Maskapai Swedia dan Inggris Dorong Awak Kabin Jadi Relawan Rumah Sakit Selama Pandemi

Maskapai penerbangan banyak yang mendaratkan pesawat mereka dan merumahkan sebagain besar staf dari awak kabin hingga staf darat karena pandemi virus corona (Covid-19). Namun meski begitu banyak perusahaan penerbangan seperti di Swedia dan Inggris mendorong awak kabin untuk berlatih membantu rumah sakit di tengah pandemi saat ini.

Baca juga: 30 Awak Kabin Singapore Airlines Jadi Duta Perawat di Rumah Sakit

SAS Scandinavian Airlines membantu awak kabin menggunakan pelatihan darurat medis yang ada untuk belajar bagaimana cara terbaik merawat pasien untuk membantu meringankan para medis yang sudah bekerja keras saat ini. Maskapai ini mengatakan, satu awak kabin tengah menjalani pelatihan di Rumah Sakit Sophiahemmet di Stockholm, Swedia.

Awak kabin yang berlatih menjadi perawat rumah sakit (AFP)

KabarPenumpang.com melansir cnn.com (11/4/2020), saat ini awak kabin lain di Norwegia juga bersiap untuk membantu. Di Inggris beberapa awak kabin EasyJet dan Virgin Atlantic bahkan secara sukarela membantu di Rumah Sakit National Health Service (NHS) yang baru yang didirikan khusus untuk pasien virus corona.

Para awak kabin yang mendaftar ini akan membantu melakukan peran dukungan klinis di rumah sakit lapangan NHS Dightingale yang tengah dibangun di London, Brimingham dan Manchester. Staf maskapai yang mendaftar akan diberikan pelatihan untuk belajar mengganti tempat tidur dan membantu membuat pasien Covid-19 nyaman.

“Banyak dari mereka telah dilatih dalam pertolongan pertama, memiliki kualifikasi medis lainnya dan telah menjalani pemeriksaan keamanan, yang menempatkan mereka dengan baik untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada NHS,” kata EasyJet dalam sebuah pernyataan.

Virgin Atlantic mengatakan krunya juga akan melakukan peran dukungan klinis, para staf dan relawan yang bekerja di rumah sakit baru akan ditawari akomodasi dan makan gratis.

“Kami sangat bangga dengan orang-orang kami yang sangat terampil di Virgin Atlantic dan sejak Skema Retensi Pekerjaan Coronavirus Pemerintah diumumkan, kami telah dibanjiri oleh karyawan kami yang ingin membantu organisasi lain pada saat krisis ini,” kata Chief Customer Officer Virgin Atlantic, Corneel Koster, dalam sebuah pernyataan.

EasyJet telah bekerja dengan NHS untuk memungkinkan karyawannya menjadi sukarelawan untuk secara langsung mendukung layanan klinis di rumah sakit. Salah satu anggota awak kabin EasyJet mengatakan dia bekerja untuk NHS Trust sebelum bergabung dengan industri penerbangan dan memahami tekanan yang dialami pekerja NHS saat ini.

Ashley Brown mengatakan dia mengambil langkah ini pada kesempatan untuk menjadi sukarelawan karena dia berterima kasih kepada para pekerja NHS untuk semua yang mereka lakukan untuk pasien Covid-19.

“Awak kabin berada dalam posisi yang baik untuk membantu karena pelatihan pertolongan pertama yang kami terima untuk pekerjaan kami bersama dengan pemeriksaan keamanan yang kami alami. Jadi saya yakin saya akan bergabung dengan banyak kru saya di EasyJet dan saya senang kami dapat membantu,” kata Brown.

Baca juga: Jay Robert: “Pekerjaan Awak Kabin Telah Berubah Drastis dalam Sebulan Terakhir”

Saat ini, diketahui, perusahaan-perusahaan penerbangan di seluruh dunia harus menganggur kru dan staf lain karena pandemi Covid-19. Dengan sebagian besar operasinya ditahan sejak 16 Maret karena minimnya permintaan untuk perjalanan udara, SAS untuk sementara memberhentikan 90 persen dari total tenaga kerjanya.

30 Awak Kabin Singapore Airlines Jadi Duta Perawat di Rumah Sakit

Awak kabin menjadi perawat rumah sakit? Sepertinya tak ada masalah, apalagi jika mereka memiliki dasar untuk melayani orang seperti yang dilakukan dalam penerbangan. Singapore Airlines (SIA) sebanyak 30 orang awak kabinnya akan merawat pasien di Rumah Sakit Khoo Teck Puat (KTPH) alih-alih melayani penumpang pesawat.

Baca juga: Singapore Airlines Akan Dapatkan Pesawat ke-1000 Boeing 787 Dreamliner

Sebanyak 30 orang awak kabin itu sepuluh diantarnya awak kabin pria dan 20 lainnya awak kabin wanita yang dirumahkan sementara karena banyak penerbangan dibatalkan yang disebabkan pandemi virus corona (Covid-19). Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (8/4/2020), para awak kabin ini akan dipindah tugaskan sebagai duta besar peduli di rumah sakit umum di Yishun.

Para awak kabin akan ditugaskan di bangsal berisiko rendah dan mendukung tim perawat rumah sakit dengan melakukan pemberian perawatan dasar, perawatan gizi dan manajemen layanan pasien. Pasien yang akan mereka rawat antara lain penyakit kronis seperti gangguan jantung dan kondisi bedah akut.

Sebanyak 30 orang awak kabin ini menjadi duta perawat pertama dan sudah menjalani pemeriksaan medis, vaksinasi dan orientasi rumah sakit. Mereka juga menyaksikan demonstrasi melayani makanan untuk pasien dan akan bertugas selama tiga bulan di rumah sakit.

Selain itu, mereka juga memiliki pilihan untuk diperpanjang tiga bulan berikutnya. Para awak kabin ini akan menjalani kursus pelatihan selama lima hari dan diajarkan terminologi medis dasar, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian makan oral serta penetuan posisi, pembalikan dan ambulasi pasien.

Mereka juga akan dilatih dalam langkah-langkah pengendalian keamanan dan infeksi serta akan diminta untuk memakai masker, seperti halnya perawat dan dokter, meskipun mereka tidak akan memiliki kontak langsung dengan pasien Covid-19. Para awak kabin yang bertugas di rumah sakit akan berkerja selama sembilan jam siang dan malam selama lima hari dalam semiggu.

SIA Group telah berkomitmen untuk menyediakan setidaknya 300 duta besar perawatan ke berbagai rumah sakit, tergantung pada kebutuhan masing-masing rumah sakit. Mereka akan dibayar gaji bulanan, dengan 75 persen dari remunerasi ditanggung oleh Pemerintah di bawah Skema Dukungan Pekerjaan. Rumah sakit masing-masing akan menanggung 25 persen sisanya.

“Ini juga merupakan kesempatan yang baik bagi perawat kami untuk bertukar pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan dengan kru SIA, yang merupakan profesional tingkat tinggi. Kami berharap ini akan menjadi pengalaman yang berarti bagi mereka,” kata Shirley Heng, kepala perawat di KTPH

Dia menambahkan bahwa kolaborasi dengan SIA akan membantu meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, karena lebih banyak staf layanan kesehatan telah ditugaskan untuk merawat pasien terkait Covid-19. Pramugari terkemuka SIA Fabien Sieh, 32, yang termasuk dalam kelompok pertama, mengatakan ia menganggap itu sebagai “berkah” untuk dapat memberikan kembali kepada masyarakat selama wabah.

Baca juga: Selamatkan Singapore Airlines, Temasek Suntikan Dana Rp218 Triliun

“Saya ingin pengalaman bekerja di lingkungan di mana orang membantu menyelamatkan nyawa. Saya berharap untuk belajar dari petugas kesehatan dan memperoleh keterampilan yang dapat membuat perbedaan bagi kehidupan dan masa depan saya dan orang-orang di sekitar saya,” tambahnya.

Dari Kode QR Hingga Media Sosial, Inilah Empat Cara Cina Lacak Covid-19

Contact tracing menjadi salah satu agenda penting berbagai pemerintah dunia dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Berbagai cara pun dilakukan, salah satunya dengan teknologi. Google dan Apple, dikabarkan telah menjalin komunikasi untuk membangun sistem contact tracing dengan memanfaatkan bluetooth.

Baca juga: Deretan Teknologi ini Berhasil Digunakan Cina untuk Melawan Virus Corona

Akan tetapi, dua raksasa teknologi tersebut tidak sendirian. Cina, sebagai negara sumber virus corona berasal, juga menerapkan hal serupa. Hanya saja, otoritas Beijing mengambil jalan lain, dengan memanfaatkan nomor KTP dan telepon warga.

Hal itu mudah bagi Cina. Sebab, hampir setiap aktivitas di masyarakat, seperti berbelanja, membeli handphone, dan banyak hal lainnya warga harus menyertakan KTP. Namun, sistem contact tracing bukan satu-satunya upaya otoritas Cina melawan corona, setidaknya ada tiga hal lain yang juga tak kalah penting yang dilakukan pemerintah. Dikutip dari abacusnews.com, berikut empat cara Cina untuk melakukan contact tracing.

1. Kode QR di Moda Transportasi Massal
Selama pandemi corona, kode QR menjadi umum ditemukan di Cina. Sebab, pemerintah memang melakukan upaya contact tracing melalui kode QR di moda transporatasi massal seantero negeri. Shanghai Metro, misalnya, kode QR berjajar rapi di seluruh jendela jaringan kereta bawah tanah tersebut.

Setiap penumpang dianjurkan untuk men-scan kode QR itu. Nantinya, bila terdapat kasus positif corona, siapapun yang pernah melakukan kontak dengan kasus yang terkonfirmasi, entah pernah berada dalam baris yang sama atau bahkan gerbong yang sama, akan menerima pesan berantai berisi peringatan kemungkinan terpapar Covid-19.

Namun, karena bersifat dianjurkan, belum jelas sejauh mana efektivitas sistem kode QR tersebut. Begitu pun juga dengan jaringan moda transportasi massal di darat, semua penumpang hanya diimbau untuk menscan kode QR tersebut.

2. Informasi Kesehatan Pribadi Berwarna Merah, Kuning, dan Hijau
WeChat dan Alipay dari Tecent merilis sebuah sistem contact tracing yang disebut kode kesehatan pribadi atau Alipay Health Code. Kode kesehatan tersebut berisi informasi kesehatan warga dengan beberapa indikator, merah tanda bahaya, kuning mungkin berisiko terpapar, dan hijau aman.

Sistem contact tracing tersebut terbangun dengan memanfaatkan big data dari nomor KTP dan handphone warga. Sama seperti kode QR yang tersebar di seluruh jaringan moda transportasi massal di Cina, Alipay Health Code juga nantinya akan memberikan informasi ke warga jika mereka pernah berada di area yang terdapat kasus positif corona. Jika seseorang berada dekat sekali dengan area tersebut, maka kode QR akan pada aplikasi tersebut akan berubah menjadi warna merah. Sebaliknya, jika berada agak jauh dan sangat jauh, maka kode QR akan menunjukka warga kuning dan hijau.

Alipay Health Code sudah diterapkan secara lokal di Kota Hangzhou timur. Setelah berhasil, sistem tersebut kemudian sedang disiapkan untuk diterapkan secara nasional.

3. Close Contact Detector
Pada bulan Februari, salah satu perusahaan BUMN, China Electronics Technology Group Corporation (CETC) meluncurkan program yang disebut “Close Contact Detector.” Seperti Alipay Health Code, program tersebut juga tersedia melalui aplikasi populer WeChat dan Alipay dengan memindai kode QR.

Program ini dikembangkan bersama dengan Dewan Negara dan Komisi Kesehatan Nasional Cina serta menghimpun data dari otoritas kesehatan dan transportasi Cina. Tak hanya itu, program tersebut juga terhubung dengan sistem dari Kementerian Keamanan Publik. Tetapi program ini masih terbatas karena tidak termasuk close contact detector di tempat-tempat seperti supermarket dan pusat perbelanjaan. Bila corona usai, sistem tersebut tetap akan digunakan untuk kebutuhan di masa depan.

Baca juga: Gunakan Aplikasi di Ponsel, Warga Cina Hindari Lingkungan Terinfeksi Virus Corona

4. Propaganda di Media Sosial
Cina menjadi salah satu negara dengan sistem keamanan dan privasi yang cukup terjaga di dunia. Sebab, mayoritas media sosial di sana adalah buatan sendiri dan servernya juga berada di dalam negeri. Oleh karenanya, dengan memanfaatkan media sosial secara luas dan juga big datanya, propaganda dari mulut-ke-mulut menjadi salah satu agenda penting Cina selain teknologi untuk memutus mata rantai penyebaran corona.

Seluruh warga diimbau untuk memposting kapan mereka berangkat, di wilayah mana, dan plat nomor bus untuk memudakan contact tracing. Sistem ini sedikit banyaknya terbukti ampuh. Kantor berita nasional Cina, CCTV melaporkan, di Shanxi, setidaknya pemerintah butuh waktu hanya lima jam untuk menemukan 12 penumpang yang berada di bus ketika kasus positif corona terjadi.

Skyquake: Misteri Dentuman Si ‘Pembohong’ yang Tak Pernah Terungkap Jelas

Beberapa hari yang lalu warganet ramai membicarakan di media sosial soal dentuman misterius di malam hari. Pada umumnya, masing-masing dari mereka membagikan pengalamannya mendengar suara dentuman misterius tersebut dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: X-59 QueSST, Pesawat Supersonik Rancangan NASA, Siap Unjuk Gigi Pada 2021

Menariknya, dentuman tersebut terjadi nyaris bersamaan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung. Oleh karenanya, banyak dari warganet yang menduga bahwa dentuman misterius tersebut berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Akan tetapi, pihak-pihak terkait kemudian buka suara yang pada intinya menegaskan bahwa dentuman tersebut bukan berasal dari gunung yang pernah menyebabkan Tsunami di Selat Sunda itu. Pernyataan tersebut mirip sekali sebuah lembaga geologi di Amerika dalam mengklarifikasi terkait fenomena serupa, dimana banyak warga di Amerika mendengar dentuman misterius atau yang biasa dikenal skyquake tersebut.

Seperti dikutip dari magicvalley.com, kala itu, ketika banyak warga Amerika mendengar skyquake, sekitar penghujung tahun 2017, USGS atau United States Geological Survey (semacam LIPI di Indonesia) banyak dihubungi masyarakat terkait fenomena tersebut. Namun, database mereka sama sekali tidak mencatat aktivitas seismik di daratan Amerika (AS). Sejak saat itu, berbagai sebutan untuk mewakili dentuman misterius skyquake pun bermunculan di Negeri Paman Sam, mulai dari Moodus Noises, Mysterious Booms, hingga “Seneca Guns”. Khusus untuk “Seneca Guns”, sebutan ini rupanya mempunyai nilai historis.

Sebelum skyquake terdengar dan membuat banyak warga AS heran, penduduk sekitar Danau Seneca di Pegunungan Catskill, New York, telah lama mendengar “Seneca guns”, yakni sebuah fenomena yang digambarkan oleh penulis James Fenimore Cooper pada 1851 sebagai suara yang menyerupai ledakan sepotong artileri berat, yang tidak dapat dijelaskan oleh hukum alam hingga kini.

Seperti yang dirangkum Science How Stuff Work, skyquake sering disebut-sebut sebagai dentuman yang berasal dari langit, maupun meteor jatuh. Suaranya mirip seperti meriam dan ledakan besar lainnya yang jatuh ke tanah.

Suara skyquake pernah beberapa kali terdengar di wilayah AS, Belgia, Bangladesh, Iran, Filipina, dan India di mana kota-kota yang berada di tepi laut Digha dan Mandarmani terdengar ledakan yang sangat keras sehingga menghancurkan jendela hotel. Begitupun dengan Jepang dan Australia di masa lampau.

Menurut Ilmuwan United States Geological Survey (USGS), Emeritus David Hill mengungkapkan ledakan misterius sudah terdengar selama bertahun-tahun di berbagai belahan dunia. Di Belgia, skyquake dikenal sebagai ‘pembohong’ sedangkan orang Italia menyebut mereka ‘brontidi.’

Suara dentuman juga bisa terjadi karena gempa bumi dangkal yang dapat menghasilkan suara yang dapat didengar tanpa guncangan. Ledakan gas metana yang dilepaskan dari metana hidrat juga bisa menjadi faktor dentuman teesebut. Atau meteor yang jatuh dari langit.

Seperti yang ditulis Hill, meteor yang menembus atmosfer dapat menciptakan gelombang sonik yang tidak akan mencapai permukaan Bumi sampai setelah meteor itu lenyap, sehingga hubungan antara keduanya tidak terlihat dengan mata telanjang.

“Memang benar bahwa mungkin ada beberapa penjelasan yang masuk akal untuk setiap kejadian tertentu dari suara ledakan misterius, dan bahwa lingkungan di mana suara itu terdengar akan menentukan mana dari penjelasan yang mungkin yang paling masuk akal. Suara yang terdengar di tengah padang pasir, misalnya, tidak mungkin disebabkan oleh ombak yang pecah,” kata Hill.

Baca juga: China Southern Jadi Maskapai Satu-satunya di Dunia yang Masih Terbangkan Airbus A380

Hill menambahkan bahwa sebagian besar suara dentuman terdengar dalam rentang yang terbatas, sehingga laporan kumpulan suara dentuman yang dipisahkan oleh jarak jauh kemungkinan besar berasal dari berbagai sumber. Mungkin saja termasuk suara dari meteorit yang meledak di atmosfer tinggi di atas Bumi atau pesawat terbang dengan kecepatan supersonik dalam jarak yang lebih jauh.

Akan tetapi, semua penjelasan tersebut tidak ada satupun yang mengklaim akurasinya secara jelas. Aritnya, ilmuan pun masih dibuat bingung terkait fenomena tersebut. Maka dari itu, tak heran bila warganet di seluruh dunia mengaitkannya dengan berbagai hal, mulai dari keluarnya dajjal, tanda-tanda kiamat, hingga keterlibatan makhluk luar angkasa atau alien.

Satu-Satunya, Jalur Kereta Api Melintasi Stadion Sepak Bola Hanya Ada di Slowakia

Biasanya stadion sepak bola punya keunikan masing-masing dari luas lapangan, bentuk bangun dan interiornya atau berbagai hal lainnya. Namun bagaimana kalau di stadion ternyata ada sebuah jalur kereta dan masih aktif dilintasi kereta uap?

Baca juga: Ini Dia Deretan Stasiun Unik yang Terbengkalai dari Seluruh Penjuru Dunia

Jika bertanya-tanya dimana stadionnya? KabarPenumpang.com melansir laman independent.co.uk, ternyata stadion ini berada di Slowakia yakni yang dimiliki oleh klub TJ Tatran Cierny Balog. Unik memang, jalur kereta ini bahkan satu-satunya di dunia yang melewati tengah-tengah stadion sepak bola.

https://youtu.be/5RPF4TezIno

Rel keretanya pun membentang di sepanjang bagian depan stadion klub sepak bola TJ Tatran Cierny Balog. Sehingga ketika ada kereta yang melintas dan ada pertandingan, pandangan para penonton dan supporter akan berpaling untuk melihat sejenak kereta tersebut.

Bahkan tak jarang dari mereka justru terkesima sehingga banyak yang mengabadikan kereta yang melintas ditengah pertandingan sepak bola tersebut dalam rekaman video. Karena adanya jalur tersebut, dalam setiap pertandingan, para pemain harus lebih fokus ketika kereta uap melintas saat itu.

Apalagi ketika uap menyembul keluar dari corongnya dan peluit yang bunyi terdengar dengan keras. Bahkan pertanyaan-pertanyaan kerap kali muncul, bagaimana dengan bola yang ditendang dan terkena kaca keretayang melintas? Kemudian muncul pertanyaan lain bagaimana cara mengambil bola yang berada di garis dekat jalur?

Meski begitu belum ada jawaban yang pasti untuk mengetahuinya. Dulunya jalur kereta ini dibangun di Pegunungan Bijih Slovak sebagai rel kereta api hutan untuk operasi penebangan. Perencanaan untuk kereta api dimulai pada tahun 1898 dan pembangunan dimulai pada tahun 1908.

Kemudian tahun 1909, transportasi kayu reguler dimulai, antara Cierny Balog dan Hronec. Jaringan diperluas untuk mengangkut kayu dari hutan dan pada pertengahan abad ke-20, kereta api memiliki panjang total 131,97 km, jaringan kereta api kehutanan paling luas di Ceko Slowakia.

Pada 19 Juli 1927, lalu lintas penumpang diizinkan di jalur kereta api antara ierny Balog dan Hronec, yang beroperasi hingga 1962. Namun kemudian, kereta api ditutup pada tahun 1982, tetapi telah diberikan status warisan nasional sejak itu.

Baca juga: Stasiun Buckenham, Hanya Dilalui 79 Penumpang Setiap Tahunnya

Selama beberapa tahun berikutnya itu diperbaiki oleh penggemar dan dibuka kembali pada tahun 1992 sebagai kereta api warisan bagi wisatawan. Panjang jalurnya sekarang 17 km dari Chvatimech – Hronec – Cierny Balog – Vydrovo.

Mengapa Perusahaan Leasing ‘Diburu’ Maskapai dan Mengapa Maskapai Menyewa Pesawat? Ini Jawabannya

Pada umumnya, masyarakat mengira bahwa pesawat yang dicat dengan livery maskapai tertentu sudah pasti pesawat tersebut adalah milik sendiri. Padahal, hal itu belum tentu, mengingat, maskapai lebih lazim memilih untuk menyewa pesawat ketimbang membeli secara tunai ke produsen pesawat seperti Airbus dan Boeing.

Baca juga: Virus Corona, Petaka Buat Maskapai, Bisa Jadi Berkah Buat Perusahaan Leasing

Garuda Indonesia, misalnya, pada tahun 2018 silam, dari total 202 unit pesawat, 180 unit pesawat di antaranya adalah rental ke perusahaan-perusahaan leasing (pembiayaan) pesawat. Adapun sisanya, sebanyak 22 unit pesawat, itulah milik maskapai pelat merah tersebut.

Berbagai pertanyaan pun muncul khususnya seputar alasan maskapai lebih memilih menyewa pesawat ketimbang membeli. Jawaban atas pertanyaan tersebut sudah pasti karena beban finansial. Dengan membeli pesawat secara tunai, tentu perusahaan harus mencari cara agar likuiditas keuangan tetap stabil sekalipun mengeluarkan uang tunai dalam jumlah besar.

Dikutip dari laman Simple Flying, ambil contoh pada proyeksi Qatar Airways. Maskapai terbaik dunia 2019 versi Skytrax tersebut dikabarkan ingin memperluas operasinya di masa mendatang dengan membutuhkan setidaknya 10 armada Boeing 787 baru untuk memuluskan langkahnya.

Jika maskapai memiliki cukup uang tunai atau dapat memperoleh pinjaman bank, tentu mereka dapat membeli pesawat langsung dari Boeing. Merujuk pada daftar harga, Boeing 787-8 baru dibanderol sekitar US$240 juta atau Rp3,7 triliun (kurs Rp 15,808). Dengan asumsi bahwa Qatar Airways akan mendapatkan diskon 35 persen dari Boeing, maka maskapai tersebut setidaknya harus merogoh kocek sebesar US$1,56 miliar atau Rp24, 8 triliun (kurs Rp 15,808) untuk membeli 10 unit Boeing 787 baru.

Opsi lain yang dimiliki Qatar Airways untuk memperoleh 10 armada baru adalah menyewa pesawat Boeing 787 dreamliner ke beberapa perusahaan leasing ternama di dunia, seperti Avolon atau GECAS, yang tarif rata-rata sewanya sekitar US$1 juta atau Rp15,8 miliar (kurs Rp 15,808) per bulan. Dengan asumsi bahwa Qatar Airways juga akan menerima diskon sebesar 35 persen dari GECAS atau Avolon, dalam setahun, mereka hanya perlu membayar US$78 juta atau Rp1,2 triliun (kurs Rp 15,808) juta per tahun. Cukup hemat, bukan?

Selanjutnya, bila Qatar Airways mengambil kontrak leasing selama sekitar 20 tahun, nilai totalnya akan menjadi sekitar US$2,34 miliar. Dengan begitu, seluruh pihak di dalam lingkaran tersebut, baik Boeing beserta mitranya selaku produsen, GECAS atau Avolon selaku lessor, dan Qatar Airways selaku penyewa, akan sama-sama mendapatkan untung berdasarkan porsinya masing-masing. Khusus untuk Qatar Airways, keuntungan lainnya mereka dapat mengelola uang tunai yang ada untuk kebutuhan lainnya dan mempertahankan likuiditas dalam bisnis mereka.

Dalam kesepakatan peminjaman pesawat pada lessor, biasanya ada tiga model bisnis yang dilakukan, mulai dari sewa basah atau wet lease, sewa kering atau dry lease, dan sewa lembab atau damp lease. Sewa kering pada umumnya adalah model bisnis yang paling banyak digemari maskapai, yang mana maskapai penerbangan komersial mengambil pesawat dari perusahaan leasing untuk jangka waktu tertentu dan maskapai menyediakan krunya sendiri. Jadi, hanya menyewa pesawatnya saja.

Sewa basah, biasa juga dikenal sebagai ACMI atau Aircraft, Crew, Maintenance, Insurance, lebih didasari ketika maskapai mendesak membutuhkan pesawat tambahan untuk mengisi kekurangan armada akibat satu dan lain hal. Misalnya akibat masalah mesin Rolls-Royce pada Boeing 787 beberapa waktu belakangan.

Dengan adanya masalah tersebut, otomatis, maskapai harus meng-grounded armada 787 mereka atas alasan keselamatan. Celakanya, di saat yang bersamaan, maskapai harus tetap mempertahankan jaringan domestik atau global mereka untuk keberlangsungan bisnis perusahaan. Di saat seperti inilah, biasanya sewa basah pesawat sangat digemari maskapai. Biasanya model bisnis seperti ini hanya untuk jangka pendek dengan nilai kontrak jauh lebih sedikit dibanding sewa kering.

Adapun sewa lembab adalah model bisnis dimana lessor menyediakan pesawat, awak pesawat, dan perawatan, sedangkan maskapai hanya menyediakan awak kabin. Umumnya model bisnis seperti ini banyak terjadi di Inggris.

Baca juga: Kata Konsultan Penerbangan: Sebagian Besar Maskapai Global Akan Bangkrut Akhir Mei!

Model bisnis lainnya yang banyak terjadi di luar ketiga itu adalah kesepakatan jual-dan-penyewaan kembali. Model bisnis seperti itu umum dilakukan semata demi mendapatkan uang tunai dan meningkatkan modal. Qatar Airways tercatat pernah membuat perjanjian jual-dan-balik menyewa untuk tujuh unit A350 baru dengan GECAS pada tahun 2017. Selain itu, Cathay Pacific dan BOC Aviation juga pernah membuat kesepakatan jual dan penyewaan kembali yang mencakup enam unit Boeing 777-300ER.

Akan tetapi, opsi membeli ataupun menyewa pesawat sebetulnya sama-sama memiliki andil besar dalam menyokong kesuksesan bisnis maskapai. Bergantung pada bagaimana pengelolaan bisnis itu sendiri. Wizz Air, misalnya, tidak akan mencapai pertumbuhan 253 persen dalam delapan tahun terakhir tanpa menyewa 100 persen armadanya. Baru-baru ini, pertumbuhan dinamis LOT Polish Airlines, Indigo, GOL atau Vueling juga tak terlepas dari keputusan menyewa pesawat. Maskapai tersebut saat ini tercatat memiliki lebih dari 70 persen pesawat sewaan.

China Southern Jadi Maskapai Satu-satunya di Dunia yang Masih Terbangkan Airbus A380

Salah satu dari maskapai terbesar di Cina (bersama Air China dan China Eastern), China Southern dikabarkan menjadi maskapai satu-satunya di dunia yang masih mengoperasikan pesawat komersial terbesar sejagat, Airbus A380. Kepastian itu didapat setelah maskapai yang bermarkas di Guangzhou tersebut melakukan penerbangan ke Sydney, Australia pada Sabtu lalu.

Baca juga: Airbus Umumkan Produksi A380Ultra, Pesawat Mewah Tiga Lantai

Dikutip dari laman Simple Flying, armada A380 milik China Southern berangkat Sabtu malam dari Guangzhou dan tiba di Sydney pada Minggu pagi waktu setempat. Belum jelas berapa load faktor pada pesawat dengan nomor penerbangan CZ325 tersebut. Namun demikian, sebuah sumber menduga bahwa load factor mungkin tak terlalu rendah, juga tak terlalu tinggi, berkisar 50 persen.

Pasalnya, dengan beban biaya operasional tinggi, setidaknya mencapai sebesar Rp464 juta per jam, menerbangankan A380 dengan load factor rendah dan jarak tempuh yang cukup jauh, sekitar 10 jam hanya akan menambah beban keuangan perusahaan di tengah lesunya penerbangan di seluruh dunia.

Meskipun hanya menerbangkan A380 sekali dalam seminggu, keberhasilan China Southern untuk tetap terus mengoperasikan pesawat tersebut tentu cukup mengejutkan banyak pihak. Selama ini, jawara A380 masyhur dipegang oleh maskapai besar dunia dengan reputasi tinggi, seperti ANA, British Airways, Qatar Airways, Lufthansa, Qantas, dan Etihad Airways.

Pada masa pandemi corona, tercatat maskapai-maskapai tersebut memang telah menghentikan operasional armada A380 mereka sejak Maret lalu. Khusus untuk Qantas, maskapai asal Australia tersebut dikabarkan sampai memutuskan untuk ‘mempensiunkan dini’ atau menggrounded delapan dari 12 armada Airbus A380-nya selama enam bulan ke depan.

Senada dengan Qantas, British Airways juga sepertinya juga akan menggrounded armada A380-nya dalam jangka waktu yang cukup lama atau mungkin menggrounded secara permanen. Kabar tersebut mulai menjadi perbincangan hangat setelah British Airways menerbangkan seluruh armada A380-nya ke Bandara Chateauroux, Perancis, sebelah selatan Kota Paris.

Lufthansa kondisinya lebih miris lagi. Maskapai terbesar di Eropa tersebut, setelah pada tahun 2019 menyalip IAG yang terdiri dari British Aiways, Iberia, Aer Lingus, Level, Vueling dan Anisec serta Air France-KLM, dikabarkan harus merelakan kepergian enam dari 14 armada Airbus A380. Pesawat-pesawat tersebut sudah diputuskan untuk pensiun secara permanen dan akan dijual kembali ke Airbus pada tahun 2022. Sisanya, sampai saat ini masih belum ada kejelasan kapan akan kembali mengudara, mengingat kondisi wabah virus Cina yang masih mengancam sebagian besar dunia.

Meski demikian, dengan kembali bergairahnya industri penerbangan di Cina, maskapai penerbangan di dunia diharapkan dapat memanfaatkan ceruk pasar jaringan penerbangan global yang melibatkan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Menurut OAG, kapasitas maskapai di seluruh dunia, secara keseluruhan, turun lebih dari seperempat. Laporan terbaru untuk minggu ini menunjukkan penurunan di seluruh dunia sebesar 28,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, beberapa negara lainnya, seperti Italia dan Hong Kong, penurunannya cukup drastis, mencapai lebih dari 80 persen.

Baca juga: Akibat Virus Corona, Harga Airbus A380 Bekas Turun Drastis

Bandingkan dengan tren di Cina yang notabene terus mengalami peningkatan dalam tempo empat pekan beruntun. OAG mencatat, titik terendah industri penerbangan Cina terjadi pada hari Minggu, 17 Februari, ketika perjalanan udara terkoreksi turun 70,8 persen.

Namun, sejak saat itu perlahan mulai merangkak naik dengan penurunan menjadi hanya sekitar 40 persen untuk dua pekan pertama di bulan Maret. Bahkan untuk dua minggu terakhir angkanya lebih sedikit lagi. Minggu ketiga, mulai 16 Maret, penurunan penerbangan di Cina turun menjadi 38,7 persen. Minggu terakhir yang dianalisis oleh OAG menunjukkan lalu lintas turun menjadi hanya tinggal 37,5 persen. Masih tergolong lambat memang, tetapi pasti.

Enam Jenis Robot Beroperasi di Stasiun Gateway Takanawa

Stasiun Gateway Takanawa yang resmi dibuka pada Sabtu (14/3/2020) lalu, akan menggunakan robot dan kecerdasan buatan untuk mengurangi tenaga kerja dan membantu para penumpang. Stasiun kereta api terbaru di jalur Yamanote di pusat Tokyo ini menggunakan enam jenis robot dengan masing-masing tugasnya.

Baca juga: Takanawa Gateway Menjadi Stasiun Modern dengan Robot Pemandu Penumpang

Robot-robot ini bisa memandu penumpang, membersihkan stasiun hingga melakukan tugas keamanan. Bahkan akan ada layar digital di stasiun ini yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan dan beroperasi dalam berbagai bahasa sehingga bisa membantu penumpang menavigasi koneksi kereta dan mendapat petunjuk jalan ke restoran terdekat.

KabarPenumpang.com melansir laman asia.nikkei.com (10/3/2020), robot pembersih akan menyapu lantai stasiun secara mandiri semalaman. Robot ini akan bekerja membersihkan sekitar dua ribu meter persegi, sedangkan petugas kebersihan yang ada akan fokus pada tugas-tugas seperti membersihkan kamar mandi.

Sedangkan robot yang dilengkapi kamera akan berpatroli di stasiun dan mengidentifikasi individu yang mencurigakan serta memperingatkan petugas keamanan. Tak hanya itu robot ini juga bisa memperingatkan siapa pun di sekitarnya dengan menggunakan alarm dan lampu berkedip.

Para penjaga keamanan biasanya berpatroli berpasangan dan robot ini bisa menggantikan satu orang. Selain itu, juga ada robot bantuan mobilitas dengan berbentuk seperti kursi roda. Tak hanya itu, stasiun juga akan memasang teknologi di toko-toko yakni Touch-to-Go.

Di mana semuanya serba otomatis dan membiarkan penumpang membeli produk mereka dan membayar tanpa melalui kasir. Nantinya akan ada 50 kamera yang dipasang di dalam toko dan mengidentifikasi pelanggan serta produk.

Untuk membayarnya pun pelanggan dapat menggunakan kartu pintar transit mereka seperti Suica. East Japan Railway yang menjadi operator di jalur Yamanote berharap menjadikan Stasiun Gateway Takanawa sebagai model untuk stasiun generasi selanjutnya.

“Dengan mengumpulkan teknologi terbaru di dunia, kami akan membuat stasiun dan kota dengan tingkat kenyamanan yang tinggi serta berbagi dengan dunia,” kata pejabat JR East Mie Miwa.

Baca juga: Restoran di Stasiun Higashikoganei Punya Robot yang Bisa Buat Mie Soba

Untuk diketahui, JR East menginvestasikan sekitar 19 miliar yen ($180 juta) dalam mempersiapkan Takanawa Gateway, yang terletak di antara stasiun Shinagawa dan Tamachi dan mewakili pemberhentian baru pertama jalur Yamanote dalam 49 tahun. Perusahaan berencana untuk berinvestasi sekitar 500 miliar yen pada tahun 2030, termasuk untuk pengembangan perusahaan komersial di dekatnya seperti hotel dan kantor.

Dirlantas Polda Metro Jaya: Patuhi Instruksi Luhut, Ojol Boleh Angkut Penumpang Saat PSBB Jakarta

Setelah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB berlaku di ibukota Jakarta, ojek online (ojol) terkena imbasnya. Sebab mereka tak lagi bisa mengangkut penumpang tetapi hanya bisa mengangkut barang ataupun pesanan makanan.

Baca juga: PSBB Berlaku di Jakarta, Inilah Kebijakan GoJek dan Grab untuk Mudahkan Mitra Pengemudi

Namun ternyata Menteri Perhubungan Ad interim Luhut Binsar pandajaitan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.18/2020 Tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona. Dalam kebijakan tersebut salah satunya adalah mengatur mengenai operasional ojek online, di mana sepeda motor dapat mengakut penumpang dengan syarat harus memenuhi ketentuan dan memenuhi protokol kesehatan.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyebutkan agar pengemudi wajib menggunakan masker, dan sarung tangan, serta tidak berkendara jika suhu tubuh di atas normal atau sakit. Dia juga meminta para aplikator mengawasi mitra mereka di lapangan.

“Kita juga meminta aplikator untuk memberlakukan protokol ini kepada drrivernya dan pengawasannya dilakukan baik di hulu dan hilir. Apakah driver mengikuti ketentuan yang berlaku atau tidak,” katanya.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, dengan adanya Permenhub ini, Polda Metro Jaya menegaskan mereka akan mematuhi instruksi Luhut Pandjaitan yaqng mana sepeda motor atau ojol diperbolehkan mengangkut penumpang selama PSBB di Jakarta.

“Saya akan mengikuti apa yang dikeluarkan oleh juru bicara Kementerian Perhubungan bahwa ojek online diperbolehkan untuk mengangkut penumpang,” kata Direktur Polisi Lalu Lintas Jakarta, Komisari Besar (Kombes) Sambodo Purnomo Yogo yang dikutip dari tempo.co (13/4/2020).

Dia pun tak menyangkal adanya dualisme peraturan terkait operasi ojol selama PSBB yang ketat dengan tujuan membatasi penyebaran virus corona (Covid-19). Dalam pasal 11 Permenhub menyebutkan bahwa ojol hanya diperkenankan mengangkut barang saat PSBB. Adanya hal ini kemudian, Sambodo mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) kota dan pemangku kepentingan terkait mengenai penyesuaian aturan.

Baca juga: Imbas Covid-19, Pengemudi Ojol Sepi Penumpang, Layanan Pesan Antar Banjir Order

“Kami akan membicarakan hal ini dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan dinas terkait, terutama untuk implementasi peraturan di Jakarta,” kata Sambodo.

Diduga Mabuk, Polisi Tembaki Pesawat Air France A330

Aksi teror di dunia penerbangan kembali terjadi. Kali ini menimpa sebuah pesawat Air France A330 di Bandara Pointe-Noire, Republik Kongo, Afrika. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun, peristiwa tersebut sempat menunda proses evakuasi warga negara Perancis di Republik Kongo dan Republik Afrika Tengah selama kurang lebih 24 jam. Belum jelas evakuasi tersebut terkait hal apa, namun, sebuah sumber menyebut bahwa evakuasi terkait virus Cina yang mulai merebak di kedua negara tersebut.

Baca juga: Bodi Pesawat JAL Robek Gegara Tertabrak Truk Katering Garuda, “Netizen: Gaji 100 Tahun Pun Ga Akan Sanggup Bayar”

“Penerbangan (dari Bandara Pointe-Noire) yang semula dijadwalkan pada pukul 10:00 ditunda selama 24 jam untuk memungkinkan pesawat pengganti dan awak diangkut dari Paris CDG. Pelanggan telah diperingatkan dan dirawat oleh tim lokal kami. Keselamatan pelanggan dan kru kami adalah prioritas utama kami,” seperti dikutip dari Twitter resmi maskapai @Afnewsroom.

Seperti dilaporkan airlive.net, setelah berhasil lepas landas pada 11 April dari Paris Roissy-Charles de Gaulle, Perancis, Airbus A330 dengan nomor penerbangan AF373V dilaporkan mendarat mulus di Bandara Pointe-Noire, Rebuplik Kongo, Afrika. Tak lama setelah itu, pada pukul 8 malam waktu setempat, seorang oknum polisi yang bertugas di bandara kemudian melakukan dua tembakan ke arah pesawat. Satu peluru berhasil menembus pinggang pesawat, tepatnya di bagian bawah sebelah kanan, tak jauh dari sayap pesawat.

Adapun satu tembakan lainnya meleset ke landasan dan pantulannya hanya berhasil membuat lambung A330-200 dengan kode resgistrasi F-GZCK tersebut sedikit tergores. Meski dilaporkan hanya melepaskan dua tembakan, nyatanya, dalam video yang dilihat KabarPenumpang.com, setidaknya terdapat empat proyektil peluru, dimana tiga proyektil peluru berada tepat di bawah lambung pesawat, tak jauh dari titik goresan, sedangakan satu proyektil lainnya terletak agak jauh, tepatnya di bagian pinggang pesawat sebelah kiri, tak jauh dari sayap sebelah kiri. Berdekatan dengan satu proyektil tersebut, juga ditemukan satu magazine. Bila dilihat dari proyektil dan magazine, oknum polisi tersebut diduga menggunakan senapan serbu AK-47.

Setelah kejadian tersebut, pihak berwenang setempat dengan sigap langsung menangkap pelaku. Kala itu pelaku diduga mabuk dan menembakkan senjatanya ke arah pesawat. Namun, proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Merespon kejadian tersebut, tak lama berselang Air France mengirimkan pesawat pengganti Boeing 777-200. Menurut Aeronews, selain memuat awak kabin, pesawat tersebut juga mengangkut tim teknisi untuk membantu proses perbaikan Airbus A330 yang rusak.

Baca juga: Sejak 1973, Iran, Rusia dan AS Ternyata Pernah Menghantam Pesawat Penumpang dengan Rudal

Setelah 777-200 tiba di Point-Noire, pesawat setidaknya akan menjemput 100 warga negara Perancis untuk kemudian melajutkan penerbangan ke Bangui, Republik Afrika Tengah, untuk menjemput 120 warga negara Perancis lainnya, sebelum akhirnya terbang kembali ke Perancis dengan total 220 penumpang.

Airbus A330-200 milik Air France sendiri secara kapasitas, mampu menampung 224 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas, 36 di kelas bisnis, 21 di kelas ekonomi premium, dan 167 di kelas ekonomi. Dengan total 220 penumpang yang diselamatkan dari Pointe-Noire dan Bangui, tentu A330-200 menjadi pesawat ideal dalam misi penyelamatan warga negara Perancis tersebut. Namun, dengan adanya pergantian menjadi 777-200 yang notabene memiliki 280 kursi, mungkin beberapa penumpang akan memiliki ruang ekstra karena bangku kosong di samping kiri atau kanan mereka.