Uber Hadirkan “Hourly Rentals,” Sistem Sewa Kendaraan Maksimum 12 Jam Per Hari

Setelah lockdown dibuka, Uber di India mulai meluncurkan fitur terbaru untuk memudahkan pelanggan dan pengemudi. Di mana aplikasi ride hailing ini meluncurkan penyewaan per jam untuk kebutuhan yang lebih banyak seperti penghentian dalam perjalanan.

Baca juga: She Taxi di India Kembali Beroperasi Setelah Diberhentikan Tahun 2018

Dilansir KabarPenumpang.com dari uber.com (8/6/20200, Uber mengatakan, mereka meluncurkan Hourly Rentals ini dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan perjalanan penumpangnya. Uber menyebutkan, ini merupakan layanan berdasarkan permintaan 24 jam untuk membantu transportasi yang tidak terbatas.

“Penyewaan dengan jam ini memberi nilai besar bagi mereka yang membutuhkan waktu ekstra untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam satu perjalanan dan Anda dapat menambah beberapa perhentian tanpa memesan perjalanan berulang-ulang,” kata Uber.

Biaya layanan Hourly Rentals ini dibanderol sekitar Rs189 atau sekitar Rp35 ribu untuk paket satu jam atau per sepuluh kilometer. Pemesanan ini dapat dipesan oleh pengguna dengan maksimal waktu selama 12 jam.

Tak hanya di satu kota, Uber menghadirkan layanan Hourly Rentals di 17 kota di India seperti Delhi, Bangalore, Hyderabad, Kolkata, Chennai, Jaipur, Pune, Ahmedabad, Bhubaneswar, Coimbatore, Ludhiana, Chandigarh, Kochi, Lucknow, Guwahati, dan Kanpur, dan Bhopal. Bisa dikatakan ini menjadi solusi bagi penumpang maupun pengemudi yang saat ini bisa mengunci kerangka waktu di awal untuk layanan yang disediakan serta menambah penghasilan pengemudi dengan opsi mobilitas tambahan.

“Keselamatan selalu dan selalu menjadi perhatian utama kami dalam layanan ini. Selama beberapa minggu terakhir, kami telah meluncurkan serangkaian langkah-langkah keamanan yang komprehensif, seperti Go Online Checklist, kebijakan masker wajib untuk penumpang dan pengemudi, self-mask verifikasi self trip untuk pengemudi, pendidikan pengemudi wajib dan kebijakan pembatalan yang diperbarui memungkinkan pengendara dan pengemudi untuk membatalkan perjalanan jika mereka merasa tidak aman,” kata Uber.

Layanan baru telah diintegrasikan dengan aplikasi Uber Anda dengan mulus, dan pemesanan Penyewaan Per Jam atau Hourly Rentals semudah memesan perjalanan reguler. Pengguna hanya perlu memperbarui aplikasi Uber ke versi terbaru jika tidak dapat melihat Rentals Sewa Jam Setiap.

Baca juga: Uber Hancurkan Ribuan Sepeda Listrik Jump dan Skuter

Cara untuk memesannya pun mudah, pengguna setelah masuk ke aplikasi bisa memilih Sewa Harian, kemudian pilih paket per jam yang diinginkan seperti menyewa selama satu jam atau 12 jam. Kemudian pilih konfirmasi penyewaan setiap jam untuk mendapatkan perjalanan dan Anda bisa menambah atau mengapus tujuan selama perjalanan sesuai rencana.

Beberapa Kali Ganti Nama, Kereta Serayu Kembali Beroperasi

Kereta Api Serayu yang melayani relasi Stasiun Pasar Senen – Stasiun Purwokerto mulai kembali diberangkatkan pada Jumat (12/6/2020) dari Pasar Senen pukul 09.15 WIB. KA Serayu menjadi kereta jarak jauh yang kembali dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar kota.

Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

“Perjalanan kembali KA reguler ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 dan Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19,” kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dari siaran pers, Kamis (12/6/2020).

Eva mengatakan, pengoperasian kembali KA Reguler ini tentunya akan tetap diikuti dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang diterapkan pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ditengah pandemi Covid-19 akan diterapkan diberbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pada layanan jasa transportasi.

Setelah kembali beroperasi, KabarPenumpang.com juga akan membahas sejarah KA Serayu ini. Dirangkum dari berbagai laman sumber, KA Serayu merupakan kereta api penumpang kelas ekonomi dari Pasar Senen – Purwokerto dan satu-satunya kereta api yang melintasi Kroya dan Kiaracondong.

Nama Serayu ini sendiri berasal dari nama salah satu sungai di Jawa tengah yakni Kali Serayu. Kereta ini pertama kali beroperasi pada 15 November 1985 dan awalnya bernama Galuh yang melayani relasi dari Banjar ke Sidareja.

Kemudian berubah nama menjadi KA Citrjaya yang melayani relasi Cilacap – Jakarta Raya. Tahun 1992, relasinya diperpendek dari Jakarta hanya sampai di Kroya dan berganti nama menjadi KA Cipuja yakni Cilacap-Purwakarta-Jakarta.

Baca juga: Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Namun akhirnya pada tahun 1997, KA ini berganti nama menjadi KA Serayu dan digunakan hingga saat ini. Relasinya pun pada tahun 2013, kereta ini diperpanjang sampai Stasiun Purwokerto.

Untuk diketahui, sebelum pandemi virus corona melumpuhkan berbagai moda transportasi salah satunya termasuk kereta api, KA Serayu ini beroperasi dua kali yakni KA Serayu Pagi yang berangkat dari Pasar Senen pukul 09.15 dan KA Serayu Malam yang berangkat pukul 21.25.

PT MRT Jakarta Gunakan Thermal Scanner di Lima Stasiun Besar

Meski mejalankan protokol Bangkit, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta juga tak melupakan protokol kesehatan yakni pengecekan tubuh penumpang sebelum masuk ke dalam stasiun. Saat ini hampir semua stasiun MRT Jakarta masih melakukan pengecekan suhu tubuh secara manual yakni menggunakan termometer tembak.

Baca juga: Jumlah Penumpang Meningkat, MRT Jakarta Jalankan Protokol Bangkit

Nantinya jika penumpang memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat maka mereka tidak diperbolehkan menumpang pada kereta MRT Jakarta. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan akan menghadirkan thermal scanner di pintu masuk stasiun.

Kehadiran thermal scanner ini dikatakan William untuk memudahkan pengecekan suhu tubuh penumpang yang lebih banyak.

“Dengan thermal scanner ini, kita tak lagi satu-satu mengecek suhu tubuh tapi sekali banyak jadi lebih mudah,” ujar William.

Namun, thermal scanner ini tidak di semua stasiun melainkan hanya di lima stasiun besar MRT Jakarta. William menjelaskan lima stasiun tersebut yakni Bundaran HI, Dukuh Atas, Blok M, Fatmawati dan Lebak Bulus.

Dikatakan William, karena penumpang di lima stasiun ini lebih banyak dibandingkan dengan stasiun lainnya. Dia menyebutkan pihaknya juga akan menghadirkan stasiun lainnya secara bertahap.

“Kita sudah uji coba thermal scanner ini dan sampai sekarang belum ada masalah dan semua terpantau suhu tubuhnya,” kata William.

Tak hanya thermal scanner, MRT Jakarta juga menghadirkan ruang isolasi dan evakuasi yang aman jika terjadi insiden dan ditemukan gejala pada penumpang. MRT Jakarta juga menghadirkan tim medis dengan kelengkapan khusus di ruang P3K yang mereka miliki di setiap stasiun.

Selain protokol-protokol ini, MRT Jakarta yang melakukan pembatasan penumpang dengan berbagai marka pun masih terus dilakukan. Kemudian William menjelaskan, bahwa mereka juga melakukan pembatasan kuota penumpang di setiap stasiunnya dan ini berbeda satu dengan lainnya.

“Jika satu kereta hanya bisa mengangkut 390 penumpang, kita punya kuota maksimum seperti Lebak Bulus sekitar 147 penumpang untuk menunggu di platform. Jika lebih maka harus menunggu di concourse dan mennggu kereta berikutnya,” jelasnya.

Baca juga: Hadapi Dampak Covid-19, MRT Jakarta Siapkan Empat Skenario, Dari Moderat Hingga Buruk

Menurutnya pembatasan ini karena tidak semua penumpang naik dari Lebak Bulus sehingga pembagian bisa terjadi dengan baik. Dia menyebutkan saat ini MRT Jakarta masih mampu mengelola antrean penumpang.

Jumlah Penumpang Meningkat, MRT Jakarta Jalankan Protokol Bangkit

Bagaimana Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta di masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB transisi ke kehidupan baru atau new normal? Ternyata MRT Jakarta punya protokol baru yang disebut Bangkit dan merupakan singkatan dari Bersih, Aman, Nyaman, Go-Green, Kolaborasi, Inovasi serta Tata kelola.

Baca juga: MRT Jakarta Larang Penumpang Bicara dan Menelepon Saat di Dalam Kereta. Ternyata di Singapura Sudah Duluan

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan dalam menjalankan protokol ini tujuannya untuk menjadikan MRT sebagai sarana transportasi aman, nyaman dan bebas dari Covid-19 atau penyakit lainnya. Sehingga yang bersih tidak hanya seluruh penumpang tetapi para pekerja dan kereta pun harus bersih.

“Kita mau semua personal baik penumpang maupun pekerja higienis dan kebersihan menjadi spirit MRT Jakarta saat ini,” ujar William melalui zoom meeting Forum Jurnalis, Kamis (11/6/2020).

Dengan protokol Bangkit ini, William menambahkan, pihaknya bersama dengan Institute for Transportation and Development Policy atau ITDP melakukan integrasi dengan pejalan kaki atau pengguna sepeda. Selain protokol Bangkit, William mengatakan, di masa transisi sebelum new normal saat ini pun penumpang MRT Jakarta mengalami peningkatan meski masih ada pembatasan.

William menjelaskan, jumlah penumpang setelah 8 Juni 2020 ada sekitar 13 ribu penumpang per harinya dan bila perekonomian buka di pekan depan prediksi penumpang pun naik 16 ribu hingga 20 ribu per hari. William mengatakan, jika psbb transisi ini berhasil, maka semua kegiatan akan mulai kembali beroperasi dan akan ada prediksi penumpang per hari sekitar 60 ribu. Menurutnya untuk kembali ke angka 100 ribu per hari akan sulit sepanjang pembatasan penumpang berlaku.

“Kita tidak bisa mencapai 100 ribu, kereta MRT tidak akan menampung jumlah yang sama sebelum Covid-19,” kata William.

Tak hanya kebersihan, dalam protokol bangkit ini, seluruh penumpang dan petugas MRT Jakarta wajib menggunakan masker. Para penumpang juga harus berdiri di garis antrian yang sudah disediakan dan penumpang tak bisa menggunakan kartu Single Trip untuk sementara waktu.

“Kita siapkan jarak antrian tiap penumpang baik masuk ke gate maupun di peron. Jika ada penumpang yang tidak mematuhi, petugas akan memberitahu bahwa harus berada di jarak aman yang sudah dibuat,” jelas william.

Untuk memudahkan penumpang mengatur jarak sosial mereka, MRT Jakarta sudah membuatkan marka baik di stasiun maupun di dalam kereta sehingga ini bisa ditaati semua penumpang. William menambahkan, pihaknya juga menghimbau untuk semua penumpang tidak melakukan percakapan di dalam kereta baik telepon maupun langsung.

“Kita himbau penumpang tidak berbicara dalam kereta karena mereka hanya menggunakan masker kain sehingga percikan droplet ada kemungkinan masih bisa terkena penumpang lainnya. Untuk menghindari percakapan antar penumpang, maka ada jarak duduk antar penumpang dan yang berdiri akan menghadap ke arah tujuan kereta sehingga meminimalisir percakapan di dalam kereta,” jelasnya.

Dia menyebutkan, saat ini belum ada sanksi yang diterapkan bila ada penumpang yang berbicara satu dengan lainnya. William menambahkan, pihak MRT Jakarta sudah melakukan simulasi dengan marka-marka yang sudah ada baik di stasiun maupun di dalam kereta.

Untuk diketahui, saat ini MRT Jakarta sudah kembali mengoperasikan 14 rangkaian keretanya. Jam operasional pun berangsur normal dengan hari biasa atau weekday dari pukul 05.00 hingga 21.00 dengan headway lima menit di jam sibuk dan sepuluh menit di jam biasa. Sedangkan di hari libur atau weekend MRT Jakarta beroperasi pukul 06.00 sampai 20.00 dengan headway 20 menit.

Baca juga: Hadapi Dampak Covid-19, MRT Jakarta Siapkan Empat Skenario, Dari Moderat Hingga Buruk

“Karena weekend penumpang MRT Jakarta tidak penuh, maka kami buat headway lebih lama dibandingkan hari biasa. Mulai 8 Juni 2020, kebijakan kereta khusus wanita untuk sementara ditiadakan,” kata William.

 

Kaca Depan Kokpit Retak, Pilot Boeing 737 Hainan Airlines Terpaksa Return to Base

Pesawat Hainan Airlines yang akan berangkat menuju ke Bandara Internasional Beijing harus kembali lagi ke Sanya di Provinsi Hainan 40 menit setelah keberangkatan. Hal ini karena kaca depan pesawat Boeing 737-800 tersebut pecah saat lepas pada Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Kaca di Kokpit Mendadak Pecah, Kopilot Sichuan Airlines Nyaris Terkena Dekompresi

Peristiwa ini awalnya berangkat dari Sanya yang mulai lepas landas dan mencapai ketinggian 8000 kaki. Kemudian pilot melihat celah yang tiba-tiba meluas di kaca depan kokpit sebelah kanan yang membuat mereka memutukan return to base di ketinggian 8.100 kaki.

Pilot kemudian memutar kembali pesawat menuju ke Sanya tanpa cedera atau kerusakan yang lebih lanjut pada pesawat tersebut. Diketahui, kaca kokpit pesawat dibuat untuk menahan tekanan dan stres tingkat tinggi yang disebabkan oleh ratusan jam terbang.

Untuk membuat kaca depan ini aman, pabrik pesawat memasang dua lapisan kaca tebal sebagai pengaman jika ada lapisan yang lain retak. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (10/6/2020), kaca depan yang benar-benar hancur dapat mengakibatkan depressurisasi kabin yang cepat dan mengharuskan awak pesawat secepatnya mendarat untuk memastikan penumpang dapat terus bernapas.

Pakar keselamatan penerbangan Kapten John Cox mengatakan, bahwa retakan pada panel luar kaca depan ternyata dapat terjadi selama lepas landas dan biasanya disebabkan oleh masalah pemanasan. Retakan ini adalah seperti sarang laba-laba dan terus retak sehingga penting untuk mengurangi ketinggian serta secepatnya melakukan pendaratan.

“Kita harus menunggu penyelidikan resmi mengenai penyebab insiden tersebut. Tampaknya pilot memang bertindak sesuai dengan prosedur, dengan mendaratkan pesawat dengan aman. Ketinggian yang lebih rendah dari pesawat juga berarti risiko yang lebih rendah untuk pesawat,” ujar John.

Baca juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Hainan Airlines sudah mengalami beberapa masalah dalam beberapa tahun belakangan, pemiliknya adalah Grup HNA yang juga pemilik Hong Kong Airlines. Maskapai penerbangan telah menghadapi kesulitan keuangan dalam dua tahun terakhir, memaksanya untuk mengurangi armada dan memotong layanan penerbangan.

COMAC Serius Goyang Duopoli Airbus dan Boeing, Pesanan Nyaris 1.000 Unit Jadi Sinyal Kuat

Perusahaan dirgantara pelat merah asal Cina, China Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) mulai goyang duopoli Boeing dan Airbus. Betapa tidak, dengan pesanan nyaris 1.000 pesawat, COMAC memang benar-benar akan menjadi penantang serius produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) dan Eropa itu.

Baca juga: Yang Menarik dari Air China – Terobsesi Gunakan Pesawat Produksi Dalam Negeri

Reuters melaporkan, belum lama ini, COMAC dan China Express Airlines atau biasa juga dikenal sebagai Huaxia Airlines meneken perjanjian pembelian total 100 pesawat penumpang ARJ21 dan C919. Tidak disebutkan dengan jelas berapa pembagiannya.

Bahkan, media propaganda Partai Komunis Cina (PKC), Global Times, menyebut COMAC hingga saat ini telah menerima pesanan 815 pesanan untuk C919 dari 28 maskapai domestik dan asing. Tak disebutkan apakah jumlah tersebut termasuk pesanan 100 pesawat oleh China Express Airlines atau berbeda. Bila berbeda, berarti pesanan COMAC sudah mencapai hampir 1.000 pesawat.

Wu Guanghui, wakil Kongres Rakyat Nasional (NPC) sekaligus kepala desainer pesawat mengungkap, saat ini, total enam pesawat C919 sudah memasuki fase uji terbang dan sertifikasi kelaikan terbang dari otoritas penerbangan sipil Cina di tahun lalu. Hasilnya, proses uji coba yang dilakukan di Shanghai, Xi’an, Dongying, dan Nanchang berjalan dengan baik. Bila proses sertifikasi yang sempat tertunda beberapa tahun ini selesai, bukan tak mungkin, jumlah pesanan pesawat akan lebih meningkat dari sekedar 1.000 pesanan.

Menariknya, bukan hanya narrowbody, pangsa pasar widebody juga ingin disusupi COMAC. Wu mengungkapkan bahwa pesawat CR929 sekarang dalam tahap desain awal. Pesawat widebody jarak jauh itu dikembangkan bersama oleh COMAC dan United Aircraft Corporation milik Rusia. Pesawat tersebut diklaim akan memiliki jangkauan terbang sejauh 12.000 kilometer, dengan tiga lorong, dan 280 kursi.

Meskipun tak secara gamblang menyebut, langkah perusahaan dirgantara dalam negeri atau BUMN Cina ini memang dilakukan untuk bisa menyaingi dua produsen pesawat yang berkuasa di dunia Airbus dan Boeing.

Menyadari hal itu telah berada di depan mata, Menteri Keuangan Perancis, Le Maire belum lama ini mengatakan, salah satu alasan dikucurkannya dana senilai €15 miliar atau Rp239 triliun (kurs 1 euro = Rp15.725) untuk melindungi persaingan produsen pesawat global ke arah duopoli antara Boeing dan Comac dari Cina. Padahal, di saat yang bersamaan, Cina justru memandang duopoli itu terjadi antara Airbus dan Boeing.

Baca juga: CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body

Berbeda dengan pesawat narrowbody Cina penantang Airbus dan Boeing, C919, yang masih harus melewati proses sertifikasi, pesawat lainnya yang lebih kecil, ARJ21, telah lebih dahulu mulai merusak pasar ATR, Embraer, atau bahkan Bombardier.

Menurut laporan Global Times, pada akhir Mei, COMAC juga telah mengirimkan 25 jet regional ARJ21-700 ke tiga maskapai di negara itu, yaitu dari Chengdu Airlines, Tianjiao Airlines, dan Jiangxi Airlines. Ketiga maskapai bahkan telah membuka 50 rute ke 50 kota dan menyelesaikan lebih dari 830.000 penerbangan penumpang. Selain itu, tiga maskapai penerbangan negara terbesar di Cina, Air China, China Eastern, dan China Southern, tahun ini sudah mengumumkan kesepakatan untuk setiap pembelian 35 jet ARJ21.

Mulai Fase New Normal, Inilah Beragam Kebijakan dari Otoritas Darat Singapura

Beragam pembatasan pada transportasi publik mulai dikurangi di Singapura dan pada 2 Juni 2020 kemarin, layanan kereta dan bus reguler bersiap untuk mulai beroperasi secara penuh. Selain itu jam operasional serta interval kereta dan bus akan berjalan seperti sebelum kebijakan pembatasan.

Baca juga: Pastikan Social Distancing, Robot Anjing Tanpa Kepala Berkeliaran di Singapura

Dilansir KabarPenumpang.com dari todayonline.com (1/6/2020), otoritas Transportasi Darat Singapura atau LTA (Land Transport Authority) mengatakan, layanan yang akan beroperasi normal ini tidak termasuk yang melayani wilayah diskresioner atau rekreasi karena masih akan terus di tangguhkan untuk sementara waktu

“Ini termasuk layanan bus malam; Layanan Chinatown Direct; Layanan 926, yang pergi ke kebun binatang; Layanan 401, yang melayani East Coast Park; dan Layanan 188R dan 963R, yang melayani Resorts World Sentosa,” kata LTA.

Meski begitu tantangan akan tetap ada dalam memastikan jarak yang aman antara penumpang. Jika jumlahnya rendah, jarak sosial sejauh ini dapat dicapai antar penumpang. Namun Menteri Perhubungan Singapura, Khaw Boon Wan menuliskan dalam postingan Facebooknya, bila jumlah pengguna angkutan umum meningkat akan lebih sulit menegakkan langkah-langkah jarak sosial yang aman.

Tak hanya itu LTA Singapura juga mulai mencopot semua stiker penanda jarak sosial berwarna hijau dan oranye yang ditempel di atas kursi dalam kereta maupun bus. Selain itu penanda antrian naik di persimpangan bus dan penanda kursi di platform kereta juga akan bersihkan.

Pada masa pandemi ini, operator angkutan umum akan melanjutkan dengan rezim pembersihan yang ditingkatkan dan pelapisan anti-mikroba baru yang disinfeksi sendiri juga akan diterapkan pada titik-titik kontak tinggi pada bus dan kereta api seperti pegangan tangan, kancing, tiang pancang dan kursi. Langkah-langkah ini mirip dengan yang diambil untuk transportasi umum di kota-kota besar lainnya.

“Kami masih mendesak warga Singapura untuk bekerja dari rumah dan bagi mereka yang perlu meninggalkan rumah, untuk mengacaukan waktu mereka dan menghindari jam sibuk tradisional. Bahkan kemudian, akan ada saat-saat ketika jarak yang aman tidak akan mungkin,” kata Khaw.

Dia juga mendorong para penumpang untuk check in dan keluar dengan aplikasi SafeEntry di stasiun kereta api dan persimpangan bus, menghindari berbicara satu sama lain atau melalui telepon di transportasi umum, dan menjaga kebersihan pribadi yang baik seperti sering mencuci dan membersihkan tangan.

“Bekerjalah dengan Duta Transportasi dan pekerja angkutan umum kami agar kami dapat menjaga transportasi umum tetap aman untuk semua,” tambah Khaw.

Baca juga: Lagi-Lagi Proyek High-Speed Rail Malaysia dan Singapura Ditangguhkan

Selain bus dan kereta api, kode QR SafeEntry juga secara progresif diluncurkan ke semua taksi di Singapura, dan penumpang harus memindai kode sebelum naik. Penumpang yang memesan kendaraan mereka melalui aplikasi taksi atau platform naik-memanggil seperti Grab atau Gojek tidak perlu melakukan hal yang sama karena sudah ada data lain yang tersedia untuk membantu upaya pelacakan kontak jika diperlukan.

Walau Miliki Utang Segunung, Dua Kombinasi Finansial Bikin Garuda Indonesia ‘Bernapas’ Lega Sementara Waktu

Untuk sementara ini, Garuda Indonesia akhirnya bisa bernapas lega. Kepastian itu didapat setelah maskapai pelat merah itu mendapat keringanan dalam kewajiban membayar utang yang semestinya telah jatuh tempo pada 3 Juni 2020 lalu.

Baca juga: Sambut New Normal, Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penumpang 70 Persen dan Lion Air Kembali Beroperasi

“Maskapai nasional Garuda Indonesia berhasil memperoleh persetujuan sukukholders atas Consent Solicitation perpanjangan masa pelunasan global sukuk limited senilai US$500 juta selama tiga tahun dari waktu jatuh tempo yang semula pada 3 Juni 2020,” bunyi keterangan pers yang diterima KabarPenumpang.com.

Dengan diperolehnya persetujuan atas Consent Solicitation perpanjangan masa pelunasan global sukuk ini, Garuda Indonesia mengaku optimis dalam mengawali langkah seribu menuju pemulihan kinerja finansial perusahaan akibat pandemi Covid-19 yang mengacaukan bisnis mereka.

Selain itu, keringanan atau relaksasi yang didapatkan perusahaan dengan kode saham GIAA ini juga sekaligus melengkapi pinjaman modal kerja oleh pemerintah senilai Rp8,5 triliun. Meskipun dana tersebut sempat digadang-gadang akan digunakan untuk membayar utang, Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dengan tegas menampik seolah hal itu tidak akan terjadi.

“Sinyal utama yang sudah disampaikan Kementerian Keuangan, tidak boleh diperuntukkan buat bayar sukuk. Dana talangan harus disesuaikan dengan instrumen yang dipersyaratan oleh pemerintah. Karena dana talangan tersebut merupakan dana pinjaman alias bantuan berbentuk loan sehingga penggunaannya mesti dirundingkan bersama antara perusahaan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” katanya saat konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.

“Kami sedang menjajaki instrumen penggunaannya untuk apa saja. Secara implisit, instrumen itu mesti yang bisa diterima oleh Kementerian Keuangan,” lanjutnya.

Meskipun tak menjelaskan dengan rinci, dalam kesempatan itu, ia mengungkap pada intinya dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja dan efisiensi perusahaan. “Bagaimana itu kita memberikan mereka program rencana ke depan dari sisi penjualan dan pendapatan maupun efisien perusahaan,” kata pria eks Dirut PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI ini.

Hanya saja, karena dana yang dimaksud belum kunjung diterima karena satu dan lain hal, Irfan berharap dana talangan ini bisa segera cair, untuk memaksimalkan kinerja Garuda Indonesia ke depan. Selain itu, ia juga berharap pandemik virus corona bisa mereda.

Kemudian, karena proses pinjaman dari pemerintah untuk Garuda Indonesia masih berjalan dan masih dikaji berbagai instrumen mulai dari kesanggupan membayar utang hingga pengelolaan uang dari utang tersebut, Irfan masih cukup sadar angkanya bisa saja akan berubah. Boleh jadi lebih kecil atau sebaliknya.

Baca juga: Perancis Kucurkan Rp239 Triliun, Ratusan Ribu Karyawan Industri Penerbangan Batal PHK

“Yang sudah disepakati, tapi belum ditandatangani, baru ‘oh ini sepakat-sepakat, oke-oke’, udah tos. Kalau pinjam-meminjam gak bisa tos, perlu tanda tangan. Nanti kita lihat detailnya apa ada tambahan, selipan, apakah Rp8,5 triliun, atau Rp8,9 triliun, Rp10 triliun atau jadi Rp5 triliun, saya juga belum tahu. Tapi kelihatan akan bertahap, doakan saja bahwa ini bisa cepat,” ujarnya.

Padahal, jangan lupa, utang Garuda Indonesia bukan sekedar US$500 juta saja. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per September 2019, Garuda mencatat liabilitas jangka pendek sebesar US$2,87 miliar atau sekitar Rp40 triliun. Jumlah ini terdiri dari pinjaman jangka pendek sebesar US$837,73 juta, utang obligasi sebanyak US$498,44 juta, dan pos liabilitas lainnya.

Mirip di Bandara, Dua Stasiun Kereta di India Dilengkapi Sensor Thermal Canggih

Lockdown di India telah dibuka, dan sebagai antisipasi munculnya second wave serangan wabah Covid-19,  berbagai teknologi untuk dipersiapkan untuk  mencegah perluasan penyebaran virus tersebut. Seperti yang dilakukan South Central Railway (SCR) yang memasang kamera penyaring gambar thermal (panas suhu tubuh) di Stasiun Secunderabad dan Stasiun Hyderabad.

Baca juga: Canggih! Italia Jadi yang Pertama Gunakan Helm Thermal Scanning di Bandara

Kamera-kamera dengan penyaringan gambar thermal sejatinya sudah biasa diterapkan di bandara, namun masih jarang diterapkan di stasiun kereta api. Solusi kamera thermal ini terdiri dari perekam audio jaringan, monitor LED dan mekanisme alarm. Kehadiran teknologi ini membantu pekerjaan petugas yang mana tak lagi perlu memeriksa suhu tubuh masing-masing penumpang.

Stasiun India pindai suhu tubuh penumpang dengan kamera (thehansindia.com)

Sebab perangkat ini mampu menyaring panas atau suhu tubuh dari masing-masing penumpang. Bahkan secara simultan, sensor panas ini bisa mengecek suhu tubuh 30 penumpang dalam coverage pemindaian. Sehingga ketika penumpang mulai masuk ke daerah yang terjangkau kamera atau sekitar enam meter dari pintu masuk, kamera ini akan mulai mengecek suhu tubuh para penumpang.

KabarPenumpang.com melansir laman thehansindia.com (8/6/2020), kemudian hasil akan ditampilkan di layar monitor LED sebagai fokus gambar nyata bersama dengan 30 gambar termal penumpang lainnya yang berada dalam jangkauan. Suhu tubuh penumpang yang ditampilkan di monitor akan diikuti dengan pesan teks serta bunyi alarm peringatan bila suhu tubuh melebihi batas yang ditentukan.

Bahkan kamera yang dipasang di kedua stasiun ini mampu memindai dan merekam suhu penumpang yang berdiri di dua jalur berbeda secara bersamaan. Data yang didapat juga akan disimpan jika memang diperlukan. Diketahui saat ini satu kamera termal dipasang di gerbang Stasiun Secunderabad no.3 pada platform no.1 dekat area pemesanan umum dan kamera lainnya di pintu utama Stasiun Hyderabad.

Baca juga: Metro Beijing Hadirkan Kamera yang Mampu Identifikasi Penumpang Tanpa Masker

SCR juga rencananya akan menginstal dua kamera lain di Stasiun Secunderabad dalam minggu ini. Pemutaran penumpang dan pengoperasian peralatan penyaringan gambar termal peluru di pintu masuk stasiun sedang dilakukan oleh sayap keamanan dan kesehatan perkeretaapian.

National Rail (Inggris) Hadirkan Peringatan Penumpang via Aplikasi Jika Kereta dan Stasiun Penuh

Di era new normal, aktivitas kerja dan perkantoran sudah mulai dibuka secara bertahap. Pun dampaknya kepadatan kembali melanda pra saranan transpotasi, misalnya seperti stasiun kereta komuter. Nah, kepadatan calon penumpang, baik yang terjadi di dalam dan di luar stasiun, sudah barang tentu social distancing menjadi bermasalah, dan risiko penyebaran Covid-19 bakal meningkat.

Berangkat dari kasus di atas, National Rail, operator jaringan kereta di Inggris, menawarkan peringatan kepada penumpang jika stasiun atau kereta sibuk atau dalam keadaan penuh. Dalam hal ini segitiga peringatan akan muncul di aplikasi dan situs web National Rail untuk memberitahu pelanggan yang membeli tiket bahwa layanan kereta saat sibuk di jam tersebut.

Baca juga: BlueFilter, Teknologi Penyaring Virus dan Bakteri di Gerbong Kereta Api

National Rail mengatakan, pihaknya akan menggunakan tren perencanaan perjalanan dan pembaruan langsung dari staf kereta api untuk menjalankan sistem. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (5/6/2020), kepadatan telah menjadi masalah pada beberapa kereta selama pandemi virus corona ini.

Bahkan karena kepadatan ini, serikat transportasi RTM (The National Union of Rail, Maritime and Transport Workers) telah mengecam akan membagi dua layanan untuk melindungi staf dan penumpang. Diketahui sistem baru yang dihadirkan oleh National Rail ini dikembangkan oleh Zipabout start-up teknologi.

Melalui sistem ini, penumpang akan dapat mendaftar untuk peringatan di Facebook Messenger dan National Rail berharap untuk menawarkan pesan teks dan peringatan WhatsApp di masa depan. Selain itu, sistem ini juga akan menyarankan opsi perjalanan alternatif untuk membantu orang terhuyung-huyung dalam perjalanan mereka.

Adanya hal ini, pemerintah mengatakan, mereka menyambut pembaruan National Rail, tetapi menyarankan siapa pun yang dapat menghindari perjalanan kereta api harus terus melakukannya.

“Dengan kapasitas berkurang menjadi sekitar seperlima dari yang sebelumnya terlihat di jalur kereta api kami, penting bahwa orang-orang bekerja dari rumah jika mereka bisa, mengatur waktu perjalanan mereka untuk menghindari keramaian, dan menggunakan bentuk transportasi lain sedapat mungkin,” kata Sekretaris Transportasi Grant Schapps.

Memanfaatkan data dan teknologi baru akan sangat penting untuk memungkinkan jarak sosial sekarang, dan memodernisasi jaringan untuk masa depan. Menurut Office of Rail and Road (ORR), 51 juta lebih sedikit perjalanan dilakukan di kereta api Inggris dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Layanan berkurang secara substansial ketika kuncian dimulai pada bulan Maret, meskipun sudah mulai meningkat lagi setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan orang-orang yang tidak dapat bekerja dari rumah dapat pergi ke tempat kerja mereka. Pada hari Kamis (4/6/2020), pemerintah mengumumkan bahwa penumpang yang menggunakan angkutan umum di Inggris akan diharuskan memakai penutup wajah atau masker mulai 15 Juni.

Masker tersebut harus dikenakan di bus, trem, kereta api, gerbong, pesawat terbang dan ferry. Shcapps mengatakan, anak-anak dan orang yang memiliki kekurangan serta kesulitan bernafas akan merasa kesulitan bernapas akan dibebaskan.

Baca juga: East Japan Railway Hadirkan Aplikasi “Train’ing,” Mudahkan Penumpang Berolahraga Dalam Kereta

National Rail juga mengungkapkan waktu tersibuk di beberapa stasiun besar Inggris yakni Birmingham New Street 06.00 hingga 06.30, Bristol Temple Meads 08.30 hingga 09.00, Cardiff Central 8.30 hingga 9.00, Edinburgh Waverly 07.00 hingga 08.00, Glasgow Queen Street 07.00 hingga 08.30, Leeds 08.00 hingga 08.30, Liverpool Lime Street 08.00 hingga 08.30, London Victoria 07.00 hingga 07.30, London Waterloo 06.30 hingga 07.30 dan Manchester Piccadilly 07.00 hingga 7.30.