Cathay Pacific Tawarkan Perubahan Jadwal Penerbangan Tanpa Batas dan Biaya Tambahan

Cathay Pacific dan maskapai regionalnya Cathay Dragon pada bulan lalu mengatakan akan mengurangi kapasitas penerbangan mereka hingga 97 persen untuk bulan April. Ini dilakukan karena adanya penurunan permintaan perjalanan ditengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang berlangsung sekarang.

Baca juga: Pertahankan Layanan Kargo, Cathay Pacific Pangkas 96 Persen Kapasitas Penerbangan

Namun, baru-baru ini maskapai yang berbasis di Hong Kong tersebut memungkinkan pelanggannya untuk membuat perubahan tak terbatas pada tiket baru. Nantinya tidak akan ada biaya tambahan untuk semua tiket baru yang dibeli sebelum 30 Juni tahun ini.

Cathay Pacific juga mengatakan, untuk penumpang yang memesan sebelum 9 Maret 2020, juga bisa melakukan perubahan tanpa batas tetapi biaya mungkin berlaku. Cathay Pacific menambahkan, bahwa pelanggan akan mendapatkan perubahan gratis dan tidak terbatas hingga satu tahun setelah tiket dibeli.

“Itu berarti Anda dapat memesan dan mengetahui bahwa Anda dapat menukar kembali tanggal perjalanan Anda atau memilih tujuan yang baru sebanyak yang Anda suka,” kata Cathay Pacific yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman businesstraveller.com (15/4/2020).

Cathay Pacific juga mengatakan, pelanggan dapat menyesuaikan pemesanan mereka menggunakan alat kelola pesan di situs web maskapai hingga 30 Juni 2020. Setelah itu, maskapai menyebutkan bahwa penumpang juga harus menghubungi kantor reservasi lokal mereka untuk melakukan perubahan lebih lanjut hingga tanggal keberangkatan yang dipilih.

Maskapai ini mejelaskan, perjalanan tersebut harus diselesaikan dalam waktu satu tahun dari tanggal penerbitan tiket yang asli. Diketahui, meski mengurangi kapasitas terbang mereka, Cathay Pacific masih mengoperasikan penerbangan jarak jauh dan regional, sedangkan Cathay Dragon juga masih menerbangkan pesawat mereka.

Untuk rute jarak jauh, Cathay Pacific mengoperasikan dua penerbangan per minggu ke empat tujuan, yakni London (Heathrow), Los Angeles, Vancouver dan Sydney. Selain itu maskapai tersebut juga terbang tiga kali seminggu ke delapan tujuan regional seperti Tokyo (Narita), Taipei, New Delhi, Bangkok, Jakarta, Manila, Kota Ho Chi Minh dan Singapura.

Baca juga: Dampak Krisis Corona, Cathay Pacific Group ‘Parkirkan’ Setengah dari Jumlah Armada

Maskapai regional Cathay Dragon sendiri akan mengoperasikan sebanyak tiga penerbangan per minggu ke tiga tujuan seperti Beijing, Shanghai (Pudong) dan Kuala Lumpur. Untuk diketahui, maskapai ini juga masih mengoperasikan kapasitas pesawat kargo secara normal.

Bosan di Rumah? Yuk Edit Foto dan Video Jalan-Jalan

Ingin liburan dan menghilangkan bosan serta kepenatan, saat ini pastinya terjadi hampir pada semua orang. Pasalnya selama pandemi Covid-19 menjangkiti orang-orang di berbagai belahan dunia, setiap negara kini banyak yang melockdown atau mengunci diri dari pelancong asing.

Baca juga: Terpecahkan! Beginilah Proses Pengambilan Gambar Ketika Pesawat Tengah Mengudara

Nah untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengedit foto atau video liburan yang lalu. Berikut ini KabarPenumpang.com merangkum beberapa aplikasi edit video Android yang bisa Anda gunakan mengisi waktu luang ditengah pandemi ini.

#1 VivaVideo
Aplikasi ini dirancang untuk membantu membuat video Anda tampak profesional dan salah satu aplikasi yang terbaik untuk Android. VivaVideo menyediakan ratusan efek dari stiker dan filter hingga klip dan subjudul animasi. Tak hanya itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur slow motion dan Anda bisa langsung memotong serta menggabungkan klip tertentu.

#2 PowerDirectort Video Editor
Aplikasi yang satu ini mempunyai fitur edit dengan konsep timeline, sehingga Anda bisa mengatur urutan foto atau video yang akan tampil. Dalam aplikasi ini juga bisa menambahkan fitur efek stiker bahkan latar musik dengan dua timeline audio sekaligus.

#3 Movie Maker Filmmaker
Aplikasi ini 100 persen gratis dengan alat pengeditan video yang intuitif dan mudah. Fitur-fiturnya pun mencakup efek video langsung, animasi teks, musik slideshow dan lainnya.

#4 Quik
Dengan Quik, Anda bisa membuat video pendek dengan cepat dari foto dan video. Foto dan video yang ditambahkan bisa sampai sebanyak 50.

#5 Adobe Premier Clip
Ini merupakan aplikasi versi Android dari Adobe Premier yang memang dikenal sejak lama sebagai aplikasi editing video terbaik. Kemampuan edit video traveling tentu tidak diragukan lagi.

#6 FilmoraGo
FilmoraGo sendiri banyak digunakan, karena setelah video selesai diedit, bisa langsung diunggah ke media sosial apapun atau bisa langsung disimpan di galeri ponsel. Fitur-fiturnya meliputi pemangkasan, pemotongan, penambahan tema, musik, dll. Opsi yang tersedia juga beragam, mulai dari rasio 1:1, rasio 16:9, video terbalik, penambahan transisi, slow motion, penambahan teks dan lainnya.

#7 KineMaster
KineMaster merupakan aplikasi edit video untuk android yang gratis. Jadi cocok banget buat Anda yang baru mulai belajar membuat video traveling ala selebgram dan YouTuber.

Baca juga: Minat Bikin Aplikasi Mobile, Ini 7 Hal yang Mesti Diperhatikan

#8 Videoshow
Hasil edit video dari Videoshow mungkin tidak sebagus aplikasi edit video lainnya seperti PowerDirector atau Adobe Premiere Clip. Namun Videoshow menjadi salah satu aplikasi edit video yang paling banyak diunduh.

Nah, kalau Anda biasa pakai aplikasi yang mana untuk edit video?

India Akan Terapkan Aturan Ketat di Bandara Usai Lockdown

India dilaporkan tengah berencana untuk menerapkan aturan baru di bandara. Hal itu dilakukan demi menghindari penumpukan penumpang dan membatasi penyebaran Covid-19. Saat ini payung hukum serta aturan mainnya tengah digodok dan akan segera ditetapkan ketika pemberlakuan lockdown di negara tersebut usai pada 3 Mei mendatang.

Baca juga: Emirates Jadi Maskapai Pertama Lakukan Rapid Tes Corona ke Seluruh Penumpang

Kantor berita Asian News International (ANI), sebagaimana dikutip dari airport-technology.com, melaporkan bahwa aturan tersebut sedikit banyaknya sudah bocor ke publik. Pasukan Keamanan Industri Sentral (CISF), yang bertanggung jawab atas keamanan di bandara, nantinya diberi mandat untuk mengecek kondisi kesehatan penumpang, termasuk dari dari mana mereka berasal dan update terkini corona di sekitar pemukiman mereka, dua jam sebelum keberangkatan.

Tak hanya itu, seluruh penumpang juga diminta untuk memakai alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan. Adapun pihak bandara akan menyediakan hand sanitizer di seluruh pintu masuk dan keluar.

Selain itu, physical distancing, sebagai salah satu upaya terpenting untuk memutus mata rantai penyebaran virus Cina juga tak luput dari perhatian. Otoritas India berencana akan menerapkan physical distancing di dalam kabin pesawat. Mekanisnya kurang lebih sama dengan yang sudah diberlakukan terlebih dahulu di negara lain, yakni membiarkan satu bangku kosong di antara dua kursi.

CISF sendiri mengaku proposal dari semua peraturan di atas prosesnya sudah sampai di meja Kementerian Penerbangan Sipil (MoCA) dan masih terus dipelajari dampak serta efektivitasnya saat mulai diberlakukan.

“Kami telah mengusulkan rencana baru yang mengatur tindakan pencegahan yang diperlukan mengingat ancaman yang ada saat ini akibat Covid-19. Proposal terkait rencana tersebut telah dikirim ke Kementerian Penerbangan Sipil (MoCA) untuk dipertimbangkan,” kata Direktur Khusus CISF, GA Ganapathy.

Lebih lanjut, CISF juga akan betul-betul menyaring seluruh penumpang yang tiba di bandara, khususnya bagi mereka yang habis bepergian dari wilayah-wilayah episentrum virus Cina, seperti Eropa, Amerika, dan Cina. Untuk memuluskan aturan tersebut, CISF akan menyiapkan petugas di beberapa titik untuk pemeriksaan wisawatan dengan kategori tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan untuk memperpanjang penguncian wilayah atau lockdown nasional hingga 3 Mei mendatang. Keputusan tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona yang hingga kini masih terjadi.

Dalam pidatonya, Modi mengatakan jika keputusan tersebut sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Terjebak Lockdown di India, Ibu dan Anak Asal Inggris Bisa Pulang Berkat Bantuan Kedubes Jerman

“Sampai 3 Mei, kita semua harus tetap lockdown. Selama waktu itu, kita harus mengikuti disiplin yang sama seperti yang telah kita lakukan,” ujar Modi dalam pidatonya seperti mengutip AFP.

Mengutip data yang dirilis John Hopkins University, hingga kini setidaknya ada 11.487 kasus Covid-19 dengan 393 orang dinyatakan meninggal di India.

Anda Rindu Disneyland? Ikuti Perjalanan Virtual Melalui “It’s a Small World”

Hampir semua taman hiburan di seluruh dunia harus ditutup, bahkan di Indonesia yang memiliki Ancol dengan taman bermainnya Dunia Fantasi (Dufan) pun bernasib sama. Taman-taman hiburan ditutup untuk mencegah penularan pandemi Covid-19.

Baca juga: Disney Bicara dengan Brightline Seputar Rencana Kereta Berkecepatan Tinggi di Properti

Ternyata taman hiburan Disneyland yang ada di seluruh dunia pun telah ditutup tanpa batas waktu yang ditentukan. Namun, Anda masih bisa merasakan fasilitas di Disneyland dan Disney World secara virtual.

Bianglala dan beberapa permainan di Disneyland

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnbc.com (11/4/2020), di situs Web Disney Magic Moments, pengguna dapat merasakan wahana populer, melihat taman, mencoba resep makanan yang dihadirkan di restoran atau kafe Disneyland. Selain itu, Anda juga bisa mengunduh latar belakang panggilan video bertema Pixar.

Saat ini, Anda memang akan melewatkan pengalaman Disneyland secara langsung, tetapi bisa diganti dengan melakukan perjalanan virtual melalui “It’s a Small World” yang menjadi populer karena pandemi. Pengalaman tersebut bisa dirasakan dari Disneyland Paris hingga ke Hong Kong dengan bidikan berbeda dari perjalanan melalui “It’s a Small World” tersebut secara virtual.

Bahkan uniknya, untuk merasakan ini seperti nyata, Disney mengingatkan pengguna untuk menjaga tangan, lengan, kaki dan anggota badan lainnya di dalam kapal dengan cara yang khas. “Dan pergilah ke penjuru dunia di setiap benua sambil bernyanyi bersama anak-anak.”

Melalui perjalanan virtual ini, Disneyland memposting tontonan parade “Magic Happens” milik mereka yang difilmkan di Taman Disneyland di California. Dari situs Disney Magic Moment, ada parade sembilan kendaraan hias yang dinaki oleh karakter Cinderella, Sleeping Beauty, Frozen 2 dan Moana.

Disney juga memposting video Magic Kingdom Park di Orlando, Florida, dan gambar lain dari Walt Disney World Resort. Sebagai tambahan, Disney telah membagikan resep taman untuk camilan populer, termasuk Dole Whip dan Churro Bites yang terkenal.

Baca juga: Disneyland Resort Line Hong Kong, Kereta Khusus dengan Nuansa Mickey Mouse

Jika Anda mencari wahana virtual lainnya, seperti roller coaster Space Mountain yang terkenal, banyak pengunjung yang telah memposting video wahana mereka sendiri di YouTube. Kalau taman hiburan lain seperti Universal Studio juga menampilkan parade virtual bagaimana menurut Anda?

Wali Kota Surabaya: Penumpang yang Turun di Bandara Juanda Harus Mandi dan Ganti Baju

Berniat mengunjungi Surabaya dalam waktu dekat dan di masa pandemi virus corona atau Covid-19? Bila Anda berniat mengunjungi kota berlambang Hiu dan Buaya ini menggunakan pesawat dan tiba di Bandara Internasional Juanda nantinya diharuskan mandi dan mengganti baju sebelum meninggalkan bandara.

Baca juga: Emirates Jadi Maskapai Pertama Lakukan Rapid Tes Corona ke Seluruh Penumpang

Hal ini tertulis dalam surat yang dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 7 April 2020 kemarin. Dalam surat tersebut yang ditujukan kepada Kepala Kantor Otoritas Bandara dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I), Risma menuliskan bahwa dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19 di Kota Surabaya, meminta bantuan untuk mengarahkan penumpang yang turun dari pesawat agar membersihkan diri.

Dalam surat tersebut, dia menuliskan bahwa penumpang harus membersihkan diri dengan mandi dan berganti baju sebelum keluar dari area Bandara Internasional Juanda. Menanggapi hal ini, pihak AP I yang dihubungi KabarPenumpang.com mengatakan manajemen Bandara Internasional Juanda masih melakukan koordinasi dengan Wali Kota Surabaya dan Otoritas Bandara Wilayah III.

“Kita lakukan koordinasi dengan Wali Kota Surabaya dan Otoritas Bandara Wilayah III mengenai implementasi permintaan bantuan dari Wali Kota Surabaya kepada pihak pengelola dan otoritas bandara untuk mengarahkan penumpang yang baru mendarat agar mandi dan mengganti baju sebelum keluar area bandara,” ujar Corporate Communication Senior Manager AP I Awaluddin.

Dia menambahkan karena permintaan tersebut cukup berpengaruh terhadap operasional bandara, maka perlu didiskusikan lebih lanjut atau alternatif kegiatan. Awaluddin menyebutkan, pihaknya akan menyampaikan lebih rinci nantinya mengenai implementasi permintaan tersebut.

Dengan adanya surat ini, bagaimana dengan warga tanggapan warga apakah ada yang keberatan atau setuju dengan adanya ini? KabarPenumpang.com mencoba menanyakan kepada warga Surabaya terkait surat tersebut jika kebijakan itu jadi diterapkan di Bandara Internasional Juanda.

“Kasihan untuk yang tidak bawa ganti baju seperti saya,” ujar seorang warga Surabaya yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Pasca Pandemi Corona, Haruskah Seluruh Bandara Tetap Lakukan Pemeriksaan Suhu Tubuh?

Sedangkan warga yang lain mengatakan tak masalah bila kebijakan tersebut dilakukan.

“Kalau bisa sebelum ke kota atau kemana pun tujuannya naik pesawat, baiknya cek dan ricek dulu aturan di sana selama Covid-19 ini. Kalau harus mandi dan ganti baju di bandara ya dilakuin. Jadi baiknya cari informasi sebelum ke kota tujuan,” kata Wulansyabelle.

Ambil Foto dan Video di Toilet Umum, Awak Kabin Scoot Dipenjara dan Kena Denda

Seorang awak kabin maskapai Scoot Airlines dipenjara 12 minggu dan dikenakan denda sebesar S$3 ribu pada 16 Desember 2019 lalu. Awak kabin bernama Alton Keh Guan Qing dipenjara dan membayar denda akibat ulahnya sendiri yang mengambil video serta foto dari lebih sepuluh orang pria di toilet umum.

Baca juga: Seperempat Awak Kabin Qantas Pernah Alami Pelecehan Seksual, Segelap Itukah Balik Layar The Flying Kangaroo?

Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com, pria 27 tahun tersebut mengambil klip pria-pria itu di toilet selama dua bulan di beberapa tempat seperti Chinatown Point dan Mall City Square. Sedangkan satu video lainnya yang menunjukkan dua pria terlibat aktivitas sosial tidak diketahui lokasinya.

Dalam Pengadilan, Keh mengaku bersalah atas 14 dakwaan dimana sebagain besar karena membuat film cabul dan 28 dakwaan lainnya tengah dipertimbangkan hakim. Keh yang bekerja sebagai awak kabin maskapai berbiaya hemat ini ditangkap pada 5 Mei 2019 lalu.

Saat itu dia yang berada di toilet pria tengah menunggu korbannya dan seorang pria berusia sekitar 35 tahun masuk ke toilet bawah tanah Mall Chinatown Point karena sakit perut. Asisten Jaksa Penuntut Umum Lydia Goh mengatakan, setelah selesai, pria tersebut mendengar suara dan melihat ke atas dan ada lensa kamera dari ponsel yang mengarah ke dirinya.

Korban kemudian keluar dari bilik toilet dan menghampiri bilik disebelahnya dan mengambil ponsel dari Keh. Dia melihat di galeri tidak ada fotonya tetapi tidak menemukan video atau foto dirinya. Namun saat itu, ternyata dia menemukan ada video dan foto pria lain yang menggunakan toilet.

Kemudian pria tersebut memanggil pihak kepolisian dan Keh ditangkap serta dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan. Keh mengakui pada petugas investigasi dia pergi ke toilet dan mengambil foto korban yang tengah buang air besar. Ketika dirinya sadar telah diperhatikan, dia menghapus foto korbannya.

Karena hal tersebut ponselnya disita dan dikirim untuk pemeriksaan forensik. Foto dan video cabul itu memperlihatkan pria dalam berbagai momen pribadi saat menggunakan toilet. Lydia Goh meminta hukuman penjara 16 minggu dan denda, menunjukkan banyaknya tuduhan dalam kasus ini.

Keh, yang memiliki kelainan voyeurisme, meminta hakim untuk berbelaskasih dalam menjatuhkan hukuman, mengatakan bahwa ia berharap mendapat kesempatan untuk memulai kembali dari awal. Dia menulis dalam permohonan mitigasi bahwa dia benar-benar menyesal dan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

“Selama setahun terakhir, saya secara teratur menghadiri sesi psikoterapi di IMH dan sesi konseling profesional. Sesi ini sangat bermanfaat untuk mencapai akar masalah saya sehingga saya tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi,” katanya.

Baca juga: Duh! Pesan Berbau Pelecehan Seksual Diterima Penumpang Lewat In-Flight Entertainment

Dia menambahkan bahwa keluarganya menyadari situasi dan sangat mendukungnya. Scoot mengatakan bahwa tidak ada laporan tentang insiden serupa selama masa kerja Keh. Untuk setiap tuduhan membuat film cabul, ia bisa dipenjara hingga dua tahun, didenda maksimal S$40 ribu, atau keduanya. Untuk melakukan gangguan publik, ia bisa didenda hingga S$1000.

Yang Unik dari Turki, Kolonya Digunakan Sebagai Hand Sanitizer

Kepanikan karena virus corona (Covid-19) menyebar di berbagai belahan dunia, membuat hansanitizer atau pembersih tangan habis diborong dan membuatnya menjadi langka serta mahal. Ketika kelangkaan penjualan pembersih tangan ini terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, orang-orang di Turki beralih ke aromatik tradisional yakni colonge atau kolonya untuk pembersih tangan.

Baca juga: Lawan Covid-19, Samsung Luncurkan Jasa Pembersihan Smartphone

Kolonya ini telah menjadi sombol keramahtamahan dan kesehatan Turki sejak kekaisaran Ottoman dan sering disebut sebagai aroma nasional Turki. Secara tradisional, kolonya ini beraroma manis dan dibuat dari bunga-bunga ara, melati, mawar atau jeruk yang di tuangkan di tangan para tamu ketika memasuki rumah, hotel dan rumah sakit.

Kolonya Turki (BBC)

Bahkan setelah selesai makan di restoran atau ketika berkumpul untuk perayaan agama. Tetapi tidak seperti aroma alami lainnya, kandungan alkohol tinggi ramuan berbasis etanol ini dapat membunuh lebih dari 80 persen kuman dan bertindak sebagai desinfektan tangan yang efektif.

KabarPenumpang.com merangkum bbc.com (8/4/2020), Menteri Kesehatan Turki bahkan memperjuangkan kapasitas kolonya untuk melawan Covid-19. Ini karena kekuatan kolonya yang anti Covid-19 tersebut disebarkan oleh media nasional sehingga membuat antrian sepanjang 100 meter di apotek dan seluruh toko di Turki.

“Sejak kasus virus korona pertama di Turki yang dikonfirmasi pada pertengahan Maret, penjualan kolonya telah meningkat sedikitnya lima kali lipat. Colonge efektif melindungi terhadap virus korona karena ketika mengandung setidaknya 60 persen alkohol, itu menghancurkan cangkang keras virus,” kata Dr Hatira Topaklı, seorang dokter keluarga di Istanbul.

Topaklı juga mencatat bahwa disinfektan komersial tidak umum di Turki seperti di negara lain. Dia mengatkan, kolonya juga efektif karena merupakan sesuatu yang sudah dimiliki banyak orang dan merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari mereka. Mereka tidak perlu belajar cara baru untuk melindungi diri dari virus ini.

Untuk memenuhi permintaan aroma yang melonjak, pada 13 Maret pemerintah Turki berhenti membutuhkan etanol dalam bensin untuk meningkatkan produksi colonge dan desinfektan rumah tangga lainnya, khususnya untuk memerangi Covid-19. Menurut Kerim Müderrisoğlu, CEO Rebul Holding, yang memiliki Atelier Rebul, salah satu merek kolonya komersial tertua dan paling terkenal di Turki mengatakan produksi kolonya agak sederhana.

Pertama, etanol murni dibuat dari fermentasi gandum, anggur, molase atau kentang dan dicampur dengan air suling. Kemudian, aroma alami seperti magnolia, lemon atau rosemary ditambahkan, dan dibiarkan duduk selama periode pematangan tiga minggu sebelum dibotolkan. Jauh sebelum kolonya, ada air mawar. Pada abad ke-19, eau de cologne berjalan di sepanjang rute perdagangan dari Cologne, Jerman, ke Kekaisaran Ottoman.

Ketika Ottoman Sultan Abdülhamit II pertama kali menjumpainya, ia mengadaptasinya dengan memadukan tradisi air mawar dengan kebaruan wewangian berbasis alkohol asing untuk membuat kolonya. Dari segi bijak, tidak ada banyak perbedaan antara eau de cologne dan kolonya Turki. Keduanya menggunakan rasio etanol-terhadap-minyak-esensial yang hampir sama dan sering kali memasukkan minyak jeruk seperti jeruk dan lemon.

Toko kolonya di Turki pada masa Kekasisaran Ottoman (BBC)

Tetapi apa yang membuat kolonya begitu unik adalah bagaimana itu digunakan, baik secara budaya maupun praktis. Saat ini, Atelier Rebul masih menjual Rebul Lavanda, yang awalnya dibuat menggunakan lavender yang ditanam di kebun Reboul, dan Kerim memperkirakan bahwa penjualan kolonya meningkat delapan kali lipat sejak pandemi dimulai.

“Ini adalah antiseptik dengan manfaat tambahan dari aroma kecantikan,” jelas Kerim.

Mirip dengan berapa banyak kilang anggur yang dinamai sesuai dengan nama keluarga pemilik, kolonya juga memperlihatkan suasana kekeluargaan, dengan merek-merek paling mewah yang dinamai menurut pendiri. Menurut Kurumlu, merek kolonya keluarga menjadi sumber kebanggaan dan simbol status. Untuk mencerminkan hal ini, botol kolonya sering dirancang khusus dalam bentuk hiasan di pabrik kaca di Istanbul.

Bahkan, beberapa botol dekoratif telah menjadi barang koleksi, dengan botol langka era Ottoman dijual sebanyak 5000 lira Turki (sekitar £600) di lelang. Di Istanbul, koleksi botol-botol yang didambakan ini dipajang melalui Koleksi dan Arsip Orlando Carlo Calumeno di Galeri Birzamanlar. Pada pertengahan abad ke-20, kolonya diproduksi pada skala industri untuk membuatnya dapat diakses dan terjangkau bagi massa. Hari ini ditemukan di hampir setiap rumah di Turki.

“Memiliki kolonya di rumah Anda menjadi hal biasa seperti memiliki makanan di dalam lemari es. Biasanya orang menyimpan botol di kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu, jadi tidak pernah di luar jangkauan. Itu juga menjadi alat penting untuk mengajarkan keramahtamahan di usia dini. Ketika saya masih kecil, itu adalah tugas saya untuk menyambut tamu dan memastikan mereka memiliki tiga barang tradisional Turki: kolonya, permen, dan rokok,” kata Elizabet Kurumlu, seorang pemandu wisata yang berbasis di Istanbul.

Selain kualitas higienisnya, kolonya juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan lainnya. Memercikkan beberapa tetes ke dalam kubus gula dikatakan membantu pencernaan, dan menggosoknya ke pelipis Anda bisa meredakan sakit kepala.

“Setiap kali kami mengunjungi pasien di rumah sakit, kami akan membawa mereka kolonya atau sekantong jeruk,” kata Kurumlu.

Baca juga: Marak Virus Corona, Wanita di Australia ini Timbun Tisu Toilet untuk Stok 12 Tahun!

Bahkan sebelum Covid-19, industri kolonya masih terus berkembang. Secara tradisional, wewangian tersebut telah dijual di apotek, toko kelontong dan toko-toko, tetapi dalam dekade terakhir, merek-merek top Turki mulai membuka butik bata-dan-mortir mereka sendiri. Menurut Kerim, mereka berencana untuk membuka pabrik baru untuk memenuhi peningkatan permintaan yang disebabkan oleh Covid-19.

Emirates Jadi Maskapai Pertama Lakukan Rapid Test Corona ke Seluruh Penumpang

Emirates Airlines mengklaim pihaknya menjadi maskapai pertama di dunia yang melakukan rapid tes corona ke seluruh penumpang. Kepastian tersebut didapat setelah sebelumnya seluruh traveler yang terbang dari Bandara Internasional Dubai (DXB) menuju Tunisia pada, Rabu (15/4), mengikuti rapid tes yang bekerjasama dengan Otoritas Kesehatan Dubai (DHA), di terminal tiga DXB.

Baca juga: Emirates Lakukan Tes Covid-19 Pada Seluruh Awak Kabin

Seperti dikutip dari traveller.com.au, tak perlu menunggu lama, penumpang akan langsung diberitahu hasilnya sekitar 10 menit setelah tes dilakukan. Hasil tersebut kemudian akan menjadi dasar Emirates untuk memperbolehkan penumpang melanjutkan perjalanan atau tidak. Selain rapid tes, Emirates juga mewajibkan seluruh penumpang untuk memakai masker sebelum keberangkatan dan selama di pesawat.

Penumpang yang dinyatakan negatif virus corona dan boleh melanjutkan perjalanan nantinya akan mendapatkan sertifikat sehat yang menyatakan bebas virus corona untuk dipergunakan saat masuk ke negara yang dikunjungi. Sebab, beberapa negara kini telah memberlakukan kebijakan baru perihal pandemi virus corona, di mana traveler harus menunjukkan sertifikat yang menyatakan dirinya bebas virus corona.

Pada penerbangan Rabu lalu, Emirates tidak mengungkap berapa penumpang yang melakukan rapid tes corona dan bagaimana hasilnya. Namun, yang jelas, sejauh ini belum terdapat laporan penumpang yang batal berangkat bersama Emirates dalam penerbangan dengan menggunakan Boeing 777 tersebut. Itu berarti, besar kemungkinan, hasil rapid tes corona seluruh penumpang dinyatakan negatif.

Mengingat pentingnya rapid tes corona, maskapai yang masuk dalam salah satu The Three Mega Carrier Timur Tengah tersebut, bersama Qatar Airways dan Etihad Airways, saat ini mengaku tengah mempertimbangkan untuk memperluas rapid tes. Bila kemarin hanya terbatas pada penerbangan ke Tunisia saja, ke depannya Emirates ingin melakukan hal serupa ke penerbangan lainnya.

Tak hanya itu, melalui kepala operasionalnya, Adel Al Redha, Emirates juga tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan akurasi rapid tes corona. Pasalnya, saat ini, rapid tes yang dilakukan, berupa pengambilan sampel darah, hanya untuk memeriksa antibodi dan memantiknya agar bekerja sebelum virus Cina menyerang dan bukan menjadi indikator yang dapat diandalkan untuk memvonis penumpang positif atau negatif.

“Kami sedang mengerjakan rencana untuk meningkatkan kemampuan pengujian di masa depan dan memperluasnya ke penerbangan lain. Kesehatan dan keselamatan staf dan penumpang di bandara tetap sangat penting,” ujar Adel Al Redha.

Sementara itu, Direktur Jenderal Dubai Health Authority (DHA), HE Humaid Al Qutami, mengatakan untuk menangani COVID-19, pihaknya secara proaktif bekerja sama dengan berbagai organisasi pemerintah dan sektor kesehatan swasta.

“Kami senang bekerja sama dengan Emirates untuk menyukseskan implementasi dari rapid tes COVID-19 di bandara untuk keberangkatan wisatawan,” kata Humaid Al Qutami.

Baca juga: IATA: Maskapai Kehilangan Revenue dari Penumpang Sebesar 55 Persen

Pihaknya juga telah menerapkan semua langkah yang diperlukan, mulai dari perlindungan kesehatan masyarakat hingga penyediaan layanan kesehatan berkualitas tinggi, sesuai dengan pedoman internasional terbaru.

Sebagai informasi, selain maskapai, salah satu hub internasional utama di Asia Timur, Bandara Hong Kong, juga telah melakukan rapid tes corona ke seluruh penumpang yang baru tiba mulai 9 April lalu. Sama halnya seperti Emirates, secara resmi, hal itu menjadikan Bandara Hong Kong menjadi yang pertama di dunia dalam pemeriksaan virus Corona bagi penumpang.

Pertama Kalinya Jaringan Kereta India Berhenti Operasi Dalam 167 Tahun

Jaringan kereta api India untuk pertama kalinya dalam 167 tahun harus ditangguhkan. Hal ini dilakukan ketika Perdana Menteri Narendra Modi memberlakukan Lockdown sejak 25 Maret 2020 untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19). Kemudian Indian Railways mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnnya untuk menagguhkan kereta penumpang dan hanya menjalankan kereta barang.

Baca juga: Selain Punya “Lifeline Express,” Indian Railways Sulap Gerbong Kereta Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

“Sekarang, kereta api akan menawarkan lingkungan yang bersih, bersih dan higienis bagi pasien untuk pulih dengan nyaman,” kata Piyush Goyal, Menteri Perkeretaapian dalam tweet-nya.

Bangsal isolasi gerbong kereta India (CNN)

Dirangkum KabarPenumpang.com dari cnn.com (6/4/2020), sebanyak 20 ribu gerbong kereta tua menjadi ruang isolasi untuk digunakan oleh pasien Covid-19. Bahkan bos kereta api telah menginstruksikan masing-masing dari 16 zona rel kereta api India untuk mengidentifikasi gerbong non-AC yang tidak lagi beroperasi pada rute penumpang untuk diubah menjadi rumah sakit dan siap digunakan dalam keadaan darurat.

Rajesh Dutt Bajpai, direktur eksekutif informasi dan publisitas di Dewan Kereta Api mengatakan, sebanyak lima ribu bangsal isolasi pertama akan siap dalam dua mingu dan jika diperlukan, maka lebih banyak gerbong dapat dikonversi dalam 48 jam.

Setiap gerbong yang disanitasi akan menampung hingga 16 pasien dan gerbong lainnya untuk para perawat, kabin dokter dan ruang untuk persediaan dan peralatan medis. Setelah selesai dikonversi menjadi bangsal rumah sakit, kereta ini akan dikirim ke lokasi yang kekurangan tempat tidur rumah sakit karena potensi lonjakan dalam kasus positif.

Kehadiran bangsal isolasi di dalam kereta membuat Otoritas Kesehatan setempat akan menugaskan dokter, perawat dan sukarelawan pemerintah ke kereta. Pemerintah India juga menginstruksikan pabrik kereta api untuk menilai kelayakan pembuatan tempat tidur rumah sakit, tandu, troli medis, masker, pembersih, apron, dan peralatan medis seperti ventilator untuk digunakan di rumah sakit kereta api dan rumah sakit pemerintah lainnya.

Sebenarnya kehadiran bangsal rumah sakit di dalam kereta bisa membantu india yang kekurangan tempat tidur di rumah sakit. Menurut OECD, India memiliki 0,5 tempat tidur rumah sakit yang tersedia untuk setiap 1.000 orang. Sebagian besar dari ini berkerumun di daerah perkotaan, dan ketersediaannya sangat berbeda antar negara.
Di negara bagian Bihar timur, misalnya, ada 0,11 tempat tidur per 1.000 orang, sedangkan Benggala Barat memiliki 2,5 tempat tidur per seribu orang.

Pekerja merenovasi kereta jadi bangsal isolasi (CNN)

Cina memiliki rata-rata nasional empat tempat tidur rumah sakit per 1.000 orang – dan itu sebelum membangun rumah sakit 1.000 tempat tidur dalam 10 hari di provinsi Hubei, pusat penyebarannya.

“Kami telah melihat apa yang telah dilalui Cina. Sangat penting untuk meningkatkan kepadatan ini, dengan cara apa pun dalam jangka pendek, dan lebih sistematis dalam jangka panjang, setelah wabah ini berakhir,” kata Shahid Jameel, seorang virolog dan CEO India.

Dengan jumlah kasus positif Covid-19 meningkat, para ahli mengatakan kurangnya perawatan kesehatan masyarakat yang kuat tetap menjadi tantangan terbesar India.

Baca juga: Perancis Kirim Pasien Corona Antar Kota dengan Kereta Cepat

“Itu (bangsal isolasi di gerbong kereta) adalah inisiatif yang baik. Kereta Api dan Pemerintah harus dipuji karenanya. Tapi, ini hanya solusi jangka pendek. Ketika ini selesai (dan akan terjadi), biarkan ini menjadi peringatan untuk berinvestasi lebih banyak guna meningkatkan infrastruktur dan penelitian kesehatan,” kata Jameel, ahli virologi India.

IATA: Maskapai Kehilangan Revenue dari Penumpang Sebesar 55 Persen

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) belum lama ini telah merilis analisis terbaru. Analisis tersebut menunjukkan, lesunya penerbangan akibat pandemi corona akan menyebabkan maskapai kehilangan sekitar US$314 miliar pada tahun 2020, atau turun hingga 55 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Baca juga: IATA: Penumpang di Eropa Turun 38 Persen dan Maskapai Bakal Kehilangan US$76 Miliar

Seperti diberitakan internationalairportreview.com, angka tersebut merupakan sebuah revisi dari perkiraan sebelumnya, dimana IATA memperkirakan akan adanya profit loss $252 miliar atau 44 persen (bila dibandingkan tahun lalu) imbas virus Cina. IATA mengatakan, bahwa pihaknya telah senantiasa mengikuti perkembangan terkini terkait pembatasan perjalanan yang diberlakukan di banyak negara selama tiga bulan belakangan.

Selain itu, menurut IATA, munculnya angka penurunan hingga 55 persen juga disumbang dari perkembangan ekonomi global. Dalam amatannya, PDB dunia diperkirakan akan menyusut hingga enam persen. Padahal, PDB selama ini kerap menjadi acuan. Singkatnya, pergerakan penumpang sangat tergantung dari pergerakan PDB. Bila turun, maka pergerakan penumpang juga akan ikut turun, begitupun juga sebaliknya.

Saat ini, dunia memang sedang menuju jurang resesi terburuk sejak hampir 90 tahun yang lalu dan salah satunya juga disebabkan dengan maraknya pembatasan perjalanan di seluruh dunia. Diperkirakan, dampak terburuk baru akan terasa pada kuartal II 2020, yakni pada April-Juni mendatang. Terbukti, pada awal April kemarin, frekuensi penerbangan secara global turun hingga 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Sebagian besar karena pembatasan perjalanan yang ketat yang diberlakukan oleh pemerintah dunia untuk membatasi penyebaran virus.

“Prospek industri semakin gelap dari hari ke hari. Skala krisis membuat pemulihan berbentuk V yang tajam hampir tidak mungkin. Secara realistis, ini akan menjadi pemulihan berbentuk U dengan perjalanan domestik kembali lebih cepat daripada pasar internasional. Kita bisa melihat lebih dari setengah pendapatan dari penumpang hilang mencapai $314 miliar,” kata CEO IATA, Alexandre de Juniac.

Baca juga: Selamatkan Industri Penerbangan, APEX Serukan Pemerintahan Global Kucurkan ‘Bantuan’ Rp3.805 Triliun!

“Beberapa pemerintah di dunia sebetulnya telah memberikan paket stimulus ekonomi ke maskapai di negara masing-masing, namun hal itu belum cukup untuk mengeluarkan maskapai dari jurang krisis. Maskapai penerbangan pada umumnya hanya bisa bertahan dengan cadangan kas perusahaan hingga akhir kuartal II atau Juni. Hal itu menyebabkan sekitar 25 juta pekerja terancam PHK. Bila tak ada langkah konkret, maskapai akan bangkrut,” lanjutnya.

Oleh karenanya, IATA mengusulkan beberapa langkah untuk melindungi maskapai-maskapai di dunia, mulai dari kompensasi berupa potongan pajak dengan segera oleh pemerintah global atas pajak industri penerbangan, akses pinjaman jangka menengah dan jangka panjang tanpa bunga untuk menyediakan likuiditas atau kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (utang) jangka menengah dan panjang, hingga tuntutan kepada bank dunia dan bank sentral agar menyediakan likuiditas yang dibutuhkan dalam bentuk dana pendamping dan pinjaman yang cukup untuk pemerintah yang membutuhkan.