Selain Berdoa, Inilah Tiga Tips Ampuh Saat Menghadapi Turbulensi

Siapa bilang melakoni satu penerbangan merupakan suatu hal yang mudah – terlebih lagi bagi mereka yang baru pertama kali mengudara. Beragam ketakutan mulai dari bagaimana rasanya lepas landas, apa rasanya jika pesawat yang ditumpangi terpaksa melintasi cuaca buruk, hingga rasa takut terhadap turbulensi yang nyatanya masih menjadi momok menakutkan bagi penumpang yang sudah sering melakukan perjalanan udara.

Baca Juga: Terpecahkan! Beginilah Proses Pengambilan Gambar Ketika Pesawat Tengah Mengudara

Nah, guna melawan rasa takut mengudara, beberapa pilot di luar sana memberikan sejumlah tips ampuh untuk melawan rasa takut untuk terbang. Kiranya tips di bawah ini dapat membantu Anda semua untuk menghapuskan rasa takut untuk mengudara, ya! Berikut adalah tips menghilangkan rasa takut dalam menghadapi turbulensi versi pilot, dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Menulis Nama
Mungkin Anda semua awalnya akan bingung ketika menulis nama Anda di secarik kertas dapat menghilangkan rasa takut Anda ketika mengudara. Caranya sederhana, cukup sediakan secarik kertas dan pena, lalu tulislah nama Anda sebanyak-banyaknya menggunakan tangan non-dominan.

Maksudnya adalah jika Anda bukan seorang kidal, maka tulislah dengan tangan kiri – pun sebaliknya.

Tips ini terinspirasi dari Captain Ron Nielsen, dimana ia mengatakan bahwa fokus Anda akan tertuju pada bagaimana cara Anda menggunakan tangan non-dominan, sehingga ketakutan Anda ketika mengudara akan teralihkan.

Duduk di Baris Depan
Menurut salah satu pilot dari British Airways, Steve Allright, getaran atau guncangan yang diakibatkan oleh turbulensi tidak akan terasa terlalu parah ketika Anda duduk di barisan depan pesawat. Selain itu, Anda juga harus menanamkan persepsi bahwa turbulensi sama halnya seperti Anda melewati sebuah jalan rusak yang mengakibatkan kendaraan Anda berguncang.

“Turbulensi memang membuat Anda tidak nyaman, namun itu tidaklah berbahaya. Itu merupakan bagian dari penerbangan dan tidak perlu ditakuti,” ujar Capt. Steve Allright.

Baca Juga: Hendak Mengudara? Jangan Konsumsi Obat-Obatan Jenis Ini, Berbahaya!

Memijit Titik-Titik Tertentu
Ketika Anda mulai merasa panik dan stress di tengah penerbangan, satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara memijat bagian leher dan bahu. Selain area bahu dan leher, Anda juga bisa memberikan pijatan di bagian telapak tangan Anda. Caranya adalah dengan menekan ibu jari Anda tepat di bagian tengah telapak tangan dan mulai menyapu ke arah jari.

Jadi, mungkinkah Anda mempraktikkan tips di atas?

Bandara Atlanta, Punya Jarak Antar Gerbang Keberangkatan Terjauh, 3.200 Meter!

Menghabiskan waktu dengan berjalan kaki dari satu gerbang keberangkatan menuju gerbang keberangkatan lainnya guna melanjutkan perjalanan memang terkadang melelahkah, terlebih lagi jika jaraknya tidaklah dekat. Alih-alih tetap bisa mempertahankan make up dan tatanan rambut agar tidak berantakan ketika masuk ke dalam pesawat, yang ada Anda malah basah kuyup karena keringat panik yang dihasilkan ketika Anda berjalanan kaki menuju gerbang keberangkatan.

Baca Juga: Travelator, Wahana Transportasi Massal Yang Bebas Emisi

Tapi tahukah Anda bandara mana saja di Amerika yang memiliki jarak antar gerbang keberangkatan terjauh? Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com, bandara dengan jarak gate terjauh nomor dua di Negeri Paman Sam diraih oleh Dallas/Fort International Airport, dimana jarak yang terbentang antara Gate D6 yang ada di Terminal D menuju Gate A8 yang ada di Terminal A mencapai angka 1,45 mil atau yang setara dengan 2,3km!

Tapi Anda jangan dulu tercengang melihat angka tersebut, karena menurut laman sumber, jarak antar gerbang keberangkatan terjauh yang ada di Amerika terdapat di Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport (ATL), dimana jarak yang ada mulai dari gerbang di terminal domestik awal hingga gerbang terminal internasional mencapai angka 10.600 kaki alias 3.200 meter! Dapatkah anda membayangkan betapa jauhnya jarak tersebut? Atau setidaknya, pernahkah terlintas di benak Anda tentang betapa luar biasa besarnya dua bandara di atas?

Dewasa ini, banyak operator bandara yang mulai berlomba-lomba menyajikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya guna meningkatkan pengalaman mereka. Bahkan, beberapa diantara ratusan hingga ribuan operator bandara di luar sana yang menyebutkan bahwa sebuah bandara merupakan cerminan dari kota atau destinasi terkait – sebut saja Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang ada di Cengkareng merupakan cerminan dari kota Jakarta, dan seterusnya.

Baca Juga: Global Solar Energy Rilis Shuttle Bus Bertenaga Surya Pertama di Bandara

Nah, kembali ke topik pembahasan awal, mengingat jarak antar gerbang keberangkatan yang tidaklah dekat, maka kehadiran dari travelator atau kereta shuttle bandara menjadi sangat penting. Memang, utamanya kehadiran dua instrumen yang akan meningkatkan pengalaman penumpang ini awalnya ditujukan untuk memberikan citra baik kepada setiap pengunjung – namun jika ditinjau lebih jauh lagi, keberadaan travelator atau kereta shuttle bandara juga bisa digunakan oleh para awak penerbang dan kabin guna efisiensi waktu perjalanan mereka dari satu gerbang menuju gerbang lainnya.

Itu di Amerika, kalau di Indonesia, mungkin jarak antar gerbang terjauh dicokol oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta, ya!

Apa yang Harus Anda Lakukan Jika Turbulensi Menyerang Saat Berada di Toilet

Seolah tidak bisa dipisahkan, mungkin kalimat tersebut tepat untuk menggambarkan sebuah penerbangan dengan turbulensi yang ada di atas ketinggian sana. Bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah melakukan perjalanan via udara, tentu saja pernah merasakan yang namanya turbulensi, bukan? Ya, guncangan ketika pesawat tengah mengarungi angkasa ini, tidak bisa dipungkiri, masih menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi penumpang.

Baca Juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Biasanya ketika hendak menembus daerah yang berpotensi menghasilkan turbulensi dalam kekuatan yang cukup kuat, sang kapten penerbangan akan mengaktifkan tanda kenakan sabuk pengaman – dan akan mematikannya ketika kondisi di luar sana dinilai sudah cukup aman. Satu pertanyaan yang muncul dari gambaran di atas adalah, “bagaimana jadinya jika Anda tengah berada di dalam toilet dan pesawat diserang turbulensi? Apa yang harus Anda lakukan?”

Guna menjawab pertanyaan di atas, KabarPenumpang.com mengutip dari laman sumber johnnyjet.com, dimana satu hal yang harus Anda lakukan ketika skema di atas terjadi adalah tetap menunggu di toilet – setidaknya sampai pesawat sudah melewati wilayah yang menghasilkan turbulensi tersebut. Justru, Anda tidak diperkenankan untuk kembali ke tempat duduk anda karena dinilai terlalu berbahaya dan dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti jatuh atau terpental.

Bahkan, seorang awak kabin anonim mengatakan bahwa Anda harus duduk di toilet selama pesawat dihantam turbulensi. Tidak lain dan tidak bukan, untuk mencegah Anda tidak jatuh selama berada di dalam toilet. Upayakan juga untuk berpegangan pada benda solid apapun yang ada di sekitar Anda, seperti wastafel atau pada dinding kamar mandi, karena dikhawatirkan guncangan keras akan membahayakan Anda.

Baca Juga: Turbulensi, Guncangan Saat Mengudara Yang Tak Perlu Ditakuti

Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya, “apakah turbulensi dapat berubah menjadi suatu ancaman yang membahayakan keselamatan Anda?”

Jawabannya adalah, ya! Pukul mundur ke pertengahan tahun 2017 silam, dimana maskapai Aerofolot yang tengah mengudara dari Moskow menuju Bangkok diterpa turbulensi yang sangat parah, sampai-sampai 27 penumpangnya mengalami luka serius.

Jadi, sekarang sudah tahu kan apa yang harus Anda lakukan jika turbulensi menyerang dan kebetulan Anda tengah berada di kamar mandi?

Mesin Perawatan Jalan VDM 800 GS Jadi Monumen di Cirebon

Beberapa lokomotif tua kini sudah menjadi monumen di beberapa stasiun seperti Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Semarang. Nah kali ini bukan lokomotif tetapi mesin mekanik perawatan jalan rel VDM (Vehicle Dumping Machine) yang menjadi sebuah monumen.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Mesin Perawatan Jalan Rel, Si Kuning Yang Gemar “Patroli” di Malam Hari

Mesin perawatan jalan VDM 800 GS tersebut menghiasi halaman kantor PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) III Cirebon. KabarPenumpang.com merangkum dari kai.id, mesin perawatan jalan yang berwarna kuning tersebut menjadi sebuah monumen karena dianggap spesial.

Sebab VDM 800 GS merupakan mesin perawatan jalan rel pertama yang ada di Indonesia. VDM 800 GS sendiri adalah buatan Austria dan pernah dioperasikan di Daop 1 Jakarta, Daop 3 Cirebon, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta dan Daop 7 Madiun serta Divre I Sumatera Utara dan Divre III Palembang.

Awal kehadirannya, VDM 800 GS dibeli tahun 1988 sebanyak sembilan unit yang didatangkan ke Indonesia. VDM sendiri merupakan mesin mekanik berat untuk perawatan jalan rel yang dilengkapi alat pemadat dan vibrator yang fungsinya untuk memadatkan balas atau batu kricak antara bantalan jalur rel kereta api.

Ternyata dari sembilan mesin perawatan jalan ini, tersisa satu yang masih beroperasi dan berada di Daop 7 Madiun. VDM 800 GS sebelum menjadi monumen sudah beroperasi selama 22 tahun dan di 2010 lalu dinyatakan tak beroperasi lagi serta mangkrak di emplasemen Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan.

Menjadi sebuah monumen, VDM 800 GS bisa sebagai sarana edukasi dan pembelajaran terkait perkeretaapian. VP PT KAI Daop 3 Cirebon, Tamsil Nurhamedi berharap VDM 800 GS menjadi salah satu ikon di kota Cirebon karena letaknya bersebelahan dengan Balaikota.

Logo PT KAI dan tulisan “Daop 3 Cirebon” berwarna oranye turut menghiasi monumen tersebut. Bahkan, di monumen itu pun dilengkapi rel dan tiang yang di bagian puncaknya terdapat genta.

Karenanya, mesin mekanik itu terlihat seperti berjalan di atas rel kereta api meski sebenarnya hanya monumen. Karenanya, masyarakat bisa mengetahui bagaimana mesin mekanik VDM 800 GS beroperasi.

Bahkan, genta yang terdapat di monumen tersebut juga akan berbunyi secara otomatis setiap enam jam sekali. Monumen mesin mekanik perawatan jalan VDM 800 GS itu diresmikan langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, pada Minggu (10/11/2019).

Baca juga: Kenali Beragam Jenis Perawatan Armada Kereta di PT KAI

Dengan adanya monumen ini, diharapkan dapat menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Kota Cirebon sehingga semakin mencintai transportasi kereta api dan juga turut mempercantik serta menambah daya tarik pariwisata seiring dengan pembenahan dan penataan kota yang sedang berjalan.

Volvo Demonstrasikan Bus Otonom Bertenaga Listrik yang Bisa Keliling Depo!

Jika selama ini ide tentang pengadaan atau pengembangan dari kendaraan otonom masih berpacu di dalam dapur suatu perusahaan – walaupun sudah ada beberapa yang mulai melakukan uji coba, kali ini produsen otomotif kenamaan asal Swedia, Volvo hadir dengan prototip dari kendaraan yang digadang sebagai moda masa depan ini. Hebatnya lagi, prototip dari bus otonom ini bisa berkendara keliling pabrik juga lho! Keren, bukan?

Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman venturebeat.com (13/11), demonstrasi dari bus otonom bertenaga listrik ini menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Tidak hanya sekedar berkendara keliling pabrik saja ternyata, bus yang memiliki panjang kurang lebih 12 meter ini sendiri juga bisa melakukan beragam manuver lain, sebut saja atret di antara dua bus lain.

Sumber: venturebeat.com

Dalam sebuah video yang diunggah Volvo, tampak operator akan terlebih dahulu menentukan ‘aksi’ apa yang akan dilakukan oleh bus tersebut. Ketika si operator ini menekan pilihan “drive to wash station”, maka setir akan bergerak sendiri dan bus akan berjalan secara otonom menuju tempat cucian bus. Sebagai informasi tambahan, adapun uji coba ini dilakukan Volvo di depo Keolis – mitra dari Volvo dalam pengembangan bus otonom ini, di luar Gothenburg.

“Ini menandai langkah yang sangat penting dalam pengembangan moda otonom kami, karena kami sekarang telah berhasil menunjukkan manfaat komersial yang dapat diberikan oleh solusi otonom di sebuah depot bus,” ujar Presiden Volvo Buses, Håkan Agnevall.

Begitu pula halnya dengan infrastruktur pengisian daya, dimana Volvo dan Keolis berupaya untuk melakukan prosesnya sehalus mungkin. Adalah OppCharge yang memungkinkan kendaraan seperti bus Volvo untuk bermanuver sendiri ke posisi pengisian tanpa harus menggunakan kabel.

Baca Juga: Sukses Uji Bus Otonom, Singapura Siap Operasionalkan di 3 Distrik Tahun Depan

Jika dilihat dari apa yang sudah didemonstrasikan oleh Volvo, definisi otonom atau nirawak di sini bukanlah berarti sebuah bus tidak dioperasikan oleh tenaga manusia, mengingat manusia masih harus melakukan input data tentang apa yang harus dilakukan oleh bus ini sendiri. Begitu pula halnya dengan keadaan darurat, dimana tenaga manusia masih dibutuhkan untuk menangani situasi tersebut.

Tingkatkan Keamanan Siber, Airbus Luncurkan Program Pendekatan Human-Centric

Guna meningkatkan efektivitas keamanan siber yang ada di tubuh perusahaan, manufaktur kedirgantaraan ternama asal Eropa, Airbus dikabarkan telah mengumumkan peluncuran program human-centric cybersecurity accelerator. Kelak, program ini akan berisikan tim yang terdiri dari para ahli human factor dan psikologi kognitif yang akan berkolaborasi dengan National Cyber Security Center (NCSC) dan berbagai mitra lainnya. Menurut Airbus, program ini akan melakukan pendekatan human-centric untuk meningkatkan efektivitas keamanan tersebut.

Baca Juga: Hacker Cina Manfaatkan Airbus Guna Dapatkan Dokumen Beberapa Perusahaan Dirgantara

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman infosecurity-magazine.com (13/11), program ini akan menawarkan kesempatan bagi para mahasiswa yang memenuhi kualifikasi, dimana mereka nantinya memiliki peluang untuk berkolaborasi dengan tim peneliti dan bisnis untuk membantu menjadikan Inggris sebagai salah satu tempat teraman untuk melakukan bisnis di dunia maya.

Peluncuran program human-centric cybersecurity accelerator ini merupakan rangkaian lanjutan dari pembukaan Airbus Cyber Innovation Hub yang dirilis pada April 2019 kemarin di Newport. Mungkin ini merupakan salah satu langkah preventif dari Airbus mengingat beberapa waktu yang lalu sistem internal mereka pernah mendapatkan serangan siber dari pihak anonim yang diduga merupakan oknum dari Tiongkok.

“Dengan serangan yang semakin canggih yang dicoba setiap hari, tidak mungkin untuk melindungi setiap pengguna dari setiap serangan siber. Oleh karena itu kami perlu berpikir secara berbeda dan mengidentifikasi cara-cara keamanan untuk bekerja dengan orang-orang dan organisasi, untuk melindungi dengan lebih baik terhadap serangkaian ancaman tersebut,” ujar Dr. Kevin Jones, kepala petugas keamanan dan informasi Airbus.

“Dengan alat dan pendekatan yang tepat, karyawan dapat menjadi penghubung terkuat dalam pertahanan siber milik perusahaan. Tugas kami bertujuan untuk menempatkan pendekatan human-centric di jantung keamanan perusahaan dan kami ingin mendengar dari para peneliti dan organisasi serupa yang tertarik untuk terlibat dengan Accelerator baru ini,” sambungnya.

Baca Juga: Airbus Duga Cina Jadi Dalang di Balik Insiden Serangan Cyber

Direktur teknis NCSC, Dr. Ian Levy mengatakan bahwa inisiatif baru ini disambut baik dan ia mengakui betapa pentingnya pendekatan multidisiplin dengan menempatkan orang-orang di pusat pengembangan keamanan siber.

“Di NCSC, kami menyadari peran vital yang harus dimainkan karyawan dalam ketahanan dunia maya organisasi dan kami senang berkolaborasi dalam program ini,” ujar Dr. Ian.

Boeing ‘Buang’ Teknologi Robotika di Jalur Produksi Varian 777 dan 777X

Setelah empat tahun berada di masa coba-coba, akhirnya raksasa manufaktur kedirgantaraan asal Amerika, Boeing Co. ‘memberhentikan’ robot yang turut serta membangun dua bagian utama dari pesawat 777 dan model lanjutannya yang dikenal dengan 777X. Untuk menggantikan perannya, Boeing akan mempekerjakan tenaga mekanik terampil yang akan bekeja secara manual untuk memasukkan sekrup ke dalam lubangnya di sepanjang lingkar body pesawat. Guna mempermudah tugasnya, pihak Boeing akan memperkenalkan sistem otomatis flex tracks yang sejatinya dikembangkan untuk pesawat varian 787 Dreamliner.

Baca Juga: Kolaborasikan Tenaga Manusia dan Robot, Boeing 777X Siap Mengudara di 2020

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman bloomberg.com, juru bicara Boeing Paul Bergman mengatakan bahwa pergeseran sistem robotika ke tenaga manusia ini diperkirakan rampung pada akhir tahun, dan ia menambahkan, “Boeing tidak merencanakan perubahan dalam kepegawaian untuk varian 777 yang diproduksi di Everett, Washington,”

“Solusi flex tracks terbukti lebih andal, karena membutuhkan lebih sedikit tenaga manusia dan pengerjaan ulang, tidak seperti robot,” sambungnya.

Walaupun menjanjikan tenaga kerja mekanis yang tidak pernah sakit, lelah, atau lapar, namun sistem otomatisasi yang diusung Boeing ini nyatanya menimbulkan banyak kasus dimana teknologinya belum memenuhi ketangkasan dan ketepatan tangan dan mata manusia. Ambil contoh perusahaan Tesla Inc., dimana walaupun pabrik otomotifnya yang ada di Fremont, California itu sudah mengerahkan tenaga fully automatic, namun perusahaan ini tetap menyediakan workshop di luar pabrik dimana para pekerja dapat melakukan pengecekan keseluruhan terhadap mobil rakitannya secara manual.

Baca Juga: Goyang Pasar Wide-Body, Boeing Siap Luncurkan 777X 13 Maret 2019

Mungkin penghilangan teknologi robotika dari jalur perakitan varian 777 dan 777X merupakan salah satu langkah Boeing untuk lebih memperhatikan detail yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan pesawat secara keseluruhan – bahkan dari komponen terkecil sekalipun, seperti sekrup dan baut. Tidak menutup kemungkinan pula apabila Boeing akan mengalihkan teknologi robotikanya ini di jalur lainnya – perusahaan mana yang menginginkan kerugian akibat sebagian instrumen produksinya tidak difungsikan.

Seperti yang sudah diketahui bersama, wakil presiden dan Chief Project Engineer untuk 777X di Boeing Commercial Airplanes, Terry Beezhold di penghujung tahun 2017 lalu sempat mengatakan bahwa proses produksi yang dikombinasikan dengan sistem robotika  dinilai lebih aman bagi orang-orang yang membangun pesawat tersebut. “Itu merupakan pekerjaan yang sangat sulit dilakukan, secara ergonomis,” ungkapnya kepada awak media setempat.

Bus Zhongtong – Lain di Indonesia, Lain di Cina

Beberapa waktu yang lalu, sempat beredar video tidak senonoh di videotron yang ada di salah satu bus TransJakarta. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit yang berhasil diabadikan penumpang, tampak ada seorang wanita yang mengenakan baju minim dan melakukan beberapa liuk eksotis – sehingga video tersebut dinilai tidak pantas untuk dipertontonkan di hadapan publik. Terkait viralnya video ini, pihak PT TransJakarta meminta maaf dan mengatakan sudah menghapus video tersebut dari sistem videotronnya.

Baca Juga: Bus TransJakarta Zhongtong Terbaru Diklaim Ramah Lingkungan

“Video klip musik dengan artis luar negeri berbusana dengan belahan rendah. Transjakarta Meminta maaf atas keteledoran yang dilakukan oknum operator PPD (Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta),” ungkap Kepala Divisi Sekertaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Nadia Diposanjoyo, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Liputan6.com (13/11). Sebagai informasi tambahan, adapun video tidak senonoh diputar di dalam bus bermerk Zhongtong.

Kendati namanya sudah kadung buruk di mata masyarakat Jakarta, Zhongtong nyatanya merupakan salah satu merek pionir di tubuh TransJakarta – terlebih karena varian bus gandeng yang beroperasi di Ibukota. Berasal dari perusahaan Cina bernama Zhongtong Bus Holding Co., Ltd., sejatinya perusahaan ini merupakan manufaktur bus terdaftar paling awal di Cina.

Tidak hanya itu, di negara asalnya, Zhongtong merupakan leading model di industri otomotif yang berdiri sejak tahun 1958 dan memulai produksi bus pada tahun 1971 dengan total aset mencapai RMB12 miliar atau yang setara Rp24,1 triliun. Untuk produksiannya sendiri, Zhongtong yang berkantor pusat di Liaocheng memasarkan beragam jenis bus, mulai dari city bus, luxury bus, stock bus, hingga electric bus.

Senada dengan misi perusahaan, “membangun klaster industri bus hijau terdepan di dunia”, wajar adanya jika pihak Zhongtong akan terus mengembangkan teknologi yang ada di setiap bus-nya guna menjadi yang terkuat di setiap lininya.

Tentu saja nama Zhongtong di Indonesia sendiri tidak bisa terlepas dari beragam kasus yang pernah menyeret namanya – satu yang paling lekang dalam ingatan adalah soal terbakarnya bus di era kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahja Purnama dulu, tepatnya pada 8 Maret 2015 di depan Gedung PMI, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Belum lagi soal kasus korupsi yang menyelimuti namanya pada tahun 2013 silam.

Baca Juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

Terlihat sebuah perbandingan yang sangat signifikan antara nama Zhongtong yang ada di Tiongkok dan di Indonesia. Kuat dugaan, faktor orang ketigalah yang menjadikan nama Zhongtong tidak seharum di negara asalnya.

Polri Tertibkan Penjualan Jaket Ojol, Kemenhub Usulkan Masuk Dalam Regulasi!

Jaket ojek online digunakan dalam aksi bom bunuh diri oleh terduga teroris Rabbial Muslim Nasution di kompleks Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019) kemarin. Hal ini kemudian membuat pihak kepolisian Republik Indonesia menertibkan penjualan jaket ojol ilegal dan Kementerian Pehubungan mengusulkan penggunaannya dimasukkan dalam regulasi untuk keselamatan serta memudahkan polisi melakukan pengungkapan kasus. Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, saat ini jaket ojol bisa didapatkan dimana saja bahkan di Pasar Senen sudah ada.

Baca juga: Grab Rail Express Mudahkan Bisnis Skala Kecil dan UMKM di Indonesia

“Jadi saya mengusulkan ini akan kita masukkan regulasi apakah jaket itu sebagai identitas dan kewajiban untuk perlindungan aspek keselamatan. Tapi kalau ada penyimpangan demikian dan untuk memudahkan Polri melakukan identitas pengusutan,” ujar Budi yang dikutip KabarPenumpang.com dari detik.com (14/11/2019).

Bahkan dia juga mengusulkan agar jaket ojol tidak menjadi milik perseorangan, sehingga saat pengemudi sudah tidak menjadi ojol maka jaket bisa dikembalikan.

“Jaket bukan sebuah properti yang harus dimiliki pengemudi, sehingga bisa saja jaketnya punya nama, katakan saya Budi Setiyadi, atau ada nomornya, jadi kalau yang bersangkutan sudah bukan menjalani profesi sebagai mitra salah satu aplikator, ya sudah, jaketnya dikembalikan,” ujar Budi.

Budi menambahkan, jika penggunaan jaket ojol tidak masuk dalam regulasi, ini akan membuat pihak perusahaan mengalami kerugian. Rencananya, usulan tersebut akan dibahas Budi bersama dengan pihak perusahaan startup ojek online.

“Kalau jaket sudah nggak bagus, kewajiban kantor untuk mengganti, kalau tidak demikian kemana-mana aplikator bisa rugi, bisa nanti ada perampokan menggunakan jaket salah satu aplikator yang ada. Nah, jadi ide ini saya sampaikan aplikator akan saya bahas lebih lanjut, mohon jangan dikaitkan itu pengemudi ojol, karena yang sudah tidak menjadi profesi sebagai pengemudi ojol,” tambahnya.

Hal ini pun serupa yang dikatakan oleh pihak kepolisian yang memastikan seluruh jaket yang tersebar memang benar-benar milik mitra driver terdaftar dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Pokoknya kita mendorong dari pihak penyedia itu dulu, yang harus betul-betul mengecek anggota-anggota yang tergabung di dalam ojek online tersebut. Kemudian tentunya juga melakukan pemantauan agar menggunakan atribut-atribut ojol itu dengan berhati-hati,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Baca juga: GoJek Hadirkan Tiga Fitur Baru, Permudah Penjemputan Penumpang

Untuk diketahui, sebuah ledakan diduga bom baru saja meledak di Mapolresta Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.40 WIB. Ledakan itu diduga kuat merupakan bom bunuh diri. Akibat dari ledakan bom tersebut, 6 orang mengalami luka akibat ledakan. Enam orang tersebut terdiri dari 4 anggota Polri kemudian satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu masyarakat. Selain menelan korban luka, ledakan bom itu juga merusak 4 kendaraan di mana 3 kendaraan milik dinas dan satu kendaraan milik pribadi.

122 Gerbong Tua Terbakar, Stasiun Cikaum Terkenal Sebagai “Kuburan Kereta”

Ratusan gerbong kereta api yang tertumpuk di lahan kosong dekat Stasiun Cikaum ludes terbakar padaa Kamis (14/11/2019) kemarin. Api yang membakar gerbong bekas tersebut telihat membesar sekitar pukul 17.00 WIB dan membuat asap tebal yang membuat langit Purwadadi, Subang menghitam.

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kebakaran pada ratusan gerbong tua tersebut masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian. Kebakaran ini membuat pemadam kebakaran Kabupaten Subang menurunkan tiga armada dan ketika diketahui luasnya kebakaran mereka menambah dua armada lainnya.

Stasiun Cikaum (wikipedia)

“Kami tambah dua armada lagi sehingga menjadi lima. Ini untuk mencegah jangan sampai merembet ke perumahan warga yang ada di sebelah utara,” ujar Kepala Bidang Kebakaran Satpoldam Subang Dede Rosmayandi yangdikutip dari rr.co.id.

Dari keterangan pihak Stasiun Cikaum, jumlah gerbong yang terbakar mencapai 122 unit di sebelah timur dari stasiun dan yang di sebelah barat masih aman. Meski begitu, untuk mencegah gangguan perjalan kereta dari Jakarta-Cirebon dan sebaliknya, jalur yang dilalui diarahkan ke jalur selatan karena bila tetap ke utara khawatir akan dampak kebakaran tersebut.

Diketahui, Stasiun Cikaum sendiri merupakan stasiun kereta api kelas III yang masuk dalam Daerah Operasional (Daop) III Cirebon. Stasiun ini bukan untuk perhentian kereta kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

Sebelum dibangunnya jalur ganda di lintas Cikampek–Haurgeulis, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Dengan selesainya jalur ganda di lintas tersebut, ditandai dengan peresmian oleh Megawati Soekarnoputri pada 4 Desember 2003 lalu, tata letak jalur kereta api di stasiun ini diubah sehingga jalur 2 eksisting stasiun ini dijadikan sebagai sepur lurus arah Haurgeulis saja, sedangkan jalur 3 dijadikan sepur lurus baru arah Cikampek, serta jalur 4 sebagai sepur belok baru.

Selain itu, stasiun ini juga menjadi salah satu kuburan kereta atau tempat pengafkiran KRL Eksekutif milik PT KCI dan PT KAI yakni KRL AC yang diimpor tahun 2009 ke atas dan ke bawah. Semua KRL tersebut disimpan di tanah lapang kosong yang letaknya sebelah utara stasiun. Stasiun tersebut juga dipakai sebagai tempat penumpukan kereta-kereta penumpang berusia tua yang dipensiunkan sejak PT KAI meremajakan armadanya.

Baca juga: Kuburan Tak Selalu Seram, Stasiun Purwakarta Saksinya

Setidaknya sudah ada sekitar 80 hingga 100 unit KRL AC yang dikirim ke stasiun ini. KRL-KRL itu disimpan di tanah lapang kosong yang letaknya di sebelah utara stasiun. KRL bekas kecelakaan di Cilebut dan Bintaro juga dikirim ke sini. Namun, KRL yang mangkrak akibat langkanya suku cadang dan gerbong sisa (hasil perubahan formasi 10 gerbong menjadi 8 gerbong) adalah yang paling banyak ditemui di sini.