Dunia penerbangan internasional kembali diguncang isu keamanan siber setelah dua maskapai raksasa asal Korea Selatan, Korean Air dan Asiana Airlines, mengonfirmasi bahwa data pemesanan tiket (booking data) para penumpangnya telah tersingkap.
Insiden kebocoran data ini bersumber dari peretasan pada sistem Amadeus, platform penyedia jaringan reservasi global yang digunakan oleh ratusan maskapai penerbangan di seluruh dunia. Terjadinya kebocoran data pada penyedia layanan sebesar Amadeus ini menjadi sinyal bahaya bagi keamanan privasi penumpang pesawat di tingkat global.
Berdasarkan investigasi awal, pihak tidak dikenal (intruder) berhasil meretas dan memanfaatkan akses masuk (login) dari salah satu akun Amadeus dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni antara Agustus 2023 hingga September 2026.
Selama kurun waktu tiga tahun tersebut, peretas diduga memiliki akses untuk mengintip dan mengekstraksi informasi sensitif terkait riwayat reservasi penumpang, mulai dari nama lengkap, rincian penerbangan, nomor kontak, hingga informasi pemesanan tiket yang tersimpan dalam sistem terpusat.
Hingga saat ini, pihak Amadeus bersama tim pakar keamanan siber internasional masih terus melakukan investigasi mendalam untuk menghitung jumlah pasti penumpang Korean Air dan Asiana Airlines yang terdampak oleh insiden ini.
Meskipun Amadeus belum merilis angka resmi total korban kebocoran data tersebut, insiden ini langsung mendorong pihak maskapai untuk mengimbau para pelanggan agar tetap waspada terhadap potensi kejahatan penipuan siber (phishing) maupun penyalahgunaan data pribadi yang memanfaatkan informasi pemesanan penerbangan.
Serius! FBI Beri Peringatan Hindari Penggunaan Fasilitas Charging Ponsel Gratis di Tempat Umum
