Boeing 767 “Reborn,” Berpeluang Isi Segmen New Mid-market Aircraft

Sepinya bengkel Boeing akan produksi pesawat penumpang model 767-300ER bukanlah menjadi pertanda buruk bagi masa depan perusahaan mereka. Kendati sepi, namun perusahaan yang bermarkas di Chicago, Illinois, Amerika Serikat ini diketahui tengah menantikan kemungkinan hadirnya segmen baru dalam dunia aviasi global, yaitu New Mid-market Aircraft (NMA).

Baca Juga: Terkait Masalah Seat Pitch, FAA Dipaksa Perbaharui Peraturan Penerbangan

NMA sendiri merupakan pesawat yang mampu menempuh penerbangan jarak jauh dengan jumlah penumpang yang lebih banyak dari pesawat narrow body, namun tidak melebihi kapasitas dari pesawat wide body. Tidak hanya untuk Boeing, NMA sendiri dipercaya dapat menjadi jawaban untuk para penyedia jasa alias maskapai yang selama ini merasa ‘tanggung’ dengan konfigurasi penerbangan mereka.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman flightglobal.com, diperkirakan pasar dari NMA sendiri akan muncul dan menguat pada satu dekade ke depan. Pasca debutnya redup di segmen produksi pesawat penumpang, debut produksi Boeing 767 memang terus berlanjut, namun dikhususkan sebagai peswat tanker dan kargo militer (KC-46A Pegasus).  Redupnya popularitas Boeing 767 dimulai saat Boeing  merilis Boeing 777 dan 787 Dreamliner. Tingkat efisiensi dan kapasitas angkut penumpang menjadi dua faktor utama yang akhirnya menggiring produksi pesawat penumpang Boeing 767 mengalami kemunduran secara perlahan.

“Menghidupkan kembali pesawat penumpang 767, saya rasa tidak mungkin,” ungkap Wakil Presiden Pemasaran Boeing Commercial Airplanes, Randy Tinseth. Namun pernyataan Randy tersebut berbanding terbalik dengan laporan musim gugur periode kemarin yang menunjukkan bahwa Boeing 767 bisa menjadi ‘jembatan’ hingga debut NMA pada 2024-2025 mendatang. Ketika melihat peluang bisnis di dalamnya, United Airlines langsung menyatakan minatnya akan pesawat dengan kapasitas angkut menengah ini.

Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing

“NMA sendiri mampu menampung 220 hingga 270 penumpang dalam sekali perjalanan, dengan maksimal jarak tempuh mencapai 5.000nm (Nautical Miles ; setara dengan 9260 km),” tambah Randy. Ia pun mengatakan bahwa beberapa pihak maskapai yang tertarik dengan mengganti armada 757 dan 767 mereka yang lama dengan Boeing 767 yang baru. “Mereka akan setia menunggu hingga pesawat ini memasuki operasi komersialnya pada tahun 2025 mendatang,” tutur Randy.

Selain United, dua kompetitornya dari negara yang sama, Delta Air Lines dan American Airlines pun mengaku tertarik untuk menggunakan jasa dari pesawat yang pertama kali mengudara pada 26 September 1981 ini.