Petani dan Nelayan Menjual Hasil Panen Langsung, Ini Keunikan Terminal Cappa Bungaya

Terminal Cappa Bungaya merupakan pusat transportasi yang ramai di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Terminal ini tak hanya menjadi gerbang bagi aktivitas ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Letaknya yang strategis, terminal ini menyediakan akses mudah ke berbagai wilayah di Gowa dan sekitarnya. Berbagai fasilitas serta layanan yang lengkap karena memiliki kios makanan hingga pengiriman barang.

Hal ini yang kemudian membuat Terminal Cappa Bungaya menjadi destinasi yang nyaman bagi para pelaku bisnis, pelancong dan masyarakat umum. Terminal ini dibangun pertama kali tahun 1980-an dan direnovasi serta diperluas pada 2010 lalu.

Menjadi salah satu yang terbesar dan tersibuk di Sulawesi Selatan, Terminal Cappa Bungaya memiliki peran penting dalam perekonomian lokal dengan memfasilitasi perdagangan berbagai barang dan jasa. Yang uniknya adalah, para petani dan nelayan lokal bisa langsung menjual hasil panen atau tangkapan ikan langsung ke pedagang atau konsumen.

Terminal Cappa Bungaya telah memengaruhi budaya dan tradisi masyarakat Gowa. Kehadiran terminal ini memperkenalkan pengaruh budaya dari luar, memperkaya seni pertunjukan dan kuliner lokal.

Selain itu, terminal ini menjadi tempat berkumpulnya para seniman dan budayawan, yang melestarikan dan mempromosikan tradisi budaya Gowa. Terminal Cappa Bungaya menghadapi beberapa tantangan, seperti kemacetan lalu lintas pada jam-jam sibuk dan terbatasnya lahan parkir.

Namun, terminal ini juga memiliki peluang untuk pengembangan di masa depan, seperti peningkatan infrastruktur dan perluasan layanan logistik. Pemerintah Kabupaten Gowa berencana untuk mengembangkan Terminal Cappa Bungaya guna meningkatkan kapasitas dan fasilitasnya.

Rencana ini sejalan dengan visi menjadikan terminal sebagai pusat transportasi yang modern dan terintegrasi. Dengan rencana pengembangan yang ambisius, Terminal Cappa Bungaya dipersiapkan untuk menjadi pusat transportasi dan logistik yang modern dan efisien.

Visi untuk masa depannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya akan terus menginspirasi investasi dan peluang bisnis baru, sehingga memperkuat peran pentingnya dalam kehidupan masyarakat Gowa.

Terminal Cappa Bungaya melayani beberapa rute transportasi umum, di antaranya:
Gowa – Makassar
Gowa – Takalar
Gowa – Maros
Gowa – Jeneponto

Diperpanjang, Rencana Jalur KA Sulawesi Nantinya Bisa Terintegerasi Sampai Sini

Siap-siap, Kereta Pedagang dan Petani Mulai Beroperasi 28 September 2025

Uji coba yang dilakukan oleh tim dari Balai Yasa Surabaya Gubeng mengenai kereta api (KA) pedagang dan petani akhirnya akan dioperasikan untuk masyarakat. Rangkaian yang digadang-gadang untuk masyarakat yang pekerja sebagai pedagang maupun petani ini nantinya bisa menikmati dengan rute yang ditentukan.

Diketahui bahwa PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) akan menghidupkan tradisi lama kereta pasar yang pernah hadir sejak masa kolonial hingga era PJKA. Layanan Kereta khusus petani dan pedagang ini dihadirkan bukan hanya sebagai sarana transportasi hasil bumi, tetapi juga untuk melestarikan budaya kereta api yang menjadi denyut nadi ekonomi rakyat.

Tentu dalam dioperasikannya rangkaian khusus ini KAI akan mengusahakan agar kereta petani dan pedagang ini bisa menggunakan skema tarif dari subsidi pemerintah alias Public Service Obligation (PSO). Hal ini agar memberikan tarif yang murah kepada penumpang.

Kereta pedagang dan petani ini merupakan rangkaian kelas ekonomi. Seperti diketahui bahwa kelas ekonomi terutama tarif subsidi maupun angkutan lokal untuk posisi kursi berhadap – hadapan. Namun, Kereta khusus ini dimodifikasi dengan mengurangi jumlah kursi dari 106 menjadi 73, pintu diperlebar, serta ruang tengah dibuat lebih lega untuk mengangkut hasil panen.

Inovasi KAI Membuat Kereta Petani dan Pedagang, Ternyata Miliki Sejarah Panjang

Menurut kabar dari berbagai sumber, Rencananya, armada ini mulai beroperasi pada 28 September 2025. Langkah ini menandai upaya KAI memperluas jangkauan layanan, bukan hanya bagi penumpang reguler, tetapi juga kelompok masyarakat kecil yang selama ini kerap mengandalkan transportasi darat murah untuk mengangkut barang dagangan.

Kabar mengenai rute mana yang akan dioperasi rangkaian tersebut, masih belum diinformasikan oleh pihak KAI. Namun yang pasti pengoperasian rangkaian tersebut akan dilakukan bersamaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KAI yang ke-80. Kereta khusus pedagang dan petani ini pun bisa menjadi inovasi transportasi publik yang punya dampak sosial besar.

Sebelumnya, Kereta khusus berbasis kereta ekonomi (K3) ini memiliki desain lebih leluasa dan efisien. Sempat juga dilakukan uji coba statis pada 14–15 Agustus 2025 lalu di Balai Yasa Surabaya Gubeng, disusul uji dinamis di lintas Surabaya Gubeng–Lamongan.

Jika sudah terealisasi, terutama masyarakat di kawasan sentra produksi pangan seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, tentu menanti realisasi layanan ini. Harapannya paling sederhananya adalah perjalanan lebih murah, nyaman, dan hasil bumi sampai ke pasar dengan harga tetap bersaing.

Tak hanya itu, peluncuran kereta khusus pedagang dan petani ini menjadi sinyal bahwa transportasi publik di Indonesia mulai menaruh perhatian pada mereka yang selama ini justru menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Setelah Parade Lokomotif, KAI Segera Pamerkan Parade ‘Kereta Jadul’ Hiasi Ultah ke-80

Acara spesial kembali hadir hiasi Hari Ulang Tahun (HUT) PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) ke-80. Ya, bertepatan pada tanggal 28 September 2025 nanti, wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya akan membuat gebrakan lagi kepada masyarakat khususnya penggemar kereta api. Acara ini bertemakan mengenang rangkaian kereta dengan livery jaman dulu (jadul).

Suatu gebrakan yang membuat masyarakat tak sabar untuk melihat dan mengabadikan saat acara berlangsung. Bagaimana tidak, bocoran berbagai unggahan foto di media sosial telah ramai diperbincangkan. Ternyata beberapa livery jadul tersebut mengusung rangkaian saat jaman Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) dan Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka). Rangkaian tersebut terdiri dari livery kelas ekonomi, bisnis, sampai dengan eksekutif.

Kabar lainnya mengatakan bahwa rangkaian kereta tersebut menggunakan kereta kelas bisnis (K2) yang digunakan sebelumnya sebagai Kereta Api (KA) Gumarang/Tegal Bahari. Alasan menggunakan rangkaian tersebut adalah karena sarana kelas bisnis sudah tidak digunakan kembali dan diganti dengan rangkaian yang lebih nyaman serta modern.

Rencana rangkaian dengan livery jadul tersebut akan dijalankan sebanyak 9 unit kereta dengan campuran livery kelas ekonomi hingga eksekutif. 9 unit dengan livery ini tentu memiliki tahun yang berbeda-beda. Seperti pada kelas ekonomi tahun 1986 ada satu unit, livery tahun 1980 ada 1 unit kelas eksekutif, liveruy tahun 1995 sebanyak 4 unit yang terdiri dari kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif, livery tahun 2000 ada 1 unit kelas bisnis, livery tahun 2002 kelas eksekutif, dan livery tahun 2008 sebanyak 2 unit kelas ekonomi, kelas eksekutif/bisnis (satwa biru).

Sketsa rangkaian kereta api livery jadul. (Foto: Dok. Facebook)

Nantinya parade kereta tersebut akan dijalankan sebagai Kereta Luar Biasa (KLB) dengan rute ‘kantong’, yakni Depo Lokomotif Sidotopo, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Tulangan, Stasiun Tarik, Stasiun Wonokromo, Stasiun Surabaya Gubeng, dan kembali berakhir di Depo Lokomotif Sidotopo. Untuk jadwal keberangkatannya sendiri masih belum diketahui dari pihak KAI maupun tim Indonesian Railway Praservation Society (IRPS) yang menggagas acara tersebut.

Sebelumnya pada 28 September 2024 lalu, KAI juga menggelar acara parade lokomotif dengan rute yang sama. Parade lokomotif tersebut terdiri dari livery bertemakan vintage yang seperti jaman PJKA (hijau), Perumka (merah-biru) dan PT KAI (putih garis biru). Parade lokomotif tersebut telah sukses membuat masyarakat penggemar kereta api turut hadir mengabadikan momen yang diadakan setahun sekali tersebut.

Rayakan 100 Tahun Operasional, ‘Pasukan KRL’ Parade di Stasiun Manggarai dan Tanjung Priok

Jalan-Jalan Gunakan Travel Agen? Cek Tips Ini Ya!

Perjalanan wisata baik pribadi pun rombongan kembali meningkat dan banyak travel agent yang dipilih untuk membantu selama menikmati liburan. Namun sayangnya berbagai modus penipuan digital pun ikut bermunculan.

Salah satunya sering kali menggunakan agen perjalan resmi dengan mencantumkan nama rekening yang mirip dengan perusahaan resmi atau meminta bayaran ke rekening pribadi yang tidak sesuai.

Tak hanya itu, pelaku penipuan ini pun sering menggunakan virtual account (VA) palsu dengan nama yang hamper sama dengan agen perjalan yang asli. Modus penipuan ini pun pernah dirasakan oleh pihak KabarPenumpang.com saat membeli tiket pesawat.

Karena harganya yang cukup murah, uang Rp600 ribu pun lenyap dan tiket perjalanan tidak didapatkan. Hal ini kemudian membuat KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber tips agar tidak ada masyarakat yang tertipu agen perjalanan abal-abal.

1. Situs resmi
Ini sangat penting, karena dengan tahu situs resminya, masyarakat akan melihat jelas semua data perusahaan travel agent tersebut. Biasanya, website milik travel agen yang asli dikelola dengan baik dan tak jarang yang menampilkan testimoni para pengguna travel agen tersebut.

2. Kantor cabang resmi
Dari pada takut tertipu, setelah menegcek situsnya, baiknya datangi kantornya langsung. Karena Anda bisa mengecek apakah promo atau perjalanan pilihan Anda sesuai dengan yang ada di situs resmi. Terkadang bila memesan langsung bisa mendapat potongan harga di banding memesan melalui online.

3. Akun media sosisal
Klik ikon media sosial di footer situs resmi untuk memastikan keaslian akun. Agen terpercaya umumnya memiliki akun yang aktif dan terverifikasi. Agen resmi juga memposting foto atau video para tamu yang pernah bepergian dengan mereka. Tak jarang juga ada testimoni terkait perjalanan sebelumnya.

4. Rekening pembayaran
Cek ulang rekening pembayaran milik travel agen. Kalau takut tertipu, bisa manfaatkan layanan publik dari Kominfo seperti cekrekening.id, untuk mengecek riwayat rekening yang diduga terlibat penipuan. Ini membuat Anda bisa lebih percaya lagi kalau travel agen tersebut merupakan perusahaan asli dan bukan abal-abal.

Pulau Mungil Nordstrandischmoor di Jerman Punya Jalur Kereta Tersempit

Bukan Kerang Air Tawar, Kijing Satu Ini Merupakan Nama Pelabuhan di Kalimantan Barat

Kijing bukan sembarang kijing dan ini bukanlah jenis kerang air tawar. Tetapi ini merupakan sebuah pelabuhan yang bernama Kijing dan letaknya berada di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pembangunan Pelabuhan Kijing menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi sektor maritim Indonesia. Pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan PT Pelindo ini dirancang sebagai pelabuhan laut dalam (deep sea port) pertama di Kalimantan Barat dengan standar internasional.

Pelabuhan Kijing digadang-gadang menjadi pintu gerbang baru perdagangan internasional dan menjadi pelabuhan terbesar di Kalimantan Barat. Yang mana ini menggantikan fungsi utama yang sebelumnya diemban oleh Pelabuhan Dwikora Pontianak yang sudah semakin padat dan terbatas.

Memiliki dermaga yang panjang, kolam pelabuhan dalam, serta fasilitas bongkar muat modern, Kijing mampu menampung kapal-kapal besar yang sebelumnya tidak bisa bersandar di pelabuhan lama. Selain itu, pelabuhan ini juga terkoneksi dengan kawasan industri dan jalur logistik darat sehingga diproyeksikan mempercepat distribusi barang, khususnya hasil perkebunan, pertambangan, dan komoditas unggulan Kalimantan Barat.

Kehadiran Pelabuhan Kijing juga diharapkan menurunkan biaya logistik, mempercepat waktu ekspor. Tak hanya itu, pelabuhan ini juga diharapkan bisa membuka peluang investasi baru di sektor industri maritim. Meski begitu, pembangunan pelabuhan modern ini juga menuai tantangan.

Pelabuhan Kijing juga membuat beberapa kalangan menyoroti dampak lingkungan dan sosial, termasuk perubahan ekosistem pesisir serta relokasi warga sekitar. Bahkan pemerintah daerah bersama pengelola pelabuhan berkomitmen menyeimbangkan aspek pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.

Pelabuhan Kijing pun diproyeksi menjadi motor penggerak ekonomi Kalimantan Barat. Hal ini karena Kijing memiliki kapasitas besar dan teknologi yang canggih.

Selain itu Pelabuhan Kijing sendiri merupakan bagian penting dari jaringan tol laut nasional. Bagi masyarakat Bengkayang, kehadiran pelabuhan ini bukan hanya simbol modernisasi, tetapi juga harapan baru akan peningkatan kesejahteraan.

Untuk diketahui kini nama Pelabuhan Kijing lebih dikenal dengan Pelabuhan Tanjungpura. Nama ini diambil dari nama kerajaan terbesar dan tertua di Kalimantan Barat, Kerajaan Tanjungpura.

Bukan Nama Universitas, Trisakti adalah Pelabuhan di Banjarmasin

 

Tips Pilih Penginapan Saat Berlibur

Berlibur, sudah jelas harus mencari penginapan yang bisa juga sebagai tempat wisata. Ini agar Anda juga mendapat pengalaman liburan yang cukup memberikan kesan alias tidak hanya sekedar menghilangkan penat.

Pemilihan penginapan pun tidak melulu dicari dengan buru-buru. Terkadang harga murah bisa mendapatkan fasilitas yang luar biasa, pun sebaliknya mahal belum tentu bisa dinikmati selama liburan.

Makanya, Anda harus memastika tempat tinggal selama menginap memiliki fasilitas, suasanya, hingga aktivitas yang ditawarkan bisa sesuai dengan keinginan Anda. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, tips memilih penginapan selama berlibur.

1. Tipe akomodasi
Jika Anda memilih pulau sebagai tempat berlibur, pastikan yang viewnya menghadap pantai dan laut. Bila berlibur di tengah kota, pastikan mendapat penginapan yang tidak terlalu menghadap ke jalan Utama untuk menghindari kebisingan. Suasana penginapan Anda pun juga harus dipertimbangkan, apakah ingin privasi dan tenang atau lebih banyak aktivitas sosial. Bagi Anda yang berlibur dengan keluarga, jangan lupa cek fasilitas ramah Anak.

2. Lokasi dan aksesibilitas
Cari penginapan yang dekat dengan bandara internasional, tempat wisata, restoran atau pasar tradisional. Ini akan memudahkan Anda untuk bepergian dan mencari transportasi untuk tiba ke tujuan. Bila jaraknya dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki, bisa membuat lebih hemat sembari berolahraga.

3. Aktivitas
Anda yang bepergian, biasanya akan mencari aktivitas yang ditawarkan tempat penginapan. Jika Anda berlibur ke pulau, artinya aktivitas yang ditawarkan penginapan bisa seperti diving (menyelam) atau snorkeling. Ada juga penginapan yang memiliki aktivitas bersama keluarga seperti membuat kerajinana atau program ramah keluarga dengan klub Anak.

4. Kuliner
Selain fasilitas, faktor kuliner juga menjadi pertimbangan. Sebab ada wisatawan yang menyukai pengalaman bersantap formal dengan menu internasional, sementara sebagian lain lebih memilih suasana santai dengan konsep casual dining. Jangan lupakan juga jajanan atau makanan tradisional seringkali disajikan dalam menu.

Nah, ada tips apalagi nih yang bisa dibagikan untuk mencari penginapan?

Hujan dan Banjir Nekat Liburan? Cek Tipsnya

Hari ini, 57 Tahun Lalu, Kecelakaan Kereta di Ratu Jaya Depok Tewaskan 116 Penumpang

Di Indonesia, kecelakaan kereta api seperti hal yang biasa dan bisa menjadi luar biasa bila korban jiwa mencapai ratusan orang. Beberapa kecelakan kereta bahkan terkenal dan dijadikan sebuah film untuk mengenang kejadian tersebut, salah satunya adalah tkecelakaan kereta di Bintaro.

Baca juga: Darman Prasetyo – Masinis Muda Heroik di Tragedi Bintaro 2 Yang Terlupakan

Namun, KabarPenumpang.com kali ini tak akan membahas tentang kecelakaan kereta Bintaro tetapi kecelakaan lain di daerah Depok yang cukup memakan korban jiwa. Ya, kecelakaan kereta api yang terjadi di desa Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat.

Tepatnya di perlintasan antara Stasiun Depok dengan Stasiun Citayam yang mana di masa itu jalur Depok menuju ke Bogor masih menggunakan satu jalur alias jalur tunggal. Kecelakaan ini mengakibatkan 116 korban meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka baik ringan maupun berat.

Insiden maut ini terjadi pada 56 tahun silam tepatnya pada 20 September 1968. Kecelakaan maut ini tercatat menjadi kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia sebelum Tragedi Bintaro pada 19 Oktober 1987.

Peristiwa ini sendiri bermula saat sebuah kereta api uap Bumel yang klasik dengan kereta api cepat berlokomotif diesel modern tipe BB200. Kemudian beberapa gerbong tergelincir dan terbalik setelah tumbukan tersebut.

Korban banyak dari gerbong depan kedua kereta di mana sebagian dibawa ke Rumah Sakit Harapan di Depok dan lainnya ke Bogor. Pada laporan awal menyebutkan korban meninggal dunia sebanyak 30 orang dan 48 orang luka serius serta 150 orang luka ringan.

Peristiwa kecelakaan kereta di Ratu Jaya ini sendiri menjadi satu diantara lima kecelakaan kereta maut di Indonesia. Bahkan kecelakaan di Ratu Jaya bukan hanya sekali, tetapi pada 25 tahun setelahnya tepat pada 2 November 1993 kembali terjadi.

Baca juga: Hari ini 31 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!

Saat itu dua KRL ekonomi bertabrakan di desa Ratu Jaya di mana benturan keras membuat dua kepala kereta mencuat ke atas hampir setinggi tiga meter. Dalam insiden kedua ini sebanyak 20 orang meninggal dunia dan seratus orang lebih terluka. Meski begitu peristiwa kecelakaan di Ratu Jaya sendiri kalah menarik perhatian dibandingkan Tragedi Bintaro.

Pulau Mungil Nordstrandischmoor di Jerman Punya Jalur Kereta Tersempit

Jalur kereta menembus laut? Ini bukan jalur kereta api bawah air ya, tapi lebih tepatnya jalur sempit yang menghubungkan daratan Jerman dengan pulau mungil Nordstrandischmoor.

Ini bernama Loerenbahn yang merupakan rel sempit hanya selebar 600 mm atau 0,6 meter. Jalur kereta sempit ini melintasi laut WaddenFisia Utara dari Beltringharder Koog di daratan utama hingga Hallig di Nordstrandischmoor.

Jalur kereta ini dibangun tahun 1933 atau 1934 silam yang awalnya untuk mengangkut material konstruksi bagi pertahanan laut hallig. Namun pada 1 Maret 1956, jalur tersebut hancur oleh bongkahan es dan dibangun kembali.

Tahun 1977, bendungan tiang pancang diisi dengan puing-puing ntuk membuat jalur lebih stabil. Dulunya jalur lorenbahn adalah tujuh kilometer, namun karena hancur kini hanya 3,6 km yang masih beroperasi.

Lorenbahn sendiri merupakan bagian dari infrastruktur kereta api non-umum yang dimiliki oleh negara bagian Schleswig-Holstein dan dioperasikan oleh Departemen Luar Negeri untuk Pertahanan Pesisir, Taman Nasional dan Konservasi Laut (Landesbetrieb für Küstenschutz, Nationalpark und Meeresschutz) atau LKN-SH – sebelumnya Kantor Kawasan Pedesaan (Amt für ländliche Räume).

Memiliki depo yang terletak di belakang tanggul luar yang baru. Jalur ini sendiri mengikuti tanggul sepanjang tiga kilometer dan dibagian tengahnya terdapat jalur kereta api lain.

Di pulau tersebut, rute ini bercabang ke stasiun Nordstrandischmoor dan Neuwarft, satu-satunya dari empat tanggul di Pulau Nordstrandischmoor yang memiliki jalur kereta api sendiri. Sebagian dari stok tersebut merupakan milik Departemen Luar Negeri untuk Pertahanan Pesisir dan Taman Nasional.

Terdapat dua lokomotif, gerbong barang untuk pekerjaan konstruksi, dan dua gerbong konstruksi (Bauwagen), yang menyediakan tempat berteduh bagi para pekerja selama pekerjaan konstruksi. Sedangkan kendaraan lainnya adalah milik penduduk Nordstrandischmoor.

Setiap rumah tangga memiliki gerobak atau lore (sebutan kereta di lorenbahn) sendiri. Gerobak-gerobak ini digerakkan oleh mesin pembakaran internal , beberapa di antaranya menggunakan trailer.

Awalnya, lore ini memiliki layar dan digerakkan oleh tenaga angin. Kendaraan-kendaraan ini diperuntukkan bagi penggunaan pribadi penduduk pulau dan tamu mereka. Tidak ada lalu lintas komersial. Karena tidak ada kendaraan lain, maka pengemudi harus berusia minimal 15 tahun dan memiliki SIM moped sama seperti pengemudi kendaraan bermotor.

Untuk diketahui, nama Lorenbahn merupakan penyebutan dari penduduk setempat dan lore merupakan transportasi di jalur tersebut. Hal ini berbeda dengan penggunaan istilah kereta api Jerman, Lore atau Güterlore, yang umumnya merujuk pada gerbong jungkit.

Nagasaki Mudahkan Mobilitas Lansia dengan Kereta Lereng atau Slope Car

Selain Nama Sungai dan Gunung, Asal Usul Nama Kereta Api Ini Juga Diambil dari Makhluk Mitologi Nusantara. Kira-kira Apa Saja?

Beragam nama kereta api di Indonesia memang terdengar unik bahkan mudah untuk mengingatnya. Hanya mendengar dari namanya saja, tentu masyarakat sudah mengetahui rute dari nama kereta api tersebut. Diambil dari nama gunung, sungai, singkatan nama kota yang dilewati, hingga kerajaan dan kebudayaan di Indonesia tersebut pun tersedia.

Sebut saja kereta api (KA) diambil dari nama gunung, seperti KA Papandayan (Gambir – Garut pp.), KA Cikuray (Pasar Senen – Garut pp.), KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp.), dan lain-lain. Kemudian diambil dari nama sungai, seperti KA Bengawan (Pasar Senen – Purwosari pp.), KA Serayu (Pasar Senen – Purwokerto pp.), KA Progo (Pasar Senen – Lempuyangan pp.), dan lain-lain. Sedangkan diambil dari nama kerajaan, seperti KA Mataram (Pasar Senen – Solo Balapan pp.), KA Kahuripan (Kiaracondong – Blitar pp.), KA Blambangan Ekspres (Pasar Senen – Ketapang pp.), dan lain-lain.

Selain asal usul nama kereta api yang disebutkan, transportasi yang sudah berjasa mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan ini, asal usul lain nama dari KA Indonesia sendiri diambil dari nama satwa mitologi yang berada di Indonesia. Nama-nama tersebut di antaranya Taksaka, Sancaka, Turangga, Sembrani, Gumarang dan Lodaya.

Daftar nama kereta api yang diambil dari makhluk mitologi Indonesia. (Foto: Dok. KAI)

• KA Lodaya (Bandung – Solo Balapan pp.)
Macan Lodaya adalah makhluk mitologi yang berasal dari Jawa Barat dan terkenal di masyarakat Sunda. Macan Lodaya digambarkan sebagai macan kumbang yang gagah dan gesit.

Macan ini juga sering dijumpai di kantor kepolisian wilayah Jawa Barat sebagai patung. Nama Lodaya akhirnya dijadikan nama kereta api relasi Bandung-Solo Bapalapan yang beroperasi pada tanggal 12 Mei 2000.

• KA Gumarang (Pasar Senen – Surabaya Pasarturi pp.)
Salah satu makhluk mitologi jelmaan dari orang sakti dalam wujud sapi hutan. Gumarang merupakan makhluk mitologi yang berasal dari Jawa Barat. Makhluk tersebut memiliki tubuh yang kuat, gagah serta lincah.

Nama Gumarang dijadikan nama kereta api relasi Pasar Senen – Surabaya Pasarturi jalur Utara dan mulai beroperasi pada tanggal 20 Mei 2001.

• KA Sembrani (Gambir – Surabaya Pasarturii pp.)
Kuda Sembrani adalah satwa mitologi Hindu, satwa tersebut digambarkan sebagai seekor kuda yang memiliki sayap, sehingga ia pun bisa terbang.

Kuda tersebut juga ditunggangi oleh Batara Wisnu. Nama Sembrani dijadikan nama kereta api jalur utara dengan relasi Surabaya Pasarturi – Gambir dan mulai beroperasi pada tanggal 1 Oktober 1995.

• KA Turangga (Bandung – Surabaya Gubeng pp.)
Dalam mitologi Jawa, Turangga adalah satwa mitologi yang digambarkan seekor kuda yang sering dijadikan tunggangan para raja. Konon katanya kuda tersebut dapat berlari dengan sangat cepat.

Nama ini akhirnya dijadikan nama kereta api relasi Bandung-Surabaya Gubeng jalur selatan yang mulai beroperasi pada tanggal 1 September 1995.

• KA Sancaka (Yogyakarta – Surabaya Gubeng pp.)
Sancaka adalah satwa mitologi dengan bentuk ular, ular tersebut merupakan ratu yang pengayom dan dapat bertahan di segala keadaan. Nama Sancaka dijadikan nama kereta dan mulai beroperasi pada 20 Mei 1997. Kereta ini menghubungkan Kota Surabaya dan Yogyakarta.

• KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp.)
Dalam mitologi Hindu, Taksaka adalah adalah naga, naga tersebut merupakan putera dari Dewi Kadru dan Kashyapa. Taksaka tinggal di Nagaloka bersama saudaranya yang lain. Nama Taksaka dipakai untuk kereta api relasi Gambir dan Yogyakarta yang mulai beroperasi pada 19 September 1999.

Nah, itu dia nama-nama kereta api yang merupakan asal usul yang diambil dari makhluk mitologi Nusantara. Dari nama-nama tersebut memang terbukti tak sekadar mengambil nama, namun semata-mata memiliki makna dan budaya di Indonesia.

KA Taksaka, dari Asal Usul yang Melegenda Hingga Dijuluki ‘Si Anak Emas’

Taiwan High Speed ​​Rail Terapkan Aturan ‘Tanpa Ampun’ Bagi Penumpang, Lebih Ketat dari Jepang!

Taiwan High Speed ​​Rail (THSR) yang mengoperasikan kereta peluru Taiwan, akan menerapkan aturan penggunaan ponsel pintar yang lebih ketat daripada di Jepang mulai 22 September, termasuk memaksa penumpang turun dari kereta.

Aturan baru ini melarang penumpang berbicara keras saat menelepon, menonton video, atau mendengarkan musik di ponsel pintar tanpa menonaktifkan suaranya. Meskipun operator kereta api Jepang juga berupaya menjaga ketenangan kabin, langkah-langkah di Taiwan sangat ketat karena penumpang dapat diminta turun jika tidak mematuhi instruksi kru.

Menurut THSR, peraturan tersebut akan mewajibkan penumpang untuk menggunakan earphone atau headphone, atau menonaktifkan suara perangkat mereka saat menonton video atau mendengarkan musik. Panggilan telepon harus dilakukan di area ruang depan.

Untuk menghindari dampak pada penumpang lain, operator kereta api dapat menolak penumpang yang melanggar untuk naik. Meskipun anak-anak kecil dapat ditenangkan dengan stiker atau kue, penumpang lain tetap diharapkan memahami hal ini.

Perusahaan akan melarang panggilan telepon dan penggunaan perangkat elektronik tanpa mematikan suara di dalam kereta berkecepatan tinggi.

Di media sosial Taiwan, sebagian besar komentar menyambut baik perubahan ini, dengan ungkapan seperti, “Senang dengan THSR yang tenang” dan “Semoga mereka menindak tegas penumpang yang berisik.”

Jalur THSR sepanjang sekitar 350 kilometer, yang dibuka pada tahun 2007 menggunakan teknologi dari Jepang dan negara-negara lain, membentang dari utara ke selatan antara Taipei dan Kaohsiung. Menurut media Taiwan, seorang eksekutif THSR menekankan, “Tidak ada alasan untuk menggunakan perangkat elektronik tanpa earphone.”

Kembangkan Layanan Kereta Cepat, Taiwan High Speed Rail Gandeng Hitachi dan Toshiba

Taiwan