Kapten Lindemann – Sang ‘Penantang’ Gelombang Tsunami Gunung Krakatau 1883

Letusan dahsyat Gunung Krakatau pada Minggu-Senin, 26-27 Agustus 1883 menyisakan cerita. Reruntuhan Gunung Krakatau ke lautan, yang terdiri dari puncak Gunung Berapi Perboewatan, Danan, dan Rakata, setelah empat letusan dahsyat, juga membuat tsunami dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut Selat Sunda.

Baca juga: Hari Ini, 137 Tahun Lalu, Letusan Gunung Krakatau Berkekuatan 13 Ribu Kali Bom Hiroshima Terjadi

Di antara banyak kesaksian, kisah perjuangan Kapten T. H. Lindemann bersama enam orang kru di kapal Belanda, Governeur Generaal Loudon selamat dari ‘kiamat kecil’ dampak letusan dahsyat Gunung Krakatau jadi salah satu yang menarik.

Dilansir krakatoavolcanoeruption.weebly.com, pasca letusan besar pertama Gunung Krakatau pada Minggu, 26 Agustus 1883, Kapten T. H. Lindemann berniat untuk mencari tahu kondisi yang sebenarnya terjadi.

Pasalnya kala itu, sebaran informasi belum secepat sekarang ini. Sekilas, yang paling kentara ialah, langit menjadi hitam pekat tak lama setelah ledakan keras terjadi. Bahkan, dikisahkan di laman vansandick.com, tangan yang berada di depan mata sendiri saja sampai tak terlihat. Saking gelapnya. Selain itu, dari kejauhan, Gunung Krakatau juga diselimuti asap.

Rasa penasaran Kapten T. H. Lindemann semakin menjadi seiring berjalannya waktu. Makin malam, letusan terus terjadi dengan intensitas yang kian memburuk dan membuat gendang telinga warga di sekitar jarak 40 km pecah, saking kerasnya letusan. Di sekitar Gunung Krakatau, cahaya merah tampak menyelimuti langit akibat erupsi.

Keesokan harinya, Senin 27 Agustus 1883 sekitar pukul 6 pagi, Kapten T. H. Lindemann mendapati langit tak segelap kemarin, namun, matahari masih tak muncul karena diselimuti abu vulkanik. Berbagai batuan keras juga mulai menyerang rumah-rumah warga di sekitar. Tak lama, angin kencang disertai guncangan kembali terjadi. Bahkan, beberapa rumah di sekitar roboh karenanya.

Sekitar jam 7 pagi, Kapten T. H. Lindemann yang tengah berjaga-jaga di pantai di sekitaran Telok Betong (sekarang menjadi Telukbetung, Kota Bandar Lampung), dari kejauhan melihat seperti ada ombak cukup tinggi, seperti gunung air. Ombak tersebut kemudian menghantam wilayah pesisir dan diyakini mampu memusnahkan apapun yang ada. Sadar wilayahnya juga terancam, ia bersama enam kru kapal pun berlayar menggunakan kapal Governeur Generaal Loudon menuju Anjer (Anyer) di seberang pulau.

Ilustrasi kapal Belanda Governeur Generaal Loudon yang lolos dari terjangan tsunami akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Foto: Wikipedia

Saat dalam perjalanan itulah, tiba-tiba gelombang tsunami setinggi 30 meter akibat letusan reruntuhan Gunung Krakatau ke lautan mendekat dengan kecepatan tinggi. Dalam keadaan terdesak namun masih cukup waktu untuk berpikir, Kapten T. H. Lindemann memutuskan untuk melawan tsunami. Ia memerintahkan agar kapal berlayar mendekat ke arah datangnya tsunami, bukan menjauh.

Walaupun sempat hampir terbalik dan membuat seluruh penumpang mabuk, kapal akhirnya berhasil masuk ke dalam pusaran gelombang dan berlayar dengan kecepatan penuh di ujung gelombang yang berada di ketinggian. Saat itu, kapal sebetulnya belum benar-benar bisa dibilang selamat. Dari ketinggian sekitar 30 meter, kapal bisa saja terhempas ke perairan dengan keras dan hancur berkeping.

Beruntung, kapal berhasil kembali perairan dengan agak mulus dan berlayar menuju Anyer. Saat itu, kesaksian Kapten T. H. Lindemann bersama kru, tak ada lagi pemukiman yang mereka lihat kecuali lautan lepas.

“Kapal melaju dengan sudut tinggi melewati puncak gelombang dan menuruni sisi lainnya. Gelombang terus berlanjut menuju darat dan awak yang lumpuh menyaksikan laut dalam satu gerakan menyapu kota. Di sana, di mana beberapa detik sebelumnya telah terbentang Kota Telok Betong, tidak ada yang tersisa kecuali laut lepas,” bunyi kesaksian Kapten T. H. Lindemann.

Baca juga: Pasca Tsunami, Trafik Lintasan Ferry Merak – Bakauheni Berlangsung Aman dan Lancar

Selain Kapten T. H. Lindemann, ada juga kisah korban selamat letusan Gunung Krakatau disusul tsunami setinggi 30 meter lainnya. Istri seorang penjaga pantai, Beyerinck, dikisahkan selamat setelah mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat awan panas dan air yang dibawa tsunami menerjang rumah.

Awalnya, ia dan suami sempat ingin bunuh diri dengan cara memotong tangan keduanya begitu melihat ombak setinggi gunung dihadapan mereka. Alasannya, agar tak merasakan sakit mendalam akibat mati perlahan. Beruntung, pisau tak ada dan ombak lebih dahulu menghempas mereka. Sang suami tewas sedangkan istrinya selamat meskipun dalam kondisi mengenaskan.

Stres Kehilangan Pekerjaan, Seorang Pilot Diduga Bunuh Diri

Kehilangan pekerjaan bisa menjadikan seseorang gelap mata dan melakukan tindakan bodoh pada orang sekitar atau diri sendiri. Seperti yang baru-baru ini terjadi, di mana seorang pilot asal Malaysia bunuh diri akibat stres setelah kehilangan pekerjaannya dua bulan lalu.

Baca juga: Coba Bunuh Diri, Awak Kabin Lompat dari Lantai 3 Gedung Kantor Pusat Emirates

KabarPenumpang.com melansir dari laman worldofbuzz.com (6/8/2020), pilot yang berusia 35 tahun tersebut diketahui asal Serdang, Malaysia diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 12 unit kondominium di Bandar Kinrara, Puchong, Malaysia pada Senin (3/8/2020) pukul 15.00 waktu setempat. Pilot yang diketahui bernama Sanjiv Daevin tersebut meninggal akibat luka-luka.

Kepala Polisi Serdang ACP Ismadi Borhan mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan setelah menerima telepon dari saksi mata sepeluh menit setelahnya. Ismadi bersama anggota kepolisian lainnya langsung melakukan pemeriksaan di sekitar area tersebut.

“Penyelidikan awal kami menunjukkan bahwa korban jatuh dari lantai 12 kondominiumnya. Kami juga mengesampingkan setiap kecurangan dalam kematian mendadaknya,” kata Ismadi.

Dia menambahkan, menurut keterangan dari para saksi dan orang terdekatnya, korban kehilangan pekerjaan dua bulan lalu dan dalam kondisi tertekan. Ismadi mengatakan, ketidakmampuan untuk mengatasi stres menyebabkan keputusan korban untuk melompat dari gedung kondominiumnya.

“Laporan post mortem juga menunjukkan cedera yang konsisten dengan jatuh,” tambahnya.

Sanjiv sendiri sebelum diberhentikan dari pekerjaannya merupakan seorang pilot maskapai bertarif rendah regional yang berbasis di Malaysia. Dia juga pernah menjadi bagian dari band fusion lokal bernama Aseana Percussion Unit (APU).

“Atas nama Aseana Percussion Unit dan anggota keluarga kami, dengan berat hati, kami ingin menginformasikan bahwa pemain biola, kibordis dan perkusi tersayang kami, Sanjiv Daevin telah pulang pagi ini untuk bersama Tuhannya. Tolong salatlah doa Anda untuk Sanjiv dan semoga jiwanya beristirahat dalam damai surgawi. Selalu di hati kami, Sanjiv Daevin,” tulis band ini dalam laman Facebook mereka.

Baca juga: Ikuti Diet Tak Jelas dari Google, Pria Muda Tabrakkan Diri ke Kereta di Manchester

Atas insiden ini, Ismadi mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari spekulasi yang dapat menghambat penyelidikan dan peka terhadap perasaan keluarga. Sanjiv sendiri pada 4 Agustus kemarin di kremasi di Desa Peringatan Jing An.

AERQ Tawarkan Pendekatan Holistik untuk Digitalkan Kabin Pesawat

In Flight Entertainment (IFE) di masa pandemi banyak yang tidak diaktifkan dalam penerbangan beberapa maskapai, salah satunya di India. Meski begitu Lufthansa Technik (LTH) dan LG dari Korea Selatan justru tengah berupaya memaksimalkan IFE di masa pandemi, sebagai dari upaya baru untuk mendigitalkan kabin pesawat.

Baca juga: Lion Air Telah Hadirkan “WiFi on Board Entertainment” di Tujuh Armada Boeing 737-900ER

KabarPenumpang.com merangkum runwaygirlnetwork.com (24/8/2020), LHT dan LG bermitra serta menghadirkan merek baru AERQ yang muncul pada musim gugur lalu. Di mana mereka mengajukan gagasan untuk menambahkan lebih banyak papan reklame digital termasuk “Papan Selamat Datang” yang terbuat dari layar OLED besar. Direktur pelaksana AERQ Arnd Kikker dan Sangsoo Lee mengatakan, bahwa visi AERQ telah berkembang dengan mencakup platform TI terbuka, layar IFE di kursi dan elemen penting lainnya.

“Platform AERQ mencakup titik kontak seperti Sistem Inseat dan Papan Iklan Digital Kabin. Sistem Inseat memberi penumpang pengalaman hiburan dalam pesawat yang luar biasa, termasuk integrasi perangkat mereka sendiri. Layar Cabin Digital Signage didasarkan pada teknologi OLED terbaru. Papan Selamat Datang adalah bagian dari solusi layar. Ini dapat menyambut penumpang di dalam pesawat dan berfungsi juga untuk meningkatkan merek maskapai sambil memberikan informasi yang relevan dengan penumpang,” jelas Kikker.

Dia mengatakan, teknologi yang sama dapat diterapkan pada panel langit-langit untuk memberi penumpang pengalaman kabin yang disesuaikan dan memungkinkan maskapai dalam meningkatkan kesadaran mereka. Kikker menjelaskan AERQ merupakan platform TI terbuka yang terdiri dari titik kontak onboard serta arsitektur perangkat lunak yang memungkinkan kontrol dan penyesuaian.

Sedangkan LG menyediakan semua layar seperti papan tanda digital kabin dan layar IFE di semua sandaran kursi yang dilengkapi LCD 4K mutakhir. Di masa pandemi ini, layar IFE juga menampilkan protokol kesehatan dan keselamatan baru. Dalam Op-Ed baru-baru ini untuk RGN, kepala El Al hiburan & konektivitas dalam penerbangan, Tal Kalderon membuat kasus untuk menghubungkan layar IFE di belakang kursi ke Internet untuk memungkinkan penumpang terhubung ke akun pribadi penyedia streaming mereka (misalnya, Netflix, Amazon, Disney +, Spotify).

“Pada tahap pertama, mungkin karena takut menyentuh layar yang disebabkan oleh Covid-19, kami cukup mengaktifkan Mirroring perangkat pintar ke layar sehingga penumpang dapat menghindari menyentuh layar hanya dengan menggunakan perangkat pribadi mereka. Tapi setelah pandemi berlalu, penggunaan seatback screen lebih diutamakan,” kata Kalderon.

Lee menambahkan, AERQ menawarkan pendekatan holistik untuk mendigitalkan kabin pesawat yang mana maskapai penerbangan harus memiliki kebebasan dan fleksibilitas tertinggi dalam hal menciptakan pengalaman kabin digital. Apalagi penumpang ingin mengalami perjalanan mereka dengan lebih personal, nyaman dan menghibur. Sehingga layar sentuh di kursi yang dapat disesuaikan akan menjadi semakin penting untuk jarak pendek dan jarak jauh. Maskapai juga dapat menyampaikan merek mereka melalui layar.

“Ponsel cerdas penumpang adalah bagian penting dari rencana digitalisasi kabin AERQ. Ya, ponsel penumpang adalah bagian dari Sistem Inseat yang memungkinkan penumpang mengintegrasikan perangkat mereka sendiri. Konektivitas WiFi sederhana dan perpaduan Bluetooth menciptakan pengalaman hiburan kelas atas. Perangkat seluler penumpang menjadi terintegrasi sebagai titik kontak untuk informasi, pembayaran, dan personalisasi. Perangkat kru juga akan terhubung,” kata Lee.

Dia menambahkan, AERQ sekarang berfokus untuk mengembalikan kendali maskapai atas pengalaman kabin penumpang dan menjadikan mereka pemilik semua data penumpang digital. Kikker menjelaskan, kehadiran mereka untuk menjadikan maskapai sebagai playmaker bagi pengalaman kabin mereka sendiri.

Baca juga: Panasonic dan Emirates Hadirkan Teknologi Hiburan Tingkat Tinggi di Boeing 777-300ER

Sebab setiap maskapai tahu apa yang mereka butuhkan dan pesawat harus dianggap sebagai pusat data. Sehingga langkah pertama untuk mendigitalkan kabin pesawat adalah platform IT terbuka yang menghubungkan titik-titik antara penumpang, kru, dan pengembang. Platform AERQ dirancang untuk memungkinkan kontrol dan penyesuaian penuh oleh maskapai penerbangan.

Bantu E-Commerce, Kereta Api Cina Kembangkan Jaringan Kargo Berkecepatan Tinggi

Baru-baru ini, operator kereta api China Railway berencana untuk mempercepat pengembangan jaringan kargo berkecepatan tinggi. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa memperkuat jaringan e-commerce dengan mengangkut paket berukuran premium dan kecil. Selain itu juga melakukan pengembangan untuk memperluas jaringan penumpang dan membangun sistem kontrol yang mengintegrasikan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri.

Baca juga: Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut

Negeri Tirai Bambu ini pun berambisi menjadi pemimpin dunia dalam transportasi kereta api dan Kementerian Perhubungan mengindikasi akan melipatganda upaya untuk pengembangan jaringan maglev yang mampu mencapai kecepatan hingga 600 km per jam. Adanya rencanya pengembangan jaringan ini karena, biaya transportasi barang saat ini diperkirakan dua kali lipat dari Jepang dan Amerika Serikat.

KabarPenumpang.com merangkum yahoo.com (22/8/2020), karena masalah ini, Presiden Xi Jinping ternyata sudah mengidentifikasi biaya logistik yang tinggi sebagai penghalang pembangunan ekonomi. Bahkan mantan walikota metropolis barat daya Chongqing Huang Qifan telah menulis dalam jurnal lresmi yang terbit bulan lalu, bahwa biaya logistik Cina berjumlah 15 persen dari PDB dan ini hampir dua kali lipat dari AS, Eropa dan Jepang.

“Secara umum disepakati bahwa biaya logistik yang tinggi di China adalah salah satu faktor kunci di balik penggunaan rel kereta api yang relatif rendah untuk kargo yang mencapai sekitar 9,5 persen. Meningkatkan persentase menjadi 15 hingga 25 persen akan membantu mengurangi biaya logistik Cina secara signifikan,” tulis Huang.

Cina diketahui pertama kali menetapkan rencana untuk mengembangkan kereta barang berkecepatan tinggi pada tahun 2014, tetapi rencana tersebut ditangguhkan dua kali karena permintaan yang rendah. Proyek ini dihidupkan kembali pada akhir 2017 ketika China Railway Rolling Stock Corp, pembuat gerbong barang dan gerbong penumpang terbesar di dunia, mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan gerbong barang berkecepatan tinggi yang dirancang untuk memungkinkan forklift memuat dan menurunkan barang.

Rencana terbaru China Railway bertujuan untuk mengembangkan berbagai pengangkut kargo, termasuk kereta tugas berat dengan muatan 30 ribu ton, kereta barang ekspres lebih cepat dan peti kemas baru. Perusahaan juga berencana mendigitalkan fasilitas logistik di stasiun dan gudang kereta api.

Wu Guodong, wakil direktur departemen lokomotif dan mobil China Railway, mengatakan ada potensi besar untuk layanan pengiriman barang berkecepatan tinggi karena bisnis online terus berkembang di China. Jaringan kereta api berkecepatan tinggi China menjadi dua kali lipat pada tahun 2035 berdasarkan cetak biru baru.

“E-commerce China yang berkembang pesat memberikan potensi pasar yang sangat besar untuk layanan pengiriman ekspres. Kami secara aktif meneliti dan mengembangkan kereta barang berkecepatan tinggi kami dan melakukan studi lanjutan tentang permintaan dan pengoperasian pasar,” kata Wu.

Baca juga: Dewi Mazu Tertangkap Kamera Tengah Bepergian Naik Kereta Cepat di Cina

Mo Zhisong, direktur divisi persinyalan China Railway, mengatakan bahwa sistem kontrol pintar yang baru akan jauh lebih efisien dibandingkan dengan sistem blok tetap konvensional yang sudah berumur seabad.

“Interval kereta api akan dipersingkat dari periode minimum tiga menit saat ini menjadi dua menit, menghasilkan peningkatan kapasitas transportasi sebesar 30 persen,” kata Mo.

Jijay Banget, Penumpang Pesawat Jemur Sepatu di Pendingin Udara Kabin

Sepertinya kata lagi, sudah tak cukup untuk menggambarkan perilaku seorang penumpang pesawat. Pasalnya mereka berkali-kali melakukan tindakan yang terlihat bodoh dan lupa akan sekitarnya. Pada awal tahun 2020, hal mengesalkan kembali terjadi dalam sebuah penerbangan di mana seorang penumpang dengan santainya mengeringkan sepatu yang basah di pendingin udara.

Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat

Saat itu penumpang tersebut mengeringkan sepatunya dengan mengangkat ke arah pendingin udara di atas kepalanya. Kemudian seorang penumpang lain yang duduk agak jauh darinya merekam perbuatan penumpang itu dan menjadi viral di dunia maya.

Bahkan menjadi bertambah viral ketika akun Instagram Passanger Shaming kembali membagikannya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (24/1/2020), video tersebut sudah di tonton lebih dari 802 kali oleh warganet di Instagram Passanger Shaming sejak di posting pada (16/1/2020) lalu. Passanger Shaming memberi caption video tersebut, “Jadi ya, BS ini, omong kosong kesadaran diri nol terjadi … lagi … #PLEASESTOP 🚫WTFFFFFF ✈️💨👟🤷🏼‍♀️👣🤯 Terima kasih @dylanmiller telah mengirimkan ini!”

Video tersebut dikomentari oleh warganet dan sebagian besar setuju dengan caption Passanger Shaming. Bahkan beberapa diantaranya hanya berkomentar dengan menampilkan emoji.

“Jika saya mengetahui seseorang melakukan ini, saya akan meninju,” tulis seorang warganet.

“Asap suci ini menjijikkan. Kakinya bau muncrat ke seluruh penumpang di sekitarnya,” imbuh yang lain.

“Setidaknya itu bukan pakaian dalam,” yang lain menambahkan.

Sebelum kejadian ini, pada awal 2018 seorang wanita menjemur pakaian dalam di pendingin udara tepat di atas kepalanya. Wanita itu terekam dalam penerbangan Ural Airlines dari Antalya di Turki menuju ke Moskow di Rusia. Wanita itu menjemur pakaian dalam tersebut sekitar 20 menit.

Sayangnya, penumpang pesawat lain yang melihat kejadian itu sama sekali tidak menggubris ataupun menegur perempuan tersebut justru malahan mereka mem-videokan kelakuan perempuan itu. Saksi mata yang melihat kejadian mengatakan, perempuan tersebut tampak tak malu saat menggoyang-goyangkan celana dalam di bawah lubang pendingin tersebut.

Baca juga: Penumpang Pesawat Hangatkan Pizza Pakai Lampu Kabin, Tertarik Coba?

Karena dianggap menarik, penumpang lain juga hanya bisa terkejut saat melihat teknik mengeringkan celana dalam perempuan tersebut. “Semua orang amat terkejut melihat pemandangan itu tetapi mereka memilih diam tak berkomentar,” ujar salah seorang penumpang. Beberapa penumpang lainnya menduga perempuan tersebut merupakan seorang ibu yang mengeringkan celana dalam milik anaknya yang basah terkena air di dalam pesawat.

Hari Ini, 81 Tahun Lalu, Heinkel He 178 Nazi Jerman Pelopori Era Penerbangan Turbojet di Dunia

Hari ini, 81 tahun lalu, Heinkel He 178 pesawat jet pertama di dunia berhasil terbang perdana. Pesawat dengan mesin dan kabin tunggal berkecepatan 700 kilometer per jam ini bukan hanya pelopor era penerbangan turbojet di dunia, tetapi juga disebut menjadi peletak dasar desain pesawat jenis baru setelahnya.

Baca juga: Perang Dunia I Dorong Ilmuan Inggris Kembangkan Telepon Nirkabel di Kokpit

Dikutip dari militaryfactory.com, sebelum perang dunia kedua meletus, Jerman bisa dibilang jadi pelopor teknologi di berbagai sektor, darat, laut, dan udara. Untuk udara, pesawat tempur jet pertama di dunia besutan Jerman, Messerschmitt Me 262, mungkin masih jadi perdebatan mengingat Inggris juga mengklaim hal serupa lewat Gloster Meteor F8 karya ilmuan lokal ternama, Sir Frank Whittle.

Namun, untuk pesawat jet pertama di dunia, yang juga bersaing ketat di jagat domestik dengan Messerschmitt Me 262, tak ada satupun pengganggu hegemoni Heinkel He 178.

Embrio Heinkel He 178 dimulai pada tahun 1937. Ide Ernst Heinkel membuat pesawat dengan konsep propulsi turbojet pertama di dunia tak lepas dari jasa insinyur Dr. Hans Pabst von Ohain yang didapuk sebagai penanggung jawab pengembangan mesin turbojet dalam naungan Heinkel Flugzeugwerke yang sudah didirikan sejak 1922.

Meskipun ditentang rezim Nazi Hitler karena dianggap tak menguntungkan, meningat pengembangan dinilai butuh waktu dan investasi besar, tak sejalan dengan keinginan rezim yang fokus pada tensi politik menghadapi perang dunia II, namun, Heinkel dan Ohain terus maju. Kerja keras Ohain pun berhasil membuahkan mesin HeS 1 pada tahun 1937.

Heinkel tak tinggal diam dan berhasil mengembangkan mesin HeS 3 berbahan bakar diesel. Kala itu, inovasi pembuatan mesin turbojet memang belum menemui titik terang. Namun, mesin tersebut justru disambut baik rezim Nazi Hitler karena dinilai berpotensi membawa Jerman memenangi Perang Dunia II.

Belum puas dengan mesin HeS 3, pada tahun 1938, Heinkel melanjutkan pengembangan mesin terbojet. Berbekal konsep pesawat turbojet yang diusulkan pemerintah, prototipe Heinkel He 178 pun menjawab kebuntuan. Setelah melalui beberapa pengujian, 27 Agustus 1939 atau sepekan sebelum genderang Perang Dunia II ditabuh, Heinkel He 178 berhasil mengudara dan secara resmi memulai era penerbangan jet di langit Rostock, Jerman Utara.

Menariknya, pesawat berhasil melesat hingga 600 kilometer per jam, cukup cepat untuk ukuran kala itu. Sebetulnya, pesawat bisa lebih cepat dari pada itu, namun, Heinkel He 178 dibatasi hanya boleh di bawah 643 kilometer per jam karena desain aerodinamika pesawat masih belum sempurna.

Awalnya, penerbangan perdana tampak lancar-lancar saja sampai ketika seekor burung terhisap masuk ke dalam mesin dan mendadak mati saat pesawat masih di udara. Beruntung, pilot uji, Flugkapitan Erich Warsitz, berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat.

Dibanding pesawat-pesawat sekutu -seperti pesawat pengebom Hiroshima-Nagasaki Enola Gay– atau pesawat Jerman lainnya, desain Heinkel He 178 tergolong cukup unik, dengan menempatkan sayap nyaris diujung atas badan pesawat. Begitu juga posisi mesin yang terkubur jauh di dasar badan pesawat.

Baca juga: Boeing 377 Stratocruiser, Pesawat dengan Kabin Bertekanan Pertama di Dunia

Nasib pesawat dengan bentang sayap tujuh meter lebih, panjang tujuh meter, dan tinggi hampir dua meter ini, sebagaimana dikutip dari aviation-history.com, akhirnya harus kandas karena gempuran sekutu dalam Perang Dunia II. Dua prototipe Heinkel He 178 yang berhasil dibuat hancur berkeping pada tahun 1943 dan 1945. Hal itu pun menandai akhir dari sepak terjang pesawat dengan bobot kosong sebesar 3.565 lbs maksimum muatan mendekati 4.400 lbs ini di industri kedirgantara dunia.

Meskipun tak satupun replika yang tersisa, dokumentasi Heinkel He 178 dianggap lebih dari cukup untuk menandakan sumbahsih ide dan gagasan pesawat di kancah global.

Strategi Jendela Retak, Andalan Baru Cegah Vandalisme Di Kereta Bawah Tanah New York

Setelah menderita kerugian sekitar US$300.000 akibat perusakan kaca kereta bawah tanah New York oleh demonstran, Otoritas Transportasi Metropolian (MTA) dikabarkan tengah meninjau ‘strategi jendela retak’ atau ‘broken windows strategy’ untuk mengendalikan situasi. Saat ini, MTA tengah berkomunikasi dengan Departemen Kepolisian Kota New York (NYPD) terkait rencana tersebut.

Baca juga: Imbas Corona, Wanita Asia Jadi Bahan Omelan Rasis di Kereta Bawah Tanah New York

Hanya saja, tak dibeberkan dengan jelas korelasi langsung antara strategi tersebut dengan upaya menekan frekuensi pengrusakan jendela dan kerusuhan oleh orang tak dikenal, yang diduga masih ada kaitannya dengan protes kematian George Flyod oleh orang kulit hitam.

Kepala Keamanan MTA, Pat Warren, mengungkap kondisi yang sudah sedemikian kacau membuat pendekatan represif sangat dimungkinkan, selain tetap menjalankan pendekatan preventif melalui peningkatan pengawasan.

Bila tidak, hal itu akan sangat merugikan mengingat pandemi Covid-19 membuat keuangan MTA mengalami defisit akibat ditinggal pelanggan. Ibarat jatuh tertimpa tangga, seringnya perusakan jendela kereta bawah tanah New York juga menyebabkan stok jendela jadi semakin menipis.

“Izinkan saya memberi tahu Anda, jika ada waktu yang kami pikirkan tentang strategi jendela retak, ini mungkin saat yang tepat dan kami pasti ingin melanjutkan dan bekerja dengan NYPD terkait strategi itu jika mereka (NYPD) memilih untuk menerapkannya,” Kata Warren, seperti dikutip dari qns.com.

Upaya mencegah terjadinya aksi vandalisme, dalam hal ini memecahkan kaca jendela dengan berbagai benda tumpul saat kereta bawah tanah tengah beroperasi, mendesak untuk dilakukan. Ketika itu terjadi, MTA, mau tak mau harus mengirim kereta ke depo untuk diperbaiki.

Akibatnya, jadwal kereta jadi terganggu dan terjadi penumpukan di beberapa stasiun. Selain membuat penumpang jadi tak nyaman, kerumunan yang tercipta akibat keterlambatan kereta juga membuat potensi penyebaran virus corona menjadi semakin besar. Terlebih, subway Kota New York merupakan salah satu kereta bawah tanah tersibuk di dunia, bersama Beijing, Seoul, Shanghai, Moscow, Tokyo dan Guangzhou.

Baca juga: Jilat Jemari dan Pegang Tiang Kereta Bawah Tanah, Pria ini Mendapat ‘Kutukan’ dari Netizen!

Baik pihak NYPD maupun MTA, sejauh ini belum bisa mengidentifikasi motif dibalik pengrusakan tersebut. Keduanya juga tak mau berspekulasi. Namun, untuk sementara waktu, sambil opsi strategi jendela retak dijalankan, NYPD berencana menempatkan polisi berpakaian preman untuk mencegah pengrusakan kembali terulang.

Sekilas tentang subway Kota New York, dengan 469 stasiun, New York Subway didapuk sebagai sistem kereta dengan jumlah stasiun paling banyak di dunia; sekalipun dalam daftar kereta bawah tanah tersibuk di dunia, New York Subway bukanlah rajanya. Saat ini terdapat 34 jalur subway yang beroperasi setiap harinya di dunia bawah tanah Kota New York. Pada tahun 2016 lalu, sistem kereta bawah tanah Kota New York yang mulai dibangun pada 1904 tersebut, tercatat melayani sekitar 5,7 juta pengunjung per hari.

Scoot Ubah Airbus A320ceo dari Pesawat Penumpang Jadi Pengangkut Kargo

Menurunnya penumpang pesawat di masa pandemi, membuat hampir semua maskapai memutar otak mereka agar pesawat bisa terbang dan masih menghasilkan. Seperti Scoot yang kemudian memodifikasi salah satu pesawat penumpangnya untuk mengangkut kargo mulai Agustus 2020. Maskapai berbiaya hemat itu mengubah pesawat penumpang dengan melepas semua kursi salah satu armada A320ceo-nya. Ini agar kapasitas angkut kargo pesawat dapat mencapai 20 ton.

Baca juga: Terjadi Lagi, Pesawat Penumpang Dikonversi Jadi Pesawat Kargo Gegara Penerbangan Loyo

“Dengan banyak penumpang pesawat yang menganggur karena pandemi, Scoot mulai mengoperasikan penyewaan kargo untuk membawa pasokan penting sebagai aliran pendapatan alternatif,” kata kepala eksekutif Scoot Campbell Wilson yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (25/8/2020).

Pesawat milik Scoot ini melakukan penerbangan pertama setelah di modifikasi dengan lepas landas dari Fuzhou di Cina menuju ke Bandara Internasional Changi Singapura pada Sabtu (21/8/2020). Dalam penerbangan ini, pesawat tersebut mengangkut sebanyak 13 ton kargo yang mana sebagian besarnya adalah barang penting.

Meski begitu ternyata maskapai ini telah mengoperasikan lebih dari 200 charter kargo ke dan dari sepuluh kota di Perth Australia serta Hangzhou di Cina sejak Maret. Namun, ini adalah pertama kalinya Scoot melepas semua kursi pesawat penumpang sehingga dapat mengangkut kargo.

Saat ini Scoot menjadi salah satu maskapai penerbangan pertama di kawasan ini yang mengoperasikan penerbangan charter kargo dengan pesawat yang dimodifikasi. Untuk diketahui, dalam modifikasi Armada A320ceo ternyata memakan waktu empat hari dalam menyelesaikan dan menerapkan tindakan pencegahan keselamatan.

Sebab dalam modifikasi ada pemasangan plakat untuk membatasi area tempat kargo dan menambahkan alat pemadam kebakaran. Pada penerbangan kargo ini ada dua pilot dan dua awak kabin yang berada dalam pesawat tersebut untuk memastikan operasional yang lancar serta aman.

Selain itu para awak tersebut juga mengelola keadaan darurat jika terjadi sesuatu dalam penerbangan tersebut. Ternyata, Scoot tidak hanya akan mengubah satu armada saja, melainkan pada Agustus ini juga ada empat lagi yang akan dimodifikasi.

Di mana A320 lainnya akan dimofikasi pada minggu ini. Poros Scoot dari mengangkut penumpang ke kargo datang ketika industri penerbangan menghadapi kontrol perbatasan yang lebih ketat di tengah pandemi Covid-19, dengan banyak maskapai mengurangi jumlah penerbangan penumpang karena permintaan untuk perjalanan udara merosot.

Baca juga: Tak Ingin Meratapi Nasib, Hi Fly Ubah Airbus A380 Jadi ‘Varian’ Kargo Pertama di Dunia

“Scoot dengan gesit menanggapi kondisi pasar selama masa-masa sulit ini untuk memenuhi permintaan angkutan udara. CAAS dengan senang hati mendukung upaya mereka dalam memodifikasi pesawat penumpang mereka untuk membawa kargo di dalam kabin. Pesawat yang dimodifikasi tersebut akan memungkinkan Scoot untuk memasang layanan kargo antara Singapura dan pasar perdagangan utama,” kata Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) Kevin Shum.

Google Maps Perjelas Detail Tingkat Jalan dan Citra Lebih Berwarna di Seluruh Dunia

Google Maps mendapatkan pembaruan yang signifikan dengan menghadirkan lebih banyak detail dan granularitas ke petanya. Ini terlihat dengan perubahan yang mencakup fitur alami dan detail tingkat kota. Untuk yang pertama, Google mengatakan ini akan memanfaatkan tekni penglihatan komputer untuk menganalisis fitur alami dari citra satelit.

Baca juga: Melihat Pemetaan Street View Google Maps dari Kursi Penumpang

Kemudian memberi kode warna fitur untuk referensi visual yang lebih mudah. KabarPenumpang.com melansir dari theburnin.com (18/8/2020), saat ini kota-kota yang akan mendapat pembaruan Google Maps baru New York, San Francisco dan London. Ketiganya akan mendapat informasi jalan yang lebih detail seperti lokasi trotoar, penyeberangan dan untuk pejalan kaki.

pembaruan Google Maps (theburnin.com)

Penambahan ini akan membantu orang menavigasi kota mereka lebih baik dengan berjalan kaki atau melalui moda transportasi tunggal alternatif, seperti sepeda dan skuter, yang telah dipilih beberapa orang di masa pandemi. Kota-kota tersebut juga akan menunjukkan bentuk dan lebar jalan yang akurat untuk memberi gambaran lebih baik tentang seberapa lebar atau sempit sebuah jalan, dalam kaitannya dengan sekitarnya.

Meski begitu, perincian tambahan tidak akan menyertakan lebih banyak fitur aksesibilitas seperti pemotongan tepi jalan. Tetapi Google mengatakan bahwa detail penyeberangan di peta akan membantu di area tersebut. Perusahaan ini juga mencatat bahwa Google Maps hari ini menampilkan rute yang dapat diakses oleh kursi roda.

“Kami mengerti bahwa peta kota yang diperbarui tidak akan langsung muncul di aplikasi Google Maps,” kata Google

Google menambahkan, peta baru akan diluncurkan pada ketiga kota tersebut dalam beberapa bulan mendatang. Kerangka waktu yang tidak jelas ini disebabkan oleh sifat bertahapnya dari rilis. Sebab sesuatu yang akan dirilis sering kali diperlukan untuk aplikasi yang lebih besar.

Google Maps sendiri kini menjangkau lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia, sehingga perubahan pun harus membutuhkan waktu. Nantinya New York, San Francisco dan London yang akan menerima pembaruan lebih dulu akan mendapatkan peta kota yang lebih rinci termasuk di luar Amerika Serikat.

Sementara itu, pengguna baik di dalam maupun di luar kota besar di seluruh dunia akan mendapatkan keuntungan dari perubahan cara fitur alam disajikan di Google Maps. Untuk diketahui, Google menggunakan teknik pemetaan warna untuk mengidentifikasi fitur-fitur alam dari citra satelitnya, dengan melihat secara khusus di daerah yang gersang, dingin, berhutan dan pegunungan.

Fitur-fitur ini kemudian diberi berbagai warna pada model warna HSV seperti hutan lebat sekarang akan tampak hijau tua sementara semak yang tidak rata akan tampak hijau terang. Anda akan dapat membedakan antara pantai dan tanaman hijau, melihat di mana gurun berawal dan berakhir, melihat seberapa banyak daratan yang tertutup lapisan es, melihat di mana puncak gunung yang berselimut salju, atau melihat perbatasan taman nasional dengan lebih mudah.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Fitur Info ‘Kepadatan Penumpang’ di Moda Transportasi Umum

Perubahan ini akan menjangkau 220 negara dan wilayah yang didukung Google Maps yang lebih dari 100 juta kilometer persegi daratan, dari metro yang lebih besar hingga daerah pedesaan dan kota-kota kecil. Pembaruan ini datang pada saat Google memimpin karena aplikasi pemetaan default semua orang ditantang di iOS dan Mac.

 

 

 

Cegah Penularan Corona, Japan Airlines Luncurkan Touchless Check-in di Bandara Haneda

Virus corona menyebar dengan cepat, tak kenal tempat dan waktu. Selain itu, menurut penelitian, virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina ini disebut dapat bertahan di udara selama 3 jam, 4 jam di bahan tembaga, 24 jam di bahan kardus, 2-4 hari di permukaan plastik dan stainless, serta 9 hari di permukaan logam dan kaca.

Baca juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang

Celakanya, berbagai permukaan tersebut sangat sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari, mulai dari mata terbuka sampai kembali tertutup di malam hari; tak terkecuali di bandara. Oleh karenanya, dibutuhkan inovasi teknologi untuk mencegah terjadinya penularan di berbagai sudut bandara, khususnya tempat-tempat yang banyak disentuh atau digunakan hampir setiap calon penumpang. Salah satunya seperti kiosk check-in.

Menyadari potensi itu, belum lama ini, maskapai nasional Jepang, Japan Airlines dikabarkan tengah mengujicoba teknologi check-in tanpa sentuh atau touchless check-in kiosk. Uji coba tersebut dilakukan di Bandara Internasional Haneda, Tokyo, tepatnya di Terminal 1 keberangkatan, selama tiga pekan lebih, dari mulai 24 Agustus-15 September 2020 mendatang.

Laporan dari aviationpros.com, teknologi touchless check-in kiosk besutan Mitsubishi Electric and Oki Electric Industry ini dilengkapi dengan touchless sensors atau sensor inframerah tanpa sentuhan terbaru. Hal itu memungkinkan para pelanggan untuk benar-benar melakukan proses check-in tanpa menyentuh layar dengan jarak minimal sekitar 3 cm, cukup untuk membuat jari-jari penumpang tetap steril.

Saat ini, proses uji coba check-in tanpa sentuhan Japan Airlines hanya melibatkan dua unit mesin kiosk. Memang tak terlalu banyak, namun diperkirakan masih sejalan dengan jumlah penumpang Japan Airlines yang masih belum sepenuhnya pulih, mengingat kasus positif Covid-19 di Jepang belum sepenuhnya sirna, layaknya di Wuhan ataupun di kota-kota lainnya di seluruh dunia.

Baca juga: Mudahkan Pelayanan di Konter Check-in, Japan Airlines Gandeng Accenture Hadirkan Artificial Intelligent

Dikutip dari The Mainichi, pada Jumat, (7/8) lalu, Negeri Sakura mengkonfirmasi tambahan 1.580 kasus positif virus corona. Sebagian besar kasus berasal dari area perkotaan seperti Tokyo dan Osaka. Dengan musim libur Jepang yang akan dimulai pada pekan depan, terdapat kekhawatiran bahwa pergerakan penduduk akan meningkatkan terjadinya transmisi virus.

Dari jumlah tersebut, Tokyo mencatat hampir sepertiga kasus corona, dengan melaporkan 462 kasus baru, mendekati rekor 472 kasus yang dicatat oleh ibu kota pada pekan lalu. Guna menekan penyebaran virus corona, Gubernur Tokyo Yuriko Koike meminta warganya untuk menahan diri agar tidak bepergian selama liburan.