Soal higienis? Makan di Kereta dan Pesawat Tak Jauh Berbeda

Ilustrasi makanan di kereta (moneylife.in)

Sebagai makanan yang disajikan dalam kemasan, maka makanan di kereta mungkin tak jauh berbeda dengan makanan di pesawat. Hanya saja cita rasa masakannya lebih nikmat karena indera pengecap Anda tidak menurun fungsinya. Namun, tetap saja makanan yang di jual di kereta tetaplah bukan makanan segar melainkan makanan yang dipanaskan dalam microwave atau makanan cepat saji.

Baca juga: Update Terbaru Aplikasi KAI Access, Tawarkan Fitur Check In Online dan Pesan Meals

Sejak era standarisasi layanan dan kebersihan diterapkan di kereta api, gerbong restorasi tak lagi menawarkan makanan dengan cara di masak di dapur. Dengan begitu makanan yang disajikan menjadi lebih higienis. Namun tetap saja ada beberapa alasan alasan yang membuat makanan di kereta sama tidak higienisnya dengan makanan pesawat. Berikut ini beberapa alasan berpikir lagi sebelum memilih makanan di kereta dan cara yang tepat untuk mengubahnya menjadi lebih baik.

1. Kebersihan gerbong makan (Restoran kereta)
Ini sangat penting, karena menentukan makanan yang tersimpan masih dalam kualitas baik atau tidak. Jika gerbong makan kotor, mencerminkan makanan yang di jual tidak higienis meski tertutup.

2. Pembagian jenis makanan
Jika di Indonesia makanan kereta di jual dan dibedakan tempatnya sesuai jenis makanan. Di India lain lagi dengan membeli tiket kereta penumpang sudah mendapat makan. Di India, akan di bagi antara makanan vegetarian dan tidak. Namun, jika tidak ada pendingin, makanan seperti salad tidak akan bertahan lama dan tidak layak lagi untuk dimakan penumpang vegetarian.

3. Standarisasi
Kadang makanan yang ada di kereta bisa saja dibawah standarisasi kesehatan yang ditentukan. Tapi apa daya, karena makanan yang ada biasanya sudah lebih dari 2 hari karena beku dan akan dihangatkan jika ada yang membeli atau akan dibagikan ke penumpang.

4. Tidak ada penyimpanan makanan
Di kereta tidak ada kulkas atau freezer untuk menyimpan makanan, melainkan hanya ada box es atau chiller manual yang digunakan untuk meletakkan makanan beku tersebut sebelum dipanasakan dalam microwave. Sebenarnya jika ada mungkin makanan akan bertahan lebih lama.

5. Makanan Sisa
Ini terkadang jadi bahan pemikiran dan pertanyaan, kemana makanan beku yang tak di makan? Di Indonesia sendiri sekitar 7 hari makanan beku bertahan tetapi setelahnya tidak jelas di kemanakan. Sedangkan di India, makanan yang tak termakan dan masih bagus di sumbangkan ke panti asuhan atau lembaga amal lainnya.

Dengan alasan ini, sebenarnya, ada solusi yang bisa memudahkan para penumpang membeli makanan atau tidak. Setidaknya ada dua hal yang bisa menjadi solusi dalam pilihan ini.

Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama

1. Makanan sendiri
Bila tidak suka makanan yang dipanaskan, penumupang bisa membawa sendiri dari rumah. Selain lebih higienis, makanan yang dibawa dari rumah juga lebih sehat dan terjamin kualitasnya.

2. Pesan melalui aplikasi
Kini, baik Indonesia maupun India, sudah bisa memesan makanan untuk di kereta secara online. Makanan ini bisa lebih fresh meskipun makanan cepat saji, karena di ambil oleh pihak penyedia jasa sebelum Anda berangkat. Selain mudah, makanan juga akan langsung diantar ke kursi tempat Anda duduk.