Gegara Seekor Merpati di Kabin, Penerbangan Aeroflot Tertunda di Moskow

Banyak alasan yang menjadi faktor sebuah pesawat tertunda keberangkatannya seperti cuaca, atau hal lainnya. Nah bagaimana jika seekor burung merpati yang tiba-tiba ada di dalam kabin membuat penerbangan tertunda? Baru-baru ini seekor burung merpati ada di dalam kabin pesawat Aeroflot di Rusia.

Baca juga: Dianggap Lumrah, Burung Elang Masuk di Kabin Pesawat Maskapai Timur Tengah

Burung ini terbang di sekitaran kursi dan semua petugas melakukan penangkapan pada unggas yang ketakutan tersebut agar pesawat bisa mengudara. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (13/11/2019), masuknya burung merpati dalam kabin ini diduga ketika pesawat tengah menjalankan prosedur perawatan dan pembersihan sebelum terbang.

https://youtu.be/YzXk7Rrk-_Y

Saat itu untungnya belum ada penumpang yang masuk ke dalam kabin. Karena hal ini, awak kabin melakukan penangkapan agar burung tersebut bisa keluar. Setelah semua susah payah menangkapnya, akhirnya 20 menit kemudian burung tersebut berhasil di keluarkan dari pesawat.

Insiden burung merpati masuk ke kabin ini terjadi dalam penerbangan maskapai Aeroflot dengan nomor SU1730 dari Bandara Internasional Sheremetyevo di Moskow menuju ke Petropavlovsk-Kamchatsky yang letaknya di antara tengah dan timur Rusia. Pesawat ini awalnya akan berangkat pada 9 November 2019 pukul 05.10 pagi waktu setempat.

Atas insiden ini, Aeroflot tidak menanggapi pertanyaan terkait burung yang masuk dalam kabin tersebut. Namun hasil dari pelacakan penerbangan global FlighRadar menemukan bahwa pesawat tersebut mendarat di tujuan pukul 10.22 waktu setempat. Namun ini bukanlah pertama kali terjadi penundaan dikarenakan hewan.

Sebab pada Juli kemarin, penerbangan Jetstar dan Gold Coast Australia ke Adelaide harus menunggu kura-kura di landasan. Kura-kura ini menyeberang di landasan sekitar empat menit dan dipindahkan agar penerbangan bisa kembali berjalan.

Bahkan penerbangan Spirit Airlines dari Orlando harus tertunda ketika buaya berajalan melintas landasan pacu menuju sebuah kolam. Tahun 2017 lalu, anjing laut dengan berat 450 pound harus dikeluarkan dari bandara Alaskan karena mengganggu aktivitas penerbangan.

Baca juga: Ditemukan di Dalam Kokpit Jet Airways, Burung Hantu Dianggap Pertanda Baik

Tak hanya itu, di awal tahun seekor burung Myna bahkan ikut dalam penerbangan Singapore Airlines. Burung tersebut menjadi penumpang gelap dalam kelas bisnis yang tengah menuju Bnadara Heathrow Inggris.

Hari ini 50 Tahun Lalu, Garuda Indonesia Lakukan Penerbangan Perdana ke Australia

Garuda Indonesia pada hari ini, Minggu (24/11) memperingati 50 tahun penerbangan yang menghubungkan Indonesia dan Australia. Menandai peringatan 50 tahun penerbangan ke Australia, Garuda Indonesia memberikan cup cake bagi para penumpang yang berangkat dari Jakarta ke Australia. Selain itu penumpang yang mendarat dan terbang dari dan ketiga bandara yang diterbangi Garuda yaitu Sydney, Melbourne, Perth pada tanggal 24 November 2019 juga dibagikan cake dan souvenir oleh otoritas bandara setempat sebagai bentuk apresiasi untuk Garuda Indonesia yang sudah mengoperasikan penerbangan ke Australia selama 50 tahun.

Baca juga: Douglas DC-8 – Lambang Supremasi Penerbangan Jarak Jauh Garuda Indonesia di Era 60/70-an

Lebih lanjut, khusus untuk penerbangan dari Denpasar, Garuda Indonesia menyediakan dedicated check in counter bagi para penumpang yang menuju Australia.

Dalam siaran pers, Garuda Indonesia menyebut melaksanakan penerbangan ke Australia pertama kali pada tanggal 24 November 1969 dengan rute penerbangan Jakarta – Denpasar – Sydney menggunakan pesawat jet jenis DC-8. Penerbangan ke Sydney tersebut, awalnya hanya melayani sekali perminggu – pada setiap hari Senin.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa Australia merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi Garuda Indonesia. “Momentum peringatan 50 tahun penerbangan ke Australia ini merupakan milestone dan memiliki arti penting bagi upaya meningkatkan posisi Garuda Indonesia bagi pasar Australia serta dalam upaya mendukung pengembangan hubungan ekonomi dan pariwisata kedua negara.

“Lebih dari itu, momentum peringatan 50 tahun penerbangan ini menggambarkan perjalanan Garuda Indonesia dalam pengembangan konsep layanan yang bertema keramahan dan keanekaragaman budaya khas Indonesia kepada masyarakat Australia melalui berbagai aspek layanan penerbangan”, lanjut Pikri.

Masyarakat Australia yang melakukan perjalanan ke Indonesia terus tumbuh setiap tahun dan pada 2018-2019 memiliki pertumbuhan 197,8% pada 10 tahun terakhir. Penggerak utamanya adalah kapasitas penerbangan terus tumbuh setiap tahun, harga yang kompetitif, dan potensi Indonesia yang menjadi salah satu tujuan yang dipilih masyarakat Australia karena jarak tempuh yang dekat sebagai “short gateway”. Sementara itu sebaliknya Indonesia adalah penyumbang pariwisata terbesar ketiga bagi Australia setelah China dan India. Nilai tukar Dolar Australia yang lebih rendah selama lima tahun terakhir, membuat kunjungan ke Australia lebih menarik bagi turis asing yang mendorong pertumbuhan pariwisatanya. (Source: Tourism Research Australia – TRA 2019 Forecast)

Hingga Agustus 2019, penumpang yang diangkut Garuda Indonesia dari dua destinasi yaitu Cengkareng dan Denpasar ke tiga destinasi di Australia tersebut adalah sebanyak 338.073 atau mencapai 22.7% market share rute penerbangan antara Indonesia dan Australia dengan rata-rata tingkat keterisian penumpang sebesar lebih dari 70%.

Saat ini Garuda lndonesia melayani penerbangan langsung dari dan menuju Australia sebanyak 23 penerbangan setiap minggunya yaitu Jakarta – Sydney (4 kali setiap minggunya), Denpasar – Sydney (5 kali setiap minggunya), Jakarta- Melbourne (4 kali setiap minggunya), Denpasar – Melbourne (6 kali setiap minggunya dan Denpasar – Perth (4 kali setiap minggunya).

Baca juga: Serba-Serbi Pendaratan Darurat Medis Garuda Indonesia GA728 di Karratha, Australia 

Penerbangan dari dan menuju Australia tersebut dilayani dengan menggunakan armada Airbus A330 yang memiliki kapasitas kursi sebanyak 287 dengan konfigurasi 24 kursi kelas bisnis dan 263 kursi kelas ekonomi.

TransJakarta Sosialisasikan Mikrotrans di Wilayah Jakarta Timur

Sebanyak 628 armada mikrotrans sudah melayani 25 rute dan 24 diantaranya sudah terintegrasi dengan BRT dan koridor Non BRT. Sekretaris Perusahaan PT TransJakarta, Nadia Diposanjoyo mengatakan angkot atau angkutan kota yang saat ini menjadi mikrotrans kini sudah memiliki kualitas yang baik.

Baca juga: Terintegrasi Jak Lingko, Naik Bus TransJakarta Lebih Hemat

Saat ini untuk pengembangan mikrotrans Nadia mengatakan, pihaknya tengah ke wilayah Jakarta Timur. Pemilihan Jakarta Timur sendiri dikarenakan wilayahnya yang lebih luas di banding lainnya.

“Sudah ada 286 armada sudah melayani wilayah Jakarta Timur. Kita mau jaring rekan-rekan operator untuk bergabung dengan kita,” ujar Nadia.

Dia menambahkan, nantinya bila operator ini bergabung dengan TransJakarta untuk menstandarkan transportasi publik. Nadia menambahkan, saat ini di Jakarta Timur sudah tiga bulan berjalan dan banyak peminatnya.

“Kita sudah sosialisasikan ini ke lurah dan RT serta RW untuk beritahukan apa itu mikrotrans. Karena masih banyak yang tidak tahu dengan armada terbaru dari TransJakarta ini,” kata Nadia.

Meski begitu tidak hanya di Jakarta Timur, sebab hampir seluruh wilayah DKI Jakarta sudah mulai diadakannya armada mikrotrans JakLingko tersebut. Sayangnya belum mulai di sosialisasikan.

Bahkan KabarPenumpang.com yang sudah menggunakan mikrotrans masih melihat banyaknya penumpang yang naik dan turun sembarangan alias bukan pada halte atau tanda mikrotrans.

Terkait hal ini, Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono mengatakan akan membenahi masalah tersebut. Menurutnya bila masih menaik turunkan penumpang dengan sembarangan bisa dikatakan tidak ada perubahan, padahal TransJakarta ingin adanya perubahan.

“Kita akan sosialisasi lagi pada pengemudi. Kalau masih naik turun bukan pada tempatnya ini sama saja seperti angkot yang dulu. Mungkin kalau untuk orangtua atau lansia itu tidak masalah, tapi kalau untuk anak muda baiknya turun di tempat yang disesuaikan,” jelas Agung.

Baca juga: TransJakarta Punya Rute Baru Setiap Bulan, Bagaimana Integrasi dengan Mikrolet?

Dia menambahkan, kedepannya di semua rute akan ada sosialisasi tentang mikrotrans ini agar masyarakat bisa menggunakan angkutan umum dengan baik. (Maria Okta)

Beragam Poin ini Menjadi Pertimbangan Qantas dalam Uji Coba “Project Sunrise”

Project Sunrise yang dikembangkan oleh Qantas memang menyita banyak perhatian publik. Wajar saja adanya, mengingat ini merupakan calon penerbangan komersial terlama dengan jarak terjauh sepanjang masa – menghubungkan Melbourne dan Sydney di Australia dengan New York yang ada di Amerika dan London yang ada di Tanah Britania. Memang, rute ini belum beroperasi, namun serangkaian uji coba telah sukses dilaksanakan. Salah satu uji coba yang paling gaung diberitakan adalah penerbangan non-stop dari Sydney menuju New York yang dihelat pada bulan Oktober silam. Lalu, pelajaran apa yang bisa dipetik dari Project Sunrise ini? Akankah rute penerbangan ini menjadi kenyataan?

Baca Juga: Setelah Persiapan Ekstra, Qantas Sukses Lakoni Penerbangan Non-Stop Sydney-New York

Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman thenewdaily.com (20/11), Dr. Svetlana Postnova, seorang ahli saraf komputasi dari Charles Perkins Center di University of Sydney mengatakan bahwa serangkaian perlakuan khusus terhadap penumpang diterapkan pada uji penerbangan yang memakan waktu hingga lebih dari 19 jam tersebut – mulai dari pola makan, tingkat kecerahan cahaya di dalam kabin, hingga olahraga ringan yang wajib dilakukan oleh penumpang guna terhindar dari risiko terlalu lama duduk.

Tata Pencahayaan
Ambil contoh dari segi pencahayaan di dalam kabin, Dr. Svetlena melakukan percobaan dimana lampu di dalam kabin akan tetap menyala dalam tujuh jam pertama penerbangan – dimana pada penerbangan jarak jauh lainnya (lebih dari sembilan jam perjalanan), lampu kabin akan tetap menyala untuk beberapa jam di awal penerbangan, kemudian redup.

In-Flight Meals
“Dalam rentang waktu tujuh jam tersebut, penumpang akan disuguhi makan dua kali,”

Makanan yang pertama, menurut Dr. Svetlana, ditujukan agar penumpang bisa tetap terjaga. Sementara makanan kedua yang disajikan lebih kaya akan karbohidrat, dimana makanan ini sengaja dihidangkan agar penumpang merasa kenyang dan lalu mengantuk.

Sesaat setelah makanan kedua dihidangkan, lampu di dalam kabin akan diredupkan selama kurang lebih 10 jam berikutnya. Adapun alasan dari diredupkannya lampu ini adalah untuk ‘mengisyaratkan’ penumpang untuk tidur dan meminimalisir waktu perjalanan – alih-alih mereka tetap terjaga dan menonton film atau mendengarkan musik.

Lalu di dua jam terakhir penerbangan, penumpang akan bangun dan diinstruksikan untuk melakukan serangkaian olahraga ringan untuk merenggangkan badan. Kurang lebih seperti inilah yang terjadi di dalam kabin Project Sunrise. Tentu saja aktivitas di atas belumlah absolut, mengingat masih banyak data yang harus dianalisis terlebih dahulu oleh rekanan Qantas.

“Tentu saja kami masih harus mempelajari data yang diperoleh guna memahami kenyamanan dan pengalaman penumpang selama mengudara di Project Sunrise,” ujar Dr. Sveltana.

“Untuk masalah penganan dan aktivitas yang sudah diujicoba kemarin, semuanya bergantung pada Qantas (akan menjadikannya standar operasi atau tidak),” tandasnya.

Baca Juga: Pengadaan Moda “Sunrise Project,” Qantas Tolak Proposal Airbus dan Boeing

Project Sunrise ini bukanlah suatu uji coba biasa, dimana pihak Qantas akan menorehkan tinta emas di sejarah dirgantara global. Beragam persiapan hingga perhitungan matang terkait pengoperasian rute penerbangan ini kelak menjadi satu kunci kesuksesan yang akan diraih oleh Qantas.

Kendati masih bias, namun tidak menutup kemungkinan Qantas terpaksa mengurungkan niatnya jika memang Project Sunrise ini hanyalah buah dari ide gila para eksekutif yang kurang tepat untuk diterapkan.

Tak Perlu Jauh ke Jepang, Singapura Punya Tempat yang Mirip Loh!

Jepang, negara yang menjadi banyak incaran pelancong lokal dan mancanegara ini memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi. Tapi bagaimana bila tempat-tempat tersebut bisa didatangi tanpa harus jauh-jauh ke Jepang?

Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi

KabarPenumpang.com merangkum dari asiaone.com (19/11/2019), di Singapura, ada tempat-tempat yang menyerupai aslinya seperti di Jepang. Bahkan Diamon Food Alley di Jurong Point telah berubah menjadi & Joy Dining Hall.

& Joy Dining Hall

Di & Joy Dining Hall kini menyerupai Jalan Dontonburi di Osaka yang menghadirkan restoran populer Jepang termasuk Roman.Tei, Ramen KIOU dan banyak lagi. Pelancong akan menemunkan ramen dan nasi dengan daging sapi dari Osaka, sushi yang terjangkau, yakitori yang di panggang dan berbagai hal lainnya.

Tempat lainnya yakni Japanes Cementry Park yakni taman pemakanan Jepang yang sudah ada sejak tahun 1890-an dan menjadi populer beberapa tahun terakhir karena gapura bunga bougenvilenya. Tak hanya sebagai taman peringatan tetapi menjadi tempat yang bagus untuk jalan-jalan sambil menyerap sejarah dan kisah-kisah tentara yang jatuh, pelacur muda dan warga sipil Jepang yang pernah mendiami tanah. Ini berada di 22 Chuan Hoe Ave, Singapura.

Bila berjalan-jalan ke Tokyo juga tak lengkap bila tanpa foto di Arashiyama Bamboo Grove. Nah pelacong bisa menikmati bamboo forest ini ketika di Bandara Jewel Changi karena di sini ada hutan bambu mini yang terletak di sebelah D’Good Cafe. Ingat gerbang torii yang terkenal di di Fushimi Inari Shrine?

Koma Singapore

Ini dibuat di Koma Singapore dan merupakan sebuah restoran Jepang di Marina Bay Sands. Membentang sepanjang 20 meter, pintu masuk Senbon Torii yang terinspirasi ke restoran untuk sementara waktu akan mengantarkan Anda ke Kyoto. Inilah kesempatan untuk menipu teman-teman agar berpikir Anda berada di Singapura satu menit dan berikutnya di Negeri Matahari Terbit.

Nikmati manfaat penyembuhan onsen tanpa meninggalkan Singapura. Ikeda Spa memiliki dua cabang di Singapura dan keduanya memberikan jalan keluar dari kesibukan kehidupan. Ikeda Spa Prestige di Clarke Quay dirancang agar terlihat seperti ryokan mewah di Jepang, tempat Anda dapat berendam dengan pemandangan Gunung Fuji di musim dingin, tetapi tentu saja, Anda akan memerlukan sedikit imajinasi untuk meyakini bahwa sedang berada di Jepang.

Cabang Bukit Timah, di sisi lain, memiliki taman zen untuk bersantai sambil minum teh dan camilan Jepang setelah sesi spa. Adapula Yunomori Onsen & Spa sedikit lebih terjangkau dengan kolam onsen berbagi mulai dari $28 untuk mandi dan biaya tambahan untuk pijat.

Baca juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang

Dengan sudut yang tepat, Buddha Tooth Relic Temple dapat membuat pengikut Instagram Anda berpikir Anda mengunjungi Senso-ji, kuil Budha tertua di Tokyo. Lentera merah dan hitam yang sangat besar di gerbang adalah simbol Senso-ji, dan sementara Kuil Relik Gigi Buddha mungkin tidak memiliki lentera besar yang sama, Anda akan dapat menemukan deretan lentera merah kecil di bagian luar kuil.

Demi Perlakuan Istimewa dari Maskapai, Pria India Menyamar Jadi Pilot Lufthansa

Menjadi seorang pilot abal-abal demi mendapat perlakuan istimewa baru saja dilakukan seorang pria asal India. Bahkan dirinya sudah melakukan perjalanan lebih dari 15 kali antara Delhi dan Kolkata dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Baca juga: Frank William Abagnale Jr. – Pilot ‘Gadungan’ yang Sukses Berkeliling Dunia Secara Gratis!

Sayangnya, pria bernama Rajan Mahbubani ini akhirnya ketahuan memalsukan identitas pilotnya sebelum mendapat layanan I5-579 ke Kolkata. Dilansir KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (21/11/2019), Rajan diamankan ketika mencoba naik ke penerbangan AirAsia sambil berpura-pura menjadi pilot Lufthansa.

Pasukan Keamanan Industri Sentral India atau Central Industrial Security Force (CISF) yang dihubungi pihak AirAsia karena mencurigai Rajan langsung menghubungi pihak Lufthansa untuk mengonfirmasi identitas pria tersebut. Rajan saat akan naik ke pesawat AirAsia tengah mengenakan seragam Lufthansa dan menggunakan kartu identitas palsu yang menurut laporan didapatnya di Bangkok.

Sebenarnya, Rajan sendiri memiliki tiket penerbangan yang valid setiap dirinya bepergian. Tetapi menggunakan trik tipuannya ini untuk mendapat upgrade gratis, akses lounge dan akses langsung ke pesawat tanpa harus mengantre bersama penumpang lain.

“Pada tanggal 18 November sekitar jam 11.48 pagi, Shri Aditya Singh Pathania, Chief Security Officer (CSO) dari Lufthansa Airlines, memberi tahu petugas CISF di Terminal-3, Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi tentang seorang penumpang yang diduga dalam kendaraan tersebut kapten penerbangan Lufthansa Airlines. Orang tersebut memiliki kartu identitas Kapten Lufthansa Airlines yang seharusnya dan dipalsukan untuk mendapatkan hak istimewa di bandara,” kata CISF melalui sebuah pernyataan.

Mereka menambahkan, saat penyelidikan terhadap Rajan, dia mengungkapkan bawa biasa merekam video Youtube berdasarkan fasilitas penerbangan dan memperoleh kartu identitas palsu Lufthansa di Bangkok.

Baca juga: Pilot Garuda Indonesia ‘Gadungan’ Diciduk di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

“AirAsia India mengkonfirmasi bahwa kasus identitas palsu terdeteksi dan diinformasikan kepada CISF. Individu yang dimaksud itu berkedok sebagai karyawan maskapai Lufthansa. Dia diserahkan ke polisi bandara dan penyelidikan telah diperintahkan. Kami ingin menekankan bahwa kami mendukung semua kebijakan keamanan dan sampai saat penyelidikan selesai kami tidak akan dapat memberikan rincian spesifik sehubungan dengan hal yang sama,” kata kepala keselamatan AirAsia.

Seorang juru bicara Lufthansa mengatakan mereka mendukung pihak berwenang dalam penyelidikan tersebut.

Gantikan Airbus 340, Pemerintah Jerman Bakal Gunakan A350 Sebagai Pesawat Kenegaraan

Kabar mengejutkan datang dari Lufthansa, dimana salah satu anak perusahaannya, Lufthansa Technik baru saja mengumumkan satu proyek baru yang berkenaan dengan pengadaan pesawat untuk Pemerintah Jerman. Sebagai bahan mentahnya, mereka akan menyulap Airbus A350-900 menjadi sebuah pesawat kelas VIP. Pemerintah Jerman sendiri kabarnya sudah menghabiskan dana sebesar €1,2 miliar atau yang setara dengan Rp18,7 triliun untuk tiga unit Airbus A350-900 baru.

Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Airbus Perkenalkan A350-1000 Untuk Pasar Trans-Pasifik

Tidak hanya baru, pesawat ini juga kabarnya dilengkapi dengan kabin khusus dengan sistem pertahanan untuk menggantikan Konrad Adenauer, sebuah pesawat Airbus A340-313 yang sebelumnya digunakan sebagai pesawat kenegaraan Jerman. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (18/11), Lufthansa Technik mengatakan bahwa nantinya pesawat kenegaraan ini akan menggunakan transitional cabin, dimana penggunaan kabin jenis ini memberikan keleluasaan bagi para penggunanya untuk melakukan pengaturan sesuai dengan kebutuhan.

Pihak Lufthansa Technik juga membocorkan bahwa kelak pesawat ini akan dilengkapi dengan ruang kantor, area konferensi yang luas, lounge multifungsi, hingga sejumlah tempat duduk super nyaman yang dapat digunakan oleh para delegasi ketika melakukan perjalanan dengan menggunakan moda ini. Kendati pihak Lufthansa Technik tidak membocorkan secara detail tentang kapasitas angkut dari pesawat ini, namun mereka hanya memberikan gambaran kasar bahwa pesawat ini mampu memboyong 150 tamu sekaligus.

Gambaran kabin dari pesawat kenegaraan Jerman yang baru. Sumber: Lufthansa Technik

Mengenai fitur keamanan dari pesawat ini sendiri, Lufthansa Technik telah terlebih dahulu memesan sistem keamanan anti rudal senilai €229 juta atau yang berkisar Rp3,6 miliar. Satu yang tidak boleh dilupakan adalah stok suku cadang yang ada di dalam pesawat ini – memungkinkan pesawat untuk diperbaiki di mana saja kapanpun dibutuhkan.

“Angkatan Udara Jerman adalah pelanggan eksternal pertama kami. Kami telah memperlengkapi pesawatnya, termasuk pesawat pemerintah, selama beberapa dekade, sehingga membentuk kemitraan yang komprehensif,” ujar Senior Director Sales, VIP & Special Mission Aircraft di Lufthansa Technik, Wieland Timm.

Baca Juga: Kemasukan Tikus, Airbus A340 Menteri Keuangan Jerman Pernah “Grounded” di Ngurah Rai

“Kami sekarang telah mendapat kepercayaan untuk mendukung dan melengkapi generasi terbaru dari pesawat pemerintah juga merupakan sebuah bentuk kepercayaan yang besar terhadap kami,” sambungnya.

Sebagai informasi tambahan, Lufthansa Technik telah mengembangkan banyak konsep kabin untuk A350XWB, dan telah menyediakan interior untuk lebih dari 45 pesawat berbadan lebar hingga saat ini.

Akibat Cuaca Buruk, GA 271 Terpaksa Mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Sebagian Penumpang Turun Atas Permintaan Sendiri

Hari ini, Jumat 22 November 2019, ada peristiwa pengalihan pendaratan pesawat Garuda Indonesia GA 271 rute Banyuwangi – Jakarta yang seharusnya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng namun harus mendarat di Halim Perdanakusuma pada pukul 11.50 karena cuaca kurang baik di Cengkareng, bersama ini disampaikan bahwa sebagian penumpang telah diturunkan di Bandara Halim Perdana kusuma atas permintaan sendiri.

Baca juga: Mendarat Darurat di Siberia, Penumpang Air France Terperangkap Selama Tiga Hari!

Setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, sebagian penumpang meminta untuk turun dan mengakhiri perjalanannya di bandara Halim. Garuda Indonesia bersedia untuk mengakomodir permintaan tersebut setelah berkoordinasi dengan otoritas bandara setempat serta berkoordinasi dengan ground handling yang ada di Halim.

Sebagai informasi Garuda Indonesia tidak memiki rute penerbangan dari dan ke Halim dan tidak memiliki izin menurunkan penumpang di Halim. Garuda Indonesia juga tidak memiliki Ground Handling di Halim sehingga memerlukan waktu untuk berkoordinasi dan mengakomodir permintaan penumpang.

Sesuai aturan penerbangan di domestik dan internasional, Garuda Indonesia diharuskan menerbangkan penumpang dari bandara asal hingga bandara akhir tujuan, namun Garuda Indonesia harus melihat situasi yang berkembang di lapangan sehingga dapat mengizinkan penumpang untuk turun di Halim.

Dikutip dari siaran pers, saat ini sebagian penumpang telah turun dari pesawat dan sebagian penumpang akan diterbangkan kembali ke Cengkareng setelah proses di Halim selesai. Dari total 94 penumpang, sebanyak 69 penumpang memutuskan turun di Halim, 25 penumpang melanjutkan perjalanan ke Cengkareng.

Baca juga: Alami Masalah pada “Ventilasi,” Airbus A340 Air France Terpaksa Mendarat Darurat di Iran

Garuda Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang bahwa pendaratan yang seharusnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng terpaksa dialihkan ke Halim untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan para penumpang. Garuda Indonesia juga membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan otoritas dan ground handling untuk penurunan penumpang karena Halim bukan tujuan akhir pesawat dengan nomor penerbangan GA 271.

Jadi Kapan Indonesia Punya Kereta yang Bisa Bawa Sepeda Tanpa Masuk Logistik?

Januari 2019 lalu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang biasa disapa Kang Emil berencana membuat gerbong khusus sepeda dan ini pun juga menjadi rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI). Gerbong tersebut nantinya bisa memuat sepeda gunung atau sepeda biasa, sehingga penumpang tak lagi harus memasukkannya ke kereta logistik atau Kalog.

Baca juga: Berkiblat ke Eropa dan Jepang, Ridwan Kamil Usulkan Pembuatan Gerbong Khusus Sepeda

Namun bagaimanakah kelanjutan gerbong sepeda tersebut dan apakah benar akan terwujud sehingga para pesepeda bisa membawa sepeda mereka bersama dalam satu gerbong? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, gerbong khusus tersebut sudah mulai diuji cobakan di lintasan terbatas yakni KA Parahyangan relasi Jakarta-Bandung.

Sebuah video yang tersebar di media sosial pada Mei 2019 kemarin, terlihat sebuah gerbong barang PT KAI dengan bagian pintu samping diberi logo sepeda. Logo ini ada di kereta pembangkit P 0 19 03 milik depo kereta Bandung.

Diketahui sebelum diuji coba dan ada gambar sepeda di bagian luar gerbong, kereta pembangkit P 0 19 03 ini dibawa ke Balai Yasa Manggarai untuk menjalani modifikasi guna mendukung pengangkutan sepeda dengan kereta. Gambar sepeda berwarna putih tampak di dinding kereta menandakan kereta pembangkit ini dapat digunakan untuk mengangkut sepeda.

Tempat penyimpanan sepeda di dalam kereta pembangkit ini memanfaatkan ruang kosong di dalam kereta. Wall hanger dan penahan sepeda dipasang untuk menyimpan sepeda di dalam kereta. Penempatan sepeda di gerbong khusus ini mirip seperti diberlakukan di sejumlah negara Eropa.

Namun, sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai prosedur yang harus diikuti penumpang jika hendak mengangkut sepeda menggunakan fasilitas ini. Belum diketahui juga apakah ke depannya angkutan sepeda di kereta pembangkit atau di gerbong khusus akan diterapkan juga pada perjalanan KA rute lainnya atau tidak.

Baca juga: Metode Penyimpanan Beda-Beda di Kereta, Yakin Sepeda Bisa Keangkut?

Diketahui, selama ini, PT KAI memang baru memperbolehkan sepeda lipat untuk dapat dibawa masuk ke gerbong penumpang. Sementara, sepeda standar harus dibawa tersendiri dengan jasa ekspedisi PT KAI atau ekspedisi lainnya yang juga menggunakan kereta api. Kendati demikian, aturan di lapangan tidak ditetapkan sepenuhnya.

Jadi apakah ini bisa terealisasi di Indonesia dan memudahkan para pesepeda?

GoJek Beri Kemudahan, Pengguna Bisa Proteksi Saldo GoPay dengan Berbagai Cara

Kehilangan saldo GoPay karena di retas? Kejadian seperti ini sepertinya bukan baru sekali terjadi bahkan sudah sering. Baru-baru ini kembali booming dikarenakan saldo Gopay Aura Kasih sebesar Rp11 juta raib begitu saja.

Baca juga: GoFood dan GoPay Kini Jadi Andalan GoJek Selain “Ride Hailing”

Pihak KabarPenumpang.com pun pernah hampir menjadi korban retas oknum yang mengatasnamakan GoJek. Biasanya para pelaku ini mengaku dari GoJek dan meminta kode on time password atau OTP yang dikirim melalui pesan singkat di ponsel pengguna.

Nantinya setelah pengguna tersebut memberikan kode OTP itu maka oknum akan menguasai akun GoJek milik pengguna sebelumnya. Bisa dikatakan, sebenarnya masalah ini bukanlah salah pihak GoJek, melainkan pengguna aplikasi yang tidak jeli dan paham dengan hal yang sudah dibuat oleh pihak GoJek.

Bahkan pengguna aplikasi bisa memproteksi diri dengan berbagai hal kemudahan yang diberikan oleh startup ride hailing tersebut. Jadi bagaimana agar saldo GoPay tak mudah hilang karena di retas oknum yang mengatasnamakan Gojek? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber di mana pihak GoJek dari tim GoPay mengimbau kepada pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun.

“Dengan kamu membagikan kode OTP atau verifikasi ke orang lain, sama saja kayak kamu memberi orang lain akses ke dalam akun Gojek kamu. Akibatnya, mereka bisa menyalahgunakan akunmu. Ingat ya, kode ini penting sekali [sepenting PIN kartu ATM kamu]. Jangan sekali-sekali disebar ke orang lain,” tulis perwakilan GoPay di blog resmi GoJek.

Tak hanya menjaga kerahasiaan kode OTP, banyak cara untuk mengamankan akun GoPay yakni dengan menggunakan PIN. Untuk membuat PIN ini pengguna masuk ke halaman GoPay dan pilih menu lainnya, kemudian klik gambar ‘Kamu belum bikin PIN.’

Nanti akan ada arahan pengguna memasukkan PIN dua kali dan pihak GoPay akan mengirim kode verifikasi ke nomor ponsel pengguna untuk menyelesaikan pembuatan PIN. Selain itu juga bisa menggunakan email dan nomor ponsel yang digunakan.

Ketika membuat akun GoJek, pengguna akan memasukkan alamat email dan nomor ponsel yang sering digunakan untuk berkomunikasi. Gunanya untuk memudahkan Customer Service GoJek untuk menghubungi pengguna bila ada masalaj pada akun.

Baca juga: Beri Nama Anak “Gopay,” Keluarga ini Dapat Saldo Rp500 Ribu Per Bulan dari Gojek

Apalagi setiap penggunaan transaksi dari isi saldo, transfer saldo ke pengguna GoPay lain memerlukan nomor ponsel yang terdaftar di akun GoJek. Jangan lupa untuk menyimpan kontak resmi GoJek untuk Customer Service di nomor 1500304 atau email cs@go-pay.co.id, sehingga bila ada masalah pengguna bisa langsung menghubungi nomor-nomor tersebut.