Manjakan Mata Penumpang, LG Display Luncurkan Teknologi OLED di Kabin Pesawat

Hiburan dalam penerbangan atau In Flight Entertainment (IFE) seiring berjalannya waktu semakin menakjubkan. Dahulu, di setiap penerbangan, pemandangan dari udara dianggap sudah lebih dari cukup.

Baca juga: Singapore AirShow 2018: Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment

Dari sana, maskapai bertransformasi dan menyajikan layar overhead di kabin (beberapa maskapai hingga kini masih memilikinya). Kemudian, layar seatback berdasarkan permintaan pribadi pun muncul dan dalam sedikit kasus, beberapa maskapai kini mulai menghilangkan entertainment seatback tersebut.

Sebagai gantinya, teknologi terbaru menawarkan berbagai maskapai lebih banyak pilihan untuk menghadirkan IFE yang lebih berkesan. Salah satunya OLED atau Organic- Light Emitting Diode (OLED).

Raksasa teknologi asal Korea Selatan, LG (melalui anak perusahannya, LG Display), baru-baru ini meluncurkan produk hiburan yang dirancang untuk digunakan di dalam pesawat. Layar OLED ini nantinya menawarkan jenis hiburan dalam pesawat yang benar-benar berbeda dari yang biasa dilakukan maskapai di dalam pesawat.

Seperti dikutip dari laman simpleflying.com, Rabu (22/1), jelang Consumer Electronics Show (CES) 2020 di Las Vegas, perusahaan yang berbasis di Seoul tersebut, mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan display OLED baru yang dirancang untuk digunakan dalam berbagai pengaturan – termasuk di pesawat terbang. Pajangan OLED 55 inchi yang dipasang di dalam dinding pesawat dirancang untuk memberi kabin perasaan lebih terbuka.

Selain itu, LG Display juga meluncurkan layar OLED Ditekuk 65 inchi yang menyesuaikan dengan lengkungan pada pesawat atau keinginan penumpang. Meskipun konsep terlihat biasa, LG Display mengklaim bahwa teknologi tersebut sebagai salah satu cara untuk “meningkatkan pengalaman Kelas Satu”.

Baca juga: Duh! Pesan Berbau Pelecehan Seksual Diterima Penumpang Lewat In-Flight Entertainment

Disebut meningkatkan pengalaman kelas satu, selain bisa membuat sisi kanan atau kiri pesawat menjadi transparan dan dapat melihat pemandangan di luar pesawat dengan lebih luas, OLED juga bisa membuat seluruh isi kabin menjadi penuh dengan hiburan atau IFE. Entah OLED diletakan di atas (langit-langit kabin), di bawah, ataupun di seatback, semuanya akan menyajikan pengalaman baru yang lebih menyenangkan. Khususnya saat lampu utama kabin dimatikan.

Teranyar, LG Display rupanya juga meluncurkan layar OLED transparan. Tampilan ini tidak sepenuhnya transparan, melainkan hanya memungkinkan transparansi 40 persen. Teknologi ini dimungkinkan untuk membuat partisi yang rapi antara kursi atau kabin. Namun, jika penumpang menginginkan privasi lebih, maka mereka dapat mematikan fitur transparansi. Sangat simpel, bukan?

Taksi Hybrid Plug-In Diluncurkan Geely di Tokyo

Bagaimana jika pelancong ke Tokyo dan melihatnya seperti berada di London? Mungkin ini akan terasa aneh apalagi kalau taksi berwarna hitam mulai berseliweran di jalan-jalan Tokyo.

Baca juga: Blue Bird Gunakan Mobil Listrik Tesla untuk Armada Taksi Terbaru

Nah, baru-baru ini London Electric Vehivle Company (LEVC) meluncurkan varian taksi hybrid plug-in TX nya di Tokyo, Jepang. Taksi ini akan diimpor dan didistribusikan di Jepang oleh Fleetway and Service Company yang bebasis di Yokohama.

KabarPenumpang.com melansir laman autonews.com (20/1/2020), Geely yang sudah mengakuisisi LEVC ini mengatakan, penjualan kendaraan akan mulai dibuka bulan Februari dan pengirimannya ke pelanggan akan dimulai pada kuartal kedua. Taksi ini sendiri didesain ulang dengan menggunakan tenaga listrik dan ditargetkan menjadi taksi antar-jemput premium.

Sebab taksi ini memiliki ruang yang cukup besar untuk penumpang sebanyak enam orang, akses kursi roda dan teknologi eCity hybrid plug-in. Bisa dikatakan, taksi ini mode elektrik pertama LEVC yang mampu melaju sejauh 81 mil atau sekitar 130 km dengan baterai lithium yang terisi penuh. Menjadi nol emisi, rentang listrik murni taksi ini bisa mencakup 607 km berkat mesin bahan bakan 1,5 liter yang bersumber Volvo.

Sedangkan ICE bertindak sebagai range-extender untuk paket baterai 31 kWh dan motor listrik dipasang di bagian belakang dengan 110 kW. Geely mengatakan, taksi hybrid plug-in ini sudah melebihi aturan taksi Jepang dengan berbagai fitur dan kelegaan di dalamnya.

Penjualan yang akan mulai dilakukan pada Februari tersebut, pihak LEVC tidak menyebutkan harga untuk taksi TX tersebut dan mengatakan operator bisa mengaksesnya. Industri taksi Jepang saat ini memiliki 240 ribu armada yang beroperasi dengan 50 ribu di antaranya beroperasi di Tokyo.

“TX listrik akan menetapkan standar baru di seluruh Jepang di pasar taksi dan antar-jemput premium, penumpang, pengemudi, dan operator armada yang menyenangkan sama. Kami menantikan untuk melihat TX di jalan-jalan Tokyo dan melintasi kota-kota di seluruh Jepang, “kata Joerg Hofmann, CEO LEVC.

Baca juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi

Diketahui, TC hybrid plug-in diluncurkan pertama kali pada awal 2018 lalu. Selain di Inggris, taksi ini sudah tersedia di Jerman, Perancis, Swiss, Denmark dan Malaysia. Pihak Geely mengatakan, penjualan akumulatif taksi tersebut secara global kini mencapai 3800.

Iseng Masukkan Tisu Gulung ke Kloset di Pesawat, Pria ini Justru Panik Sendiri!

Menghilangkan kebosanan ketika menempuh waktu terbang yang lama dengan melakukan sesuatu hal yang wajar seperti menonton film di layar monitor atau mendengarkan musik tidaklah masalah. Namun bagaimana jadinya jika cara menghilangkan kebosanan dengan menggunakan tisu gulung toilet yang dimasukkan ke kloset dan tombol flush dinyalakan agar gulungan itu tersedot?

Baca juga: Atasi Kejenuhan Penumpang, Awak Kabin EasyJet Lakukan Atraksi “Tisu Gulung”

Belum lama ini, seorang penumpang bernama Sean Bolis melakukan hal tersebut untuk menghilangkan kebosanannya. Sayangnya kejahilan yang dilakukan dirinya tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakannya sebelumnya.

Sebab ketika tisu tersedot ke dalam kloset, ternyata tempatnya juga ikut tertarik dan jatuh. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newshub.co.nz (8/1/2020), Bolis kemudian mencoba memperbaiki tempat tisu gulung tersebut ketempatnya semula. Bahkan saat itu dirinya dilanda panik dan mengaku khawatir alarm bakal berbunyi setelah kejahilan yang dilakukannya.

“Ketika mulai melakukannya, saya panik dan berpikir berapa banyak lembaran tisu yang bisa tersedot ke toilet dengan kecepatan saat flush ditekan,” ujarnya.

“Sayangnya itu tidak berjalan sesuai yang sudah saya rencanakan. Tempat tisu itu jatuh dan tidak ada dalam pikiranku,” tambah Bolis.

Dia mengaku, jika rencananya berhasil, sebenarnya sebelum kloset berhenti menyedot, dia ingin memotong tisu tersebut seperti seorang karateka dengan menggunakan tangannya.

“Saya takut dan berpikir itu akan menyumbat kloset sepenuhnya dan menyalakan semacam sistem alarm. Saya benar-benar terguncang selama sekitar lima detik sampai selesai tersedot,” kata Bolis.

Baca juga: Bilik Toilet di Bandara Narita Dilengkapi Kertas Tisu Untuk Smartphone

Diketahui, selain menghilangkan kebosanan, ternyata pria 35 tahun asal Montecito, California, Amerika Serikat tersebut terinspirasi dari sebuah video yang dibuat orang lain. Kemudian ketika bepergian dengan maskapai dia berpikir untuk mencobanya sendiri. Namun sayangnya, maskapai tempatnya melakukan tindakan tersebut tidak diketahui dan tidak dijelaskan dia berangkat dari mana.

Sinergi dengan MRT Jakarta, Basarnas Jakarta Fokus Pada Tanggap Darurat Gempa dan Banjir

Sebagai moda transportasi massa modern, jaringan Moda Raya Terpadu alias Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, sistem operasionalnya telah terintegrasi di Operation Control Center (OCC) yang berada di Gedung A Depo MRT Lebak Bulus. Dan masih bagian dari OCC, terdapat ruangan khusus yang difungsikan untuk memantau hal-hal yang terkait keamanan di wilayah stasiun dan sekitarnya.

Baca juga: Konstruksi MRT Jakarta Tahan Gempa 8 Skala Ricter, Inilah Panduan Keselamatan Penumpang

Dalam kunjungan bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta (d/h Basarnas Jakarta) hari ini, PT MRT Jakarta memperlihatkan ruangan yang disebut sebagai Security Command Center. Terletak di lantai 2 Gedung A Depo Lebak Bulus, visual pergerakan penumpang dari beragam sudut dapat dipantau realtime dari delapan buah layar monitor, yang tiap monitor berukuran 50 inchi.

Meski media tak diizinkan mengambil foto di ruangan tersebut, pihak MRT Jakarta menyebut kendali ruangan ini dilakukan oleh minimal 3 orang yang bekerja dalam shift. Walau operasional MRT Jakarta tidak 24 jam, namun pengawasan keamanan di area stasiun dilakukan 24 jam dari ruangan yang berukuran sekitar 10×4 meter ini.

Bersama dengan Basarnas Jakarta, diperlihatkan instrumen untuk memantau kondisi (ketinggian) Sungai Ciliwung, dimana lokasi sungai berdekatan dengan Stasiun Dukuh Atas. Anatara PT MRT Jakarta dan Basarnas Jakarta hari ini telah menyepakati Perjanjian Kerja Sama terkait “Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Dalam Rangka Penyelenggaraan Operasi Pencarian dan Pertolongan”.

Perjanjian Kerja Sama ditandatangani oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi, dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta Hendra Sudirman dengan disaksikan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William P. Sabandar dan Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Didi Hamzar.

Baca juga: Gubernur DKI Tuduh Proyek MRT Jadi Biang Banjir, Ini Tanggapan PT MRT Jakarta!

“Fokus pelatihan kami untuk MRT Jakarta adalah tanggap darurat untuk bencana gempa dan banjir, kami harapkan sinergi ini dapat meminimalkan risiko dan membantu kerja SAR kedepannya,” ujar Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Didi Hamzar. Nantinya, Perjanjian Kerja Sama ini akan berlaku untuk tiga tahun ke depan.

Finlandia Rangkul Rusia Garap Kereta Cepat Rute Helsinki-Moskow

Belum lama ini, Finlandia dikabarkan telah menyatakan minatnya terhadap proyek kereta cepat Rusia. Nantinya, proyek tersebut akan menghubungkan ibukota Finlandia, Helsinki, dengan Moskow hanya dalam waktu enam jam, jauh lebih cepat dibanding kereta saat ini yang membutuhkan waktu hingga 8 jam. Jarak antara Moskow dan Helsinki terpaut sekitar 900 km.

Baca juga: Buktikan Kemandirian Rusia, Putin Resmikan Jembatan Kereta yang Hubungkan Rusia-Crimea

Selain untuk mempersingkat waktu, proyek kereta cepat tersebut digadang-gadang dapat meningkatkan arus wisatawan antar kota-kota di Finlandia dan Rusia.

Proyek ini (kereta cepat Helsinki-Moskow) sebetulnya adalah pengembangan dari proyek sebelumnya yang lebih dahulu dicanangkan, yakni kereta cepat antara Moskow dan St. Petersburg yang diperkirakan akan mulai dibangun pada tahun 2026. Pemerintah Rusia memperkirakan proyek tersebut akan memakan biaya sebesar 1,5 triliun rubel atau 24 miliar dolar AS.

Seperti dikutip dari laman themoscowtimes.com, Rabu (22/1), dalam rangka merealisasikan rencana tersebut, Menteri Perdagangan Luar Negeri Finlandia, Ville Skinnari, dikabarkan sudah melakukan pertemuan perdana dengan kepala Kereta Api Rusia, Oleg Belozerov, dalam kunjungan resminya ke ibukota Rusia, pekan lalu.

“Finlandia tertarik pada proyek semacam itu yang akan membantu meningkatkan arus wisatawan di kedua arah, dan kami siap untuk terus membahas (proyek ini) dengan pemerintah Anda,” kata Skinnari, seperti dilaporkan kantor berita RBC.

Baca juga: ARJ Holding, Investor Eksternal Pertama Untuk Proyek Terowongan Kereta Bawah Laut Terpanjang di Dunia

Selain bertemu dengan Oleg, Menteri Perdagangan Luar Negeri Finlandia dan rombongan juga bertemu dengan pelaksana tugas (plt) wakil perdana menteri sementara Rusia, Dmitry Kozak, dan plt menteri pembangunan ekonomi, Maxim Oreshkin, selama dua hari melakukan kunjungan.

“Kami membahas prospek kerja sama di bidang perdagangan, bisnis, dan digitalisasi – bidang di mana Rusia menunjukkan kemajuan yang kuat,” pungkasnya.

Antisipasi Coronavirus, Cathay Pacific Izinkan Pramugari Kenakan Masker

Maskapai Cathay Pacific secara resmi mengizinkan awak kabin untuk mengenakan masker bedah saat bertugas dalam penerbangan dari dan ke China daratan. Hal itu dilakukan akibat kekhawatiran terhadap coronavirus jenis baru yang semakin memuncak. Selain itu, maskapai pelat merah Hong Kong tersebut juga memberi pilihan kepada penumpang untuk membatalkan atau mengubah jadwal perjalanan mereka ke Wuhan (pusat penyebaran virus), tanpa dikenakan potongan hingga 15 Februari mendatang.

Baca juga: Coronavirus Menyebar! Air China Cek Langsung Kesehatan Penumpang di Dalam Kabin

Munculnya keputusan Cathay untuk memberikan izin kepada para awak kabin agar dapat mengenakan masker tak lepas dari desakan yang terjadi di tubuh internal mereka. Sejak Selasa lalu, serikat pramugari Cathay, memang telah menyerukan izin untuk penggunaan masker di semua penerbangan secara global, karena kasus juga telah dikonfirmasi di Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Desakan dari para serikat pramugari Cathay tersebut bisa dibilang sangat wajar. Mengingat, mereka (serikat pramugari) juga didesak oleh para anggota yang merasakan ancaman dari sekitar 300 penumpang dalam setiap penerbangan ke seluruh dunia sejak coronavirus pertama kali merebak.

“Semua dari mereka khawatir tentang risiko yang mereka ambil setiap kali mereka pergi bekerja,” kata serikat pekerja di halaman Facebook-nya, seperti dikutip laman japantimes.co, (Kamis, 23/1) . “Sudah waktunya bagi perusahaan untuk mengatasi kekhawatiran mereka dengan benar dan memungkinkan kru kabin memakai masker di semua penerbangan,” tulisnya.

Masih dalam kaitannya dengan pencegahan coronavirus, belum lama ini, Cathay juga mengatakan bahwa atas perintah dari otoritas kesehatan Hong Kong, pihaknya akan memperketat pengecekan kesehatan penumpang. Di samping itu, mereka juga akan menyediakan masker dan tisu antiseptik di gerbang keberangkatan dalam penerbangan dari Wuhan ke Hong Kong.

“Staf kami yang berhubungan langsung dengan penumpang diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, serta tetap siaga dan waspada saat sedang melayani penumpang yang mengalami gejala penyakit menular,” kata Cathay.

Seperti yang telah diketahui, wabah coronavirus, yang dimulai di kota Wuhan di Cina tengah, merebak ketika jutaan orang Cina bersiap untuk ‘pulang kampung’ dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek. Hal itu dikhawatirkan akan memperbesar risiko penularan. Sebab, dikabarkan, coronavirus sudah pada tahap penyebaran kepada sesama manusia.

Pihak berwenang di China sendiri telah melaporkan, pada Senin malam jumlah total infeksi coronavirus di China telah meningkat menjadi 217, termasuk 198 di Wuhan, 14 di Guangdong, dan 5 di Beijing. Tak lama setelah laporan itu dirilis, Komisi Kesehatan Nasional China mengkonfirmasi kasus pertama di Shanghai. Kemudian, pada Selasa lalu juga dikabarkan bahwa enam orang dinyatakan telah meninggal akibat virus corona jenis baru tersebut.

Cepatnya penyebaran coronavirus, tentu saja membuat langkah Cathay untuk bangkit dari keterpurukan semakin berat. Sejak protes anti-pemerintah dimulai Juni tahun lalu, maskapai tersebut telah merasakan dampak langsung anjloknya perjalanan dari dan ke Hong Kong; yang memaksa mereka mengurangi kapasitas dan menunda pengiriman empat pesawat. Bahkan, pada periode Januari ini, saham Cathay juga tengah anjlok sebesar 10 persen.

Baca juga: Cegah Coronavirus, Angkasa Pura I Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Asal Cina

Analis Jefferies mengatakan, bila situasi ini kasus terus meningkat dan wabah coronavirus menyerupai wabah sindrom pernapasan akut 2003 (SARS), saham Cathay dan operator China daratan lainnya kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa waktu mendatang,.

“Selama SARS pada 2003, harga saham mencapai titik terendah hanya tempo dua bulan setelah virus tersebut pertama kali dikonfirmasi oleh WTO pada 26 Februari 2003 dan membuat total perjalanan wisatawan ke China menurun hingga Juni 2003,” katanya.

Viral, Surat Pelancong untuk Manajer Bandara Soekarno-Hatta

Hal unik dan mengesankan baru saja menjadi viral yakni sebuah surat dalam secarik kertas kecil yang ditulis tangan oleh seorang pelancong Jepang ketika berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mungkin orang-orang berpikir itu adalah surat cinta untuk kekasihnya.

Baca juga: Trafik Padat di Bandara Halim, Boeing 737 NG Batik Air Terpaksa ‘Divert’ ke Bandara Soetta

Namun ternyata surat itu ditujukan kepada manager pengelola Bandara Soetta. Isinya bahkan tidak diduga yakni ucapan terimakasih sekaligus takjub dengan para petugas kebersihan bandara.

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, surat yang berbahasa Inggris tersebut ditulis oleh pelancong Jepang bernama Noriyuki N. Dalam surat itu dia menjelaskan bahwa petugas kebersihan Bandara Soetta patut mendapatkan apresiasi atas pekerjaan mereka.

Penasaran dengan surat Noriyuki? Berikut isi suratnya setelah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

“Dear manager,
Saya Noriyuki N. Ini adalah kedua kalinya saya berkunjung ke Bandara kamu. Bandara ini sangat bersih! Staf yang ada di sini sungguh luar biasa. Pagi ini saya melihat perempuan muda sedang membersihkan karpet yang ada di ruang lounge. Saya tahu apa yang dia lakukan adalah suatu rutinitas. Bagaimana pun, saya terkesima dengan cara dia membersihkan tempat sampah. Bagian atas tempat sampah itu terbuat dari besi dan saya tahu itu berat. Dia mengelap bagian atas dan dalam tempat sampah tersebut. Dia pun mengecek lagi apakah masih ada sampah di dalamnya atau tidak. Tidak ada satu orang pun di Jepang yang bisa melakukan hal ini. Saya ingin tahu apakah dia memiliki pelatihan khusus.
Bandara ini begitu besar. Banyak yang bisa dilihat di sini. Tapi saya pikir pegawai kalian memberi pesan pada kita semua (pengunjung); Selalu jaga kebersihan dan bersikap ramah” .

“Kamu harus sangat bangga dengan apa yang dilakukan pegawaimu sebagai aset terbaik” .

Viralnya potongan surat ini karena akun @mantriss yang membagikan nya ke Twitter. Akun tersebut memberi caption, “ Surat yang ditulis WN Jepang yang terkesan oleh kerja seorang tenaga kebersihan di bandara Soekarno Hatta. Ikut bangga,” tulisnya akun @mantriss.

Baca juga: Geger Video Menu dengan Tulisan Tangan, Garuda Indonesia Keluarkan Surat Larangan Ambil Gambar di Kabin!

Bila di telisik lebih lagi, sepertinya ini ungkapan pertama dan menjadi satu-satunya surat cinta tentang kebersihan untuk manajer pengelola bandara dari pelancong mancanegara. Mungkin saja setelah ini akan ada Noriyuki lain yang memuji pekerja bandara.

Ada Batu di Dalam Salad Dibilang ‘Kacang Kering,’ Air Canada Kena Semprot Penumpang!

Seorang pria asal Toronto, Kanada, marah dalam sebuah penerbangan yang dinaikinya bersama istri dan anaknya dalam tujuan kembali ke Toronto dari Zurich menggunakan Air Canada. Pria bernama Ayman Amer tersebut marah-marah lantaran ada batu di dalam makanan yang diberikan kepada istrinya.

Baca juga: Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines

Dia mengatakan tak lama setelah pesawat mengudara, awak kabin membagikan makanan kepada penumpang. Ayman mengaku makanan yang dibuka istrinya adalah salad yang berisikan buncis dan kacang-kacangan.

“Saat itu istri saya menjerit ‘Ahh..’ dan mengeluarkan sesuatu yang tampak seperti batu,” ujar Ayman yang dikutip KabarPenumpang.com dari ctvnews.com (22/1/2020).

Karena hal tersebut dirinya memanggil awak kabin dan mengadukan apa yang ada dalam makanannya.

“Awak kabin itu mengambil salad dan kemudian pergi,” kata Ayman.

Dia kemudian meminta salad itu kembali untuk mengambil gambar batu dalam makanan tersebut. Namun awak kabin itu menolak dan awak kabin senior kembali dan mengklaim batu itu adalah kacang yang kering

Merasa tak setuju, Ayman meminta untuk memeriksa kacang kering dan melihatnya dibawah cahaya. Setelah memeriksa lebih lanjut, Ayman menegaskan benda itu adalah batu.

“Istri saya bisa saja tersedak atau giginya patah. Belum lagi putra saya yang berusia sepuluh tahun,” kata Ayman.

Ayman karena masalah ini mengajukan laporan dan Air Canada akan menghubungi tetapi tidak pernah menerima tanggapan. Hari-hari berikutnya dia mengatakan melakukan beberapa upaya agar bisa berhubungan dengan Air Canada tetapi tetap sulit.

Ayman mengatakan, akhirnya pihak Air Canada menghubungi dirinya dan menawari voucher $100 untuk digunakan pada perjalanan mendatang.

“Saya tidak percaya bagaimana mereka menanganinya. Itu konyol. Ini tidak pernah terjadi pada maskapai lain,” kata Ayman.

Ayman mengatakan situasi tersebut adalah “bencana” dan berharap bahwa tidak ada penumpang lain yang akan mengalami hal serupa. Pendukung hak penumpang udara Gabor Lukacs mengatakan bahwa insiden itu ‘disayangkan.’

Baca juga: Sempat Termakan Penumpang, Ternyata Ada Jamur di Dalam Saus Hummus

“Di bawah Konvensi Montreal, tidak jelas apakah penumpang berhutang apa-apa (selama mereka akhirnya mendapatkan makanan mereka). Jadi, saya akan mengambil $ 100 dan melanjutkan jika saya berada dalam posisi penumpang,” kata Gabor.

Gabor mengatakan, bahwa insiden itu kedengarannya seperti sebuah kelalaian, yang tidak menguntungkan Air Canada.

 

 

‘Move on’ dari Kasus 737 MAX, Boeing Siap Uji Terbang Perdana Seri 777X

Serangkaian kecelakaan dan kerusakan sistem pada Boeing 737 MAX sontak membuat nama besar Boeing terpuruk hingga titik nadir. Namun, produk Boeing yang lain rupanya masih dapat memberi harapan cerah, pabrikan asal negeri Paman Sam itu akhirnya mulai move on secara perlahan. Seperti baru-baru ini, pengembangan Boeing 777X, pesawat baru pertama sejak seri 737 MAX diluncurkan, dikabarkan akan segera melakukan penerbangan perdananya pada akhir pekan ini.

Baca juga: Qatar Airways Umumkan Jadi Maskapai Pertama yang Operasikan Boeing 777X

Sebagai pesawat hasil pengembangan terbaru, tentu saja pesawat tersebut memiliki sejumlah keunggulan. Pesawat 777X dilaporkan mampu menampung hingga 425 penumpang dengan kabin lebih luas dan jendela lebih besar. Model terbaru 777X ini juga memiliki panjang bodi 76,8 meter dan lebar sayap 71,6 meter. Cukup besar dikelasnya.

Tak hanya itu, Boeing juga mengklaim pesawat terbarunya itu sebagai yang terbesar dan pesawat dengan dua mesin jet paling efisien pertama yang mampu mengangkut lebih dari 400 orang. Bila dibandingkan dengan Airbus A350, pesawat ini dinilai lebih hemat bahan bakar hingga 12 persen.

Dilansir dari aerotime.aero, Rabu (22/1), rencananya, uji terbang pertama 777X akan dilakukan di Seattle. Belum jelas kapan waktu pastinya pesawat tersebut akan mengudara. Segalanya masih tergantung pada cuaca. Menurut laporan Reuters, bila cuaca mendukung, uji terbang perdana mungkin dilakukan pada hari Kamis atau Jumat pekan ini.

Tersiarnya kabar Boeing ingin melakukan uji terbang sebetulnya cukup mengangetkan, bahkan mengarah pada tindakan untuk mempercepat proses pengembangan, mengingat mereka membutuhkan terobosan baru untuk mengangkat kembali kepercayaan publik.

Sebelumnya, pesawat ini digadang untuk pertama kali akan melakukan uji terbang perdana pada pertengahan tahun 2019, berbarengan dengan event Paris AirShow 2019 (17-23 Juni 2019). Namun, masalah dalam pengembangan mesin GE9X, yang dirancang khusus untuk jet baru, membuat jadwal molor dari yang sudah ditetapkan. Pada akhirnya, masalah tersebut bisa terselesaikan dengan baik menjelang pergantian tahun, yang ditandai dengan pemasangan proses instalasi kelistrikan pada pesawat.

Pada bulan September 2019, masalah lainnya juga sempat terjadi. Kala itu, pintu kargo saat pesawat menjalani uji statik Boeing 777X “meledak” selama uji tegangan darat. Badan pesawat mengalami kerusakan tekanan tinggi tepat saat mendekati tes terberat yang harus dilewati untuk mendapatkan sertifikasi mesin jet. Pada akhirnya, insiden itu tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jadwal uji terbang perdana.

Baca juga: Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien?

Meskipun demikian, berbagai kekurangan yang dapat membuat jadwal uji terbang perdana gagal mungkin masih bisa terjadi. Setelah dua kecelakaan fatal yang terjadi di seluruh dunia dari seri Boeing 737 MAX, Boeing memang selalu menjadi sorotan. Belum jelas bagaimana kekurangan yang terdeteksi selama pengembangan MAX akan mempengaruhi program pengembangan pesawat lainnya di masa mendatang.

Boeing 777X, sendiri adalah penerus model pesawat Triple Seven sebelumnya, memiliki karakteristik yang spektakuler. Desain sayap lipat milik 777X mengingatkan pada pesawat tempur F/A-18 milik militer AS. Fitur baru ini disebut memudahkan proses mendarat dan lepas landas. Selain itu,. Dengan berbagai kelebihan tersebut, diharapkan, seri 777X dapat melayani penumpang secara komersial pada tahun 2021.

Cegah Coronavirus, Angkasa Pura I Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Asal Cina

Belum ditemukannya vaksi untuk Coronavirus menyebabkan penyebaran virus ini begitu menakutkan. Bukan hanya telah menjadi wabah di wilayah Cina, Coronavirus dilaporkan kini telah menyebar ke Korea Selatan, Hong Kong, Vietnam dan Singapura. Dan, guna mencegah wabah Coronavirus, pintu kedatangan internasional di bandara-bandara mulai dilakukan pengetatan, terutama untuk memantau kondisi kesehatan penumpang yang baru turun dari pesawat.

Baca juga: Coronavirus Menyebar! Air China Cek Langsung Kesehatan Penumpang di Dalam Kabin

Seperti PT Angkasa Pura I (Persero) diwartakan melakukan pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang internasional di seluruh bandara yang dikelola untuk mencegah penyebaran Coronavirus di Indonesia.

Pengetatan pengawasan dilakukan Angkasa Pura I bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melalui pengoptimalan penggunaan thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan dan menerbitkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan untuk memonitor kesehatan penumpang.

“Sebagai pengelola bandara internasional yang menjadi gerbang utama masuknya wisatawan ke Indonesia, kami menyadari potensi ancaman Coronavirus masuk ke Indonesia. Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang ini merupakan langkah kami untuk mencegah masuknya virus Korona melalui wisatawan yang masuk ke Tanah Air, khususnya dari beberapa negara-negara yang telah terjangkit,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam pesan tertulis (22/1/2020).

Bali dan Manado merupakan tujuan destinasi wisatawan terbesar asal Cina yang datang melalui bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I. Sepanjang tahun 2019 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dilewati lebih dari dari 1,19 juta penumpang asal Cina. Sedangkan Bandara Sam Ratulangi Manado dilewati lebih dari 116 ribu penumpang asal Cina. “Memasuki libur Tahun Baru Imlek ini, Bali dan Manado berpotensi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan asal Cina sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya,” kata Faik Fahmi.

Baca juga: Dalam Sosis yang Dibawa Penumpang, Virus Flu Babi Afrika Ditemukan di Bandara Hokkaido

Jika terdapat penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuhnya di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan penerbangan dari Cina; Angkasa Pura I akan langsung berkordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus.