Inlah Empat Ride-Hailing Yang Masih Beroperasi di Indonesia

Dalam satu dekade terakhir, fenomena ride-hailing atau transportasi online sangat terkenal di Indonesia. Bahkan di kawasan Asia-Pasifik Indonesia menjadi pasar terbesar transportasi online di dunia yang mencakup 70 persen dari semua perjalanan angkutan panggilan global.

Bukan hanya sebagai transportasi online, tapi perusahaan ini juga berkembang menjadi marketplace yang menyediakan berbagai kebutuhan. Perusahaan ride-hailing ini adalah perusahaan yang menawarkan layanan transportasi online.

Nah, di Indonesia ada empat perusahaan ride-hailing yang masih beroperasi di Indonesia. Berikut ini empat ride-hailing tersebut.

1. Gojek
Perusahaan ride-hailing ini didirikan pada 13 Oktobe 2010 lalu oleh Nadiem Makarim. Tetapi popularitasnya baru naik empat tahun kemudian atau 2014. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa—perusahaan induk Gojek—menjadi startup decacorn pertama asal Indonesia. Dalam laporan berjudul “The Global Unicorn Club”, CBInsight menempatkan Gojek di urutan ke-19, di bawah kompetitor, Grab, yang memiliki valuasi USD11 miliar pada 2019.

2. Grab
Perusahaan ride-hailing asal Malaysia ini bermarkasi di Singapura dan beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara. Berdiri tahun 2012 lalu, Grab mulai beroperasi pertengahan tahun 2014. Pemilik Grab, Anthony Tan membuat perusahaan ride-hailingnya menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara. Grab menjadi decacorn setelah mencapai valuasi lebih dari USD 10 miliar. Lewat layanan produk GrabCar serta GrabBike, Grab berkembang menjadi salah satu perusahaan ride hailing besar di Indonesia.

3. Maxim
Maxim merupakan perusahaan ride hailing asal Chardinsk, Rusia. Perusahaan ini didirikan pada 2003 oleh Maxim Belonogov, insinyur muda dari Kota Kurgan, Rusia. Layanan angkutan panggilan yang disediakan Maxim menyaingi layanan serupa yang ditawarkan Gojek dan Grab, terlebih Maxim menawarkan ongkos yang lebih murah. Maxim beroperasi di Indonesia sejak 2018. Layanan transportasi online ini menawarkan sejumlah layanan, seperti angkutan panggilan (sepeda motor dan mobil), pengiriman barang dan kargo, pesan antar makanan, jasa pembersih, serta laundry.

4. InDrive
InDrive adalah salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi online yang baru masuk ke Indonesia pada 2019. Perusahaan yang bermarkas di California, Amerika Serikat, ini didirikan pada 2013 oleh pengusaha Arsen Tomsky. Dalam kurun waktu dua tahun, InDrive memperluas cakupan operasinya di lebih dari 50 kota di Indonesia.

GoJek vs Grab, Persaingan Dua Raksasa Ride-Hailing di Pasar Asia Tenggara

Berjaya dari Era PJKA, Perjalanan Kelas Bisnis di Jalur Kereta Api Makin Langka, Akankah Berakhir?

Perjalanan terakhir. Ya, itulah rangkaian kereta api kelas bisnis yang tepat hari ini, Selasa (15/7) merupakan satu-satunya yang masih dinas sebagai Kereta Api (KA) Tegal Bahari dan Gumarang. Perjalanan terakhir rangkaian kereta yang digunakan sejak era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) terlah melewati bertahun-tahun lamanya menemani penumpang melewati jalur Jawa dan Sumatera.

Dikabarkan bahwa kedua kereta api tersebut mulai tanggal 16 Juli 2025 akan berganti rangkaian menjadi yag lebih nyaman dengan fasilitas baru yaitu Stainless Steel New Generation. Kelas bisnis yang digunakan KA Tegal Bahari maupun Gumarang ini digunakan sejak tahun 80-an.

Hingga saat ini rangkaian tersebut masih melekat di masyarakat sebagai rangkaian kereta dengan total 64 tempat duduk per kereta yang memiliki formasi 2+2 tempat duduk. Uniknya kelas bisnis ini adalah tiap kursinya menyatu dengan penumpang. Dengan kata lain satu kursi untuk dua orang.

Bagian interior rangkaian kereta kelas bisnis. (Foto: Dok. Istimewa)

Kelas bisnis sudah banyak sekali digunakan oleh kereta api dengan berbagai tujuan. Salah satu rangkaian kereta api yang melekat di hati masyarakat Indonesia adalah KA Parahyangan. Selain itu ada pula rangkaian kereta api yang memiliki satu rangkaian penuh menggunakan kelas bisnis yaitu KA Fajar/Senja Utama Yogyakarta dan Semarang maupun KA Sawunggalih.

Makin kedepan, rangkaian bisnis tersebut masih digunakan di beberapa kereta lainnya yang dirangkaikan dengan kelas lainnya seperti eksekutif maupun ekonomi. Bahkan dalam satu rangkaian pernah digunakan hingga 3 kelas sekaligus, seperti pada KA Malabar.

Kini kereta kelas bisnis sudah sangat langka terlihat di jalur kereta api saat berdinas. Informasi selanjutnya masih belum diketahui, apakah rangkaian bisnis akan tetap dijalankan sebagai tambahan atau pengganti kereta lain atau dikirim ke jalur Sumatera?

Karena usia kereta tersebut sudah sangat tua, masih menjadi misteri untuk kedepannya. Jika memang memungkinkan bisa jadi dirombak menjadi rangkaian baru atau seperti eks kelas bisnis lainnya yang kini sudah menjadi kereta wisata atau bakal dikonservasi alias tidak digunakan untuk selama-lamanya. Kita tunggu saja.

Merasakan Perjalanan Kereta Api Antara Kelas Eksekutif dengan Kelas Bisnis

Cirrus Vision SF50 – Pesawat Jet Pribadi Bermesin Tunggal, Termurah Dipasaran!

Pesawat jet pribadi begitu banyak ragamnya, namun dari sekian banyak yang beredar dipasaran, ada satu yang terbilang unik. Yang dimaksud adalah Cirrus Vision SF50, sebagai pesawat jet pribadi, fitur dan fasilitas mewah jelas sangat terasa. Namun, SF50 punya keunikan dalam hal desain, yang disebut sebagai salah satu jet pribadi terkecil dan termurah yang eksis dipasaran global.

Baca juga: Inilah Airbus ACJ319neo, Jet Pribadi Crazy Rich yang Terinspirasi Mobil Sport

Tidak seperti kebanyakan jet pribadi, Cirrus Vision SF50 tampil dengan satu mesin laksana pesawat tempur single engine. Cirrus Aircraft selaku manufaktur SF50 terbilang berani dalam merancang SF50, pasalnya dengan satu mesin, maka tidak ada backup tenaga dorong jika mesin mengalami masalah di udara. Cirrus Vision SF50 ditenagai mesin jet turbofan 1× Williams FJ33-5A yang punya daya dorong 8.21 kN. Menariknya lagi, SF50 mencomot model V-shaped tail pada ekornya, mencermikan bahwa pesawat ini mampu melakukan manuver lincah di udara.

Tampil dengan single engine jelas berpengaruh pada harga jual, disebut-sebut Cirrus Vision SF50 per unitnya dilego seharga US$2 juta, terbilang murah untuk ukuran jet pribadi. Cirrus Vision SF50 masuk dalam kelompok very light jet.

Prototipe Cirrus Vision SF50 terbang perdana pada 3 Juli 2008, yang dilanjutkan dengan prototipe penyempurnaan pada 24 Maret 2014. Mulai diproduksi pada Mei 2016, sampai Februari 2022 sudah 330 unit SF50 yang telah diserahkan kepada pengguna akhir.

Baca juga: Dassault Falcon 20 – Sosok Jet Pribadi Unik di Halaman Depan Kantor GMF AeroAsia

Cirrus Vision SF50 hanya butuh satu awak (pilot) dan dapat mengangkut enam penumpang. SF50 punya berat kosong 1.610 kg dan berat maksimum 2.722 kg. Dengan bobotnya yang ulta ringan, Cirrus Vision SF50 dapat melesat 576 km per jam dan lepas landas pada runway 621 meter, sementara untuk urusan landing cukup dengan runway 496 meter. Jika ada masalah pada pendaratan, tersedia parasut (drag chute) untuk membantu proses pengereman.

Ada 15 Makna Lampu Warna-warni di Runway Bandara, Sudah Tahu?

Pilot pada umumnya dipandu oleh petugas Air Traffic Controller (ATC) untuk mendarat dengan aman dan selamat. Namun, jangan salah, proses pendaratan juga cukup terbantu dengan adanya Instrument Landing System (ILS) dan Airfield Lighting System (AFL).

Baca juga: Instrument Landing System Memungkinkan Pesawat Mendarat Ketika Berkabut

Redaksi KabarPenumpang.com sebelumnya sudah membahas tuntas mengenai ILS sebagai instrumen alat bantu pilot untuk mendaratkan pesawat. Kali ini, kami akan membahas mengenai AFL. Sebab, sebagaimana ILS, AFL juga sangat berperan penting dalam membantu pilot melakukan pendaratan dengan aman dan selamat, terutama di malam hari.

Sebelum melakukan pendaratan dan berbagai prosedur landing, pilot terlebih dahulu harus melihat lokasi bandara secara visual, termasuk posisi runway dan semua itu tak mungkin bisa dilakukan dengan baik tanpa adanya AFL.

Dikutip dari solutions4ga.com, AFL sekurang-kurangnya terdiri dari 15 instrumen atau varian cahaya. Masing-masing mempunyai peran vital dan makna khusu untuk mendukung kelancaran proses pendaratan. Agar lebih jelas, berikut daftar 14 instrumen AFL.

1. Approach light
Rambu penerangan untuk pendekatan yang dipasang pada perpanjangan landasan pacu. Fungsinya sebagai petunjuk kepada penerbang tentang posisi, arah pendaratan dan jarak terhadap ambang landasan pada saat pendaratan. Biasanya approach light berwarna putih.

2. Runway Threshold Identification Light (RTIL)
Rambu penerangan yang berfungsi sebagai penunjuk awal dimulainya runway. Lampu RTIL biasanya berwarna putih dan berkedip-kedip. Tak seperti approach light, RTIL hanya memiliki dua lampu di setiap sisi.

3. Threshold Light
Rambu penerangan yang berfungsi sebagai penunjuk ambang batas landasan. Biasanya dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan jarak tertentu memancarkan cahaya hijau jika dilihat oleh penerbang pada arah pendaratan.

4. Runway Edge Light
Rambu penerangan landasan pacu, terdiri dari lampu-lampu yang dipasang pada jarak tertentu di tepi kiri dan kanan landasan pacu untuk memberi tuntunan kepada penerbang pada pendaratan dan tinggal landas pesawat terbang disiang hari pada cuaca buruk, atau pada malam hari. Biasanya runway edge light terdiri dari berbagai warna, bergantung pada konsisi, seperti putih/putih, putih/kuning, putih/merah, dan kuning/merah.

5. Runway End Light
Rambu penerangan sebagai alat bantu untuk menunjukan batas akhir atau ujung landasan. Intrumen ini dipasang pada batas ambang landasan pacu dengan memancarkan cahaya merah apabila dilihat oleh penerbang yang akan tinggal landas.

6. Taxiway Light
Rambu penerangan yang terdiri dari lampu-lampu memancarkan cahaya biru yang dipasang pada tepi kiri dan kanan taxiway pada jarak-jarak tertentu dan berfungsi memandu penerbang untuk mengemudikan pesawat terbangnya dari landasan pacu ke dan atau dari tempat parkir pesawat.

7. Precision Approach Path Indicator (PAPI) dan Visual Approach Slope Indicator System (VASIS)

Precision Approach Path Indicator (PAPI). Foto: solutions4ga.com

Rambu penerangan yang memancarkan cahaya untuk memberi informasi kepada penerbangan mengenai sudut luncur yang benar, dan memandu penerbang melakukan pendekatan menuju titik pendaratan pada daerah touchdown. Biasanya PAPI mengeluarkan empat cahaya, merah dan atau putih. Bila pesawat berada dalam posisi tepat, maka lampu akan terdiri dari putih-putih-merah-merah. Seperti gambar di atas.

8. Obstruction Aviation Lights
Rambu penerangan yang berfungsi sebagai tanda untuk menunjukan ketinggian suatu bangunan yang dapat menyebabkan gangguan atau rintangan pada penerbangan.

9. Flood Light
Rambu penerangan untuk menerangi tempat parkir pesawat terbang diwaktu siang hari pada cuaca buruk atau malam hari pada saat ada pesawat terbang yang menginap atau parkir.

10. Rotating Beacon
Rambu penerangan petunjuk lokasi bandar udara, terdiri dari dua sumber cahaya bertolak belakang yang dipasang pada as yang dapat berputar, sehingga dapat memancarkan cahaya berputar dengan warna hijau dan putih pada umumnya Rotating Beacon dipasang diatas tower.

11. Turning Area Light
Rambu penerangan untuk memberi tanda bahwa didaerah ini terdapat tempat pemutaran pesawat terbang.

12. Apron Light
Rambu penerangan yang terdiri dari lampu-lampu yang memancarkan cahaya merah yang dipasang di tepi Apron untuk memberi tanda batas pinggir Apron.

13. Sequence Flashing Light (SQFL)
Lampu penerangan berkedip berurutan pada arah pendekatan. SQFL dipasang pada Bar 1 s/d Bar 21 Approach Light System.

Baca juga: Bandara Vancouver Adopsi Teknologi LED Sebagai Sistem Pencahayaan di Apron

14. Traffic Light
Rambu penerangan berfungsi sebagai tanda untuk pengaturan kendaraan umum yang dikhawatrikan akan dapat menyebabkan gangguan terhadap pesawat terbang yang sedang mendarat.

15. Wind Cone
Rambu penerangan menunjukan arah angin bagi pendaratan atau lepas landas suatu pesawat terbang.

Tambah Jadwal LRT Jabodebek, PT KAI Buka-bukaan Terkait Perawatan Kereta

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional, KAI terus melaksanakan perawatan sarana LRT Jabodebek secara rutin dan terjadwal. Komitmen ini tetap menjadi prioritas, seiring dengan peningkatan jumlah perjalanan harian LRT Jabodebek pada hari kerja yang mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2025, dari semula 366 perjalanan menjadi 398 perjalanan per hari.

Baca juga: Sembilan Hari Pasca Penambahan Jadwal, KAI Layani 862 Ribu Pengguna LRT Jabodebek dengan Ketepatan Waktu Mencapai 99,96%

Seluruh rangkaian LRT Jabodebek menjalani siklus perawatan berkala yang meliputi perawatan harian dan bulanan. Perawatan harian dilakukan setiap hari sebelum kereta dioperasikan.

Pemeriksaan ini mencakup pengecekan fungsi sistem pengereman, traksi, HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), kelistrikan, PIS (Public Information System) termasuk interkom, layar informasi penumpang, serta aspek keselamatan dan pelayanan lainnya untuk memastikan setiap rangkaian siap melayani pengguna secara aman dan nyaman.

Sementara itu, perawatan bulanan difokuskan pada pemeriksaan menyeluruh terhadap bagian eksterior dan interior kereta, termasuk bogie (roda dan sistem suspensi), sistem propulsi, serta komponen elektrik dan mekanik lainnya. Seluruh proses dilakukan oleh teknisi bersertifikasi di Depo LRT Jabodebek.

“Penambahan frekuensi perjalanan tentunya membutuhkan manajemen operasional yang lebih adaptif, namun hal ini tidak mengurangi komitmen kami untuk terus menjaga kondisi sarana dalam keadaan prima. Perawatan tetap dilakukan secara berkala sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi.

Seluruh kegiatan perawatan dijalankan mengacu pada Sistem Prosedur Pemeriksaan Perawatan Sarana (SISPRO) yang ditetapkan oleh KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Untuk menunjang pemantauan kondisi kereta secara real-time, tim teknisi juga menggunakan aplikasi Integrated Maintenance and Asset Management (IMAM) yang mencatat riwayat perawatan dan membantu deteksi dini terhadap potensi gangguan teknis.

Depo LRT Jabodebek juga dilengkapi dengan fasilitas modern seperti Underfloor Lifting System (ULS) yang memungkinkan pengangkatan seluruh rangkaian kereta secara bersamaan, serta sistem pencucian bogie yang ramah lingkungan.

Baca juga: Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Naik 50 Persen Dibanding Tahun Lalu

Dengan penyesuaian jadwal perawatan dan pemanfaatan teknologi terkini, KAI memastikan operasional yang tetap andal dan siap memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di Jabodetabek.

Sejak diberlakukannya penambahan jumlah perjalanan pada 1 Juli 2025, KAI telah melayani sebanyak 1.167.382 pengguna dalam periode 1–13 Juli 2025. Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek yang terus mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan keandalan.

Pesan Tiket di Aplikasi KAI Sekarang Bisa Dilakukan Hingga 10-30 Menit Sebelum Keberangkatan

Pesan tiket kereta api melalui aplikasi Access by KAI kini semakin dimudahkan. Masyarakat tak perlu khawatir kehabisan masa waktu pemesanan tiket kereta api melalui aplikasi. Untuk pemesanan tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), bisa dilakukan hingga 30 menit sebelum keberangkatan.

Sedangkan untuk angkutan perkotaan pemesanan tiket bisa dilakukan hingga 10 menit saja. Khusus untuk perjalanan KAJJ jija sudah melewati 30 menit sebelum berangkat, calon penumpang diwajibkan memesan tiket kereta api di stasiun-stasiun yang melayani pemesanan tiket.

KAI juga memberlakukan aturan pengisian data diri untuk semua penumpang. Warga Negara Indonesia wajib menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), termasuk bayi. Sementara, penumpang Warga Negara Asing harus mencantumkan nomor paspor sebagai identitas. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan akurasi data dan keamanan perjalanan.

Kebijakan yang sudah dilakukan sejak 10 Juli 2025 ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam meningkatkan layanan berbasis teknologi demi kemudahan dan kenyamanan pelanggan. Langkah ini merupakan bentuk transformasi layanan KAI agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Dengan batas waktu pemesanan yang lebih longgar, masyarakat dapat melakukan perjalanan mendadak dengan lebih mudah.

Fitur baru lainnya adalah pembelian tiket tarif khusus atau go show secara digital. Tiket bisa dibeli mulai dua jam sebelum kereta berangkat jika tempat duduk masih tersedia. Layanan go show ini membuka opsi perjalanan yang lebih hemat dan spontan. Pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan waktu dan harga untuk bepergian.

Cara melakukan pemesanan tiket lewat aplikasi Access by KAI :

1. Masuk dengan akun Access by KAI, lalu pilih kereta yang akan digunakan apakah kereta antar kota, lokal, commuter line dan lain sebagainya

2. Pilih stasiun asal, lalu pilih stasiun tujuan, kemudian klik “Cari”

3. Silahkan pilih kereta sesuai dengan jam dan harga yang diinginkan, lalu lakukan pemesanan

4. Isi dan lengkapi data diri pemesan dan data diri penumpang

5. Pilih kursi yang masih tersedia, lalu klik “Pilih Kursi”, lalu klik “Simpan”

6. Pilih makanan yang akan dipesan dalam perjalanan (jika ingin memesan, namun apabila tidak ingin memesan makanan bisa dilewatkan)

7. Pilih transportasi (bus/taksi) yang akan dipesan jika sudah sampai stasiun tujuan (jika ingin memesan, namun apabila tidak ingin memesan bus/taksi bisa dilewatkan),

8. Setelah semua sudah diisi, pastikan lagi semuanya sudah terisi dengan benar mulai dari nama hingga waktu waktu keberangkatan, jika sudah sesuai dan benar semua , klik “Bayar Sekarang”, pilih metode pembayaran yang diinginkan, lalu klik “Bayar Sesuai Yang Dipilih”. Setelah pembayaran berhasil maka akan mendapatkan notif di email dan di aplikasi KAI Access untuk kode booking yang digunakan untuk mencetak tiket di stasiun asal.

Beli Tiket Bus DAMRI Kini Bisa Lewat Aplikasi KAI Access

Pelabuhan Ajibata, Tonggak Utama Mobilitas Pelancong dan Penduduk di Kawasan Danau Toba

Pulau Samosir, jadi tujuan favorit Ketika berlibur ke Sumatera Utara. Letaknya yang berada di Danau Toba, membuat pelancong harus menyeberang untuk tiba di Pulau Samosir.

Salah satu pelabuhan besar yang mengantar pelancong menyeberang ke Pulau Samosir adalah Pelabuhan Ajibata. Pelabuhan ini berada di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Baca juga: KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Menjadi pelabuhan Utama yang melayani penyeberangan dari daratan Tapanuli ke Pulau Samosir di Danau Toba. Pelabuhan Ajibata dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

Fungsi besar dari pelabuhan yang letaknya dekat Parapat, Girsang Sipangan Bolon, Simalungun ini adalah sebagai titik keberangkatan utama menuju beberapa pelabuhan di Pulau Samosir.

Salah satu pelabuhan yang disambangi kapal-kapal yang berangkat dari Pelabuhan Ajibata adalah Ambarita. Karena menjadi pelabuhan utama, maka Pelabuhan Ajibata memiliki peran yang cukup penting dalam mobilitas penduduk dan pelancong di Kawasan Danau Toba.

Presiden saat itu, Joko Widodo meresmikan Pelabuhan Ajibata pada Rabu, (2/2/2022), sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pariwisata di kawasan Danau Toba. Pembangunan pelabuhan dimulai pada tahun 2017 sebagai bagian dari pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.

Sejarah Orang Batak Ternyata Ada di Pulau Samosir

Peresmian Pelabuhan Ajibata oleh Jokowi bersamaan dengan enam pelabuhan lainnya di kawasan Danau Toba. Pelabuhan Ajibata melayani penyeberangan feri dengan rute Ajibata–Tomok dan Ajibata–Ambarita.

Beberapa kapal yang beroperasi di pelabuhan ini antara lain KMP Tao Toba I dan II, KMP Ihan Batak, KMP Pora-pora, dan KMP Kaldera Toba. Selain kapal feri, tersedia pula kapal-kapal tradisional milik masyarakat yang melayani rute menuju wilayah lain di Pulau Samosir seperti Nainggolan dan Onan Runggu.

Pelabuhan ini dilengkapi dengan terminal dua lantai seluas ±2.070 m², area parkir kendaraan seluas ±4.200 m², serta fasilitas pendukung seperti lift, eskalator, toilet ramah disabilitas, dan sistem manajemen antrean. Total luas pelabuhan mencapai sekitar 8.700 m².

Mau ke Pulau Samosir? Ini Pilihan Rutenya

Bus Tayo dan Angkot Si Benteng Gratis Bagi Pelajar Tangerang

Sebanyak 40 armada bus Tayo dan angkot si Benteng gratis disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mendukung transportasi hari pertama pelajar masuk sekolah. Melalui dinas perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, bus dan angkot ini disediakan untuk kelancaran transportasi pelajar agar tidak terlambat.

Kehadiran bus Tayo dan angkot Si Benteng gratis bagi pelajar ini merupakan komitmen dari program Gampang Sekolah. Di mana ini diinisiasi mempermuda akses siswa menuju sekolah tanpa ongkos atau biaya tambahan.

“Layanan angkutan ini menjadi dukungan konkret dari pemerintah untuk memastikan anak-anak dapat berangkat ke sekolah tepat waktu tanpa beban biaya,” kata Kepala Dishub Kota Tangerang Achmad Suhaely.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan akses pendidikan yang mudah bagi semua anak. Di hari pertama sekolah, kami ingin anak-anak merasa semangat khusunya di hari pertama sekolah dan terbantu dengan layanan bus gratis ini,” tambahnya.

Untuk diketahui, 40 armada bus ini dibagi di empat koridor. Yang mana, masing-masing koridor utama yang telah ditentukan dilayani sepuluh bus gratis dan sembilan angkot si Benteng.

Langkah dan komitmen ini sendiri diambil sebagai bentuk perhatian Pemkot Tangerang terhadap kebutuhan transportasi aman, nyaman, dan juga terjangkau bagi para pelajar. Sehingga dengan ini kedepannya kebiasaan menggunakan kendaraan sejak dini bisa tumbuh.

“Program ini bukan hanya untuk hari pertama sekolah saja. Tapi, terus berlanjut karena telah diluncurkan sejak Hari Pendidikan Nasional lalu. Jadi, silakan untuk dimanfaatkan bersama, karena armada Bus Tayo aman, dan nyaman,” lanjutnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa dan orang tua dapat memanfaatkannya secara optimal. Bus dan angkot ini akan mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

Sehingga dengan Waktu operasional tersebut, para pelajar tidak perlu khawatir akan terlambat saat tiba di sekolah.

“Kami mengajak seluruh anak-anak untuk menggunakan fasilitas ini dengan baik, menjaga ketertiban, dan menjaga kenyamanan bersama selama perjalanan. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik dalam menciptakan kebiasaan positif untuk berangkat ke sekolah,” tutupnya.

Bus “Tayo” dari Tangerang Beroperasi Hingga Bandara Soetta

Dua ‘Bocil’ Menjadi Pelaku Pelemparan Batu ke KRL, Apa Sanksinya?

Menjadi tranding saat terjadinya pelemparan batu ke Kereta Rel Listrik (KRL) terbaru dari Cina lintas Bogor. Kejadian tersebut membuat perjalanan KRL menjadi terganggu, bahkan kereta yang mengalami kerusakan pada pintu harus masuk menuju Depo KRL Depok dan dilakukan perawatan. Informasi yang didapat dari berbagai sumber, KRL dengan seri CLI-125 dengan nomer KA 1322 dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Bogor hingga 3 hari untuk perawatan sekaligus penggantian kaca yang alami keretakan parah.

Pintu kaca KRL yang terkena lemparan batu hingga alami retak parah. (Foto: Dok. Istimewa)

Penelusuran berlanjut hingga akhirnya pelaku diketemukan. Pelaku ternyata dua orang bocah kecil (bocil) yang ternyata mengakui hanya iseng melempar batu ke KRL yang melintas. Keisengan mereka yang berdampak fatal hingga kaca kereta Commuter Line atau KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Stasiun Bogor pun retak.

Usai menerima laporan pelemparan, di hari yang sama petugas pengamanan segera terjun ke lokasi. Pada 17.20 WIB, petugas KAI Commuter pun menyisir titik pelemparan untuk mencari pelaku. Pelaku yang berhasil ditemukan dan masih anak-anak yakni MF (8) dan MFS (10) saat memberi keterangan kepada kepolisian bahwa Saat itu, MF dan MFS memang sedang bermain lempar-lemparan. Dari hasil pengakuan anak itu, lemparan MF yang mengenai kaca kereta.

Penyelesaian kemudian dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat. Hasilnya, orang tua bocil tersebut bersedia bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan anaknya. Lalu apakah ada sanksi yang dijatuhkan kepada kedua pelaku? Penjelasan yang disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Eko Agus mengatakan bahwa, dari mediasi kedua orang tua pelaku pelemparan siap bertanggung jawab. Dikarenakan pelaku masih di bawah umur, kedua belah pihak sepakat untuk membuat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Hingga saat ini rangkaian KRL tersebut masih “parkir” di depo guna perawatan dan perbaikan khususnya pada kaca yang mengalami keretakan tersebut. Meski tidak ada korban, tindakan hal tersebut sangat berbahaya dan mengancam keselamatan para pengguna serta petugas yang berada di dalam Commuter Line, dan tentu saja menimbulkan kerugian material. KAI Commuter juga berkomitmen dan serius dalam memberantas tindakan vandalisme pelemparan kereta ini karena tidak hanya merugikan, tetapi juga dapat menimbulkan korban jiwa. Namun, hal ini juga perlu menjadi perhatian semua pihak, termasuk masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian secara tegas melarang tindakan menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya dan tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian. Selain itu, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII tentang kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang, pelaku dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Untuk itu, pihak KAI Commuter mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur rel, untuk menjaga keamanan perjalanan kereta dan mendukung penuh gerakan anti-vandalisme terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian.

Geger! Diduga Terkena Tembakan, Jendela Kaca KRL Jabodetabek Berlubang

Mau ke Bandara Harus Naik KA? Yuk, Simak Stasiun-stasiun KA yang Terhubung dengan Bandara dan Tarifnya

Kereta api sebagai moda transportasi masal yang kian hari kian ramai, sungguh sangat dimudahkan dari berbagai fasilitas dan lokasinya yang strategis. Tak hanya itu akses mudah menuju stasiun pun kini semakin mudah dalam jarak dan waktu. Selain akses mudah, jalur kereta api saat ini juga bisa melalui kawasan yang strategis bahkan bisa menuju ke transportasi lainnya. Salah satunya adalah menuju bandara. Beberapa bandara di Jawa dan Sumatera kini sudah bisa diakses menggunakan kereta api.

Sarana KRL yang merupakan salah satu rute kereta dari dan menuju Bandara Soetta.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada enam bandara yang terintegrasi langsung dengan layanan kereta api. Dengan menggunakan kereta bandara, Anda bisa sampai di bandara tepat waktu, bebas macet, bahkan nyaman membawa koper. Ini daftar bandara yang terhubung dengan stasiun kereta berikut harga tiketnya yang dilansir laman detik.

1. Bandara Kualanamu (KNO)
– Lokasi: Deli Serdang, Sumatera Utara
– Rute Bandara: Stasiun Medan
– Tarif: Rp 30.000 – Rp 55.000

2. Bandara Minangkabau (PDG)
– Lokasi: Padang Pariaman, Sumatera Barat
– Rute Bandara: Stasiun Pulau Aie
– Tarif: Rp 10.000

3. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)
– Lokasi: Palembang, Sumatera Selatan
– Rute Bandara: Stasiun DJKA
– Tarif: Rp 10.000

4. Bandara Soekarno-Hatta (CGK)
– Lokasi: Tangerang, Banten
– Rute Bandara: Stasiun Manggarai
– Tarif: Rp 70.000 – Rp 80.000

5. Bandara Adi Soemarno (SOC)
– Lokasi: Boyolali, Jawa Tengah
– Rute Bandara: Stasiun Solo Balapan – Madiun
– Tarif: Rp 7.000 – Rp 40.000

6. Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)
– Lokasi: Yogyakarta, DIY
– Rute Bandara: Stasiun Yogyakarta
– Tarif: Rp 20.000 – Rp 60.000

Dalam hal ini, layanan kereta menuju bandara juga menerapkan angkutan bagasi yang dibawa oleh penumpang saat menggunakan kereta bandara. Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bandara menetapkan aturan barang bawaan untuk penumpang kereta bandara. Tujuannya untuk kenyamanan perjalanan dan penumpang lainnya.

Barang bawaan yang melebihi kapasitas dan tidak memenuhi ketentuan di atas, tidak diperbolehkan dibawa masuk ke dalam KA bandara dan disarankan menggunakan jasa pengiriman barang melalui ekspedisi. Bagasi yang dapat dibawa naik ke dalam KA bandara adalah 20 kg/penumpang. Panjang maksimum 150 cm dan lebar maksimum 60 cm dengan maksimal terdiri dari 4 koli (item bagasi/barang bawaan).