Mau ke Bandara Harus Naik KA? Yuk, Simak Stasiun-stasiun KA yang Terhubung dengan Bandara dan Tarifnya

Kereta api sebagai moda transportasi masal yang kian hari kian ramai, sungguh sangat dimudahkan dari berbagai fasilitas dan lokasinya yang strategis. Tak hanya itu akses mudah menuju stasiun pun kini semakin mudah dalam jarak dan waktu. Selain akses mudah, jalur kereta api saat ini juga bisa melalui kawasan yang strategis bahkan bisa menuju ke transportasi lainnya. Salah satunya adalah menuju bandara. Beberapa bandara di Jawa dan Sumatera kini sudah bisa diakses menggunakan kereta api.

Sarana KRL yang merupakan salah satu rute kereta dari dan menuju Bandara Soetta.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada enam bandara yang terintegrasi langsung dengan layanan kereta api. Dengan menggunakan kereta bandara, Anda bisa sampai di bandara tepat waktu, bebas macet, bahkan nyaman membawa koper. Ini daftar bandara yang terhubung dengan stasiun kereta berikut harga tiketnya yang dilansir laman detik.

1. Bandara Kualanamu (KNO)
– Lokasi: Deli Serdang, Sumatera Utara
– Rute Bandara: Stasiun Medan
– Tarif: Rp 30.000 – Rp 55.000

2. Bandara Minangkabau (PDG)
– Lokasi: Padang Pariaman, Sumatera Barat
– Rute Bandara: Stasiun Pulau Aie
– Tarif: Rp 10.000

3. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
– Lokasi: Palembang, Sumatera Selatan
– Rute Bandara: Stasiun DJKA
– Tarif: Rp 10.000

4. Bandara Soekarno-Hatta (CGK)
– Lokasi: Tangerang, Banten
– Rute Bandara: Stasiun Manggarai
– Tarif: Rp 70.000 – Rp 80.000

5. Bandara Adi Soemarno (SOC)
– Lokasi: Boyolali, Jawa Tengah
– Rute Bandara: Stasiun Solo Balapan – Madiun
– Tarif: Rp 7.000 – Rp 40.000

6. Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)
– Lokasi: Yogyakarta, DIY
– Rute Bandara: Stasiun Yogyakarta
– Tarif: Rp 20.000 – Rp 60.000

Dalam hal ini, layanan kereta menuju bandara juga menerapkan angkutan bagasi yang dibawa oleh penumpang saat menggunakan kereta bandara. Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bandara menetapkan aturan barang bawaan untuk penumpang kereta bandara. Tujuannya untuk kenyamanan perjalanan dan penumpang lainnya.

Barang bawaan yang melebihi kapasitas dan tidak memenuhi ketentuan di atas, tidak diperbolehkan dibawa masuk ke dalam KA bandara dan disarankan menggunakan jasa pengiriman barang melalui ekspedisi. Bagasi yang dapat dibawa naik ke dalam KA bandara adalah 20 kg/penumpang. Panjang maksimum 150 cm dan lebar maksimum 60 cm dengan maksimal terdiri dari 4 koli (item bagasi/barang bawaan).

ETA Board Mudahakan Pelanggan Juragan99 Trans untuk Tahu Kapan Bus Tiba dan Berangkat

Menunggu adalah hal yang paling tidak enak, apalagi yang ditunggu tidak pasti kapan tibanya. Ini juga seringkali terjadi ketika menunggu kedatangan bus yang tidak pasti kapan tibanya tidak seperti kereta api yang jadwalnya pasti.

Karena masalah ketidakpastian tiba ini, J99 corp yang adalah perusahaan otobus (PO) pemilik Juragan99 Trans akhirnya menghadirkan teknologi untuk memudahkan penumpangnya mengetahui kapan bus yang akan dinaiki tiba. Juragan99 Trans kemudian menghadirkan dan memperkenalkan Estimated Time of Arrival Board (ETA Board).

Ini merupakan inovasi yang nantinya bisa mengubah cara penumpang merencanakan perjalanan mereka. ETA Board bisa memberikan informasi real-time yang lebih akurat dan dinamis terkait kedatangan dan keberangkatan bus.

Di mana ETA board bisa memantau dari GPS yang terpasang di seluruh armada bus AKAP Juragan99 Trans. Meski melalui ETA board dan hasilnya masih berupa estimasi, tetapi Waktu yang ditampilkan dapat menghitung jarak dan Waktu antara pool bus dan posisi kendaraan yang terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan.

ETA Board milik Juragan99 Trans saat ini sudah terpasang di titik keberangkatan dan kedatangan utama. Salah satunya ada di kantor cabang Juragan99 Trans di Klojen, Malang dan Pondok Pinang, Jakarta.

Bukan hanya menampilkan jadwal kedatangan dan keberangkatan, ETA Board juga memberikan secara detail tentang informasi terkait perjalanan bus. Hal ini membuat penumpang bisa melihat rute yang dilalui, estimasi waktu kedatangan dan keberangkatan yang selalu terupdate, serta lokasi bus secara real-time dengan detail hingga ke area tertentu.

Dengan informasi ini, penumpang tidak hanya bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik, tetapi juga merasa lebih tenang dan mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.

“ETA Board merupakan komitmen kami untuk memberikan pengalaman lebih nyaman dalam menunggu bus ataupun penjemputan di titik kedatangan sekaligus keberangkatan,” ungkap founder Juragan99 Trans, Gilang W. Pramana.

Dia mengatakan, dengan demikian, pelanggan tidak perlu khawatir lagi dengan ketidakpastian waktu, sebab bisa mengetahui langsung kapan bus tiba dan berangkat melalui papan informasi digital kami, ETA Board.

“Juragan99 Trans berharap ETA Board dapat memberikan kenyamanan ekstra bagi pelanggan, serta menjadi pionir dalam mengutamakan transparansi dan efisiensi waktu dalam sektor transportasi bus,” tambahnya.

Crazy Rich Malang Hibahkan Bus Mercedes-Benz 1626 Seharga Rp2 Miliar untuk RANS Cilegon FC

Mengurangi Beban dan Tingkatkan Keselamatan Kerja, Korean Air Terima “X-ble Shoulder” – Robot yang Dapat Dikenakan

Pada tanggal 8 Juli 2025, di hanggar perawatan pesawat Korean Air di Incheon, robot “X-ble Shoulder” pertama diserahkan dalam sebuah seremonial. Korean Air adalah pelanggan resmi pertama untuk program kerja sama antara Hyundai Motor Company dan Kia Corporation. Perangkat baru ini adalah robot industri yang dapat dikenakan yang dikembangkan oleh Hyundai and Kia’s Robotics LAB.

Bandara Internasional Incheon (ICN) merupakan basis operasi utama Korean Air, selain juga merupakan bagian dari divisi dirgantaranya yang lebih besar. Maskapai ini merakit dan merawat lebih dari sekadar pesawat komersial, termasuk pesawat militer, kendaraan mobilitas udara perkotaan (UAM), drone, pesawat siluman, dan sistem peluncuran satelit, dan X-ble Shoulder akan digunakan di semua divisi ini.

X-ble Shoulder menghasilkan “gaya bantu” melalui modul kompensasi otot, bukan motor listrik konvensional, menggunakan “struktur pembangkit torsi tanpa daya”. Artinya, perangkat ini tidak perlu diisi daya sebelum atau sesudah digunakan. Perangkat ini dirancang untuk membantu pekerjaan di atas kepala di hampir semua industri, termasuk kedirgantaraan, manufaktur, konstruksi, atau pertanian.

Gaya bantu yang dihasilkan X-ble Shoulder dapat mengurangi beban bahu hingga 60 persen dan ketegangan otot deltoid anterior/lateral hingga 30 persen. Laboratorium Robotika menyatakan bahwa tujuan perangkat baru ini adalah untuk meningkatkan keselamatan kerja di industri dan kualitas hidup pekerja.

Video Keselamatan di Penerbangan Korean Air Kini Dibintangi Pramugari Virtual

Robot yang dapat dikenakan ini telah menjalani uji coba sejak tahun 2022, dengan lebih dari 300 penguji memberikan umpan balik langsung untuk meningkatkan ergonomi dan kinerja. Pada bulan Februari 2025, X-ble Shoulder menerima sertifikasi ISO 13482 untuk robot asisten pribadi, dan pada bulan Mei, Arahan Uni Eropa tentang sertifikasi mesin menyetujui penggunaannya di Eropa.

Hyunboh Jung, Wakil Presiden Pelaksana dan Kepala Departemen Bisnis Aerostruktur di Korean Air, mengomentari peluncuran tersebut:

“Kami mengantisipasi bahwa kesehatan dan kepuasan kerja pekerja akan meningkat melalui pengenalan X-ble Shoulder. Kami secara aktif meninjau adopsi lebih lanjut untuk menegakkan standar tertinggi dalam manufaktur dan perawatan pesawat, keselamatan, dan kualitas.”

Korean Air adalah maskapai penerbangan terbesar di Korea Selatan dan maskapai penerbangan nasional, yang menyediakan pesawat carter untuk misi diplomatik sesuai kebutuhan pemerintah. Divisi kedirgantaraannya memiliki sejumlah lini produksi yang memproduksi produk sipil dan militer, mulai dari helikopter dan pesawat AS berlisensi hingga drone dan teknologi siluman yang dikembangkan di dalam negeri.

Hindari Tatap Muka, Bandara Incheon Korsel Kerahkan Robot Canggih Pengukur Suhu dengan Sederet Kemampuan

Tidak Pernah Kering, Ini Rahasia Cara Pengisian Air di Toilet Kereta

Saat kita menggunakan kereta api khususnya perjalanan jarak jauh tentu saja menginginkan fasilitas lengkap. Dari sekian fasilitas di kereta api yang sudah tersedia, tapi belum lengkap jika tidak tersedianya fasilitas toilet.

Ya, tersedianya toilet di dalam kereta merupakan hal yang wajib dalam melakukan perjalanan jarak jauh. Ruangan didalam toilet pun jika dalam keadaan bersih dan rapih tentu saja membuat para penumpang pasti nyaman dalam menggunakannya. Apalagi ketersediaan air pada toilet yang sudah pas takarannya dan tidak kehabisan.

Nah, tau ga sih bahwa ternyata beberapa stasiun besar saat kereta api datang maupun selesai masa dinasnya di stasiun akhir, melihat para petugas khusus untuk pengisian air pada toilet kereta api. Toilet-toulet kereta akan dilakukan pengisian di lokasi baik di stasiun maupun tempat stabling atau tempat kereta parkir baik di jalur rel penyimpanan kereta maupun depo.

Tangki air di kereta ini ada yang letaknya di atas kereta maupun di bawah. Untuk mengecek bahwa pengisian air kereta yang tangkinya sudah teris dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya melihat Level Water Indikator atau alat ukur ketinggian air, melihat lubang pengisian melalui lampu indikator dan beberapa cara lainnya. Waktu pengisian tangki air toilet kereta di stasiun awal disesuaikan dengan waktu kereta api berhenti. Sementara di stasiun antara, waktu pengisian air disesuaikan dengan jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api sesuai dengan grafik perjalanan yang telah ditetapkan.

Kapasitas tangki air toilet kereta juga bervariasi tergantung jenisnya, namun rata-rata berkisar antara 400 hingga 1400 liter per kereta. Frekuensi pengisian air juga berbeda untuk setiap perjalanan, tergantung pada jaraknya. Untuk kereta api dengan jarak tempuh jauh, biasanya pengisian air dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali selama satu perjalanan, sementara untuk kereta api dengan jarak menengah, biasanya pengisian air dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali selama satu perjalanan.

Peralatan yang harus dibawa oleh petugas pengisi tangki air toilet meliputi selang air, tangga berpelindung karet, alat penerangan, kunci (tang, obeng, dsb), alat bantu, dan perlengkapan keselamatan. Mereka juga harus memiliki sertifikasi basic cleaning serta keahlian bekerja di ketinggian. Petugas yang menggunakan peralatan khusus tersebut juga mengikuti protokol keselamatan yang ketat, terutama jika proses pengisian dilakukan saat malam atau dini hari.

Fyi, Air yang digunakan untuk pengisian tangki air toilet berasal dari sumur bor di sekitar stasiun dan telah melalui proses penyaringan untuk memastikan kebersihannya sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku. Terakhir, terdapat inovasi baru dalam proses pengisian tangki air toilet, terutama untuk kereta jenis Stainless Steel New Generation. Pengisian air dilakukan melalui lubang di bagian tengah eksterior kereta, yang mempercepat proses dan mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Di Balik Toilet Kereta Api yang Nyaman, Jangan Lupa ada Jasa Petugas Pengisian Air

Teknologi AI Tingkatkan Pelayanan dan Jumlah Penumpang Transjakarta

Dalam menunjukkan komitmennya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghadirkan layanan transportasi publik yang efisien, modern, dan berbasis data. Terobosan strategisnya dalah penerapan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Di mana penerapan ini terbagi dalam dua pilar utama transportasi digital yakni sistem manajemen operasional berbasis AI dan aplikasi pelanggan TJ. Dalam ajang World AI Show yang diselenggarakan di JW Marriott Jakarta pada 9 Juli 2025, Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Pelayanan Transjakarta, Raditya Maulana Rusdi yang akrab disapa Rama Raditya menyampaikan bahwa teknologi AI bukan hanya mendukung efisiensi sistem, tetapi juga membuka peluang nyata untuk peningkatan jumlah pelanggan secara
berkelanjutan.

Rama mengatakan, Transjakarta berupaya membangun ekosistem layanan yang adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada pelanggan. Teknologi AI menjadi salah satu enabler utama yang kami yakini dapat mendorong pertumbuhan ridership. Saat ini, pelanggan harian Transjakarta telah mencapai angka 1,4 juta, dan dengan pemanfaatan AI secara menyeluruh, kami optimistis angka ini akan terus tumbuh secara signifikan.

“Implementasi AI secara konkret dapat dirasakan melalui aplikasi TJ:Transjakarta, yang resmi diluncurkan pada 4 September 2024 dan kini telah diunduh lebih dari satu juta kali. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan mengakses informasi layanan secara real-time, mulai dari estimasi waktu kedatangan bus, pelacakan armada, hingga fitur perencanaan perjalanan yang membantu memangkas waktu tunggu secara signifikan,” jelasnya.

Aplikasi ini telah tersedia di sistem operasi iOS dan Android, menjadikannya semakin mudah diakses oleh masyarakat luas. Dengan pendekatan customer-centric, Transjakarta menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama dalam setiap pengembangan teknologi. Di sisi operasional, pemanfaatan AI digunakan untuk menganalisis pola mobilitas pelanggan di setiap halte dan armada berdasarkan data historis.

Hasil analisis ini menjadi dasar algoritma penjadwalan otomatis yang memastikan armada dialokasikan secara presisi sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penjadwalan tersebut kemudian dikirimkan langsung ke unit on-board (OBU) pada setiap bus, menciptakan integrasi menyeluruh antara pusat komando dan operasional lapangan.

“Dengan penerapan AI, kami tidak lagi mengandalkan intuisi semata, tetapi mengambil keputusan berbasis prediksi dan data akurat. Pemandangan halte kosong dengan bus-bus kosong yang datang akan menjadi semakin langka. Distribusi armada akan jauh lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambah Rama.

Efisiensi ini bukan hanya berdampak pada peningkatan layanan, tetapi juga pada pengelolaan anggaran publik yang lebih bertanggung jawab. Optimalisasi rute dan frekuensi operasional berkontribusi langsung terhadap pengurangan beban subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham utama Transjakarta.

“Teknologi AI membuka babak baru dalam pengelolaan transportasi publik yang berkelanjutan. Kami percaya, dengan inovasi yang konsisten dan kepemimpinan berbasis data, Transjakarta tingkat regional,” tutup Rama.

Serba Canggih, Halte Bus di Seoul Dilengkapi Teknologi Kecerdasan Buatan dan Panel Surya

Pernah Jadi ‘Backbone’ Armada Garuda Indonesia, Inilah Rentetan Kecelakaan yang Melibatkan Fokker F-28

Punya kemampuan lepas landas dari landasan pendek, membuat spesifikasi Fokker F-28 cocok untuk banyak bandara-bandara. Boleh dikata, pesawat buatan Belanda ini cukup banyak digunakan di Indonesia pada era 1970-an hingga awal 2000-an, terutama untuk penerbangan domestik jarak menengah dan pendek.

Namun, kecelakaan yang melibatkan Fokker F-28 sering terjadi di bandara dengan cuaca buruk, runway pendek, dan navigasi terbatas. Hingga akhirnya Indonesia menghentikan pengoperasian F-28 secara bertahap setelah tahun 2000, dan digantikan oleh pesawat yang lebih modern dan baru, seperti Boeing 737 dan ATR 72. Sementara beberapa F-28 masih terus dioperasikan setelah dihibahkan kepada TNI AU.

Berikut adalah daftar kecelakaan yang melibatkan pesawat Fokker F28 di Indonesia, khususnya oleh Garuda Indonesia dan maskapai domestik lainnya.

1. Garuda Indonesia – PK-GVE (11 Juli 1979)
Lokasi: Gunung Sibayak, dekat Medan
Rute: Palembang – Medan
Korban: 61 tewas (tidak ada yang selamat)
Penyebab: CFIT (menabrak gunung saat pendekatan)

Hari Ini 46 Tahun Lalu, Fokker F-28 Garuda Indonesia Menabrak Gunung Sibayak, Tewaskan 61 Orang

2. Garuda Indonesia – PK-GVU (20 Maret 1982)
Lokasi: Bandara Tanjung Karang, Lampung
Rute: Jakarta – Tanjung Karang
Kejadian: Pesawat tergelincir dan terbakar saat mendarat di cuaca buruk
Korban: 27 tewas dari 45 penumpang
Penyebab: Pendekatan dalam badai + runway licin

3. Merpati Nusantara Airlines – PK-GFB (10 November 1987)
Lokasi: Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
Kejadian: Tergelincir dari landasan, menyebabkan kerusakan total
Korban: Tidak ada korban jiwa, tapi pesawat rusak total
Penyebab: Masalah pengereman

4. Merpati Nusantara Airlines – PK-GFU (13 Januari 1990)
Lokasi: Bandara Kupang, Nusa Tenggara Timur
Kejadian: Tergelincir saat mendarat dalam cuaca buruk
Korban: Beberapa luka ringan
Status pesawat: Rusak berat

5. Merpati Nusantara Airlines – PK-GFU (15 November 2002)
Lokasi: Bandara Wamena, Papua
Kejadian: Tergelincir saat mendarat di runway basah
Korban: Tidak ada korban jiwa
Pesawat: Rusak parah, kemudian tidak dipakai lagi

Fokker F-28, Pernah Menjadi Tulang Punggung Armada Garuda Indonesia

Hari Ini 46 Tahun Lalu, Fokker F-28 Garuda Indonesia Menabrak Gunung Sibayak, Tewaskan 61 Orang

Hari ini 46 tahun lalu, bertepatan dengan 11 Juli 1979, dikenang sebagai salah satu momen kelam dalam sejarah dirgantara Indonesia, yakni jatuhya pesawat Fokker F-28 Fellowship MK1000 PK-GVE milik Garuda Indonesia di Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Pesawat dengan nama “Mamberamo” tujuan Bandara Polonia, Medan tersebut menabrak Gunung Sibayak pada ketinggian 1.690 meter dan menewaskan semua awak dan penumpangnya.

Fokker F-28 PK-GVE lepas landas dari Bandara Talang Betutu, Palembang, dengan tujuan Bandara Polonia, Medan. Namun, ketika mendekati Medan untuk mendarat, pesawat nahas tersebut menabrak sisi Gunung Sibayak, sebuah gunung berapi yang terletak di dekat Berastagi, Sumatera Utara.

Insiden ini terjadi saat fase pendekatan ke bandara, di ketinggian sekitar 1.690 meter di atas permukaan laut. Seluruh 57 penumpang dan empat awak pesawat tewas di tempat.

Walaupun laporan investigasi lengkap tidak dipublikasikan luas, beberapa faktor yang sering dikaitkan antara lain terkait Controlled Flight Into Terrain (CFIT) – pesawat berada dalam kendali tapi secara tidak sengaja menabrak medan (gunung) karena kesalahan navigasi atau cuaca. Kemudian ada faktor navigasi non-presisi dan minimnya alat bantu pendaratan, yang mana saat itu, banyak bandara di Indonesia memiliki keterbatasan radar atau ILS (Instrument Landing System).

Faktor alam juga ikut menjadi peenentu, Gunung Sibayak sering tertutup kabut, yang dapat menyebabkan miskalkulasi posisi pesawat. Ini merupakan salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di Indonesia pada dekade 1970-an yang menewaskan total 61 orang di dalamnya.

Fokker F-28, Pernah Menjadi Tulang Punggung Armada Garuda Indonesia

Catat! Mulai 16 Juli, KA Gumarang dan KA Tegal Bahari Tidak Lagi Pakai Kelas Bisnis

Dunia Railfans dikejutkan dengan kabar yang cukup mencengangkan sekaligus menggembirakan. Kabar tersebut sebenarnya sudah digadang-gadang mengenai berita tentang rangkaian Kereta Api (KA) Gumarang. Grup aplikasi percakapan Whatsapp pun jadi bahan perbincangan, bahwa KA Gumarang akan mengganti rangkaian yang saat ini masih menggunakan kelas Bisnis dan Eksekutif.

Kabar yang beredar nantinya rangkaian KA Gumarang akan diubah menjadi kelas ekonomi. Tentu informasi yang beredar KA yang terkenal dengan julukan rangkaian panjang ini nantinya akan berganti menjadi ekonomi New Generation. Hal ini membuktikan bahwa sudah tercantumnya denah kursi pada pemesanan secara online di Access by KAI mulai tanggal 16 Juli 2025. Itu berarti masa kedinasan terutama rangkaian bisnis sudah tidak melekat pada KA Gumarang.

Tak hanya sebagai KA Gumarang rute Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi pp. yang berjalan di malam hari, sebagai KA yang biasa disebut ‘kereta rollingan’ ini tetap dijadikan sebagai KA Tegal Bahari rute Pasar Senen-Tegal pp. K

A Tegal Bahari masih menggunakan jadwal dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 yaitu pada perjalanan di siang dan sore hari. KA Tegal Bahari juga semula menggunakan rangkaian yang sama seperti KA Gumarang, yaitu 9 kereta kelas bisnis dan 5 kereta kelas eksekutif ditambah dengan 1 kereta restorasi dan 1 kereta pembangkit. Nantinya saat diganti menjadi Stainless Steel New Generation menjadi stamformasi 5 kelas ekonomi dan 4 kelas eksekutif juga ditambah 1 kereta restorasi dan 1 kereta pembangkit.

KA Tegal Bahari Kembali Muncul, Tapi Kini “Turun Tahta”

Sebagai rangkaian kereta api yang sudah di perbaharui menjadi Stainless Steel New Generation, penumpang KA Gumarang maupun Tegal Bahari tentu dimanjakan dengan fasilitas baru yang lebih baik dan lebih nyaman. Kapasitas kursi kereta ekonomi New Generation saat ini menjadi 72 kursi sehingga jarak antar kursi menjadi lebih leluasa dengan formasi 2-2. Untuk rangkaian eksekutif memiliki 50 kursi. Pada kursi new generation juga ditambahkan fitur berupa penyesuaikan kemiringan (reclining) dan dapat diputar menyesuaikan dengan arah laju kereta (revolving).

Demi memanjakan pada masyarakat sebagai pengguna setia kereta api, PT Kereta Api Indonesia (KAI) selalu meluncurkan terobosan baru yang bisa membuat masyarakat lebih nyaman dan aman.

PT KAI juga berkomitmen untuk selalu mengedepankan layanan yang lebih baik dan lebih prioritas kepada penumpang supaya menghasilkan kepuasan saat menggunakan jasa kereta api. Dengan hadirnya nanti rangkaian baru untuk KA Gumarang dan Tegal Bahari, tentunya penumpang dapat pengalaman baru yang lebih baik.

Miliki Rangkaian Terpanjang, KA Gumarang Satu-satunya yang Masih Gunakan Kelas Bisnis di Rute Jakarta-Surabaya

MRT Jakarta Kolaborasi dengan Persija Revitalisasi Kawasan Blok M

Mengikuti jejak pendahulunya PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT MRT Jakarta juga ikut berkolaborasi dengan PT Persija Jaya Jakarta atau dikenal Persija. Ini adalah Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta yang belum lama ini menempati kendang baru mereka di Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara.

Dengan menggandeng Persija, MRT Jakarta berharap dapat memperluas upaya MRT Jakarta dalam mengampanyekan penggunaan transportasi publik sebagai moda transportasi sehari-hari. Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad H Mahfud mengatakan kolaborasi ini, pihaknya akan melakukan penjajakan solusi sistem tiket pertandingan yang terintegrasi dengan tiket transportasi umum.

Kemudian juga melakukan co-branding dan kolaborasi merchandise serta menyelenggarakan event Bersama dan potensi kerja sama lainnya. Farchad menyebutkan, pihaknya juga menjadikan Ratangga (kereta MRT) sebagai media memperkenalkan para pemain Persija.

“Setiap harinya 120 ribu orang menggunakan MRT Jakarta. Ini bisa menjadi media menarik untuk memperkenalkan pemain Persija. Budaya Public transport,” ungkapnya kepada KabarPenumpang.com, kamis (10/7/2025).

Farchad menambahkan, meski MRT Jakarta belum sampai ke Stasiun Kota yang dekat dengan JIS, tetapi mereka tetap berkolaborasi dengan transportasi umum lainnya. Tak hanya itu, Farchad juga mengatakan, bahwa saat ini Blok M Hub yang sudah dikelola MRT Jakarta sejak 1 Januari 2025 kemarin tengah dalam pembenahan.

“Blok M Hub itu areanya sekitar 2,8 hektare dan sudah dalam perapihan serta penertiban. Kami akan memberikan ruang pandang yang luas bagi pejalan kaki,” kata dia.

Menurutnya, revitalisasi yang saat ini tengah dilakukan MRT Jakarta, bisa memudahkan warga menikmati perjalanan mereka di terminal bus modern Blok M.

“Kami tengah bikin desain dengan team mozaik Betawi dalam beautifikasi area dan bekerja sama dengan Dulux. Revitalisasi area retail underground agar warga menikmati perjalanan mereka. Kami juga melakukan penataan ground level serta menertibkan parkir liar,” jelas Farchad.

Dia menyebutkan, pembangunan Kawasan TOD Blok M – Sisingamangaraja juga akan menumbuhkan kegiatan masyarakat perkotaan di lahan-lahan sekitarnya seperti M Bloc Space. Selain itu juga akan meneguhkan Jakarta sebagai Ibu Kota Asean.

Gubernur DKI Jakarta Sahkan Peraturan TOD Blok M-ASEAN, Fatmawati dan Lebak Bulus

Terlihat di Ujung Rel Buntu, Inilah Sejarah Panjang Buffer Stop (Sepur Badug)

Peralatan yang satu ini akrab terlihat pada setiap jalur rel buntu. Inilah buffer stop (sepur badug) yang digunakan untuk mencegah rangkaian kereta keluar dari ujung rel. Desain badug bergantung, sebagian, pada jenis alat perangkai yang digunakan pada kereta api, karena ujung alat perangkai adalah bagian pertama dari kereta yang menyentuh badug.

Baca juga: Sepur Badug Adalah Rel Buntu Untuk Cegah Kereta Keluar dari Jalur

Sejarah buffer stop pada kereta api melibatkan evolusi desain dan kebutuhan keselamatan. Pada awal abad ke-19, seiring dengan perkembangan industri kereta api, muncul kebutuhan untuk membatasi gerakan kereta di ujung jalur. Buffer stop awalnya sederhana, terbuat dari kayu atau besi, dan berfungsi untuk memberhentikan gerakan kereta dengan menyerap energi dan mengurangi kerusakan.

Pada pertengahan abad ke-19, buffer stop mulai menggunakan peredam kejut atau peredam benturan untuk meningkatkan kemampuan menyerap energi. Desain mulai berkembang, dan beberapa buffer stop dilengkapi dengan peredam kejut yang dapat digantikan untuk meminimalkan kerusakan setelah tabrakan.

Pada abad ke-20, buffer stop modern mulai menggunakan bahan-bahan seperti karet dan baja yang lebih tahan lama. Sistem peredam kejut terus ditingkatkan untuk meningkatkan kemampuan meredam dan menyerap energi, memberikan perlindungan lebih baik terhadap kerusakan pada kereta dan fasilitas stasiun.

Buffer stop modern biasanya dirancang dengan bahan-bahan yang tahan lama dan sistem peredam kejut yang canggih. Teknologi seperti sensor dan sistem otomatisasi dapat digunakan untuk memantau dan merespon gerakan kereta, memberikan pengamanan tambahan.

Railfans Harus Tahu, Ini Jawaban Mengapa Jalur 1 atau 2 di Stasiun KRL Terkadang Berlawanan Arah

Buffer stop terus menjadi bagian integral dari infrastruktur kereta api, memberikan lapisan perlindungan untuk mencegah kereta melampaui batas akhir jalur. Meskipun buffer stop umumnya dapat menyerap energi dan mengurangi kerusakan, tetapi tetap penting untuk memperhatikan faktor keselamatan dan meminimalkan kemungkinan terjadinya tabrakan di ujung jalur.