Penasaran Gerakan Mata Ketika Tidur? Masker Ini Bisa Bantu Cek Pergerakannya Loh!

Ketika tidur, mata Anda akan tertutup dan beberapa orang diantaranya penasaran dengan gerakan mata selama tertidur. Nah bagaimana caranya untuk melihat dan mengetahui gerakan mata ketika tertidur? Biasanya untuk melacak gerakan mata orang tidur dengan menempelkan kabel elektroda ke wajahnya.

Baca juga: Penumpang Tidur di Kereta dan Terkunci? Tak Hanya Indonesia, di Luar Negeri Juga Ada Lho!

Namun kebanyakan orang merasa sulit tidur dengan elektroda yang menempel di kulit wajah dan dengan banyak kabel yang dipasang dari wajah ke komputer. KabarPenumpang.com melansir dari newatlas.com (21/8/2020), secara tradisional, teknik yang dikenal sebagai elektrookulografi digunakan untuk melacak pergerakan mata di malam hari.

Ini melibatkan menempelkan pasangan elektroda ke kulit di atas dan di bawah atau kedua sisi mata pasien. Saat mata bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi ke sisi, kornea (depan mata) dan retina (belakang) secara bersamaan bergerak mendekati atau lebih jauh dari masing-masing elektroda. Hal tersebut karena medan listrik kornea dan retina berbeda satu sama lain, elektroda dapat menentukan ke arah mana mata menghadap relatif terhadapnya, dengan menangkap perubahan sinyal listrik yang terdeteksi.

Pelacakan gerakan tersebut dapat menjadi bagian penting dari studi tidur, karena memungkinkan dokter untuk mengetahui kapan pasien berada dalam fase tidur REM (rapid eye movement). Tapi tenang saja, masker mata fleksibel yang tidak mencolok akan melakukan pekerjaan ini sekaligus mengukur detak jantung pengguna dan tidak akan mengganggu kenyamanan tidur.

Masker mata eksperimental tersebut bernama Chesma yang dikembangkan dengan konsorsium internasional oleh University of Massachusetts Amherst, ini menggabungkan beberapa elektroda built-in di bagian bawahnya. Masker mata tersebut terbuat dari hidrogel polimer yang lembut dan dapat disesuaikan yang dikombinasikan dengan benang perak konduktif, dan mereka hanya menekan kulit saat masker dikenakan di wajah.

Perangkat ini juga berisi sensor tekanan tunggal yang berada di arteri, untuk memantau detak jantung pemakainya serta faktor penting lainnya dalam studi tidur. Dalam pengujian menunjukkan bahwa elektroda sangat tahan lama, tetap terpasang dan berfungsi setelah 15 siklus cucian.

Mereka juga tidak terpengaruh oleh penumpukan kosmetik atau limbah kulit, dan bertahan selama hampir 40 jam tanpa mengering sehingga saat mengering, dapat dibuat lembut dan seperti gel lagi hanya dengan menambahkan beberapa tetes air. Saat ini, satu kali pengisian daya baterai perangkat cukup untuk penggunaan sekitar delapan jam.

Baca juga: Entaskan Masalah Sosial, Sleepbus Layani Tunawisma Tidur di Bus

Namun, diharapkan setelah teknologi dikembangkan lebih lanjut, angka itu bisa naik hingga tiga hari. Versi terakhir dapat memiliki aplikasi lain selain analisis tidur, seperti melacak arah pandangan pemakainya saat mereka bermain game berbasis VR.

Wisata “Kapal Hantu,” Lepas Pantai Christchurch di Inggris Jadi Kuburan Kapal Pesiar

Bagaimana nasib kapal-kapal pesiar yang kini tak bisa berlayar karena pandemi Covid-19 dan dimanakah mereka berlabuh? Pertanyaan seperti ini hadir karena kapal pesiar saat ini belum kembali beroperasi seperti maskapai penerbangan, kereta atau moda transportasi lainnya.

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

Ternyata kapal-kapal pesiar ini berlabuh di lepas pantai di Eropa tepatnya Christchurch yang berjarak 24 mil atau sekitar 40 km dari Southampton yang merupakan salah satu pelabuhan keberangkatan kapal pesiar di Eropa. Dilansir KabarPenumpang.com dari thepointsguy.com (23/8/2020), berlabuhnya kapal-kapal pesiar ini kemudian membuat sebuah perusahaan ferry yang berbasis di dekat pusat pelayaran Southampon, Inggris memulai ‘tur kapal hantu’.

pelancong yang ikut tur kapal pesiar (thepointsguy.com)

Tur ini akan membawa pelancong melihat semua kapal pesiar kosong yang telah berlabuh di lepas pantai selama tidak berlayar. Mudeford Ferry yang berbasis di Christchurch, Inggris menawarkan tamasya selama dua setengah jam pada hari ketika cuaca tidak terlalu berangin.

Perjalanan tamasya ini dimulai dari Mudeford Quay di Christchurch yang menggunakan kapal dengan kapasitas angkut 20 orang yang biasanya digunakan untuk layanan ferry di daerah tersebut. Kapal-kapal pesiar ini sudah berlabuh di lepas pantai Christchurch dalam beberapa bulan terakhir di tempat yang dikenal sebagai Poole Bay.

Ini beberapa kapal pesiar yang berlabuh, Queen Mary 2 Cunard Line, Ratu Elizabeth dan Ratu Victoria, dan P&O Cruises ‘Britannia, Aurora, Arcadia dan Ventura. Pada minggu ini, ada juga tiga kapal Marella Cruises dalam campuran dan bahkan sebuah kapal Carnival Cruise Line, Carnival Valor.

Bahkan Carnival Valor sendiri berada jauh dari tempat asalnya dan biasanya berlayar dari New Orleans. Carnival sendiri selama Covid-19 sudah mengirim beberapa kapalnya dalam pelayaran panjang ke seluruh dunia untuk memulangkan awak mereka ke negara asal. Sedangkan beberapa kapal lainnya berlabuh di negeri yang jauh.

Dua kapal Royal Caribbean yakni Anthem of the Seas dan Allure of the Seas juga berlabuh hanya beberapa mil dari kapal lain di lepas pantai Bournemouth, Inggris. Sebuah kapal Norwegian Cruise Line, Norwegian Star pun berlabuh tidak jauh di sepanjang tepi pantai Southampton.

Mudeford Ferry mengatakan penumpang dalam turnya mendapatkan pemandangan tanpa halangan dari kapal raksasa itu dari jarak yang sangat dekat. Perusahaan mengatakan diizinkan untuk mendekati dalam jarak 50 meter (sekitar 164 kaki) dari kapal. Sebuah foto yang diposting perusahaan di Facebook minggu ini menunjukkan turis kapal hantu memandangi salah satu kapal P&O Cruises hanya dari depan haluannya.

Untuk biaya tur 2,5 jam ini, Anda akan mengocek 20 poundsterling atau sekitar Rp387 ribu untuk dewasa dan sepuluh poundsterling atau Rp193 ribu untuk anak-anak. Dalam tur ini tidak dilengkapi makanan atau minuman dan pelancong bisa membawa sendiri bekal mereka.

Untuk diketahui, kapal-kapal pesiar yang tengah berlabuh di lepas pantai Inggris ini tak lagi berlayar sejak Maret lalu ketika seluruh industri pelayaran ditutup karena Covid-19. Meski begitu, beberapa pelayaran telah dilanjutkan di beberapa bagian Eropa, kapal-kapal yang masih belum berlayar keluar dari Inggris Cruising juga masih ditahan di pelabuhan Amerika Utara.

Baca juga: Kapal Pesiar Asuka II Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Yokohama

Kapal yang berlabuh di lepas pantai Inggris bukanlah kapal hantu yang lengkap. Meskipun tidak ada penumpang di dalamnya dan sebagian besar awak telah dipulangkan, kapal-kapal tersebut masih diawaki oleh sedikit staf yang memelihara mesin dan memantau peralatan keselamatan.

Ingin Lihat Rumah Berkontur ala Pegunungan di Nepal, Yuk Mampir ke Dusun Butuh di Lereng Gunung Sumbing

Berlibur ke Magelang tak melulu harus ke Candi Borobudur, karena ada salah satu dusun yang kini terkenal dan letaknya di lereng Gunung Sumbing. Dusun Butuh yang berada di desa Temanggung Kaliangkrik ini terkenal seperti desa yang berada di Pegunungan Himalaya, Nepal dan menjadi dusun tertinggi di Kabupaten Magelang. Lokasinya berada diketinggian sekitar 1700an meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Dusun ini memiliki keindahan yang luar biasa dan menjadi basecamp bagi para pendaki yang akan menuju ke puncak Gunung Sumbing. Tak hanya itu, rumah-rumah di dusun ini terkenal unik karena susunan yang bertingkat dan bangunannya terlihat berdempetan dari bawah hingga ke atas dengan latar belakang Gunung Sumbing.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sebutan Nepal-nya Jawa Tengah pun diberikan oleh pendaki maupun pelancong yang menamakan dusun ini dengan ‘Namache Bazaar’. Namun, Kepala Dusun Butuh Lilik Setyawan mengatakan, sebelum disebut Nepal, sempat disebut sebagai Rio De Janaeri di Brasil dan ada yang juga menyebut mirip di Tibet.

Ini karena kontur Dusun Butuh yang bertingkat seperti terasering dan dulunya tempat ini merupakan ladang pertanian warga sehingga bangunan rumah mengikuti kontur lahan. Lilik mengatakan, sebelum viral setahun lalu tepatnya pada Juni 2019, hanya para pendaki yang akan menuju Gunung Sumbing saja yang melalui basecamp Butuh.

Tetapi kini, Lilik mengakui bahwa pelancong dari luar pun datang untuk berfoto dengan latar belakang rumah penduduk maupun hamparan perkebunan holtikultura serta pohon-pohon pinus. Dari Dusun Butuh, pelancong bisa melihat hamparan pemandangan yang luar biasa, bahkan kota Magelang pun bisa terlihat.

Bukan hanya untuk berfoto-foto, pelancong pun bisa menikmati keindahan istimewa lainnya yakni dengan melihat matahari terbit atau sunrise. Warna jingga dan kuning yang tergradasi dengan birunya lagit serta putihnya awan akan membuat siapapun yang menikmatinya berdecak kagum.

Diakui Lilik, viralnya Dusun Butuh kini berdampak bagi kesejahteraan masyarakat setempat dan membuat mereka berbenah diri. Sehingga bagi pelancong yang akan menikmati sunrise atau menatapi keindahan alam lereng Gunung Sumbing serta udara dingin bisa menginap di Taman Camping ceria yang letaknya di dekat pos 1 yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama satu hingga dua jam atau 20 menit dengan sepeda motor.

Saat ini, perangkat desa juga sedang membuat taman yang bisa digunakan untuk kegiatan dan foto yang berlokasi di bawah basecamp. Untuk mencapai lokasi ini memang butuh nyali dan semangat tinggi, karena belum ada angkutan khusus. Sehingga pelancong bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.

Baca juga: Desa Pelangi, Ubah Wilayah Padat dan Kumuh Jadi Tujuan Wisata

Bila menggunakan kendaraan roda empat, maka harus parkir di bawah atau tempat pengepul sayuran. Di dusun itu ada lebih dari 610 KK atau 3000 warga yang tinggal. Rumahnya berada di pereng bukit dan setiap rumah berdekatan satu sama lain.

Curhat Pilot Senior Akibat Pandemi, Jam Terbang Rendah, Serba Lupa, dan Seperti Pertama Kali Terbang

Pandemi virus corona membuat frekuensi penerbangan anjlok. Selain berdampak ke revenue maskapai, sepinya penerbangan juga membuat pilot nyaris kehilangan sentuhan terbaik. Setidaknya, itulah pengalaman pilot senior salah satu maskapai besar Asia, Ashwin Ram.

Baca juga: Selain di Pakistan, Pilot Berlisensi Palsu Ternyata Lebih Banyak di India

Dilansir Flight Global, Senior First Officer (SFO) yang biasa menerbangkan Airbus A330 and A350 ini mengaku sangat terpukul dengan pandemi Covid-19. Sebab, virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina itu bukan hanya membuatnya kehilangan banyak pemasukan, melainkan juga kehilangan kemampuan terbang.

Tak main-main, kemampuan Ashwin saat pertama kali mulai masuk ke kokpit lagi, belakangan ini, diakui sama seperti kemampuan saat ia baru diterima kerja dan mulai melakukan penerbangan pertama. Parahnya lagi, kemampuan di sini terkait dua hal, teknis dan non teknis atau insting, seperti kemampuan membaca situasi, memecahkan masalah, dan insting tajam dalam mengambil keputusan.

Di luar pandemi virus corona, Ashwin biasanya sudah mencapai 500-600 jam di bulan Agustus. Bandingkan dengan kondisi Agustus di tahun ini yang bahkan belum mencapai 100 jam. Terpaut jauh, bukan? Cukup wajar bila kondisi itu membuatnya seperti kehilangan sentuhan terbaik.

Guna mengatasi hal itu, Ashwin mengaku mau tak mau harus sering-sering ke simulator. Selain itu, maskapai tempatnya bekerja juga membuat program pelatihan berbasis simulator yang dirancang khusus untuk membantu pilot mencapai level terakhir sebelum Covid-19 melanda.

Fokus perhatian program tersebut berupa banyak hal, mulai dari basic standard operating procedures and preparation for the flight, visual circuit patterns, engine failure, high- and low-energy go-arounds, system failures (like hydraulics) requiring ECAM management, dan beberapa instrument approaches.

Baca juga: Pertama di Dunia, Pramugari Wizz Air Bisa Gantikan Pilot Kemudikan Pesawat

Meskipun sudah berusaha mendapatkan kembali kemampuan terbaik, rupanya hal itu belum cukup. Ketika pertama kali masuk ke kokpit untuk memulai penerbangan perdana di tengah pandemi Covid-19, ia mengaku jauh lebih lambat dan cenderung butuh waktu hanya untuk memastikan bahwa ia melakukan langkah-langkah pengoperasian pesawat dengan tepat. Kondisi tersebut mirip saat dirinya baru bergabung ke maskapai dan pertama kali menerbangkan pesawat.

Atas pengalamannya itu, ia pun ingin sedikit berbagi agar pengalaman pertama kembali ke kokpit tetap aman, khususnya bagi pilot yang tak punya akses ke simulator. Mereka bisa memulai dengan memvisualisasikan tata letak kokpit, prosedur terbang, hingga membaca buku flight crew operating manual dan company manual.

Meski Didera Badai Covid-19, Inilah Empat Maskapai Anti Bangkrut! Semuanya dari Asia

Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan keuangan maskapai di seluruh dunia. Hal itu disebabkan turunnya jumlah perjalanan penumpang, sebagai dampak adanya lockdown serempak di hampir seluruh negara.

Baca juga: Pengamat: Sulit Untuk Ikuti Cina Turunkan Harga Tiket Pesawat Hingga Rp60 Ribu

Sejalan dengan itu, jutaan lapangan pekerjaan di sektor aviasi pun hilang. Akhir April lalu, Asosiasi Transportasai Udara Internasional (IATA) memperkirakan, ada sekitar 25 juta pekerja di sektor aviasi yang terancam PHK.

Sejauh ini, sudah ada lima maskapai di dunia yang bangkrut akibat corona. Lima itu, mulai dari maksapai terbesar di Amerika Selatan LATAM Airlines Group, Avianca, Virgin Australia, FlyBe, hingga Trans State Airlines. Mengingat pandemi virus corona masih terus berlanjut di seluruh dunia, di samping belum tersedianya vaksin serta terbatasnya dana talangan, diperkirakan akan lebih banyak maskapai bangkrut di akhir tahun. Setidaknya, begitulah pengamatan dari presiden Emirates, Sir Tim Clark.

Akan tetapi, di balik semua itu, setidaknya ada empat maskapai di dunia yang diprediksi bakal tetap bertahan apapun kondisinya. Menariknya, dari empat maskapai itu, satu pun tak ada maskapai dari Eropa dan Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada). Penasaran? Dikutip dari rateacabincrew.com, berikut empat maskapai anti bangkrut di seluruh dunia.

1. Maskapai nasional Cina
Tiga maskapai nasional Cina, Air China, Chinese Eastern, dan Chinese Southern dinilai tidak akan bisa bangkrut, tak peduli apa dan bagaimanapun kondisi industri penerbangan global. Pemerintah Cina dinilai punya modal yang kuat untuk membuat tiga maskapai yang mengangkut lebih dari 300 juta dalam setahun ini terus terbang, sekalipun dalam kondisi merugi selama beberapa dekade. Langkah pemerintah dalam membantu keuangan maskapai selama pandemi Covid-19 mungkin bisa jadi contoh nyata untuk membuktikan penilaian tersebut.

2. Qatar Airways
Maskapai terbaik dunia 2019 versi Skytrax tersebut merupakan maskapai nasional Qatar, negara kaya di Timur Tengah. Salah satu dari the three mega carrier Timur Tengah ini, bersama kompetitor abadi dari negeri tetangga, Emirates dan Etihad, dinilai memiliki asset lebih dari US$350 miliar di seluruh dunia, lebih dari cukup untuk membuatnya terus bertahan di tengah pandemi Covid-19 selama beberapa tahun mendatang.

Tak hanya itu, kondisi geo politik di Timur Tengah yang terus memanas, ditandai dengan blokade ekonomi oleh sejumlah negara, praktis, membuat maskapai yang dipimpin oleh Akbar Al Baker ini memegang peran vital dalam menyokong pasokan pangan nasional Qatar dari Turki. Refund tiket senilai US$1,2 miliar kepada hampir 600.000 calon penumpang sejak Maret 2020 lalu mungkin jadi salah satu bukti kekuatan finansial maskapai.

3. Etihad Airways
Maskapai nasional Uni Emirat Arab (UEA) ini dimiliki oleh keluarga kerajaan Abu Dhabi, dimana sang raja kerajaan tersebut didapuk menjadi presiden UEA. Layaknya maskapai lain di dunia, Etihad Airways mengalami kerugian besar.

Namun, pemilik maskapai yang juga mempunyai perusahaan investasi Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dengan kekayaan mencapai US$1 triliun, mustahil rasanya bakal membiarkan maskapai tersebut bangkrut, terlebih bila berbicara reputasi dihadapan maskapai satu negara, Emirates, serta maskapai dari negeri tetangga, Qatar Airways.

Baca juga: IATA Usul Dunia Jangan Karantina Wisatawan! Ini Alasannya

4. Singapore Airlines
Maskapai nasional Singapura ini jadi maskapai terakhir di dunia yang dinilai anti bangkrut. Dalam menghadapi pandemi virus corona, misalnya, pemerintah bersama sejumlah investor setidaknya telah menyuntikkan dana sebesar 19 miliar dolar Singapura atau Rp218 triliun (kurs Rp 11.292). Dana talangan tersebut juga menjadi dana talangan terbesar ke maskapai di dunia sebagai upaya penyalamatan.

Dengan berbagai penjelasan di atas, dimana keempat maskapai Asia tersebut dinilai anti bangkrut, layakkah mereka menyandang gelar sebagai maskapai terbesar di dunia dari segi kekuatan finansial?

Gantikan Lithium Ion, Baterai Lithium-Sulfur Bikin Era Pesawat Listrik Semakin Dekat

Belum lama ini, perusahaan Inggris spesialis baterai lithium-sulfur (Li-S), Oxis Energy, mengumumkan pengembangan baterai lithium-sulfur baru dengan tingkat kepadatan lebih tinggi untuk dipasok ke pesawat listrik regional besutan perusahaan asal Brasil, Texas Aircraft Manufacturing, eColt.

Baca juga: Retrofit Cessna Catat Sejarah Sebagai Pesawat Listrik Terbesar di Dunia

New Atlas melaporkan, baterai lithium-sulfur Oxis 90-kWh nantinya bakal membuat pesawat sport ringan berkapasitas dua orang yang terbuat dari logam itu (eColt) mampu menempuh jarak maksimal dua jam sejauh 370 km. Baterai tersebut juga diklaim lebih ringan hingga 40 persen dari baterai lithium-ion (Li-ion). Ditargetkan, baterai Li-S Oxis Energy dapat mulai diproduksi secara massal pada 2023 mendatang.

Dengan begitu, pesawat listrik eColt dapat menjadi alternatif efisien (biaya operasional lebih murah) dan ramah lingkungan bukan hanya sebagai pesawat sport, melainkan juga sebagai pesawat latih untuk para pilot baru maskapai penerbangan komersial di seluruh dunia.

Selain berbagai keuntungan di atas, secara makro, pengembangan baterai Li-S juga dinilai dapat membuat sentimen positif terhadap geliat pesawat listrik regional, all-electric and hybrid-electric powered vertical takeoff and landing (eVTOL), serta pesawat listrik bersayap tetap lainnya di masa mendatang; termasuk juga pengembangan listrik untuk moda transportasi lain.

Pada umumnya, tantangan terbesar para peneliti dalam pengembangan pesawat listrik terletak pada kemampuan baterai. Prinsipnya, bagaimana membuat baterai dengan ukuran kecil atau paling tidak seperti ukuran baterai yang ada saat ini namun dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Tak hanya itu, pengembangan baterai juga mencakup durasi pengisian daya yang harus jauh lebih cepat dari yang sudah ada.

Dengan adanya baterai Li-S, sebagai generasi pengganti baterai Li-ion, secara tak langsung bakal membuat kemampuan pesawat listrik menjadi lebih sepadan bahkan melebihi kemampuan pesawat bertenaga konvensional. Yang paling penting, penggunaan baterai Li-S juga dapat menurunkan harga jual pesawat itu sendiri.

Meskipun belum ada perbandingan siginifikan pada pesawat, penggunaan baterai murah dan berkemampuan tinggi mungkin bisa diambil dari mobil listrik. Tesla model 3, berhasil menekan harga jual mobil listrik jauh lebih rendah dengan penggunaan baterai lithium-iron-phosphate, yang sama sekali tak menggunakan kobalt.

Baca juga: Pesawat Listrik NASA X-57 Maxwell Segera Terbang Perdana

Dilansir dari electrive.com, baterai lithium-sulfur dipilih untuk meminimalisir penggunaan kobalt pada baterai lithium ion. Sulfur menjadi material pilihan para peneliti untuk menjadi katoda pada teknologi baterai lithium ion. Sulfur (S8) dipilih karena ketersedian di alamnya yang melimpah dan harganya murah. Selain itu, sulfur dapat diperoleh dari limbah pengolahan minyak bumi.

Secara teoritis, sulfur memiliki kapasitas penyimpanan yang tinggi sebesar 1672 mAh per gram yang nilainya 10 kali lebih besar dari material katoda konvensional seperti LiCoO2 dan LiFePO4. Baterai lithium ion hanya mampu menghasilkan rapat energi 200–265 Wh/kg, sedangkan baterai lithium-sulfur buatan Oxis Energy mampu menghasilkan rapat energi sebesar 400 Wh/kg.

Menolak Pakai Masker, Penumpang Kerera Cepat di Perancis Diusir dari Kereta

Pemakaian masker saat ini menjadi hal yang lumrah dilakukan semua orang untuk meminimalisir penularan Covid-19. Ketika naik transportasi umum pun, masker menjadi salah satu hal pertama yang di cek oleh para petugas dan akan menegur saat ada yang tidak mengenakan masker.

Baca juga: Singapura Bedakan Ketentuan Penggunaan Face Shiled dan Masker

Seperti seorang penumpang pria di Prancis yang dipaksa turun karena menolak menggunakan masker. Dilansir KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (19/8/2020), pria yang tak disebutkan namanya ini melakukan perjalanan dengan layanan kereta cepat TGV Paris – Nice pada 16 Agustus ketika dia diminta untuk menggunakan masker yang saat ini wajib di transportasi umum Prancis.

Namun bukannya menggunakan, dia menolak berulang kali dan keputusan akhirnya diambil untuk melakukan pemberhentian tak berjadwal. Pemberhentian ini dilakukan untuk mengusir dan menurunkan pria tersebut dari kereta. Selain diusir dari kereta, pria tersebut juga harus membayar denda sebesar €135 karena tidak mengikuti aturan.

“Kami berhenti sebelum mencapai Marseille dan petugas mengeluarkan penumpang di Creusot di wilayah Saone-et-Loire di timur Prancis. Sayang sekali kami berhenti di sana, tetapi keselamatan dan keamanan semua adalah prioritas utama kami,” kata Alain Krakovitch manajer SNCF Voyage di Twitter.

“Agen keamanan SNCF kami disumpah dan diberi wewenang untuk mengeluarkan denda karena tidak memakai masker. Mereka juga mampu membuat orang yang tidak patuh keluar dari kereta karena mengganggu ketertiban umum,” tulisnya lagi.

Karena hal ini pun seorang penumpang wanita yang juga dalam perjalanan kereta tersebut men-tweet, “TGV saya melakukan pemberhentian yang luar biasa di tengah tempat tinggal untuk mengusir seorang pria yang menolak untuk memakai topeng.”

Dia mengatakan, mereka seharusnya berhenti sebelum Marseille dan orang itu berada di kedalaman Burgundy.

“Bagus sekali tuan, Anda telah membuktikan kepada dua pengawas dan teman sebangku bahwa Anda benar-benar pemberontak. Selamat kembali ke rumah, nikmati pedesaan Burgundy,” tulisnya lagi.

Baca juga: Pengamat Penerbangan: Kalau Sudah Pakai Masker Semua, Kenapa Harus Jaga Jarak?

Untuk diketahui, pemberontak tampaknya masih minoritas dan pihak SNCF mengatakan, umumnya pelancong menghormati aturan menggunakan masker. Bahkan lebih dari 95 persen mengikuti aturan dan lima persen lainnya setuju menggunakan setelah diminta.

Duuh.. Penumpang Pesawat ini Gunakan Pakaian Dalam Sebagai Masker Wajah

Masker di masa pandemi menjadi salah satu kebutuhan yang wajib dikenakan untuk meminimalisir penularan virus corona atau Covid-19. Bahkan moda transportasi umum pun kini mewajibkan penumpangnya menggunakan masker dan bila tidak mengenakannya akan ada sanksi sesuai aturan yang berlaku pada moda transportasi.

Baca juga: Masker LED Desain Chelsea Klukas Jadi Gaya di Masa Pandemi

Saat ini, masker yang sudah menjadi trend memiliki model dan warna yang bisa dipadupadankan dengan pakaian yang dikenakan. Namun apa jadinya jika seseorang yang akan bepergian menggunakan pakaian dalam wanita sebagai ganti masker?

Hal ini terjadi pada penerbangan maskapai Spirit Airlines yang berangkat dari Latrobe dan tengah dalam penyelidikan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber wpxi.com, diketahui seorang pria yang naik pesawat milik maskapai tersebut menggunakan pakaian dalam sebagai masker wajahnya.

Juru bicara Spirit Airlines mengatakan tidak mengetahui secara jelas apakah pria itu mengenakan pakaian dalam tersebut sebelum atau setelah naik. Sebab Spirit Airlines sendiri mengharuskan penumpang dan awaknya untuk mengenakan masker.

”Kami menyadari bahwa masker wajah yang tidak tepat tersebut. Sebagai hasilnya kami telah mengambil tindakan secara internal pada acara yang terisolasi ini untuk memastikan kepatuhan dengan panduan dari CDC tentang masker wajah,” kata juru bicara tersebut.

Erik Hofmeyer, manajer hubungan media mengatakan, persyaratan Spirit untuk mengenakan penutup wajah mulai berlaku pada 11 Mei dan pihaknya menyertakan pengingat dalam komunikasi kepada Tamu, yang meliputi email, pusat panggilan, situs web, saluran media sosial, pengumuman sebelum penerbangan dan lainnya.

”Agen menyaring Tamu selama proses boarding untuk memastikan mereka memiliki masker atau penutup wajah yang sesuai dengan pedoman CDC. Awak kabin kami juga dengan hormat memberi tahu Tamu tentang kebijakan tersebut sejalan dengan pedoman yang ada untuk mengelola perilaku Tamu,” kata dia.

Erik mengatakan, menjaga tamu dan awak kabin mereka adalah prioritas mutlak. Di mana persyaratan penggunaan masker wajah ini menjadi bagian dari inisiatif keamanan yang berlapis-lapis Spirit yang mencakup filter udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA) mutakhir yang menangkap 99,97 persen partikel dan menyaring kontaminan di udara setiap tiga menit.

Baca juga: Adidas Hadirkan Masker dari Bahan Daur Ulang

”Kami juga telah menyempurnakan prosedur pembersihan menggunakan disinfektan tingkat rumah sakit yang berfokus pada area dengan sentuhan tinggi seperti gagang, gesper sabuk pengaman, sandaran lengan meja baki. Silakan kunjungi Pusat Informasi COVID-19 kami untuk informasi lebih lanjut tentang peningkatan keamanan,” ujarnya lagi.

Ninja UAV – Drone yang Bantu Pemetaan dan Pengawasan Indian Railways

Ninja UAV kendaraan udara tak berawak yang berbasis drone digunakan Indian Railways dalam upaya untuk mengintensifkan mekanisme keamanan di seluruh jaringannya. Ninja UAV sendiri merupakan alat mikro ringan dan ekonomis yang dibuat untuk pemetaan dan pengawasan.

Baca juga: Keren, Taksi Drone Otonom EHang 216 Sukses Ajak Penumpang Terbang Keliling Langit Cina

KabarPenumpang.com melansir laman hindustantimes.co (18/08/2020), drone beats ini telah dirancang berdasarkan aset kereta api, sensitivitas daerah dan serangan kriminalnya. Seorang pejabat Indian Railways mengatakan, teknologi pengawasan drone telah muncul sebagai alat penting dan hemat biaya untuk pengawasan keamanan di area yang luas dengan tenaga terbatas.

”Sebagai percontohan, kami telah mulai dengan Divisi Kereta Api Pusat (CR) Mumbai. Kami baru-baru ini membeli dua Ninja UAV untuk keamanan dan pengawasan yang lebih baik di area seperti lokasi stasiun, rel kereta api, halaman, bengkel dan lainnya. Sebuah tim yang terdiri dari empat staf RPF (Pasukan Perlindungan Kereta Api), Mumbai, telah dilatih untuk menerbangkan drone, pengawasan dan pemeliharaan. Drone ini mampu melakukan pelacakan waktu nyata, streaming video dan juga dapat dioperasikan pada mode gagal-aman otomatis,” kata pejabat tersebut.

Kamera drone dapat mencakup area yang luas, yang mungkin membutuhkan hingga sepuluh personel RPF. RPF telah merencanakan penggunaan drone secara ekstensif untuk keamanan kereta api di seluruh zonanya. Saat ini, sembilan drone telah dibeli oleh RPF dengan biaya Rs31,87 lakh untuk zona South Eastern Railway (SER), CE dan South Western Railway (SWR) dan Modern Coaching Factory, Raebareili.

Indian Railways pun kini tengah berencana untuk menambah drone sebanyak 17 buah dalam waktu dekat dengan biaya Rs97,52 lakh. Nantinya, penyebaran drone bisa menjadi pengganda kekuatan bagi personel keamanan. Drone dapat membantu dalam pemeriksaan aset kereta api dan keamanan halaman. Drone juga dapat digunakan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas kriminal dan anti-sosial seperti perjudian, membuang sampah sembarangan, menjajakan, antara lain, di tempat kereta api.

”Drone dapat digunakan untuk analisis pengumpulan data dan mungkin terbukti berguna di bagian yang rentan untuk pengoperasian kereta yang aman. Bahkan drone ini dapat digunakan di lokasi bencana untuk membantu penyelamatan, pemulihan, dan operasi restorasi dan koordinasi upaya berbagai lembaga,” kata catatan tentang pengawasan drone yang dikeluarkan Kementerian.

Drone dapat berguna saat melakukan pemetaan aset kereta api untuk menilai perambahan pada properti kereta api. Selama upaya pengelolaan kerumunan skala besar, drone dapat memberikan masukan penting seperti besarnya pertemuan, kemungkinan waktu kedatangan dan penyebaran berdasarkan mana latihan semacam itu dapat direncanakan dan dilaksanakan.

Baca juga: Agar Bermanfaat dan Tak Membahayakan, Begini Syarat Jadi Pilot Drone

Drone juga digunakan untuk menegakkan pembatasan lockdown dan memantau pergerakan migran kembali ke tempat asalnya setelah wabah penyakit virus corona (Covid-19). Sejauh ini, otoritas RPF telah melatih 19 personelnya dalam pengoperasian dan pemeliharaan drone. Dari 19 staf RPF, empat telah menerima lisensi untuk menerbangkan drone dan enam lainnya sedang menjalani pelatihan untuk latihan serupa.

‘Serangan’ Beruang Bikin Penerbangan di Rusia Terhenti Puluhan Menit!

Serangan seekor beruang bikin penerbangan di Rusia, tepatnya di sebuah bandara di Magadan, Oblast, sempat terhenti selama kurang lebih 20 menit. Hal itu dikarenakan beruang liar tersebut berkeliaran di landasan sehingga mengganggu aktivitas penerbangan.

Baca juga: Bikin Ketar-Ketir Penumpang, Inilah 6 Insiden Binatang Masuk ke Pesawat Tanpa Sengaja

Seperti dilaporkan Aviation Herald, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, maskapai S7 sejatinya dijadwalkan mendarat lima jam di Magadan, Timur Jauh Rusia, setelah lepas landas dari Bandara Novosibirsk (OVB) di sebelah Selatan dengan jarak sekitar 4 ribu km.

Akan tetapi, saat pesawat A320neo dengan nomor registrasi VQ-BRI menurunkan ketinggian ke 500 kaki dan melakukan pendekatan pendaratan, pilot melihat landasan terhalang objek yang belakangan diketahui seekor beruang. Pilot pun memutuskan kembali meningkatan ketinggian dan menjauh dari landasan.

Akibat kejadian itu, pesawat harus berputar-putar di langit sekitaran bandara selama 20 menit sebelum akhirnya mendarat dengan selamat tanpa gangguan beruang. Tak dijelaskan dengan rinci bagaimana beruang tersebut pergi, entah karena desakan dari petugas atau memang pergi begitu saja.

Teror beruang di bandara Rusia tentu bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada Juni tahun lalu, salah satu bandara di Negeri Beruang Merah itu, Yelizovo, dilaporkan harus ditutup sementara setelah beruang tak bertuan masuk ke area bandara. Bandara di Timur Jauh itu akhirnya bisa kembali beroperasi setelah petugas penjaga hewan datang. Sayangnya, tak lama petugas datang, beruang tersebut terlebih dahulu melarikan diri dan hilang bak hantu.

Timur Jauh Rusia memang jadi salah satu wilayah di Rusia yang kerap kedatangan beruang, mengingat wilayahnya yang masih asri, tak seperti di bagian Barat Rusia, seperti Moskow dan kota-kota lainnya yang sudah dipenuhi bangunan dan manusia.

Selain Rusia, penerbangan di negara-negara lainnya juga sempat terganggu akibat kemunculan hewan liar. Di Kenya, maskapai regional negara tersebut, Safarilink pernah bertabrakan dengan rusa liar saat mendarat di Maasai Mara. Beruntung, pesawat Bombardier Q Series atau Dash 8 beserta seluruh penumpang dan kru tak selamat. Namun tidak demikian dengan sang rusa yang dilaporkan mati seketika.

Baca juga: Gegara Seekor Merpati di Kabin, Penerbangan Aeroflot Tertunda di Moskow

Di Goa, India, pesawat A320-200 AirAsia juga pernah terganggu akibat hewan liar. Berbeda dari dua negara sebelumnya, kala itu, seekor anjing liar yang menjadi aktornya. Begitu juga di Pakistan saat seekor babi hutan berkeliaran di runway. Namun, nahas nasib binatang tersebut, pasalnya pilot tak melihat dan tabrakan antara Etihad A320 dengan babi hutan akhirnya tak terhindarkan. Meskipun pesawat dan seluruh penumpang beserta kru selamat, tidak demikian dengan babi hutan itu yang disebut harus menemui ajalnya.

Meskipun tak terlalu sering, gangguan hewan liar di berbagai negara harus ditangani dengan serius. Sebab, jika pada penerbangan siang hari saja, sudah banyak hewan liar yang tertabrak, bagaimana dengan malam hari, dimana visibilitas pilot lebih terbatas terhadap objek asing di landasan. Bila tidak segera dievaluasi dan diambil langkah-langkah konkret, bukan tak mungkin insiden penerbangan terganggu akibat hewan liar akan terus terjadi dan kelak menimbulkan korban jiwa.