Jamin Keselamatan Pejalan Kaki, Jaguar Land Rover Uji Sensor Indikator di Moda Otonom

Simpang siurnya pemberitaan tentang moda otonom dewasa ini membuat sebagian kalangan masyarakat menantikan kehadirannya meramaikan jalanan. Namun sejumlah regulasi baru harus segera dibentuk yang dikhususkan untuk mengatur pengoperasian dari kendaraan jenis ini di masa yang akan datang – salah satu yang paling santer diperdebatkan adalah tentang kemampuan si moda untuk membaca situasi di sekitar, terutama yang berkaitan dengan hambatan selama beroperasi.

Baca Juga: Kendati Futuristik, Namun Masih Banyak yang Meragukan Pod Otonom

Dalam menjawab permasalahan tersebut, Jaguar Land Rover punya solusinya! Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (30/8/2018), dilandaskan pada studi yang dilakukan oleh American Automobile Association yang menemukan bahwa 63 persen orang dewasa merasa khawatir jika keberadaannya tidak terdeteksi oleh sistem sensor yang ada di mobil otonom, Jaguar Land Rover merasa ini merupakan satu masalah serius yang akan menghambat laju perkembangan dari mobil otonom.

Perusahaan yang berbasis di Coventry, Inggris ini lalu menambahkan sebuah sensor yang dapat mengisyaratkan kepada para pejalan kaki bahwa dirinya sudah ‘terlihat’ oleh kendaraan tersebut. Sensor ini berbentuk seperti mata, namun perusahaan mengatakan mungkin penambahan sensor ini akan mebuat takut pejalan kaki ketika sensor tersebut sudah mengijinkan pejalan kaki untuk melintas – mungkin indikatornya akan berupa sebuah lampu penyeberangan atau bentuk lain yang hingga kini masih dipertimbangkan oleh perusahaan.

“Diharapkan, ini dapat mengurangi kekhawatiran para pejalan kaki yang takut tertabrak oleh kendaraan otonom,” ujar pihak Jaguar Land Rover. “Hadirnya indikator semacam ini juga dapat menawarkan jaminan psikologis pada setiap pejalan kaki, dimana mereka (para pejalan kaki) akan merasakan seperti melintas di depan kendaraan yang dikendarai oleh manusia, padahal itu otonom,” tandasnya.

Tidak bisa dipungkiri, sudah menjadi satu kebiasaan bagi setiap pejalan kaki untuk melihat ke arah kendaraan yang melaju ketika hendak menyeberang jalan. Ketika mereka sudah mendapat tanda berupa pengurangan laju kendaraan atau si pengemudi yang melambaikan tangan sebagai tanda dirinya sudah boleh menyeberang, hal inilah yang coba disasar oleh Jaguar Land Rover dalam mengembangkan teknologi sensor indikator ini.

Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi

“Kami sangat paham bahwa tanda-tanda seperti ini merupakan hal vital yang akan berpengaruh dalam perkembangan moda otonom di masa yang akan datang. Melalui uji coba sensor indikator ini, kami ingin mengetahui apakah penambahan teknologi ini dapat memberikan manfaat kepada para pejalan kaki atau tidak. Tapi kami yakin, dengan ditambahkannya teknologi sensor ini pada kendaraan otonom kelak, itu akan mengurangi kekhawatiran para pejalan kaki dan dapat melintasi jalan secara normal.” ujar Future Mobility Research Manager dari Jaguar Land Rover, Pete Bennett.

 

Saat Petugas Melakukan Hal Tak Perlu, Apakah Ini yang Membuat Penerbangan Tertunda?

Beberapa penumpang kerap mendapatkan adanya petugas yang melakukan hal yang tidak diperlukan. Bahkan mungkin penumpang tidak sadar akan yang dilakukan para petugas itu. Tapi, apakah hal tersebut yang membuat penerbangan tertunda sejenak?

Baca juga: Video Ground Crew Lempar Bagasi Menjadi Viral, AirAsia Minta Maaf

Kalau jawabannya ya, artinya hal tersebut tidak seharusnya terjadi bahkan tidak perlu dilakukan oleh petugas-petugas itu. Memang bisa dikatakan bandara menjadi salah satu lokasi terbesar yang dirancang untuk menciptakan kekacauan terbesar pada saat-saat tersibuk.

Sementara maskapai penerbangan hadir untuk menambah kekacauan itu sembari berusaha untuk melakukan penerbangan pesawatnya tepat waktu dan tidak melakukan keterlambatan agar tidak mengganggu yang lainnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman inc.com (28/8/2018), hal tersebut dilakukan maskapai sebenarnya untuk mengumpulkan data statistik dalam ketepatan waktu keberangkatan mereka.

Sedangkan untuk karyawan maskapai penerbangan dan bandara mereka terkadang merasa dilecehkan dan tidak bersemangat. Apalagi jika harus melakukan penanganan bagasi pada dini hari atau waktu subuh.

Beberapa pekerja bandara saat-saat itu banyak yang melakukan sesuatu tanpa basa basi dan seperti bersenang-senang. Sampai seorang penumpang memvideokan serta mengunggahnya di Facebook sehingga viral dan dilihat hampir tiga juta kali oleh warga net.

Bahkan penumpang tersebut menambahkan caption “Inilah sebabnya penerbangan saya begitu lama untuk terbang. Saya khawatir.”

Sebenarnya, alasan pesawat lama lepas landas banyak yang menjadi faktor seperti pesawat dengan lorong tunggal dan disorganisasi penerbangan. Penumpang yang tidak memerhatikan kelompok naik hingga penumpang yang membawa koper besar ke dalam pesawat juga menjadi faktor keterlambatan penerbangan.

Baca juga: Bawa Kabur Bombardier Dash 8 Q400, Nasib Ground Crew Horizon Air Berakhir Nahas

Mungkin banyak yang berpikir pekerjaan ramp bandara adalah main-main karena menunggu proses boarding dilakukan sehingga mereka baru melakukan pekerjaannya. Bahkan petugas yang melakukan pekerjaannya sering di udara dingin, saat gelap hingga situasi kotor yang hanya bisa ditolerir oleh beberapa orang

Tetapi beberapa diantara mereka masih bisa mendapatkan sedikit kesenangan dari pekerjaannya. Namun, berapa banyak orang yang bisa melakukan dan mengatakan hal tersebut setiap hari?

Sempat Mengular, KA Gajayana Priority Kini Berganti Menjadi Luxury

Sampai saat ini mungkin masih banyak warga masyarakat pengguna kereta api yang bingung membedakan Kereta Priority dan Luxury. Bahkan beberapa diantaranya ada yang menyamakan kedua kereta yang dibanderol dengan tarif cukup tinggi tersebut dengan kereta kelas eksekutif biasa.

Baca juga: PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!

Untuk itu, KabarPenumpang.com akan membahas apa perbedaannya dan kapan saja kereta-kereta ini beroperasi. Perbedaan paling utama adalah Kereta Priority merupakan kereta wisata sedangkan Kereta Luxury adalah kereta tidur atau sleeper.

Kedua kereta ini biasanya berangkat dari Jakarta melalui Stasiun Gambir dan menuju kota-kota besar seperti Semarang, Surabaya dan Malang. Namun, untuk Luxury sendiri saat ini beroperasi dari Stasiun Gambir menuju, Semarang, Surabaya dan Malang serta sebaliknya.

Sedangkan untuk Kereta Priority beroperasi dari Stasiun Gambir menuju Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Malang. Tetapi untuk tujuan Malang keberangkatan Stasiun Gambir atau sebaliknya baru saja operasionalnya berakhir.

Humas Kereta Api Wisata (KAWIS), Evi mengatakan, Kereta Gajayana Priority dari Gambir menuju Malang sudah beroperasi mulai Maret 2018 hingga Agustus 2018 kemarin. “Untuk Gambir-Malang berakhir pada 31 Agustus 2018 dan Malang-Gambir pada 3 Septermber 2018 atau tepatnya hari ini.”

Evi mengatakan, dengan berakhirnya periode Kereta Gajayana Priority, maka akan digantikan dengan Luxury yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk tarif, Kereta Priority tak jauh berbeda dengan Luxury dan kursi yang digunakan pun berbeda.

Baca juga: Menjajal Sensasi KA Gajayana “Next Generation” dari Malang ke Jakarta

KA Gajayana Priority sendiri pada awal beroperasi di Maret 2018 kemarin dikenakan harga promo Rp600 ribu dan kemarin sebelum masa berakhirnya dikenakan tarif normal Rp1 juta. Sedangkan untuk kereta Gajayana Luxury sendiri di banderol dengan harga Rp1,4 juta rupiah baik dari Gambir-Malang atau sebaliknya. Keberangkatan dari Gambir pada hari Jumat dan dari Malang pada Minggu.

Meski begitu, bagi pecinta kereta api yang mau menggunakan Kereta Priority saat ini masih ada untuk tujuan Gambir-Bandung (PP) beroperasi setiap hari. Gambir-Yogyakarta (PP) Argo Lawu Priority dalam seminggu ada dua kali perjalanan dan Taksaka Priority satu kali perjalanan yakni Jumat dari Gambir dan Minggu dari Yogyakarta.

Wanita Muda Melahirkan di Peron Saat Akan Masuk ke Lift

Melahirkan di dalam moda transportasi baik darat, laut maupun udara bukanlah hal yang diinginkan seorang ibu hamil. Tetapi jika hal itu terjadi baik ibu yang akan melahirkan dan awak moda transportasi mau tak mau harus mempersiapkannya.

Baca juga: Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat

Baru-baru ini seorang ibu muda yang melakukan perjalanan dari Mumbai ke Lucknow dengan menggunakan kereta Pushpak Express. Wanita 27 tahun itu tiba-tiba merasakan sakit dan mules yang luar biasa saat kereta tiba di stasiun Bhusawal malam hari.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ndtv.com (2/9/2018), wanita itu kemudian di bantu turun oleh penumpang wanita lain karena terlihat sangat kesakitan dari dalam gerbong kereta. Kemudian membawa wanita yang akan melahirkan ini dekat dengan petugas dan meminta segera memanggil dokter dari rumah sakit atau klinik di stasiun kereta api.

“Para penumpang mendekati petugas untuk meminta memanggilkan dokter agar menolong wanita hamil itu,” ujar seorang pejabat kereta api.

Wanita hamil itu dibantu untuk masuk ke lift, tetapi belum sempat naik lift, bayi laki-laki dari rahim wanita itu lahir di peron.

“Baru mau masuk ke dalam lift, wanita itu sudah melahirkan di peron,” ujar pejabat kereta itu lagi.

Atas kelahiran bayi tersebut, ibu dan bayinya kemudian di bawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan. Kejadian ini mengingatkan pada awal tahun 2018, dimana seorang wanita yang duduk di kursi prioritas kereta cepat di Jepang mengalami kontraksi akan melahirkan.

Baca juga: Penerbangan Tertunda, Seorang Tentara dengan Mengharukan Lihat Video Istri Melahirkan di Ponsel

Untungnya saat itu ada seorang mantan perawat yang melihat peristiwa tersebut dan membantunya. Tak lama bertanya, air ketuban wanita tersebut pecah dan saat itu kereta berada di antara Stasiun Matsudo dan Kashiwa.

Perawat tersebut melebarkan handuk dan menyuruh wanita itu duduk. Lima menit kemudian, kepala bayi tersebut keluar dan diikuti bagian tubuh lainnya. Peristiwa bahagia ini baru pertama kali terjadi di kereta cepat Japan Rail East.

Makan dan Minum Gratis di Kereta India Bila Tak Diberi Tagihan

Makanan gratis siapa yang tidak mau? Biasanya ini adalah hal yang ditunggu-tunggu setiap orang. Hal ini pula diberlakukan oleh Indian Railways, dimana jika penumpang kereta tidak mendapatkan tagihan untuk makanan atau minuman yang dibeli di setiap stasiun kereta, maka penumpang bisa makan dan minum secara gratis.

Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman economictimes.indiatimes.com (30/8/2018), adanya kebijakan ini merupakan hasil dari taktik overpricing dari vendor. Sehingga penumpang tidak akan tertipu oleh mereka, bahkan IRCTC (Indian Railway Catering and Tourism Corporation) telah memastikan bahwa para penumpang yang membeli makanan dan minuman tidak membayar lebih dari apa yang seharusnya mereka bayarkan.

Diketahui, antara April dan Oktober tahun 2017 lalu, setidaknya ada lebih dari tujuh ribu keluhan adanya pengisian makanan yang berlebih di kereta api. Kelebihan barang seperti makanan di kereta api atau di stasiun adalah masalah terbesar kedua kereta api India.

Adapun kebijakan makan gratis sendiri diberlakukan sejak 31 Maret 2018 kemarin dan ini merupakan awal dari tren baru dimana Indian Railway mewajibkan semua penumpang yang bepergian dengan kereta api meminta tagihan sekalipun hanya secangkir kopi. Hal ini sendiri disampaikan oleh Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal yang meminta Indian Railways untuk memastikan bahwa tidak ada tagihan berlebih.

Sehingga saat disediakan pada penumpang, kereta api tidak dapat memanfaatkan kebutuhan tersebut dengan menambah tagihan yang berlebih. Pendekatan yang sama pun telah diterapkan pada kios-kios makanan di stasiun kereta api dan vendor baru-baru ini oleh Indian Railways. Dimana mereka memiliki kewajiban untuk menghasilkan tagihan untuk setiap barang sekecil apapun yang dibeli oleh penumpang.

Baca juga: Tergerus Zaman, Tradisi Bawa Bekal dan Berbagi Makanan di Kereta India Mulai Hilang

IRCTC telah mulai memberi tahu penumpang tentang kebijakan baru melalui situs pemesanan tiketnya. Sebelumnya, IRCTC sendiri sudah memperkenalkan mesin point of sale (POS) untuk billing onboard train. Mesin POS sendiri sudah tersedia di SBC-NDLS Karnataka Express sebagai contoh pertama.

Indian Railways mengatakan bahwa 100 lebih mesin POS akan dihadirkan pada 26 kereta pada fase berikutnya. IRCTC juga mengerahkan para pejabatnya di atas kereta untuk tujuan memantau layanan katering. Para pejabat ini disediakan dengan Tablet (Tab) yang akan digunakan untuk pengumpulan umpan balik penumpang.

Jalin Kemitraan dengan Google Maps, RedBus Siap Mudahkan Perjalanan Pelancong

Kabar gembira bagi Anda yang biasa menggunakan aplikasi penunjuk arah Google Maps, karena pada Kamis (30/8/2018) kemarin, salah satu cabang dari mesin pencarian Google ini baru saja memiliki fitur yang dapat memberikan informasi seputar transportasi yang diperlukan semisal Anda ingin bepergian menuju satu kota atau destinasi.

Baca Juga: Redbus dan Bosbis, Dua Apikasi Pembelian Tiket Bus AKAP Online

Hadirnya fitur semacam ini tidak lepas dari kerja sama yang terjalin diantara Google Maps dan Redbus, sebuah platform booking tiket bus online. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gadgets.ndtv.com (30/8/2018), dengan adanya kemitraan ini maka para wisatawan yang masih bingung dengan jaringan transportasi di kota yang sedang ia tuju dapat tercerahkan.

Selain itu, informasi transportasi bus antar kota juga tersaji – lengkap dengan statistik rute yang dilewatinya. Tidak hanya bus, pun dengan kereta api dan beberapa sarana transportasi berbasis massal lainnya. “Kemitraan yang terjalin dengan Google Maps ini merupakan langkah alami menuju pengorganisasian informasi melalui cara yang dapat berimbas pada orang banyak,” tutur Senior Vice President Products Redbus, Krishnan Ramaswami.

Krishnan juga menambahkan, kemitraan ini dapat berperan besar terhadap kualitas perencanaan perjalanan seseorang. “Kami yakin bahwa kemudahan teknologi yang coba kami terapkan melalui kemitraan ini mampu meningkatkan kualitas perencanaan perjalanan para pelancong – dan itu akan memudahkan setiap perjalanannya,” tandasnya.

Diketahui, Redbus telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 2.300 operator bus dari seluruh penjuru dunia, termasuk bus yang dikelola oleh pemerintah. Di sini, Google akan menyajikan beragam informasi yang relevan terkait perjalanan yang hendak dilakukan oleh pelancong – tentunya dengan sejumlah data yang sudah terlebih dahulu diinput oleh si pelancong.

Baca Juga: Bus AKAP Rambah Aplikasi Online

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Redbus merupakan bagian dari perusahaan perjalanan online MakeMyTrip yang didirikan pada tahun 2006 silam. Berbasis di Bengaluru, platform pemesanan tiket online ini lalu menyebarkan jangkauan usahanya, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Kolombia dan Peru.

 

Di Inggris Anda Bisa Hemat Tiket Kereta Senilai Rp542 Ribu, Cukup dengan Singgah ke Gerai Starbucks!

Setiap otoritas perkeretaapian di seluruh dunia berhak untuk menentukan besaran tarif yang sekiranya hendak dibebankan kepada para penumpangnya – tidak seperti dunia aviasi yang bisa dibilang lebih fleksibel karena penentuannya ditentukan oleh banyak aspek, salah satunya adalah harga minyak dunia. Semisal di Ibukota harga tiket Commuter Line Jabodetabek paling mahal adalah Rp6.000 dan kenaikan nilai tersebut dilandaskan pada jauhnya jarak tempuh, lalu bagaimana dengan di luar negeri sana?

Baca Juga: Hitachi Siap Digitalkan Perkeretaapian di Inggris, Seperti ini Caranya!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (30/8/2018), mereka menyebutkan bahwa dengan Anda singgah di gerai kopi Starbucks selama kurang lebih empat menit, Anda bisa menghemat £28 atau yang setara dengan Rp542.000. Tentu penyataan ini menimbulkan pertanyaan di benak Anda semua, bukan? Bagaimana bisa Anda yang datang ke Starbucks untuk membeli kopi malah bisa menghemat Rp542.000?

Diketahui harga tiket perjalanan dari London (Stasiun King’s Cross) menuju Newcastle dengan menggunakan layanan London North Eastern Railway (LNER) pada pukul 07.30 waktu setempat adalah £153 atau yang setara dengan Rp2,9 juta. Namun seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda bisa menghemat £28 atau yang setara dengan Rp542.000 cukup dengan cara datang lebih awal menuju stasiun.

Tidak perlu terlalu pagi, cukup datang sebelum pukul 07.26 waktu setempat – empat menit lebih awal menuju Stasiun King’s Cross dan menggunakan layanan Hull Trains, maka harga yang ditawarkan untuk tujuan yang sama adalah £125 atau berkisar Rp2,4 juta. Sebuah selisih harga yang akan sangat dipertimbangkan oleh orang Indonesia mengingat jumlahnya yang tidak sedikit bagi kita.

Dengan berbekal sebuah kopi Starbucks, kiranya itu bisa menemani perjalanan Anda menuju Newcastle di pagi hari dengan tarif perjalanan yang lebih murah. Sebuah pertanyaan timbul, mengapa harga kedua layanan tersebut berbeda cukup signifikan, padahal rute yang dioperasikan sama?

Hal ini ditengarai karena adanya privatisasi yang terjadi di tubuh operator. “Namun privatisasi tersebut tidak sepenuhnya memegang kendali terhadap melonjaknya harga tiket,” ungkap Head of Fares di Rail Delivery Group (RGD), Andy Wakeford. “Tingginya harga ini lebih dikarenakan sistem yang buruk – namun banyak politisi yang malah memperdebatkan peningkatan presentase harga per bulan Januari, tanpa membenahi sektor yang lebih vital,” tandasnya.

Baca Juga: Stasiun Dent, Jadi Stasiun Tertinggi di Inggris dan Disewakan untuk Penginapan

Tentu saja, hal seperti ini dapat membawa dampak yang semakin buruk ke depannya semisal tidak dibenahi sedini mungkin. Diperlukan pembahasan secara mendetail dan menyeluruh untuk menemukan titik penyebab bobroknya sistem pertiketan di sana. Sederhananya seperti itu.

Kembangkan Wahana VTOL, Uber Gandeng NASA dan Angkatan Darat AS

Belum lama ini Uber Elevated yang menangani divisi taksi udara bekerja sama dengan NASA dan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS). Kerja sama tersebut terjalin pada 9 Agustus 2018 lalu di University of Texas (UT) di Austin dengan perencanaan dan presentasi yang menampilkan ahli aeronautika dari UT.

Baca juga: Soal Taksi Udara, Inilah Serangkaian ‘PR’ yang Kudu Diselesaikan Volocopter

KabarPenumpang.com merangkum dari laman dailymail.co.uk (23/8/2018), proyek kerja sama ini akan membantu Uber mengembangkan kendaraan terbang yang lebih baik untuk layanan taksi perkotaan serta aplikasi militer. Bahkan untuk baling-baling saat lepas landas tidak akan berisik alias dibuat lebih tenang, sebab ini nantinya juga akan digunakan sebagai kendaraan militer.

NASA dalam proyek ini ambil bagian dengan menyediakan perangkat lunak kontrol udara. Pada awal Agustus 2018, Army Research Laboratory (ARL) memulainya untuk mengembangkan kendaraan terbang yang lebh baik bersama Uber dan pejabat dari UT di Austin.

Uber dan Angkatan Darat AS saat ini juga tengah mengembangkan sistem rotor ganda baru yang radikal untuk menggerakkan pesawat. Diharapkan taksi terbang ini bisa mengudara dengan ketinggian 1000-2000 kaki dengan kecepatan 150-200 mph dengan sekali terbang sejauh 60 mil untuk satu kali charger atau pengisian ulang daya.

Pesawat VTOL (Vertical Take Off and Landing) akan menggunakan baling-baling co-rotari yang ditumpuk. Dimana dua sistem rotor berada diatas satu dengan yang lain dan berputar kearah yang sama. Pengujian awal menunjukkan metode ini dimana baling-baling lebih tenang, fleksibel dan efisien dibandingkan untuk pesawat terbang.

Uber dan Angkatan Darat AS sebenarnya sudah melakukan penandatanganan kerja sama sejak Mei 2018 kemarin untuk pengembangan sistem. Kerja sama ini sendiri dimulai dengan US$1 juta atau setara dengan Rp14,6 miliar.

Baca juga: Tak Mau Ambil Risiko, Uber Kembangkan Riset dan Tinjau Mekanisme Layanan Taksi Udara

“Dalam perjanjiannya dengan Uber, pihak Angkatan Darat memanfaatkan pendekatan inovatif untuk berkolaborasi dengan mitra industri yang benar-benar di ujung tombak,” kata Dr Jaret Riddick, direktur Direktorat Teknologi Kendaraan ARL.

Adanya kolaborasi ini adalah kesempatan untuk mengakses pengetahuan bertahun-tahun yang diberikan kepada para ahli mata pelajaran di dalam lab. Ini akan memungkinkan Angkatan Darat untuk memajukan teknologi yang saling menguntungkan dengan cepat untuk menginformasikan tujuan untuk VTOL yang tenang dan efisien, atau operasi lepas landas dan pendaratan vertikal, untuk armada angkatan udara angkatan udara tanpa awak berikutnya. Ini mendukung prioritas modernisasi Angkatan Darat untuk pesawat angkat vertikal di masa depan.

Meluncur di 2023, Uber Masih Rahasiakan Kota Ketiga Untuk Taksi Terbangnya

Uber telah mencanangkan peluncurkan taksi terbang komersial pertama pada tahun 2023, bahkan Uber sudah mengumumkan akan memilih kota ketiga dari lima negara di luar Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. Negara-negara itu adalah Jepang, Perancis, Brasil, Australia dan India.

Baca juga: Tutupi Kerugian, Uber Bakal Maksimalkan Moda Transportasi Individual

Layanan taksi udara Uber akan terbang perdana di Los Angeles dan Dallas Fort-Worth dan demonstrasi akan dilakukan tahun 2020. Sedangkan di Dubai yang akan menjadi kota pertama peluncuran taksi udara Uber sepertinya sudah tidak ada masalah lagi.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari thedrive.com (30/8/2018), Uber mengatakan akan meluncurkan layanan taksi udaranya di kota yang masih dirahasiakan tersebut pada lima tahun kedepan. Bahkan beberapa tahun terakhir, Uber telah membuat beberapa langkah signifikan seperti bermitra dengan NASA untuk berfokus pada sistem manajemen lalu lintas tanpa awak bagi penumpang drone agar bergabung dengan sebuah koalisi mobil terbang dengan 21 anggota di Jepang yang mencakup Airbus, Boeing dan Toyota.

Hambatan paling signifikan pada Uber sebagaian besar pada teknologi, politik dan kepercayaan publik. Dengan baterai ringan yang kuat dan cukup ringan agar memudahkan memfasilitasi perjalanan drone penumpang menjadi aman adalah salah satu masalah lainnya.

Tetapi memiliki undang-undang regional di salah satu tempat yang bahkan memungkinkan untuk penyebaran luas dari konsep futuristik adalah hal lain. Sebab pada akhirnya pun tanpa mempercayai pelanggan yang mengambil kesempatan dan masuk ke drone penumpang tanpa pengemudi, maka layanan ini gagal bahkan sebelum lepas landas.

Tetapi jika Uber berhasil membuat penumpang untuk menggunakan drone penumpang, layanan ini akan terlihat dalam tindakan nyata. Hal tersbeut juga menyangkutkan pada kota ketiga yang masih dirahasiakan Uber untuk menyeleksi kriteria termasuk populasi metropolitan lebih dari dua juta orang.

Dimana hub yang berbeda dari daerah berpenduduk kesungguhan yang terbukti di kawasan itu untuk mendukung layaan carpooling dan bandara setidaknya satu jam dari pusat kota. Tanpa faktor-faktor tersebut, tidak mungkin Uber akan mempertimbangkan dalam memilih kota sebagai mitra berikutnya.

Lima negara yang ada dalam list Uber, semuanya memiliki daya tarik yang berbeda-beda karena setiap daerah memiliki keunggulan tersendiri dalam kriteria tersebut. Jepang, salah satu negara paling maju di dunia terkait transportasi publik dan inovasi teknologi.

India memiliki masalah kemacetan infrastruktur yang serius, dengan implementasi drone penumpang memberikan kesempatan yang luar biasa untuk mempelajari efek samping. Australia dilaporkan sudah cukup bersedia menggunakan transportasi udara.

Perancis, tentu saja, adalah rumah bagi pusat teknologi baru Uber yang sedang dalam pengembangan. Untuk Brazil, itu adalah penggunaan umum transportasi helikopter yang memikat bagi Uber yang secara tidak sengaja, telah memungkinkan pengguna untuk mengarahkan kendaraan tersebut melalui aplikasinya.

“Mengenai lepas landas vertikal dan teknologi pendaratan yang melekat dalam rencana bisnis Uber Air, kami melihat beberapa perusahaan sangat memperhatikan kemampuannya, karena memungkinkan kendaraan untuk naik dan turun dari platform apa pun yang cukup luas dan stabil untuk menahannya,” kata SureFly Workhorse.

Baca juga: Tak Mau Ambil Risiko, Uber Kembangkan Riset dan Tinjau Mekanisme Layanan Taksi Udara

Industri UAV (Unmanned Aerial Vehicle) penumpang komersial terus berkembang. Boeing baru-baru ini mengatakan itu mengantisipasi drone penumpang listrik menjadi lumrah dalam dekade berikutnya. Uber tentu saja bertanggung jawab untuk mendorong momentum ke depan di sini, di samping semua kompetisi, dalam mengubah nubuat itu menjadi sesuatu yang memuaskan diri.

Saat berdiri, Uber berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan di masing-masing dari lima negara, menimbang pro dan kontra dari masing-masing daerah sebelum membuat keputusan. Proses itu diperkirakan memakan waktu kurang dari enam bulan, jadi kita akan dapat membayangkan penerbangan demonstrasi Uber Air dengan gambaran yang lebih jelas dan jelas tentang latar belakang drone penumpang. Tetap disini.

Di 2027, Jerman Bakal Operasikan Jalur Trem Terpanjang di Tanah Bavaria

Pada akhir bulan Juni kemarin, sebuah kontrak yang berisikan perencanaan terperinci soal pembangunan jalur trem Stadt-Umland-Bahn Nuremberg baru saja disetujui oleh sejumlah otoritas terkait. Digadang-gadang, ini akan menjadi jalur Light Rail terpanjang yang ada di Jerman – yaitu dengan jarak 25 km. Dana yang dikeluarkan untuk jalur ini pun tidak sedikit, yaitu €300 juta atau yang setara dengan Rp5,16 triliun.

Baca Juga: Sematkan Sistem Peringatan Kecelakaan Dini, Inilah Trem Avenio M dari Siemens

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railjournal.com (31/7/2018), sebuah organisasi perencanaan khusus sengaja dibangun pada Maret 2016 kemarin guna melancarkan proyek Light Rail ini. Adapun tugas dari organisasi ini adalah untuk mempertemukan otoritas lokal yang ada di Erlangen, Herzogenaurach dan Nuremberg guna melanjutkan kontrak tersebut kepada konsorsium konsultan spesialis – yaitu, Gauff Rail Engineering, Rambøll dan Obermeyer Planen & Beraten.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata calon jalur trem terpanjang ini merupakan perpanjangan dari jaringan trem yang sebelumnya sudah ada di Nuremberg. Tepatnya, jalur ini akan mulai dibangun di jalur 4 Terminal Am Wegfeld yang kini melayani perjalanan dari kota Erlangen menuju Herzogenaurach PP yang berada di sebelah barat laut Nuremberg.

Semisal berhasil, maka izin perencanaan pembangunan akan dirilis pada tahun 2021 dan kontraktor dapat mulai membangun dua tahun berselang setelah izin dikantongi. Jika tidak dideru kendala yang berarti, lamanya pembangunan ini akan menelan waktu sekitar 4 tahun atau baru dapat beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

Kelak, rute trem terpanjang di tanah Bavaria ini diharapkan dapat dioperasikan oleh operator trem Nuremberg, VAG.

Dikutip dari sumber lain, angka pembangunan yang sudah disebutkan di atas ternyata belum termasuk pengadaan moda dan pembangunan depo pemeliharaan. Semisal diakumulasi secara keseluruhan (termasuk pengadaan moda dan pembanguan depo), maka biayanya bisa membengkak dua kali lipat.

Baca Juga: Trem di Melbourne, Jaringan Terpanjang di Dunia dan Jadi Ikon Kota

Namun itu semua tidaklah jadi masalah mengingat lebih banyaknya daerah yang bisa saling terkoneksi dengan hadirnya jalur baru ini kelak. Tidak menutup kemungkinan juga daerah-daerah yang baru terkoneksi jaringan trem ini akan semakin berkembang.

Rencananya, jaringan baru ini akan mengular di area seputaran stasiun lama di kota Herzogenaurach, tapi menggunakan penyelarasan yang serba baru dan akan mengular menuju pusat kota Erlangen via jalur Erlangen – Büchenbach.