Turunkan 21 Penumpang JetStar Tujuan Australia, Ini Penjelasan Pihak Bandara Ngurah Rai

Pada Minggu (3/11) kemarin, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar menjadi sorotan publik pasca adanya insiden penurunan penumpang dari anak perusahaan dari Qantas, Jetstar. Menurut pemberitaan yang tersiar, ada sebanyak 21 penumpang yang dikeluarkan dari JetStar JQ-36 yang hendak bertolak menuju Melbourne, Australia. Menurut pihak maskapai, adapun alasan penurunan penumpang ini karena alasan keselamatan dan keamanan.

Baca Juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan bahwa insiden penurunan penumpang ini murni karena masalah unrully passengers. Arie menambahkan bahwa beredarnya isu tentang SARA terkait penurunan penumpang ini tidaklah benar adanya.

“Penurunan 21 orang penumpang dari pesawat JG-36 tujuan Melbourne, Australia, di Bandara Ngurah Rai, Bali, adalah murni karena alasan unruly passenger, dan sangat tidak tepat jika diasosiasikan dengan alasan SARA seperti berita yang sempat beredar,” ujar Arie.

Arie juga menjelaskan mengenai kronologi kejadian, dimana ketika JQ-36 tengah melakukan pushback, ada dua penumpang yang tidak mengindahkan instruksi awak kabin untuk duduk di bangku masing-masing dan mengenakan sabuk pengaman. Usut punya usut, dua penumpang ini mengeluhkan layar in-flight entertainment di depannya yang tidak berfungsi.

Padahal, awak kabin mengatakan akan menyelesaikan permasalahan ini sesaat setelah pesawat berada di udara, namun dua penumpang ini malah semakin menjadi-jadi dan berdiri ketika pesawat sedang pushback.

Merasa ini merupakan suatu kejadian yang serius, salah satu awak kabin dari penerbangan ini lalu melaporkan tentang kedua penumpang ini kepada pilot penerbangan. Setelah menimbang, akhirnya sang pilot memutuskan untuk kembali ke parking stand nomor 25 dan berniat untuk menurunkan keduanya.

Baca Juga: Dianggap Mengancam, Dua Penumpang Easyjet Digeruduk Keluar dari Pesawat

Arie menambahkan, selama proses penurunan kedua penumpang ini, ada 19 penumpang lainnya yang tergabung ke dalam satu rombongan dengan kedua penumpang ini juga melayangkan protes kepada pihak maskapai.

“Pada saat kedua penumpang tersebut dalam proses penurunan, 19 penumpang lain turut melakukan protes, sehingga turut serta diturunkan dari pesawat. Dalam penerbangan, keamanan dan keselamatan adalah hal paling utama. Namun demikian, kejadian ini tidak mengganggu operasional penerbangan dan operasional bandar udara secara umum,” terang Arie.

Lalui Jalur dengan Beda Lebar Rel, Russian Railway Punya Kereta dengan “Variable Gauge System”

Perbedaan tipe lebar rel (track gauge) sejak beberapa dekade telah memisahkan konektivitas antara satu jalur dengan jalur kereta lainnya di beragam penjuru dunia. Namun Russian Railway telah membuat terobosan penting, yaitu dengan menyediakan roda di bogie pada kereta yang dapat menyesuaikan otomatis kala terjadi perbedaan track gauge, terutama pada kereta yang melayani jalur Moskow – Berlin.

Baca juga: Bentang Rel 1.435mm, Ternyata Telah Jadi Standar Sejak Zaman Romawi!

Pasalnya kereta yang dioperasikan oleh Russian Railways ini akan mengular dengan 18 gerbong dan membentang sejauh 3383 km untuk mengakomodasi penumpang dan layanan pengiriman. Kereta ini diberi nama burung Strizh yang diterjemahkan sebagai Swift dalam bahasa Inggris.

Kereta yang diproduksi oleh Patentes Talgo S.L yakni perusahaan Spanyol yang mengkhususkan diri dalam desain, manufaktur, pemeliharaan rolling stock dan sistem untuk perubahan ukuran otomatis. Rolling stock mereka telah digunakan untuk kereta api berkecepatan tinggi terbaru Rusia pada 2015 yang beroperasi antara Moskow dan Nizhny Novgorod.

Teknologi yang digunakan oleh Patentes Talgo yakni roda kereta yang melintas rel standar Rusia dengan lebar bentang 1520 mm bisa berubah dengan bogie menyesuaikan dengan lebar rel di Berlin 1435 mm atau ukuran median dari semua variasi rel dunia. Proses penyesuaian bogie pada lebar yang berbeda ini tak lain berkat adopsi teknologi variable gauge system.

KabarPenumpang.com merangkum laman smartrailworld.com, pada kereta konvensional, proses ini membutuhkan waktu satu jam untuk merubah ban, tetapi pada kereta berkecepatan tinggi waktunya bisa dimodifikasi menjadi 20 menit. Pengukur otomatis dipasang awal tahun lalu di stasiun Brest di Belarus yang terletak di dekat perbatasan Polandia.

Gerbong Pelentes Talgo harus tahan uji TÜV SÜD Rail yang berbasis di Jerman ini dianalisis meliputi pengereman, laju kereta, aerodinamika, kompatibilitas elektromagnetik. Jalur kereta akan memasuki lima negara dengan melewati Smolensk, Orsha, Minsk, Brest, Terespol, Warsawa, Poznan, Rzepin, dan Frankfurt (Oder).

Kereta baru ini membuat waktu perjalanan ke barat 20 jam dan 14 menit dari 24 jam 49 menit hingga sementara kereta ke timur akan menyelesaikan perjalanan dalam 20 jam 35 menit, dibandingkan dengan 25 jam 56 menit saat ini. Setiap kereta memiliki 20 Gerbong, termasuk campuran kelas dua, kelas satu dan VIP yang dilengkapi dengan shower pribadi (kamar mandi) dan fasilitas en-suite. Kereta juga menawarkan kereta bistro dan restoran.

Baca juga: Lebar Bentang Rel Menjadi Ciri Khas Jalur KRL Jabodetabek

Kalau di Indonesia lebar rel mengikuti Jepang yakni 1067 mm. Nah, jika metode ini ada di Indonesia mungkin tidak perlu lagi transit alias pindah kereta menuju satu tempat karena perbedaan lebar rel.

Berhenti di Bojonegoro, KA Sancaka Utara Punya Relasi Baru dari Surabaya Pasar Turi ke Yogyakarta

Pada 1 Desember 2019 mendatang, kereta api Sancaka akan berubah nama menjadi KA Sancaka Utara dengan relasi baru akan mulai beroperasi. Kereta ini akan mulai melintasi Surabaya Pasarturi-Lamongan-Bojonegoro-Gambirang-Solo hingga Yogyakarta dan sebaliknya.

Baca juga: Hadirkan Empat Kereta Baru, KAI Berlakukan Gapeka 2019

Jalur ini adalah pertama kalinya kereta api Yogyakarta yang melewati Bojonegoro. Kepala Stasiun Bojonegoro, Rohman mengatakan, KA Sancaka Utara diproyeksikan akan terdiri dari dua kelas yakni bisnis dan eksekutif dengan total satu rangkaian sembilan gerbong.

Pembagiannya adalah empat gerbong kelas eksekutif, empat gerbong kelas bisnis dan satu gerbong untuk restorasi dan KA Sancaka Utara ini menyediakan 440 kursi. Tiketnya pun untuk kelas eksekutif berkisar antara Rp230 ribu hingga Rp340 ribu dan kelas bisnis sekitar Rp150 ribu hingga Rp240 ribu.

Tarif ini untuk keberangkatan dari Bojonegoro hingga tiba di Yogyakarta. Awalnya KA Sancaka sendiri merupakan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi AC Premium yag dioperasikan oleh Daop VI Yogyakarta dan Daop VIII Surabaya yang melayani relasi Surabaya Gubeng – Yogyakarta dan sebaliknya. Perjalanan sejauh 311 km ditempuh dengan waktu sekitar lima jam yang melewati kawasan percandian di Prambanan, Sleman dan membelah Kota Solo dan Kota Madiun.

Kereta api ini berhenti di Surabaya Gubeng, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Caruban (hanya jadwal sore arah Yogyakarta), Madiun, Barat (hanya jadwal sore arah Surabaya), Paron (hanya jadwal sore arah Surabaya), Solo Balapan, Klaten (hanya jadwal pagi), dan terakhir Yogyakarta Tugu. Nama Sancaka diambil dari nama sosok ular Sanca (bukan ular naga) yang pengayom dan dapat bertahan di segala keadaan.

Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

Awalnya KA Sancaka menggunakan rangkaian kereta campuran kelas eksekutif dan bisnis. Kemudian tanggal 16 Oktober 2016 rangkaian kereta kelas bisnis diganti menjadi rangkaian kereta kelas ekonomi AC plus. Terakhir sejak tanggal 8 April 2019 rangkaian KA ini diganti dengan rangkaian baru berbodi stainless steel dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi AC premium beserta kereta makan dan pembangkitnya yang juga baru.

Tak Lagi Terima Uang Tunai, Pengemis di Cina Gunakan QR Code untuk Terima Pemberian

Pengemis sepertinya menjadi salah satu pemandangan ketika melancong ke suatu daerah atau negara. Bahkan banyak pengemis yang dibiayai oleh pemerintah dan beberapa diantar lainnya harus membayar lisensi hanya untuk mengemis.

Baca juga: Pengemis di Swedia Wajib Bayar Lisensi dan Punya Identitas Valid

Namun bagaimana bila pengemis modern saat ini beradaptasi dengan kenyamanan metode pembarayan modern? Hal ini kemudian bisa menjadi sedikit rumit dan kini menjadi masalah yang dihadapi orang-orang di Cina.

Pasalnya, baru-baru ini pengemis yang tersebar di jalan-jalan Cina telah membuang mangkuk atau kaleng untuk menerima uang mereka. Sebab kini pembayaran melalui online dengan sebuah QR Code. Para pengemis secara strategis memposisikan diri di daerah wisata yang ramai untuk mengumpukan uang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari financialexpress.com, di Cina siapa pun yang memiliki aplikasi seperti Alipay dan WeChat Pay atau aplikasi pembayaran seluler lainnya yang dapat membaca QR Code bisa melakukan pembayaran. Bahkan mereka kini menjadi pemandangan umum setelah teknologi berkembang pesat di Cina.

Bisa dikatakan, kini Cina memiliki transisi ke ekonomi bebas tunai lebih cepat dibandingkan negara lain di dunia. Sehingga secara harafiah, ekonomi di Cina bergantung pada kode dua dimensi yang dapat dipindai.

Bahkan dari sebuah laporan dikatakan, para pengemis yang menggunakan QR Code ini tak harus punya ponsel. Mereka hanya perlu perpustakaan di mana akun dapat dibuat dan dompet digital untuk digunakan,  tak hanya itu pencipta akun dompet bahkan tidak memerlukan rekening bank. Mereka juga menggunakan lembar QR Code yang sama untuk membeli barang-barang di toko setelah pedagang memindainya.

Diketahui, penetrasi ponsel pintar yang mendominasi aplikasi pembayaran digital seperti dua perusahaan e-wallet terbesar Cina yakni Alipay dan WeChat Pay telah mendukung fenomena ini. Tak hanya Cina, di India ketersediaan Paytm dan ponsel pintar yang murah ditambah internet telah membawa kios-kios kecil seperti paanwallah ke pedagang kaki lima untuk menerima pembayaran digital.

Dalam sebuah laporan juga dinyatakan bisnis dengan membayar pengemis melalui QR Code bisa dilakukan. Mereka kemudian memanen data pengguna dan bahkan menjual ID WeChat mereka. Data pengguna juga dapat dijual ke perusahaan yang kemudian menggunakannya untuk mengganggu pelanggan dengan iklan dan dorongan yang tidak perlu.

Baca juga: Pelancong Asing Dibuat Bingung, Cina Gunakan QR Code untuk Mayoritas Transaksi via Alipay dan WeChat

Selain itu, startup lokal juga menggunakan pemindaian ini untuk mempromosikan bisnis mereka dan pengemis dibayar untuk scan atas nama mereka. Menurut laporan media, pengemis mendapatkan yang setara dari Rs7-15 atau sekitar Rp1.300 – Rp15 ribu dari pemindaian ini. Mengingat seorang pengemis bekerja selama 45 jam, hal yang sama berarti pengemis yang setara dengan lebih dari Rs40 ribu atau sekitar Rp7,8 juta.

Hendak Parkir, Boeing 737-800 SkyUp Airlines Terbakar di Bandara Sharm el Sheikh Mesir

Pernahkah terlintas di benak Anda bagaimana jadinya jika pesawat yang Anda tumpangi terbakar tak lama setelah mendarat? Jika benar ini terjadi, mungkin Anda sudah ketar-ketir tidak karuan karena panik, ya! Tapi sejatinya kejadian ini benar-benar terjadi – dan beruntung, kejadian mengerikan ini tidak memakan korban jiwa maupun luka.

Baca Juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman news.sky.com (13/11), insiden pesawat meledak dan terbakar ini sendiri terjadi di Bandara Sharm el Sheikh, Mesir beberapa waktu yang lalu. Kejadian ini sendiri sempat terekam kamera CCTV yang menyorot apron bandara. Tampak ketika pesawat sedang melakukan taxi untuk parkir, roda pesawat sebelah kiri sudah terbakar dan terlihat sejumlah ambulans serta petugas darat mulai berdatangan mengerubungi tubuh pesawat.

Sekedar informasi, pesawat Boeing 737-800 ini dioperasikan oleh maskapai asal Ukraina, SkyUp dengan nomor penerbangan PQ7153. Tak lama setelah pesawat terparkir, petugas langsung berusaha untuk memadamkan api secepat mungkin – dengan kekhawatiran api akan menjalar ke sayap, mesin, tubuh pesawat, hingga tangki bahan bakar. Jika skema ini tejadi, maka bencana yang lebih besar sudah siap ‘menerkam’.

https://www.youtube.com/watch?v=SPNrBm1sLBU

Beruntung, kesigapan ground crew dan petugas pemadam kebakaran dalam menangani insiden ini membuat api dengan cepat padam dan tidak menjalar ke bagian pesawat lainnya. Setelah kondisi di luar pesawat sudah kondusif, barulah 189 penumpang dan tujuh awak penerbang yang ada di dalam pesawat bisa keluar dengan aman.

Pasca insiden ini, pihak SkyUp membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan, “kami akan sesegera mungkin mengganti roda dan rem pesawat. Ini dilakukan setelah teknisi kami melakukan pengecekan secara menyeluruh,”

Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Selain pihak maskapai, Kementerian Penerbangan Sipil Mesir juga angkat suara. Mereka memuji aksi cepat tanggap yang dilakukan oleh semua pihak yang terlibat sehingga api tidak menjalar ke bagian lain dari pesawat.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada pihak yang hendak memberikan keterangan lebih rinci terkait pemicu api di roda pesawat tersebut. Namunkuat dugaan, api berasal dari sistem hidrolik pesawat.

Pengemis di Swedia Wajib Bayar Lisensi dan Punya Identitas Valid

Pengemis ternyata tak hanya di Indonesia, sebab beberapa negara Asia lainnya serta di Eropa dan Amerika juga punya pengemis. Nah ketika pergi melancong ke suatu negara sesekali melintas pasti Anda juga akan menemukan pengemis di pinggir jalan dan mungkin bukan suatu pemandangan yang asing lagi bagi para pelancong.

Baca juga: Pelancong Asing Dibuat Bingung, Cina Gunakan QR Code untuk Mayoritas Transaksi via Alipay dan WeChat

Tapi tahukah Anda bahwa ada negara yang menarik biaya izin mengemis dan para mereka harus memiliki identitas yang valid? Ya, salah satunya adalah kota Eskilstuna sebelah barat Stockholm, Swedia, sudah memperkenalkan biaya lisensi untuk pengemis sejak 1 Agustus 2019 kemarin.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thelocal.se, Dewan kota Eskilstuna pertama kali membuat keputusan untuk memperkenalkan persyaratan izin pada Mei 2018 lalu. Tetapi dewan administrasi kabupaten membatalkan hal tersebut yang kemudian berbuntut kasus itu dibawa ke pengadilan administratif yang akhirnya memberikan hasil bahwa aturan itu mulai berlaku pada Agustus lalu.

Adapun pengenaan biaya lisensi pengemis ini mengartikan bahwa siapa pun yang ingin meminta uang kepada orang-orang di jalan harus membayar izin. Biaya lisensi yang dikenakan pun tidak murah yakni sebesar 250 Kronor atau sekitar Rp361 ribu serta para pengemis harus punya identitas yang valid.

Politisi lokal mengatakan, tujuan mengenakan biaya lisensi ini agar membuat pengemis lebih sulit dan memudahkan otoritas serta layanan untuk berhubungan dengan orang-orang yang rentan dan menawarkan mereka bantuan.

“Kami melakukan birokratisasi dan membuatnya lebih sulit, dan kami bisa melihat bagaimana kelanjutannya. Saya harap polisi akan dapat mengimplementasikannya sehingga diperlukan izin baru untuk setiap hari,” kata anggota dewan kota Jimmy Jansson.

Bahkan menurut surat kabar lokal di Eskilstuna, pengemis yang ada di bagian tengah kota justru menjual buah beri. Jansson mengaku hal ini sama sekali tidak terduga.

“Ini tentu saja merupakan reaksi yang masuk akal terhadap perubahan aturan, tetapi jika Anda duduk dan menjual barang di luar toko, pemilik toko akan segera marah,” ujarnya.

Diketahui sejak Desember 2018, beberapa kota di Swedia telah melarang pengemis di daerah-daerah tertentu setelah putusan Mahkamah Administratif Tertinggi menetapkan presenden dengan menegakkan larangan yang berlaku di Vellinge sebuah kota di Skane. Bahkan ada beberapa kritik terhadap undang-undang yang digambarkan Jansson sebagai hal yang ‘munafik’.

Baca juga: Alipay Siap Ganti Sistem Pembayaran MTR Hong Kong dengan Scan QR Code

“Sejujurnya, bayangkan jika ini berkaitan dengan pertanyaan tentang betapa buruknya orang yang harus mengemis, sama besarnya pada tindakan melawan peraturan. [Pertanyaannya] berakar pada kenyataan bahwa orang-orang berada dalam situasi yang sangat rentan dan sulit. Anda memiliki keadaan yang menekan Anda, tidak bertanggung jawab atas Anda dan kadang-kadang pada dasarnya menganiaya Anda, Anda hidup dalam kemiskinan ekstrem. Anda harus membedakan antara mengemis dan orang yang membutuhkan, dan menemukan cara lain untuk membantu mereka,” katanya.

Nah, kalau di Indonesia di terapkan seperti ini, mungkin pengemis akan berkurang dan pelancong yang mampir pun tak perlu melihat hal tersebut.

Ojek di Kamerun Rusuh, Pemerintah Larang Pemotor Masuki Kawasan Pusat Ibu Kota

Ribuan pengendara sepeda motor pada Selasa (12/11) kemarin memblokir jalan-jalan di ibukota Kamerun. Aksi ini dilakukan pasca pejabat kota melarang pengendara sepeda motor untuk mengakses area komersial dan perumahan tertentu. Para pejabat setempat mengatakan bahwa pembatasan semacam ini diperlukan untuk alasan keamanan. Sementara itu, di sisi lainnya, para pengendara motor mengatakan bahwa penerapan regulasi ini dapat mempersempit ‘mata pencaharian’ mereka.

Baca Juga: Ini Dia Alasan Ojek Online Belum “Naik Kelas”

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman voanews.com (12/11), aksi massa ini sontak membuat polisi anti huru-hara untuk melakukan tugas ekstra – yaitu dengan memblokir jalan guna membatasi ruang gerak massa. Selain itu, aksi ini juga berdampak pada tutupnya sejumlah pusat perbisnisan.

Presiden Yaounde Bikers Association (YABA), Dieudonne Monono mengatakan bahwa para pengendara sepeda motor ini memprotes keputusan pemerintah yagn memberlakukan regulasi tersebut sehingga ruang gerak para bikers ini terbatas. Bagi Anda yang belum tahu, sepeda motor di Kamerun ini dijadikan moda transportasi seperti layaknya ojek.

“Sebagian besar dari mereka (para pengendara sepeda motor) merupakan lulusan universitas yang tidak beruntung karena tidak mendapatkan pekerjaan. Mereka semua telah sepakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri agar bisa mendapatkan penghasilan dan bertahan hidup,” ujar Dieudonne.

“Maka ketika pemerintah menerapkan regulasi ini, menurut saya itu adalah suatu langkah yang sangat buruk,” tukasnya.

Jika peraturan ini berlaku kelak, maka wilayah-wilayah yang tidak boleh dilalui oleh sepeda motor mencakup: area di depan kedutaan besar, pusat kota, dan perumahaan tempat pejabat senior tinggal.

Gubernur Wilayah Pusat, Nasseri Paul Bea mengatakan, “diharapkan dengan diberlakukannya regulasi ini, maka kota akan menjadi semakin aman dan tertib, dimana ini akan berimplikasi terhadap facelift Yaounde bagi pelancong internasional,”

Baca Juga: Populasi Ojek Online Meroket, Apakah ini Pertanda Bagus Untuk Ibu Kota?

Dewan Kota Yaounde melaporkan setidaknya ada 30.000 pengendara motor di Yaounde dan sebagian besar dari mereka mengangkut penumpang dari wilayah yang tidak dilintasi oleh taksi mobil, mengingat masih buruknya kondisi menuju pusat kota.

Jika pengendara sepeda motor ini tidak bisa lagi mengangkut penumpang menuju pusat kota, akankah regulasi anyar ini mengubah tatanan transportasi di Yaounde?

Polemik Status “Shower Suite Attendant,” Inggris Larang Emirates Operasikan Shower Suite di A380

Sebagai maskapai yang hanya mengoperasikan dua jenis pesawat saja, Boeing 777 dan Airbus A380, wajar adanya jika Emirates ingin memberikan layanan terbaik tidak hanya kepada penumpangnya, melainkan juga kepada awak kabin yang bekerja di dalamnya – salah satunya adalah kehadiran dari shower suite yang ada di pesawat Airbus A380 milik mereka. Namun, kabarnya ada pihak yang melarang penggunaan shower suite tersebut. Kira-kira, siapa ya?

Baca Juga: Layanan First Class Emirates Undang Decak Kagum Youtuber!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman onemileatatime.com (4/11), adalah pihak Inggris yang melarang penggunaan dari shower suite pada penerabangan Emirates tujuan Inggris. Hal ini terjadi bukan melulu lantaran fungsinya yang akan menyegarkan penumpang setelah melakukan perjalanan sekian lama, namun lebih kepada petugas shower suite (shower suite attendant) yang dinilai bukan bagian dari awak kabin atau pramugari.

Menurut otoritas Inggris, shower suite attendant tidaklah memiliki pelatihan layaknya seorang pramugari. Shower suite attendant sejatinya harus duduk ketika tanda sabuk pengaman menyala, hingga mereka mendapatkan gaji yang lebih rendah ketimbang awak kabin. Pada intinya, pihak Inggris menilai shower suite attendant bukanlah bagian dari awak kabin.

Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya-tanya, “mengapa Inggris ikut-ikutan menentukan layanan dari Emirates? Bukankah Emirates merupakan maskapai asal Uni Emirat Arab?”

Jawabannya sederhana: Karena Emirates membuka rute penerbangan menuju Inggris – yaitu ke London, Manchester, dan Glasgow.

Pihak Emirates sendiri sudah membuka rute penerbangan menuju Inggris kurang lebih sudah 10 tahun lamanya, namun mengapa negara Kerajaan ini baru mempermasalahkan soal shower suite baru-baru ini? Alih-alih memperpanjang soal ‘saran’ dari pihak Inggris, Emirates dikabarkan tengah mencari jalan tengah dari kemelut ini.

Baca Juga: Memukau, ‘Sosok’ Airbus A380 Emirates Jadi Ladang Bunga Terbesar di Dubai

Emirates sendiri masih belum bisa menentukan kapan keputusan soal polemik ini bisa dirilis ke publik. Padahal, bisa saja pihak Emirates tidak menugaskan shower suite attendant untuk bisa memenuhi permintaan dari Inggris, atau malah mempekerjakan satu awak kabin untuk menjaga suite tersebut. Atau mungkin meningkatkan ‘derajat’ dari shower suite attendant, mengingat tugas dari shower suite attendant tidaklah hanya sekedar menjaga saja, melainkan juga membersihkannya.

Kereta Uap Kalimantan, Pelancong Diajak Jelajah Hutan Borneo Tanpa Pendingin Udara

Naik kereta dengan lokomotif uap di Indonesia ternyata tidak hanya ada di Pulau Jawa saja melainkan di Pulau Kalimantan juga ada. Kereta ini melintasi dua negara yakni Indonesia (Kalimantan Utara) dan Malaysia (Sabah).

Baca juga: Lokomotif Uap D1410, Kembali Beroperasi Jadi Kereta Wisata di Solo

Ini menjadi kereta uap tertua di Kalimantan dan ketika menaikinya penumpang serasa kembali ke pesona kolonial British North Borneo. Ketika kereta ini akan berangkat, di stasiun akan memperdengarkan lagu-lagu klasik dari era swing sebelum menembus kehijauan Borneo.

Gerbong kereta ini dirancang pada abad ke-19 dengan kayu oak yang unik, kursi kain dan lampu panel seperti kembali ke seratus tahun lalu. Diketahui, kereta uap ini diproduksi oleh Vulcan Foundry di Lancashire, Inggris dan menjadi armada lokomotif terakhir yang melakukan perjalanan melintasi Kalimantan sejak tahun 1880-an.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Kereta Api Borneo Utara merupakan proyek bersama antara Sutera Harbour Resort dan Departemen Kereta Api Negara Sabah. Kereta ini kembali mengular pada tahun 2000 untuk memperingati hari jadi Kota Kinabalu dan satu-satunya kereta yang melayani pulau Kalimantan.

Kereta tersebut beroperasi dua minggu sekali dari Tanjung Aru ke negara bagian Sabah dan Papar. Namun dalam gerbongnya tidak dilengkapi pendingin udara karena ingin pelancong menikmati udara segar ketika bepergian melalui hutan hujan Kalimantan. Chief operating officer dari Sutera Harbour Resort, Gerard Tan mengatakan, untuk menjaga kereta uap ini tetap berjalan, metode pengisian bahan bakar kuno telah digunakan.

“Kereta ini hanya menggunakan bahan bakar kayu yang sangat unik yang disebut bakau. Untuk mendapatkan kayu bakau itu tidak mudah. Anda harus memotong dan kemudian Anda harus mengeringkannya dan itu sangat mahal,” ungkap Tan.

Untungnya dan secara kebetulan Sabah memiliki area bakau terbesar di negara bagian mana pun di Malaysia memiliki lebih dari 232 ribu hektar. Namun, sebagian besar wilayah ini dilindungi oleh undang-undang konservasi karena hutan bakau adalah rumah bagi beragam flora dan fauna.

Kereta ini selain melintasi hutan Borneo juga akan melewati sawah, desa, kuil dan gunung dengan kecepatan yang sangat lambat seperti kembali ke 123 tahun lalu. Penumpang di peron sebelum naik pun akan bertemu pramugari kereta api yang mengenakan seragam era kolonial lengkap dengan kancing kuning dan helm empulur.

Baca juga: Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Nantinya penumpang akan dimintakan paspor dan boarding pass sebelum melanjutkan perjalanan menikmati alam Kalimantan. Penumpang duduk dua orang per meja sehingga semua penumpang bisa melihat keluar pemandangan melalui jendela. Kereta ini sendiri melintasi 12 stasiun dari Stasiun Tanjung Aru hingga

Tak Lagi Repot ke Loket, Beli Tiket Bus Damri Bisa Pakai Damri Apps

Biasa beli tiket Damri melalui loket atau didalam bus ketika berangkat? Kini ada cara lebih mudah lagi bagi penumpang bus Damri yang akan pergi ke Bandara, Antar Kota ataupun ke kawasan pariwisata yakni dengan menggunakan Damri Apps.

Baca juga: Damri JA Connection Buka Rute Pondok Cabe – Bandara Soekarno-Hatta

Bisa dikatakan Damri Apps, seperti KAI Access milik PT KAI yang juga melayani pembelian kereta lokal dan bandara. Aplikasi ini dikatakan Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin, merupakan salah satu penunjang kemudahan masyarakat untuk perjalanan bisnis atau melancong.

“Untuk metode pembayarannya pun penumpang dimudahkan dengan kartu kredit dan debit, transfer bank, GoPay dan Link Aja. Bahkan penumpang yang melakukan pembayaran dengan GoPay dan Link Aja bisa mendapat diskon khusus,” kata Setia yang dikutip KabarPenumpang.com dari damri.co.id (7/11/2019).

Kehadiran aplikasi ini sendiri merupakan terobosan baru Damri bagi masyarakat millenial dan Setia mengklaim Damri Apps sudah diunduh lebih dari 50 ribu pengguna. Setia menambahkan, memesan tiket melalui aplikasi selain memangkas waktu ke loket juga penumpang bisa membeli tiket dengan menentukan jadwal perjalanan mereka sendiri.

Setia mengatakan, saat ini Damri Apps baru tersedia untuk pengguna Android dan masyarakat dapat mengunduh aplikasinya melalui Play Store. Ia berjanji aplikasi tersebut akan berkembang ke depannya.

“Kita sedang ingin terus mengembangkan Damri Apps, segera aplikasi ini akan hadir di App Store untuk pengguna iOS,” tambah Setia.

Untuk pembelian tiket Damri tujuan Bandara pun tak hanya satu bandara seperti Soekarno-Hatta, tapi semua bandara di seluruh Indonesia penumpang yang memesan tiket Damri ini bisa langsung mengklik pilihan keberangkatan dan tujuannya. Tak hanya Damri Apps, sejak setahun lalu Damri sudah memudahkan penumpangnya dengan sistem tiket elektronik.

Sistem tersebut atas kerja sama Perum Damri dengan PT Telkom Indonesia. Saat ini sistem tersebut sudah ada di hampir semua bandara yang menggunakan Damri sebagai moda angkutannya di seluruh Indonesia.

Baca juga: PT KAI Gandeng Perum Damri, Mudahkan Perjalanan dari Palembang ke Stasiun Gambir

Bahkan nantinya sistem pembayaran Damri akan sama seperti TransJakarta yang menggunakan uang elektronik terbitan bank seperti Flazz, Brizzi, eMoney dan melalui dompet elektrnik seperti TCash yang dibuat oleh Telkomsel.