“HAN” Si Becak Listrik, Dibanderol Rp18 Juta, Akankah Ikut Ramaikan Transportasi Jakarta?

HAN si becak listrik yang di berikan ke Balai Kota Jakarta

Ketika dilema dengan becak yang hadir kembali dan membuat ibu kota Jakarta semakin macet, putra sulung mantan ketua MPR RI Amien Rais ini justru membawa becak listrik ke Balai Kota DKI Jakarta. Becak listrik yang di bawa Hanafi Rais ini kemudian langsung diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Menilik Asam Garam Becak di Ibu Kota, Sempat Tenggelam Hingga Rencana Penghidupan Kembali

Becak listrik bisa dioperasikan dengan dua cara yakni di gas ataupun di gowes seperti mengendarai sepeda. Pada bagian kemudi sebelah kanan terdapat setang gas yang dilengkapi dengan klakson, lampu dan tuas rem.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa becak listrik tersebut diberi nama HAN. Seperti halnya sepeda listrik (Selis), becak listrik ini dilengkapi dengan dinamo sebagai penyimpanan listriknya, jika listrik tersebut habis, pengemudi becak bisa mengayuh pedal agar bisa kembali berjalan.

Hanafi mengatakan, becak listrik tersebut sudah diperkenalkan sejak tahun 2014 lalu di Yogyakarta. “Kalau risetnya sudah sejak tahun 2012. Kalau secara pembuatannya perakitannya itu untuk satu becak konvensional diubah jadi becak listrik itu cuma sebentar cuma lima hari aja,” ujar Hanafi.

Dia mengatakan, becak ini tidak menimbulkan polusi suara seperti becak motor yang beroperasi di beberapa kota di Indonesia. Untuk charging daya listrik becak ini butuh tiga jam dengan daya listrik PLN 100 W.

“Ada charger khusus untuk mengisi daya becak. Becak ini bisa menempuh jarak sekitar 40 km untuk sekali pengisian. Sekali isi daya becak ini bisa dipakai ke Ciputat bolak balik dari Balai Kota DKI,” kata Hanafi.

Kecepatan maksimal laju becak listrik sendiri bisa mencapai 25 km per jam. Untuk harga totalnya sendiri bisa mencapai Rp18 juta dan akan lebh murah jika di produksi secara massal. “Mekanikal listriknya itu kurang lebih Rp 10 juta untuk prototipe ini, tapi kalau mau produksi banyak tentu lebih murah. Kalau total kira-kira bisa Rp 18 juta,” ujar Hanafi yang juga populer sebagai politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Penyerahan becak listrik ini kepada Pemprov DKI Jakarta, dikarenakan rencana Anies yang akan mengoperasikan kembali becak di ibu kota. Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan wacana untuk mengganti becak yang ada di jakarta dengan sepeda listrik. Menurutnya, sepeda listrik merupakan salah satu angkutan yang masuk kategori ramah lingkungan.

“Jadi kemarin kebetulan ada program bersama-sama PLN, salah satu yang disorot adalah angkutan perumahan yang ramah lingkungan dan yang diusulkan adalah sepeda listrik,” ujar Sandiaga.

Baca juga: Becak: Dikagumi di Eropa, Tersingkir di Dalam Negeri

Seorang pengamat transportasi yang juga Direktur Utama Damri, Setia N Milatia Moemin sempat mengatakan bahwa kebijakan Pemprov DKI terkait penghidupan kembali becak di Ibukota merupakan salah satu sinyal yang mengindikasikan bahwa Ibukota mengalami kemunduran. “Kalau becak sih saya melihatnya tidak manusiawi ya. Buat saya sih itu suatu kemunduran dalam hal kemanusiaan,” ungkap Tia.