Keren, Kemenhub Dorong Penjual Kopi Keliling Pakai Sepeda Listrik

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), saat ini tengah menggodok peraturan yang memungkinkan para pedagang kopi keliling (dalam hal ini menggunakan sepeda yang biasanya beroperasi di sekitaran Monas) di tahun-tahun mendatang menggunakan sepeda listrik.

Baca juga: Implementasi Bus Listrik, Tak Hanya Berbicara Armada Tapi Juga Sistem Pendukung

“Kita juga ingin kendaraan-kendaraan listrik yang berbasis sepeda ini memberikan kesempatan, memberikan kemudahan bagi pedagang-pedagang yang sekarang ini menggunakan sepeda,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, usai membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Personal Mobility Devices (PMD) untuk Transportasi First Mile and Last Mile, Jumat, (21/2), di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Pasalnya, selama ini, lanjut Budi, umumnya mereka hanya mampu mengayuh sejauh lima kilometer. Oleh karenanya, Kemenhub meminta hal tersebut untuk dibahas lebih lanjut dengan banyak pihak, mulai dari ahli, kepolisian, hingga customer.

Nantinya, pemerintah akan bekerja sama dengan banyak koperasi untuk memudahkan para pedagang kopi keliling tersebut mendapatkan sepeda listrik tadi, baik berupa cicilan tanpa bunga ataupun skema kepemilikan lainnya.

Bila terwujud, para pedagang tersebut tidak berarti dapat melenggang di jalan raya sambil berkeliling mencari pelanggan begitu saja. Saat ini aturannya masih dalam proses pembahasan dengan para pihak terkait, seperti kecepatan yang disarankan di bawah 25 kilometer per jam, menggunakan helm, bobot maksimal, dimensi PMD, registrasi kendaraan di kepolisian, hingga usia pengendaranya (dalam hal ini pedagang) yang minimal harus berusia 12-15 tahun.

Di samping itu, faktor-faktor keselamatan juga tak luput dari perhatian pemerintah kepada para pedagang kopi keliling tersebut. Seperti misalnya, indikator keselamatan saat berjualan di malam hari, jalur yang boleh digunakan, entah itu di jalan raya, di trotoar, ataupun bergabung bersama jalur sepeda konvensional.

Rencana untuk mendorong para pedagang kopi keliling menggunakan sepeda listrik itu sendiri adalah bagian dari rencana pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan jenis personal mobility devices berbasis tenaga listrik atau bisa juga dikatakan bagian dari first miles dan last miles, yang penggunannya untuk transportasi.

Baca juga: Malaga, Kota Pertama di Eropa yang Operasikan Bus Listrik Otonom di Jalan Raya

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi, menjelaskan bahwa personal mobility devices yang dimaksud ada empat jenis, yakni skuter listrik, hoverboard, otoped listrik, dan unicycle scooter. Berbeda dari sepeda motor listrik, keempat jenis kendaraan PMD tersebut saat ini belum memiliki payung hukum yang jelas dan masih terus dikomunikasikan jalan keluarnya.

“Sementara kita empat jenis yang belum tertampung dalam regulasi kita, dalam UU 22, tapi sekarang sudah dikembangkan lebih lanjut di Indonesia dan sudah dipakai juga. Ya mungkin ini kita harus memayungi bagi penggunannya dan juga bagi pabrikannya,” ujarnya.

Hari Ini, 33 Tahun Lalu, Penerbangan Perdana Airbus A320, Sang Penantang Boeing 737

Tepat hari ini, 22 Februari 1987, Airbus A320 berhasil memulai era baru pesawat komersial narrowbody atau lorong tunggal bersama Air France. Setelah memasuki era millenium pun, pesawat penumpang pertama dengan sebuah sistem kendali fly-by-wire, di mana pilot mengendalikan penerbangan melalui penggunaan sinyal elektronik dan bukan secara mekanik dengan handel dan sistem hidrolik tersebut pun akhirnya resmi menggeser dua generasi Boeing sekaligus, yakni 727 dan 737.

Baca juga: Ternyata Penerbangan (Rute) Terpendek Airbus A320 Ada di Indonesia

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, keberhasilan A320 dalam melampaui dua generasi Boeing sekaligus mungkin adalah sebuah keniscayaan. Dalam head to head melawan Boeing 727, sekalipun saat itu tengah merajai pasar, Airbus A320 jauh lebih unggul dari sisi teknologi yang sudah menggunakan sistem kontrol berbasis digital, dibanding Boeing 727 yang masih menggunakan sistem analog.

Kemudian, saat head to head dengan 737, dilihat dari segi jarak tempuh yang mampu dilakoni oleh masing-masing pesawat, Airbus A320 bisa dibilang mengungguli Boeing – mungkin ini adalah salah satu strategi Airbus untuk menggeser posisi Boeing. Sementara jika dilihat dari load capacities keduanya, Airbus pun juga mengungguli Boeing, dimana rata-rata penumpang yang dapat diangkut oleh Boeing 737 hanya berkisar 160 penumpang, sedangkan Airbus dengan A320-nya unggul dengan angka rata-rata 185 penumpang.

Bila dilihat dari segi lahirnya kedua pesawat, Boeing memang jauh lebih dahulu ada (first flight pada 9 April 1967) dibanding Airbus A320 (first flight pada 19 April 1988), selisih hampir 20 tahun. Tak heran jika Airbus memang diproyeksikan untuk menggoyang pasar narrowbody global, yang sebelum kelahirannya (Airbus A320) dikuasai sepenuhnya oleh Boeing 727 dan 737 (seri 300, 400, dan 500).

Menurut pengamat penerbangan, Gerry Soejatman, sebetulnya kelahiran dan kedigdayaan A320 tak lepas dari berakhirnya masa kejayaan Boeing 757, yang menyandang predikat sebagai pesawat narrowbody tertangguh di dunia. Kala itu (saat berakhirnya masa kejayaan Boeing 757 pada 2003 silam), maskapai-maskapai di seluruh dunia khawatir dan mencoba mencari ‘pelarian’ ke pesawat dengan spesifikasi sejenis, bahkan lebih modern. Dengan berbagai keunggulannya, dari sisi teknologi, efisiensi bahan bakar, dan load capacities, A320 akhirnya dipilih menjadi primadona baru di pasar narrowbody global.

Terbukti, tak lama setelah Boeing menghentikan produksi 757, Airbus A320 berhasil mencatatkan namanya sebagai pesawat penumpang jet komersial yang paling cepat terjual berdasarkan catatan tahun 2005 hingga 2007 serta menjadi penjualan terbaik pesawat generasi (lorong) tunggal.

Baca juga: Hari Ini, 38 Tahun Lalu, Boeing 757 Terbang Perdana Saat Berkecamuk Krisis Minyak Global

Meski demikian, sejarah hadirnya A320 yang diproyeksikan untuk menggeser dominasi Boeing di pasar narrowbody, baik 737 generasi klasik (seri 300, 400, dan 500) maupun generasi modern (600, 700, 800, dan 900) bukanlah tanpa rintangan. Sama seperti Boeing 757 kompetitor tak resminya, Airbus A320 dikembangkan saat dunia tengah memasuki krisis minyak global, dimana harga minyak dunia saat itu menjadi mahal.

Akan tetapi, rupanya hal tersebut justru menjadi berkah buat kelahiran A320. Betapa tidak, dengan harga minyak global melambung tinggi, A320, yang merupakan serangkaian evolusi dari studi Joint European Transport (JET), pada akhirnya berhasil membuat A320 mengkonsumsi bahan bakar 50% lebih sedikit daripada 727, membuatnya jadi lebih menarik, melengkapi inovasi teknologi lainnya yang tertanam di A320.

Siap-siap, Tarif Tiket Pesawat Turun 15 Persen

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, tengah mengusulkan adanya penurunan harga tiket di tengah ancaman profit lost akibat virus corona. Penurunan tiket tersebut dimungkinkan bila harga avtur diturunkan kembali.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pemberian Insentif kepada Maskapai Akibat Virus Corona, Pertanda Industri Penerbangan Lampu Kuning?

“Saya memang menambahkan, apabila ada diskon yang dilakukan oleh penerbangan, dengan menurunkan avtur, maka itu akan lebih maksimal,” jelas Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) Personal Mobility Devices (PMD) untuk Transportasi First Mile and Last Mile, Jumat, (21/2), di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Saat ini, pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, di antaranya dengan Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk mendapatkan rekomendasi terhadap harga avtur.

Dengan adanya harga avtur yang lebih kompetitif, lanjutnya, maka perusahaan aviasi atau maskapai-maskapai penerbangan bisa memiliki opsi menurunkan harga tiket. Jadi, dengan adanya penurunan harga dan insentif, tentu akan signifikan.

Meskipun belum ada keputusan apapun, mantan Dirut Angkasa Pura II tersebut membayangkan bahwa penurunan tarif avtur bisa ditekan hingga 15-20 persen. Dengan begitu, kombinasi dari penurunan harga avtur dan insentif yang diberikan bisa membuat tiket ikut turun hingga 15 persen.

“Caranya (menyikapi kondisi maskapai penerbangan akibat penutupan rute dari dan ke Cina) Kemenko Perekonomian sudah menyarankan dua hal, satu menetapkan harga baru dan melakukan re-balancing. Nah, kira-kira nanti efeknya ke harga tiket 15 persen,” jelasnya.

Baca juga: Operasional Terganggu Akibat Virus Corona, Ini Strategi Maskapai Dunia Maksimalkan Pesawat Widebody

Hanya saja, Menhub mengaku penurunan tarif tiket sebesar 15 persen tersebut hanya berlaku untuk rute-rute tertentu saja. Adapun rute-rute yang dimaksud masih dalam proses pembahasan dengan sejumlah pihak.

Bila tidak ada halangan, hari Senin sore, Menhub akan melaporkan ke presiden, disusul dengan diumumkannya regulasi-regulasi baru. Tentu saja regulasi yang hendak diumumkan tersebut sudah terlebih dahulu dirapatkan dengan para menteri lainnya, seperti Menteri PUPR, Menteri Sosial, Menteri Pariwisata, dan Menteri BUMN.

Volocopter dan Grab Canangkan Uji Coba Taksi Udara di Asia Tenggara

Setelah sukses terbang terbatas di Singapura pada Oktober 2019 lalu, Volocopter kian dekat saja dengan pasar di Asia Tenggara. Salah satu buktinya,  penyedia layanan on-demand Grab menggandeng Volocopter untuk menguji kelayakan layanan taksi udara di seluruh Asia Tenggara. CEO Volocopter, Florian Reuter mengatakan, adanya studi kelayakan tersebut untuk mengeksplorasi kemungkinan uji penerbangan bersama.

Baca juga: Sukses di Jerman Hingga Dubai, Giliran Volocopter Unjuk Gigi di Singapura 

Selain itu juga sekaligus meneliti rute di kota mana yang cocok untuk penggunaan taksi udara di Asia Tenggara. Nantinya setelah uji coba, taksi udara ini akan dievaluasi. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Florian mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah penting menuju komersialisasi Urban Air Mobility di salah satu kawasan paling macet di dunia.

“Bersama-sama kita akan belajar dari wawasan ya ng belum pernah terjadi sebelumnya tentang peluang ekonomi dan sosial di rute terpanas di Pasar Asia Tenggara,” ujar Florian.

Dia menyebutkan, kolaborasi ini juga akan melihat potensi untuk kerja sama yang jauh lebih besar dan pada akhirnya dapat memperluas mobilitas antar moda transportasi udara. CEO Grab Venture Chris Yeo mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan pola lalu lintas dan wawasan pelanggan di wilayah tersebut yang dapat membantu tim menghasilkan solusi mobilitas paling inovatif untuk menyambungkan destinasi transportasi.

Saat uji coba di Singapura, Volocopter berhasil mengudara selama kurang lebih dua menit – atau satu menit lebih cepat ketimbang yang diiklankan oleh pihak perusahaan. Ini bukan lantaran masalah teknis, melainkan karena faktor cuaca yang tidak mendukung saat uji coba. Adapun uji penerbangan di Singapura dilakukan oleh seorang pilot di dalamnya. Kendati demikian, nantinya moda-moda udara modern semacam ini akan berjalan secara otonom alias nirawak.

“Kemitraan ini akan memungkinkan Volocopter untuk lebih mengembangkan solusi mobilitas udara perkotaan yang relevan bagi komuter Asia Tenggara sehingga mereka dapat memutuskan pilihan perjalanan yang mereka pilih berdasarkan anggaran, kendala waktu dan kebutuhan lainnya, dengan cara yang mulus,” jelas Chris.

Volocopter menargetkan, penerbangan komerisal akan dimulai pada 2022 mendatang di mana penumpang nantinya bisa terbang dari satu Voloport ke Voloport lainnya. Bahkan mereka juga menargetkan sudah akan memiliki puluhan Voloport pada 2035 di Singapura.

Volocopter juga berharap di 2035 akan mampu mengangkut sepuluh ribu penumpang per harinya. Taksi udara dengan dua tempat duduk ini dirancang khusus untuk penerbangan di dalam kota dan akan tetap stabil bahkan dengan turbulensi mikro di sekitar gedung pencakar langit.

Taksi udara yang terlihat seperti helikopter itu dapat beroperasi dengan membawa penumpang dengan berat hingga 160 kg, dan menempuh jarak hingga 30 km, dengan kecepatan tertinggi sekitar 100 km per jam dan akan jauh lebih nyaman daripada helikopter.

Baca juga: Soal Taksi Udara, Inilah Serangkaian ‘PR’ yang Kudu Diselesaikan Volocopter

Selain Grab, Uber berencana meluncurkan layanan taksi terbang pada 2023. Startup berbagi tumpangan (ride hailing) berkolaborasi dengan sejumlah mitra, termasuk Volocopter. Banyak perusahaan teknologi yang berupaya meluncurkan layanan serupa. Namun, beberapa di antaranya gagal atau molor dari tenggat waktu.

Volocopter mengembangkan helikopter listriknya sejak 2011, helikopter listrik ini beroperasi dengan teknologi drone dengan lepas landas dan mendarat secara vertikal atau Electric vertical take-off and landing (eVTOL), bahkan sudah diuji coba terbang melewati Dubai, Helsinki, Las Vegas dan Stuttgart.

Lima Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Pesawat di Masa Depan, Nomor Dua Aneh!

Seiring berjalannya waktu, dunia penerbangan memang mulai bergerak maju. Mulai dari teknologi pendukung keselamatan penerbangan hingga teknologi terbarukan untuk mendukung kelangsungan bumi tempat kita berpijak.

Baca juga: Peduli Lingkungan dan Manfaatkan Energi Terbarukan, Bandara Oslo Jadi Yang “Terhijau” di Dunia

Dilansir dari laman edition.cnn.com, Kamis, (20/2), sebetulnya, di Bandara Zurich, Swiss, sudah ada bahan bakar terbarukan yang dapat menyuplai pesawat. Namun, kendala logistik, harganya yang mencapai 3-4 kali lipat dari bahan bakar konvensional, serta ekosistem bisnis pendukungnya yang belum tersedia, membuat maskapai belum bisa beralih sepenuhnya dari bahan bakar konvensional. Agar lebih lengkapnya, berikut lima alternatif pengganti bahan bakar fosil terbarukan untuk pesawat.

1. Listrik
Pesawat listrik saat sejak tahun 1970 sebetulnya sudah dikembangkan oleh banyak pabrikan di dunia. Namun demikian, lagi-lagi, ada konsekuensi yang harus dibayar. Bila menggunakan pesawat listrik, beban dan durasi penerbangan harus lebih kecil dari pesawat berbahan bakar cair atau fosil.

Paul McElroy, pimpinan tim komunikasi untuk Boeing 777 ecoDemonstrato, pernah mengatakan, dengan menggunakan SAF niscaya dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca bersih hingga 80%. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang melepaskan karbon serta meningkatkan jumlah CO2 di atmosfer.

Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3% dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia. Di samping itu, penerbangan juga menopang 65 juta pekerjaan.

Dari sekian banyak pabrikan pesawat, Airbus adalah raksasa dirgantara pertama yang menerapkan SAF pada pengiriman pesawat ke para pelanggannya. Hal itu adalah bagian dari komitmen Airbus dalam program Initiative Towards sustAinable Kerosene for Aviation (ITAKA) yang bertujuan untuk mempercepat komersialisasi SAF di Eropa.

Airbus mengaplikasikan SAF tersebut dengan mengangkut komponen rakitan besar, seperti bagian sayap dan badan pesawat, menggunakan Super-Transporter Beluga. Pesawat tersebut sudah menggunakan bahan bakar pesawat berkelanjutan, berasal dari minyak goreng daur ulang. Diharapkan hal ini akan mengurangi emisi CO2 sekitar 120 metrik ton per bulan dari proses penyatuan perakitan, kira-kira setara dengan yang dikeluarkan sekitar 130 mobil.

2. Tembakau, sampah, dan gula
Elemen kunci dari pengembangan bahan bakar baru ini, kata McElroy, membuat bahan bakar tersebut “turun”. Dengan kata lain, ia harus memiliki komposisi kimia yang hampir identik sebagai bahan bakar berbasis minyak sehingga dapat diaplikasikan di pesawat terbang yang ada.

Sumber: istimewa

Saat ini, Boeing bekerja dengan produsen mesin dan maskapai penerbangan untuk mendapatkan sertifikasi berkenaan dengan metode produksi pertama bahan bakar berkelanjutan. Langkah itu adalah sebuah tindakan prasyarat sebelum regulator seperti FAA dapat mensertifikasi untuk digunakan pada penerbangan komersial.

Selain itu, Boeing juga mendukung mitra di enam benua untuk meneliti, mengembangkan, dan mengkomersialkan sumber-sumber SAF. Sumber-sumber ini termasuk tanaman yang tumbuh di padang pasir di Uni Emirat Arab dan tembakau bebas nikotin di Afrika Selatan, dan minyak yang dikonversi menjadi biofuel. Selain itu, limbah pertanian di Cina dan tebu yang ditanam khusus di Brasil adalah dua sumber lain yang Boeing bantu kembangkan untuk produksi SAF.

Tahun lalu, penerbangan komersial pertama menggunakan SAF yang diproduksi di UEA, yakni Etihad Airways dengan menggunakan Boeing 787, berhasil lepas landas dari Abu Dhabi dan mendarat di Amsterdam. Bahan bakar untuk penerbangan itu berasal dari minyak di pabrik Salicornia, yang ditanam di pertanian air laut seluas dua hektar di Kota Masdar, Abu Dhabi.

3. Nuklir
Nukllir sebagai alternatif pengganti fosil mungkin dahulu adalah saah satu cara terbaik. Namun, seiring berjalannya waktu, nuklir justru dinilai tidak cukup ramah lingkungan karena limbahnya yang sulit untuk diurai. Hal tersebut setidaknya bisa dilihat dari pabrik pengolahan limbah nuklir yang hanya ada tiga di dunia, yang menandakan bahwa limbah nuklir sulit diolah karena butuh waktu ratusan tahun untuk membuat kadar radioaktifnya menjadi ramah lingkungan.

4. Black bag waste
Dengan SAF saat ini digunakan pada kurang dari 1% dari penerbangan komersial, teknologi inovatif, dan berbagai jenis bahan baku (lokal) mulai muncul untuk membantu meningkatkan jumlah itu. November lalu misalnya, Shell Aviation mengumumkan bahwa mereka akan mendukung pengembangan pabrik produksi SAF yang disebut DSL-01, di Delfzijl, Belanda.

Proyek ini dipimpin oleh SkyNRG, pemasok SAF Belanda, dan diproyeksikan beroperasi pada tahun 2022, yang menjadikannya pasokan bahan bakar penerbangan alternatif berskala industri pertama di Eropa. Pabrik tersebut akan menghasilkan 100.000 metrik ton bahan bakar setiap tahun, yang berasal dari aliran limbah dan residu, seperti minyak goreng bekas yang bersumber dari industri regional. Pengurangan karbon juga dibantu oleh lokalisasi produksi SAF relatif di mana ia akan digunakan. Selain itu juga akan dikembangkan SAF dari limbah kantong plastik hitam atau black bag waste.

Baca juga: Mau Gusur Airbus dan Boeing, Perusahaan Amerika Bikin Pesawat Listrik untuk Kurangi Pemanasan Global

5. Limbah kayu
Teknologi ini, kata Velocys, akan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 70% untuk setiap metrik ton bahan bakar jet berkelanjutan yang menggantikan satu metrik ton bahan bakar fosil konvensional – setara dengan mengambil hingga 40.000 mobil dari jalan setiap tahunnya.

“Proyek ini memiliki manfaat lingkungan tambahan karena mengurangi residu kayu di hutan, yang dapat meningkatkan potensi bahaya kebakaran dan menghambat pertumbuhan pohon di masa depan,” kata Graeme Burnett, senior VP of fuel management Delta Airlines.

Imbas Penumpang Turun Drastis, Bandara Hong Kong Satukan Pelayanan di Terminal Utama

Bandara Internasional Hong Kong saat ini sudah mulai bersiap-siap menggabungkan semua penerbangan yang dilayaninya ke dalam bangunan Terminal Utama. Ini akan membuat pertemuan baru yang terletak di antara dua landasan pacu ketika penerbangan ke dalam dan luar kota turun dua pertiga dari biasanya.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Tiap Hari Bandara Changi Kehilangan 20 Ribu Pelancong

Penurunan jumlah penumpang ini dikarenakan virus corona atau yang dikenal dengan Covid-19. Hal ini membuat otoritas bandara berusaha untuk sementara menutup gedung yang dikenal sebagai concourse lini tengah meski tidak ada keputusan akhir yang dicapai karena diskusi dengan pemangku kepentingan yang terdampak seperti para pengecer.

KabarPenumpang.com melansir laman scmp.com (20/2/2020), karena hal ini juga banyak fasilitas utama yang juga mulai memindahkan layanan ke gedung terminal utama. Diketahui, penyewa utama concourse adalah Hong Kong Airlines.

Mereka saat ini sudah memangkas jumlah penerbangan harian yang biasanya mengoperasikan 40 penerbangan, kini hanya 15 penerbangan. Pada Rabu (19/2/2020), Hong Kong Airlines bahkan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 170 karyawannya.

Concourse ini terletak ditengah-tengah HKIA dengan bentuk bangunan persegi panjang yang futuristik dan terhubung dengan 20 jembatan pesawat. Bangunan tersebut dibuka tahun 2015 dengan biaya HK$10 miliar untuk memenuhi permintaan yang melonjak bagi penerbangan di seluruh wilayah.

Sekitar setengah dari fasilitas tersebut sekarang digunakan untuk memarkir jet yang tidak beroperasi. Jumlah harian penerbangan penumpang yang terbang masuk dan keluar dari Hong Kong telah turun dari 1050 menjadi sekitar 340, dengan lebih banyak pemotongan penerbangan diharapkan dalam beberapa minggu mendatang.

Pada hari Rabu, HKIA menangani 160 penerbangan penumpang yang berangkat, mungkin yang terendah sejak wabah sindrom pernapasan akut (Sars) tahun 2003, ketika perjalanan udara masuk dan keluar Hong Kong terhenti. Kejadian di HKIA ini setara dengan Bandara Santos Dumont di Rio de Janeiro, Brasil, yang menangani 161 penerbangan penumpang pada hari yang sama.

Bandara kedua di Rio itu biasanya menangani rata-rata tahunan 8,9 juta penumpang, sementara Hong Kong biasanya melihat 71,5 juta. Hong Kong Airlines, yang didukung oleh HNA Group, memiliki 14 keberangkatan yang dijadwalkan dari Hong Kong pada hari Kamis, namun demikian menyusut sehingga sekarang menjadi maskapai lokal terkecil.

Sementara itu, HNA group diambil alih oleh pemerintah Hainan, provinsi pulau utama Cina selatan dan aset maskapai penerbangannya sedang diukir di antara pembawa “tiga besar” negara yang lebih aman secara finansial yakni Cina Selatan, China Eastern dan Air China. Pada hari Selasa, HKA menutup ruang tunggu bandara Club Autus di pusat lapangan tengah “hingga pemberitahuan lebih lanjut” dan fasilitas penumpang transitnya dipindahkan ke terminal utama.

Baca juga: Operasional Terganggu Akibat Virus Corona, Ini Strategi Maskapai Dunia Maksimalkan Pesawat Widebody

Pekan lalu, para pejabat bandara di Hong Kong melakukan mothball pada terminal annex yang lebih kecil, concourse satelit utara, yang memiliki ruang untuk delapan jet narrowbody, ketika Cathay Pacific Group memangkas kapasitasnya sebesar 30 persen hingga akhir Maret

Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Virus corona yang mulai tersebar di Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019, membuat banyak orang yang bepergian kini menggunakan masker. Mungkin hal ini terlihat biasa apalagi ketika naik pesawat ketika rute penerbangan dari Cina belum sepenuhnya di tutup dari dan ke negara lain.

Baca juga: Operasional Terganggu Akibat Virus Corona, Ini Strategi Maskapai Dunia Maksimalkan Pesawat Widebody

Namun ada hal yang aneh dalam sebuah penerbangan dari Cina ke Australia beberapa waktu lalu. Di mana penumpang bukannya menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulut, tapi menggunakan halm full face.

Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (29/1/2020), penumpang yang menggunakan helm tersebut terpotret dalam sebuah foto dan diunggah ke media sosial sehingga membuatnya viral. Foto tersebut terlihat penumpang tengah tidur menyandarkan kepalanya yang tertutup helm ke jendela.

Tak hanya itu, kaca helmnya pun menutupi muka sehingga penumpang itu tidak dapat teridentifikasi dengan jelas wajahnya. Penumpang dengan helm tersebut naik pesawat China Eastern tujuan ke Australia yang tiba di Bandar Perth pukul 09.30 pagi pada Rabu (29/1/2020).

Seorang pelancong bernama Marina Jambrina asal Spanyol mengatakan, ketika dirinya naik pesawat dari Shanghai tidak melihat siapa pun di bandara tanpa masker.

“Ada satu orang yang memakai helm sepeda motor,” kata penumpang lain bernama John Fu.

Fu mengatakan bahwa dia harus memastikan putranya tidak melepas maskernya karena dia terus berusaha melepasnya selama penerbangan. Sebagaimana telah menjadi norma untuk penerbangan yang tiba di Australia dari Cina, penumpang juga diberikan lembar informasi yang merinci cara mereka dapat menjaga diri mereka aman dari virus.

Penumpang dari Cina juga disuruh tetap duduk setelah mendarat saat petugas bermasker menyemprotkan pesawat. Menurut para ahli, mengenakan masker bukanlah cara yang paling efektif untuk menghindari terkena virus.

“Masker wajah memainkan peran yang sangat penting dalam pengaturan klinis, seperti rumah sakit. Namun, ada sangat sedikit bukti manfaat luas dari penggunaannya di luar pengaturan klinis ini. Masker wajah harus dipakai dengan benar, sering diganti, dilepas dengan benar, dibuang dengan aman dan digunakan dalam kombinasi dengan perilaku kebersihan universal yang baik agar efektif,” ujar Dr Jake Dunning, Kepala Infeksi Berkembang dan Zoonosis, Kesehatan Masyarakat Inggris.

Baca juga: Inilah GermFalcon, Robot Pembasmi Virus Corona di Kabin Pesawat dengan Teknologi UV

Dia mengatakan, penelitian juga menunjukkan bahwa kepatuhan dengan perilaku yang direkomendasikan ini berkurang dari waktu ke waktu ketika memakai masker wajah untuk waktu yang lama. Orang yang khawatir tentang penularan penyakit menular akan lebih baik untuk memprioritaskan kebersihan pribadi, pernapasan, dan tangan yang baik. Bahkan, mencuci tangan dikatakan jauh lebih bermanfaat daripada memakai masker.

Kehilangan Barang Saat di Jepang? Jangan Panik, Cari ‘Koban’ Terdekat dan Bertanyalah Pada Polisi

Ketika ke Jepang dan kehilangan barang sepertinya tak perlu panik dan khawatir. Sebab, kemungkinan besar barang Anda akan kembali. Bukan hanya tas, payung, dompet tetapi ponsel pun bisa kembali ke sang empunya ketika hilang di taksi maupun kereta. Diketahui dan presentase barang-barang itu kembali lebih tinggi. Seperti laporan baru-baru ini dimana 83 persen ponsel hilang di Tokyo dan akhirnya kembali kepada pemiliknya.

Baca juga: Tas Terkena Minyak dan Barang Hilang, AirAsia Hanya Ganti Rungi Rp103 Ribu

Dirangkum KabarPenumpang.com dari citylab.com (10/2/2020), pengembalian barang-barang tersebut biasanya dimulai dari kantor polisi kecil yang disebut dengan koban. Koban ini sendiri tersebar sebanyak 6300 di seluruh Jepang dengan lokasi yang strategis. Di seberang kota metropolitan Tokyo yang luas, lebih dari 4,1 juta barang hilang diserahkan kepada polisi pada tahun 2018, jumlah ini meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di seluruh negeri, 26,7 juta objek dilaporkan hilang pada 2015. Dompet dan payung adalah barang paling umum yang dibagikan, bersama dengan uang tunai.

Catatan rekor setinggi 3,8 miliar yen dilaporkan pada 2018, tiga perempat dari jumlah itu akhirnya kembali ke pemiliknya. Di Tokyo, setelah petugas mengisi laporan di koban tentang barang yang hilang dan identitas penemu, lebih lanjut tentang itu nantinya barang tersebut disimpan di kotak polisi selama satu bulan sebelum dikirim ke Lost Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo yang baru saja direnovasi.

Center yang terletak di Bunkyo Ward di ibukota, adalah fasilitas enam lantai yang menampung 900 ribu barang hilang, termasuk ruang seluas 7100 kaki persegi yang didedikasikan khusus untuk payung. Pada 2018, 343.725 payung atau hampir delapan persen dari semua barang yang hilang diserahkan. bahkan di hari hujan, polisi mungkin menerima tiga ribu payung.

Setelah di Center, setiap item dicatat dengan cermat dan diperiksa untuk mengidentifikasi informasi pribadi yang mungkin membantu menghubungi pemilik yang sah. Pusat ini juga mengoperasikan situs web untuk barang hilang dan ditemukan dalam bahasa Jepang yang dapat dicari melalui katalog. Jika, setelah tiga bulan, pemilik yang sah tidak dapat ditemukan, kepemilikan sebagian besar barang dapat dikembalikan kepada orang yang menemukannya, atau kepada pemerintah kota.

Untuk beberapa barang yang tidak diklaim, seperti pakaian, alat musik, dan alat tulis, pemerintah daerah dapat menjual barang tersebut kepada pedagang grosir, yang mengadakan penjualan pop-up matsuri sepanjang bulan. Stasiun kereta api di Jepang salah satu titik tempat penemuan barang dan pengembalian barang hilang. Ketika barang diberikan kepada petugas stasiun, mereka akan membuat pengumuman penemuan barang hilang selama dua minggu, dan nantinya setelah itu akan diserahkan ke pihak kepolisian.

Menurut angka yang dikeluarkan oleh Perusahaan Kereta Api Sagami, 85.043 barang diserahkan kepada staf stasiun pada tahun 2018 (sekitar seperempat dari mereka adalah payung). Dari barang-barang ini, 31,4 persen akhirnya menemukan jalan kembali ke pemiliknya yang sah, meskipun jumlah pengambilan payung yang rendah biasanya diklaim kurang dari satu persen.

Namun, sistem yang hilang dan ditemukan yang tersetel dengan baik, tidak dapat ada hanya pada infrastruktur. Membina budaya yang menekankan pengembalian properti yang hilang juga diperlukan, dan di Jepang, ini adalah pelajaran yang dimulai sejak usia muda. Dalam sebuah posting Twitter yang sekarang viral, seorang wanita bernama Keiko menceritakan bagaimana putranya yang muda menemukan koin 50 yen di sebuah taman di wilayah Hokuriku Jepang.

Anak itu bersikeras menyerahkan uang yang nilainya kurang dari 50 sen Amerika Serikat di sebuah koban terdekat. Pada awalnya, Keiko khawatir reaksi apa yang akan diperoleh anak berusia enam tahun dari petugas yang bertugas, tetapi tanggapan polisi mengejutkannya, “Beberapa petugas keluar [dari koban], bertanya di mana dan kapan koin itu diambil, dan mengisi dokumen resmi [hilang dan ditemukan] ”dan memuji putranya.

Keiko memuji sekolah putranya atas tindakannya. “Anak-anak diajarkan di sekolah pembibitan dan taman kanak-kanak untuk mengembalikan barang-barang yang ditemukan ke koban,” katanya. Dia juga memuji tanggapan petugas. “Putraku baru berusia enam tahun, tetapi mereka memperlakukan kekhawatirannya sebagai orang dewasa.”

Memang, tidak jarang di Jepang mendengar cerita tentang anak-anak kecil yang menyerahkan koin kecil atau pernak-pernik kepada polisi, yang kemudian dengan patuh mengisi laporan yang hilang dan ditemukan. Pemberitahuan publik dari polisi juga secara berkala dirilis untuk meyakinkan orang tua bahwa anak-anak yang mengembalikan barang yang hilang nominal tidak membebani petugas.

Undang-undang properti Jepang berperan dalam ketahanan budaya negara untuk mengembalikan barang yang hilang sebuah kisah New York Times dari tahun 2004 menyebutkan kode hukum yang ditulis pada tahun 718. Baru-baru ini, Undang-Undang Properti Yang Hilang yang Diubah Jepang mulai berlaku pada tahun 2007, mengamanatkan bahwa mereka yang menemukan barang yang hilang mengembalikannya ke pemiliknya, ke polisi, atau ke otoritas lain yang ditunjuk, seperti stasiun kereta.

Undang-undang yang diamandemen ini awalnya berasal dari undang-undang properti yang hilang sejak tahun 1882, yang terkait erat dengan kodifikasi hak-hak properti yang lebih luas yang terjadi selama Periode Meiji. Untuk penemu, Pasal 28 hukum memberikan hadiah lima hingga 20 persen dari nilai barang yang dikembalikan, dalam kasus di mana ia disatukan kembali dengan pemiliknya.

Baca juga: Barang Bagasi Penumpang Umrah Hilang? Jangan Khawatir Ada yang Siap Ganti dengan US$1000

Untuk barang yang tidak diklaim, penemu berhak memiliki kepemilikan setelah tiga bulan berlalu, kecuali barang-barang seperti ponsel atau barang yang berpotensi mengidentifikasi informasi. Namun, para pencari diizinkan untuk menolak hadiah dan / atau tetap anonim.

Hilangkan Kursi Tengah di Kereta Berkecepatan Tinggi, Texas Train Berharap Beroperasi di 2026

Kereta api berkecepatan tinggi di Amerika sepertinya akan mulai terlaksana tepatnya di Texas. Kereta ini akan dioperasikan oleh Texas Central yang mana menyebutkan mereka akan menggunakan kereta Shinkansen N700S dan sudah dimodifikasi.

Baca juga: Mengekor Kesuksesan Cina, Anggota Kongres AS Canangkan Strategi Kereta Cepat “Green New Deal”

Kereta berkecepatan tinggi ini akan mengular di jalur dari Dallas (Texas Utara) menuju ke Houston. Untuk membuat penumpang nyaman, Texas Central bahkan merincikan tampilan pertama dari kereta tersebut di mana salah satunya adalah menghilangkan kursi bagian tengah sehingga hanya akan ada dua kursi berjajar.

Gambar konfigurasi kereta berkecepatan tinggi Texas (dmagazine.com)

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dmagazine.com (18/2/2020), berikut ini rincian tampilan pertama interior kereta cepat tersebut yakni tata ruang akan memberikan kenyamanan pelancong dengan kehadiran ruang kaki ekstra di bandingkan pesawat. Selain itu akan ada dua kelas layanan dengan konfigurasi kursi 2-2 dan 2-1.

Dengan konfigurasi seperti ini, kursi penumpang akan menjadi lebih lebar dan memiliki ruang kaki yang lebih lebar dibandingkan dengan kursi di pesawat. Bahkan kursi penumpang nantinya juga bisa dimudurkan atau (reclining seat) dan ini tidak akan mengganggu penumpang di belakang karena jarak antar kursi yang cukup lebar.

Kehadiran WiFi gratis juga nantinya akan memberikan kenyamanan bagi penumpang yang akan berselancar di media sosial. Tak hanya itu, lorong di setiap mobilnya pun akan lebih besar dan memungkinkan kursi roda melintas di antaranya.

Bila dibandingkan dengan pesawat, Texas Central mengatakan, setiap penumpang tak perlu menggunakan sabuk pengaman dan mematikan ponsel mereka di lokomotif. Kereta ini juga akan dilengkapi dengan jendela yang ukurannya dua kali lebih besar dari jendela pesawat.

Texas Central mengklaim bahwa perjalanan yang sebelumnya menempuh waktu 4,5 jam dengan kereta berkecepatan tinggi Shinkansen generasi baru ini hanya akan memakan waktu kurang dari 90 menit diantara dua kota tersebut. Kereta ini juga nantinya tidak banyak berhenti dan hanya akan ada beberapa stasiun yakni di Houston dan Dallas Fort Worth serta sebuah stasiun tambahan di Lembah Brazoz.

Layout Texas Train (dmagazine.com)

Rencananya Texas Central akan memulai konstruksi kereta tersebut tahun ini sembari menunggu persetujuan federal. Mereka mengatakan, jika semuanya berjalan sesuai rencana, layanan komersial kereta berkecepatan tinggi itu diharapkan akan beroperasi penuh pada 2026 mendatang.

Baca juga: Wow! Las Vegas dan Los Angeles Terhubung dengan Kereta Cepat di 2023

Saat ini diketahui, perusahaan sudah menandatangani kontrak prakonstruksi dengan anak perusahaan Kiewit Corp. Kereta api berkecepatan tinggi diproyeksikan menghasilkan $36 miliar dalam manfaat ekonomi di seluruh negara bagian selama 25 tahun ke depan, menciptakan sepuluh ribu pekerjaan langsung per tahun selama konstruksi puncak dan 1500 pekerjaan permanen ketika sepenuhnya operasional.

East Japan Railway Hadirkan Aplikasi “Train’ing,” Mudahkan Penumpang Berolahraga Dalam Kereta

Tidak sempat berolahraga ketika pulang kerja atau ketika liburan karena dipenuhi dengan tugas rumah? Sebenarnya tak jadi masalah dan bahkan banyak aplikasi yang membantu untuk menyehatkan tubuh meski dengan cara sederhana dalam berolahraga.

Baca juga: Cuma Squat 20 Kali, Penumpang Bisa Naik MRT Singapura Gratis

Baru-baru ini East Japan Railway berkolaborasi dengan klub kebugaran Jepang Jexer meluncurkan aplikasi untuk memudahkan penumpang kereta olahraga. Aplikasi bernama Train’ing ini dikembangkan oleh McCann Health yang mengubah penumpang naik kereta tidak hanya menjadikannya moda transportasi perpindahan dari satu tempat ke yang lainnya, tetapi juga tempat untuk berolahraga.

Train’ing memanfaatkan kekuatan teknologi geofencing di kereta area Tokyo untuk memandu penumpang melalui latihan mental dan fisik di mana mereka berada dalam perjalanannya. Panduan untuk penumpang langsung disambungkan dengan audio ponsel pintar mereka.

KabarPenumpang.com melansir laman thedrum.com (28/1/2020), aplikasi ini berkoordinasi dengan suar yang dipasang di gerbong kereta untuk menyediakan program pelatihan yang optimal untuk setiap pengguna tergantung pada waktu perjalanan, lokasi naik dan status kemacetan kereta. Riwayat pelatihan pengguna divisualisasikan dalam aplikasi menggunakan grafik dan lencana, memotivasi penggunaan dan perjalanan yang berkelanjutan.

Sebelum memulai olahraga dengan aplikasi Train’ing ini, penumpang harus memasukkan lokasi dan data pengangkutan. Sebab, semua latihan yang akan diberikan pada penumpang melalui aplikasi akan menggunakan fasilitas kereta seperti tiang ataupun tali pegangan.

McCann Health mengatakan, pembuatan aplikasi tersebut dikembangkan di bawah pengawasan programmer dan instrukut kebugaran profesional. Aplikasi tersebut mengambil bagian biasa dari kehidupan sehari-hari bagi mereka yang tinggal di Tokyo dan mengubahnya menjadi peluang untuk manajemen kesehatan yang lebih baik.

Kampanye ini baru saja diluncurkan tunggu saja untuk melihat dampaknya. Tak hanya Jepang, sebelumnya di Singapura penumpang bisa naik MRT secara gratis setelah melakukan 20 squat dalam waktu 40 detik.

Saat itu, SMRT tengah melakukan kampanye dengan perusahaan asuransi Prudential yang mendorong warga Singapura tetap sehat seiring bertambahnya usia. Tiket gratisnya pun hanya bisa dipakai sekali di hari yang sama.

Baca juga: Israel Railways Hadirkan Sepeda di Stasiun untuk Mudahkan Akses Penumpang

Saat itu di Singapura ada beberapa titik untuk melakukan squat tersebut yakni di Stasiun MRT Tampines, City Hall dan beberapa lainnya. Kampanye tersebut bisa diikuti penumpang dengan tinggi badan minimum 1,2 meter.