Pria Tewas Tersedot Mesin Pesawat di Bandara Milan, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kengerian baru saja terjadi di Bandara Milan, Italia utara, setelah seorang pria tewas akibat tersedot mesin pesawat pada hari Selasa lalu. Pesawat itu baru saja akan meninggalkan landasan di Bandara Milan Bergamo dalam perjalanan ke Asturias, Spanyol barat laut, pada Selasa pagi waktu setempat.

Surat kabar Corriere della Sera melaporkan bahwa pejabat bandara yang tidak disebutkan namanya mengatakan seorang pria berusia sekitar 35 tahun berlari ke landasan saat pesawat bersiap lepas landas dan tersedot ke dalam mesin.

Pria tersebut kabarnya mengalami terluka parah,” menurut maskapai penerbangan Spanyol Volotea. Semua 154 penumpang dan enam awak selamat dan diberikan dukungan psikologis, kata Volotea.

Pihak berwenang telah memulai penyelidikan mengenai bagaimana orang tersebut dapat mencapai landasan pacu dari luar bandara. Pejabat bandara melanjutkan penerbangan dari pusat transit pada Selasa siang waktu setempat, menurut bandara, setelah mereka menunda sementara penerbangan karena insiden tersebut.

Mesin jet, terutama jenis turbofan, memiliki daya hisap luar biasa kuat, terutama saat dalam kondisi menyala di mode idle (siaga) atau saat bersiap lepas landas. Ketika mesin menyala, maka aliran udara di bagian depan mesin sangat kuat (disebut inlet suction). Daya hisapnya cukup untuk menyedot benda besar seperti kerucut pembatas, topi pelindung, atau bahkan manusia yang terlalu dekat.

Biasanya ini disebabkan oleh personel ground crew terlalu dekat ke mesin tanpa izin, tidak mengikuti batas aman (safety cone zone), kurangnya briefing atau pelindung dan kesalahan komunikasi antara pilot dan ground crew. Dalam beberapa kasus tragis, korban adalah penumpang atau staf yang tidak sadar mesin masih menyala. Ada dalam beberapa kasus, insiden orang tersedot ke mesin pesawat ternyata adalah tindakan bunuh diri.

Untuk pencegahan, aea sekitar mesin biasanya ditandai jelas dan steril dari personel hingga mesin benar-benar mati. Prosedur “engine shutdown checklist” harus selesai sebelum ada kru mendekat dan semua ground crew memakai headset komunikasi langsung dengan kokpit.

[Video] Ngeri, Pesawat Ryanair Berlumuran Darah Gegara Bird Strike

Selain Masih Harga Promo, Naik Kelas Ekonomi KA Pangrango, Kini Tak Perlu Duduk Mundur Lagi

Yang belum merasakan rangkaian ekonomi Kereta Api (KA) Pangrango dengan interior New Generation, rasanya patut dicoba. Ya, dengan rute Stasiun Bogor Paledang-Sukabumi pp. Saat ini sudah mengganti rangkaian kelas ekonomi dengan yang lebih nyaman. Selain itu, penumpang bisa merasakan saat duduk dengan kenyamanan yang berbeda, termasuk posisi duduk tidak membelakangi perjalanan kereta api alias posisi mundur.

Menurut informasi dari berbagai sumber mengatakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rangkaian KA Pangrango relasi Bogor Paledang – Sukabumi (PP) resmi menggunakan Kereta Ekonomi New Generation. Rangkaian dengan interior yang dimodifikasi tersebut telah dioperasikan untuk penumpang sejak Selasa (1/7/2025).

Dalam kesempatan ini, KAI resmi mengganti sarana kereta api Pangrango relasi Bogor Paledang-Sukabumi PP menjadi Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi karya Balai Yasa Manggarai. “Mulai 1 Juli 2025, KA Pangrango sudah menggunakan Sarana Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi,” tulis @kai121_ dalam sebuah keterangan di Instagram.

Interior kereta ekonomi New Generation. (Foto: Dok. KAI)

Dalam sehari, KA Pangrango melayani sebanyak 8 perjalanan, dengan rincian 4 perjalanan dari arah Sukabumi tujuan Bogor Paledang. Sedangkan 4 jadwal perjalanan berlaku dari arah Bogor Paledang tujuan Sukabumi. Adapun durasi perjalanan KA Pangrango baik dari Sukabumi maupun Bogor ditempuh dalam waktu kurang lebih 90 menit.

Pembeda kereta api ini adalah memiliki kapasitas 72 tempat duduk per kereta atau lebih sedikit dibanding sebelumnya yang sebanyak 80 tempat duduk. Penumpang bakal mendapatkan ruang kaki yang lebih luas dan kursi yang lebih ergonomis. Total kapasitas tempat duduk KA Pangrango kini menjadi 460 kursi.

Meski rangkaian kelas ekonomi sudah menggunakan New Generation, namun penumpang dibuat terkesima tentunya. Bagaimana tidak, tarif yang dikenakan untuk KA Pangrango kelas ekonomi ini masih tarif promo. Yang biasanya rute Bogor Paledang – Sukabumi seharga Rp45.000, kini menjadi Rp31.000. Tarif promosi ini masih berlaku hingga 31 Juli 2025. Namun pada awal Agustus 2025 tarif ekonomi akan naik menjadi Rp55.000. Sedangkan untuk tarif eksekutif KA Pangrango tetap pada harga yang sama, yakni Rp80.000.

KA Pangrango sendiri merupakan salah satu kereta api yang melayani penumpang di lintas Bogor-Sukabumi PP. Dalam sekali perjalanan, KA Pangrango membawa dua kelas layanan, yakni Eksekutif dan Ekonomi. Sebelum berganti sarana Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi, KA Pangrango membawa rangkaian kereta Ekonomi New Image buatan PT INKA (Persero). Sementara untuk sarana kelas Eksekutif menggunakan Kereta Eksekutif jenis Mild Steel.

Kereta Ekonomi New Generation yang digunakan pada KA Pangrango merupakan hasil modifikasi dan perawatan oleh Balai Yasa Manggarai, unit perawatan sarana KAI yang telah menghasilkan 93 kereta New Generation hingga 2 Juli 2025. Hal itu mencerminkan kapasitas Balai Yasa dalam mendukung in-house modernisasi sarana KAI secara berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian industri perkeretaapian nasional.

Wajib Tahu! Mulai 18 Juni KA Pangrango Tidak Lagi Berangkat dan Tiba di Stasiun Bogor

Seabad Transportasi, Dublin Bus Parade Armada Kuno

Satu abad transportasi umum, Dublin Bus menghadirkan armada kuno yang menghidupkan kembali rute pertama layanan tersebut. Pada perayaan tersebut, menghadirkan enam armadanya yang mencatat sejarah 100 tahun Dublin Buses.

Armada bus ini bukan hanya bus lama, tetapi juga bus listrik terbaru mereka. Dilansir dari rte.ie, Selasa (8/7/2025),parade enam armada bus tersebut berangkat awal dari Parnell Square di ibu kota.

Parade tersebut akan berjalan di sepanjang O’Connell Street menuju rute asli 43 melalui Eden Quay di Killester. Perjalanan parade ini akan berakhir di Museum Transportasi Nasional di Howth.

Dublin Bus merupakan anak perusahaan dari Dublin United Tramways Company yang mulai mengoperasikan pada tahun 1925. Awalnya mereka mulai dengan rute 43 pada har ini 100 tahun yang lalu dan membuka depot bus pertama mereka di Summerhill pada bulan yang sama.

CEO Dublin Bus Billy Hann mengatakan perayaan hari ini bertujuan untuk memberikan pengakuan kepada mereka “yang telah menjaga dan terus menjaga Dublin tetap maju” dari membangun Rute 43 dengan dua bus, hingga armada mereka saat ini yang berjumlah 1.100 unit.

“Mereka mengangkut 500.000 penumpang. Kami mengangkutnya setiap hari sekarang, dan 159 juta penumpang setiap tahunnya. Kami sangat gembira merayakan tonggak sejarah ini bersama Museum Transportasi Nasional dan semua pihak yang memiliki minat yang sama terhadap kisah transportasi Dublin,” kata Hann.

Parade barang antik ini dipimpin oleh Leyland R1, bus tingkat pertama di Dublin, yang beroperasi di ibu kota dari tahun 1937 hingga 1956. Bus ini kemudian dipugar dan dirawat oleh Museum Transportasi Nasional yang dipimpin sukarelawan.

Bob Laird, bendahara dan sejarawan di museum tersebut, mengatakan bahwa ia dan tim sangat gembira dengan peran yang dapat dimainkan oleh bus antik mereka dalam acara tersebut.

“Layanan bus merupakan bagian yang sangat penting dari Dublin dan merupakan bagian yang sangat penting dari mobilitas masyarakat. Ada banyak sejarah sosial di sini. Rumah pertama yang dibangun di Irlandia setelah perang dunia pertama berada di Killester. Itulah sebabnya mereka mendapatkan layanan bus pertama. Itu bagian penting dari jati diri kami,” kata Laird.

“Senang sekali melihat acara seperti ini. Ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Masih Ingat Stasiun Rawabebek? Ternyata Ini Asal Usul Saat Dibangun Meski Sudah Hilang Keberadaannya

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar antara Kranji dan Cakung, tentu pernah tau keberadaan stasiun kecil yang satu ini. Meskipun sudah tidak keberadaannya, namun stasiun ini menjadi saksi bisu keramaian penumpang yang naik dan turun dengan rute Jakarta – Bekasi pp. Ya, keberadaan Stasiun Rawabebek inilah yang membuat masyarakat menuju Jakarta ataupun sebaliknya menjadi kemudahan yang tinggal di area sekitar stasiun tersebut.

Informasi dari berbagai sumber bahwa Stasiun Rawabebek (RWB) adalah stasiun kereta api nonaktif yang beralamat di Jalan Arteri Pondok Kopi-Kranji Bekasi Barat, Bekasi, tepatnya di perbatasan antara Bintara dan Kota Baru. Stasiun ini terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Bekasi yang dimulai dari Stasiun Jatinegara hingga Stasiun Bekasi. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta.

Stasiun yang hanya terdiri atas dua peron berkanopi ini kemungkinan muncul saat pembangunan jalur ganda dan perpanjangan elektrifikasi ke Stasiun Bekasi pada tahun 1992. Asal usul stasiun ini ternyata dibangun untuk memberi kesadaran masyarakat agar memilih KRL sebagai transportasi untuk bekerja atau bersekolah. Arsitektur stasiun ini sangat mirip dengan Stasiun Buaran Lama yang juga sudah nonaktif saat ini.

Namun seiringan dengan waktu, stasiun tersebut tak diaktifkan, dan bahkan kini telah rata dengan tanah. Selain sudah tidak difungsikan karena posisinya berdekatan dengan Stasiun Kranji dengan Cakung, Stasiun Rawabebek harus dibongkar karena pembangunan rel dwiganda (double-double track) untuk operasional KRL di koridor Manggarai-Bekasi.

Stasiun Rawabebek sebelum dibongkar. (Foto: Dok. Istimewa)

Alasan Warga Sekitar Setuju, Stasiun Rawabebek Dibongkar
Ternyata warga sekitar Stasiun Rawabebek senang atas dibongkarnya stasiun untuk pelebaran jalur. Sebab, stasiun tersebut sudah sejak lama meresahkan warga karena sering dijadikan tempat mesum dan mabuk-mabukan.

Kondisi stasiun yang sudah tidak aktif itu sering dimanfaatkan oleh anak muda untuk tempat pacaran dan mabuk-mabukan. Apalagi, tidak ada penerangan di stasiun itu pada malam hari. Stasiun Rawa Bebek di Bekasi Barat yang dikenal sebagai stasiun mesum ini sedang dalam proses pembongkaran. Pembongkaran ini dilakukan untuk pelebaran jalur.

Seiring dengan telah musnahnya Stasiun Rawabebek, maka hilang sudah aksi-aksi negatif yang dilakukan oleh sejumlah pemuda. Saat ini keberadaan Stasiun Rawabebek sudah hilang atau tidak terlihat lagi jejaknya. Yang ada hanya jalur dwiganda yang dilewati banyaknya kereta jarak jauh maupun KRL Commuter Line. Jalur bekas stasiun tersebut kini bisa ditempuh hingga 90 bahkan 100 km/jam.

Stasiun Tambun Bekasi, Saksi Bisu Perubahan Zaman Hingga Semakin Modern

Genjot Pariwisata, Korea Utara Luncurkan Perahu Makan di Sungai Taedong Pyongyang

Meski dikenal sebagai negara paling misterius dan tertutup, namun bukan berati tidak ada denyut pariwisata untuk negara sosialis komunis tersebut, pasalnya Korea Utara baru meluncurkan layanan perahu makan, yang memungkinkan wisatawan menikmati makanan sambil berlayar di Sungai Taedong yang mengalir melalui Pyongyang, menurut laporan media berita pro-Korut pada hari Senin.

Layanan perahu keliling wisata saat ini populer di kalangan wisatawan di Sungai Taedong, menurut laporan Choson Sinbo, surat kabar pro-Korea Utara yang berbasis di Jepang.

Perahu beratap tenda ini tersedia dalam tipe enam orang dan 12 orang, keduanya dikemudikan oleh penumpang sendiri dan dilengkapi dengan meja barbekyu yang dipasang di bagian tengah, kata surat kabar tersebut.

Media mengutip pernyataan seorang pejabat kementerian transportasi yang mengatakan bahwa permintaan warga sipil untuk layanan perahu sungai tumbuh pesat, sebagian besar berasal dari keluarga, dan sulit untuk memenuhi permintaan pada hari libur.

Sungai Taedong merupakan tujuan wisata populer bagi wisatawan asing dan lokal di Korea Utara. Layanan perahu pesiar yang diluncurkan di sungai tersebut pada tahun 2013 dapat mengangkut hingga 300 penumpang dan dilengkapi dengan ruang makan.

Peluncuran layanan perahu makan ini dilakukan setelah negara tersebut mengembangkan berbagai program pariwisata yang bertujuan untuk menghasilkan devisa asing, serta mempromosikan konsumsi dalam negeri dan sirkulasi mata uang lokal.

Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Makin Mudah! Warga Depok dan Cikarang Bisa Gunakan KMT Commuter Line Saat Naik Angkot

Pengguna Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line kini makin luas dan mudah untuk digunakan segala macam transportasi. Tak hanya sebagai kartu elektronik untuk perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL), sekarang sudah bisa digunakan untuk transportasi lainnya.

Seperti halnya naik bus Transjakarta, Commuter Line Basoetta, LRT Jabodebek, Commuter Line Yogyakarta, Prameks, Trans Jogja, Trans Jateng, Trans Jatim, hingga MRT Jakarta. Bahkan bisa untuk pembayaran lainnya, yakni area parkir stasiun dan berbelanja makanan dan minuman di toko-toko stasiun, khususnya di Loko Cafe milik PT Reska Multi Usaha.

Bagi yang belum mengetahui, untuk warga Depok dan Cikarang atau sekitarnya, KMT sudah bisa digunakan untuk pembayaran di angkutan kota (angkot) wilayah tersebut. Sejak 9 Mei 2025, KMT sudah bisa menjadi alat pembayaran tiket Mikro Trans Depok (D-01A) untuk tujuan Terminal Jatijajar dari Stasiun Depok Baru. Selain itu, KMT juga bisa digunakan untuk transportasi Swatantra S-01 dari Stasiun Cikarang menuju Halte President University Cikarang.

Ilustrasi penumpang tap KMT di halte Transjakarta. (Foto: Dok. Kompasiana)

Awalnya dikembangkan sebagai alat pembayaran elektronik tiket Commuter Line, kini KMT telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi di Pulau Jawa. Kini KMT memudahkan penggunanya melakukan transaksi pembayaran tiket transportasi umum. Dengan satu kartu, masyarakat sudah bisa melakukan pembayaran tiket seluruh moda transportasi. Fakta unik lainnya, KMT ini juga kerap dijadikan barang koleksi oleh pengguna karena memiliki desain yang unik dan menarik.

Pembelian KMT ini pun semakin mudah jika kita ingin naik KRL diseluruh loket stasiun penjualan. Bagi masyarakat yang belum memiliki KMT dan ingin menikmati fasilitas sistem pembayaran ini, dapat membeli kartu perdananya dengan harga Rp 40.000, sudah termasuk saldo Rp 10.000. Sedangkan untuk layanan isi ulang saldo KMT, dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi C-Access pada perangkat seluler yang memiliki fitur NFC.

KAI Commuter berharap integrasi pembayaran KMT di transportasi Mikro Trans juga bisa diterapkan di wilayah-wilayah lainnya yang terdapat layanan Commuter Line, sehingga dapat mempermudah dan menarik lebih banyak masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik.

Transjabodetabek Layani Alam Sutera-Blok M, Transjakarta Layani Depok-Jakarta

Siemens Velaro Novo Tembus Kecepatan 405 Km/Jam, Pencapaian Baru dalam Teknologi Kereta Cepat di Jerman

Siemens Mobility bekerja sama dengan DB Systemtechnik dan DB InfraGO, pada 28 Juni 2025, menetapkan pencapaian kecepatan 405 km/jam di jalur kereta cepat antara Leipzig/Halle dan Erfurt, Jerman. Hal ini dicapai dengan menggunakan kereta ICE-S (dengan gerbong bertenaga 410 101 dan 102 yang dioperasikan oleh DB Systemtechnik), yang menggunakan gerbong uji Velaro Novo.

Pencapaian ini menandai langkah maju yang besar dalam pengembangan Velaro Novo next geneation, yang akan disertifikasi untuk kecepatan maksimum 360 km/jam.

Kereta yang melaju dengan kecepatan di atas 300 km/jam sangat jarang terjadi di jaringan Jerman dan dilakukan secara eksklusif untuk tujuan pengujian.

Dr. Philipp Nagl, CEO DB InfraGO AG mengatakan, “Saat ini, ICE telah melaju lebih cepat dari sebelumnya di jalur Erfurt – Leipzig/Halle. Kecepatan tertinggi baru sebesar 405,0 km/jam menegaskan kinerja tinggi infrastruktur pada HSL ini: setelah sepuluh tahun beroperasi terus-menerus, kami dapat melaju dengan kecepatan tinggi tanpa modifikasi apa pun. Hal ini membuktikan bahwa investasi infrastruktur meletakkan dasar bagi mobilitas dan logistik yang andal, berkelanjutan, dan berkapasitas tinggi lintas generasi. Uji coba ini memberi kami data penting untuk perbaikan dan pemeliharaan rute berkecepatan tinggi serta untuk pengembangan teknis kereta berkecepatan tinggi, yang pada akhirnya menguntungkan penumpang kami.”

Mengenal Sapsan – ‘Nasib’ Kereta Cepat Rusia Produksi Siemens Jerman

Velaro Novo baru dari Siemens Mobility merupakan pengembangan lebih lanjut yang konsisten dari tiga generasi Velaro sebelumnya. Sejumlah inovasi terperinci menjadikan kereta kecepatan tinggi ini sebagai kendaraan yang sangat efisien, mengonsumsi energi hingga 30% lebih sedikit sekaligus mengurangi biaya investasi dan perawatan secara signifikan.

Dalam layanan reguler, kereta ICE cepat Jerman melaju dengan kecepatan hingga 300 km/jam. Kereta cepat Erfurt – Leipzig/Halle, bagian dari Proyek Transportasi Persatuan Jerman No. 8 (VDE 8), mulai beroperasi pada tahun 2015.

Sebelum uji coba, jalur tersebut menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh para ahli dan tetap dalam kondisi sangat baik. Saat ini jalur tersebut ditutup hingga 12 Juli untuk perawatan dan pengoptimalan. Di antara pekerjaan lainnya, bantalan jembatan yang memerlukan perawatan rendah sedang dipasang untuk memastikan bahwa infrastruktur pada jalur berkecepatan tinggi ini tetap andal dan berkinerja tinggi. Lalu lintas kereta api dialihkan ke jalur paralel selama penutupan. Pengalihan ini termasuk dalam jadwal yang dipublikasikan.

Rekor Jerman saat ini adalah 406,9 km/jam dan ditetapkan pada jalur Fulda – Würzburg pada 1 Mei 1988 oleh unit InterCityExperimental, yang kemudian berganti nama menjadi ICE/V.

Deutsche Bahn Resmi Operasikan Kereta Cepat ICE 3neo, Layani Rute Frankfurt-Cologne-Munich

Laksana Kembali Ekspor Bus, Kali Ini ke Sri Lanka!

Karoseri Laksana terus melakukan ekspansi ke berbagai negara di dunia. Beberapa negara yang sudah diekspor bus besutan karoseri Laksana adalah Kepulauan Fiji, Bangladesh, Timor Leste, dan Laos.

Bahkan baru-baru ini, perusahaan bus asal Semarang Jawa Tengah itu mengekspor bus ke Sri Lanka. Di mana Sri Lanka adalah negara tujuan kelima ekspor bus karoseri Laksana.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir dan ikut pelepasan ekspor bus-bus milik karoseri Laksana itu.

“Kami mengapresiasi bahwa ekspor perdana ini menjadi penanda bahwa produk anak bangsa mampu bersaing di dunia internasional. Ini yang perlu kita hargai,” kata Luthfi yang dikutip dari antaranews.com.

Dia mengatakan, ekspor bus yang dilakukan karoseri Laksana menjadi penanda bahwa produk Jateng memiliki pangsa pasar besar di luar negeri. Di mana banyaknya produk-produk Jateng yang sudah diekspor ke luar negeri.

“Ini membuktikan bahwa produk-produk dari Jateng mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Luthfi.

Ia menjelaskan bahwa Jateng saat ini sedang mengembangkan konsep aglomerasi wilayah, meliputi Semarang Raya, Soloraya, Pekalongan Raya, Pati Raya, Banyumas Raya dan Kedu Raya.

Harapan ke depan Gubernur Jateng ini adalah unit bus produksi Laksana mampu menumbuhkan ekonomi baru di wilayah aglomerasi. Direktur Pemasaran PT Laksana Bus Manufaktur Canta Bayu Laksana mengatakan bahwa ekspor bus dari karoseri Laksana sudah dilakukan sejak 2009.

“Sampai saat ini, Laksana sudah berhasil mengekspor ke empat negara tujuan, yaitu Kepulauan Fiji, Bangladesh, Timor Leste dan Laos,” kata Bayu.

“Ini memang suatu ‘milestone’ yang sangat besar sekali bagi kita, karena bisa menembus satu pasar lagi. Jadi, setelah empat negara, Sri Lanka ini merupakan negara kelima yang kami ekspor,” katanya.

Untuk diketahui, karoseri Laksan sudah mengekspor lebih dari 200 unit bus ke empat negara sebelumnya. Unit bus yang diekspor ke Sri Lanka adalah seri Legacy SR3 Neo Suites Combi dengan sasis dan mesin Mercedes-Benz.

Bus yang diekspor ke Sri Lanka sementara baru satu unit sebagai prototipe yang dapat digunakan untuk bus pariwisata atau bus antarkota di Sri Lanka.

“Harapannya ini pembuka, agar bisa mengekspor bus lebih banyak lagi ke Sri Lanka dan negara tetangga lainnya,” katanya.

Dari Bengkel Bus, Tentrem Berubah Jadi Karoseri

Hari ini 37 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!

Di Indonesia kecelakaan kereta api di Bintaro pada 19 Oktober 1987 bisa dikatakan menjadi yang terbesar dengan korban jiwa 150 orang dan 300-an orang mengalami luka-luka berat. Tapi tahukah Anda, ternyata satu tahun setelahnya, kecelakaan kereta terbesar di Asia Selatan juga pernah terjadi?

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

KabarPenumpang.com merangkum dari wikipedia dan berbagai laman sumber lainya tepat pada 8 Juli 1988 sebuah kecelakaan besar kereta terjadi di Kerala, India. Kecelakaan ini membuat terkejut semua negara bagian di India dan menjadi kesedihan tersendiri. Bila kecelakaan Bintaro terjadi karena tabrakan antara dua kereta, kecelakaan yang menewaskan lebih dari 100 orang di Kerala ini memiliki beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya.

Penyelidikan awal kereta ini celaka dan jatuh ke sungai karena adanya angin topan dan menjadi pertanyan publik kala itu. Kemudian masalah penyelarasan lintasan dan roda kereta juga menjadi faktor lainnya.

Selain itu kecepatan tinggi saat melintasi jembatan serta masalah perawatan jalur juga ikut ambil bagian menjadi penyebab kecelakaan kereta tersebut. Insiden ini sendiri berawal dari Kereta Island Express yang berangkat dari Bangalore menuju ke Trivandrum.

Kereta tersebut tergelincir di jembatan Peruman dan jatuh ke Danau Ashtamudi sekitar pukul 13.15 waktu setempat. Sepuluh dari 14 gerbong tersebut jatuh ke danau dengan dua diantaranya terbalik saat jatuh ke air.

Dari 14 gerbong ada gerbong mesin, gerbong barang dan gerbong kelas dua yang berhasil melewati jembatan ketika kecelakaan terjadi. Saat terjatuh ke danau, gerbong-gerbong tersebut terkunci dan menyulitkan para penyelam yang akan membantu menyelamatkan nyawa penumpang.

Dua hari setelah kecelakaan ditemukan 101 jenazah oleh penyelam angkatan laut. Ternyata saat masa pencarian berlanjut banyak mayat yang ditemukan dan diperkirakan mencapai 140 orang tewas.

Saat insiden diketahui kereta dalam kecepatan 80 km per jam dan melintasi sepanjang 125 meter jembatan. Hari naas tersebut, jalur jembatan kereta licin karena dibasahi air hujan yang tengah turun membasahi bumi.

Baca juga: Inilah 10 Kecelakaan Kereta Terburuk di Dunia

Selain penyelam dari angkatan laut, warga sekitar pun ikut membantu menyelamatkan korban dan ada sekitar 200-an orang luka-luka. Uniknya dua tragedi besar kecelakaan di dua negara dengan beda satu tahun ini ternyata diangkat dalam sebual film layar lebar.

Bila kecelakaan Bintaro diangkat dalam film Tragedi Bintaro tahun 1989. Sedangkan Tragedi Peruman ditampilakn dalam fil Malayalam 1990 Iyer the Great.

Terminal Amplas, Saksi Bisu Perubahan Transportasi di Medan

Terminal Amplas bukan sekadar titik keberangkatan dan kedatangan bus. Terminal yang berlokasi di Jalan Panglima Denai, Medan Amplas, ini menyimpan sejarah panjang sebagai salah satu pusat mobilitas masyarakat terbesar di Sumatera Utara.

Terminal Amplas mulai beroperasi pada awal 1980-an dan dirancang sebagai terminal tipe A yang mampu melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), hingga angkutan kota. Keberadaannya menjadi vital karena Medan merupakan pintu gerbang utama menuju berbagai wilayah di Sumatera bagian utara, seperti Deli Serdang, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, bahkan sampai ke Banda Aceh dan Padang.

Pada masa jayanya di tahun 1990-an hingga awal 2000-an, Terminal Amplas dipadati ratusan armada bus dari berbagai perusahaan otobus (PO). Suasana ramai, kios makanan khas Medan, pedagang oleh-oleh, dan deretan warung kopi menjadi bagian dari denyut hidup terminal ini. Tidak sedikit pelajar, pekerja, hingga pedagang antar daerah memulai perjalanannya dari terminal ini.

Namun seiring waktu, Terminal Amplas mengalami penurunan aktivitas. Kemunculan angkutan online, minimnya perawatan fasilitas, serta bergesernya rute-rute transportasi ke terminal bayangan menyebabkan jumlah penumpang dan operator menurun drastis. Terminal yang dahulu ramai, mulai terlihat lengang dan kurang terawat.

Pemerintah pusat dan daerah pun mencoba menghidupkan kembali Terminal Amplas. Pada 2022, Kementerian Perhubungan mengambil alih pengelolaan terminal sebagai bagian dari revitalisasi terminal tipe A nasional. Renovasi besar-besaran dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama terminal serta menjadikannya lebih ramah pengguna, modern, dan tertib.

Kini, perlahan Terminal Amplas menunjukkan geliatnya kembali. Fasilitas mulai ditingkatkan, keamanan diperketat, dan layanan bus antarkota mulai rutin beroperasi. Terminal ini bukan hanya bangunan fisik, tapi simbol konektivitas antar daerah dan lintas generasi.

Terminal Amplas menjadi saksi bisu perubahan wajah transportasi di Medan. Dari masa ke masa, ia tetap berdiri menjadi simpul penting dalam peta perjalanan masyarakat Sumatera Utara. Membangkitkan kembali kejayaannya bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga upaya melestarikan bagian dari sejarah transportasi kota Medan.

PO Intra, Kondektur Bukan Hanya Pengutip Ongkos Tapi Juga Navigator untuk Menyalip