Satu Tahun Jelang Peluncuran, Ini Dia Perkembangan Terbaru dari MRT Jakarta!

Waktu peluncuran layanan MRT Jakarta semakin dekat, maka tidak heran jika perusahaan yang digawangi William P Sabandar sebagai Direktur Utamanya ini tengah disibukkan dengan segala persiapan menuju hari H. Untuk urusan track, PT MRT Jakarta (MRTJ) bisa dibilang tinggal membubuhkan beberapa sentuhan akhir hingga menuju kata rampung.

Baca Juga: Siap Dikirim ke Indonesia, PT MRT Jakarta Lakukan Final Check Armada Kereta di Jepang

Sebagaimana pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, William memaparkan secara langsung perkembangan yang telah dicapai oleh PT MRTJ dalam Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta. “Overall (perkembangan) sudah  mencapai 91,86 persen, dengan rincian underground section berada di angka 95,76 persen, dan elevated section berada di angka 87,99 persen,” ungkap William, Selasa (27/2/2018).

Walaupun dari segi kesiapan PT MRTJ sudah melebihi angka 90 persen, namun pionir jaringan Mass Rapid Transit di Indonesia ini mengaku masih kekurangan tenaga kerja yang kompeten. Melalui Direktur Operasional, Agung Wicaksono, PT MRTJ mengatakan akan membuka kembali lowongan kerja untuk sekitar 289 orang yang nantinya akan ditempatkan di jalur Lebak Bulus – Bunderan HI.

“Bulan Maret ini juga akan datang lagi tenaga tenaga muda. Ada sebagian yang menjadi staff stasiun kita. Ada sebagian dari staff posisi kita yang ada di depo yang akan mengendalikan keluar masuknya kereta. Kemudian ada tambahan juga masinis,” papar Agung.

Dari segi modanya sendiri, William dan beberapa dewan direksi sudah melakukan pengecekkan langsung ke pabrik rolling stock MRT yang ada di Jepang, Nippon Sharyo. Setelah merasa puas dengan moda yang nantinya  akan beroperasi dari Lebak Bulus – Bunderan HI ini, William mengatakan dua rangkaian pertama kereta MRTJ ini sudah berada dalam status siap kirim. “Semua masih on target. Kereta pertama kita akan datang di (Jakarta) akhir Maret tahun ini,” ujar pria yang akrab disapa Willy ini.

“Untuk train set 1-2 sudah completed. Kemudian untuk pengangkutan dari pelabuhan Toyohasi mulai 23 Februari hingga 3 Maret 2018, sedangkan untuk kapal pengangkut train set 1-2 berangkat menuju pelabuhan Tanjung Priok pada tanggal 7 Maret dan dijadwalkan tiba pada akhir Maret 2018,” lanjutnya. Untuk mempersiapkan kedatangan kereta, PT MRTJ telah melakukan serangkaian simulasi guna melancarkan pengiriman pada hari H. Pada simulasi tersebut, PT MRTJ kembali menemukan masalah dimana salah satu pintu tol yang berada di daerah Jakarta Barat tidak cukup tinggi agar truk pengangkut kereta bisa lewat.

Sesampainya  di Jakarta, kereta tersebut akan diangkut menggunakan truk pada malam hari sehingga tidak mengganggu lalu lintas yang akan dilewatinya. Nantinya, dua dari total 16 rangkaian kereta yang dipersan  oleh PT MRTJ ini masih harus melewati sergangkaian proses, seperti uji coba ulang yang dilakukan oleh sejumlah otoritas terkait dan akan diberi identitas oleh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. “Setiap kereta akan diberikan identitas oleh Ditjen Kereta Api untuk memberikan penomoran. Dan, kita sudah bersurat ke mereka,” paparnya.

Baca Juga: Upayakan SDM dan Manajemen Kelas Dunia, PT MRT Jakarta Rangkul MTR Academy Hong Kong

Sementara untuk 14 armada sisanya, William memaparkan bahwa semuanya akan berjalan secara bertahap. “Untuk rangkaian ketiga hingga ke-10, statusnya masih assembling, rangkaian ke-11 dan ke-12 statusnya masih preparing parts, sedangkan untuk rangkaian ke-13 sampai ke-16 masih belum digarap. Semuanya dilakukan secara bertahap.” Tutupnya.