Usulan Wapres Sediakan Ruang Laktasi di Kereta Api, Ternyata Negara Ini juga Akan Terapkan Hal yang Sama

Masih ramai diperbincangkan soal usulan dibuat kereta khusus perokok ini menjadi sorotan penting bagi warganet di media sosial. Bagaimana tidak, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sendiri sudah menempatkan area khusus perokok di lingkungan stasiun dengan posisi berada di ujung stasiun agar tak terkena terdampak dengan penumpang lainnya.

Bahkan tak semua stasiun menerapkan aturan merokok kepada penumpang kereta saat turun ataupun sekedar menunggu kereta di peron. Beberapa contoh yang bisa terlihat pada stasiun-stasiun yang disinggahi Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek. Penerapan aturan merokok tersebut harus berada di luar stasiun.

Bahkan dengan adanya polemik tersebut hingga Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan penolakannya terhadap wacana penyediaan gerbong khusus merokok di kereta api. Menurutnya, ide tersebut tidak sejalan dengan program prioritas pemerintah, terutama dalam sektor kesehatan.

Ilustrasi ruang laktasi di stasiun kereta api. (Foto: Dok. Istimewa)

Gibran menilai keberadaan gerbong merokok juga bertentangan dengan regulasi yang ada. Transportasi publik, termasuk kereta api, merupakan kawasan bebas rokok. Aturan tersebut sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, hingga Surat Edaran Nomor 29 Tahun 2014 tentang larangan merokok di sarana angkutan umum.

Sebagai gantinya, Gibran mengusulkan agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempertimbangkan penyediaan ruang laktasi di dalam kereta. Ia menilai fasilitas tersebut akan lebih bermanfaat dibanding gerbong merokok. Menurutnya, keberadaan ruang laktasi akan sangat membantu ibu yang bepergian bersama bayi atau balita. Selama ini, banyak penumpang perempuan merasa kesulitan untuk menyusui atau mengganti popok di perjalanan karena keterbatasan fasilitas.

Padahal aturan ketersediaan kereta khusus ibu, anak, dan ibu hamil maupun menyusui sudah ada dan diterapkan pada tahun 2010 lalu. Dimana dari rangkaian kereta api kelas kelas ekonomi yang diantaranya ada satu unit kereta dikhususkan untuk wanita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui.

Namun, kereta tersebut tidak sesuai dengan rencana. Penumpang kereta api malah tak memperdulikan kereta khusus tersebut dan bercampur dengan penumpang lainnya termasuk laki-laki. Penerapan kereta tersebut pun tak bertahan lama sampai akhirnya dihilangkan alih-alih saat itu penumpang membludak gunakan kelas ekonomi.

Selain itu kereta khusus laktasi juga akan diterapkan di India. Nantinya akan memiliki proyek kereta cepat yang pertama di negara tersebut. Kereta cepat yang digadang-gadang bakal memiliki rangkaian kereta jenis E5 Shinkansen dan akan dimulai dalam waktu dekat ini juga akan memiliki sebuah ruangan spesial bagi ibu menyusui, ruangan dengan cermin triplet untuk menghias diri, dan toilet khusus yang dirancang untuk bayi bersamaan dengan kamar mandi terpisah untuk pria, wanita, dan penyandang disabilitas.

Kereta cepat jenis E5 Shinkansen juga dilengkapi toilet bayi yang secara khusus dirancang di dalam kamar ganti bayi dan terdiri dari toilet duduk bayi, meja untuk ganti popok, dan wastafel rendah untuk kebutuhan cuci tangan anak-anak. Di kereta cepat E5 Shinkansen juga terdapat ruang multifungsi yang bisa digunakan untuk menyusui dan penumpang sakit serta toilet bagi penumpang pengguna kursi roda.

Sebelumnya usulan kereta khusus perokok disampaikan anggota Komisi VI DPR, Nasim Khan. Hal ini disampaikannya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, beserta jajaran. Nasim beralasan keberadaan gerbong khusus perokok bisa menjadi solusi bagi penumpang yang merokok ketika harus menempuh perjalanan panjang.

Go!Mama Hadirkan Pod Laktasi di Sentosa Singapura

Mudahkan Saat Boarding, KAI Terapkan 22 Stasiun Gunakan Layanan Face Recognition. Ini Dia Daftarnya

Sebelun naik kereta api tentu calon penumpang diharuskan memiliki tiket yang sesuai dengan nama, tanggal dan jam keberangkatan. Maka dari itu petugas kereta api yang berjaga di pintu masuk harus mrmperlihatkan tiket dan kartu identitas yang sesuai saat keberangkatan. Inu berfungsi agar tidak ada kesalahan saat naik kereta api dan menghindari dari penumpang yang tidak bertiket.

Sistem tersebut memang sudah diterapkan dari beberapa tahun yang lalu demi kenyamanan bersama. Namun, penerapan pengecekan kartu identitas secara manual kadang dikeluhkan masyarakat karena sedikit memakan waktu dan hingga terjadi antrian. Apalagi jika dalam keadaan terdesak saat terlambat untuk melakukan boarding, tentu sangat merepotkan bukan? Maka dari itu PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) kini sudah menerapkan sistem pengenalan wajah atau Face Recognition.

Nah, Stasiun Gambir merupakan stasiun pertama yang menerapkan sistem Face Recognition sejak 1 September 2023. Fungsinya tentu bertujuan untuk mempermudah kebutuhan boarding penumpang dengan perjalanan kereta api jarak jauh. Bagi penumpang yang hendak menerapkan layanan ini dapat melakukan registrasi terlebih dahulu.

Penumpang boarding gunakan layanan Face Recognition di Stasiun Gambir. (Foto: Dok. KAI)

Mengutip dari situs resmi KAI, Face Recognition Boarding Gate adalah fasilitas layanan boarding pada area pemeriksaan tiket yang dilengkapi dengan kamera untuk mengidentifikasi dan memvalidasi identitas seseorang melalui pindai wajah yang datanya sudah diintegrasikan dengan data tiket milik penumpang yang ada pada sistem boarding KAI.

Syarat yang dibutuhkan untuk mendaftar layanan Face Recognition Boarding adalah hanya cukup dengan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas lainnya yang masih berlaku dan foto diri atau selfie. Berikut langkah-langkahnya:

• Unduh aplikasi Access by KAI, atau update aplikasi KAI Access
• Lakukan masuk akun atau daftar akun terlebih dahulu
• Pilih menu ‘Akun’ lalu klik opsi ‘Registrasi Face Recognition’
• Isi data diri: Nama Lengkap, Nomor NIK, Tanggal Lahir dan Foto Diri
• Pastikan data diri sudah benar dan sesuai, lalu klik ‘Daftar Sekarang’
• Pendaftaran pendaftaran Face Recognition berhasil, proses selesai.

Terapkan Face Recognition, Boarding KA Jarak Jauh Kini Cukup Pindai Wajah

Penerapan sistem Face Recognition kini sudah meluas di beberapa stasiun kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera. Sebanyak 22 stasiun sudah gunakan sistem tersebut, untuk memudahkan para penumpang yang ingin gunakan kereta api dan tak perlu repot-repot menunjukkan kartu identitas kepada petugas yang berjaga di area boarding stasiun. Berikut daftar nama-nama stasiun yang sudah terapkan baording dengan Face Recognition:

1. Daop 1 Jakarta:
• Gambir
• Pasar Senen
• Bekasi.

2. Daop 2 Bandung:
• Bandung
• Kiaracondong.

3. Daop 3 Cirebon:
• Cirebon.

4. Daop 4 Semarang:
• Semarang Tawang
• Semarang Poncol
• Pekalongan
• Tegal.

5. Daop 5 Purwokerto:
• Purwokerto
• Kutoarjo.

6. Daop 6 Yogyakarta
• Yogyakarta
• Lempuyangan
• Solo Balapan.

7. Daop 7 Madiun:
• Madiun
• Blitar.

8. Daop 8 Surabaya:
• Surabaya Pasar Turi
• Surabaya Gubeng
• Malang.

9. Daop 9 Jember:
• Jember.

10. Divre 1 Sumatera Utara:
• Medan.

Penerapan Face Recognition Boarding Gate diharapkan semakin mempermudah dalam melakukan perjalanan, karena proses boarding akan jauh lebih cepat, praktis dan tidak memerlukan verifikasi berkas manual. Hal tersebut tentunya akan membuat lebih nyaman dalam menikmati seluruh proses perjalanan menggunakan kereta api.

Garuda Indonesia Luncurkan Toko Merchandise Offline Pertama di Termimal 3 Soetta

Garuda Indonesia pada Jumat (22/8) meluncurkan official merchandise store offline pertama yang diberi nama Garuda Indonesia Experience Store. Berlokasi di Area Domestik Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Garuda Indonesia Experience Store menyediakan berbagai produk merchandise resmi Garuda Indonesia serta produk-produk hasil kolaborasi dengan mitra.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani mengungkapkan bahwa keberadaan Experience Store ini akan memudahkan pengguna jasa maskapai untuk mendapatkan berbagai produk merchandise unik dan khas Garuda Indonesia.

“Dengan pendekatan one-stop shopping, Garuda Indonesia Experience Store diharapkan dapat mempermudah dan melengkapi keperluan perjalanan para pelanggan setia maskapai ini. Kami juga berharap keberadaan berbagai merchandise di Experience Store ini memperkuat ikatan emosional dan pengalaman penuh kesan yang pelanggan nikmati selama terbang bersama Garuda Indonesia,” ungkap Wamildan.

Di tahap awal, Experience Store akan menyediakan sedikitnya 58 jenis merchandise eksklusif bertema Garuda Indonesia, meliputi berbagai produk seperti tumbler, kaos, jaket, notebook, topi, bantal, payung, selimut, dan sebagainya. Selain itu tersedia pula produk-produk bertemakan Sky Explorer, hasil kolaborasi Garuda Indonesia dan IP unggulan lokal Tahilalats, seperti lanyard, totebag, gantungan kunci, magnet kulkas, cover koper, miniatur pesawat, hingga boneka.

Experience Store sendiri merupakan toko penjualan merchandise resmi pertama yang dimiliki oleh Garuda Indonesia. Ke depannya, Experience Store akan dikembangkan secara bertahap di beberapa lokasi lain, termasuk di terminal keberangkatan internasional, kantor-kantor penjualan Garuda Indonesia, hingga online marketplace. Merchandise dari Experience Store juga akan tersedia platform penjualan dalam pesawat (sales on board) GarudaShop.

“Ke depannya, Garuda Indonesia akan terus menghadirkan lebih banyak lagi inovasi berupa produk-produk kreatif, yang tidak hanya memberi nilai tambah bagi pengguna jasa, tapi juga mendorong kemajuan brand lokal ekonomi kreatif nasional,” tutup Wamildan.

Jangan Ragu! Barang-Barang di Kamar Hotel Ini Memang Gratis Dibawa Pulang

 

MS Prinsendam Pernah Mampir ke Indonesia dan Tenggelam 11 Oktober 1980

Empat puluh lima tahun lalu, dunia maritim dikejutkan oleh tenggelamnya kapal pesiar MS Prinsendam milik Holland America Line. Kapal yang diluncurkan Juli 1972 itu tenggelam di perairan Teluk Alaska pada 11 Oktober 1980, menjadi salah satu insiden pelayaran besar pada masanya.

Kebakaran di ruang mesin memicu malapetaka. Api yang cepat menyebar membuat nakhoda memutuskan untuk mengevakuasi seluruh penumpang. Saat itu, MS Prinsendam membawa lebih dari 500 orang, termasuk penumpang dan awak kapal.

Evakuasi besar-besaran dilakukan dengan bantuan Coast Guard Amerika Serikat, kapal dagang Soviet, serta kapal tanker yang kebetulan berada di jalur pelayaran. Berkat koordinasi internasional tersebut, seluruh penumpang berhasil diselamatkan—suatu keberhasilan yang jarang terjadi pada kecelakaan laut dengan skala besar.

Namun, beberapa hari setelah evakuasi, MS Prinsendam akhirnya tenggelam sepenuhnya di Laut Bering. Kapal sepanjang 164 meter itu pun resmi hilang dari lautan, menyisakan kisah dramatis tentang kerjasama lintas negara dalam penyelamatan maritim.

Meski namanya kemudian dipakai kembali oleh kapal lain pada 1988, bagi banyak pecinta sejarah pelayaran, MS Prinsendam (1973–1980) akan selalu dikenang sebagai kapal pesiar elegan yang berakhir tragis di dinginnya perairan Alaska.

Sejak awal, kapal yang dioperasikan oleh Holland America Line ini memang dirancang bukan untuk semua orang. Target utamanya adalah kalangan miliarder dan sosialita dari berbagai penjuru dunia, terutama Asia, yang ekonominya mulai menggeliat.

Prinsendam menawarkan pengalaman eksklusif. Mulai dari restoran mewah, pertunjukan di atas kapal, hingga kabin elegan bak hotel bintang lima. Namun kemewahan bukan satu-satunya daya tariknya. Prinsendam juga dibangun dengan standar keselamatan tinggi. Kapal ini dirancang tahan menghadapi cuaca ekstrem dan gelombang besar di lautan terbuka.

Struktur lambungnya diperkuat, sistem navigasi cukup modern untuk zamannya, dan protokol keamanannya dirancang agar tetap stabil bahkan dalam kondisi darurat. Prinsendam bukan hanya mewah, tapi juga tangguh.

Di Indonesia, gaung kemewahan Prinsendam sempat mampir. Menurut laporan Sinar Harapan (24 September 1978), kapal ini menawarkan pelayaran dari Singapura, Penang, Nias, lalu lanjut ke Indonesia Timur dalam rentang 5-9 hari.

Selama enam bulan pelayaran di perairan Indonesia, tiket harga selangit Prinsendam selalu ludes. Begitu pula tiket internasional yang membawa penumpang dari Indonesia menuju Amerika Serikat. Tentu, semua itu datang dengan harga yang tidak murah. Sekitar US$3-6 ribu.

MS Insignia Tiba, Tutup Rangkaian Tiga Raksasa Kapal Pesiar di Buleleng

Gandeng Bank Mandiri, Garuda Indonesia Online Travel Fair 2025 Tawarkan Promo Tiket Hingga 27 Agustus

Garuda Indonesia kembali menggelar Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2025, yang berlangsung pada 18–27 Agustus 2025 untuk periode perjalanan hingga 17 Agustus 2026. Program promo tiket tahunan ini hadir untuk memberikan kesempatan terbaik bagi para pelanggan dalam merencanakan perjalanan domestik maupun internasional dengan harga lebih hemat.

GOTF 2025 menghadirkan berbagai penawaran tiket terbaik di sejumlah rute populer, antara lain:

Penerbangan Domestik (pp)
Jakarta – Palembang mulai dari Rp1,1 juta
Halim Perdanakusuma – Denpasar mulai dari Rp1,6 juta
Jakarta – Pontianak mulai dari Rp1,6 juta
Jakarta – Palu mulai dari Rp2,2 juta
Jakarta – Labuan Bajo mulai dari Rp2,1 juta

Penerbangan Internasional (pp)
Jakarta – Hong Kong mulai dari Rp3,6 juta
Jakarta – Guangzhou mulai dari Rp3,7 juta
Jakarta – Tokyo (Haneda) mulai dari Rp4,6 juta
Jakarta – Bangkok mulai dari Rp4 juta
Jakarta – Seoul mulai dari Rp5,4 juta

Para calon pengguna jasa dapat memesan tiket promo GOTF melalui berbagai kanal pembelian, termasuk website garuda-indonesia.com, aplikasi FlyGaruda dengan menggunakan kode promo “GOTF”, Online Travel Agent (OTA), dan aplikasi Livin’ Sukha.

Pemegang Kartu Kredit Mandiri juga mendapatkan berbagai keuntungan tambahan, di antaranya:
Diskon ekstra hingga Rp3,5 juta
Cicilan 0% hingga 12 bulan
Diskon hingga Rp2,5 juta saat Flash Sale
Diskon hingga 30% untuk Prepaid Baggage
Diskon hingga 20% untuk Advance Seat
Welcome Bonus 1717 GarudaMiles bagi anggota baru GarudaMiles yang mendaftar selama periode GOTF

ASDP Dukung Program Taksi Air di Bali

Program taksi air atau water taxi di Bali, kini didukung oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan, dengan spirit melayani dan menghubungkan nusantara, ASDP ingin memastikan setiap inisiatif transportasi laut dapat memberikan nilai tambah bagi pariwisata Indonesia.

Dia juga menambahkan bahwwa ini bisa mendorong tumbuhnya lapangan kerja baru bagi masyarakat di destinasi.

“Keikutsertaan ASDP dalam kajian water taxi di Bali sebagai wujud nyata dukungan terhadap upaya pemerintah untuk membangun ekosistem transportasi maritim, yang mendorong pemerataan ekonomi,” kata Yossianis.

Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Bali, memberikan dukungan penuh pada program taksi air ini.

“Kemenko IPW memegang peran koordinasi lintas sektor, Kementerian Perhubungan sebagai pengampu kebijakan transportasi, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali yang berperan dalam integrasi daerah. Sinergi ini menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya layanan transportasi laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata dia.

Yossianis menambahkan, dalam program ini pemerintah meminta ASDP dan InJourney Airports untuk menyusun kajian menyeluruh terkait rencana implementasi water taxi. Kajian tersebut mencakup aspek bisnis, sosial-budaya, hingga keberlanjutan, sehingga hasilnya diharapkan mampu memastikan manfaat optimal bagi masyarakat dan pariwisata Bali.

Layanan water taxi ini, menurut dia, berpotensi menjadi solusi strategis dalam mengurangi kepadatan lalu lintas darat di Bali. ASDP hadir mendukung program pemerintah dengan melakukan kajian komprehensif terkait layanan transportasi laut yang aman, modern, dan terintegrasi.

Pihaknya berharap hasil kajian ini dapat menjadi pijakan kuat untuk menghadirkan konektivitas wisata yang lebih lancar, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Bali. Dari sisi transportasi, dia mengatakan, kehadiran water taxi dapat memecah beban arus wisatawan, mengurangi kepadatan menuju bandara, serta memperluas akses perjalanan laut yang nyaman.

Dengan jalur transportasi yang lebih cepat dan nyaman, diharapkan akan meningkatkan belanja wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di sektor pariwisata. VP Komersial PT ASDP Indonesia Ferry Rizki Dwianda menambahkan saat ini pihaknya bersama InJourney Airports sedang menyusun kajian bisnis dan sosial budaya untuk memastikan implementasi water taxi memberikan dampak positif yang optimal.

“Kajian ini penting agar setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat maksimal, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peluang usaha baru, maupun peningkatan pendapatan masyarakat lokal,” katanya.

Untuk diketahui, program pengoperasian taksi air sendiri sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah (Menko IPW) Agus Harimurti Yudhoyono.

 

Jangan Khawatir Barang Tertinggal di Kereta Api, Kalian Bisa Lapor ke Petugas KAI dengan Cara Ini

Bepergian menggunakan kereta api tentu mendapat kenyamanan dengan fasilitas yang di khususkan kepada para penumpang selama di ruang lingkup kereta api. Apalagi jika keamanan yang dijalankan, tentu bisa menjadi prioritas utama untuk masyarakat yang menggunakan kereta api dimanapun dan kapanpun.

Selain beberapa fasilitas penting untuk membantu para penumpang kereta api, tentu adanya fasilitas pelayanan penumpang yang sangat penting apalagi mengenai kehilangan barang.

Ya, jika kita lihat di luar negeri seperti Jepang. Contohnya saat kehilangan barang di negeri sakura itu ternyara cukup mudah. Berikut proses:

– Begitu menyadari ada barang yang tertinggal, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Lalu, catat informasi penting seperti: Waktu keberangkatan, jalur kereta, dan nomor kereta

– Di Jepang, kantor barang hilang dikenal dengan sebutan Wasuremono Toriatsukaijo. Kemudian, Di ruang Lost & Found, penumpang diminta mengisi formulir laporan kehilangan.

– Petugas akan menanyakan: deskripsi barang (warna, ukuran, merek), tempat dan waktu kehilangan, nama dan kontak penumpang dan formulir tersedia dalam bahasa Jepang dan Inggris, terutama di stasiun besar seperti Tokyo dan Osaka.

– Setelah laporan dibuat, petugas akan memantau barang yang hilang. Biasanya barang akan disimpan selama 1–2 minggu. Jika ditemukan, ada dua pilihan diambil langsung di stasiun terkait, dikirim ke alamat penumpang (biaya kirim ditanggung penerima).

Nah, bebetapa langkah yang disebutkan tadi, itu adalah contoh penting yang dilakukan masyarakat di Jepang jika ingin melaporkan kehilangan atau ada barang yang tertinggal di lingkungan kereta api.

Kotak khusus kehilangan barang penumpang kereta api yang tersimpan dengan aman. (Foto: Dok. Radarsolo)

Ternyata di perkeretaapian Indonesia langkah tersebut juga hampir mirip seperti di Jepang. bahwa penumpang tak perlu panik jika barang bawaan tertinggal atau hilang saat perjalanan. Keamanan barang pribadi merupakan bagian dari kenyamanan perjalanan karena itu, setiap laporan kehilangan kami proses secara serius, cepat, dan akuntabel.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyebutkan bahwa seluruh barang yang berhasil diamankan akan dikelola lewat sistem Lost & Found. Layanan ini pun menjadi bukti komitmen dari PT KAI dalam memberikan rasa aman bagi penumpang.

Pihak dari PT KAI tidak lupa untuk terus mengingatkan kepada para penumpang bahwa untuk selalu memeriksa barang bawaan sebelum turun atau meninggalkan stasiun.

Bila mengalami kehilangan, penumpang dapat langsung menghubungi petugas di stasiun atau memanfaatkan saluran resmi KAI, seperti Contact Center 121, WhatsApp di 081112111121, maupun email cs@kai.id. Loket layanan pelanggan juga tersedia di setiap stasiun untuk membantu proses pelaporan.

Dengan sistem yang terstruktur ini, KAI memastikan penumpang dapat memantau perkembangan penanganan barang hilang secara mudah, sekaligus merasa lebih tenang selama perjalanan.

Catat, Begini Cara Temukan Barang Tertinggal-Hilang di Stasiun-Kereta LRT Jabodebek

Kebelet Pipis di Bus Tanpa Toilet? Begini Tips Mengatasinya

Bagi banyak penumpang, perjalanan jauh dengan bus antarkota masih menjadi pilihan utama. Namun, tidak semua bus dilengkapi fasilitas toilet.

Situasi bisa jadi kurang nyaman jika tiba-tiba kebelet pipis di tengah perjalanan. Lalu, apa yang bisa dilakukan penumpang?

Berikut ini KabarPenumpang.com sudah merangkum tips nyaman saat kebelet pipis.

1. Manfaatkan terminal dan rest area
Sebelum bus berangkat dari terminal, sempatkan diri ke toilet apalagi bus yang dinaiki jelas tidak memiliki toilet di dalamnya. Biasakan juga ke kamar kecil saat bus berhenti di rest area, meskipun tidak terlalu ingin. Ini bisa mengurangi risiko darurat di jalan alias kebelet pipis saat dalam perjalanan.

2. Kenali pola istirahat bus
Sebagian besar bus AKAP memiliki jadwal berhenti setiap beberapa jam sekali untuk istirahat, makan, atau isi bensin. Tanyakan lebih dulu ke kru bus kapan perkiraan berhenti agar Anda bisa mengatur diri untuk ke toilet sebelum menahannya lebih lama.

3. Kurangi minum air berlebihan sebelum berangkat
Minum tetap diwajibkan sebelum melakukan perjalanan. Ini untuk menjaga hidrasi, tetapi minumlah secukupnya sebelum naik bus. Hindari minuman yang bersifat diuretik seperti kopi, teh, atau minuman bersoda yang bisa mempercepat keinginan buang air kecil.

4. Komunikasikan dengan kru bus
Jika sudah benar-benar darurat, jangan segan untuk berbicara dengan sopir atau kondektur. Biasanya, mereka bisa menepi sebentar di tempat aman agar penumpang tidak terlalu tersiksa.

5. Bawa “Plan B” untuk keadaan eksterm
Sebagian penumpang berpengalaman kadang menyiapkan botol kosong atau kantong plastik khusus sebagai langkah darurat. Meski terdengar ekstrem, cara ini bisa jadi penyelamat dalam perjalanan panjang di jalur sepi. Tapi jangan lupa urat malu seakan diputus karena ini cukup membuat harga diri sedikit turun. hehe.

6. Pilih bus dengan fasiliatas lengkap
Yang paling jelas adalah jika sering merasa tidak nyaman tanpa toilet, pertimbangkan untuk memilih bus kelas premium yang menyediakan toilet di dalam kabin. Meskipun lebih mahal, kenyamanan perjalanan akan lebih terjamin. Ini juga akan membuat penumpang yang kebelet pipis tidak harus berbicara pada kru bus untuk meminta berhenti sejenak.

Sering Kebelet Pipis Dalam Angkutan? Simak Tips Untuk Menahannya

Dibangun Pasca Kemerdekaan, Inilah Terowongan Ganda Karangkates yang Bersejarah Sejak Tahun 1960-an

Yang biasa naik kereta api lintas selatan rute Blitar – Malang pp., tentunya tak asing dengan terowongan ganda yang populer di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya ini. Ya, inilah Terowongan Karangkates yang digadang-gadang merupakan warisan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Eits, tapi jangan salah. Meskipun dibangun sejak era tersebut, namun bangsa Indonesia nyatanya juga mampu membangun sebuah terowongan rel kereta api.

Pada nyatanya tahun 1960-an, bangsa Indonesia sudah bisa membangun sendiri terowongan kereta api. Melansir akun Instagram @kai121_, terowongan Karangkates berlokasi di perbatasan Malang-Bitar, Jawa Timur. Terdapat dua Terowongan Karangkates, letaknya di antara Stasiun Pohgajih dan Stasiun Sumberpucung.

Terowongan Karangkates I memiliki panjang mencapai 892 meter. Sedangkan, Terowongan Karangkates II membentarng sepanjang 440 meter. Jarak antara kedua terowongan ini kurang lebih 500 meter, dengan jalur melengkung di dalamnya.

Rangkaian kereta api memasuki Terowongan Karangkates. (Foto: Dok. instagram/@agam_fidrsj

Kedua terowongan mulai dibangun pada tahun 1967-1969 bersamaan dengan pembangunan bendungan Ir. Sutami atau yang lebih familiar dikenal sebagai bendungan Karangkates. Terowongan Karangkates dibangun karena jalur lama peninggalan Belanda harus direlokasi lantaran terdampak pembangunan bendungan.

Karena faktor kondisi geografis maka jalur baru ini membutuhkan terowongan kemudian dibangunlah kedua terowongan yang merupakan terowongan kereta api pertama di Indonesia. Hal itu dikarenakan, pembangunannya dilakukan pasca-kemerdekaan dan dikerjakan oleh pekerja yang merupakan warga Indonesia.

Yang menarik, kedua terowongan ini juga memiliki pemandangan alam yang menawan di sisi kanan dan kirinya. Hal itulah yang menjadikan rute perjalanan kereta api Malang via Blitar sebagai salah satu rute dengan pemandangan terindah.

Menariknya, terkadang kondektur menginformasikan tentang sejarah pembangunan terowongan yang akan dilewati saat naik kereta api. Tak hanya melihat pemandangam yang indah, penumpang pastinya mendapat ilmu tambahan saat menikmati perjalanan kereta api. Tentu ini termasuk hal yang sangat diterima masyarakat karena tak sekadar menaiki dan menikmati perjalanan kereta api, namun ada sisi ilmu sejarah tentang perkeretaapian di Indonesia.

Jika kalian ingin merasakan sensasi Terowongan Karangkates, kalian bisa menggunakan kereta api sebagai berikut: KA Gajayana (Gambir-Malang), KA Brawijaya (Gambir-Malang), KA Kertanegara (Purwokerto-Malang), KA Malabar (Bandung-Malang), KA Malioboro Ekspres (Malang-Purwokerto), KA Matarmaja (Pasar Senen-Malang) dan KA Penataran (Surabaya-Blitar).

Jelajahi Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Ini Dia Urutannya

‘Lancar Jaya’, Perjalanan Bus Listrik PO Sumber Alam Uji Cobanya Diperpanjang Hingga 31 Oktober 2025

Apakah era bus listrik jarak jauh akan benar-benar terealisasi dalam Waktu dekat? Pertanyaan ini sepertinya akan segera terjawab dengan kehadiran saat ini melalui satu-satunya bus listrik antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sudah berjalan selama dua bulan.

Perusahaan otobus (PO)us sudah dua bulan ini melakukan uji coba operasional bersama Kalista. Bus milik PO Sumber Alam tersebut melaju di trayek Bekasi menuju Yogyakarta dan sebaliknya.

Tiket yang dibanderol pun cukup murah yakni Rp170 ribu per perjalanan. Bus yang mulai beroperasi pada 26 Mei 2025 kemarin, sampai hari ini tidak ada masalah atau kendala apapun baik dari armada Kalista maupun penumpang.

Manager PO Sumber Alam, Boy Setyadi Nugroho mengatakan, mulai dari fase pertama sampai yang kedua uji coba ini tidak ada masalah.

“Armadanya lancer, khususnya juga dukungan teknis dari kalista juga terus sampai hari ini nggak ada kendala sama sekali,” ujar Boy yang dirangkum dari berbagai laman sumber.

Bahkan dikatakan Boy, para penumpang menikmatinya perjalanan mereka dari Bekasi hingga tiba di Yogyakarta dengan bus listrik. Tak hanya itu, saat libur panjang, bus listrik ini pun terisi penuh penumpang.

Meski begitu perjalanan penumpang dari titik keberangkatan hingga tiba tidak ada kendala yang berarti sama sekali. Boy menegaskan, saat libur panjang tersebut menjadi momen masyarakat mencoba bus listrik jarak jauh.

“Sama enaknya dengan bus yang biasa sama waktunya tidak terlalu jauh dan lebih nyaman,” kata Boy.

Meski berjalan lancer, bus listrik milik PO Sumber Alam ini harus melakukan pengisian daya ketika di tengah jalan. Tetapi biasanya ini dilakukan bersamaan dengan servis makan penumpang.

Sehingga bisa dikatakan, pengisian daya bus listrik tidak memengaruhi Waktu perjalanan para penumpang. Sebagai informasi, perjalanan uji coba bus listrik PO Sumber Alam bersama dengan Kalista akan diperpanjang hingga 31 oktober 2025 mendatang.

Pada HUT RI ke-80 kemarin, tarifnya hanya Rp80 ribu untuk pembelian pada tanggal 17 Agustus 2025 dengan keberangkatan selama bulan Agustus 2025.

Bus Listrik AKAP Uji Coba Yogyakarta ke Bekasi