Biar Nggak Bingung, Ini Bedanya Rapid Tes Antibodi, Rapid Tes Antigen dan Swab PCR

Sepertinya untuk merayakan Natal 2020 dan menyambut Tahun Baru 2021 di luar daerah makin dipersulit selama masa pandemi Covid-19. Tadinya untuk bepergian orang-orang hanya perlu melampirkan hasil rapid tes antibodi. Namun kini karena kasus baru setiap harinya naik, pemerintah mewajibkan setiap orang yang akan berlibur melakukan rapid tes antigen ataupun swab PCR.

Baca juga: Gegara Wajibkan Tes PCR dan Rapid Antigen, Wisatawan ke Bali Kompak Refund Tiket! Di Thailand Justru Diserbu

Nah apa beda dari istilah baru yang selalu terdengar di masa pandemi ini? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, istilah ini semua memiliki arti yang berbeda dan fungsi yang berbeda untuk mengetes virus corona baru yang menjadi pandemi.

Rapid tes antibodi merupakan skrining awal untuk mendeteksi antibodi yakni IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi akan terbentuk bila terpapar Covid-19. Namun tes jenis ini dianggap tidak efektif karena saat terpapar Covid-19 tubuh tidak langsung memproduksi antibodi.

Nama lain rapid tes antibodi ini yakni adalah tes serologi di mana untuk mendapatkan hasil Anda akan diambil darah untuk sampel pemeriksaan dan hasilnya bisa ditunggu sepuluh sampai 15 menit. Sedangkan rapid tes antigen berbeda dengan tes rapid antibodi karena cara pemeriksaannya menggunakan swab nasofaring atau orofaring mirip dengan polymerase chain reaction atau PCR.

Tujuannya untuk mendapatkan virus pada sampel lendir yang diambil dari dalam hidung ataupun tenggorokan. Rapid tes antigen ini memiliki sensitivitas maksimal 94 persen, dan spesifisitas sebesar lebih dari 97 persen. Swab dan PCR tak terpisahkan dalam metode tes untuk menegakkan diagnosis Covid-19.

Swab adalah cara untuk memperoleh bahan pemeriksaan atau sampel. Swab dilakukan pada nasofaring dan atau orofarings. Pengambilan ini dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings dengan menggunakan alat seperti kapas lidi khusus.

PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Uji ini akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2. Dibanding rapid test, pemeriksaan RT-PCR lebih akurat.

Metode ini jugalah yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19. Namun akurasi ini dibarengi dengan kerumitan proses dan harga alat yang lebih tinggi. Selain itu, proses untuk mengetahui hasilnya lebih lama ketimbang rapid test.

Baca juga: Enak Banget, Penumpang Etihad Bisa Rapid Test dan PCR Test Covid-19 di Rumah! Begini Teknisnya

Untuk harganya sendiri rapid tes antibodi paling murah dibandingkan yang lainnya yakni sekitar Rp85 ribu. Sedangkan rapid antigen sekitar Rp170 ribu sampai Rp200 ribu. Untuk Swab PCR berkisar Rp800 ribu hingga Rp2 juta tergantung waktu menunggu hasilnya. Sebab semakin cepat semakin mahal harga untuk swab PCR.

Bagaimana Cara Pilot Kemudikan Pesawat Saat di Darat? Simak Jawabannya Di Sini

Beragam insiden terjadi bukan hanya saat pesawat di udara, namun juga di darat, dalam hal ini di bandara. Umumnya, insiden di bandara tak sampai menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, insiden di darat bandara, yang didominasi oleh senggolan atau tabrakan kecil antar pesawat, tabrakan kecil antara pesawat dengan tiang, dan lain sebagainya, tetap saja tidak diharapkan semua pihak.

Baca juga: Mengapa Kokpit Disebut Kokpit? Inilah Jawaban dari 3 Teori Termasyhur

Mengemudikan pesawat saat di bandara memang tidak mudah. Selain harus mempertimbangkan lebar sayap pesawat setiap ingin bermanuver, pesawat juga tak berada dalam kendali pilot dengan sempurna. Sebab, dengan kecepatan hanya 20 mil per jam rudder, slats, dan flaps yang bisa mempengaruhi gerak pesawat saat di udara, nyatanya tak bisa berbuat banyak untuk mengarahkan pesawat saat di darat.

Lantas, bagaimana cara pilot mengemudikan pesawat saat di bandara? Selain rudder, slats, dan flaps, pilot masih mempunyai tiller sebagai komponen kemudi pesawat di darat. Tiller biasanya terletak di bagian depan kanan atau kiri kokpit, di sebelah kiri side stick (Airbus) atau yoke (Boeing) atau di sebelah kanan kedua kemudi itu.

Tak seperti side stick atau joy stick dan yoke yang memiliki kesamaan fungsi namun perbedaan nama, tiller memiliki sebutan atau nama yang sama di seluruh pesawat, namun bentuknya berbeda-beda di setiap pesawat. Tiller di pesawat komersial pada umumnya berbentuk melengkung seperti kait. Di pesawat lain, tiller berbentuk seperti setengah lingkaran atau bulan sabit serta berbentuk pie.

Posisi tiller di kokpit pesawat A350. Foto: Joao Carlos Medau via Wikimedia Commons

Kendati pun berbeda-beda, kesemuanya itu tetap memiliki fungsi yang sama, yakni mengarahkan roda depan ke kiri dan ke kanan. Dengan begitu, proses taxiing bisa dengan mudah dilakukan.

Dilansir Simple Flying, seorang pengamat penerbangan, Aaron Johnson, menyebut bahwa tiller hanya ada di pesawat komersial besar.

“Di beberapa pesawat yang lebih kecil, pilot memutar roda depan melalui rudder pedals. Namun pesawat lain yang lebih kecil tidak memiliki hardware yang diperlukan untuk membelokkan roda. Jadi mereka tetap tegak,” jelasnya.

Baca juga: Lima Evolusi Wahana ‘Penderek’ Pesawat, Dari Mulai Tangan Kosong Sampai Teknologi Canggih

Oleh karenanya, untuk pesawat-pesawat kecil, pilot harus menggunakan teknik differential breaking, yang menurut MIT School of Engineering, bekerja dengan mengerem roda di satu sisi pesawat. Hal ini menyebabkan salah satu roda melambat atau menjadi pusat gravitasi dan membuat roda depan ikut mengarah ke sisi yang sama dengan salah satu roda tadi. Dengan begitu, pilot bisa mengarahkan pesawat ke arah yang ingin dituju.

Selain itu, jika pesawat memiliki setidaknya dua mesin, bukan mesin tunggal seperti biplane, pilot dapat menggunakan differential throttling. Teknik ini menambah daya dorong pada mesin di sisi yang berlawanan dengan roda yang berhenti, memungkinkan pesawat untuk berbelok lebih mudah.

Dehidrasi Ternyata Berpengaruh Pada Obesitas, Buat yang Mau Langsing Perhatikan Hal ini

Dehidrasi merupakan kondisi tubuh dimana seseorang kekurangan cairan dan ini bisa membuatnya tidak sadarkan diri. Hal ini karena tubuh manusia dua pertiganya merupakan berat air dan orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas, total air di dalam tubuhnya lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki berat badan normal.

Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini

Sehingga bisa dikatakan orang yang memiliki kelebihan berat badan lebih mudah mengalami dehidrasi. Profesor Hardinsyah menuliskan dalam bukunya bahwa kebutuhan air bagi orang obesitas disarankan dua gelas lebih banyak dibandingkan orang dengan berat badan normal.

Selain karena faktor mudah kekurangan cairan, konsumsi air yang cukup juga ternyata akan membantu menurunkan berat badan. Sebab, air tidak mengandung kalori dan minum sebelum makan juga akan merasa kenyang sehingga asupan kalori bisa dikurangi.

Dr. dr Fiastuti Witjaksono SpGK, dari Departemen Ilmu Gizi Universitas Indonesia menjelaskan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat anti-diuretic hormone Adrinin Vasopresin (AVP). Di mana AVP berfungsi untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh.

Sehingga ketika seseorang mengalami dehidrasi, kadar AVP tinggi dan akan melakukan reabsorpsi cairan lebih sering. Selain itu, ketika kadar AVP tinggi, ini akan memiliki efek terhadap sel hati yakni terjadinya glikogenolisis.

Jadi glikogennya dihancurkan sehingga kadar glukosa naik. Inilah yang menyebabkan gangguan pada status hidrasi menyebabkan efek langsung terhadap noncommunicable disease.

Fiastuti menambahkan, ada beberapa penelitian yang melihat bahwa ketika seseorang dehidrasi, kadar glukosanya meningkat. Sebab, AVP juga bisa langsung bekerja di sel hati dan bersifat glikogenelisis yang menghancurkan glikogen sehingga kadar glukosa meningkat.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (15/12/2020), selain itu para ilmuwan dari University of Colorado menambahkan, dengan terapi air dapat melindungi dari berbagai kondisi metabolik, seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan kadar trigliserida tinggi, yang terkait dengan hasil seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

Baca juga: Nissan Garap Prototipe Sistem Anti Dehidrasi Untuk Pengemudi

“Signifikansi klinis dari pekerjaan ini adalah bahwa hal itu dapat mendorong penelitian untuk mengevaluasi apakah peningkatan sederhana dalam asupan air dapat secara efektif mengurangi obesitas dan sindrom metabolik,” kata Miguel A. Lanaspa.

Bandara Radin Inten II, Peninggalan Jepang yang Pernah Didarati Pesawat Beechcraft Baron Garuda Indonesia

Bandara Radin Inten II belakangan banyak disebut masyarakat. Penyebabnya, tak lain dan tak bukan akibat insiden tergelincirnya pesawat Boeing 737-900ER Lion Air PK-LGP pada Minggu, (20/12). Pesawat dengan nomor penerbangan JT-173 tujuan Batam-Tanjungkarang, Lampung, ini diduga tergelincir akibat cuaca buruk.

Baca juga: Ada Convair 990 Garuda Indonesia (Juga) dalam Komik Tintin

Akan tetapi, terlepas dari itu, sebetulnya di masa lalu bandara tersebut pernah dikenal luas sekalipun tanpa adanya insiden.

Dilansir dari berbagai sumber, Bandara Radin Inten II Lampung dahulu diketahui bernama Pelabuhan Udara Branti, sebuah pelabuhan udara peninggalan Jepang yang dibangun pada tahun 1943. Pelabihan udara ini dijadikan Jepang sebagai salah satu hub utama di Sumatera. Usai diserahkan ke Angkatan Udara atau AURI, bandara ini mulai melayani penerbangan komersial.

Di antara sekian banyak penerbangan ke dan dari bandara tersebut, Garuda Indonesian Airways mungkin jadi salah satu yang spesial. Pada tahun 1956, Garuda Indonesian Airways merintis rute baru Jakarta – Tanjung Karang PP.

Saat itu, maskapai nasional Indonesia itu menggunakan pesawat jenis Beechcraft Baron -bisa dibilang salah satu pesawat Garuda yang paling sedikit dokumentasinya- dan melayani tiga kali dalam sepekan, sebelum akhirnya digantikan pesawat Douglas DC-3 Dakota dengan runway sepanjang sekitar 900 meter.

Seiring perkembangan zaman, pelabuhan udara Branti mulai berbenah. Pada tahun 1975, pemerintah menambah panjang landasan pacu bandara menjadi sekitar 1.850 meter. Hal itu dimaksudkan agar pesawat lain yang lebih besar bisa mendarat, seperti Fokker F-28.

Pada 1 September 1985, pemerintah mengganti istilah Pelabuhan Udara Branti menjadi Bandara Branti, diikuti penerbangan Jakarta – Tanjung Karang PP oleh Merpati Airlines menggunakan CN-235; menggantikan Garuda Indonesia Airways, pada 11 Agustus 1989.

Bandara Branti terus berbenah diri. Berturut-turut pada 2004, 2007, dan 2009, pasca pengukuhan nama Bandara Branti menjadi Bandara Radin Inten II pada tahun 1995, runway bandara tersebut terus diperluas dan diperpanjang sampai 2.500 m x 45 m.

Pembangunan terus dilakukan dan mencapai puncaknya pada 2016, dimana pemerintah melakukan renovasi besar-besaran, mulai dari perluasan apron berukuran 565 x 110 meter untuk 12 parking stand pesawat, penambahan taxiway, dan perluasan runway menjadi 3.000 x 45 meter, agar bisa didarati pesawat widebody.

Seolah belum cukup, Bandara Radin Inten II terus dilakukan perbaikan dengan terminal baru sampai pada akhirnya menyandang status bandara internasional pada 2018, meskipun baru diresmikan pada awal 2019. Peningkatan status sebagai bandara internasional ditempuh tak lain untuk memungkinkan bandara melayani penerbangan umroh haji.

Baca juga: Tidak Sediakan Runway Visitor Park, Otoritas Bandara di Indonesia Belum Ramah Wisata Dirgantara

Setelah bertahun-tahun beroperasi di bawah Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Bandara Radin Inten II akhirnya resmi berada di bawah PT Angkasa Pura II (Persero) pada 12 Oktober 2019. Setiap tahunnya, bandara ini melayani setidaknya 2 jutaan penumpang dan belasan ribu pergerakan pesawat.

Seiring pertumbuhan industri penerbangan, bandara yang terletak di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, barat laut Kota Bandar Lampung tersebut saat ini sedang menatap terminal 2 yang prosesnya masih terus dilakukan.

Masih Karena Covid-19, Arab Saudi Kembali Tutup Penerbangan Internasional, Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi

Tsunami kedua, kemungkinan bisa menerpa biro travel dan layanan penerbangan yang terkait layanan Umrah. Setelah apa yang dialami pada pertengahan Maret lalu, dimana otoritas Arab Saudi menutup pintu masuk ibadah Umrah/Haji lewat jalur udara, maka hal serupa dikabarkan kembali berulang. Masih terkait penyebaran Virus Covid-19 yang tak kunjut surut, pemerintah Arab Saudi kini membatasi masuknya penerbangan ke Negeri Raja Salma tersebut.

Baca juga: 15 Maret 2020, Batas Waktu Jamaah Umrah Tinggalkan Arab Saudi, Bagaimana Nasib yang Tertinggal?

Salah satu yang imbasnya langsung dirasakan oleh maskapai Garuda Indonesia. Lewat pesan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com (21/12/2020), Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memberikan penjelasan terkait pembatalan jadwal penerbangan ke Arab Saudi. “Dapat kami sampaikan bahwa pembatalan tersebut dilakukan menyusul adanya restriksi layanan penerbangan internasional ke Arab Saudi yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan Arab Saudi, yang mulai diberlakukan pada 21 Desember 2020,” ujar Irfan.

Adapun saat ini Garuda Indonesia terus melakukan komunikasi intensif dengan otoritas terkait guna memastikan hal hal yang perlu diantisipasi menyusul pembatasan operasional layanan penerbangan tersebut. Irfan menambahkan, “Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, hak penumpang tentunya akan senantiasa menjadi prioritas utama yang terus kami kedepankan. Untuk Itu, kami telah menerapkan kebijakan fleksibilitas penyesuaian rencana perjalanan yang kami harapkan dapat memberikan keleluasan bagi penumpang Garuda yang akan merencanakan ulang jadwal penerbangannya ke Tanah Suci dengan sebaik mungkin.” Fleksibilitas diberlakukan dengan memastikan penumpang dapat melakukan reschedule dan perubahan rencana penerbangan tanpa adanya biaya tambahan.”

“Pada kesempatan ini, kami juga turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak atas kondisi ini. Tentunya kami harapkan layanan penerbangan menuju Arab Saudi dapat kembali dibuka dalam waktu dekat sehingga penumpang yang telah merencanakan penerbangan jauh jauh hari ke Tanah Suci bisa segera kembali terbang”, jelas Irfan.

Baca juga: Berkah Covid-19, Singapore Airlines Tawarkan Companion App Pertama di Dunia, Ini Kegunaannya

Garuda Indonesia kini tengah mempersiapkan opsi kesiapan operasional untuk mengangkut Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini tengah berada Arab Saudi. “Adapun langkah tersebut saat ini sedangkan kami koordinasikan secara intensif bersama otoritas terkait,” tutup Irfan.

Celana dengan Airbag, Hindarkan Pengendara Sepeda Motor dari Cidera Kaki

Pengendara motor sering kali terjatuh dan membuat mereka terluka lebih banyak di bagian kaki. Karena hal ini kemudian pada awal tahun 2000-an banyak perusahaan yang telah berupaya memasukkan teknologi airbag ke dunia kendaraan roda dua. Seperti Honda yang mulai mengerjakan kantung udara atau airbag dan dipasang pada sepeda motor pada tahun 1990.

Baca juga: Pertama di Dunia, Mercedes-Benz Sematkan Fitur Airbag Depan-Belakang

Sedangkan Spidi memiliki jaket airbag di pasaran awal 2004 yang akan dipasang melalui tali penambat yang ditambatkan. Perusahaan lainnya yakni Dainese dan Alpinestars yang menawarkan perlindungan airbag tubuh bagian atas dan tidak mengharuskan penggunanya menambatkan diri ke sepeda tetapi alih-alih memutuskan kapan harus menggunakan sensor yang terpasang di jaket dan rompi.

Namun, meskipun cedera paling serius sering kali terjadi di tubuh bagian atas, yang paling umum terjadi di kaki dan baru sekarang mulai terdengar tentang celana sepeda motor yang dilengkapi airbag. Airbag Inside Sweden AB telah mengerjakan satu set jeans yang dilengkapi airbag, di mana mereka telah membuat prototipe yang berfungsi menggunakan sistem tether-deploy.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (17/12/2020), perusahaan ini bekerja dengan para peneliti dari Universitas Uppsala menggunakan sistem berkemampuan sensor, tetapi Anda dapat melihatnya beraksi dalam video pendek di bawah ini, di mana tampak CEO jatuh ke lantai dalam upaya lucu untuk menunjukkan keefektifannya. Set lainnya, yang diperhatikan oleh Asphalt & Rubber, adalah oleh CX Air Dynamics dari Perancis.

Yakni di mana satu set celana berlebih kantung udara yang digerakkan dengan tali yang dapat Anda ritsleting di atas pakaian jalanan Anda untuk bepergian atau tur. Seperti pada jeans Mo’Cycle di atas, overpants CX mengharuskan Anda untuk membawa tabung gas sebesar botol hairspray kecil. The Mo’Cycles hanya menjuntai di luar celana, di mana tim CX meletakkannya di saku di depan paha Anda.

Tidak ada yang terlihat nyaman, tapi setidaknya CX bisa membuat orang berpikir Anda senang melihat mereka. Di mana Mo’Cycle memainkan permainan menunggu, CX pergi ke balapan, dan telah meluncurkan kampanye di situs crowdfunding Prancis Kiss Bank. Di sini Anda saat ini bisa mendapatkan diskon pemesanan awal 25 persen dari harga eceran €500 (US$612), menjadikannya €375 (US$459), dengan pengiriman dijanjikan untuk Maret 2021.

Baca juga: Dainese Luncurkan Rompi Pintar dengan Sistem Perlindungan Airbag

Hanya ada tiga ukuran (XS / S, M / L dan XL / XXL), tetapi pinggangnya adalah Velcro jadi ada beberapa penyesuaian di sana. Airbag celana ini membantu terhindar dari memar atupun cidera ketika terjatuh dari motor. Celana dengan airbag ini juga nyaman digunakan ketika berkendara karena tempat airbag sangat kedap udara.

Taksi-Robo Multidirectional Bisa Angkut Empat Penumpang Tanpa Kursi Pengemudi

Zoox Amazon baru saja memperkenalkan taksi listrik multidirectional yang juga otonom atau tanpa pengemudi. Zoox menamainya dengan Taksi-Robo yang mampu mengangkut penumpang sebanyak empat orang dan dirancang untuk digunakan di perkotaan.

Baca juga: Taksi Listrik dengan Tenaga Pedal, Bisa Angkut Dua Penumpang

KabarPenumpang.com melansir dari laman gadgets.ndtv.com (15/12/2020), Taksi-Robo ini tanpa adanya setir dan memiliki dua bangku yang berhadapan dan bisa digunakan oleh empat orang penumpang. Interior taksi ini cukup unik karena mengambil gaya gerbong tak seperti taksi otonom lainnya.

Panjang Taksi-Robo ini sekitar 3,6 meter dan lebih pendek dari mobil Mini Cooper standar. Taksi-Robo sendiri dikatakan Zoox Amazon merupakan salah satu kendaraan pertama yang memiliki kemampuan kemudi dua arah dengan empat roda sehingga memungkinkan manuver yang lebih baik.

Taksi-Robo mampu melaju dengan kecepan tertinggi hingga 75 mil per jam atau 120 km per jam. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai macam fitur bermanfaat seperti pengisi daya nirkabel untuk smartphone dan perangkat lain yang kompatibel. Selain itu meski tanpa pengemudi, penumpang juga wajib menggunakan sabuk pengaman yang disediakan.

Dari video yang ada, taksi otonom ini akan memperlambat atau menghentikan lajunya ketika ada orang yang akan menyeberang atau lewat didepannya. Taksi otonom tersebut juga menampilkan panel kontrol pribadi untuk mengatur musik dan kondisi udara di dalam mobil serta bisa memeriksa waktu kedatangan, lokasi dan rute.

Zoox Amazon mengatakan, dengan tidak adanya kursi untuk pengemudi, setiap penumpang jadi memiliki kenyamanan dengan ruang yang lebih besar dan akses teknologi yang sama. Saat ini Taksi-Robo tengah diuji di pangkalan perusahaan di Foster City, California, dan juga di Las Vegas serta San Francisco.

Zoox, yang berbasis di Foster City di Silicon Valley, didirikan pada 2014 dan diakuisisi oleh Amazon pada Juni. Ini beroperasi sebagai anak perusahaan independen di Amazon.

Baca juga: BYD dan Didi Luncurkan D1, Mobil Listrik Pertama yang Dirancang Khusus untuk Ride Hailing

Amazon juga telah bekerja sama dengan Blackberry untuk membuat IVY, platform komputasi awan yang dapat dihubungkan dengan mobil untuk layanan dan wawasan berdasarkan data dari kendaraan dan pengguna. IVY juga dapat digunakan oleh pembuat mobil mana pun untuk menganalisis data sensor secara real-time dan memberikan informasi yang berguna bagi pengemudi.

Bawa Sepeda Besar, Penumpang MRT Singapura Viral di TikTok

Sudah umum ketika melihat orang membawa sepeda lipat atau perangkat mobilitas pribadi atau PMD ke dalam kereta MRT (Mass Rapid Transit). Apalagi bisa dikatakan alat transportasi ini masih masuk dalam ukuran yang ditetapkan oleh operator MRT. Namun bagaimana jika sebuah sepeda besar digantung di pegangan tangan dalam kabin MRT? Sepeda besar yang menggantung tersebut dibagikan dalam sebuah video di TikTok pada Rabu, (16/12/2020).

Baca juga: Viral di TikTok Pramugari Umbar Fakta Penghasilan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (16/12/2020), diduga sepeda ini milik seorang pria dan juga terlihat memarahi penumpang lain di kabinnya. Video sepeda ini berdurasi 30 detik memperlihatkan sepeda dilipat dan tergantung di tiang yang biasanya digunakan penumpang yang berdiri selama perjalanan.

Menurut pedoman SMRT (Singapore MRT), sepeda yang tidak dapat dilipat tidak diperbolehkan di kereta mereka. SMRT juga mengatakan, sepeda lipat dan PMD, diperbolehkan, jika sesuai dengan batas ukuran yang ditentukan, 120 cm x 70 cm x 40 cm saat dilipat.

Seorang pria mengenakan pakaian longgar dan bandana ungu terlihat berdiri di dekatnya, dengan lengan bertumpu pada tiang pegangan lainnya. Untuk beberapa alasan, pria itu tampak sangat gelisah dan terdengar membuat komentar marah di komuter lain.

Sebuah pesan yang ditampilkan di papan nama elektronik menunjukkan bahwa insiden itu terjadi di kereta menuju stasiun Jurong East. Kemudian kejadian pihak SMRT langsung mengeluarkan pernyataan tentang kejadian tersebut di Facebook pada Kamis, (17/12/2020) malam.

Menurut operator transportasi, seorang pria komuter mengabaikan saran dari staf SMRT yang ditempatkan di MRT Woodlands dan “memaksa jalan” di atas kereta dengan sepeda non-lipatnya. Kejadian ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.10 pada Selasa, (15/12/2020).

Dia kemudian pindah ke kereta lain di stasiun Jurong East dan akhirnya turun di stasiun Pioneer sekitar 40 menit kemudian. SMRT telah mengidentifikasi komuter dan mengajukan laporan polisi.

Mereka juga mengambil kesempatan untuk mengingatkan penumpang agar mematuhi peraturan kereta api yang ada tentang sepeda lipat dan PMD. Semoga polisi menanggapi insiden ini dengan serius. Meskipun masih belum jelas mengapa komuter pria muncul terpicu dalam video tersebut, membawa sepeda ukuran penuh ke dalam kereta jelas merupakan pelanggaran terhadap aturan SMRT.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

“Menggantungnya di tiang pegangan juga bisa berbahaya bagi penumpang yang duduk di dekatnya. Kami berharap polisi akan memandang serius pelanggaran ini sebagai pencegahan bagi penumpang lain,” ujar pihak SMRT.

Bus Otonom Pertama di Jepang Meluncur di Prefektur Ibaraki

Berbagai kendaraan otonom kini mulai meluncur di jalan beberapa negara. Salah satunya adalah Jepang yang mana pada November lalu memulai layanan bus otonom pertamanya. Bus ini mulai meluncur di jalanan umum di sebuah kota yang berada di Prefektur Ibaraki.

Baca juga: SoftBank Kerja Sama dengan Navya Hadirkan Bus Otonom di Jepang

Dipilihnya kota tersebut karena memiliki populasi yang menua lebih cepat alias lebih banyak orang tua dibandingkan generasi muda. Bus otonom tersebut diluncurkan oleh anak perusahaan SoftBank Corp yakni Boldly Inc., yang juga sekaligus sebagai operator kendaraan tersebut.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber kyodonews.net (25/11/2020), bus otonom ini bisa mengangkut sebanyak sembilan penumpang yang melaju dengan kecepatan 20 km per jam. Bus tersebut melakukan perjalan pergi pulang sejauh lima kilometer di sekitar pusat Sakai.

Meski akan beroperasi secara otonom, di dalam bus tetap akan ada kru dan satu orang petugas yang duduk di kursi pengemudi. Hal ini karena undang-undang lalu lintas Jepang melarang kendaraan tak berawak beroperasi di jalan umum.

“Kami ingin memperluas layanan kami di seluruh negeri untuk menyediakan mobilitas yang lebih berguna,” kata Kepala Eksekutif Boldly Yuki Saji pada upacara peluncuran layanan bus tersebut.

Untuk awal perjalanannya, Boldly akan mengoperasikan bus otonom ini dengan empat perjalanan pergi pulang dalam sehari bersama dengan pemerintah daerah. Mereka juga berencana akan memperluas layanan hingga lima rute tergantung pada permintaan.

Pemerintah kota setempat, dengan populasi sekitar 24 ribu, mengatakan telah mengalokasikan 520 juta yen ($5 juta) untuk membantu mendanai layanan bus selama lima tahun hingga Maret 2025, karena tenaga kerja yang menua di operator bus lokal membuat mereka menghadapi kekurangan pengemudi bus.

“Di kota setempat seperti Sakai, mendapatkan cukup banyak pengemudi untuk memelihara layanan bus umum semakin sulit. Bus otonom adalah apa yang kami cari untuk menawarkan mobilitas” kepada orang tua,” kata Masahiro Hashimoto, walikota Sakai.

Baca juga: Mobil Golf Semi-Otonom Mudahkan Para Lansia di Desa Pegunungan Jepang

Saji mengatakan bahwa dia telah menerima pertanyaan dari lebih dari seratus pemerintah daerah di Jepang sejak rencana layanan bus otonom di Sakai diumumkan pada Januari.

Mau Menikmati Sensasi Kereta Asli Orient Express? Langsung Ke Singapur Yuk

Kereta asli Orient Express akhirnya mendarat di Singapura dan mulai ikut dalam pameran Once Upon A Time On The Orient Express yang dibuka pada 12 Desember 2020 kemarin. Pameran ini akan berlangsung hingga 13 Juni 2021 di West Lawn Gardens By The Bay. Pameran ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menelusuri kembali perjalanan luar biasa dari lokomotif legendaris tersebut.

Baca juga: Desember 2020, Kereta Mewah Orient Express Tampil di Singapura

Pameran ini menampilkan kereta asli di mana akan ada dua gerbong kereta tahun 1920-an, serta mesin lokomotif asli, yang dibangun di Prancis 158 tahun lalu. Dua gerbong ini bahkan dengan susah payah dikembalikan ke kejayaan sebelumnya termasuk mobil fourgon yakni gerobak yang digunakan untuk membawa bagasi atau kargo dan satu dari hanya tiga yang tersisa di dunia saat ini.

Makanan yang disediakan pada pameran Orient Express (channelnewsasia.com)

Kemudian ada mobil Pullman yang dibangun pada tahun 1920 dengan interior yang membanggakan marquetry lemon burr bertatahkan motif bunga timah. KabarPenumpang.com merangkum channelnewsasia.com (11/12/2020), Orient Express terkenal dengan dekorasinya yang mewah, dan pengunjung akan melihat penguasaan keahlian dari dekat dimulai dari langit-langit kulit yang timbul di Cordoba dan relief kristal Lalique permadani Gobelins hingga tirai beludru dari Genoa, peralatan perak, taplak meja yang berharga, dan kristal kacamata bagus.

Ada pula yang dipamerkan yakni koleksi lebih dari 300 artefak dari zaman dulu seperti dokumen, seragam, furnitur yang telah dipugar dan jendela kaca patri. Bahkan ada juga poster, menu, barang pecah belah, peralatan makan dan batang monogram Louis Vuitton antik yang digunakan pada tahun 1900-an hingga 1920-an.

Selain segmen interaktif melalui berita dan klip film yang berfokus pada sejarah Orient Express dan bagaimana menghubungkan rute terkenal dari Eropa ke belahan dunia kita, akan ada pengalaman ruang pelarian yang menyenangkan yang dijadwalkan dibuka tahun depan, di mana Anda bisa bermain sebagai detektif Belgia terkenal Hercule Poirot dan memecahkan misteri ala novel Christie.

Ada juga restoran pop-up rimbun yang menyajikan masakan mewah dari Chef Yannick Alleno berbintang tiga Michelin di atas replika gerbong makan Anatolia yang secara resmi akan dibuka untuk pengalaman bersantap lengkap seperti makan siang, brunch, dan makan malam tepat sebelum Natal. Sementara itu, restoran pertama akan dibuka dengan sesi minum teh (S$78 ++ per orang), menawarkan kue-kue Paris yang sangat lezat yang meliputi The True Saint-Honore, Caviar Lime Madeleine, Coffee Flavored Religuses Pastry, Golden Profiteroles di samping sandwich tanpa kerak dari Comte Cheese dan Savora Sauce serta scone tradisional Inggris.

Pameran ini pertama kali diadakan di Paris pada tahun 2014 dan Singapura secara khusus dipilih sebagai tujuan pop-up pertama kereta di luar Prancis. Kemudian hal ini menjadi pengaturan yang rumit yakni pada 3 November, gerbong kereta dan lokomotif berlayar dari Paris (pertama kali meninggalkan Prancis) dan tiba di Singapura kurang dari sebulan kemudian pada 1 Desember, di mana hal itu dilakukan dengan hati-hati dan diangkut ke Taman West Lawn.

Menurut kurator acara Claude Mollard, lokomotif asli dan dua gerbong harus ditempatkan dalam infrastruktur yang dibuat khusus untuk melindungi karya seni dan pajangan, mengingat iklim yang panas dan lembab di Singapura. Secara total, keseluruhan proyek termasuk keterlibatan Singapore Tourism Board (STB) memakan waktu enam bulan dari awal hingga selesai.

“Badan Pariwisata Singapura senang bahwa Singapura akan menjadi tujuan pertama yang memamerkan Orient Express di luar Prancis. Peluncuran atraksi pop-up ini selama waktu-waktu ini merupakan bukti daya tarik global Singapura dan juga mencerminkan kepercayaan pada kami sebagai tujuan yang aman dan tepercaya,” kata kepala eksekutif STB Keith Tan.

Interior Orient Express (channelnewsasia.com)

Guillaume de Saint Lager, wakil presiden dan direktur eksekutif Orient Express setuju, ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk melihat pameran ini mengadakan tur dunia, dengan Singapura sebagai perhentian pertama. Dia mengatakan, Gardens By The Bay adalah karya luar biasa untuk Orient Express, dan menggemakan dimensi eksotis merek tersebut.

“Kami berharap, di masa-masa rumit ini, dapat membawa orang Singapura menjelajahi mitos Orient Express. Sebuah pelarian sejati untuk indra,” ujar Lager.

Baca juga: 4 Oktober 1883, Orient Express Pertama Kali Layani Rute Perancis ke Istanbul

Warga Singapura yang memenuhi syarat akan dapat membeli tiket untuk atraksi pop-up ini menggunakan voucher SingapoRediscover melalui paket bundel yang berbeda dari S$438 ++ dengan Fairmont Singapura yang mencakup menginap semalam dengan sarapan, tiket ke pameran Once Upon A Time On The Orient Express, pengalaman bersantap di gerbong sekaligus kenang-kenangan. Untuk reservasi kamar, bisa melalui reservasi.singapore@fairmont.com.