Pramugara dan Pilot Baku Hantam di Toilet Saat Pesawat Mengudara, Tangan dan Gigi Patah!

Malang betul nasib pramugara satu ini. Alih-alih mendapat penerbangan yang aman dan nyaman, ia justru harus menerima kenyataan pahit dimana tangannya dibuat patah oleh sang pilot saat terlibat baku hantam di kamar mandi pesawat yang tengah mengudara. Sebaliknya, pilot kehilangan sejumlah gigi dalam insiden tersebut.

Baca juga: Pukul Penumpang Wanita, Pilot Ini Langsung Kena Skorsing Seminggu

Dilansir newshub.co.nz, kronologi kejadian di pesawat maskapai Donghai Airlines pada 20 Februari lalu sebetulnya bermula dari hal sepele. Ketika itu, pesawat maskapai asal Cina, dengan nomor penerbangan DZ6297, itu berjarak sekitar 50 menit dari bandara tujuan di Xian, Cina. Seluruhnya berjalan normal sampai akhirnya pilot hendak menggunakan toilet terdekat dari kokpit.

Sayangnya, ia datang nyaris bersamaan dengan penumpang first class yang juga ingin menggunakan toilet. Karena merasa lebih berhak, pilot yang tak disebutkan namanya itu mengusir penumpang dan memintanya kembali ke kursi, namun penumpang tak menggubrisnya.

Sebelum menggunakan toilet, ia memanggil pramugara yang dianggapnya tidak becus bekerja. Tak hanya itu, tindakan pramugara membiarkan toilet digunakan penumpang first class lebih dahulu ketimbang dirinya juga dianggap membahayakan penerbangan.

Merasa tak bersalah, pramugara membela diri dengan mengeluarkan beberapa argumen. Di sinilah perkelahian antar dua petugas di pesawat yang tengah mengudara bermula. Mendengar pembelaan dari pramugara, pilot naik pitam dan langsung memukulnya. Baku hantam pun terjadi.

Disebutkan, perkelahian itu menjalar hingga ke toilet. Lantas, siapa pemenangnya? Tentu tidak ada atau kata pepatah menang jadi arang kalah jadi abu. Keduanya mengalami luka-luka. Pramugara dilaporkan mengalami patah tangan dan pilot kehilangan sejumlah gigi.

Dalam sebuah pernyataan, maskapai menyebut keduanya telah diskors sampai proses penyelidikan internal selesai. Nantinya, bilapun keduanya diizinkan kembali bekerja, mereka tidak akan ditugaskan dalam penerbangan yang sama.

“Perusahaan sangat mementingkan argumen di antara kru pesawat selama penerbangan dan melakukan verifikasi internal yang ketat. Staf yang terlibat baku hantam telah ditangguhkan (dari) pekerjaan mereka untuk memastikan keselamatan penerbangan,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Mabuk dan Ngamuk Gegara Diputusin Pacar, Wanita ini Pukul Jendela Pesawat Sampai Retak

“Ketika karyawan akhirnya kembali bekerja, mereka tidak akan diizinkan untuk beroperasi pada penerbangan yang sama satu sama lain,” lanjutnya.

Selain terjadi di Cina, aksi barbar pilot juga pernah terjadi di Amerika Serikat (AS). Pada April 2017 lalu, seorang pilot maskapai Delta Airlines dilaporkan telah memukul seorang penumpang wanita yang sedang berkelahi dengan penumpang lainnya. Akibat perlakuannya itu, ia diberikan sanksi berupa skorsing selama seminggu.

Mungkinkah Seluruh Penerbangan di Masa Mendatang Gunakan Pesawat Listrik?

Pesawat listrik sejak tahun 1970 sebetulnya sudah dikembangkan oleh banyak pabrikan di dunia. Namun demikian, lagi-lagi, ada konsekuensi besar yang harus dibayar. Bila menggunakan pesawat listrik, beban dan durasi penerbangan harus lebih kecil dari pesawat berbahan bakar cair atau fosil.

Baca juga: Lima Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Pesawat di Masa Depan, Nomor Dua Aneh!

Paul McElroy, pimpinan tim komunikasi untuk Boeing 777 ecoDemonstrator, pernah mengatakan, dengan menggunakan bahan bakar pesawat berkelanjutan (SAF) niscaya dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca bersih hingga 80 persen. Berbeda dengan bahan bakar fosil yang melepaskan karbon serta meningkatkan jumlah CO2 di atmosfer.

Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia. Di samping itu, penerbangan juga menopang 65 juta pekerjaan. Namun, analisis penerbangan memperkirakan bahwa lalu lintas penumpang akan naik 3,5 persen per tahun hingga 2037. Bila itu terjadi, tentu persentase sumbangan emisi karbon dunia dari perjalanan udara akan semakin meningkat.

Dari sekian banyak pabrikan pesawat, Airbus adalah raksasa dirgantara pertama yang menerapkan SAF pada pengiriman pesawat ke para pelanggannya. Hal itu adalah bagian dari komitmen Airbus dalam program Initiative Towards sustAinable Kerosene for Aviation (ITAKA) yang bertujuan untuk mempercepat komersialisasi SAF di Eropa.

Airbus mengaplikasikan SAF tersebut dengan mengangkut komponen rakitan besar, seperti bagian sayap dan badan pesawat, menggunakan Super-Transporter Beluga. Pesawat tersebut sudah menggunakan bahan bakar pesawat berkelanjutan, berasal dari minyak goreng daur ulang. Diharapkan hal ini akan mengurangi emisi CO2 sekitar 120 metrik ton per bulan dari proses penyatuan perakitan, kira-kira setara dengan yang dikeluarkan sekitar 130 mobil.

Dikutip dari sandiegouniontribune.com, sebetulnya, di beberapa negara (bukan hanya pabrikan) sudah mulai menerapkan kebijakan mendorong penggunaan energi hijau (ramah lingkungan) pada pesawat. Ambil contoh Norwegia. Negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia tersebut sudah mulai melakukan kajian-kajian untuk mewujudkan pesawat listrik menguasai udara di masa mendatang. Salah satunya melalui Norway Research Association.

Norway Research Association ditugaskan oleh pemerintah Norwegia, bekerjasama dengan beberapa negara lain, untuk mempelajari teknologi baterai yang pas dan mencari tahu persepsi publik terkait pesawat listrik, dengan nilai investasi US$1,65 juta atau Rp25,3 miliar (kurs 15,370). Meskipun belum menemukan hasil yang memuaskan, namun pemerintah sudah berikrar akan membuat seluruh penerbangan jarak pendek dalam negeri di Norwegia wajib menggunakan pesawat listrik pada 2040.

Sejalan dengan pemerintah, penduduk Norwegia yang berjumlah sekitar 5,4 juta orang juga sudah menyadari betapa pentingnya penggunaan energi terbarukan di dunia penerbangan. Tak hanya itu, mereka juga mulai mengkampanyekan “flight shaming”, guna membuat orang-orang di sekeliling mereka yang masih bepergian menggunakan pesawat agar merasa malu karena telah menyumbang percepatan pemanasan global dan mendorongnya untuk beralih ke moda transportasi lain, terutama kereta.

Seorang peneliti energi dan transportasi di University College London, Andreas Schafer, mengatakan, untuk mewujudkan penggunaan pesawat listrik di masa mendatang butuh investasi yang tak sedikit. Misalnya, untuk biaya pengembangan baterai saja, setidaknya butuh sekitar US$23 miliar atau Rp353 triliun. Prinsipnya, bagaimana caranya membuat baterai dengan ukuran kecil atau paling tidak seperti ukuran baterai yang ada saat ini (baterai pesawat) namun dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Tak hanya itu, pengembangan baterai juga mencakup durasi pengisian daya yang harus jauh lebih cepat dari yang sudah ada.

Itu baru baterainya saja. Untuk mengembangkan pesawat listrik yang sepenuhnya baru, seperti desain canggih, kemampuan jarak pendek, dan ruang yang sempit, setidaknya juga membutuhkan investasi sekitar US$23 miliar. Tentu saja angka tersebut belum termasuk dana tambahan ketika terdapat kendala di sana sini.

Baca juga: Inilah Enam Teknologi Terdepan untuk Tingkatkan Efisiensi Bahan Bakar Pesawat

Selanjutnya, balik lagi pada poin awal, bila menggunakan pesawat listrik, beban dan durasi penerbangan harus lebih kecil dibanding pesawat berbahan bakar cair atau fosil. Padahal, di saaat yag bersamaan, tren penerbangan dunia, setiap tahunnya terus mengalami lonjakan. Artinya, saat proses transisi terjadi, akan ada ‘kekacauan’ besar. Di satu sisi pesawat tak sanggup terbang jauh dan terdapat kekurangan di sana sini, di sisi lain, kebutuhan penumpang terhadap pesawat semakin dinamis. Tentu bisa dibayangkan apa yang terjadi.

Pada akhirnya, untuk mewujudkan mobil listrik lebih banyak dari pada mobil berbahan fosil saja sejauh ini prosesnya masih jauh dari kenyataan. Apalagi pesawat, yang mekanismenya jauh lebih rumit ketimbang mengoperasikan mobil listrik di darat.

Huawei AppGalery Sertakan Aplikasi Transportasi Populer di Timur Tengah dan Afrika

Belum lama ini sebagai bagian dari strateginya, platform Huawei AppGallery menyertakan aplikasi transportasi online populer yang tersedia di Timur Tengah dan Afrika seperti AbuDhabi Taxi dan Dubai Taxi Corporation (DTC), Bolt, Karwa, SWVL dan Jeeny. Jika pengguna menggunduh aplikasi transportasi sesuai permintaan dari Huawei AppGallery maka dapat menggunakan cara yang sederhana terjangkau, dan lebih cepat untuk mencapai tujuan mana pun di dalam kota mereka.

Baca juga: Gandeng Huawei, Saudi Railway Company Siap Hadirkan Jaringan Kereta Api Pintar

Sebagian besar aplikasi pemesanan kendaraan ini terintegrasi dalam ekosistem inti Huawei Mobile Services (HMS). Di mana dalam aplikasi tersebut juga disediakan Maps, lokasi akurat saat memesan kendaraan dan pelacakan lokasi. Dilansir KabarPenumpang.com dari albawaba.com (7/3/2021), berikut ini daftar detail semua terkait aplikasi ride hailing yang trend dan bisa di unduh dari Huawei AppGallery.

a. AbuDhabi Taxi
Ini adalah aplikasi yang ramah pengguna dan menawarkan kemudahan pemesanan taksi di Emirates dari Abu Dhabi (UEA) dari lokasi Anda saat ini, ditentukan oleh GPS telepon. Anda bisa mendapatkan taksi dalam waktu kurang dari 10 menit.

b. Bolt
Bolt (sebelumnya Taxify) adalah aplikasi mobilitas untuk meminta layanan transportasi dan pengiriman makanan yang cepat dan terjangkau. Cukup ketuk tombol untuk memesan tumpangan, dijemput oleh pengemudi terdekat, dan nikmati tumpangan hemat ke tujuan Anda. Bolt tersedia di lebih dari 40 negara dan lebih dari 200 kota di Eropa, Afrika, Asia Barat, dan Amerika Latin. Misinya adalah menghadirkan transportasi yang cepat dan mudah diakses bagi jutaan orang di seluruh dunia sambil membantu ribuan pengemudi menghidupi keluarga mereka.

c. Perusahaan Taksi Dubai (DTC)
Ini adalah inisiatif dari Dubai Taxi Corporation. Dirancang untuk digunakan di Dubai, menyediakan layanan transportasi cepat dan andal bagi penduduk dan pengunjung di Dubai, UEA dari Dubai Taxi Corporation. DTC memberikan semua jenis layanan, sarana kenyamanan, dan layanan pelanggan yang memenuhi standar kualitas transportasi tingkat tertinggi. Semua ini disediakan melalui staf yang berdedikasi yang mencari kepuasan publik dalam memperkenalkan layanan baru dan terbaik yang berkontribusi pada tingkat peningkatan industri transportasi dan mencerminkan citra sipilnya.

d. Karwa
Taksi Karwa adalah operator Taksi eksklusif di Negara Bagian Qatar. Taksi dan Limusin Karwa nyaman, bersih, dan aman, dan layanan yang diberikan difokuskan pada pengalaman pelanggan yang optimal. Unduh Aplikasi Taksi Karwa dan dapatkan layanan taksi dan limusin terbaik dari Karwa Cab terdekat yang tersedia dalam waktu singkat.

e. SWVL
SWVL adalah perusahaan rintisan yang tumbuh paling cepat di Wilayah MENAP dan Afrika, yang berspesialisasi dalam layanan pemesanan bus dan transportasi massal. Dengan mengunduh aplikasi SWVL, Anda akan mendapatkan akses ke ribuan perjalanan bus berkualitas tinggi dan terjangkau di Mesir, Kenya, dan Pakistan. Unduh SWVL untuk mendapatkan perjalanan bus yang nyaman dan murah di Kairo, Alexandria, Nairobi, Karachi, Lahore, dan Islamabad.

Baca juga: Integrasikan Big Data dan Cloud, Huawei Rilis 5G LTE-R untuk Sistem Komunikasi Kereta

f. Jeeny
Jeeny adalah aplikasi mobile berbasis Timur Tengah yang memudahkan kebutuhan transportasi sehari-hari, dengan harga paling terjangkau di Arab Saudi & Yordania. Meskipun dianggap sebagai pilihan paling ekonomis untuk memesan tumpangan di dalam kota, Jeeny menawarkan rangkaian layanan yang disediakan dengan standar internasional sekaligus meningkatkan pendapatan yang lebih tinggi untuk armada pengemudinya.

JR East Undang Media untuk ‘Test Run’ Kereta Otonom di Jalur Joban

Ada yang menarik pada Senin, 8 Maret lalu, yaitu East Japan Railway Company atau JR East, untuk pertama kalinya mengundang media untuk menjajal test run sistem kereta otonom yang baru saja dilengkapi dengan sistem operasi kereta otomatis atau Automatic Train Operation (ATO).

Baca juga: Jalur Kereta Tadami di Jepang, disebut “Kereta Api Paling Romantis di Dunia” oleh Warga Taiwan

Kereta ini diluncurkan untuk uji coba di Jalur Joban. Pada peluncuran uji cobanya, JR East menunjukkannya pada awak media tentang cara kerja kereta dengan sistem operasi otomatis ini.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nippon.com (9/3/2021), JR East mengatakan, kereta dengan sistem ATO akan secara otomatis mempercepat dan melambat serta berhenti dan meninggalkan peron stasiun dengan hanya menekan sebuah tombol. Setelah peluncuran uji coba kereta dengan sistem operasi otomatis ini, JR East mengatakan, akan mulai mengoperasikannya secara perdana dan komersial pada Sabtu (13/3/2021).

Nantinya pada layanan pertamanya, kereta sistem ATO tersebut akan melayani layanan lokal antara Stasiun Ayase di daerah Adachi Tokyo dengan Stasiun Toride di prefektur Ibaraki. Bisa dikatakan ini akan menjadi pertama kalinya perusahaan menetapkan sistem ATO ke dalam penggunaan praktis.

Pada uji coba tersebut, kereta yang menarik sepuluh gerbong tersebut memiliki seri E233 yang melakukan perjalanan antara Stasiun Matsudo dan Stasiun Abiko yang keduanya beradai di prefektur Chiba dekat dengan Tokyo. Meski dalam uji coba, kereta ini berhenti di semua stasiun.

Baca juga: Cina Punya Rel Kereta Menembus Apartemen, Jepang Ternyata Punya Jalan Tol Menembus Gedung

Masinis kereta tersebut hanya meletakkan tangan mereka di pegangan rem jika operasional manual diperlukan seperti jika dalam kondisi darurat potensial. Sehingga bila angin kencang atau alasan lain. Pada perjalanan perdananya pada Sabtu, masinis dan kondektur akan terus ada di kereta yang dilengkapi sistem ATO di jalur Joban.

Pembukaan Bandara Changi, ‘Hidup Mati’ Bagi Penerbangan dan Wisata Singapura

Ketika perjalanan kembali pulih dari masa pandemi, Singapura memprioritaskan pembukaan kembali perbatasannya tahun ini. Tak hanya itu, pemerintah Negeri Singa ini pun kembali memperkuat posisi Bandara Changi sebagai hub internasional.

Baca juga: Kalau ke Bandara Changi Jangan Lupa Coba Glamour Camping

“Misi kami tahun ini bukan untuk memaksakan pemulihan tajam sektor penerbangan ini, tetapi untuk beradaptasi dengan normal baru, untuk membuka kembali dengan aman dan membangun kepercayaan, untuk menguji konsep yang bisa diterapkan dan untuk memperkuat keyakinan bahwa Bandara Changi akan tetap ada. hub udara internasional pasca-Covid-19,” kata Menteri Transportasi Ong Ye King yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman executivetraveller.com (9/3/2021).

Dia mengatakan, Singapore Airlines saat ini penting dan gelembung perjalanan akan menjadi kunci dalam membangun kembali industri penerbangan dan ekonomi karena vaksinasi di seluruh dunia menurunkan tingkat infeksi. Hal ini juga mendorong negara-negara untuk membuat pengaturan seperti itu.

“Jika kita kehilangan SIA atau kita kehilangan Bandara Changi, kehidupan di Singapura tidak akan pernah sama lagi,” kata Ong.

Ong menambahkan, krisis virus Corona sangat akut untuk industri penerbangan Singapura. Ini karena perjalanan internasional telah terpukul begitu keras dan tidak adanya pasar domestik. Untuk diketahui, Changi menangani 11,8 juta penumpang pada 2020, turun dari sekitar 60 juta pada tahun-tahun sebelumnya.

Singapore Airlines, kebanggaan besar negara kota lainnya, telah mengalami rekor kerugian, memangkas ribuan pekerjaan dan berlomba-lomba mengumpulkan dana melalui rights issue dan cara lain. Singapura telah mencoba membuka kembali perbatasanya dengan membentuk pengaturan perjalanan khusus dengan beberapa negara seperti Selandia Baru dan Vietnam.

Bahkan pembukaan yang harusnya sudah terjadi, batal pada bulan lalu terhadap Jerman, Malaysia dan Korea Selatan serta Hong Kong pada November lalu. Ingin membuka perbatasannya sedikit saja, Singapura memperkenalkan program bernama Connect @Changi yang memungkinkan orang memasuki pulau untuk tujuan bisnis dan resmi tanpa harus karantina, asalkan mereka tinggal di fasilitas seperti gelembung di dekat Bandara Changi untuk durasi kunjungan mereka.

Baca juga: Bandara Changi Geger, Petugas Kebersihan di Terminal 3 Positif Covid-19

“Dalam penerbangan, ini adalah pertempuran seumur hidup kita. Hal terburuk yang harus dilakukan sekarang bahkan tidak mencoba. Itu berarti menyerah pada pertarungan,” kata Ong.

Di Tahun ini, PT Angkasa Pura I Tuntaskan Pengembangan Empat Bandara, Salah Satunya Tunjang MotoGP 2021

Meski mendapat tantangan pandemi Covid-19, namun PT Angkasa Pura I berkomiten untuk merampungkan proyek pengembangan bandara, setidaknya terdapat empat proyek pengembangan bandara yang tengah dilakukan Angkasa Pura I dan ditargetkan selesai di tahun 2021. Keempat proyek pengembangan ini adalah Proyek Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Baca juga: Gandeng Gudang Garam, PT Angkasa Pura I Bangun Bandara “Dhoho” di Kediri

“Pengembangan empat bandara ini bersifat strategis untuk mendorong konektivitas udara dan meningkatkan kapasitas trafik angkutan dan logistik udara khususnya di wilayah tengah dan timur Indonesia,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.

Hingga awal Maret 2021, progress pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mencapai 62,28 persen dan ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021. Pengembangan bandara meliputi perluasan terminal yang mencapai 166.815 meter persegi sehingga dapat menampung 15 juta penumpang per tahun dari luasan terminal eksisting 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun. Selain itu, apron juga diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan eksisting yang hanya 185.500 meter persegi (kapasitas 42 parking stand).

Progress pengembangan Bandara Lombok Praya.

Progres pengembangan Bandara Juanda Surabaya hingga awal Maret 2021 telah mencapai 93 persen. Pengembangan Bandara Juanda Surabaya mencakup perluasan Terminal 1 beserta pembenahan interior dan fasilitas penunjangnya, overlay runway 10-28, rekonstruksi apron B Terminal 2, dan perluasan terminal kargo internasional. Perluasan Terminal 1 menjadi 91.700 meter persegi dari 62.700 meter persegi akan menambah kapasitas Terminal 1 menjadi 13 juta penumpang per tahun dari yang saat ini hanya 7 juta per tahun.

Progres pengembangan Bandara Lombok Praya saat ini telah mencapai 96 persen. Pengembangan ini dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021. Pengembangan yang dilakukan yaitu perpanjangan landas pacu (runway) dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter, dan perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung 7 juta penumpang per tahun atau 2 kali lipat dari kapasitas sebelumnya.

Sementara progres pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado saat ini telah mencapai 80 persen. Pengembangan bandara ini memperluas terminal penumpang menjadi 57.296 meter persegi dari 26.481 meter persegi. Perluasan terminal ini membuat Bandara Sam Ratulangi Manado mampu menampung hingga 5,7 juta penumpang per tahun dibanding sebelumnya yang hanya 2,6 juta per tahun.

Baca juga: Angkasa Pura I Dukung Rencana Penerapan GeNose di Bandara

“Pengembangan bandara-bandara yang kami lakukan ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata prioritas dan agenda strategis pemerintah khususnya dalam perhelatan MotoGP 2021 di Mandalika,” tambah Faik Fahmi.

Sambut Hari Perempuan Internasional, Dua Stasiun di India Hadirkan Vending Machine “Pembalut”

Seorang wanita yang belum manapouse setiap bulan akan mengalami masa menstruasi. Biasanya ini akan membuat seorang wanita terganggu ketika mereka tidak memiliki pembalut yang dibawa di dalam tas dan bisa saja saat itu mini market atau warung cukup jauh dari jangkauan apalagi ketika menunggu angkutan umum.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Stasiun Kereta di India Terapkan ‘Pembersihan’ Barang Bawaan dengan Sinar Ultra Violet

Karena hal tersebut membuat sulit seorang wanita, belum lama ini di dua stasiun di India kehadiran sebuah mesin penjual otomatis atau vending machine yang menjual pembalut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber orissadiary.com (8/3/2021), vending machine tersebut dihadirkan oleh startup ynag berbasis di Bhubaneswar yakni Swarajya Vending Industries.

Mesin tersebut diletakkan di Stasiun Bhubaneswar dan Khurdha dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret. Vendhing machine penjual pembalut tersebut diresmikan oleh manajer Stasiun Bhubaneswar, C R Das dan sang istri Lulubala Das.

“Ini adalah jenis mesin penjual otomatis yang unik, yang membagikan pembalut wanita dengan merek dan ukuran berbeda. Dan itu juga menerima semua mode pembayaran yaitu uang tunai, koin dan pembayaran UPI,“ ujar Sandipanni Bharadwaj, MD, Swarajya Vending Industries.

Bharadwaj menambahkan, untuk menjaga permukaan paket sanitatasi bebas dari Covid-19, pihaknya telah memasang sinar UV di mesin sehingga mendesinfeksi paket agar lebih aman digunakan.

“Kami telah merencanakan untuk memasang hampir lebih dari 50 mesin di Odisha di lokasi yang berbeda dalam waktu dekat,” jelasnya.

Untuk membeli pembalut dari mesin ini, pengguna memasukkan uang Rs5 atau sekitar Rp981. Kapasitas mesin ini adalah 75 pembalut. Nantinya dalam pemeliharaan dan pengisian ulang, akan dilakukan oleh Organisasi Kesejahteraan Wanita East Coast Railway.

Baca juga: “The Giving Machine,”Mesin Penjual Otomatis yang User Friendly

“Wanita bisa memasukkan koin lima rupee untuk membeli pembalut hemat yang diberi nama Happy Nari. Mesin seharga Rs16 ribu (Rp3,1 juta) itu dipasang di Platform No-1 dan Second Class Ladies Waiting Hall,” ujar presiden ECoRWWO, Madhulika Singh.

Hari Ini, MD-90 Lion Air Tergelincir Gegara Pilot ‘Berburu’ Bonus dan Paksakan Pendaratan

Pada hari ini, 12 tahun lalu, bertepatan 9 Maret 2009, pesawat Boeing-McDonnell Douglas (MD) 90 Lion Air tergelincir saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Tak ada kesimpulan spesifik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait insiden ini. Namun, terdapat dugaan dari sejumlah pihak bahwa pilot termotivasi bonus besar bila berhasil mendarat tepat waktu sehingga memaksakan pendratan sekalipun kecepatan angin mencapai lebih dari 30 knot.

Baca juga: Hari Ini, 23 Tahun Lalu, Pesawat turunan dari Douglas DC-9, MD-95 Muncul Sebagai Boeing 717

Dalam laporan KNTK yang diunggah di knkt.dephub.go.id, disebutkan, MD-90 PK-LIL Lion Air dengan nomor penerbangan LNI-793, berangkat dari Bandara Makassar (Ujung Pandang) atau sekarang dikenal sebagai Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi pada pukul 13.36 WIT menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Saat itu, pesawat tua yang pertama kali mengudara pada 1 Maret 1997 ini tengah mengangkut 166 penumpang dan enam kru, dua pilot dan empat pramugari. Dalam penerbangan ini, kapten pilot berusia 61 tahun dengan 25.000 jam terbang, hanya menjadi monitoring. Sedangkan kopilot 34 tahun dengan 5.000 jam terbang ditugaskan untuk handling pilot.

Sejak lepas landas sampai menjelang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, penerbangan nyaris sempurna tanpa insiden apapun. Pun demikian dengan pesawat, tidak ada kendala apapun, sama seperti laporan inspeksi yang menjamin pesawat dalam keadaan baik dan laik terbang.

Namun, apa mau dikata, pesawat yang dibeli Lion Air pada 13 April 2005 akhirnya tergelincir saat mendarat pada pukul 15:43 WIB. Beruntung, 166 penumpang dilaporkan selamat dan seluruhnya berhasil dievakuasi melalui escape slide atau evacuation slide pesawat di sebelah kiri. Pesawat dengan nomor registrasi N905RA ini diduga tergelincir akibat cuaca buruk.

http://https://www.youtube.com/watch?v=PcW8cG3hfHo&t=29s

Tetapi, mari kita lihat lebih dalam. Sebelum proses pendaratan dengan instrumen landing system (ILS) approach dilakukan, kondisi di sekitar bandara sedang hujan lebat. Angin dari arah 200 derajat dilaporkan berhembus di kecepatan 15-30 knot dengan jarak pandang 1.500 meter. Dalam kondisi ini, pilot memutuskan untuk mengambil alih pesawat dan tetap melanjutkan pendaratan, sebuah keputusan yang tepat namun juga tidak tepat.

Tepat karena pilot mengambil kendali pesawat langsung dari tangan kopilot. Tidak tepat karena pendaratan tetap dilanjutkan di tengah kondisi itu. Sekalipun runway25L sudah terlihat jelang mendarat dari ketinggian sekitar 1.000 kaki, namun, itu tetap menjadi pendaratan yang amat berisiko. Pilot sebetulnya bisa saja menunda pendaratan atau mendarat di bandara lain untuk alasan keamanan.

Benar saja, ketika pesawat MD-90 satu-satunya yang masih beroperasi di Indonesia itu dalam posisi landing roll, tiba-tiba angin bertiup kencang sekitar 20 knot dari arah kiri pesawat. Pilot kemudian mengembalikan posisi pesawat ke centerline. Jelang touchdown, buntut pesawat kembali miring ke kanan akibat terpaan angin dari arah sebelah kiri.

Baca juga: 10 Kecelakaan di Bandara Sultan Hasanuddin, Lion Air Penyumbang Terbanyak

Pilot kemudian berusaha untuk menghandle itu dengan mengaktifkan thrust reverser. Namun, pesawat malah makin menukik akibat pilot hanya mengaktifkan thrust reverser sebelah kanan bukan keduanya dan tergelincir. Akibat kecelakaan itu, landing gear utama dan sayap patah. Ban nomor tiga meledak. Lambung pesawat juga tergores dan berlubang akibat meluncur di rumput samping runway.

Meski tak ada kesimpulan apapun terkait insiden ini, namun, sejumlah tudingan untuk pilot menyeruak. Pilot disebut terobsesi dengan bonus besar untuk mendaratkan pesawat tepat waktu di bandara yang sudah ditentukan. Itulah mengapa ia tetap memaksa melakukan pendaratan meski bisa dibilang amat berbahaya.

Sebelum Jadi KRL Ciliwung Blue Line, KRL-I Kerap Kali Berganti Warna Livery

Pernah dengar kereta rel listrik atau KRL Ciliwung? Kereta ini mulai beroperasi pada 30 November 2007 yang melintasi Manggarai-Tanah Abang-Kampung Bandan-Pasarsenen-Jatinegara-Manggarai dan sebaliknya. Tampilan dua rangkaian kereta ini pun memiliki warna biru sehingga kereta ini disebut dengan KRL Ciliwung Blue Line.

Baca juga: KRL Pakuan Ekspres – 39 Tahun Mengular Bogor-Jakarta Kini Digantikan Commuter Line

KRL Ciliwung Blue Line merupakan program bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Kereta Api Indonesian Daerah Operasional atau Daop 1 Jakarta. Kehadirannya sendiri diharapkan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, KRL Ciliwung Blue Line menggunakan Kereta Rel Listrik Indonesia (KRL-I) buatan PT INKA. Ini adalah produk KRL AC pertama PT INKA yang merupakan rangkaian purwarupa atau prototipe yang menjadi desain acuan produk selanjutnya.

Kereta ini dalam satu rangkaian terdiri dari empat gerbong dan dilengkapi dengan pendingin ruangan atau AC. Sekali berjalan kereta ini mampu mengangkut penumpang sebanyak 400 orang.

Sebelum menjadi KRL Ciliwung Blue Line, rangkaian ini beroperasi pada 17 Februari 2003. Saat itu rangkaian pertama berwarna jingga dan sering digunakan untuk KRL Serpong Ekspres yang melintasi Serpong-Tanah Abang-Manggarai PP.

Sedangkan rangkaian kedua atau KRL AC Prajayana dioperasikan pada tanggal 16 Maret 2003 dengan tampilan warna hijau dan unggu. Kereta ini beroperasi untuk KRL Pakuan Ekspres atau Bogor Ekspres lintas Tanah Abang ke Bogor PP.

Hingga akhirnya pada 30 November 2007 menjadi KRL Ekonomi AC Lingkar Ciliwung. Sayangnya pada 2011 mulai berlaku pola operasi loop line Jabodetabek. Ini membuat KRL tak lagi mengelilingi seluruh Jakarta.

Baca juga: KRL BN-Holec Pernah Beroperasi Sebagai “Prameks,” Ternyata Sering Bermasalah

Yang mana kemudian KRL ini menjadi KRL pengumpan atau feeder lintas Kampung Bandan ke Jakarta Kota dan Manggarai-Tanah Abang-Kampung Bandan-Jakarta Kota PP hingga akhir masa kedinasannya di tahun 2014. Saat ini, kedua set KRL-I tidak ada yang beroperasi karena gangguan teknis yang kerap terjadi, dan sekarang kedua set KRL-I sudah dikirim untuk ditanahkan di Stasiun Cikaum.

Gegara Pipa Toilet Dipasang di Saluran Air Minum, Kepala Stasiun di India Kena Sanksi

Apa jadinya bila pipa toilet digunakan pada saluran air minum? Menjijikkan? Ini sudah barang pasti dan membuat banyak orang menghindari saluran air karena tidak baik untuk kesehatan. Bahkan hal ini membuat seorang kepala stasiun harus ditangguhkan dari pekerjaannya.

Baca juga: Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?

KabarPenumpang.com melansir dari laman news18.com (7/3/2021), kepala stasiun ini ditangguhkan setelah seorang pekerja sanitasi outsourcing memasang pipa toilet ke tangki yang berisi air minum. Insiden tersebut terjadi pada 1 Maret kemarin di Stasiun Garoth Mandal yang berada di bawah divisi kereta kota, kata manajer komersial divisi senior Ajay Kumar Pal.

“Seorang pekerja sanitasi dari perusahaan swasta memasang pipa toilet ke tangki air minum, yang dibersihkan secara menyeluruh setelah kesalahan dan diuji untuk diminum. Kepala Stasiun Chauthmal Meena ditempatkan di bawah skorsing dan pekerja sanitasi dikeluarkan dari tugas,” ujar Pal.

Laporan ini hadir setelah insiden tersebut menjadi viral di media sosial Twitter. Kemudian pada 5 Maret West Central Railways langsung mengambil tindakan dan mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan pada insiden tersebut.

Berita ini mengejutkan ditengah melonjaknya kasus virus corona di beberapa negara bagian termasuk Maharashtra yang baru-baru ini melihat lonjakan kasus varian baru Covid-19. Insiden itu juga terungkap di tengah tur Kereta Api Kota Mandal untuk mencatat fasilitas penumpang.

Beberapa penumpang mengeluhkan sikap kereta api yang ceroboh dan ancaman terhadap kesehatan penumpang yang disebabkan oleh kesalahan tersebut. Di mana penumpang diberitahu bahwa di satu sisi kereta api sedang dalam perjalanan keliling kota Mandal untuk mencatat fasilitas penumpang.

Baca juga: Tak Dibuang Begitu Saja, India Daur Ulang Air Bekas Cucian Lokomotif

Di sisi lain, administrasi perkeretaapian sedang mempermainkan kesehatan para penumpang. Dalam kasus tersebut, para pejabat mengatakan ada pengaturan terpisah untuk air di tangki untuk diminum penumpang. Bagaimana pipa toilet masuk ke tangki sedang diselidiki. Perlu dicatat bahwa wilayah Divisi Kereta Api Kota cukup luas.