Inilah Kebijakan Garuda Indonesia, Lion Air dan AirAsia Seputar Tiket di Musim Wabah Corona

Virus corona atau Covid-19 yang tengah merebak di Indonesia mulai menerpa industri transportasi. Salah satu yang terkena dampak adalah maskapai penerbangan. Karena hal ini banyak penerbangan keluar negeri dibatalkan dan armada-armada di daratkan bahkan bandara pun sepi. Saat ini pun banyak maskapai yang membatalkan keberangkatannya ke dalam negeri sendiri. Hal ini disebabkan tak banyak penumpang yang naik atau sama sekali tidak ada penumpangnya.

Baca juga: Imbas Pembatalan Sejumlah Perjalanan KA Jarak Jauh, 3624 Calon Penumpang Pilih Batalkan Tiket

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Garuda Indonesia telah mengambil kebijakan terkait perubahan jadwal dan penggantian rute untuk seluruh penerbangan domestik maupun internasional. Dari laman website Garuda, bagi calon penumpang yang memiliki tiket issued sebelum dan sampai 15 Maret 2020 dengan perjalanan dari 24 Januari – 31 Mei 2020 akan ada beberapa ketentuan.

Penumpang dapat melakukan perubahan jadwal atau rute penerbangan sebanyak satu kali tanpa dikenakan biaya perubahan. Bila memilih untuk melakukan perubahan jadwal di rute yang sama dan pada kabin penerbangan yang sama di luar periode black out maka tidak ada biaya tambahan, namun sebaliknya pada periode black out akan dikenakan selisih harga dan pajak.

Garuda menuliskan lagi, bila penumpang memilih melakukan perubahan rute terbang, maka akan dikenakan selisih harga dan pajak. Sedangkan untuk penumpang yang belum memiliki keputusan untuk penggantian boleh memperpanjang masa berlaku tiket hingga 31 Maret 2020.

Setelah masa berlaku tiket diperpanjang sampai dengan 31 Maret 2021, penumpang hanya diperkenankan melakukan perubahan jadwal/rute sebanyak satu kali dengan tanggal perjalanan sampai dengan 31 Maret 2021 (complete travel). Garuda mengatakan refund dimungkinkan tetapi dalam bentuk voucher.

Nantinya voucher dapat ditukarkan sampai dengan 31 Maret 2021 dan dapat digunakan untuk pembelian tiket Garuda Indonesia dan produk Garuda Indonesia lainnya. Penukaran voucher dapat dilakukan di kantor penjualan. Khusus penerbangan code-share dengan Airline lain, reschedule harus menggunakan fare-class yang sama.

Jika menggunakan fare-class yang berbeda, maka perbedaan harga berlaku (terdapat tambahan biaya). Tanggal penerbangan baru yang berlaku untuk reschedule / reroute / redeem voucher adalah sampai dengan 31 Maret 2021 (complete travel). Perubahan jadwal, perubahan rute dan reroute dapat dilakukan melalui layanan Live Chat 24 jam Garuda Indonesia atau Call Center.

“Kami saat ini menangani jumlah permintaan yang sangat tinggi dan berusaha untuk memprioritaskan reservasi dengan tanggal penerbangan yang paling dekat. Kami menghimbau para penumpang dengan tanggal keberangkatan dalam waktu 48 jam ke depan yang menghubungi kami melalui Live Chat 24 jam dan call center. Sementara untuk penerbangan dengan waktu diluar itu, mohon menghubungi kami melalui E-Mail,” tulis pihak maskapai.

Namun berbeda dengan maskapai Lion Air yang belum himbauan khusus terkait perpanjangan status darurat bencana akibat virus corona hingga 29 Mei 2020. Namun, maskapai berlambang singa ini mengatakan telah intensif melakukan imbauan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan penerbangan seperti melakukan tes kesehatan sebelum melakukan perjalanan.

Sedangkan AirAsia menawarkan kompensasi bagi calon penumpang berupa pengubahan jadwal atau akun kredit kepada calon penumpang yang telah memiliki tiket penerbangan internasional atau dari Malaysia tetapi hanya untuk penerbangan sebelum 16 Maret 2020 dengan tanggal keberangkatan hingga 30 April 2020. Setiap calon penumpang dihimbau untuk merujuk pada arahan pemerintah dan otoritas masing-masing negara sebelum memutuskan untuk bepergian.

Baca juga: Gegara Corona, Maskapai El Al Gunakan Pesawat Penumpang Kosong untuk Keperluan Kargo

Adapun daftar pembatasan perjalanan tersebut akan diperbarui dan dapat berubah dari waktu ke waktu.Jika ingin lakukan refund, maskapai ini merujuk penumpang ke sitis resmi milik AirAsia. Sebab penawaran kompensasi hanya berlaku untuk pemesanan melalui airasia.com dan bila memesan melalui agen travel bisa menghubungi agen travel untuk bantuan lanjutan.

KAI Tanggap Darurat Covid-19, Pembatalan Tiket Kereta Bisa Secara Online!

Sejak Senin (23/3/2020) kemarin, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta melakukan pengurangan jadwal perjalanan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19. Diketahui terdapat 19 keberangkatan kereta api (KA) yang mengalami pembatalan perjalanan dengan jadwal keberangkatan kurun waktu 23 Maret – 1 April 2020, dan KA yang mengalami pembatalan operasional tersebut merupakan KA-KA yang memiliki jarak berdekatan, sehingga calon penumpang memiliki pilihan KA lain jika memang harus tetap melakukan perjalanan.

Baca juga: Imbas Pembatalan Sejumlah Perjalanan KA Jarak Jauh, 3624 Calon Penumpang Pilih Batalkan Tiket

Namun, jika calon penumpang tidak berkenan dialihkan ke KA lain, maka dapat dilakukan pembatalan tiket dengan bea pengembalian 100 persen. Pembatalan tiket dengan pengembalian bea 100 persen juga berlaku bagi calon penumpang KA yang memiliki jadwal keberangkatan pada masa tanggap darurat Corona, yaitu 23 Maret – 29 Mei 2020.Secara total terhitung sejak 1 maret 2020 hingga kini sekitar 71 ribu tiket untuk keberangkatan sampai dengan 90 hari kedepan telah dilakukan proses pembatalan baik melalui loket stasiun dan jalur online.

Guna menghindari penumpukan calon penumpang yang ingin melakukan pembatalan di loket stasiun, terutama di dua stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh, Stasiun Gambir dan Pasar Senen, PT KAI Daop 1 Jakarta menginformasikan bahwa pembatalan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi KAI Access. Meskipun pembelian tiket melalui stasiun dan channel penjualan tiket yang lain, calon penumpang tetap bisa melakukan pembatalan di aplikasi KAI Access, terpenting nomor identitas yang di daftarkan pada akun aplikasi KAI Access harus sesuai dengan nomor identitas pemesan tiket.

Bahkan, pembatalan melalui KAI Access juga bisa untuk membatalkan tiket lainnya yang masih memiliki satu kode booking.

“Yang perlu dipastikan, calon penumpang memiliki aplikasi KAI Access dengan versi paling update, maka dapat membatalkan tiket dengan pengembalian bea 100 persen. Bagi pengguna yang telah memiliki Aplikasi KAI Access dapat melakukan proses update pada aplikasi tersebut,” kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa melalui siaran pers, Rabu (25/3/2020).

Dia mengatakan, jika tidak melakukan pembatalan melalui aplikasi KAI Access, calon penumpang dapat langsung datang ke loket pembatalan yang ada di stasiun. Terdapat delapan stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta yang melayani pembatalan tiket KA Jarak Jauh. Masing-masing stasiun memiliki 3 loket untuk melayani pembatalan tiket.

Baca juga: Suhu Tubuh Tinggi Saat Dicek Masuk Stasiun? PT KAI Siap Kembalikan Tiket Anda

Bahkan, guna menghindari antrean, khusus di Stasiun Gambir dan Pasar Senen, ditambah menjadi 5 loket layanan pembatalan tiket. Berikut jadwal operasional pelayanan loket pembatalan tiket di stasiun yang buka setiap hari (Senin-Minggu):

1. Stasiun Gambir: Pukul 07.00 – 22.00 WIB
2. Stasiun Pasar Senen: Pukul 07.00 – 22.00 WIB
3. Stasiun Jakarta Kota: Pukul 07.00 – 19.00 WIB
4. Stasiun Bogor: Pukul 09.00 – 16.00 WIB
5. Stasiun Cikampek: Pukul 07.00 – 22.00 WIB
6. Stasiun Rangkasbitung: Pukul 09.00 – 16.00 WIB
7. Stasiun Serang: Pukul 09.00 – 19.00 WIB
8. Stasiun Bekasi : Pukul 07.00 – 22.00 WIB

Jenuh Saat “Work From Home,” Atasi Kebosanan dengan Cari Ini!

Harus bekerja dari rumah alias work from home dan tidak bisa berkumpul dengan teman karena memilimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 mungkin akan sangat membosankan. Namun, ternyata banyak hal yang bisa dilakukan meski bekerja dari rumah seperti melakukan hal yang belum terlaksana atau ‘berkumpul’ melalui video.

Baca juga: Amankah Naik Moda Transportasi Saat Ini?

KabarPenumpang.com merangkum dari laman phillyvoice.com (20/3/2020), berikut ada beberapa tips untuk menghilangkan perasaan bosan ketika harus bekerja dari rumah dan tak bisa bepergian.

Pilih platform dan waktu
Tak bisa bertatap muka secara langsung dengan teman bisa menjadi masalah karena kehilangan pertemuan sosial. Namun, ternyata bisa dilakukan melalui online yakni dengan grup yang akan saling berhubungan melalui telepon video. Banyak aplikasi yang bisa digunakan seperti FaceTime, Skype, Facebook Messanger, Houseparty dan Google Hangouts.

Setelah memilih akan berhubungan grup dengan media sosial, jangan lupa tentukan waktu untuk terhubung satu sama lain. Bagian terbaik dari happy hour virtual ini tidak harus cara tradisional seperti dari jam 5 hingga jam 7, tetapi bisa disesuaikan masing-masing kelompok.

Bermain permainan
Siapa bilang terhubung online tidak bisa bermain? Nyatanya ini bisa dilakukan seperti mengatur Quizzo dan membuat pertanyaan-pertanyaan sepele yang bisa ditanyakan kepada teman-teman. Pilihan lainnya bisa mencoba bermain Jackbox Games.

Bahkan sebuah perusahaan yang berbasis di Chicago baru-baru ini menerbitkan panduan praktis untuk bermain jarak jauh dengan teman-teman. Anda bisa meminta teman memilih secara anonim dalam jajak pendapat tentang pertanyaan lucu dan bodoh seperti, Siapa yang paling mungkin memenangkan lotere tetapi kehilangan tiket?” dan kemudian tertawa bersama hasilnya secara online.

Minuman khas
Tidak semua orang bisa minum minuman keras, ketika berkumpul secara online buat minuman pilihan Anda dan teman. Minuman ini nantinya bisa dinikmati ketika dalam perbincangan dalam video bersama teman lainnya. Meski berbeda-beda tetapi semua bisa menikmati minuman pilihan mereka masing-masing.

Berkolaborasi dalam daftar lagu
Jika Anda dan teman-teman memiliki lagu kesukaan yang sama, salah satu diantaranya bisa memutar lagu tersebut. Ada baiknya buat daftar lagu di Spotify atau Joox untuk hiburan hangout virtual ini. Hal ini bisa membantu Anda dalam menikmati lagu pilihan masing-masing.

Baca juga: Jaga Jarak Sosial, Persempit Penyebaran Covid-19

Siapkan topik untuk dibahas
Ketika berkumpul virtual ini, jangan lupakan untuk menyiapkan topik obrolan. Mungkin obrolan bisa dari hobi hingga apapun yang tengah naik daun seperti virus corona saat ini.

Panik Karena Corona, Pilot AirAsia Keluar Kokpit Lewat Emergency Sliding Window

Pilot mungkin menjadi salah satu profesi teraman dibanding awak kabin karena tidak berhubungan langsung dengan penumpang. Namun, nyatanya, pilot tetap saja berpeluang terpapar virus corona mengingat mereka masih akan keluar lewat jalur yang sama dengan para penumpang. Atas alasan itu, tak heran bila pilot kemudian mencari alternatif lainnya untuk keluar dari pesawat.

Baca juga: Pernah Dengar Cockpit Emergency Hatch? Ini Penjelasannya

Dikutip dari indiatoday.in, seorang pilot AirAsia terpaksa keluar pesawat lewat jendela atau cockpit emergency escape through sliding window setelah pintu keluar utama diketahui telah dilalui oleh beberapa penumpang yang diduga terpapar Covid-19. Selain meninggalkan pesawat melalui pintu keluar utama, para penumpang suspect corona tersebut juga diketahui duduk di barisan terdepan alias tak terlalu jauh dengan akses keluar masuk utama pilot. Tak heran bila pada akhirnya pilot memutuskan untuk keluar dari cockpit emergency hatch.

Beruntung, setelah dites, penumpang diduga terpapar Covid-19 itu dilaporkan negatif corona. Hanya saja, sebelum hasil tes keluar, penerbangan AirAsia rute Pune-Delhi tersebut tetap saja dibuat repot. Selain pesawat harus masuk ke apron yang agak terpencil di bandara, insiden itu juga memaksa maskapai untuk menerapkan kebijakan isolasi mandiri kepada para awak kabin dalam penerbangan tersebut.

“Ada kasus yang dilaporkan tentang dugaan penumpang COVID-19 di atas pesawat I5-732, Pune ke New Delhi pada 20 Maret, yang duduk di Baris 1. Para penumpang kemudian diperiksa dan diuji negatif,” kata seorang juru bicara AirAsia India.

“Sebagai tindakan keamanan setelah mendarat, pesawat itu diparkir di sebuah apron terpencil dan para penumpang yang diduga turun dari pintu depan. Semua penumpang lainnya, dikawal oleh kru, turun lewat pintu belakang pesawat,” lanjutnya.

Di samping melakukan pemisahan jalur keluar penumpang diduga terpapar corona dan tidak serta memarkir pesawat di apron agak jauh di sudut bandara, juru bicara AirAsia India yang tak disebutkan namanya tersebut juga menegaskan bahwa pesawat langsung disemprot disinfektan dan difumigasi guna menjamin kenyamanan dan keamanan pada penerbangan berikutnya. Adapun pilot yang keluar dari Cockpit Emergency Hatch, juru bicara tersebut juga mengakui dan mengklaim bahwa hal tersebut tak menyalahi aturan.

Baca juga: Setelah ‘Tulis’ Pesan Cuci Tangan, Kini Pilot Ingatkan Pesan ‘Stay Home’ di Langit

Cockpit Emergency Hatch sendiri adalah pintu darurat kokpit yang umumnya terletak di atas kokpit tergantung pada jenis pesawat. Umumnya pintu darurat kokpit tersebut digunakan hanya dalam keadaan mendesak. Selain lewat Cockpit Emergency Hatch yang berada di atas kokpit, pilot juga bisa keluar lewat jendela atau cockpit emergency escape through sliding window, sebagaimana yang dilakoni pilot AirAsia di atas.

Bedanya, mungkin terletak dari instrumen pendukung untuk keluar lewat kedua tempat tersebut. Bila pintu darurat yang terletak di atas kokpit dilengkapi dengan cockpit crew emergency escape gear atau biasa juga disebut cockpit escape reels agar memudahkan penggunanya keluar meluncur turun dalam hitungan detik dari ketinggian sekitar 10 meter lebih, pintu darurat kokpit dari jendela umumnya hanya dilengkapi dengan seutas tali dan butuh usaha lebih untuk turun secara manual step by step ketimbang menggunakan cockpit escape reels yang hanya tinggal berpegangan dan langsung meluncur turun.

Di Tengah Wabah Corona, KLM Putuskan Jemput Traveler di Hong Kong dan Seoul

Sebelum kasus virus corona di Italia, Spanyol, dan Iran melonjak tajam, Korea Selatan adalah nomor kedua terbanyak setelah Cina yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di dunia. Hingga 19 Maret lalu, Negeri Ginseng itu tercatat 8,413 kasus dengan 84 di antaranya meninggal dunia. Tak heran bila negara-negara lain melakukan pembatasan perjalanan dari negara tersebut, tak terkecuali pemerintah Indonesia.

Baca juga: Imbas Virus Corona, KLM Pensiunkan Boeing 747-400 Lebih Cepat, Salah Satunya “City of Jakarta”?

Dikutip dari nltimes.nl, di tengah pemberlakuan pembatasan perjalan dari negara tersebut oleh banyak negara di dunia, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau yang akrab disingkat KLM dilaporkan justru malah diizinkan oleh otoritas penerbangan Belanda untuk melakukan penerbangan repatriasi. Penerbangan repatriasi sendiri adalah penerbangan yang dimaksudkan untuk memulangkan kembali warganya yang masih terjebak di Korea Selatan.

Di samping memulangkan warga negara Belanda, penerbangan tersebut juga dimaksudkan untuk memulangkan kembali warga dari negara-negara dengan visa Schengen, seperti Jerman, Yunani, Hungaria, Italia, Islandia, Perancis, Republik Ceko, Austria, Estonia, Finlandia, Luxemburg, Norwegia, Slovakia, Slovenia, Latvia, Spanyol, Lithuania, Polandia, Swiss, Denmark, Swedia, Malta, Belgia dan Portugal.

Dalam laporan The Telegraph, KLM disebut akan melakukan dua penerbangan repatriasi pada Selasa dan Kamis waktu setempat. Oleh karenanya, para travelers yang masih terjebak di Korea dan ingin kembali ke Eropa disarankan untuk segera menghubungi pihak KLM. Belum jelas penerbangan tersebut akan memakai pesawat jenis apa. Hanya saja, bila melihat dari penerbangan repatriasi lainnya, penerbangan Seoul-Amsterdam mungkin juga akan menggunakan Boeing 787-9 Dreamliner.

Selain melayani penerbangan repatriasi ke Seoul, Royal Dutch Airlines atau KLM juga akan melayani penerbangan serupa ke HongKong. Untuk penerbangan ke Hongkong, maskapai dilaporkan membuka penerbangan lebih banyak dibanding ke Seoul. Dilihat KabarPenumpang.com dari situs flightstats.com,setidaknya terdapat empat jadwal penerbangan repatriasi ke Hongkong, mulai dari hari Senin hingga Kamis mendatang.

Dengan penerbangan repatriasi tersebut, maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi dengan nama yang sama dengan ketika pertama kali berdiri itu mungkin akan sedikit ‘terselamatkan’ di tengah anjloknya cash flow maskapai penerbangan di dunia akibat wabah Covid-19. Selain itu, penerbangan repatriasi juga sekaligus membatalkan pengumuman maskapai sebelumnya terkait penangguhan perjalanan dari dan ke Hong Kong, Korea Selatan, dan Italia mulai 14 hingga 28 Maret mendatang.

Efek positifnya, mungkin, lewat penerbangan repatriasi dengan dipenuhi penumpang, akan ada karyawan yang ‘selamat’ dari gelombang PHK massal yang dilakukan perusahaan. Sebelumnya, maskapai asal Belanda tersebut dilaporkan akan melakukan pengurangan 30 persen karyawan atau sekitar 1.500-2.000 karyawannya di seluruh dunia.

Baca juga: Buat Toilet “Eksklusif,” Pramugari KLM Dituduh Rasis Terkait Virus Corona

Akan tetapi, bila berbicara efek negatif, penerbangan repatriasi di tengah wabah Covid-19 mungkin terkesan mengorbankan awak kabin. Salah satu anggota dari Asosiasi Kabin Kru Belanda atau Dutch Cabin Crew Association, Chris van Elswijk, menyebut bahwa kru kabin mungkin akan kesulitan untuk menjalankan protokol kesehatan semacam social distancing atau batas jarak hingga 1,5 meter antara satu dengan yang lainnya.

“Jika Anda bekerja di pesawat penuh dengan 300 penumpang, Anda tidak dapat memenuhi pedoman yang ditetapkan,” katanya.

Lockdown Serempak Bikin Travelers Hampir Mustahil Bepergian Lintas Benua

Lockdown serempak negara-negara di dunia akibat wabah virus corona atau Covid-19 membuat travelers hampir mustahil melakukan perjalanan lintas negara, apalagi lintas benua. Hal itu dikarenakan bandara-bandara hub atau transit seperti Singapura, Bangkok, Dubai, Abu Dhabi, Doha, dan Hong Kong, semuanya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan perjalanan bagi seluruh penerbangan.

Baca juga: ‘Berkat’ Wabah Corona, Boeing 787 Dreamliner Air Tahiti Nui Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh

Dikutip dari news.com.au, perjalanan dari Inggris ke Australia misalnya, atau bisa dikatakan representatif dari penerbangan Eropa dan Asia, bisa dikatakan mustahil mengingat bandara-bandara hub di atas telah menutup diri.

Singapura dilaporkan mulai tadi malam sudah menerapkan kebijakan larangan transit bagi semua travelers. Begitu juga dengan Abu Dhabi dan Dubai. Dua hub terbesar di Timur Tengah tersebut juga dilaporkan sudah menerapkan larangan transit sejak Selasa, 24 Maret pukul 00.00 waktu setempat hingga setidaknya dua pekan mendatang.

Sedangkan untuk Hong Kong, larangan transit untuk setiap penumpang baru akan dimulai pada pukul 23.59 besok atau Rabu, 25 Maret. Demikian juga dengan Bangkok. Hanya saja, Negeri Gajah Putih tersebut tidak sampai melakukan larangan transit bagi para travelers, sebagaimana di Singapura, Dubai, Hongkong, maupun Abu Dhabi. Melainkan, menerapkan kebijakan mewajibkan kepada seluruh penumpang untuk mempunyai sertifikat sehat dan bebas virus corona. Namun tetap saja hal tersebut akan sangat menyulitkan para travelers.

Praktis, dalam kondisi tersebut, peluang satu-satunya travelers hanya bisa mengandalkan penerbangan direct. Meskipun maskapai flag carrier Australia, Qantas disebut masih mengoperasikan penerbangan langsung rute Perth dan London Heathrow, namun, jika ditelusuri dari situs resmi, maskapai yang memiliki nama lengkap Queensland and Northern Territory Aerial Services tersebut justru tidak memiliki penerbangan (ke sana) sama sekali. Bahkan, Qantas dilaporkan akan menangguhkan seluruh penerbangan internasionalnya mulai pekan depan.

“Sejumlah pusat transit internasional utama bagi warga Australia ditutup atau menjadi sangat dibatasi. (Pusat transit) ini termasuk Singapura, Bangkok, Dubai, dan Hong Kong. Peraturan dapat berubah dalam waktu singkat,” tulis situs travel advice Pemerintah Australia, Smart Traveller, pagi ini di laman Facebook.

“Jika Anda memutuskan untuk pulang ke Australia, periksa rute Anda dengan hati-hati dengan maskapai Anda dan dengan membaca serta berlangganan saran perjalanan kami di Smartraveller,” tambahnya.

Baca juga: Pangkas 96 Persen Kapasitas Penerbangan, Singapore Airlines Diambang Kebangkrutan?

Dengan berbagai kebijakan larangan tersebut, sangat mungkin saat ini maskapai benar-benar dalam kondisi tertekan. Khususnya maskapai besar dengan reputasi tinggi yang selama ini mengandalkan rute-rute internasional sebagai sumber pemasukan utama perusahaan, salah satunya seperti Singapore Airlines. Hal itu setidaknya terbukti dari pemangkasan kapasitas penerbangan mencapai 96 persen hingga akhir April mendatang.

Sebelumnya, sebagaimana rilis yang diterima redaksi KabarPenumpang.com, SIA memutuskan untuk memangkas kapasitas penerbangan mencapai 96 persen akibat sepinya permintaan. Tak hanya itu, SIA bersama dengan dua anak perusahaannya, SilkAir dan Scoot, juga akan menggrounded 185 pesawat dari total 196, termasuk di dalamnya pesawa terbesar di dunia, Airbus A380 dan Boeing 787 Dreamliner. Di samping gitu, flag carrier Singapura tersebut juga akan melakukan berbagai langkah efisiensi lainnya, seperti menunda pengiriman pesawat dan memotong gaji karyawan guna menekan tingginya pengeluaran.

Imbas Pembatalan Sejumlah Perjalanan KA Jarak Jauh, 3624 Calon Penumpang Pilih Batalkan Tiket

Sebanyak 19 perjalanan kereta api (KA) jarak jauh dari Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta dibatalkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pembatalan tersebut dilakukan oleh KAI untuk mencegah dan meminimalisir virus corona (Covid-19) yang tengah merebak saat ini.

Baca juga: Area Dekat Pintu Kereta Komuter, Jadi Lokasi Potensi Terbesar Penularan Virus Corona

Pembatalan dan pengurangan perjalanan tersebut terjadi di dua Stasiun besar yang ada di Jakarta yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Kepala Humas Daop 1 Eva Chairunisa mengatakan, ini diberlakukan mulai pada Senin (23/3/2020) kemarin.

“Perjalanan KA dari Gambir dan Pasar Senen mengalami penyesuaian berupa pengurangan operasional KA. KA yang mengalami pembatalan operasional merupakan pemberangkatan jadwal yang memiliki jarak berdekatan dengan daerah tujuan yang sama sehingga calon penumpang memiliki pilihan jadwal KA lain jika memang harus tetap melakukan perjalanan tersebut dan akan dibantu oleh petugas untuk proses pengalihan jadwal keberangkatan,” kata Eva melalui siaran pers yang diterima, Senin (23/3/2020).

Adanya penguranagn dan pembatalan jadwal perjalanan kereta api, dikatakan Eva dampaknya adalah ribuan calon penumpang tidak jadi berangkat dan memilih untuk mebatalkan tiket pesanan mereka. Eva menyebutkan ada 3624 calon penumpang yang memilih tidak dialihkan dan membatalkan tiket mereka dengan rincian 626 calon penumpang dari Stasiun Pasar Senen dan 3028 dari Stasiun Gambir.

“Sebelumnya kita melalui layanan pelanggan PT KAI Daop 1 Jakarta juga sudah memberikan informasi langsung kepada calon penumpang yang terdampak pada jadwal KA yang dibatalkan. Ada 3624 calon penumpang yang memilih tidak mengalihkan perjalanannya dan membatalkan tiket mereka,” jelas Eva.

Eva menjelaskan, bagi penumpang yang memiliki tiket perjalanan KA dari 23 Maret – 1 April 2020 dan ingin tetap berangkat namun terkena pembatalan, maka akan dialihkan ke jadwal KA lainnya. Calon penumpang yang dialihkan ke KA lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak akan dikenakan penambahan bea.

Sebaliknya jika dialihkan dan mendapatkan kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan bea pengembalian di stasiun kedatangan atau batas waktu pengembalian tiga hari dari tanggal tiket. Dia menambahkan, bila calon penumpang tak ingin berangkat dan membatalkan tiketnya, maka KAI akan memberlakukan bea pengembalian penuh sebesar 100 persen secara tunia.

“Kita kembalikan 100 persen secara tunai. Calon penumpang bisa melakukan pembatalan di stasiun keberangkatan atau stasiun lainnya,” tambah Eva yang dihubungi KabarPenumpang.com, Selasa (24/3/2020).

Eva menambahkan kebijakan pengurangan jadwal perjalanan ini akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan situasi di lapangan. Namun ketika ditanya kerugian, Eva tidak menjawab apapun.

“Baiknya kita tidak membicarakan kerugian dulu, yang terpenting saat ini kita mengedepankan pelayanan dan melakukan berbagai upaya dari sisi transportasi untuk mendukung pemerintah mempercepat pencegahan dan mengurangi penyebaran virus corona,” jelasnya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Pembatasan Transportasi Publik Dilakukan Banyak Negara

Berikut Jadwal KA yang mengalami pembatalan perjalanan.
1. KA 42 Argo Parahyangan (Gambir – Kiaracondong) keberangkatan 10.45 WIB, batal tanggal 23-31 Maret 2020.
2. PLB7002A Argo Parahyangan (Gambir – Bandung) keberangkatan 19.45 WIB, batal tanggal 23-31 Maret 2020.
3. KA 52 Argo Parahyangan (Gambir – Bandung) keberangkatan 22.55 WIB, batal tanggal 23-31 Maret 2020.
4. KA 66F Argo Parahyangan (Gambir – Bandung) keberangkatan 00.40 WIB, batal tanggal 28-30 Maret 2020.
5. KA 56 Argo Parahyangan (Gambir-Bandung) keberangkatan 07.10 WIB, batal tanggal 26-31 Maret 2020.
6. KA 20 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan 11.10 WIB, batal tanggal 23-31 Maret 2020.
7. KA 22 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan 22.30 WIB, batal tanggal 23-31 Maret 2020.
8. KA 28 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan 06.05 WIB, batal tanggal 23-31 Maret 2020.
9. KA 34 Argo Cheribon (Gambir-Cirebon) keberangkatan 07.30 WIB, batal tanggal 23-31 Maret 2020.
10. KA 84 Taksaka (Gambir-Yogyakarta) keberangkatan 09.30 WIB, batal tanggal 26-31 Maret 2020.
11. KA 86 Taksaka (Gambir-Yogyakarta) keberangkatan 21.30 WIB, batal tanggal 26-31 Maret 2020.
12. KA 146 Fajar UtamaYK (Pasarsenen-Yogyakarta) keberangkatan 07.20 WIB, batal tanggal 26 Maret-1 April 2020
13. KA 148 Senja Utama YK (Pasarsenen-Yogyakarta) keberangkatan 18.55 WIB, batal tanggal 26, 28, 30 dan 31 Maret 2020
14. KA 134 Gumarang (Pasarsenen-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan 15.45 WIB, batal tanggal 26-31 Maret 2020.
15. KA 82 Sembrani (Gambir-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan 19.00 WIB, batal tanggal 26-31 Maret 2020.
16. KA 78A Turangga (Gambir-Bandung) keberangkatan 14.00 WIB, batal tanggal 26 Maret – 1 April 2020.
17. KA 104B Mutiara Selatan (Gambir-Bandung) keberangkatan 17.10 WIB, batal tanggal 26 Maret-1 April 2020.
18. KA 2 Argo Wilis (Gambir-Bandung) keberangkatan 05.00 WIB, batal tanggal 26 Maret – 1 April 2020.
19. KA 108A Malabar (PasarSenen-Bandung) keberangkatan 16.10 WIB, batal tanggal 26 Maret – 1 April 2020.

Dari Amerika, Inggris, Thailand Hingga Lebanon, Ini Cara Unik Masyarakat Terapkan Social Distancing

Virus corona masih terus menghantui masyarakat dunia. Masyarakat pun dihimbau untuk senantiasa menjaga jarak sosial atau social distancing satu sama lain guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal itu dinilai efektif ketika satu dengan yang lainnya tidak saling mengetahui siapa dan kapan di antara mereka akan terpapar Covid-19.

Baca juga: Pemindahan Penerbangan dari Bandara Adisucipto ke YIA, Bagian dari Upaya Social Distancing

Dikutip dari euronews.com, Senin, (23/3), meskipun berat, upaya warga dunia dalam menerapkan social distancing rupanya terus dilakukan di berbagai lini kehidupan, tak terkecuali dalam urusan beribadah. Di Inggris, misalnya, pada hari Minggu lalu, Uskup Agung Canterbury, memimpin prosesi ibadah Minggu melalui siaran streaming nasional pertamanya yang disiarkan di laman Facebook the Church of England.

“Hari ini banyak dari kita yang terputus dari akar kita, dari tempat ibu kita. Karena tidak memiliki akar, kita sekarang harus menemukan cara untuk membuat tempat yang aman dan menyambut orang lain pada waktu yang sulit,” katanya kepada para jemaat (viewers).

“Godaannya adalah untuk menarik jembatan penyangga dan menjaga diri kita sendiri. Itu adalah hal yang mengarah pada panic buying, untuk menumbuhkan ketakutan dan ke emosional dan spiritual serta isolasi fisik. Itu menghancurkan kita,” tambahnya.

Berbeda dengan pendeta di Inggris yang melakoni ibadah via streaming, Gereja Katolik St. Edward the Confessor di Bowie, Maryland, rupanya tetap menjalankan ibadah seperti biasa. Hanya saja tidak di dalam Gereja, melainkan di halaman parkir Gereja.

Dalam video yang beredar, pendeta Holmer, salah satu pendeta di Gereja tersebut, tampak duduk di sebuah kursi dan menunggu jemaat datang dengan menggunakan kendaraan dan melaksanakan prosesi konfesi atau pengakuan dosa dan pemberkatan tanpa harus turun, layaknya memesan makanan lewat drive-through. Bedanya, pada prosesi tersebut, antara jemaat dan pendeta berjarak lebih dari satu meter.

Di samping itu, guna menjaga kekhidmatan jemaat saat berdoa, jemaat lainnya harus mengantre dengan jarak lebih dari 5-7 meter di belakang. Tentu saja hal tersebut juga dilakukan dalam upaya menerapkan social distancing sambil memfasilitasi jemaat untuk tetap beribadah.

“Kuncinya adalah untuk menjaga kekhidmatan konfesi, Anda tahu apa yang saya maksud? Anda tidak ingin orang saling mendengar sehingga kita harus menjaga mobil pada jarak tertentu, jadi manajemen lalu lintas mungkin merupakan kunci utama pada prosesi ini,” ujar pendeta Holmer.

Selain dalam urusan agama, urusan jual beli pun tak luput dari perhatian untuk tetap menerapkan social distancing. Di Thailand, misalnya, toko-toko mulai menggunakan katrol dan tanda ‘x’ sebagai petunjuk bahwa tempat tersebut tak boleh diduduki atau didiami. Dengan begitu, skema social distancing akan terbentuk.

Baca juga: Tak Lakukan Lockdown, Singapura Optimalkan Social Distancing

“Seperti yang Anda lihat. Kami menggunakan tali untuk mengirim kopi, serta kotak-kotak yang dipasang dengan roda. Secara mental, semua orang senang. Setidaknya pelanggan akan merasa bahwa kita memperhatikan mereka. Itu juga menciptakan interaksi antara pelanggan dan staf,” kata owner coffe shop di Bangkok, Apirak Chamraksin.

Di Lebanon, social distancing juga semaksimal mungkin diterpakan. Di negara jajahan Perancis tersebut, di salah satu kota, sebuah drone tampak sibuk berlalu-lalang untuk mengantarkan bunga mawar merah ke lantai 3 sebuah rumah, guna merayakan Hari Ibu, serta mencegah pelanggaran batas-batas jarak atau social distancing. Tak hanya itu, drone juga digunakan untuk menghibur dan mendukung para pekerja medis yang tengah bertugas dalam memerangi pandemi.

Imbas Corona, Wanita Asia Jadi Bahan Omelan Rasis di Kereta Bawah Tanah New York

Apakah dibenarkan seseorang menjadi rasis karena negaranya menjadi korban adanya wabah virus corona atau Covid-19 yang saat ini melebar ke belahan dunia lain? Seperti tidak, karena rasisme tidak dibenarkan dimana pun meski negara tersebut menjadi tempat pertama Covid-19 terjadi.

Baca juga: Ahli: Penumpang yang Duduk di Dekat Jendela Lebih Aman dari Virus Corona

Namun, nyatanya rasis terhadap seorang Cina justru kini terjadi di New York, Amerika Serikat. KabarPenumpang.com melansir laman nbcnews.com (18/3/2020), baru-baru ini seorang wanita bernama Emily Chen tengah menumpang di kereta bawah tanah New York untuk kembali pulang ke rumahnya.

Saat itu ternyata ada seorang penumpang pria yang mulai membuat pernyataan ofensif dan untungnya ada penumpang lain yang membela Chen. Insiden rasis ini terekam dalam sebuah video dan dibagikan oleh Chen melalui laman Facebooknya pada Minggu (15/3/2020) kemarin.
https://web.facebook.com/9310149/videos/10121822316330034/
Dalam video itu penumpang pria tersebut berkata “Kamu orang Cina, mengapa kamu membawa corona ke Amerika?”

Kemudian seorang penumpang lainnya datang untuk memberitahu agar berhenti mengganggu.

Tapi, penumpang tersebut terus meneriakkan kata-kata kasar kepada Chen karena merekam kejadian itu dan penumpang lain menghalangi dia agar tidak semakin mendekat.

“Ini bukan saatnya menyalahkan orang lain atau mencari alasan untuk menyakiti orang lain,” kata Chen di posting Facebook. Insiden ini terjadi setelah walikota New York Bill de Blasio membahas peningkatan diskriminasi xenophobia yang diarahkan pada komunitas Asia yang ia sebut “tidak dapat diterima.”

Diketahui, awal bulan Maret, seorang pria terekam kamera sedang menyemprot penumpang Asia dengan penyegar udara Febreze. Pria itu terdengar berteriak “Aku tidak ingin dia di bawahku! Katakan padanya untuk bergerak.”

Minggu lalu, Komisi hak Asasi Manusia kota New York mengatakan mereka sedang menyelidiki lima kasus rasisme yang disebakan oleh Covid-19 yang terjadi selama dua minggu terakhir. Salah satu contoh melihat seorang pria berusia 59 tahun memberi tahu polisi bahwa seorang remaja menendangnya ke tanah sambil berteriak ‘Virus corona Cina,’ sebelum meludahi wajahnya.

Kasus lain melibatkan seorang wanita di Midtown yang meninju seorang wanita Asia tanpa topeng di wajahnya sambil berteriak ‘Di mana masker corona Anda, Anda jalang Asia?’

Baca juga: Deretan Teknologi ini Berhasil Digunakan Cina untuk Melawan Virus Corona

Pihak berwenang juga menyelidiki seorang pria yang berulang kali melecehkan seorang pria Asia dan putranya yang berusia 10 tahun di Queens. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan dalam sebuah pernyataan pekan lalu bahwa ia “muak” mendengar tentang serangan baru-baru ini terhadap seorang wanita keturunan Asia berusia 23 tahun.

“Tidak seorang pun di negara bagian ini yang pernah merasa terintimidasi atau terancam karena siapa mereka atau bagaimana penampilan mereka,” katanya.

Setelah ‘Tulis’ Pesan Cuci Tangan, Kini Pilot Ingatkan Pesan ‘Stay Home’ di Langit

Dunia berlomba-lomba melawan wabah virus corona. Beragam cara dilakukan oleh banyak negara serta masyarakatnya dari berbagai kalangan, mulai dari selebgram, youtuber, hingga pilot sekalipun tak ingin ketinggalan untuk memberikan pesan positif melawan penyebaran virus corona.

Baca juga: Sering Lihat Pesawat Mengeluarkan Asap Putih? Ini Dia Penjelasannya

Belum lama ini, seorang pilot di Sydney, Australia, mendadak viral di media sosial setelah melakukan cara tak biasa untuk mengingatkan masyarakat setempat agar senantiasa menjaga kebersihan di tengah merebaknya Covid-19.

Lewat manuver di langit Kota Sydney, pesawat itu mengeluarkan asap putih yang membentuk tulisan ‘wash hand’ alias cuci tangan. Pesan tersebut tentu sangat sejalan dengan berbagai protokol kesehatan di banyak negara di seluruh dunia yang salah satu di antaranya menekankan pentingnya mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh benda apapun. Terlebih di tengah wabah virus corona seperti sekarang ini.

Dilansir CNN Travel, seolah tak ingin ketinggalan, seorang pilot di Austria pun melalukan langkah serupa. Bedanya, bila pilot di Australia tersebut melakukannya dengan condensation trail (contrail), yaitu efek alami dari kondensasi udara dingin yang secara tiba-tiba menjadi hangat akibat pembakaran mesin lalu mengandung uap air dan terbentuklah gumpalan awan, pilot di Austia tersebut ‘menulis pesan stay home’ di langit dengan cara digital atau skywriting digital.

Sayangnya, pesawat tersebut tanpa disertai kejelasan data diri pilot. Sepertinya, ia menggunakan Etch A Sketch untuk mengeja tulisan dengan pesan ‘Stay Home’ di situs radar penerbangan, Flightradar24. Dalam aksinya, pilot menulis pesan itu lewat penerbangan dengan durasi 24 menit pada hari Senin. Ia diketahui lepas landas dari bandara di Wiener Neustadt, Austria, sekitar 50 mil selatan Wina.

Baca juga: Pramugari Hibur Penumpang dengan Cara Unik Di Tengah Penerbangan yang Nyaris Kosong

Sama halnya dengan pesan pilot di Austalia, pesan pilot di Austria tersebut juga sangat sejalan dengan protokol kesehatan di seluruh dunia. Selain melakukan social distancing, langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 salah satunya dengan berdiam diri di rumah atau stay home. Hal itu setidaknya dapat dilihat dari beberapa negara yang telah menerapkan kebijakan lockdown yang poin terpentingnya adalah stay home.

Hingga Kamis lalu, sebanyak 1.843 warga Austria tercatat telah terjangkit virus Corona. Hal itu pun dibenarkan oleh salah satu pejabatnya. Dengan banyaknya kebijakan lockdown atau stay home, diharapkan rantai penyebaran virus corona dapat terputus dan virus tersebut dapat benar-benar segera lenyap dari muka bumi.