Pertama Kali di Asia Tengah, Busworld 2019 Juga Akan Digelar di Kazakhstan

Namanya masih terasa asing bagi warga Indonesia, karena akses penerbangan menuju negara Asia Tengah ini memang tak mudah, persisnya tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Kazakhstan. Namun, siapa sangka bahwa negara yang dahulunya adalah bagian dari Uni Soviet ini telah tumbuh sektor perekonomian dan wisatanya. Ditopang investasi besar-besaran di sektor pertambangan, Pemerintah Kazakhstan berharap dapat masuk sebagai TOP 30 Global Economies in The World dalam beberapa tahun mendatang.

Baca juga: Busworld South East Asia 2019 Siap Digelar di Jakarta, Inilah Pameran Bus Terbesar Berskala Internasional

Sebagai negara berkembang yang belum lama mendapat kucuran investasi minyak dan gas sebesar US$40 miliar, denyut bisnis di Kazakhstan patut diperhitungkan, dan sebagai manfaat positifnya adalah berkembangnya sektor transportasi.

Terkait transportasi berbasis massa, rencananya setelah berlangsungnya ajang Busworld 2019 di Jakarta, yang akan digelar pada 20 – 23 Maret mendatang, maka di Kazakhstan juga untuk pertama kalinya akan diselenggaraan Busworld di Almaty, yakni kota terbesar di Kazakhstan. Selain menjadi momen penyelenggaraan pertama di Kazakhstan, Busworld menandakan hadirnya pameran bus terbesar di kawasan Asia Tengah.

Busworld 2019 di Almaty akan berlangsung pada 25 – 27 Juni 2019. Sebagai negara yang keseluruhan aksesnya dibatasi oleh daratan, maka pembangunan sektor transportasi menempati prioritas utama. Dalam skala besar, Kazakhstan akan membangun “New Silk Road,” yakni proyek jalur kereta yang akan menghubungkan Kazakhstan dengan negara-negara tetangganya, termasuk potensi bisnis ke Eropa dan Cina. Selain itu Kazakhstan juga tengah mengembangkan rute antar daerah di kawasan Asia Tengah, termasuk ke Rusia, Cina dan Uzbekistan.

Baca juga: TransJakarta Umumkan Keikutsertaan di Busworld 2019

Di segmen bus, tipe bus low deck dari Eropa Barat, Cina dan Korea Selatan telah mulai beroperasi. Seperti pada tahun lalu, Iveco dari Italia telah memasok 350 unit bus dengan bahan bakar gas alam. Komitmen Pemeritah Kazakhstan untuk mengembangkan sekor pariwisata juga akan terkait dengan penyediaan bus dalam jumlah besar.

Seiring bubarnya Uni Soviet, Kazakhstan telah merdeka pada 1991, meksi begitu negara dengan ibu kota Astana ini masih tergabung dalam Commonwealth of Independent States yang berafiliasi dengan Rusia.

Alvin Lie: Pemerintah Indonesia Sebaiknya Tidak Terbangkan Dulu Boeing 737 MAX 8

Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh enam menit setelah lepas landas dan menewaskan 157 orang didalamnya. Pesawat dengan nomor penerbangan ET302 tersebut jatuh di dekat kota Bishoftu 62 km tenggara ibukota Addis Ababa saat hendak melakukan penerbangan menuju Nairobi. Pesawat Boeing 737 MAX 8 ini menukik tajam pada ketinggian delapan ribu kaki dan mengingatkan akan insiden Lion Air PK-LQP pada Oktober 2018 lalu di Laut Jawa.

Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!

Atas insiden ini, seorang pakar penerbangan yang juga pejabat Ombudsman Indonesia, Alvin Lie menuntut agar pemerintah tidak menerbangkan semua pesawat Boeing 737 Max 8 yang masih beroperasi untuk maskapai Indonesia setelah pesawat Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu (10/3/2019) kemarin. Dia mengatakan Kementerian Perhubungan harus memperhatikan kecelakaan terakhir di Ethiopia, karena pesawat yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah model yang sama dengan yang jatuh di Indonesia pada akhir Oktober tahun lalu

“Kementerian Perhubungan harus siap untuk sementara menurunkan semua Boeing 737 MAX 8 yang masih beroperasi di Indonesia untuk mencegah lebih banyak kecelakaan,” kata Alvin yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com.

(Citizen TV)

Saat ini pihak maskapai masih melakukan investigasi awal untuk mengetahui penyebab dari kecelakaan dan mencari tahu apakah ada kesamaan dengan kejadian Lion Air di Indonesia. Ethiopian Airlines mengatakan para penyelidiknya, Otoritas Penerbangan Sipil Ethiopia dan Otoritas Transportasi Ethiopia akan melakukan penyelidikan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan termasuk produsen pesawat Boeing untuk menentukan penyebabnya.

Dilansir dari washingtonpost.com (10/3/2019), situs pelacak penerbangan asal Swedia, Flightradar24.com men-tweet pada hari Minggu bahwa data yang tersedia menunjukkan bahwa kecepatan vertikal ET302 tidak stabil setelah lepas landas. Dalam kecelakaan tersebut pihak Boeing mengatakan memiliki tim teknis yang siap memberikan bantuan sesuai arahan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat.

Pihak maskapai sendiri mengatakan, pesawat dikemudikan oleh seorang pilot berpengalaman, Yared Getachew. Saat itu dari keterangan maskapai, pilot mengatakan mengalami kesulitan dan ingin kembali sebelum kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara. Analis penerbangan mengatakan mereka sedang menunggu hasil akhir dari penyelidikan maskapai Indonesia dan menjelaskan bahwa hasilnya dapat berdampak negatif bagi bisnis Boeing. Bahkan atas kejadian ini, FAA berencana untuk membantu dalam penyelidikan kecelakaan itu.

“FAA memonitor perkembangan kecelakaan Ethiopia Penerbangan 302 dini hari tadi. Kami berhubungan dengan Departemen Luar Negeri dan berencana untuk bergabung dengan NTSB dalam bantuannya dengan otoritas penerbangan sipil Ethiopia untuk menyelidiki kecelakaan itu,” ujar pihak FAA.

Kecelakaan ini membuat beberapa organisasi pilot Amerika Serikat mengkritik Boeing setelah mengungkapkan bahwa mereka telah membuat perubahan tertentu pada perangkat lunak autopilot MAX 8 itu dengan menambahkan fitur kontrol penerbangan baru Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Perangkat lunak yang diperbarui dimaksudkan untuk memperhitungkan perubahan desain pada 737 MAX dan seharusnya membuat pesawat beroperasi sedekat mungkin dengan model 737 yang lebih tua meskipun memiliki mesin yang lebih besar ditempatkan lebih jauh ke depan pada sayap pesawat.

Sementara sistem MCAS seolah-olah ditambahkan untuk membuat pesawat lebih aman, serikat pilot di Amerika Serikat mengatakan mereka dibiarkan tidak tahu tentang pembaruan perangkat lunak dan mengkritik Boeing karena gagal menutupi sistem baru dalam sesi pelatihan. Seorang juru bicara Boeing tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah perusahaan telah memperbarui sistem MCAS setelah kecelakaan pesawat di Indonesia.

Dennis Tajer, juru bicara Allied Pilots Association, sebuah serikat yang mewakili pilot di American Airlines, mengatakan eksekutif Boeing awalnya mengatakan kepada anggotanya bahwa perusahaan tersebut telah melihat potensi masalah desain perangkat lunak, tetapi mereka belum menerima kabar tentang apakah sistem tersebut telah berubah. Dia mengatakan pilot di American Airlines masih belum memiliki simulator penerbangan yang mencerminkan pembaruan ke MAX 8.

“Kami belum diberi penjelasan tentang perubahan pada perangkat lunak pada saat ini,” kata Tajer.

Garuda Indonesia memiliki satu Boeing 737 MAX 8 sementara Lion Air memiliki 14 pesawat seri Boeing 737 MAX, termasuk MAX 8 yang jatuh tahun lalu. Menurut situs web Boeing, perusahaan, per 31 Januari, telah menerima 5.111 pesanan pesawat seri Boeing 737 MAX, dan telah mengirim 350 ke berbagai maskapai di seluruh dunia.

Baca juga: Setelah MPV Everest Gagal, Justru KRI Spica 934 Berhasil Temukan CVR Lion Air JT-610

Maskapai ini telah menerima pesanan 50 seri MAX dari Garuda Airlines, tetapi hanya mengirimkan satu, MAX 8 pada 2017. Situs web berita penerbangan flightglobal.com melaporkan bahwa perusahaan telah menunda pengiriman 49 sisanya hingga 2020. Lion Air telah memesan 201 seri MAX dan Boeing telah mengirimkan 14 di antaranya sejak 2017.

Kompak! Penumpang di Stasiun Nijo Bahu Membahu Bantu Penumpang yang Jatuh ke Lintasan

Sebagai tulang punggung transportasi di Jepang, sudah seyogyanya jika jaringan kereta api di sana selalu dipadati oleh para penumpang yang hendak melakukan mobilisasi. Nah, terutama ketika peak hours melanda, situasi crowded nampaknya sudah menjadi pemandangan yang lumrah di setiap statiun. Bukan tidak mungkin jika dalam situasi semacam ini, ada saja kecelakaan yang menimpa penumpang. Seperti yang terjadi di salah satu stasiun di Kyoto, dimana seorang penumpang dikabarkan jatuh ke lintasan kereta sesaat sebelum kereta melintas. Duh!

Baca Juga: Ekinaka, Booth Working Space untuk Pekerja Mobile di Stasiun Kereta Jepang

KabarPenumpang.com mengutip dari laman japantoday.com, pada tanggal 18 Februari 2019 lalu, sekira pukul 18.15 waktu setempat, seorang penumpang dikabarkan jatuh dari peron ke lintasan kereta tanpa diketahui dengan pasti penyebab jatuhnya. Kejadian yang sempat memicu degup jantung setiap orang yang melihatnya secara langsung ini sendiri terjadi di Stasiun Nijo, sebuah stasiun yang menjadi bagian dari San’in Main Line (Sagano Line).

Beruntung, komuter lain yang berada di sekitaran lokasi kejadian langsung dengan sigap membantunya dengan cara memberikan kode kepada kereta api yang sebentar lagi akan melintas. Para calon penumpang ini melambaikan tangan mereka ke arah kereta sebagai penanda agar kereta menghentikan lajunya. Tidak hanya melambaikan tangan ke arah kereta saja, beberapa dari para calon penumpang ini malah berlari menuju tombol darurat dan menekannya.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang sudah membantu kereta menghentikan lajunya ketika ada seorang komuter yang jatuh ke lintasan,” ujar Kepala Stasiun Nijo.

“Tidak hanya itu, kami juga hendak berterima kasih kepada siapa saja yang telah membantu memberikan pertolongan pertama kepada korban ketika dirinya sudah berhasil dievakuasi menuju tempat yang aman,” tandasnya.

Sempat disinggung oleh Kepala Stasiun Nijo, tombol darurat ini berfungsi semisal ada situasi dimana kereta harus berhenti secara tiba-tiba.

Kejadian ini sontak menjadi viral di Jepang setelah beberapa penumpang yang melihat kejadian tersebut mengunggah status di berbagai platform sosial media. Dan sudah pasti, tindakan heroik para penumpang yang membantu menghentikan kereta mendapat apresiasi dari warganet.

Baca Juga: Di Jepang, Bisa Makan Mie Gratis Asalkan Datang ke Stasiun Lebih Awal!

“Di saat darurat, kita harus berusaha untuk tidak panik atau gengsi untuk membantu. Cukup tekan tombol berhenti darurat. Bahkan ketika kereta ditunda, kita harus memikirkan jika kita berada di posisi itu (korban), dan berusaha untuk tidak kesal,” ujar salah satu warganet.

“Itu cerita yang bagus. Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah,” tandas yang lainnya mengomentari.

Sewa Modem WiFi Portable Kini Jadi Favorit Pelancong Ketika di Luar Negeri

Melancong ke luar negeri merupakan salah satu gaya hidup masyarakat masa kini dan ternyata membuat usaha penyewaan modem WiFi menjadi bisnis yang menguntungkan beberapa tahun terakhir. Apalagi permintaan itu banyak datang dari pelancong asal Indonesia.

Baca juga: Jelang Olimpiade Musim Panas, WiFi Gratis Siap Hadir di Kereta Peluru Shinkansen

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (6/3/2019), PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) merupakan salah satu perusahaan publik yang bergerak dalam penyediaan penyewaan modem dan layanan WiFi. Mereka mengakui adanya potensi pasar yang besar di Seluruh Indonesia dan yakin mampu mempercepat pertumbuhan bisnisnya tahun ini.

Seorang karyawan bernama Tya mengaku menyewa modem WiFi dari Passpod untuk perjalanannya ke Jepang. Dia mengatakan hanya perlu membayar Rp600 ribu atau US$4,26 untuk sepuluh hari dan bisa berbagi dengan temannya.

“Ini jauh lebih murah ketimbang saya membeli paket roaming internasional,” ujarnya.

Hiro Wardhana, Presiden Direktur Passpod mengatakan, dengan meningkatknya jumlah orang yang bepergian ke luar negeri, perusahaan dapat meningkatkan pendapatannya di tengah persaingan ketat dari perusahaan yang menyediakan layanan sama.

“Pada akhirnya, pelanggan akan memilih perusahaan yang memberikan layanan terbaik. Passpod memberikan layanan lengkap dan kami juga menawarkan bundling produk. Misalnya, jika pelanggan membeli objek wisata Universal Studios, mereka bisa mendapatkan modem WiFi gratis,” katanya.

Setelah menerima dana segar dari penawaran umum perdana tahun lalu, Passpod berencana untuk memperluas bisnisnya tidak hanya melayani pelanggan Indonesia, tetapi juga untuk melayani pelancong dari negara lain yang ingin mengunjungi Indonesia. Tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan dari Rp52 juta hingga Rp53 miliar.

Selain Passpod, perusahaan lain, PT Mitra Galang Sejahtera (JavaMifi), mengatakan juga percaya bahwa permintaan untuk modem WiFi telah berkembang pesat karena orang mencari alternatif yang lebih murah dan lebih nyaman ketika mereka bepergian ke luar negeri. Saat ini, JavaMifi dapat digunakan di 160 negara dan perusahaan telah bermitra dengan lebih dari 200 operator atau penyedia lokal di seluruh dunia.

JavaMifi memiliki lebih dari 20 ribu titik penjemputan dan pengantaran di seluruh Indonesia, termasuk konter andalannya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan pengiriman gratis dan layanan pengembalian bagi pelanggan. Sejak mulai beroperasi pada 2015, JavaMifi telah melayani satu juta pelanggan.

“Pada awal tahun ini, kami mulai berekspansi ke Jepang dengan bermitra dengan Og Inc., salah satu perusahaan lokal, untuk melayani pasar turis Jepang yang datang ke Indonesia,” kata Andintya Maris, pendiri JavaMifi.

Firman Raditya, pendiri WiFi Republic, mengatakan selain menangkap penjualan dari orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri, perusahaan juga akan berkonsentrasi pada penargetan wisatawan dari Cina. Sejauh ini, Jepang dan Korea telah menjadi tujuan favorit bagi pengguna wifi Republic.

Untuk bertahan dari persaingan, WiFi Republic mengatakan akan memperluas jaringannya ke lebih banyak negara dan memastikan untuk menyediakan koneksi yang baik kepada pelanggan, serta mengadakan lebih banyak pameran untuk menarik pelanggan.

Baca juga: Bagaimana sih Cara Kerja WiFi OnBoard? Cek Jawabannya di Sini!

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dari Januari hingga Desember 2018 jumlah penumpang yang bepergian ke luar negeri menggunakan maskapai nasional dan asing adalah 17,9 juta, naik 8,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah penumpang terbesar, 7,8 juta orang atau 43,36 persen dari total jumlah penumpang yang bepergian ke luar negeri, melewati Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, diikuti oleh 6,4 juta orang, 35,64 persen penumpang, yang melewati I Gusti Ngurah Rai Bandara Internasional di Denpasar.

Perkuat Ekspansi, Cina Siap Bangun Bandara Permanen di Antartika

Salam hangat kepada para penguin yang lucu nan menggemaskan, karena dikabarkan Cina akan membangun bandara permanen pertama di Antartika! Ya, Pemerintah negeri Tirai Bambu saat ini tengah gencar mencari cara untuk membangun bandara permanen pertamanya di Kutub Selatan. Tim ekspedisi penelitian Cina dikabarkan telah menemukan area yang sangat besar – sekitar 10 km persegi dari salah satu pangkalan negara di benua tersebut, yang diprediksi bisa dijadikan bakal calon lokasi bandara ambisius ini.

Baca Juga: Populasi Golongan Menengah Meningkat, Cina Akan Miliki 450 Bandara di Tahun 2035

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini sudah ada delapan bandara es biru di Antartika, namun tidak ada satu pun dari mereka yang dioperasikan oleh Cina. Dengan absennya Cina di habitat para penguin ini, maka mereka akan kesulitan untuk memasok logistik ke benua paling selatan di bumi tersebut. Lalu, semisal sudah rampung kelak, apakah Cina akan memesan pesawat baru guna melakoni pendaratan atau lepas landas dari es?

Alternatifnya, Cina akan menggunakan skyway untuk melakukan pendaratan di es yang notabene sangat licin. Mengingat pijakan pesawat ini tidaklah solid seperti aspal, maka rencananya Cina hanya akan mengoperasikan pesawat berbadan kecil – tidak seperti Boeing, Airbus, atau bahkan Y-20 buatan Cina.

Besarnya keinginan Cina untuk membangun bandara juga dikarenakan arus wisatawan yang mengalami lonjakan drastis sejak dipasarkan 10 tahun lalu. Di tahun 2008 silam, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Antartika tercatat hanya ada kurang dari 100 orang. Namun di tahun 2016, angka tersebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan – 4.000 wisatawan dalam setahun. Satu poin lagi yang akhirnya membuat Pemerintah Cina untuk segera membangun bandara permanen di Antartika adalah dari segi jumlah pengunjung – dimana ada belasan ribu warga Cina yang mengunjungi benua tersebut dalam rentang waktu dua tahun terakhir, menyusul Amerika Serikat yang bertengger di posisi teratas.

Pada Desember 2017 silam, Cina diketahui melakoni penerbangan komersial perdananya menuju Antartika. Kala itu Cina yang diwakilkan oleh sejumlah orang terpilih dari Hong Kong melakukan ekspedisi menuju Kutub Selatan.

Baca Juga: Di 2019, Cina Siap Operasikan Bandara Internasional Terbesar di Dunia!

Perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih 26,5 jam – 15 jam menuju Cape Town untuk mengisi bahan bakar, dan 5,5 jam sisanya untuk melanjutkan perjalanan menuju Antartika. Setibanya di Antartika, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan sekira lima hingga enam jam lamanya untuk sampai ke kutub.

Terlepas dari peran politik yang menunggangi rencana ambisius Cina ini, Pemerintah masih enggan membeberkan rencana lebih lanjut mengenai kehadiran bandara permanen di bagian bumi paling selatan ini.

 

Dianggap Pelanggaran Minor, di Kereta Komuter Jepang Ada Marka “Dilarang Meludahi Petugas”

Biasanya, sebuah marka pengingat sengaja dibuat karena pernah ada atau maraknya pelanggaran yang dilakukan penumpang ketika menggunakan sarana transportasi berbasis massal. Sebut saja di Commuter Line Jabodetabek yang memasang marka ini di pintu kereta atau diumumkan melalui pengeras suara di dalam rangkaian kereta. Biasanya pengumuman tersebut berisikan himbauan kepada para penumpang untuk tidak duduk di lantai kereta, tidak berjualan, dan memberikan tempat duduk kepada penumpang prioritas.

Baca Juga: Di Luar Regulasi, Manipulasi Psikologi Turut Campur Tangan di Perkeretaapian Jepang

Namun kali ini ada himbauan di kereta yang terbilang cukup unik namun faktanya kerap terjadi. Ya, di Jepang, ada marka pengingat yang isinya melarang penumpang untuk meludah kepada kru kereta. Mungkin ini terdengar sedikit menjijikan bagi orang Indonesia, namun karena hal semacam ini marak terjadi di Negeri Matahari Terbit, maka operator kereta terpaksa mengingatkan kembali kepada setiap penumpangnya bahwa meludah kepada kru kereta merupakan sebuah pelanggaran.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (7/3/2019), salah satu operator kereta di Jepang, JR East menyebutkan bahwa tindakan meludah kepada petugas semacam ini memang masuk ke dalam kategori pelanggaran minor. Kendati begitu, ketidakpuasan penumpang terhadap keseluruhan sistem kereta api di Jepang kerap dilampiaskan kepada petugas.

“Meludahi staf adalah pelanggaran. Orang yang menyebarkan gangguan yang berbahaya akan mendapatkan hukuman berat. Ini harus benar-benar dihentikan. Siapa pun yang menyaksikan pelanggaran ini, harap beri tahu staf stasiun atau petugas keamanan terdekat,”

Begitulah kurang lebih himbauan yang dibuat oleh JR East dalam bahasa Jepang.

Mungkin respon yang dilakukan oleh oknum penumpang seperti meludah kepada petugas ini bisa dibilang terlalu berlebihan jika hanya ditengarai oleh ketidakpuasan terhadap sistem kereta api. Sederhananya, jika tidak puas dengan sistem kereta api, alangkah lebih bijaknya jika melakukan kritik terhadap perusahaan langsung, bukan malah menyerang orang yang sebenarnya tidak berkecimpung langsung dalam penyusunan atau pengoperasian sistem tersebut.

Baca Juga: Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara

Selain melanggar norma sopan santun, meludah juga bisa menyebarkan penyakit dan satu yang sudah pasti – itu sangat menjijikkan.

Kiranya dengan dibuat marka pengingat semacam ini dapat meminimalisir oknum penumpang yang memiliki tabiat buruk dan lebih menghargai orang lain – terlepas apakah mereka sesama penumpang atau petugas kereta api.

Megah dan Bertabur Hiburan Mewah, Jewel Bandara Changi Siap Dibuka 17 April 2019

Jewel di Bandara Changi dengan sepuluh lantainya segera dibuka pada 17 April 2019 mendatang. Sebagai surga belanja dan hiburan, Jewel dilengkapi dengan 280 toko dan outlet makanan serta minuman. Sebelum dibuka secara resmi, masyarakat bisa melihatnya terlebih dahulu pada 11 hingga 16 April 2019 mendatang.

Baca juga: Jewel Changi, Bakal Jadi Destinasi Wisata Gaya Baru via Bandara Changi

Pendaftaran untuk peninjauan Jewel akan dibuka secara online di jewelpriview.com pada 12 Maret pukul 06.00 pagi waktu setempat. Masyarakat yang ingin ikut peninjauan bisa mendaftarkan dirinya serta tiga orang lain.

KabarPenumpang.com melansir straitstimes.com (7/3/2019), Changi Airport Group (CAG) akan memberikan tiket gratis sebanyak 500 ribu untuk peninjauan selama lima hari tersebut. CAG mengatakan, tinjauan akan dilakukan dalam empat blok selama tiga jam dan akan dimulai peninjauan dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam.

Pengunjung bandara Jewel Changi yang ikut dalam peninjauan juga bisa berbelanja dan menikmati  makanan dari 90 persen gerai yang sudah siap buka. Fasilitas dari Jewel Changi yang masih belum bisa dinikmati pengunjung adalah Canopy Park dengan luas 14 ribu meter persegi yang memiliki 11 kolam renang ukuran olimpiade dan terletak di paling atas bandara.

Jewel Changi akan menghadirkan jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lantai kaca yang akan memungkinkan pengunjung untuk melihat ke bawah ke tanaman hijau di bawah ini, jaring memantul sepanjang 250 meter, yang pada titik tertinggi akan ditangguhkan 8m atau tiga lantai di atas tanah, dan bermain atraksi termasuk labirin serta slide. Saat Jewel dibuka, pelancong akan dapat mengakses ruang check in awal yang melayani penumpang dari 26 maskapai, termasuk Singapore Airlines, SilkAir dan Scoot.

Menteri Senior Negara untuk Transportasi Lam Pin Min mengatakan, ini adalah salah satu fasilitas penerbangan yang mencakup layanan tiketing dan bagasi terintegrasi untuk transfer pesawat, yang semuanya akan meningkatkan pengalaman perjalanan para pelancong. Jewel dengan fasad berbentuk kubah yang terbuat dari kaca dan baja, terletak di sebelah Terminal 1 (T1) dan terhubung ke T2 dan T3 melalui jalur ber-AC yang dilengkapi dengan travelator.

Ini dirancang oleh arsitek Moshe Safdie, terkenal karena resor terpadu Marina Bay Sands yang ikonik. Dalam upayanya yang terbaru, yang paling menarik adalah taman lima lantai dengan 2.500 pohon dan 100 ribu semak, dengan dua jalur jalan kaki. Ada juga Rain Vortex setinggi 40 meter yakni air terjun indoor tertinggi di dunia.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

“Saya harus mengakui bahwa sebelum saya mengunjungi Jewel pada awal Februari tahun ini, saya ragu tentang perlunya lagi area perbelanjaan di Changi Bandara, mengingat peluang berbelanja sudah tersedia di terminal yang ada. Alih-alih, apa yang saya temukan adalah pusat rekreasi konsep taman yang dirancang dengan indah yang melengkapi bandara yang ada dan mencontohkan posisi kami sebagai kota taman. Ini juga akan menciptakan banyak peluang kerja bagi warga Singapura,” ujar Sitoh Yih Pin (Potong Pasir), ketua Komite Transportasi Parlemen Pemerintah.

Lam mengatakan, dirinya senang mendengar dari Sitoh yang percaya bahwa kehadiran Jewel Changi akan menyenangkan pengunjung dan orang Singapura sendiri. Dia menambahkan bahwa selain dari Jewel, rencana pengembangan infrastruktur lainnya di Changi adalah pembangunan Terminal 5 masa depan di Changi East.

 

Presiden Jokowi Resmikan Terminal Eksekutif Sosoro-Merak dan Anjungan Agung-Bakauheni

Presiden Joko Widodo hari ini (8/3) meresmikan terminal dan dermaga eksekutif Merak dan Bakauheni yang telah diuji coba operasi pada angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu. Dalam kunjungan kerjanya ke Lampung, Jokowi meresmikan sejumlah proyek infrastruktur diantaranya bandar udara, jalan tol, dermaga serta terminal eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Baca juga: PT ASDP Berencana Buka Layanan Penyeberangan ke Timor Leste dan Malaysia

Penamaan terminal eksekutif dipilih dari nama rumah adat masing-masing daerah pelabuhan sehingga memiliki kekhasan serta budaya daerah yang kental. Adapun Terminal Eksekutif Bakauheni, Lampung diberi nama Anjungan Agung yang merupakan rumah adat Lampung yang berarti rumah besar atau agung.

Lalu, Terminal Eksekutif Merak diberi nama Sosoro yang berarti rumah besar adat Badui, dan Banten dimana Sosoro merupakan bagian utama rumah sebagai tempat bersantai dan bermusyawarah. Dari masing-masing pengertian Rumah Adat tersebut, penamaan yang diberikan memiliki makna mendalam, bahwa terminal eksekutif merupakan rumah besar bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan baik di Merak maupun Bakauheni.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang andal serta modern. “Proyek dermaga, terminal serta kapal eksekutif merupakan wujud dari komitmen peningkatan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni dengan adanya percepatan waktu tempuh pelayaran dari 2,5 jam (reguler) menjadi 1 jam dengan kapal eksekutif.

Berdasarkan rencana induk, terminal eksekutif yang dibangun di Merak dan Bakauheni dengan konsep smart building yang modern, diharapkan dapat memberikan experience yang berbeda dan menjadi momen yang tidak terlupakan bagi setiap pengunjung terminal, baik yang ingin menyeberang atau tidak. Di dalam terminal eksekutif, kini telah hadir tenant ritel dan restoran dengan desain interior yang megah dan memanjakan setiap pengunjung yang datang.

PT ASDP terus meningkatkan layanan penjualan tiket dengan sistem pembayaran non tunai (cashless). Pengguna jasa, khususnya penumpang pejalan kini dapat menggunakan layanan uang elektronik saat membayar tiket penyeberangan, melalui uang elektronik Brizzi (BRI), Tap Cash (BNI), E-Money (Mandiri), serta BLink (BTN). Kini juga tersedia pembayaran tiket ferry menggunakan aplikasi Link Aja!

Terminal Eksekutif Merak yang dibangun di dekat dermaga VI (enam) Pelabuhan Merak memiliki luas site development sebesar 42.505 m2. Sedangkan Terminal Eksekutif Bakauheni yang dibangun di dekat dermaga VII (tujuh) Bakauheni memiliki luas bangunan 38.709 m2. Kini, pengguna jasa yang telah membeli tiket ferry dengan layanan eksekutif melalui online ticketing via website maupun mobile apps, dapat mengakses Terminal Eksekutif Merak melalui koridor jalan masuk yang disiapkan dari Terminal Terpadu Merak (TTM).

Baca juga: Spesifikasi KMP Port Link, Kapal Ferry Teranyar dan Terbesar

PT ASDP juga menghadirkan layanan kapal eksekutif melalui 4 kapal yang beroperasi di Merak-Bakauheni diantaranya, KMP Sebuku, KMP Batumandi, KMP Portlink dan KMP Portlink III. Keempat armada tersebut telah diremajakan menjadi kapal yang memiliki nuansa berbeda dengan kapal ferry pada umumnya, baik dari segi fasilitas maupun kenyamanan yang lebih baik sehingga membuat pengguna jasa merasa lebih aman, nyaman dan menyenangkan ketika berada di atas kapal.

Akibat Kesalahan Sistem Alarm, Boeing 777 Air China Mendarat Darurat di Rusia Timur

Pesawat Boeing 777 milik Air China yang tengah mengangkut 188 orang penumpang dari Beijing menuju Los Angeles terpaksa mendarat darurat di wilayah Rusia Timur, tepatnya di Bandara Anadyr. Insiden ini terjadi pada Selasa (5/3/2019) kemarin setelah alarm palsu berbunyi di kargo pesawat.

Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney

Setelah menadarat darurat di Bandara Anadyr yang dipenuhi salju, semua penumpang dan kru pesawat dengan nomer CA983 dievakuasi dengan aman melalui seluncur yang dikembangkan.

Bandara Anadyr terletak di kota paling timur Rusia, tepatnya di distrik Subarctic Chukotka. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman shanghai.ist (7/3/2019), dari video yang beredar di Weibo yakni Twitter versi Cina, memperlihatkan semua penumpang yang berjalan dari pesawat dalam suhu beku sekitar -10 derajat Celcius.

Penumpang yang dievakuasi dipindahkan ke terminal sementara menunggu pesawat lainnya yang akan menerbangkan mereka ke tujuan awal di Los Angeles. Para penumpang berada di aula VIP bandara dan diberi makan serta minuman, tak hanya itu Wakil Gubernur Leonid Nikolayev mengatakan, ada dokter yang siap siaga di ruang tersebut untuk membantu penumpang.

Penumpang Air China (siberiantimes.com)

Sebelum mendarat darurat, pesawat ini berangkat dari Beijing pukul 09.13 waktu Beijing dan tiba di Bandara Anadyr pukul 02.55 subuh waktu setempat. Pendaratan darurat ini dipicu alarm darurat yang tiba-tiba berbunyi di bagian kargo pesawat saat tengah terbang di atas Rusia. Pihak maskapai Air China kemudian meminta maaf melalui Weibo atas insiden tersebut.

“Kami sudah mengecek Boeing 777 tersebut dan menunjukkan kerusakan pada sistem alarm. Pemeriksaan setelah mendarat menunjukkan ruang kargo dalam kondisi normal dan tidak ada tanda-tanda kebakaran. Karena itu kami sampai pada kesimpulan awal bahwa alarm dipicu karena kegagalan fungsi,” ujar maskapai Air China.

Diketaui, saat terbang ke atau keluar dari Cina, selalu ada kemungkinan kecil bahwa Anda akan berakhir di bagian terpencil Rusia.

Baca juga: Mendarat Darurat di Siberia, Penumpang Air France Terperangkap Selama Tiga Hari!

Pada November 2018, sebuah pesawat Air France menuju Shanghai terpaksa melakukan pendaratan darurat di Siberia setelah pesawat dipenuhi dengan asap. Penumpang kemudian terjebak di sana selama tiga hari setelah pesawat lain tiba untuk menjemput mereka, tetapi malah mendarat karena masalah teknis.

 

 

Sambut Hari Perempuan Internasional, Pilot dan Awak Kabin Air India Seluruhnya Adalah Perempuan

Setiap tangal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional dan Air India hari ini mengoperasikan pesawatnya di 12 rute internasional dan 40 rute domestikanya dengan pilot dan awak kabin yang kesemuanya adalah perempuan. Menurut pihak maskapai, para perempuan ini akan mengoperasikan pesawat bebadan lebar dan sempit.

Baca juga: Dari Mulai Petugas Sampai Porter di Stasiun Gandhi Nagar, Semuanya Adalah Wanita!

“Jarang ada satu maskapai penerbangan yang menjadwalkan begitu banyak penerbangan yang dioperasikan oleh karyawan perempuannya, menetapkan patokan untuk mengulangi peran yang sama dan peluang yang layak diterima perempuan di organisasi mana pun,” ujar pernyataan dari Air India yang dikutip KabarPenumpang.com dari news18.com (8/3/2019).

Pernyataan tersebut mengatakan, Boeing 787 Dreamliner dan Boeing 777 Air India akan dioperasikan pilot wanita dengan awak kabin perempuan di tanggal 8 Maret ini. Bahkan untuk sebagian besar penerbangan Air India sendiri layanan teknis akan menghadirkan teknisi, dan dispatcher pesawat perempuan, manajer tugas, staf konter dan lainnya juga perempuan.

Ternyata penerbangan Air India sudah menghadirkan semua awak perempuan dimulai pada November 1985 ketika awak kokpit yang semuanya perempuan mengoperasikan penerbangan Persahabatan Fokker dari Kolkata ke Silchar. Masih dari India, Jet Airways juga berencana mengoperasikan empat penerbangan domestik dengan pilot dan awak kabin yang semuanya perempuan.

“Penerbangan domestik yang direncanakan ini 9W 346, 9W 355 (Mumbai-Delhi), 9W 358 (Delhi-Mumbai) dan 9W 481 (Mumbai-Bengaluru) akan dikelola lebih lanjut secara eksklusif oleh semua tim wanita dari lintas-bagian bisnis, termasuk insinyur, penanganan darat, layanan darat, pengawas keamanan dan penampilan kabin,” kata Jet Airways dalam sebuah pernyataan.

Pengangkut penumpang murah SpiceJet akan mengoperasikan 22 penerbangan dengan pilot dan awak kabin perempuan. Pelancong wanita yang terbang sendirian akan ditawarkan check in dan ruang prioritas selain sambutan naik di atas pesawat.

“Bergantung pada ketersediaan, mereka akan ditawari upgrade ke kursi SpiceMax juga. Sementara di atas pesawat, semua pelancong wanita akan ditawari minuman panas dan kue gratis,” ujar maskapai itu.

Selain itu, GoAir di bawah kampanye “#SmartWoman” akan memberikan peningkatan gratis untuk semua pelancong wanita yang terbang pada 8 Maret ke GoBusiness di seluruh jaringannya berdasarkan ketersediaan serta basis pelayanan pertama datang pertama. Pada hari Rabu, operator layanan lengkap Vistara mengumumkan inisiatif “#PadsOnBoard”, di mana ia akan menyediakan pembalut wanita di atas kapal untuk pelancong wanita berdasarkan permintaan, mulai dari Hari Perempuan Internasional ini.

Baca juga: Komunitas LGBTI: Pelatihan Petugas Bandara Akan Mengembalikan Hak Transgender

“Inisiatif ini menjadikan Vistara maskapai India pertama yang menawarkan pembalut pada penerbangan di India. Awak kabin Vistara akan membuat pengumuman dalam penerbangan di semua penerbangan untuk menciptakan kesadaran di antara para pelancong bahwa pembalut kini tersedia di atas kapal bagi pelanggan untuk secara bebas memintanya jika mereka membutuhkannya,” ujar maskapai Vistara.