Mulai Hari Ini, Garuda Indonesia Kembali Operasikan Pesawat Wide Body untuk Rute Jakarta-Denpasar

Akibat pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan tajam pada frekuensi dan kapasitas penerbangan, tak terkecuali dampak tersebut dirasakan pada rute gemuk Jakarta-Denpasar. Lantaran imbas menurunnya jumlah penumpang, maka sejak beberapa lama Garuda Indonesia hanya mengoperasikan pesawat jenis narrow body untuk melayani rute Jakarta-Denpasar-Jakarta. Namun, ada perubahan positif pada 22 Maret 2021.

Baca juga: Jadi Penumpang Business Class di Boeing 777 Garuda Indonesia, Inilah yang Anda Nikmati

Sebagai upaya untuk memberikan keyamanan lebih bagi para penumpang serta guna mengoptimalkan kapasitas isian penumpang, maskapai penerbangan Garuda Indonesia mulai Senin (22/3) mengoperasikan pesawat berbadan lebar (wide body) pada rute Jakarta–Denpasar–Jakarta.

Beberapa pesawat wide body tersebut diantaranya adalah Boeing 777-300ER yang berkapasitas 314 penumpang (triple class) dan 393 penumpang (dual class), Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang, A330-300 berkapasitas 287 penumpang serta Airbus A330-900Neo dengan kapasitas 301 penumpang.

Adapun sebelumnya, rute penerbangan Jakarta-Denpasar-Jakarta sebagian besar dilayani dengan armada Boeing 737-800NG dengan kapasitas 162 penumpang pada setiap penerbangannya. Dalam pesan tertulis, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pengoperasian pesawat berbadan lebar (wide body) pada layanan penerbangan Jakarta – Denpasar – Jakarta tersebut merupakan upaya Garuda Indonesia untuk terus memaksimalkan aksesibilitas masyarakat pada sektor penerbangan Jakarta – Denpasar – Jakarta yang merupakan salah satu rute penerbangan dengan trafik frekuensi penerbangan tertinggi di Indonesia.

Selain Itu, langkah tersebut juga merupakan bagian dari upaya strategis Perusahaan dalam memperkuat segmen pasar penerbangan Garuda Indonesia ke Bali yang merupakan salah satu pintu gerbang pariwisata nasional. “Langkah optimalisasi isian penumpang tersebut tentunya senantiasa kami selaraskan dengan komitmen penerapan physical distancing selama penerbangan yang menjadi fokus utama value layanan penerbangan Garuda Indonesia di masa adaptasi kebiasaan baru ini”, papar Irfan.

Baca juga: Inisiatif Respon Virus Corona Bersama Maskapai Lain, Dirut Garuda: Jangan-jangan Solusi Malah Memakan Salah Satu

Adapun saat ini Garuda Indonesia melayani sekitar 56 kali penerbangan untuk rute Jakarta-Denpasar pp setiap minggunya dari total 104 penerbangan yang dilayani Garuda Indonesia dari dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar.

Tak Lagi di Gulf Air, Pramugari Ini Buka Toko Kelontong di Kenya

Seorang pramugari Gulf Air kini membuka toko kelontong di Kenya, Afrika dan mengubah jalur kariernya ketika pandemi Covid-19. Susan Wamaitha bisa dikatakan menjadi salah satu dari mereka yang mengubah kehidupan penerbangannya dengan membuka toko kelontong dan kembali dekat dengan keluarga.

Baca juga: 14 Tahun Jadi Pramugari Singapore Airlines, Kini Alih Profesi Menjadi Perawat Medis

“Saya telah menyaksikan keajaiban, melihat yang terbaik, menghadapi yang terburuk, melewati rasa sakit, dan merasakan luka di kulit saya. Saya telah melihat tanaman tumbuh dari retakan. Saya telah merasakan seperti apa rasanya diinjak dan apa arti muncul dari balik awan,” kata Susan yang dikutip KabarPenumpang.com dari aerotime.aero.

Susan Wamaitha mantan pramugari Gulf Air (aerotime.aero)

Dia mengatakan, bila tidak ada pandemi, dirinya tidak akan punya cukup waktu untuk memulai bisnisnya sendiri. Selama lima tahun ketika dia bekersa sebagai pramugari Gulf Air, Susan hampir tidak punya waktu bahkan untuk keluarganya. Susan ketika masih bekerja di Gulf Air milik negara Bahrin merupakan pramugari kelas bisnis.

“Saya sudah menikah dan saya memiliki seorang putra. Mereka berdua tinggal di Kenya. Sebelum pandemi kami biasa bertemu setiap bulan. Ketika Kenya dan Bahrain diisolasi dari Maret hingga Juli 2020, kami tidak dapat bertemu satu sama lain. Semuanya tertutup, kami merasa seperti tawanan. Itu tidak mudah,” jelas Susan.

Dia mengatakan penerbangan terakhirnya ke London pada bulan Maret 2020 dan ketika kembali ke Bahrain mereka tinggal lebih dari tujuh jam menunggu hasil tes Covid-19. Susan mengaku, dirinya tidak tahu bahwa hal itu adalah penerbangan terakhirnya.

“Maskapai tempat saya terbang tidak segera memecat kami. Kontrak saya berlaku hingga Juli 2020, jadi perusahaan menahan saya. Saya tidak terbang tetapi Gulf Air membayar kami setengah gaji, dan itu tidak masalah,” ungkapnya.

Susan dengan jelas mengingat momen ketika dia dibuat berlebihan. Dia berkata bahwa dia telah berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan di maskapai penerbangan dan setelah menerima berita yang mengecewakan, dia mengalami pergolakan emosional.

Saat pandemi Covid-19 dia berusaha mempersiapkan diri secara psikologis dan mental untuk cuti. Namun Susan mengaku, dirinya tak bisa melakukan hal itu dan bukan waktu yang tepat untuk pergi sebab hal ini mengejutkan.

“Kami biasanya membawa lebih dari 300 orang dalam penerbangan dan tiba-tiba kami hanya membawa 50 penumpang. Itu merupakan kerugian besar bagi perusahaan. Orang-orang takut untuk terbang karena kemungkinan jatuh sakit atau terkunci di luar negeri,” tambahnya.

Setelah meninggalkan maskapai, Susan kembali ke Kenya di mana dia akhirnya bisa bertemu keluarganya. Pramugari memutuskan untuk mencurahkan emosinya pada seni, menangkap semua suka duka hidupnya ke dalam sebuah buku. Meskipun tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam manajemen bisnis atau bisnis itu sendiri, didorong oleh temannya dan mencari stabilitas keuangan, Susan memutuskan untuk mencoba sendiri dan mendirikan toko kelontong kecil di kampung halamannya.

“Saya menghargai pekerjaan baru saya karena sama seperti bekerja untuk maskapai penerbangan, saya bertemu orang yang berbeda setiap hari. Saya juga menjalankan peternakan unggas kecil, jadi saya bisa mengatakan saya adalah orang yang berpikiran bisnis sekarang,” kata dia.

Baca juga: 30 Awak Kabin Singapore Airlines Jadi Duta Perawat di Rumah Sakit

Diberdayakan untuk membangun kembali karier dan hidupnya, Susan mengatakan bahwa dia memiliki beberapa nasihat untuk anggota keluarga penerbangan lainnya yang juga telah melalui pengalaman yang mengubah hidup.

Inilah SE200, Pesawat Widebody Super Irit dengan Enam Sayap, Penantang Serius Airbus-Boeing?

Perusahaan startup asal Alabama, Amerika Serikat (AS), SE Aeronautics, belum lama ini memperkenalkan pesawat super irit alias ramah lingkungan, SE200, singkatan dari super efficient. Berbekal desain unik dengan enam sayap, pesawat widebody yang mampu mengangkut 264 penumpang itu diklaim mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 70 persen dan menurunkan emisi CO2 atau karbon dioksida hingga 80 persen.

Baca juga: COMAC Serius Goyang Duopoli Airbus dan Boeing, Pesanan Nyaris 1.000 Unit Jadi Sinyal Kuat

Dilansir Simple Flying, dengan tingkat efisiensi tinggi dan biaya operasional jauh lebih rendah dari pesawat lain, SE200 memang menjanjikan keuntungan berlipat bagi maskapai di setiap penerbangan. Hal itu juga didukung dengan tingkat keselamatan tinggi serta masa pakai pesawat yang lebih lama dari pesawat komersial yang ada saat ini.

Di samping itu, pesawat juga tak menggunakan banyak baut. Hal itu dimungkinkan berkat desain monocoque yang berarti mencetak satu bagian komposit secara utuh. Selain mengurangi metal fatigue, itu juga membuat penumpang lebih aman.

“Teknologi inovatif dan desain pesawat baru kami akan menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 70 persen dan menurunkan emisi CO2 hingga 80 persen yang diukur dengan per kilometer kursi. Desain inovatif yang dimaksud adalah konfigurasi sayap tri-ringan yang lebih efisien yang sangat meningkatkan gaya angkat selama drag, menghasilkan kemampuan lepas landas dan pendaratan singkat (STOL) dan penerbangan yang sangat panjang,” kata Chief Engineer SE Aeronautics, Lloyd Weaver.

Desain enam sayap atau tiga pasang sayap, ditambah mesin super efisien diklaim mampu menurunkan emisi C02 hingga 80 persen. Foto: SE Aeronautics

“Konstruksinya semuanya berbahan komposit, dicetak dalam satu bagian yang kuat dan lebih aman. Selain itu pesawat juga super tipis, sayap panjang, dan lebih ramping dari mulai bagian hidung pesawat hingga ekor. Kami melakukan semuanya,” tambahnya.

Desain pesawat widebody SE200 juga meletakkan tangki bensin di tempat yang berbeda dengan pesawat yang ada saat ini. Sebagai gantinya, tangki bahan bakar diletakkan di atas badan pesawat yang bertujuan untuk membuat pesawat lebih lama mengambang saat melakukan ditching atau pendaratan di atas air.

Saat ini SE200 masih menunggu paten. Tak disebutkan dengan jelas kapan target pesawat ini rampung. Foto: SE Aeronautics

SE200 buatan SE Aeronautics ini nantinya akan menggunakan dua mesin super efisien yang terletak di bagian belakang dengan daya dorong 64.000 lbf. Melengkapi itu, perusahaan berencana menyisipkan kargo dengan desain state of the art bulk container system untuk memaksimalkan load serta berat lepas landas atau maximum takeoff weight sebesar 170,000 lb.

Dari segi kapasitas kabin, SE200 didesain sebagai widebody dengan muatan 264 penumpang. Selain itu, pesawat juga mampu menjangkau sejauh 17 ribu km dalam muatan penuh, setara dengan Airbus A350ULR. Luar biasa, bukan?

Baca juga: Mau Gusur Airbus dan Boeing, Perusahaan Amerika Bikin Pesawat Listrik untuk Kurangi Pemanasan Global

Dengan berbagai keunggulan di atas, CEO SE Aeronautics, Tyler Mathews, yakin SE200 menjadi akan alternatif pilihan favorit di tengah duopoli Airbus-Boeing yang dinilai berteknologi usang.

“Pesawat ini akan menjadi solusi paling praktis, menguntungkan, dan permanen untuk teknologi pesawat yang berkinerja buruk saat ini. Efisiensi produksi kami akan memungkinkan kami untuk memproduksi pesawat kami dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada metode tradisional saat ini. Namun permata di mahkota adalah kemampuan kami untuk menurunkan tingkat konsumsi bahan bakar hingga 70 persen. Kami akan merevolusi industri,” tegasnya.

Lakukan Pelecehan Seksual, Pengemudi Grab Dipenjara dan Dikeluarkan dari Platform

Seorang pengemudi Grab di Singapura melakukan pelecehan seksual pada seorang penumpangnya. Pengemudi pria ini berumur 69 tahun dan karena perbuatanya tersebut, dia dipenjara selama satu minggu dan mengakui perbuatannya di pengadilan.

Baca juga: Tangkal Pelecehan Seksual, Taksi dan Ojek Perempuan Bisa Jadi Solusi

Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (12/3/2021), insiden pelecehan seksual ini sejatinya sudah lama terjadi, yaitu pada September 2018 sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Di pengadilan, dia mengatakan saat itu korban seorang wanita berusia 38 tahun melakukan pemesanan GrabShare melalui ponselnya dengan perjalanan dari East Coast Park ke Blok 896A, Tampines Street 81.

Dalam penggunaan GrabShare hanya perempuan itu dan tidak ada penumpang lain. Hashim mengatakan, penumpang wanita itu duduk di kursi belakang sebelah kiri saat dirinya mengemudi. Kemudian ketika perjalanan menyusuri Pan Island Expressway menuju Bandara Changi, dia mengulurkan tangan kiri ke arah kursi penumpang belakang dan mengelus pergelangan kaki kanan korban.

Jaksa penuntut mengatakan, setelah itu Hashim berbalik dan menatap kaki korban. Dia juga meletakkan tangan kirinya di antara pergelangan kaki korban dan menggunakan telapak tangannya membelai betis bagian dalam dengan gerakan ke atas beberapa kaki serta bergerak dari pergelangan kaki ke lutut.

Korban dikejutkan dengan tindakan Hasyim dan menanyakan apa yang sedang dilakukannya. Kemudian Hashim menarik tangannya dan meminta maaf. Karena merasa dilecehkan, korban mengajukan laporan polisi keesokan harinya. Penuntut meminta hukuman penjara singkat, mengacu pada keputusan pedoman kasus lain, mencatat bahwa pelanggaran dilakukan di dalam kendaraan sewaan pribadi dan ada kontak kulit-ke-kulit.

Saat dipengadilan, keluarga Hashim ikut dalam persidangan. Bila ada penganiayaan dia bisa dipenjara hingga dua tahun, didenda, dicambuk, atau diberikan kombinasi hukuman ini. Karena tidak ada, maka penuntut hanya ingin Hashim dihukum singkat. Adanya permasalahan ini, seorang juru bicara Grab mengatakan pada hari Sabtu bahwa Hashim telah dilarang dari platformnya.

Baca juga: Antisipasi Tindakan Negatif, Kota Cambridge Pasang CCTV di Taksi Online

“Keamanan pengguna kami penting bagi kami dan kami sama sekali tidak menoleransi perilaku tidak senonoh, pelecehan, atau penyalahgunaan dalam bentuk apa pun. Pengguna yang menampilkan perilaku tidak senonoh akan dilarang dari platform,” kata perusahaan itu.

Fase 2B MRT Jakarta dari Kota Menuju Ancol Barat Sudah Direstui Gubernur DKI

Tak hanya kabar meningkatnya ridership atau penumpang MRT Jakarta, tetapi dari pembangunan fase 2 juga ada beberapa hal menarik. Salah satunya adalah penetapan formal fase 2B dari Kota menuju Ancol Barat.

Baca juga: Ridership Meningkat, MRT Jakarta Hadirkan Kereta Khusus Pesepeda Non Lipat

“Kemajuan bagus karena kita pastikan fase 2B yang sudah kita sampaikan sebelumnya sudah dapat ketetapan formal dan akan berakhir di Ancol Barat dari Kota dari rekomendasi Trase dan diikuti dengan penlok (penetapan lokasi) oleh Pemprov dengan keputusan Gubernur,” kata Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Dia menjelaskan akan ada penambahan tiga stasiun dari Kota menuju ke Ancol Barat. Adapun lintasannya yakni dari Mangga Dua, jalur akan dibelokkan ke kiri masuk ke atas Ancol baru dan stasiun terakhir di depo Ancol Barat.

William menjelaskan, pihaknya saat ini tengah upayakan pendekatan untuk pembangunan depo di Ancol Barat sehingga desainnya di platform dengan luas lahan 19 Ha bisa di mix untuk kepentingan komersial. Dia menyebutkan, di lahan 19 Ha untuk depo Ancol Barat bisa menampung 31 trainset.

“Lahan 19 Ha itu akan mengakomodir 31 trainset dan yang sekarang kita adakan 14 trainset. Ini untuk jangka panjang kalau jalur Barat ke Timur dan Utara ke Selatan akan berkembang lagi. Selain itu, ini lahan untuk berbagai pengetesan yang dipersyaratkan Ditjen AK,” jelas William.

Nantinya dalam pembangunan fase 2B, William menyebutkan pendanaannya masih proses formal untuk penambahan pinjaman dari JICA. Kemudian pihak JICA akan datang untuk assessment perkiraan kebutuhan pinjaman akan butuh berapa banyak. Sehingga setelah fact dinding akan diketahui berapa penambahannya antara pemerintah Jepang dan Indonesia bisa ditanda tangani untuk pinjaman.

Untuk diketahui fase 2B sudah masuk blue bikk di Bappenas agar bisa masuk pinjamkan dengan JICA. Terkait masalah korosi karena letak depo di Ancol Barat yang bisa dikatakan bersebelahan langsung dengan laut, William menjelaskan, ini bukanlah hal baru.

Baca juga: Rencana MRT Jakarta Akuisisi KCI Ditolak Serikat Pekerja KAI, Pengamat: Barang Sudah Bagus Jadi Rebutan

“Teknologi di Jepang dan Eropa yang memiliki terowongan di bawah laut sudah memiliki teknologi. Studi UI juga sudah ada untuk lihat penting bangun infrastruktur bawah tanah,” jelasnya.

Khawatir Pilot Grogi, Malaysia Airlines Intensifkan Latihan Simulator dengan Kacamata 3D

Malaysia Airlines mulai mengintensifkan pelatihan pilot berbasis simulator. Hal itu untuk mencegah pilot grogi ketika kembali menerbangkan pesawat. Selain itu, memperbanyak pelatihan berbasis simulator dengan kacatama 3D juga membuat kemampuan teknis pilot lebih terjaga.

Baca juga: Curhat Pilot Senior Akibat Pandemi, Jam Terbang Rendah, Serba Lupa, dan Seperti Pertama Kali Terbang

Sebab begitu krusialnya posisi pilot sebagai salah satu penentu keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot harus tetap terus ‘terbang’ sekalipun pada kenyataannya mereka berada di rumah atau mungkin sudah di PHK dan masih ingin melajutkan karir sebagai pilot.

Selain itu, pilot pesawat komersial juga perlu melakukan tiga kali take-off dan pendaratan di malam hari dalam 90 hari terakhir yang juga harus terus di-upgrade sebelu mulai mengangkut penumpang.

Di samping itu, pilot juga harus mengupgrade berbagai lisensinya, seperti lisensi kecakapan berkomunikasi, kemampuan evakuasi saat terjadi kebakaran, kemampuan bekerja secara tim antara pilot dan co-pilot, dan berbagai kemampuan lainnya, termasuk kemampuan untuk terbang baik di siang hari dan malam hari,

Karlene Petitt, seorang pilot Boeing 777 mengatakan bahwa di masa pandemi ini, pilot tak punya pilihan lain kecuali terus mengupgrade skill mereka. Bila tidak, pilot bisa saja lupa atau kehilangan ‘sentuhan’ mereka ketika mulai kembali mengudara.

Sentuhan secara teknis mungkin bisa disikapi dengan banyak membaca buku-buku teknis. Tetapi, kehilangan sentuhan non teknis atau mental, itu tidak bisa disikapi dengan hanya duduk membaca buku ataupun menonton rekamanan menerbangkan pesawat. Melainkan harus dilatih sekalipun lewat simulator. Hal itulah yang dikhawatirkan Malaysia Airlines terhadap para pilotnya.

Bukan hanya pilot, pramugari dan pramugara juga mengikuti program pelatihan berbasis simulator atau mock up pesawat untuk menjaga kemampuan mereka bekerja. Foto: SAMUEL ONG/The Star

“Keyakinan (untuk terbang) adalah masalah yang saat ini mempengaruhi penerbangan secara global. Itu keprihatinan yang telah disoroti dan dibahas di antara berbagai organisasi penerbangan,” kata kepala pelatihan pilot Malaysia Airlines Berhad (MAB), Kapten Andrew Poh, seperti dikutip dari The Star.

“Kami memastikan bahwa kami memiliki keterlibatan berkelanjutan dengan kru (kokpit) secara keseluruhan. Dan kami memastikan bahwa kami memperkuat prosedur rutin dengan menangani keterkinian melalui pelatihan simulator. Semua hal ini semakin menambah kepercayaan para awak pesawat untuk menjalankan tugasnya,” tambahnya.

Senada dengan Kapten Poh, Kapten Rohaizan Mohd Rashid dari tim kepelatihan MAB mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan virtual reality training bukan hanya untuk pilot, melainkan juga pramugari.

Baca juga: Nasib Pilot Gegara Corona, Tetap Harus ‘Terbang’ Tanpa Dibayar

“Dengan peralatan yang sesuai termasuk kacamata 3D, mereka bisa membayangkan diri mereka di dalam pesawat, menyalakan tombol yang bereaksi secara interaktif terhadap apa yang mereka tekan,” katanya.

Malaysia tak lama lagi akan memulai program vaksinasi. Bila itu berjalan, industri penerbangan diprediksi akan lekas pulih. Hal itu tentu menjadi sebuah angin segar untuk maskapai penerbangan Negeri Jiran, termasuk Malaysia Airlines. Guna menyambut datangnya momentum itu, tak heran bila maskapai penerbangan nasional Malaysia tersebut mulai mempersiapkan diri.

Tes GeNose C19 Berlaku Penyesuaian Tarif, Kini Menjadi Rp30 Ribu

Setelah satu bulan memberlakukan tarif khusus Rp20 ribu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai besok 20 Maret 2021 mulai melakukan penyesuaian tarif untuk tes tes Covid-19. KAI menyebutkan tarif tes GeNose akan naik Rp10 ribu sehingga penumpang akan dikenakan Rp30 ribu setiap melakukan tes GeNose di stasiun sebelum keberangkatan dengan kereta jarak jauh.

Baca juga: Angkasa Pura I Dukung Rencana Penerapan GeNose di Bandara

“Setelah 1 bulan lebih diterapkan tarif khusus atau pre-launching sebesar Rp20 ribu, maka mulai 20 Maret 2021, tarif pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah Rp30 ribu,” ujar pernyataan PT KAI melalui akun Instagramnya @kai121_.

Nantinya bukan hanya kenaikan tarif tes GeNose, KAI juga meningkatkannya dengan menambah lokasi pemeriksaan GeNose C19 secara bertahap. Mulai 20 Maret 2021 juga, layanan pemeriksaan GeNose C19 akan ditambahkan di sembilan stasiun lagi.

“Sembilan stasiun yakni Bekasi, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Kutoarjo, Lempuyangan, Semarang Poncol, Jombang dan Sidoarjo,“ ujar pernyataan tersebut.

Adanya penambahan sembilan lokasi pemeriksaan tes GeNose ini, total keseluruhan kini sudah ada 23 stasiun dari Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta Hingga Daop 9 Jember. Salah satu bentuk peningkatan lainnya adalah pemeriksaan GeNose C19 di stasiun nantinya akan terintegrasi dengan ticketing system PT KAI.

“Sehingga, hasil pemeriksaan GeNose C19 pelanggan tersebut akan otomatis muncul pada layar boarding petugas. Saat ini, fitur tersebut sedang dalam tahap finalisasi,” ujar pihak PT KAI.

Sementara itu, untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking Kereta Api jarak jauh yang sudah lunas. Kemudian calon penumpang tidak boleh merokok, makan, minum (kecuali air putih), selama 30 menit sebelum melakukan tes GeNose C19.

Baca juga: GeNose, Alat Cek Covid-19 Buatan UGM Siap Diproduksi Massal, Termasuk Akan Digunakan PT KAI

Khusus untuk keberangkatan pada hari libur keagamaan dan libur panjang, diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif screening Covid-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1X24 jam sebelum keberangkatan. Untuk diketahui, 14 stasiun yang sudah memiliki layanan GeNose sebelumnya adalah Pasar Senen, Gambir, Bandung, Cirebon, Semarang, Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Malang, Jember dan Ketapang.

(Video) Airbus A380 Terakhir Sukses Terbang Perdana

Airbus A380 terakhir belum lama ini sukses terbang perdana. Pesawat itu berangkat dari pabrik Airbus Jean-Luc Lagardere di Bandara Toulouse-Blagnac di Perancis selatan, pukul 9 pagi waktu setempat. Penerbangan itu dilakukan bukan untuk melakukan uji terbang resmi melainkan menuju ke pabrik Airbus lainnya di Bandara Hamburg-Finkenwerder di Jerman untuk menyelesaikan tahapan akhir pembuatan pesawat.

Baca juga: Airbus Umumkan Produksi A380Ultra, Pesawat Mewah Tiga Lantai

Laporan CNN International, sebelum terbang menuju Hamburg, Airbus A380 yang masih ‘telanjang’ alias belum mengenakan livery maskapai ini, sempat melakukan apa yang disebut a low-pass and wing wave atau terbang rendah dengan kecepatan rendah sambil melakukan manuver ringan ke kanan dan ke kiri untuk menjajal sayap.

Tetapi, dari vertical stabilizer pesawat dengan kode registrasi MSN 272, sudah dipastikan bahwa pesawat ini bakal menggunakan livery maskapai Emirates. Ini adalah satu dari lima A380 Emirates lainnya yang masih dalam proses perakitan.

MSN 272 atau pesawat Airbus A380 terakhir diketahui melakukan konvoi terakhir ke Final Assembly Line (FAL) pada Juni tahun lalu. Ketika itu, warga pun berduyun-duyun datang memenuhi rute yang dilintasi konvoi kendaraan sambil tepuk tangan dan berteriak dengan meriah (saat iring-iringan melintas), bahkan saat malam hari sekalipun.

https://twitter.com/AeronewsGlobal/status/1372222367364231169?s=20

Kemeriahan dan keharuan tersebut bermula saat bagian pesawat Airbus A380 terakhir -dengan kode registrasi MSN 272 tersebut- keluar dari pabrik Saint-Nazaire dengan dibawa oleh tiga truk besar, melewati pedesaan Perancis seperti Gers, Haute-Garonne, Gimont, dan Leignac menuju fasilitas perakitan akhir di pinggiran Toulouse, Perancis.

Proses perakitan A380 memang tidak mudah dan cukup panjang. Disebutkan komponen pesawat raksasa ini tidak berasal dari satu tempat saja, melainkan dari berbagai negara di dunia, walaupun Final Assembly Line (FAL) pesawat double deck ini dilakukan di pabrik Jean-Luc Lagardere, Toulouse, Perancis.

Sayap jet superjumbo ini dibuat di Broughton, Wales; Bagian badan pesawat (Fuselage Section) berasal dari Hamburg, Jerman dan Saint-Nazaire, Perancis; Horizontal Tail Plane dibuat di Cadiz, Spanyol; Dan Vertical Tail Fin juga diproduksi di Hamburg.

Setelah semua bagian selesai dibuat dan siap disatukan, partikel-partikel tersebut akan dikirimkan melalui tiga jalur, darat, laut, dan udara. Untuk menghindari kecurangan dan kerusakan yang terjadi selama masa pengiriman, proses loading menuju pabrik di Jean-Luc Lagardere diawasi dengan sangat ketat oleh Arnaud Cazeneuve, Oversize Surface Transportation Manager untuk Airbus.

https://twitter.com/AeronewsGlobal/status/1372222367364231169?s=20

Dari mulai komponen terkecil seperti baut, hingga bangku pesawat dan mesin, diperkirakan Airbus A380 terdiri dari empat juta komponen yang diproduksi oleh 1.500 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia. “Menurut saya, satu keseluruhan Airbus A380 terdiri dari enam komponen. Tiga bagian fuselage, dua bagian sayap, dan satu bagian Horizontal Tail Plane,” ungkap Arnaud.

Sampai saat ini, pesawat wide-body yang mampu melesat hingga kecepatan maksimum 1.020 km per jam masih didaulat sebagai pesawat penumpang terbesar di dunia.

Kendati tercatat sejarah sebagai pesawat komersial terbesar di dunia, namun, sepak terjang A380 tak cukup panjang. Hanya sekitar 16 tahun, setelah pertama kali terbang perdana pada 27 April 2005.

Baca juga: Orang Berpengaruh di Airbus Sebut (Dibohongi Soal) Mesin Jadi Sebab Kegagalan A380

Sejumlah analisis terkait penyebab kegagalan pesawat yang memakan biaya pengembangan sekitar US$25 miliar atau Rp352 triliun ini pun menyeruak. Salah satunya datang dari pensiunan sales Airbus, John Leahy.

Pria 70an tahun yang digadang sebagai sales pesawat terbaik Airbus dan dunia tersebut mengungkapkan penyebab A380 tidak mampu bersaing dengan pesawat lain adalah karena dibohongi Rolls-Royce dan General Electric soal mesin, bukan soal ukuran yang terlalu besar.

Kabar Baik, Maskapai Buka Lowongan dan Butuh Banyak Pilot! Segini Jumlahnya

Di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19, kabar baik datang untuk para pilot. Menurut analisis dari Oliver Wyman, industri dan maskapai penerbangan akan membutuhkan banyak pilot seperti di tahun-tahun sebelum wabah menerjang.

Baca juga: Kabar Baik dari Hasil Kajian Boeing: Industri Penerbangan Butuh 763.000 Pilot

Pandemi Covid-19 bikin industri penerbangan luntang-lantung. Catatan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta dan diperkirakan akan tetap rendah di 2021.

Dampaknya, sudah pasti, PHK massal dirasakan oleh maskapai serta industri penerbangan di seluruh dunia. IATA menyebut, sektor penerbangan, yang notabene menopang 65 juta pekerjaan (sebelum dihantam corona) kehilangan 25 juta pekerja, mulai dari karyawan pusat, staf darat, awak kabin, teknisi, hingga pilot.

Akan tetapi, ketika industri penerbangan mulai kembali pulih, sudah pasti kebutuhan pilot ikut meningkat. Sebagian pengamat mungkin terkecoh dengan adanya perjanjian PHK massal antara pilot dengan maskapai, seperti yang dilakukan British Airways, tahun lalu.

Ketika itu, di antara kesepakatan maskapai tersebut terhadap pilot adalah suatu hari nanti, bila kondisi berangsur normal dan mereka membutuhkan pilot, maka eks pilot merekalah yang diutamakan terlebih dahulu, bahkan sekalipun dengan gaji yang lebih rendah.

Padahal, di tengah gelombang PHK massal, tidak sedikit dari pilot yang memutuskan untuk pensiun dini dan memulai kehidupan baru dengan pesangon yang diterima. Belum lagi, jumlah taruna pilot juga jauh berkurang. Alhasil, bisa dibilang, stok tenaga pilot saat ini dan beberapa tahun mendatang sangat mengalami kekurang.

Dilansir Simple Flying, dalam sebuah analisis, kekurangan pilot global bisa berkisar antara 34.000 hingga 50.000 pilot pada awal 2025 seiring kembalinya industri penerbangan, dimana 4,5 miliar penumpang diprediksi akan hilir mudik.

Angka kebutuhan pilot menurut analisis Boeing bahkan jauh lebih tinggi lagi. Menurut Pilot And Technician Outlook tahunan Boeing untuk 20 tahun ke depan, diperkirakan industri penerbangan global membutuhkan 763.000 pilot baru.

Baca juga: Tahun 2038: Dunia Butuh 804 Ribu Pilot Wanita

Jumlah tersebut turun lima persen dari perkiraan tahun lalu. Hal itu tentu saja akibat pandemi virus Corona yang membuat banyak maskapai menggrounded armada mereka. Seharunsya, grounded besar-besaran membuat jumlah kebutuhan pilot ke depan jauh lebih merosot dari sekedar turun lima persen.

Namun, dengan adanya pilot-pilot yang pensiun, ditambah proyeksi pertumbuhan armada global di masa mendatang, persentase penurunan kebutuhan pilot di masa mendatang tak terlalu anjlok ke titik terdalam.

Anjing di Drive-Thru Starbucks Viral di Instagram

Saat di Starbucks biasanya pelanggan akan memesan minuman serta panganan dan mencari tempat duduk untuk menikmatinya. Namun di masa pandemi ini, lebih banyak yang memilih untuk drive-thru. Pasalnya, selain mengurangi jarak dengan pelanggan lainnya, para pemilik hewan bisa membawa peliharaan mereka di dalam mobil sembari menunggu pesanan mereka.

Baca juga: Viral Video Anjing Pintar di India, Tunggu Kereta Hingga Berhenti Baru Turun

Seperti drive-thru Starbucks di Ottawa, Kanada yang mana para pelanggan drive-thru Starbuck membawa hewan peliharaan mereka. Keara McDonnell memiliki akun bernama Dogs of Haseldean Starbucks dan dia juga disebut “pup-arazzi” karena hampir setiap hari memposting anjing peliharaan pelanggan yang memesan dari drive-thru.

“Suatu hari saya mendapati diri saya mengambil foto seekor anjing yang terlalu imut untuk tidak dibagikan. Kemudian saya memposting satu anjing setiap hari. Ini adalah anjing yang saya temukan di drive-thru. Mereka menyukai puppuccino mereka. Pemiliknya senang melihat mereka memiliki puppuccino,” kata McDonnell yang dikutip KabarPenumpang.com dari ottawa.ctvnews.ca (16/3/2021).


Puppucino merupakan krim kocok yang diletakkan oleh Keara di dalam sebuah gelas. Yang mana anjing-anjing tidak pernah puas dengan suguhan manis ini dan semua orang tidak bisa cukup puas dengan foto-foto Instagram.

“Saya suka anjing. Saya merasa kebanyakan orang menyukai anjing. Jadi saya pikir itu sangat bagus. Sekali sehari Anda memasukkan anjing itu ke dalam makanan Anda. Itu membuatmu tersenyum,” kata McDonnell.

Sam Yocum mengelola Starbucks di Hazeldean Road dan mengatakan dia menyukai apa yang telah dibuat Keara.

Baca juga: Bandara Helsinki Gunakan Anjing untuk Deteksi Penumpang Terinfeksi Covid-19

“Saya sangat menyukainya. Itu adalah sesuatu yang sangat positif untuk dinantikan setiap hari. Pelanggan sangat menerima itu dan segalanya. Jadi, ini pasti menyenangkan bagi kami dan pelanggan kami,” kata Yocum.