun selanjutnya yaitu Gang Sentiong. Saat tiba di Gang Sentiong, kalian bisa pindah peron menuju Pasar Senen yang berjarak satu petak saja.

Bagi kalian dari arah Rangkasbitung, Parung Panjang maupun Serpong, kalian bisa turun di Stasiun Tanah Abang. Lalu bisa memilih rute KRL ke arah Pasar Senen dengan rute transit ke arah Jatinegara maupun Gang Sentiong. Begitupun jika kalian naik dari arah Stasiun Tangerang yang turun di Stasiun Duri. Saat tiba di Stasiun Duri sama halnya di Tanah Abang kalian bisa mencari jarak terdekat antara menuju Jatinegara atau menuju Kampung Bandan hingga Gang Sentiong.

Nah, jila kalian dari arah Cikarang maupun Bekasi tak perlu transit stasiun manapun, cukup naik KRL tujuan Kampung Bandan via Pasar Senen. Lalu kalian dengan mudah turun di stasiun tersebut tanpa repot-repot berpindah peron saat di stasiun transit.

Namun, jika kalian dari luar kota dan turun di Stasiun Pasar Senen lalu ingin menggunakan KRL, kalian bisa menuju peron 6. Lalu naik KRL menuju tujuan Kampung Bandan dan bisa meneruskan perjalanan menuju ke berbagai kota dengan rute yang bisa kalian lihat di area stasiun maupun didalam KRL.

Selama menggunakan KRL usahakan untuk selalu mengecek jadwal terlebih dahulu hingga tiba di stasiun tujuan. Jika masih bingung melihat jadwal, kalian tak perlu segan bertanya kepada petugas di stasiun maupun didalam KRL. Karena dengan ramah, petugas akan membatu kalian agar tidak nyasar. Semoga bermanfaat, ya!

Arsitektur Neo Indishce Bikin Stasiun Pasar Senen Tak Lekang Oleh Waktu