Penumpang Wajib Tahu! Mulai Jumat, KRL Tujuan Tanah Abang Pindah Peron di Stasiun Rangkasbitung

Pembangunan Stasiun Rangkasbitung yang digadang-gadang menjadi lebih luas dan megah sudah pasti mengalami perubahan untuk naik dan turun kereta api. Penumpang pun selalu di himbau oleh petugas stasiun untuk diarahkan agar tidak terjadi salah naik dan turun kereta. Tak hanya itu, saat ini pembangunan bagian peron membuat jalur kereta api yang seharusnya disinggahi, kini bakal ada perubahan.

Diketahui perubahan ini dilakukan seiring dengan pelaksanaan switch over tahap kedua dalam proses pembangunan Stasiun Rangkasbitung. Hal ini membuat jalur pemberangkatan Commuter Line tujuan Tanah Abang dari Stasiun Rangkasbitung akan berpindah ke jalur 4 dan 5 yang baru mulai hari ini, Jumat (17/10).

Ilustrasi KRL Commuter Line.

KAI Commuter yang bekerja sama dengan DJKA dan Balai Teknik menyelenggarakan switch over tahap dua tersebut mencakup proses pekerjaan seperti persinyalan, jalur rel, dan fasilitas layanan pengguna di area stasiun. Pembangunan Stasiun Rangkasbitung ini telah mencapai progres fisik sebesar 92 persen per 16 Oktober 2025.

Pemberangkatan Commuter Line tujuan Tanah Abang dilayani pada peron jalur 4 dan 5. Sebelumnya, perjalanan tersebut menggunakan peron sementara pada jalur 5 dan 7 yang kini tidak dipakai. Sementara itu untuk flow pengguna Commuter Line yang akan masuk ke area peron stasiun masih menggunakan akses eksisting yang saat ini telah digunakan.

Lalu bagi penumpang pengguna kereta lokal menuju Stasiun Cilegon, Serang, hingga Merak masih tetap di jalur 2 Stasiun Rangkasbitung. Termasuk pada boarding pass stasiun, penumpang masih diarahkan di jalur yang sama. Karena pengerjaan tahap selanjutnya tidak mempengaruhi jalur kereta Commuter Line Merak tersebut.

KAI Commuter optimis pembangunan stasiun ini diharapkan dapat melayani hingga 83 ribu pengguna Commuter Line setiap harinya. Angka tersebut melonjak dibanding rata-rata harian sebelumnya yang hanya mencapai 24 sampai 26 ribu orang.

Saat ini, Stasiun Rangkasbitung melayani 120 perjalanan Commuter Line Jabodetabek serta 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap harinya. KAI Commuter mengimbau para pengguna yang naik atau turun di Stasiun Rangkasbitung agar menyesuaikan peron keberangkatan dan kedatangan sesuai jalur yang baru.

KAI Commuter terus mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur perkeretaapian agar perjalanan kereta semakin lancar dan dapat melayani lebih banyak pengguna Commuter Line.

Naik Kereta Api Cuma Bayar Tiga Ribu Rupiah aja, Jalan – jalan ke Banten, Yuk

Selain Nagreg Ternyata Ada Pula Stasiun Tertinggi di Wilayah Lain, Apakah Itu?

Hampir semua masyarakat tahu bahwa stasiun tertinggi yang dimiliki berada di wilayah Kabupaten Bandung yaitu Stssiun Nagreg. Stasiun aktif ini letaknya pada ketinggian +848 meter yang merupakan satu-satunya di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Sebenarnya ada stasiun yang dicap oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sebagai stasiun paling tinggi di Indonesia yaitu Stasiun Cikajang. Stasiun ini memiliki ketinggian +1.246 meter, namun sudah tidak beroperasi sejak November 1982.

Nah, ternyata Stasiun Nagreg ada saingannya untuk ketinggian tersebut. Bahkan pemandangannya lebih bagus dan jauh dari keramaian jalan raya. Stasiun di wilaysh ini pun terkenal cukup dekat dan memilki nama yang sama sebagai cagar budaya oleh PT KAI. Stasiun ini bernama Stasiun Mrawan.

Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

YA, menurut kabar dari sumber, ternyata Stasiun Mrawan merupakan stasiun tertinggi yang dimiliki wilayah Daop 9 Jember. Namun kalau ditanya soal ketinggian, jelas masih rekor dipegang oleh Stasiun Nagreg. Nah, Stasiun Mrawan ini lokasinya berada di ketinggian +524 meter di atas permukaan laut.

Stasiun kecil ini memiliki 2 jalur yang tersedia. Namun karena semua kereta api (KA) tidak berhenti disini, jalur yang sering digunakan adalah jalur 2 saja. Wilayah Daop 9 Jembet rata-rata memiliki sistim persinyalan secara mekanik (manual) termasuk Stasiun Mrawan ini.

Meski bangunannya kecil, namun peran stasiun ini tak main-main, lho. Stasiun Mrawan ternyata menjadi penggerak roda perekonomian wilayah Jember dan Banyuwangi. Sejak awal, stasiun itu menjadi jalur utama pengangkutan hasil perkebunan seperti kopi, gula, dan beras ke berbagai daerah di Indonesia.

Nama Mrawan berasal dari nama sebuah sungai yang mengalir di dekat kompleks stasiun mrawan maupun terowongan. Selain ketinggian stasiun, masyarakat yang biasa melakukan perjalanan dengan KA baik dari Banyuwangi maupun sebaliknya pun pasti melewati Terowongan Mrawan yang tentunya sangat legendaris.

Terowongan Mrawan dibangun sejak tahun 1902 dan selesai pada 1910 oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan dimulai dengan mendirikan tembok di kedua sisi terowongan pada periode 1901-1902, kemudian dilanjutkan dengan konstruksi lengkung penutup yang memakan waktu delapan tahun.

Terowongan Mrawan. (Foto: Dok. Istimewa)

Terowongan itu berada di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru. Tepatnya di KM 30+777. Sampai saat ini, Terowongan Mrawan merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia, Cuma kalah dari terowongan Sasaksaat, bagian dari jalur kereta api yang menghubungkan Padalarang – Purwakarta – Cikampek, yang memiliki panjang 949 meter.

Setiap perjalanan di jalur ini tentunya membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi serta mempertegas kontribusi KAI terhadap pengembangan wilayah. Dengan nilai sejarah yang kuat, lanskap alam yang memukau, dan potensi peran strategis dalam pergerakan ekonomi, Stasiun Mrawan berdiri sebagai simbol harmoni antara transportasi modern, potensi lokal, dan kebanggaan nasional.

Sempat Hancur Dilanda Gempa, Terowongan Mrawan Kembali Kokoh Hingga Ratusan Tahun

Jejak Kereta Api Masa Kolonial: Stasiun Tulungagung dan Kisah Jalur Cabang Trem ke Trenggalek dan Tugu

Di Pulau Jawa pada masa era Kolonial Belanda memang banyak sekali pembangunan jaringan jalur kereta api. Pada jalur utama khususnya, banyak memiliki percabangan di setiap stasiun yang berada di kofa-kota besar Pulau Jawa. Gunanya adalah untuk memudahkan masyarakat maupun angkutan barang seperti hasil bumi yang akan dikirim ke berbagai dari kota besar.

Tak hanya Pulau Jawa, diketahui memang Belanda banyak sekali membangun jaringan rel kereta api di wilayah lain, seperti Madura, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, tak terkecuali di Tulungagung pada era kolonialisme dulu.

Nah, pada tahun 1939 diperkirakan menjadi tahun terakhir Belanda membangun jalur rel. Hal ini tercatat dalam sejarah pembangunan jalur rel pada masa Netherland-Indische, hingga. Bahkan total panjang keseluruhan jalan rel di Indonesia mencapai 6811 kilometer.

Tentu pembangunannya dilaksanakan beberapa perusahaan pemerintah dan swasta Belanda, seperti Staat Spoorwegen dan Netherland Indische Spoorwegemaatschappi. Selain itu perusahaan kereta api pemerintah kolonial, juga seperti Oost Java Spoorwegemaatschappij, Soerabaja Stoomtram Maatschappij, dan masih banyak lagi sebagai perusahaan swasta.

Jalur kereta api Tulungagung – Trenggalek era Kolonial Belanda. (Foto: Dok. Heritage Kereta Api)

Di Tulungagung sendiri, ternyata banyak sekali jaringan kereta api percabangan di pusat kota tersebut. Baik adanya jalur trem, jalur kereta api utama, maupun jalur kereta api percabangan (jalur simpang). Namun dari tahun ke tahun, jalur-jalur kereta api tidak semakin bertambah, malah semakin berkurang panjangnya.

Jalur kereta api ini memainkan peran vital dalam menghubungkan daerah-daerah pedalaman, termasuk wilayah Tulungagung hingga kecamatan Tugu. Jalur tersebut pertama kali selesai pada tahun 1923 dan dikenal dengan nama “Trem,” kereta berukuran kecil yang menjadi andalan transportasi antarwilayah.

Padahal trem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga membawa dampak ekonomi besar bagi masyarakat yang berada di sepanjang jalur tersebut. Namun sayangnya, jalur trem ini resmi dinonaktifkan pada 1 November 1932, dan kini hanya meninggalkan jejak sejarah yang tersebar di berbagai tempat di sekitar Tulungagung.

Jalur-jalur yang mati, banyak di antaranya karena kurangnya okupansi angkutan, kalah persaingan dengan moda angkutan lain, atau sebab lain. Jalur kereta yang mati, ada yang mati setelah Indonesia merdeka, bahkan sebelum Indonesia merdeka, atau masih dijajah juga ada yang terpaksa dimatikan.

Stasiun Tulungagung Diperluas! PT KAI Siap Mulai Proyek Perombakan Atasi Lahan Sempit Akhir Tahun 2025

Banyak jalur rel yang mati atau dinonaktifkan untuk sementara, bahkan ada yang dibongkar paksa oleh Jepang yang menjajah pada tahun 1942-1945, untuk diangkut dan dibangun kembali di Burma. Salah satu lintas jalur KA yang terpaksa dimatikan sebelum Indonesia merdeka adalah jalur mati Tulungagung-Trenggalek-Tugu.

Lintas Tulungagung-Trenggalek merupakan jalur cabang yang dibuka dalam 2 tahap pembangunan, yaitu 15 Juli 1921 (Tulungagung-Boyolangu-Campurdarat) sepanjang 14 Km, dan 1 Juli 1922 (Campurdarat-Bandung-Kedunglurah-Ngetal-Trenggalek-Tugu) sepanjang 25 Km.

Hingga saat ini, Stasiun Tulungagung tetap menjadi stasiun penting yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh, melanjutkan fungsinya sebagai penghubung antarwilayah di Jawa. Meski jalur trem telah lama ditinggalkan, semangat transportasi yang menghubungkan Tulungagung dengan berbagai kota masih tetap hidup di stasiun ini, menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif

Bak Chinatown, Stasiun Prabumulih Jadi Andalan Masyarakat Palembang untuk Berkumpul di Era Kolonial Belanda

Berada di wilayah Divisi Regional (Divre) 3 Palembang, inilah stasiun yang selalu ramai oleh penumpang setelah Kertapati. Ya, Stasiun Prabumulih merupakan stasiun besar sekaligus stasiun dengan jalur percabangan mengarah ke Tanjung Karang, Lampung dan ke Lubuklinggau.

Stasiun ini berfungsi sebagai persinggahan bagi berbagai perjalanan kereta api lintas Sumatera. Dengan letaknya yang strategis, Stasiun Prabumulih menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin bepergian ke berbagai kota di Sumatera, seperti Palembang, Lubuklinggau, dan Bandar Lampung.

Aktivitas kereta api di Stasiun Prabumulih. (Foto: Dok. Tangkapan Layar Youtube “Ikhsan Adilianta”)

Stasiun ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk mendukung kenyamanan penumpang, termasuk ruang tunggu, loket tiket, area parkir, serta aksesibilitas yang memudahkan mobilitas pengguna layanan kereta api. Selain itu, stasiun ini juga melayani berbagai kelas perjalanan, mulai dari ekonomi hingga eksekutif.

Tak hanya di jalur Pulau Jawa, Stasiun Prabumulih juga memiliki sejarah perkeretaapian yang legendaris. Stasiun yang merupakan salah satu bagian dari jaringan perkeretaapian di Sumatera Selatan ini, telah beroperasi sejak zaman kolonial Belanda.

Stasiun Prabumulih mulai dikenal pada tahun 1915 ketika Hindia Belanda membangun jalur kereta Kertapati – Prabumulih sepanjang 78 km dan jalur Prabumulih-Muara Enim sejauh 73 km pada tahun 1917.

Lalu pada periode tahun 1960 hingga 2000-an Stasiun Prabumulih adalah salah satu tempat tumpuan mencari nafkah bagi masyarakat sekitar, terutama warga Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur. Selain itu di lingkungan stasiun ini banyak juga tempat-tempat hiburan, dan tempat berkumpul sehabis mengumpulkan receh dengan segala profesi mereka.

Karena pada masa itu alat transportasi yang dianggap paling efesien dalam hal mengirimkan barang-barang dari satu kota ke kota lain adalah kereta api. Pengiriman hasil karet, beras, gula, bahkan buah-buahan seperti pisang, kelapa, jeruk, dan lain sebagainya dilakukan menggunakan kereta api.

Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Stasiun ini juga disebut-sebut sebagai Chinatown-nya Prabumulih karena disekitar stasiun selalu ramai dikunjungi. Para pedagang berjejer di sepanjang jalan depan stasiun, sedangkan di amplasemen terlihat para pedagang asongan seperti minuman dan makanan yang terbilang komplit.

Tak jauh dari stasiun juga ada penginapan sederhana atau losmen yang berjejer. Masyarakat pun juga tak luput menyempatkan bermalam di losmen tersebut untuk beristirahat atau melepas lelah dari perjalanan naik kereta api.

Nah, setelah memasuki periode tahun 2000-an ke atas, stasiun ini mulai lebih tertib, para pedagang asongan terlihat lebih rapi dan sudah lebih teratur serta jauh dari kesan kumuh. Fasilitas untuk calon penumpang kereta api pun sudah mulai lengkap hingga sekarang. Kenyamanan, keamanan, dan ketertiban sudah terasa di stasiun ini.

Modernisasi pun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang semakin meningkat. Selain itu, jalur kereta yang melewati stasiun ini juga terus dikembangkan untuk mengakomodasi perjalanan jarak jauh dan menghubungkan berbagai kota penting di Sumatera.

Saat ini, Stasiun Prabumulih menjadi salah satu pusat transportasi penting di wilayah Sumatera Selatan, mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah dengan layanan transportasi yang efisien dan nyaman.

Stasiun Payakabung Jadi Tempat Unboxing Kereta Ukur Terbaru

Mau Cita-cita Masinis? Yuk, Simak Daftar Sekolah Masinis di Indonesia

Menjadi masinis tentu sangat didambakan semua masyarakat yang telah lulus menjalani pendidikan bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan jenjang karir yang terjamin, menjadi seorang masinis tentu fokus dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

Mengingat betapa besar peran masinis di bidang perkeretaapian, tentu penting untuk memiliki ilmu dan keterampilan yang memadai untuk menjalankan peran tersebut. Seperti pada informasi mengenai lowongan pekerjaan sebagai masinis. Umumnya, terdapat syarat minimal pendidikan minimal, yakni SMA atau SMK.

Untuk SMA dibutuhkan yang mengambil peminatan jurusan IPA, sedangkan untuk lulusan SMK yang diutamakan adalah jurusan mesin, listrik, dan otomotif. Meski demikian di tingkat perguruan tinggi, ada program studi khusus yang lulusannya diproyeksikan untuk bekerja di bidang perkeretaapian. Jurusan tersebut adalah Program Studi Perkeretaapian.

Wajib Pendidikan Militer? Fakta Unik dan Tugas Sesungguhnya Seorang Calon Masinis KAI

Eits, tapi setelah melamar pekerjaan dan masuk kategori sebagai masinis, pelamar harus mengikuti program studi yang sudah dibentuk tentunya mengenai sistem perkeretaapian. Program studi ini biasanya terdapat di perguruan tinggi atau institusi pendidikan yang menawarkan program sarjana (S1) atau diploma (D3) di bidang teknik atau transportasi.

Nah, beberapa mata kuliah yang akan diajarkan seperti: teknik perkeretaapian, sistem operasi kereta api, teknologi kereta api, transportasi logistik, dan keamanan serta keselamatan. Adanya program studi perkeretaapian ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga ahli yang mampu bekerja di berbagai sektor terkait perkeretaapian, termasuk di perusahaan kereta api, perencanaan transportasi, manajemen operasi, konsultansi perkeretaapian, dan bidang terkait lainnya.

Masinis Kereta Api. (Foto: Dok. Istimewa)

Dengan mata kuliah tentang perkeretaapian, tentu dari kalian mencari sekolah pilihan yang berkaitan tentang karier sebagai masinis. Nah, berikut ini daftar nama sekolah masinis di Indonesia:

1. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (API)
Politeknik Perkeretaapian Indonesia, sebelumnya dikenal sebagai Akademi Perkeretaapian Indonesia (API), didirikan pada tahun 2009. Politeknik ini berada di bawah Badan Pengembangan SDM Perkeretaapian Perhubungan.

Politeknik Perkeretaapian Indonesia menawarkan lima program studi diploma III yang berkaitan dengan perkeretaapian, seperti perkeretaapian, teknik bangunan dan jalur perkeretaapian, teknik elektro perkeretaapian, teknik mekanika perkeretaapian, dan manajemen transportasi perkeretaapian.

2. Politeknik Negeri Madiun
Politeknik Negeri Madiun, pada tahun 2018, secara resmi membuka program studi teknik perkeretaapian jenjang Diploma IV (D4). Program studi ini memberikan pengetahuan tentang infrastruktur perkeretaapian, konstruksi kereta api, analisis rangkaian listrik, elektronika digital, dan sistem daya listrik kereta api.

3. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD)
STTD merupakan sebuah kampus yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. STTD menawarkan program studi jenjang diploma III dengan kurikulum yang mencakup berbagai bidang, seperti teknik sarana perkeretaapian, teknik persinyalan, teknik kelistrikan, teknik telekomunikasi, perencanaan operasi dan grafik perjalanan kereta api, serta perundangan-undangan perkeretaapian.

4. Institut Teknologi Sumatera (Itera)
Institut Teknologi Sumatera di Lampung menyediakan program studi teknik perkeretaapian. Itera berfokus pada pengembangan sistem transportasi darat, khususnya kereta api, di wilayah Sumatera. Program studi ini juga mencakup aspek teknologi masa depan seperti sistem digitalisasi, energi alternatif, kecepatan kereta, dan perubahan iklim.

Nah, itulah beberapa sekolah masinis yang bisa kalian daftar jika ingin bercita-cita sebagai masinis. Setelah fokus mendalami pendidikan dan lulus di sekolah teknik, alhasil cita-cita yang sebelumnya hanya harapan bakal jadi kenyataan.

Inilah Semboyan yang Wajib Kalian Tahu Saat Bepergian Menggunakan Kereta Api

Sangat Ikonik! Satu-satunya Panorama di Pesisir Laut Utara, Paling Digemari Penumpang KA

Perjalanan sangat identik dengan panorama gunung, sawah, pedesaan, dan pantai. Terlebih yang membuat nyaman penumpang dalam melihat pemandangan adalah saat berjalan di siang hari karena tentu saja dapat melibat secara rinci meskipun kereta api berjalan secara cepat. Nah, dari perjalanan tersebut tentu ada pemandangan yang terkenal luar biasa indah, bahkan menjadi ikonik di daerah tersebut.

Salah satunya berada di jalur utara Pulau Jawa. Selain menawarkan pemandangan yang indah, tak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat stasiun kereta api (KA) yang hingga kini masih aktif untuk melayani perjalanan KA. Ya, stasiun ini adalah Stasiun Plabuan. Jika kalian pernah mendengar nama stasiun tersebut, pasti yang terlintas adalah panorama hamparan laut utara yang luas.

Perjalanan kereta api yang melewati Kabupaten Batang ini tentu mengasyikkan karena rel yang melintas persis di sisi Laut Jawa. Nah, Stasiun Plabuan inilah satu-satunya stasiun KA yang berada pinggir pantai di Indonesia. Lokasinya berada di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Pengoperasian stasiun dengan elevasi hanya +4 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini ada di bawah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.

Rangkaian kereta api melewati pesisir laut di area Stasiun Plabuan. (Foto: Dok. Instagram/@muhammadpuguhmadani)

Sebenarnya stasiun ini sudah eksis sejak lama, yiatu tahun 1898. Fungsinya adalah sebagai tempat pengisian air bagi lokomotif pada zaman dahulu yang masih memakai tenaga uap. Jadi tentu saja banyak kereta api yang singgah di Stasiun Plabuan ini.

Hingga memasuki awal tabun 2000-an, Stasiun Plabuan masih melayani naik dan turun penumpang. Bahkan stasiun ini masih melayani pembelian tiket secara langsung. KA yang berhenti di Stasiun Plabuan adalah KA Kaligung yang masih menggunakan rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD). Sisanya merupakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang berhenti, namun hanya berhenti menunggu pergantian jalur dengan KA lainnya.

Sangat disayangkan, saat memasuki pembangunan jalur ganda (double track) , Stasiun Plabuan sudah tak melayani naik dan turun penumpang lagi. Meskipun stasiun ini masih aktif beroperasi, namun hanya melayani perjalanan KA yang melintas secara langsung saja.

Disisi lain pihak dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sadar betul akan keunikan dan keindahan dari stasiun ini. Karena saat menggunakan kereta api khususnya kelas eksekutif maupun wisata, setiap kali akan melintas di Stasiun Plabuan, kondektur memberitahu bahwa kereta akan melewati jalur tepi laut. Jadi, sebagai penumpang ini momen paling berharga dan tentu saja bisa menyiapkan kamera untuk mengabadikan keindahannya.

Mengingat sudah tidak ada kereta api yang berhenti di Stasiun Plabuan, mau tidak mau untuk berkunjung ke stasiun ini pun harus mencari cara lain. Biasanya untuk bisa ke tempat itu, masyarakat memakai kendaraan pribadi seperti kendaraan roda dua atau roda empat.

Akses menuju Stasiun Plabuan pun kini lebih mudah. Bisa dari Jalan Raya Alas Roban dengan patokan keluar melalui Pasar Plelen serta memasuki Hutan Siluwok atau nantinya bisa melalui keluar Gerbang Tol KIT Batang – Gringsing yang sebentar lagi akan dibuka untuk umum.

Bagaimana, kalian berminat menikmati keindahan laut dari sudut pandang Stasiun Plabuan?

[Video] Stasiun Plabuan – Stasiun Aktif di Indonesia yang Berdiri Kokoh di Tepi Laut Jawa

Menikmati ‘Slow Travel’ Berkelas: Mengintip Kemewahan Kereta Wisata Ikonik The Vietage di Vietnam

The Vietage adalah satu-satunya gerbong kereta mewah yang beroperasi di Vietnam. Kereta ini menawarkan pengalaman perjalanan yang unik dan sangat eksklusif, jauh dari hiruk pikuk jalur kereta komuter biasa, dengan mengedepankan konsep slow travel yang mewah dan penuh nostalgia.

Dioperasikan oleh jaringan hotel dan resor mewah Anantara, The Vietage bukan sekadar alat transportasi, melainkan destinasi itu sendiri, yang membawa penumpang melintasi pemandangan paling indah di Vietnam Tengah.

The Vietage pertama kali diluncurkan pada tahun 2020 oleh Anantara Hotels, Resorts & Spas. Proyek ini bertujuan untuk mengisi ceruk pasar wisata mewah di Vietnam dengan menawarkan rute kereta api yang dramatis, menghubungkan resor-resor Anantara yang terletak di sepanjang pantai Vietnam Tengah.

Gerbong mewah ini secara teknis merupakan gerbong tunggal yang dimodifikasi secara eksklusif dan kemudian disambungkan ke salah satu rangkaian kereta komersial milik Vietnam Railways (sering disebut Reunification Express). Konsep ini memungkinkan penumpang menikmati rute bersejarah dengan privasi dan layanan bintang lima.

Konsep utama The Vietage adalah “Slow Travel”—menekankan pada pengalaman menikmati pemandangan dan pelayanan daripada kecepatan tiba. Perjalanan ini dirancang sebagai pelengkap bagi wisatawan kelas atas yang menginap di properti mewah di Da Nang, Hoi An, Quy Nhon, atau Nha Trang.

The Vietage menjanjikan pengalaman intim dan eksklusif, karena kereta ini hanya terdiri dari satu hingga dua gerbong eksklusif dengan kapasitas penumpang yang sangat terbatas, yang mana maksimal 12 penumpang per perjalanan. Terdapat enam bilik pribadi yang luas di setiap gerbong, yang masing-masing dapat menampung dua orang. Setiap tempat duduk diletakkan di sisi jendela panorama.

Layanan Bintang Lima
Santapan Gourmet termasuk dalam tiket adalah hidangan gourmet tiga menu yang disiapkan oleh koki, menampilkan perpaduan rasa Vietnam dan Perancis. Penumpang disuguhi minuman sepuasnya (free-flow) yang meliputi anggur pilihan, mocktail, cocktail khas, bir, dan minuman ringan.

Gerbong dilengkapi dengan area bar duduk yang mewah di mana penumpang dapat bersosialisasi dan menyaksikan mixologist menyiapkan minuman. Layanan pijat gratis (biasanya pijat kepala dan bahu selama 15-30 menit) tersedia di area spa mini di dalam gerbong.

Orient Express, ‘Berjuta Cerita’ dari kereta Mewah Legendaris Eropa

Stasiun Tulungagung Diperluas! PT KAI Siap Mulai Proyek Perombakan Atasi Lahan Sempit Akhir Tahun 2025

Stasiun Tulungagung, merupakan stasiun besar yang berada di antara petak Stasiun Ngujang dengan Sumber Gempol. Stasiun yang berada di lokasi strategis ini, menawarkan akses yang strategis untuk perjalanan ke destinasi wisata dan fasilitas umum di sekitarnya.

Stasiun yang memiliki ketinggian kurang lebih 85 meter dari permukaan laut ini memiliki emplasemen jalur rel kereta api tiga jalur aktif dan satu jalur non-aktif (jalur 4). Hingga kini, Stasiun Tulungagung merupakan salah satu stasiun kelas besar dengan fasilitas prasarana yang terbilang komplit.

Dari arsitektur bangunannya saja, Stasiun Tulungagung merupakan stasiun cagar budaya dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Ornamen-ornamen gaya khas jaman kolonial Belanda masih terawat dan kokoh hingga bisa dilihat masyarakat saat ini.

Beberapa fasilitas yang cukup tersedia di stasiun ini membuat para calon penumpang kereta api merasa terbantu. Namun, Stasiun Tulungagung masih terkendala dengan sempitnya lahan karena bagian depan langsung menghadap jalan raya.

Bagian depan Stasiun Tulungagung yang langsung menghadap jalan raya. (Foto: Dok. Istimewa)

PT KAI wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memang berencana akan merombak area tersebut yang dimulai pada Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan fokus pada area depan stasiun.

Setelah itu, proyek akan dilanjutkan ke sisi selatan dan utara, dengan target penyelesaian menyeluruh pada tahun 2028. Selain menata ulang akses keluar-masuk, PT KAI juga akan menambah fasilitas pendukung untuk mitigasi risiko penumpang.

Dalam proses penataan arus lalu lintas di sekitar stasiun, PT KAI akan berkoordinasi erat dengan Dinas Perhubungan Tulungagung agar rekayasa lalu lintas bisa berjalan aman dan minim gangguan bagi masyarakat.

Hingga kini pergerakan masyarakat pengguna kereta api untuk naik dan turun di Stasiun Tulungagung masih terkendali. Diketahui banyak kereta api yang berhenti di stasiun ini, seperti kereta api jarak jauh (KAJJ) dan kereta lokal (commuter Dhoho) untuk mengantar masyarakat menuju destinasi kota tujuan di Pulau Jawa.

PT KAI pun berharap dengan keberadaan Stasiun Tulungagung sebagai salah satu simpul transportasi utama di wilayah selatan Jawa Timur bisa semakin representatif, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah.

Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif

Hari Ini, 78 Tahun Lalu, Chuck Yeager Jadi Orang Pertama Terbang Melebihi Kecepatan Suara

Pada hari ini, 78 tahun lalu, bertepatan dengan 14 Oktober 1947, kapten pilot Angkatan Udara AS, Chuck Yeager menjadi orang pertama yang berhasil terbang melebihi kecepatan suara. Pesawat penelitian yang ia juluki Glamorous Glennis, Bell X-1, berhasil terbang Mach 1 lebih. Peristiwa bersejarah ini terus ditutupi oleh Amerika Serikat (AS) karena proyek ini sangat rahasia sampai tahun berikutnya.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Jet NASA X-15 Jadi Pesawat Pertama yang Melesat 4,675 Km Per Jam!

Dilansir Space.com, sebelum ditugaskan menjadi pilot uji pesawat supersonik  Bell X-1 dan berhasil menjadi orang pertama terbang melebihi kecepatan suara, Chuck Yeager melalui pasang-surut selama berkarir menjadi pilot Angkatan Udara AS.

Yeager diketahui lahir pada tahun 1923 dari keluarga sederhana. Sejak kecil tak terpintas dalam benaknya akan menjadi pilot. Tetapi, siapa nyana, garis tangan menuntunnya ke sana. Itu dimulai pada tahun 1941 saat tergabung dalam korps Angkatan Darat AS untuk Perang Dunia II.

Pada tahun Juli 1942, ia dimutasi ke Angkatan Udara dan ditugaskan mengikuti pelatihan penerbangan. Ternyata ini keputusan sangat tepat. Dengan cepat, Yeager tumbuh menjadi seorang penerbang andal dengan bakat-bakat terpendam yang dimiliknya.

“Dia memiliki penglihatan 20/10 yang luar biasa, koordinasi fisik yang luar biasa, dan kemampuan luar biasa untuk tetap fokus dalam situasi stres. Sifat-sifat itu ditambah dengan garis kompetitif dan pemahamannya tentang mesin menarik perhatian instrukturnya,” bunyi tulisan dalam laman chuckyeager.com.

Di tahun 1943, Yeager masuk ke medan Perang Dunia II, menerbangkan 64 misi termpur selama 270 jam di Eropa. Ia sempat tembak jatuh pada 5 Maret 1944, di atas Bordeaux, Perancis. Ajaibnya, ia selamat.

Usai perang, ia ditugaskan sebagai asisten maintenance di bagian pesawat tempur di Divisi Uji Penerbangan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara AS di Wright Field, Ohio, AS. Di sini, ia mendapat kesempatan menerbangkan pesawat tempur yang sedang dikembangkan. Kepiawaiannya dalam menerbangkan pesawat tersebut, yang notabene masih dalam tahap penelitian, menyita perhatian petinggi USAF.

Setelahnya bisa ditebak, ia amat diandalkan dalam berbagai kesempatan, seperti di gelaran air show, dan berbagai kegiatan lainnya. Puncaknya, ia dipilih sebagai pilot uji pesawat penelitian Bell X-1 (dalam artikel lain disebutkan Bell XS-1) untuk terbang melebihi kecepatan suara.

Misi dimulai. Pada 10 Oktober 1947, ia berhasil menerbangkan Bell X-1. Tetapi belum sesuai harapan karena masalah pada pitch sehingga pesawat sulit dikontrol. Saran dari tim mekanik, Yeager harus menggerakkan horizontal tail Bell X-1 agar pesawat bisa terbang lurus dan terkontrol.

Pada 14 Oktober 1947, Yeager kembali menerbangkan pesawat Bell X-1. Ia mengikuti betul saran dan tim mekanik dan berhasil. Pesawat terbang stabil dan mencapai kecepatan Mach 0,83, 0,88, dan 0,92. Sempat stuck, Yeager menambah ketinggian di 42 ribu kaki dan kecepatan bertambah menjadi Mach 0,98.

Ia kemudian menaikkan lagi ketinggiannya menjadi 43 ribu dan pesawat berhasil mencapai kecepatan Mach 1 dan mencatatkan dirinya sebagai orang pertama yang terbang melebihi kecepatan suara (kecepatan supersonik).

Baca juga: Dituduh Promosi Ilegal, Airbus Diperkarakan Eks Pilot AS

Begitu juga dengan pesawatnya, Bell X-1 yang menjadi pesawat pertama melebihi kecepatan suara atau pesawat supersonik pertama. Ia pun dianugerahi penghargaan bergengsi, Collier Trophy, gelar yang menandakan penerimanya sukses melakukan pencapaian terbesar dalam sejarah, yang salah satunya juga diterima oleh Wrigh Bersaudara.

Setelah keberhasilan itu, Yeager terus diberi tugas-tugas menantang dalam rangka menguji pesawat yang jauh lebih cepat dari Bell X-1, salah satunya XF-104 Lockheed. Yeager terus melakukan itu sampai memasuki masa pensiun dan meninggal pada akhir tahun 2020 di usia 97 tahun. Adapun pesawat Bell X-1 tetap abadi dan digantung di Smithsonian Air and Space Museum.

Bagi Masyarakat Kereta Penolong Tidak Diharapkan untuk Beroperasi, Kenapa?

Identik dengan warna kuning. Ya, inilah yang disebut-sebut sebagai kereta penolong. Kereta ini memang sangat diharapkan dan diperlakukan khusus jika terjadi masalah atau peristiwa saat adanya kecelakaan kereta api. Layaknya manusia yang perlu pertolongan saat alami kejadian yang diluar dugaan, kereta penolong ini juga selalu hadir dengan membawa peralatan lengkap saat pasca kejadian.

Kereta penolong mayoritas memang berwarna kuning. Alasannya, karena untuk meningkatkan visibilitas dan agar mudah dikenali dalam situasi darurat. Warna kuning dipilih karena lebih mencolok dan dapat menarik perhatian lebih cepat di antara lingkungan yang ramai atau saat terjadi insiden, seperti kecelakaan atau bencana. Selain itu, warna ini juga menjadi identitas unik kereta tersebut dan memiliki julukan seperti “Pikachu” di kalangan masyarakat.

Saat bencana atau insiden pada kereta api terjadi, tentu dengan datangnya kereta penolong ini selalu menyedot perhatian masyarakat. Karena kereta jenis ini hanya keluar pada saat hal diluar dugaan tersebut.

Uniknya, ada sebuah unggahan di media sosial dari masyarakat yang mengetahui tentang adanya kereta penolong ini sempat disebutkan bahwa kereta tersebut merupakan kereta yang tidak diharapkan untuk beroperasi.

Karena kalau kereta ini keluar dari ‘garasinya’ berarti ada kondisi darurat yang mengganggu perjalanan kereta api. Dan itu prosesnya bisa lama, atau bisa juga hanya beberapa jam saja.

Kereta penolong jenis KRD. (Foto: Dok. KAI)

Kelengkapan yang dimiliki kereta penolong ini juga tak main-main. Banyaknya alat untuk evakuasi kereta/lokomotif yang mengalami kejadian seperti kecelakaan atau anjlok harus tersedia.

Fasilitas evakuasi tersebut antara lain tabung pemadam (APAR), tangga barang atau luncuran, tangga orang, alat pengelasan untuk memotong besi, fasilitas alat angkut dan alat berat untuk kasus kereta api yang anjlok.

Selain itu, ada pula fasilitas lainnya di kereta penolong berfungsi untuk mengevakuasi korban diantaranya ruang obat, ruang kru medis, ruang tindakan yang berfungsi sebagai tempat melakukan tindakan medis seperti operasi ringan dan sebagainya. Ruang resusitasi yang berfungsi sebagai tempat untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas, ruang pasien, gudang alat kesehatan, dan toilet.

Kereta penolong memang ada berbagai macam jenisnya. Ada yang hanya sebuah kereta biasa yang perlu ditarik lokomotif, dan bahkan ada pula kereta penolong dengan jenis Kereta Rel Diesel (KRD) yang mampu berjalan sendiri dengan kecepatan maksimal 100 km/jam. Biasanya yang sangat dibutuhkan adalah kereta penolong jenis KRD tersebut dengan julukan ‘pikachu’.

Kereta ini diproduksi oleh Balai Yasa Yogyakarta yang menggunakan metode alih fungsi dari KRD. Oleh sebab itu, dengan adanya KRD ini bisa lebih cepat tiba dilokasi kejadian. Kehadiran kereta api penolong ini juga menjadi inovasi KAI di sisi keselamatan penumpang dan kru kereta saat dalam kondisi darurat.

Yuk, Kenalan dengan Djoko Tingkir – Sang Kereta Penolong