Mirip Prokes di Indonesia, Italia Mulai Buka Layanan Kereta Cepat ‘Bebas Covid-19’

Seolah mengikuti jejak Indonesia, Italia belum lama ini memutuskan untuk membuka layanan kereta api antar kotanya. Persisnya, Trenitalia, operator kereta api di Negeri Pizza, telah memulai layanan kereta berkecepatan tinggi Frecciarossa ‘bebas Covid-19’ untuk pertama kalinya dengan rute antara Roma dan Milan. Dimulai pada 16 April 2021, layanan kereta ini masih berstatus uji coba dan beropersi dua kali setiap hari.

Baca juga: Mercitalia Fast, Kereta Kargo Berkecepatan Tinggi Asal Negeri Pizza

Dikutip dari schengenvisainfo.com (24/4/2021), disebutkan bila layanan kereta bebas Covid-19 ini terbukti berhasil, maka perusahan berencana untuk untuk memperluas layanan ke rute lain di Italia. Seperti halnya di Indonesia, untuk menikmati layanan kereta cepat bebas Covid-19 ini diperlukan prosedur kesehatan (prokes) yang ketat, maklum Pemerintah Italia masih trauma akibat angka kematian Covid-19 yang tinggi pada tahun 2020.

Agar bisa naik kereta bebas Covid-19, maka penumpang harus tiba di stasiun 45 menit sebelum keberangkatan. Selain itu, semua orang harus memberikan hasil tes PCR negatif atau usap antigen di hidung, tidak lebih dari 48 jam. Sementara, anak-anak di bawah usia enam tahun dibebaskan dari persyaratan tersebut kecuali orang tua bersikeras agar anak mereka menjalani tes. Jika calon penumpang tidak dapat menunjukkan tes yang disebutkan, mereka bisa mendapatkan tes usap hidung sebelum naik kereta di tenda yang telah didirikan oleh Palang Merah Italia di stasiun Roma Termini dan Milano Centrale.

Mirip dengan yang diberlakukan PT KAI, agar memenuhi syarat untuk pengujian di stasiun, sebelumnya penumpang harus memiliki tiket kereta, dokumen identifikasi, dan kartu sehat. Namun, jika hasilnya positif saat berada di lokasi (stasiun), mereka akan mendapatkan pengembalian uang penuh untuk tiket kereta. Penumpang juga dapat memilih antara menerima voucher yang tersedia selama 12 bulan atau sejumlah uang.

Baca juga: Didera Masalah Politik, Jalur Kereta Cepat Perancis-Italia Terancam Batal

Kereta bebas Covid-19 menyediakan jarak antar kursi, dan hanya memungkinkan 50 persen kursi untuk ditempati. Penjualan tiket kereta bebas Covid-19 telah dimulai sejak 11 April 2021. Tiket untuk kereta telah dijual sejak 11 April. Kereta Frecciarossa ‘bebas COVID’ berangkat setiap hari pada jam 8.50 pagi dari Termini ke Milano Centrale tanpa berhenti, dan satu lagi berangkat dari Milano ke Termini pada jam 6 sore.

Kapal Uap Sultana Punya Korban Lebih Banyak dari Titanic, Tapi Tak Pernah Tereskpos

Tahun 1865 tepatnya pada tanggal 27 April, sebuah kapal yang tengah berlayar menewaskan 1800 dari 2427 penumpang. Ini terjadi saat tiga mesin boiler yang rapuh dan dipaksa kerja berat tiba-tiba meledak hebat. Tragedi ini menimpa Kapal uap Sultana dan tak setenar Titanic meski korban yang tewas lebih banyak.

Baca juga: Tenggelamnya MS Estonia, Kecelakaan Laut Terbesar Kedua di Abad ke-20

Tak boomingnya tragedi kapal Sultana ini karena momentumnya berdekatan dengan berakhirnya Perang Saudara di Amerika Serikat, pembunuhan Presiden AS Abraham Lincoln dan beberapa lainnya sehari sebelum tragedi. Faktor tak terkenal lainnya karena penumpangnya sebagian besar adalah bekas tahanan tentara uni yang baru dibebaskan dari penjara pihak konfederasi.

Sultana sendiri sebelum tenggelam, berangkat dari St Louis pada 14 April 1865 menuju ke New Orleans. Kapal Sultana saat itu dibawah komando kapten J Cass Masson dan setelah dua hari perjalanan sempat bersandar di Kairo, Illinois.

Ketika ditengah perjalanan Mason didekati petinggi Vicksburg, Mississippi Letkol Reuben Hatch yang meminta memulangkan tawanan orang-orang uni sejumlah 1400. Mason yang orang biasa melihat itu sebagai tawaran menggiurkan.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ternyata salah satu mesin uap bocor dan Mason memerintahkan kepala mekanik untuk melakukan perbaikan sementara. Saat itu ternyata tahanan yang diangkut Kapal Sultana bertambah dan mencapai 2100 orang yang berjejal diseluruh sudut dan belum termasuk awak.

Selain para tahanan ada juga 120 ton gula dan batu bara yang diangkut ditengah perjalanan menuju utara. Saking penuhnya, geladak mulai berderit dan menyedihkannya Sungai Mississippi yang dilintasi Kapal Sultana dalam kondisi tak ramah karena banjir musim semi melanda.

Kemudian pukul 02.00 pada 27 April 1865 tungku uap meledak dan kala itu Sultana berada tujuh mil dekat Memphis. Penumpang yang selamat dari ledakan panik dan terjun ke air dan mereka berusaha menyelamtkan diri dari kapal yang terbakar.

Sayangnya karena kondisi tahanan yang lemah satu persatu dari mereka tenggelam karena tenaga terkuras. Saat itu ada Kapal uap Bostona II yang melintas dilokasi kejadian satu jam kemudian.

Baca juga: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Nyata dan Bukan Hanya Karangan Buya Hamka

Dalam insiden ini 700 orang lolos dari kapal mayoritas menderita luka bakar dan tak semua bertahan hidup. 200 lainnya meninggal di rumah sakit dan tidak pernah afa yang dimintai pertanggung jawaban atas insiden ini. Kapal Sultana sendiri memiliki tonase 1719 ton dengan panjang 79,24 meter yang dibangun pada tahun 1863 atau dua tahun sebelum tragedi.

Awas, Kelamaan Dicas dan Terselip di Kursi Pesawat, Ponsel iPhone Meledak dan Terbakar!

Insiden ponsel terbakar di pesawat kembali terjadi. Kali ini melibatkan ponsel iPhone XR. Ponsel itu dilaporkan meledak dan terbakar saat dalam kondisi mengisi daya atau dicas dan terselip di kursi pesawat Boeing 787 Dreamliner British Airways saat di udara.

Baca juga: Sebelum Ponsel Vivo Terbakar di Bandara dan Dilarang Masuk Pesawat, Begini Aturannya

Dilansir travelweekly.com.au, insiden tersebut bermula saat pramugari menjalankan prosedur standar, meminta seluruh penumpang agar memposisikan kursi pesawat ke mode normal, 40 menit sebelum mendarat.

Di sini, pramugari juga merapikan selimut penumpang business dan first class. Tetapi, sejurus kemudian ia mencium bau menyengat seperti benda terbakar. Ketika dicek, pramugari maskapai British Airways tersebut melihat kabel yang terhubung ke soket pengisian daya dengan ujung terselip di kursi penumpang dan tertutup bantal.

Saat sang pemilik ponsel iPhone tersebut memanggil pramugari yang lain, suara mendisis seperti benda terbakar terdengar dari situ, diikuti dengan kepulan asap tebal, dan setitik warna oranye yang ternyata nyala api dari sela-sela kursi yang kemudian membesar.

Beruntung, pramugari bergerak cepat untuk memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran. Pramugari lainnya bergegas mengisi ember es dengan air dan menghubungi pilot yang juga mencium bau menyengat di kokpit.

Setelah asap hilang dan api padam, pramugari coba mengeluarkan iPhone terbakar itu dari sela-sela kursi. Namun tidak bisa. IPhone itu kemudian dibiarkan oleh pramugari tetap di posisinya sampai pesawat dari Bandara Miami, AS, itu mendarat di Bandara Heathrow, London, Inggris, 20 menit setelahnya, sambil terus berjaga-jaga di sekitar kursi khawatir ponsel kembali terbakar.

Usai mendarat, petugas pemadam kebakaran langsung masuk ke kabin dan mengambil ponsel iPhone XR dengan casing berwarna merah yang terbakar tersebut.

“Keselamatan adalah inti dari semua yang kami lakukan, dan kru kabin kami yang sangat terlatih bekerja dengan cepat dan aman untuk menyelesaikan situasi tersebut,” kata juru bicara British Airways.

Baca juga: Ponsel Terjatuh di Sela Kursi Pesawat, Sebaiknya Minta Awak Kabin untuk Mengambilnya!

Kendati tak ada korban jiwa dalam insiden ponsel terbakar di kabin pesawat itu, Badan Penyelidikan Kecelakaan Udara Inggris (Accidents Investigation Branch/AAIB) mengatakan bahwa kursi penumpang di pesawat angkutan udara komersial harus dirancang untuk meminimalisir kemungkinan perangkat elektronik portabel atau ponsel, termasuk juga power bank, hancur karena mekanisme kursi penumpang.

Otoritas Penerbangan Sipil Inggris sendiri telah melaporkan 166 kejadian sebelumnya tentang perangkat elektronik portabel yang terperangkap di kursi penumpang dalam lima tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 42 mengakibatkan kebakaran atau asap di dalam kabin. Meskipun begitu tidak ada persyaratan untuk merancang kursi untuk mencegah kerusakan PED yang terperangkap secara tidak sengaja.

Alert! Cathay Pacific Lakukan ‘Tsunami’ PHK Pilot di Seluruh Dunia

Cathay Pacific bakal melakukan PHK besar-besaran terhadap para pilot. Hal itu terjadi menyusul penutupan basis pilot mereka di hampir seluruh dunia, meliputi Eropa, Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

Baca juga: Polemik PHK Pilot Usai! Inilah Delapan Cara British Airways Capai Win-Win Solution

Dilansir South China Morning Post, PHK besar-besaran terhadap pilot dilakukan sebagai bagian dari tinjauan operasional pilot di luar negeri. Dalam waktu dekat, pilot-pilot Cathay Pacific di Kanada dipastikan terkena PHK terlebih dahulu. Tak lama setelahnya, basis pilot di Australia dan Selandia Baru juga akan ditutup dan seluruhnya dipecat.

Sedangkan untuk basis pilot di Eropa dan AS masih sedikit beruntung, dimana Cathay Pacific akan mengevaluasinya sampai akhir tahun ini. Bila dirasa merugikan, bukan tak mungkin basis pilot-pilotnya di sana juga akan ditutup dan seluruhnya di-PHK.

Persiapan ‘tsunami’ PHK Pilot Cathay juga sudah berjalan. Di Eropa dan AS, gaji pilot-pilot Cathay sudah dipangkas sampai setengahnya. Sedangkan di Kanada, gajinya dipotong hingga menyisakan dua pertiga. Itu masih lebih baik dibanding nasib para pilot Cathay di Australia yang belum digaji sejak beberapa bulan.

Walaupun begitu, perusahaan tetap akan membuka ruang dialog sebelum mem-PHK pilot-pilotnya di wilayah-wilayah tersebut. Itu dilakukan agar hak-hak pilot bisa tetap diakomodir perusahaan tanpa adanya kisruh yang menyertai keputusan.

Deborah McConnochie, manajer umum Cathay untuk aircrew, menyebut, kendati PHK pilot baru merambah Kanada, namun itu tidak bisa dianggap enteng. Ini menjadi sinyal kuat perusahaan terhadap kondisi keuangan yang tidak sehat, performa yang buruk akibat penerbangan penumpang sepi, dan PHK pilot Cathay di wilayah lainnya.

“Covid-19 terus berdampak buruk pada industri kami dan maskapai penerbangan kami. Menyusul rekor kerugian pada tahun 2020, semua tindakan penyimpanan kas perusahaan terus berlanjut. Jelas bahwa kami harus terus meninjau semua area bisnis untuk memastikan kami muncul secara kompetitif dari krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya ini,” jelasnya.

Cathay Pacific memang tengah terseok-seok saat ini. Bagaimana tidak, kapasitas penumpang maskapai yang mengandalkan rute internasional dan tidak mempunyai pangsa pasar domestik ini, dikabarkan anjlok sampai 94 Persen sepanjang Maret 2021 dibanding Maret 2020.

Tidak hanya itu, dibanding Februari 2021, jumlah kapasitas kursi sepanjang Maret 2021 lalu juga jauh menurun hampir 50 persen. Rata-rata pesawat hanya mengangkut 598 penumpang per hari di bulan Maret, menurun dari rata-rata di bulan Februari mencapai 755 penumpang per hari.

Baca juga: Kasihan, Gegara Karantina Kejam di Hong Kong, Jumlah Penumpang Cathay Pacific Turun 94 Persen

Penurunan hampir terjadi di seluruh jaringan Cathay Pacific yang dulunya sangat perkasa. Kapasitas ke Amerika Utara turun 83,9 persen pada Maret 2021 dibandingkan dengan Maret sebelumnya. Kapasitas ke Eropa turun 95,8 persen. Kapasitas ke Pasifik Barat Daya turun 96,8 persen. Semua penerbangan ke Asia Selatan, Afrika, dan Timur Tengah tetap ditangguhkan atau turun 100 persen.

Kapasitas ke Asia Tenggara Maret ini turun 89,5 persen dibandingkan Maret 2020. Kapasitas ke Asia Utara turun 77,9 persen. Kapasitas ke daratan Cina yang jadi andalan selama bertahun-tahun juga turun 39,9 persen.

Harus Bangga atau Geram? Singapore Airlines Luncurkan Jingle Baru Terinspirasi Batik

Maskapai nasional Singapura, Singapore Airlines, merilis music branding atau sonic branding tahun 2021. Nantinya, music branding yang terdiri dari tiga jingle tersebut akan diputar saat landing, boarding, di lounge, on board, customer center, serta di seluruh platform periklanan maskapai.

Baca juga: Inilah 13 Video Iklan Maskapai Terbaik Sepanjang Masa, Nomor 11 Paling Hot!

Menariknya, jingle terbaru Singapore Airlines itu terinspirasi dari kemewahan motif batik. Entah kebanggan atau sebuah pelecut semangat untuk flag carrier nasional, Garuda Indonesia, serta segenap anak bangsa dalam memaksimalkan batik. Yang pasti, faktanya maskapai nasional negeri tentangga itu berhasil membuat jingle mewah yang salah satunya terinspirasi dari batik yang dikenakan pramugarinya.

Dilansir thedrum.com, Singapore Airlines menggandeng agensi music branding kenamaan dunia, DLMDD, dan menghasilkan branding musik baru berjudul “The Sound of Singapore Airlines”. Music branding tersebut terdiri dari tiga jingle atau tiga lagu instrumental 10 menit, yaitu “Landing Music”, “Boarding Music”, dan “Lounge Music”.

Sesuai namanya, ketiga itu akan selalu diputar di pesawat selama boarding, mendarat, di lounge, dan seluruh platform media periklanan maskapai.

Menurut Max De Lucia, pendiri dan direktur klien DLMDD, proses pembuatan sonic identity baru Singapore Airlines tidaklah mudah.

Sebelum mulai dikerjakan, maskapai meminta kepadanya bagaimana caranya agar lagu tersebut bisa mengandung unsur visual maskapai, seperti motif batik Singapore Airlines yang khas, pelayanan, hiburan, hidangan maskapai, dan lain sebagainya.

Bisa dibilang, “The Sound of Singapore Airlines” ialah hasil mengaudiokan seluruh visual tentang Singapore Airlines. “Bagaimana kita menerjemahkan dunia visual SIA dan Motif Batik ke dalam dunia bunyi?” ujar Max.

Disebutkan, proses pembuatan sonic branding Singapore Airlines dimulai dengan membuat Instrumen Batik yang dimotori Dominic Murcott dan didukung oleh Rohan De Livera. Keduanya adalah komposer kenamaan di dunia.

Dari tangan keduanya menghasilkan ‘Symphony of Flowers’ yang terinspirasi dari motif batik Singapore Airlines yang baru serta mencerminkan motif batik asli dari sarong kebaya yang biasa dikenakan pramugari. Tak hanya itu, ‘Symphony of Flowers’ juga merupakan wujud dari negara Singapura yang digadang menjadi kota teraman.

“Jika (motif) bunga (pada batik maskapai) dapat berbicara, bagaimana suaranya? Di sinilah letak masalahnya. Jadi, bagaimana motif batik ini dapat menginspirasi dan dinikmati penumpang sebagai sebuah pengalaman baru,” jelas Dominic Murcott.

Hasil karya tersebut kemudian dijadikan sebuah karya yang utuh oleh orkestra kelas dunia, live in Budapest, untuk dinikmati oleh penumpang Singapore Airlines khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

Senior Vice President Customer Experience Singapore Airlines, Yeoh Phee Teik, mengatakan, inovasi ini merupakan sebuah keharusan untuk mendapat sebuah brand images yang bagus di pasaran.

Baca juga: Dear Bunda, Singapore Airlines Jual Seragam Pramugari Buat Anak-anak, Loh! Segini Harganya

“Inovasi terjadi saat kita mengubah brand experience maskapai agar menjadi lebih baik. Kami membuat sesuatu yang inspiratif melalui motif batik Singapore Airlines beradasarkan seragam ikonik Sarong Kebaya,” jelasnya.

“Bagaimana jadinya jika kita menggunakan ini (motif batik baru maskapai) untuk menginspirasi dan mengeksplore dunia musik (sonic identity)?” tutupnya.

Angkat Badan Kapal yang Tenggelam di Kedalaman 858 Meter, Harapan ada di Super Heavy Crane

Duka cita yang mendalam dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia atas gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Utara Bali. Dan, menindaklanjuti atas musibah yang terjadi di bawah permukaan laut tersebut, Pemerintah Indonesia tengah berusaha untuk bisa mengangkat bagian kapal selam KRI Nanggala dari dasar laut. Jelas bukan perkara mudah, pasalnya posisi keberadaan kapal selam ada di kedalaman 838 meter.

Baca juga: Kenali Jenis Kereta Crane yang Bantu Evakuasi KRL Anjlok di Cilebut

Melihat dari posisi kedalamannya yang berada 838 meter di bawah permukaan laut, jelas Indonesia tidak mempunyai teknologi yang memadai untuk tugas penuh tantangan tersebut. Tapi kabar baiknya, TNI AL telah mendapat tawaran bantuan dari International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO) untuk mengangkat badan KRI Nanggala 402. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono, mengungkapkan ISMERLO bersedia membantu mengangkat badan KRI Nanggala 402 yang telah terbelah menjadi tiga bagian. Meski begitu, Yudo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu dengan pemerintah pusat.

Terlepas dari upaya mengangkat badan kapal selam KRI Nanggala 402, perlu juga diketahui untuk melihat teknik pengangkatan yang kemungkinan akan digunakan, pasalnya, teknik yang sama juga berlaku untuk mengangkat badan kapal sipil yang beratnya mencapai ribuan ton atau pesawat yang tenggelam di dasar lautan yang dalam.

Bila melihat kedalaman yang sampai 838 meter, jenis perangkat apakah yang akan digunakan untuk mengangkat kapal selam KRI Nanggala 402? Mungkinkah bisa mengangkat badan kapal selam yang bobotnya 1.300 ton? Maka jawabannya bisa, yaitu dengan menggunakan super heavy lift crane vessel, seperti dari jenis Saipem 7000, Heerema Thialf, atau Heerema Sleipnir. Crane vessel tersebut punya kapasitas daya angkat sampai 14.000 ton (Thialf)/20.000 ton (Sleipnir). Crane tersebut biasa dipakai untuk menangani konstruksi sumur migas di kedalaman air lebih dari 3.000 meter.

Baca juga: Langkah-Langkah Ini Akan Mudahkan Proses Evakuasi Saat Kapal Mengalami Kecelakaan!

Justru yang terpenting adalah fase sebelum pengangkatan, yaitu fase locating/pinpoint titik hancurnya lambung KRI Nanggala secara pasti. Untuk ini, diperlukan beberapa aset hidro oseanografi, terutama kapal-kapal survei and deep sea rescue yang dilengkapi dengan sonar imagery untuk memetakan puing-puing di dasar laut.

Duh, Pesawat Baru KLM Rusak Gegara Nabrak Garbarata

Insiden di bandara tak pernah bisa diprediksi. Lengah sedikit, kecelakaan kecil maupun besar bisa terjadi dengan cepat. Terbaru, pesawat baru Boeing 777-300ER KLM dikabarkan rusak gegara menabrak garbarata (aerobridge, jet bridge, atau biasa juga disebut jetway) di Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam, Belanda.

Baca juga: Bandara Schipol Jadi Satu-satunya di Dunia yang Masih Operasikan Garbarata Ganda

Insiden itu bisa dibilang terjadi karena kesalahan kecil petugas. Usai seluruh penumpang masuk dan pesawat siap berangkat, garbarata akan dilepas dan pesawat melakukan pushback, taxiing, dan lepas landas.

Namun, siapa nyana, ketika pushback, sayap pesawat justru menabrak garbarata yang tak dilepas dengan benar sehingga membuatnya terlalu rendah. Akibatnya, sayap bagian atas pesawat, yang di situ terdapat flap and slat, membentur atau mungkin lebih tepatnya bergesekan dengan garbarata. Kendati demikian, kerusakan dilaporkan tak terlalu siginifikan.

“Pada 22 April, sebuah pesawat Boeing 777 menghantam garbarata selama pushback, yang posisinya terlalu rendah karena malfungsi. Hal ini menyebabkan kerusakan ringan pada sayap pesawat. Kerusakan ini sekarang sedang diperbaiki,” kata juru bicara KLM, seperti dikutip dari Simple Flying.

Maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi itu diketahui mempunyai 31 Boeing 777 di barisan armadanya; termasuk 15 varian yang lebih pendek Boeing 777-200 sedangkan 16 sisanya adalah varian 777-300ER, salah satunya teregistrasi sebagai PH-BVV, pesawat yang baru tiga bulan dioperasikan KLM dan harus istirahat sejenak akibat insiden tabrakan dengan garbarata.

Dari data RadarBox.com, pesawat tercatat baru beroperasi sebanyak 14 kali dengan total jam terbang 80,8 jam.

Boeing 777-300ER PH-BVV KLM diketahui menjadi pesawat triple seven baru terakhir yang bergabung dengan maskapai. Nantinya, maskapai nasional Belanda itu tetap akan mendatangkan pesawat baru dari jenis lainnya, yaitu sembilan Boeing 787-10 yang masih dalam proses pengerjaan.

Baca juga: Adu Jotos di Garbarata, Dua Wanita ini Bikin Penerbangan Tertunda 40 Menit

Insiden tabrakan pesawat dengan garbarata tentu bukan pertama kali terjadi di dunia. Sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi pada Juli 2020 silam juga di bandara yang sama. Ketika itu, Pesawat Boeing 787 Dreamliner TUI tujuan Curaçao rusak akibat ditarik terlalu jauh. Hal ini menyebabkan nacelle mesin kiri bertabrakan dengan garbarata.

Setahun sebelumnya, yaitu pada 7 Oktober 2019, fairing mesin kiri pesawat Boeing 787 Japan Airlines menabrak garbarata saat ditarik towing car. Tak lama berselang atau pada 17 Oktober 2019, Boeing 737 Southwest dilaporkan terdorong angin kencang dan menghantam garbarata di Bandara Boston Logan, Amerik Serikat.

Taruh Batu di Atas Rel, Tindakan Bodoh yang Bisa Berujung Pidana Berat

Maksud hati mungkin cuma iseng, namun, menempatkan sesuatu di atas rel bisa berujung pidana berat. Sebagai wahana yang bergerak di lintasan, maka keselamatan kereta api sangat bergantung pada kondisi rel. Dan, untuk kesekian kalinya, pada 24 April lalu, viral warga di sekitaran Stasiun Klaten-Ceper, Jawa Tengah, diketahui telah menaruh bebatuan di atas rel. Bahkan, kabarnya sejumlah alat persinyalan juga dirusak.

Baca juga: Rel Paksa (Gongsol), Menjamin Lintasan Kereta Aman di Tikungan Tajam

Dengan kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi, yaitu sekitar 95 km per jam, maka adanya batu di atas rel dapat menyebabkan kerusakan pada lokomotif, sampai yang lebih serius, kereta dapat anjlok keluar dari jalurnya, dan bila itu terjadi, maka risiko jatuhnya korban jiwa bisa sangat besar. Jika roda kereta api menabrak benda-benda itu, ada kemungkinan roda lokomotif akan terangkat ke atas. Adanya dorongan gaya ke depan yang tidak seimbang bisa mengakibatkan anjlok. Bahkan, lebih fatal lagi kereta api bisa saja terguling.

Dikutip dari Tribunnews.com (24/4/2021),Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Supriyanto memberikan penjelasannya terkait aksi viral warga yang menaruh batu di rel kereta. Supriyanto mengatakan pemasangan batu di atas rel sangat membahayakan perjalanan kereta api. “KAI akan melakukan tindakan sesuai aturan UU perkeretaapian, terhadap masyarakat yang terbukti melakukan kegiatan tersebut,” kata dia. “Apalagi sampai merusak prasarana perkeretaapian,” tambahnya.

Apa ancaman bagi mereka yang melakukan tindakan yang membahayakan perjalanan kereta api? Persisnya ada ancaman hukuman kepada siapa pun yang melakukan tindakan seperti ini. Hukumannya sesuai dengan ketentuan UU Perkeretaapian dan KUHP. Ancamannya hingga penjara seumur hidup jika tindakan tersebut membahayakan perjalanan kereta api yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Baca juga: Tindakan Bodoh, Lempar Gulungan Spanduk dan Besi ke Rel Kereta Bisa Membahayakan

Namun, aksi bodoh yang membahayakan nyawa penumpang kereta api bukan terjadi di Indonesia saja, di Negeri Britania pun pernah muncul kejadian serupa. Seperti pada April 2020, Di mana ada dua kejadian yakni gulungan spanduk sepanjang sepuluh meter dan sebuah lempengan besi skuter dilempar ke atas rel kereta api. Insiden ini kemudian dilaporkan ke Polisi Transportasi Inggris. Adanya kejadian tersebut, membuat warganet mengutuk ‘para idiot’ yang bertanggung jawab atas hal itu, meskipun tidak menggagalkan jadwal perjalanan kereta.

Tak Butuh Ruang Banyak, Kamera Polaroid Go Mudah Digenggam

Sebagai seorang pelancong yang hobi mengabadikan momen, rasanya kamera menjadi salah satu barang yang wajib dibawa. Meski ponsel juga sudah dilengkapi kamera, tetapi masih banyak yang membawa kamera. Tak hanya itu, terkadang juga ingin langsung mendapat hasil foto sehingga menggunakan kamera Polaroid.

Baca juga: Jangan Ragu! Barang-Barang di Kamar Hotel Ini Memang Gratis Dibawa Pulang

Kamera instan Polaroid yang lama memiliki bentuk foto kotak-kotak yang besar dengan kesederhanaan sekali tekan dan kemampuan untuk menampilkan foto persegi yang berkembang di depan mata. Namun belum lama ini ada penambahan baru untuk keluarga Polaroid mengikuti estetika desain yang sama yakni Go. Di mana kamera Polarid ini lebih kecil dari ukuran biasanya yakni 4,1 x 3,3 x 2,4 inci (105 x 83,9 x 61,5 mm).

Sedangkan model lama memiliki 3,7 x 4,4 x 5,98 inci (94 x 112,2 x 150,2 mm). Go memiliki warna putih klasik dengan merek ikonik. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (20/4/2021), Go dirancang untuk menjadi pendamping yang dapat dikenakan, memungkinkan kepuasan point-and-shoot ditambah dengan kecepatan cetak instan.

Seperti saudaranya yang lebih besar, Go memiliki lapisan luar polikarbonat dan ABS. Di mana lensa resin polikarbonat memiliki panjang fokus 34 mm dengan apature f / 12 dan f / 52 dan memiliki kecepatan rana 1/125 – 30 detik.

Uniknya Go dilengkapi dengan cermin selfie atau swa foto untuk membingkai foto sendiri Anda. Selain itu dilengkapi dengan self timer untuk menangkap gambar grup jarak jauh, flash dinamis, fitur eksposur ganda untuk lebih banyak pilihan kreativitas dan memiliki baterai Li-ion 750 mAh yang juga dilengkapi dengan 15 bungkus film.

Meski memiliki ukuran lebih kecil, Polaroid Go dapat menampung paket film persegi berukuran penuh karena perusahaan pembuat telah mengembangkan ukuran baru untuk digunakan pada kamera baru. Ukuran gambar kartu bingkai untuk Go adalah 1,85 x 1,81 inci (47 x 46 mm), dan pengguna akan melihat gambar dalam warna penuh setelah sekitar 10 hingga 15 menit.

“Kami menghabiskan waktu bertahun-tahun merancang kamera Polaroid Go dari dalam ke luar. Komponen internal kamera disusun seperti Tetris tiga dimensi, menggunakan komposisi yang cermat untuk menghasilkan tampilan luar yang sederhana dan mudah serta menghadirkan kamera analog instan dengan ukuran sekecil mungkin. Membawa kembali desain produk secara serius ke Polaroid adalah hasil karya cinta. dan tim sangat bangga dengan faktor bentuk ikonik baru ini,” kata perusahaan Ignacio Germade.

Baca juga: Saatnya Nikmati Perjalanan dengan Gadget Anyar Berteknologi Tinggi

Kamera Polaroid Go siap untuk pre-order dengan harga eceran US$99,99 atau sekitar Rp1,4 juta, dengan ketersediaan umum menyusul minggu depan. Paket ganda 16 bingkai film warna dengan harga $19,99 atau sekitar Rp290 ribu.

Mengapa Aeroflot Hanya Operasikan Boeing 777-200ER Selama 7 Tahun?

Pada tahun 1998 lalu, barisan armada maskapai nasional Rusia, Aeroflot, resmi dilengkapi pesawat Boeing 777-200ER. Hanya saja, setelah tujuh tahun lamanya atau sampai tahun 2005, maskapai tak lagi menggunakan pesawat itu untuk mendukung rute internasionalnya. Mengapa demikian?

Baca juga: [Video] Boeing 777 Royal Flight Tabrak A330 Milik Aeroflot, Siapa yang Salah?

Pada tanggal 23 Januari 1998 sebuah Boeing 777-200ER menuju ke Moskow dari Boeing Field, Washington, Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dengan rumah barunya selama tujuh tahun. Pesawat ini akan menjadi pesawat pertama dari dua unit yang akan bergabung dengan Aeroflot.

Alih-alih membeli pesawat, maskapai tertua di Rusia ini memilih untuk menyewanya, melalui International Lease Finance Corporation yang berbasis di California, AS.

Bergabungnya Aeroflot menjadi maskapai yang mengoperasikan pesawat-pesawat Boeing tentu saja membuat pabrikan bangga. Status maskapai sebagai maskapai nasional Rusia, yang notabene ketika itu masih diselimuti sentimen Perang Dingin, juga menjadikan momentum tersebut terasa lebih spesial. Ketika itu, Aeroflot mengkonfigurasi pesawat dalam tiga kelas. Tetapi, mengapa maskapai memilih Boeing 777-200ER?

Dilansir Simple Flying, utilitas tentu menjadi alasannya. Dengan kemampuan mengangkut hingga 291 penumpang, pesawat tersebut sangat bisa diandalkan untuk rute-rute internasional maskapai, terutama pada layanan ke New York dan London dari basis maskapai di Moskow.

“Aeroflot adalah satu-satunya maskapai di Rusia dengan 777-200ER. Maskapai ini telah menerbangkan pesawat Boeing sejak 1994, ketika menyewakan 767-300ER pertamanya,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

“Aeroflot saat ini terbang ke 153 tujuan di 84 negara dan menyediakan 70 persen dari semua transportasi udara internasional yang dilakukan oleh maskapai Rusia,” lanjut Boeing.

Sebelum mulai menerbangkan beberapa jenis Boeing selama tahun 1990-an, armada Aeroflot sebagian besar terdiri dari pesawat-pesawat buatan Uni Soviet, seperti Tupolev, Ilyushin, dan Yakovlev. Aeroflot kemudian menambah dukungan Barat dalam armadanya melalui Airbus A310 pada tahun 1992 dan McDonnell Douglas DC-10 pada tahun 1995 untuk operasional kargo.

Baca juga: Aeroflot Registrasi Pesawat Airbus A350 Baru di Bermuda, Gegara Lari dari Pajak?

Setelah berakhirnya Perang Dingin, Aeroflot semakin menggila dan lebih terobsesi untuk mengoperasikan pesawat-pesawat Barat. Saat ini, Sukhoi Superjet SJ-100 tercatat menjadi satu-satunya jet buatan Rusia yang dimiliki pesawat. Sisanya, flag carrier Rusia ini mengoperasikan pesawat-pesawat Barat, Airbus dan Boeing.

Setelah pensiun selama beberapa tahun, Boeing 777 kembali masuk ke barisan armada Aeroflot pada tahun 2013. Hingga kini, maskapai itu tercatat memiliki sekitar 20 pesawat Boeing 777-300. Maskapai juga semakin memodernisasi armada widebody-nya dengan mendatangkan Airbus A350 pertama pada Februari tahun lalu.