Siap-siap, Lowongan Kerja 60 Ribu Pilot Bakal Dibuka!

Di tengah hancurnya industri penerbangan akibat pandemi virus Corona, pilot di seluruh dunia banyak yang non job alias nganggur. Jangankan pilot baru, pilot senior nan berpengalaman sekalipun banyak yang tak terserap dunia kerja saat ini.

Baca juga: Kabar Baik dari Hasil Kajian Boeing: Industri Penerbangan Butuh 763.000 Pilot

Kendati demikian, melesatnya jumlah penumpang pada 2030 mendatang dipercaya membutuhkan sekitar 60 ribu pilot di seluruh dunia. Terdekat, pada 2025 mendatang, dunia setidaknya butuh 34 ribu pilot. Angka itu bisa saja meleset menjadi sekitar 50 ribu pilot. Karenanya, jangan lupa siapkan Complete Pilot Selection Handbook kalian ya.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada tahun 2018 silam pernah memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037.

Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta dan diperkirakan akan tetap rendah di 2021.

Diperkirakan, paling cepat, jumlah penumpang akan kembali ke titik itu pada 2024 mendatang, dimana penerbangan domestik akan lebih dahulu kembali normal dibanding penerbangan internasional. Itu artinya, kebutuhan pilot sebagaimana di tahun 2019 akan terulang dan kabar baiknya pilot-pilot yang ada belum mampu memenuhi itu.

Menurut studi terbaru oleh Geoff Murray dari Oliver Wyman, perusahaan konsultan manajemen terkemuka di Amerika Serikat (AS), sebelum mencapai 2024 pun, industri penerbangan, dalam hal ini maskapai, diprediksi sudah mulai kekurangan pilot mulai tahun 2023. Bila industri penerbangan bisa kembali pulih lebih cepat, itu artinya akhir tahun ini kebutuhan pilot maskapai sudah mulai melonjak.

Disebutkan, tingginya kebutuhan industri terhadap pilot terjadi berkat dua kondisi yang berlawanan. Di satu sisi industri penerbangan mulai kembali pulih. Di sisi lain, pilot-pilot senior yang sudah malang-melintang memutuskan pensiun dan tak kembali ke dunia penerbangan lagi. Diperkirakan, ada sekitar 25 – 35 ribu pilot yang mengambil jalan itu.

Karenanya, dengan kombinasi paling menguntungkan itu, akhir dekade ini dunia mengalami kekurangan sebanyak 60 ribu pilot.

Baca juga: Kabar Baik, Maskapai Buka Lowongan dan Butuh Banyak Pilot! Segini Jumlahnya

Sebelum itu terjadi, beberapa maskapai penerbangan sudah merencanakan program pilot training in-house. Diharapkan, ini akan membantu calon pilot untuk lolos sertifikasi.

Dari berbagai kondisi di atas, mulai dari banyaknya pilot senior yang tak lagi berminat terbang, melonjaknya jumlah penumpang, hilangnya beberapa hambatan, menurut sebagian pengamat, inilah saat yang tepat untuk terjun ke dunia penerbangan dan menjadi pilot andal.

Dapat Izin FAA, Virgin Galactic Siap Bawa Penumpang Wisata ke Luar Angkasa

Virgin Galactic berhasil mencetak sejarah sebagai pesawat luar angkasa pertama setelah berhasil memperoleh sertifikasi Administrasi Penerbangan Federal (FAA) pada 25 Juni lalu.

Baca juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

Izin FAA tentu menjadi lampu hijau perusahaan untuk menerbangkan sekitar 600 penumpang yang sudah mendaftar untuk merasakan sensasi berada di luar angkasa tanpa prosedur yang ribet, seperti wajib mengenakan pakaian astronot atau Advanced Crew Escape Suit, dan lain sebagainya.

Bila tak ada aral melintang, Virgin Galactic bisa betul-betul merealisasikan impian menerbangkan penumpang berwisata ke luar angkasa mulai tahun depan.

“Kami sangat senang dengan hasil uji terbang terbaru kami, yang mencapai tujuan uji penerbangan yang sudah kamu utarakan,” kata Michael Colglazier, CEO Virgin Galactic.

“Penerbangan (uji coba VSS Unity) berjalan sempurna dan hasilnya menunjukkan bahwa keamanan dan kehebatan sistem penerbangan kami jauh lebih baik. Persetujuan FAA atas lisensi peluncuran komersial membuat kami percaya diri menggelar penerbangan uji awak penuh pertama di musim panas ini,” lanjutnya, seperti dikutip dari New Atlas.

Pada 22 Mei lalu, Virgin Galactic berhasil melakukan uji coba ketiga penerbangan wisata ke ruang angkasa di atas langit Spaceport America, New Mexico, AS. Pesawat ruang angkasa hasil pengembangan dari Space Ship Two Virgin Galactic, VSS Unity, tersebut berhasil melewati uji coba dengan mulus.

Pesawat yang menampung dua pilot dan enam penumpang tersebut mula-mula dibawa setinggi mungkin oleh pesawat atau kapal induk VMS Eve. Setelah dilepaskan, VSS Unity meluncur ke atmosfer berkat dorongan dari mesin roket hibridanya di kecepatan mencapai Mach 3 dan masuk ke subordital atau mencapai tepi luar angkasa, yang tentu saja tak bisa dicapai menggunakan pesawat sipil pada umumnya.

Selama uji coba ketiga tersebut, para insinyur mengumpulkan data penerbangan berupa kinerja stabilisator horizontal dan kontrol penerbangan baru serta suasana di dalam kabin.

VSS Unity sebelumnya juga telah dua kali uji coba penerbangan ke ruang suborbital, yaitu Desember 2018, Februari 2019.

Pada 2018, VSS Unity berhasil mengudara di bawah komando pilot uji Mark “Forger” Stucky dan Dave Mackay pada pukul 08.02 waktu setempat. Sang pesawat induk, WhiteKnightTwo, membawa VSS Unity hingga ketinggian 46.500 kaki (14.175 meter) di atas permukaan tanah sebelum akhirnnya melepaskan pesawat yang diketahui pernah mengalami insiden masif pada 31 Oktober 2014 silam.

Pada Februari 2019 silam, untuk pertama kalinya pesawat membawa penumpang manusia ke ruang angkasa.

Pesawat itu dikomandoi oleh dua pilot yakni Dave Mackay dan Michael Masucci serta satu penumpang yaitu Kepala Instruktur Astronot Virgin Galactic, Beth Moses. Mereka bertugas untuk mengevaluasi pengalaman penumpang dan kabin pesawat saat berada di ruang angkasa.

Baca juga: Produksi Pesawat Supersonic Setara Concorde, Virgin Galactic Gandeng Rolls Royce Hingga NASA

Saat itu, VSS Unity lepas landas dari Pelabuhan Udara dan Luar Angkasa Mojave California, dekat fasilitas The Spaceship Company yang merupakan anak perusahaan manufaktur Virgin Galactic.

Sebelum benar-benar membawa penumpang berwisata ke ruang angakasa, Virgin Galactic masih harus menyelesaikan sederet pekerjaan rumah. Untuk itu ke depan, setidaknya perusahaan telah menjadwalkan untuk tiga uji coba penerbangan ke luar angkasa lainnya.

Mau Liburan Seru dan Edukatif Buat Si Kecil? Coba ke Kuntum Farmfiled

Wisata edukatif berbalut agrowisata semakin diminati banyak keluarga di Indonesia dan salah satu yang familiar tentu Kuntum Farmfield. Tak hanya itu, lokasi strategis di Jalan Raya Tajur, Sindangrasa, Bogor Timur, dan mudah diakses menggunakan sepeda motor maupun mobil juga menjadi daya tarik tersendiri agrowisata yang memiliki motto back to nature, chemical free, dan friendly environment ini.

Baca juga: Inilah Odyssey Submarine Bali, Kapal Selam Wisata untuk Eskplore Eksotisme Bawah Laut Bali

Belum juga masuk dan menjelajah lebih jauh, kesan back to nature yang diusung Kuntum Farmield sudah begitu melekat ketika pertama kali masuk ke kompleks. Parkirannya juga luas dan tersedia charging station untuk kendaraan listrik, sangat friendly environment bukan?

Selain berwisata, Kuntum Farmfield juga menawarkan berbagai kegiatan edukatif kepada setiap pengunjung, seperti pelatihan agribisnis, pembudidayaan dan pengenalan tanaman hias, tanaman buah, tanaman perkebunan, tanaman kehutanan, tanaman obat serta pemanfaatannya maupun pembuatan kompos.

Konsep perpaduan peternakan, perikanan, perkebunan, dan pertanian berbasis organik ala Kuntum Farmfield terkategorisasi dengan apik melalui pembagian empat zona, yaitu A, B, C, dan D.

Zona A mencakup pintu masuk area aquaponik, kolam ikan aligator, ikan lele dan berbagai ikan lainnya, serta rumah caping. Di sini, pengunjung biasanya akan berdecak kagum dengan beragam tanaman hias, seperti janda bolong, red velvet, lavender Inggris, dan lain sebagainya.

Beranjak ke Zona B, pengunjung agrowisata Kuntum Farmfield bisa mengajak sang buah hati bermain-main dengan berbagai binatang ramah anak, seperti kelinci, kambing, domba, marmut, hamster, sampai sapi. Tiket masuk seharga Rp50 ribu di hari kerja dan Rp60 ribu di hari libur yang sudah dibeli tak jauh setelah pintu masuk, sudah termasuk berbagai pakan untuk binatang-binatang tersebut.

Khusus untuk area kelinci dan hamster, pengunjung bisa masuk langsung ke kandang dan berinteraksi lebih dekat dengannya. Sangat menyenangkan, bukan?

Tak cukup sampai di situ, berbagai keseruan lainnya masih menanti. Di Zona C, berbagai binatang seperti unggas-unggasan, kerbau, area tanam, rumah pupuk, sudah menanti pengunjung. Di samping itu, kegiatan memancing dan menangkap ikan juga bisa dilakukan di zona ini.

Menariknya, ikan hasil pengunjung memancing juga bisa dimasak di kantin yang lokasinya tak jauh dari kolam ikan, loh. Tarif memancing dan mengelola ikan hasil tangkapannya juga terjangkau. Di zona ini pula, berbagai pendopo juga tersedia untuk berbagai gelaran, baik bersama keluarga, kantor, instansi, dan lain sebagainya.

Baca juga: KA Jenggala, Kereta Komuter Plus “Wisata” Rute Mojokerto-Sidoarjo

Lanjut ke Zona D, keseruan menangkap ikan, memperkenalkan sang buah hati dengan berbagai hewan, seperti burung, ayam, dan area tanaman, menanti setiap pengunjung. Tak lupa, di zona terakhir ini, pengalaman berkuda yang biasanya ditunggu-tunggu menjadi pelengkap berbagai keseruan yang sudah didapat pengunjung di zona-zona sebelumnya.

Penasaran seperti apa keseruannya? Buruan datang langsung ke Kuntum Farmfield dan nikmati pengalaman wisata edukatif dengan konsep back to nature, chemical free, dan friendly environment.

Collins Aerospace Hadirkan Layanan Panggil Awak Kabin via Smartphone Penumpang

Virus corona telah membuat banyak perubahan yang signifikan pada kehidupan masyarakat saat ini. Salah satunya adalah layanan pemanggilan awak kabin untuk membantu atau meminta kopi yang tidak lagi perlu menekan tombol panggil.

Baca juga: Cegah Corona, Panasonic Avionics Luncurkan In-Flight Entertainment Tanpa Sentuhan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber timesofindia.indiatimes.com (17/6/2021), seperti yang dihadirkan oleh Collins Aerospace belum lama ini. Di mana mereka menawarkan solusi nirsentuh atau tanpa sentuhan baru dalam penerbangan untuk awak pesawat dan layanan penumpang.

Nantinya penumpang yang mengajukan permintaan layanan dan berbelanja dalam penerbangan akan menggunakan perangkat elektronik pribadi mereka, seperti smartphone. Yang mana hal tersebut dipercaya dapat mengurangi titik kontak penumpang dengan awak kabin.

Yang pasti, ini akan tersedia jika maskapai memutuskan untuk berinvestasi. Raytheon Technologies dan Collins Aerospace selaku perancang solusi ini mengatakan, “electronic cabin bag (eCB)” akan tersedia untuk melayani kebutuhan maskapai. Solusi ini akan mendigitalkan dan mengotomatiskan tugas awak kabin sekaligus memungkinkan penumpang menggunakan perangkat elektronik pribadi mereka untuk belanja dalam penerbangan dan permintaan layanan.

“Dengan mendigitalkan dokumen, proses dalam penerbangan, dan inventaris dalam penerbangan, solusi eCB memberikan informasi yang dibutuhkan awak kabin untuk melayani penumpang dengan lebih baik dalam satu perangkat, menggantikan proses tradisional yang banyak menggunakan kertas. Solusi ini juga menghilangkan kebutuhan penumpang untuk menyentuh tombol panggilani di kabin,” kata Collins Aerospace dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Berkat Check-in Tanpa Sentuhan, Changi Dinobatkan Jadi Bandara Teraman di Dunia

Collins Aerospace menambahkan bahwa eCB lebih ditingkatkan ketika pesawat memiliki koneksi satelit guna memungkinkan verifikasi pembayaran kartu kredit secara langsung atau real time.

Nintendo Switch Punya Kontroler Kereta di Jepang

Kenapa simulator kereta itu keren? Karena banyak alasan untuk membuatnya keren, termasuk kereta yang sangat bagus dan dibuat simulatornya. Namun yang paling penting saat ini adalah simulator tak hanya memberi kesempatan pemain menjalankannya tetapi juga bisa memiliki pengontrol simulator tersebut.

Baca juga: Laboratorium Simulator Kereta Api Hadir di Massachusetts untuk Bantu Teknisi

Dilansir KabarPenumpang.com dari kotaku.com (25/6/2021), simulator yang bisa dimiliki pemain ini nantinya akan membawa simulasi kereta ke tingkat berikutnya. Perangkat simulator ini dijuluki Densha De Go!! Yang merupakan pengontrol satu pegangan khusus untuk Nintendo Switch.

Ini periferal baru yang bertujuan untuk secara realistis menciptakan kembali sensasi mengoperasikan kereta. Di mana tuas yang mengontrol kereta dilekuk dan terkunci ditempatnya. Uniknya lagi, pengontrol ini dilengkapi dengan serangkaian roda gigi internal.

Sehingga membuat pengoperasian menjadi intuitif dan berarti bahwa pemain berpengalaman tidak harus terus melihat ke dasar pengontrol untuk melihat perlengkapan apa yang mereka gunakan. Sehingga sebagai gantinya, pemain cukup mengklik pada tempatnya.

Menurut Famitsu, ini adalah pertama kalinya dalam empat belas tahun kontroler Densha De Go mulai dijual.Kontrolernya terlihat cukup rumit dengan mekanisme pemutusan dan roda gigi untuk mengubah kecepatan. Di dasar pengontrol juga ada tombol wajah untuk input yang mudah juga.

Densha De Go!! Dedicated One Handle Controller Untuk Nintendo Switch akan dirilis pada 8 Agustus di Jepang. Harganya 14.850 yen atau sekitar Rp1,9 juta. Namun belum ada kabar tentang rilis internasional.

Untuk diketahui, Densha de Go pertama! dirilis pada tahun 1996 di arcade Jepang. Permainan tiba di PlayStation 2 tahun berikutnya. Sejak itu, ia melahirkan banyak simulator realistis, periferal keren dan rilis arcade yang mengesankan.

Gim ini mendapat rilis baru pada tahun 2017 sebagai Densha de Go!!, dan dikemas dalam lemari seperti kereta. Di dalam, ada kontrol realistis, layar sentuh, dan beberapa monitor. Itu adalah simulator, di mana intinya adalah untuk membawa kereta api dari satu stasiun ke stasiun berikutnya.

Baca juga: Simulator LRT Berada di Depo Terbesar di Jakarta

Kemudian, pada Desember 2020, game arcade ini diporting ke PS4 dan Nintendo Switch sebagai Densha de Go!! Hashirou Yamanote Sen dan menyertakan seluruh Jalur Yamanote dan konten baru lainnya.

Lawan Covid-19, Argentina Batasi Hanya 600 Penumpang Internasional Per Hari

Pemerintah Argentina baru-baru ini mengeluarkan kebijakan baru dalam upaya melawan penyebaran Covid-19. Negerinya Lionel Messi itu kini hanya melayani masuknya 600 penumpang internasional per hari dari semula 2.000 orang.

Baca juga: 10 Maskapai dan Rute Narrowbody Jarak Jauh Terbesar di Dunia, Ada Maskapai Indonesia?

Argentina memang lama dikenal sebagai salah satu negara yang paling ketat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan penularan virus Corona. Pada tahun 2020 lalu, Argentina diketahui sempat melarang seluruh penerbangan domestik dan internasional sepanjang April sampai September.

Barulah mulai oktober, setelah kasus Covid-19 di sana sudah mulai mereda, penerbangan domestik mulai diizinkan. Adapun penerbangan inernasional baru dibuka mulai Januari 2021.

Dari data biro statistik Argentina, Sejak dibuka pada Januari sampai Mei lalu, sudah ada 517.000 turis asing masuk, turun 92 persen dibanding periode yang sama dua tahun lalu. Angka tersebut tentu saja akan kembali menurun usai kebijakan baru membatasi pergerakan orang diteken pemerintah.

Dilansir Simple Flying, setidaknya ada tiga kebijakan utama Argentina dalam upaya negara tersebut melawan penyebaran virus Corona. Pertama, mengurangi kuota masuk penumpang internasional, baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata, dari semula 2.000 menjadi hanya 600 orang. Perlu dicatat, penumpang internasional ini berlaku untuk seluruh warga, baik asing maupun warga negara Argentina yang hendak kembali ke negaranya.

Kedua, sesampainya di Argentina, penumpang yang bersangkutan wajib melayani karantina mandiri selama tujuh hari. Adapun detail tempat dan teknis karantina mandirinya diatur oleh masing-masing pemerintah kota.

Ketiga, melarang penerbangan dari sekitar 60 lebih negara yang masuk daftar merah, termasuk Inggris, Turki, Brasil, Chili, India, Indonesia, negara-negara Afrika, dan berbagai negara lainnya.

Tentu saja kebijakan tersebut mendapat pro dan kontra. Bagi praktisi dan pengamat kesehatan, kebijakan tersebut akan memudahkan kinerja mereka melayani dan menekan laju kasus penularan virus Corona. Bagi pelaku bisnis, baik itu bisnis penerbangan dan turunannya serta bisnis pariwisata beserta turunannya, kebijakan tersebut tentu menyusahkan.

“Langkah ini, yang dilakukan sebelum waktunya, secara langsung dan negatif berdampak pada warga Argentina dan warga asing di luar negeri; sekarang, mereka tidak bisa kembali ke negara seperti yang direncanakan,” kata Asosiasi Transportasi Udara Amerika Latin & Karibia (ALTA), dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyebut, kebijakan tersebut memaksa maskapai untuk menunda layanan ribuan penumpang tak berdosa yang ingin berkunjung ataupun kembali ke Argentina.

Baca juga: Covid-19 Paksa Maskapai Terbesar LATAM Bangkrut! Jadi Maskapai Kelima Bangkrut Akibat Corona

Selain itu, kebijakan tersebut juga membuat maskapai kembali terpukul. Padahal, dari data Cirium, maskapai seantero Argentina, seperti LATAM, Aerolineas Argentinas, JetSMART, Flybondi, dan maskapai lainnya, sudah menjadwalkan 1.255 penerbangan internasional sepanjang Juli 2021, turun 83,5 persen dibanding Juli 2019. Tetapi, itu masih lebih baik dibanding Juli 2020.

Namun, dengan adanya kebijakan baru pembatasan penumpang internasional yang masuk Argentina, semua itu (schedule 1.255 penerbangan) hanya isapan jempol belaka.

Dekat Perbatasan Cina-India, Kereta Peluru Pertama Mengular di Tibet

Cina kembali meluncurkan kereta peluru, namun kali ini menjadi yang pertama beroperasi di wilayah Tibet, Himalaya. Kereta peluru ini akan menghubungkan ibu kota Provinsi Tibet, Lhasa, dengan Nyingchi, yaitu kota di perbatasan Tibet yang dekat dengan Arunachal Pradesh, negara bagian di India.

Baca juga: Kereta Peluru CR400AF-G Mampu Beroperasi di Suhu Ekstrim -40 Derajat Celcius

Rute dari Lhasa menuju Nyingchi adalah bagian dari Kereta Api Sichuan-Tibet dan koridor sepanjang 435,5 km telah diintegrasikan menjelang perayaan seratus tahun Partai Komunis China (CPC) yang berkuasa pada 1 Juli.

Ini adalah kereta api listrik pertama yang dioperasikan di Daerah Otonomi Tibet. Jalur Kereta Api Sichuan-Tibet akan menjadi jalur kereta api kedua ke Tibet setelah Jalur Kereta Api Qinghai-Tibet, yang akan melewati wilayah tenggara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, dilaporkan sebagai salah satu geolokasi paling aktif di dunia.

KabarPenumpang.com melansir hindustantimes.com (25/6/2021), Presiden Cina Xi Jinping telah mengarahkan para pejabat pada November tahun lalu untuk mempercepat pembangunan proyek kereta api baru, yang menghubungkan Provinsi Sichuan dan Nyingchi di Tibet. Ini dikatakan Xi Jinping karena jalur kereta api baru akan menjadi pemain kunci dalam menjaga kepentingan dan stabilitas perbatasan.

“Jika skenario krisis terjadi di perbatasan Cina-India, jalur kereta api akan memberikan kemudahan besar untuk pengiriman material strategis Cina,” ujar Qian Feng, direktur departemen penelitian di Institut Strategi Nasional di Universitas Tsinghua.

Melalui kereta yang memiliki kecepatan 160 km per jam, waktu tempuh antara Lhasa dan Nyingchi berkurang dari lima jam menjadi sekitar 3,5 jam dan waktu tempuh antara Shannan yang merupakan salah satu stasiun tempat kereta akan berhenti dan Nyingchi dari enam jam hingga sekitar dua jam, menurut laporan oleh kantor berita Xinhua.

Kereta Api Sichuan-Tibet dimulai dari Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, melewati Ya’an dan memasuki Tibet melalui Qamdo. Perjalanan dari Chengdu ke Lhasa berkurang dari 48 jam menjadi 13 jam. Untuk diketahui, Cina mengklaim bahwa Arunachal Pradesh adalah bagian dari Tibet Selatan.

Baca juga: 29 Siswa Wanita Berlatih Jadi Masinis Kereta Peluru di Cina

Namun, klaim tersebut ditolak mentah-mentah oleh India. Di mana barisan perbatasan India-Cina membentang di atas klaim China Arunachal Pradesh sebagai bagian dari Tibet Selatan, yang dengan tegas ditolak oleh India. Hal ini membuat sengketa perbatasan India-Cina mencakup Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC) sepanjang 3.488 km.

Wow, Harga Tiket Super Air Jet Lebih Murah dari Lion Air dan AirAsia! Ini Detailnya

Harga tiket maskapai LCC baru yang belum lama ini mendapat sertifikat izin operasi komersial atau Air Operator Certificate (AOC) dengan tipe pesawat Airbus A320, Super Air Jet, ternyata lebih murah ketimbang kompetitor yang selama ini jawara dalam menyediakan tiket penerbangan murah, Lion Air dan AirAsia.

Baca juga: Bedah Maskapai Baru “Super Air Jet,” Seragam Pramugari Tak Biasa dan Milenial Banget

Dalam laman resminya, Super Air Jet diketahui menawarkan tiket penerbangan Jakarta-Palembang dengan tarif Rp252 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp367.200 dan AirAsia seharga Rp358.875), Jakarta-Pekanbaru mulai Rp 423 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket 555.300 dan AirAsia seharga Rp543.923).

Kemudian, ada lagi rute Jakarta-Medan Kualanamu yang ditawarkan maskapai baru Super Air Jet mulai Rp536 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp679.600 dan AirAsia seharga Rp665.149), rute Jakarta-Pontianak tarif mulai Rp385 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp513.500 dan AirAsia seharga Rp502.551).

Selanjutnya, Super Air Jet juga membuka rute Jakarta-Padang dengan tarif mulai Rp440 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp574.000 dan AirAsia seharga Rp561.561), dan Jakarta-Batam tarif mulai Rp 429 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp561. 900 dan Citilink seharga Rp594.900).

Ada juga rute Jakarta-Lombok, tarif mulai dari Rp416 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp547.600 dan AirAsia seharga Rp535.904), Jakarta-Surabaya tarif mulai Rp348 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp472.800 dan AirAsia seharga Rp462.463).

Adapun tiket penerbangan Jakarta-Denpasar tarifnya dibanderol mulai Rp426 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp558.600 dan AirAsia seharga Rp547.129), dan Jakarta-Banjarmasin tarif mulai Rp437 ribu (lebih murah dibanding Lion Air yang mematok tarif tiket Rp570.700 dan Citilink seharga Rp624.820).

Semua perbandingan harga tiket Super Air Jet dengan maskapai kompetitor tersebut didapat dari Google Flight, bukan dari online travel agent.

Tarif tiker penerbangan super murah tersebut rasanya tak begitu mengherankan mengingat berdirinya Super Air Jet memang untuk itu; dalam hal ini fokus pada pasar penerbangan generasi milenial serta menjadi maskapai ULCC (Maskapai Berbiaya Sangat Rendah). Targetnya, maskapai bisa meraup ceruk pasar wisatawan beranggaran rendah dan menawarkan penerbangan murah di Indonesia.

Untuk sementara ini, rute-rute yang ada memang berfokus pada domestik saja, dengan Jakarta sebagai basisnya. Tetapi, dalam waktu dekat Super Air Jet berencana memperluas ke rute internasional.

Baca juga: Bebaskan Landing Fee Bagi Maskapai Baru, Angkasa Pura I Dukung Sektor Wisata NTT

Saat ini, maskapai yang digadang-gadang menjadi bagian dari Lion Air Grup tersebut (kendati mereka tak mengakuinya) sudah memiliki satu unit pesawat A320-200 berkapasitas 180 kursi dengan konfigurasi all-ekonomi, berusia 10 tahun dengan kode registrasi PK-SAJ. Pesawat ini disewa dari IndiGo (sebuah LCC India) dan sekarang disimpan di Bandara Internasional Hang Nadim di Batam.

Tak jelas kapan maskapai mulai beroperasi. Yang pasti, maskapai baru tersebut menyebut dalam waktu dekat bisa segera memulai penerbangan perdana.

Mau Vaksin Pfizer Gratis Sambil Jalan-jalan ke Los Angeles? Cek Di Sini

Program ‘Vaccine Tourism Hub’ atau pusat hub vaksinasi bagi wisatawan sepertinya benar-benar menjadi ladang bisnis baru bagi biro perjalanan wisata. Di Indonesia, belum lama ini beredar flyer paket perjalanan wisata ke Los Angeles, Amerika Serikat, sambil mendapat suntikan dua dosis vaksin Pfizer gratis. Menarik, bukan?

Baca juga: Lufthansa Luncurkan Corona Lounge di Rusia, Seperti Apa?

Kendati program vaksinasi massal di Indonesia semakin gencar, dari semula prosesnya rumit menggunakan surat domisili menjadi bebas tanpa surat itu, dari semula terbatas untuk kalangan tertentu menjadi bebas untuk masyarakat umum, tetapi vaksinnya terbatas pada Sinovac dan vaksin Astrazeneca.

Padahal, dari hasil penelitian sederhana, banyak masyarakat yang menginginkan vaksin Pfizer.-BioNTech. Alasannya tentu berkenaan dengan kualitas dan efektivitas vaksin itu sendiri. Sayangnya, akses ke vaksin tersebut di Indonesia atau negara tetangga bak mencari intan berlian di tengah hamparan pasir, sulit sekali.

Di sisi lain, Amerika Serikat justru memberikan sekitar 500 juta dosis vaksin Pfizer gratis sampai tahun depan. Inilah yang pada akhirnya menjadi peluang untuk program Vaccine Tourism Hub oleh salah satu biro perjalanan wisata atau travel agent yang berbasis di Jakarta.

Dilihat KabarPenumpang.com dari sebuah flyer yang beredar, travel agent tersebut menawarkan paket wisata vaksin dengan total perjalanan 27 hari 24 malam bersantai di Los Angeles dan mendapatkan vaksin Pfizer gratis. Harga yang dipatok mulai dari Rp27,99 juta termasuk airport tax Jakarta + International & Fuel Surcharge.

Selain itu harga ini sudah termasuk mobil pribadi sesuai dengan acara di itinerary, akomodasi hotel selama 24 malam (1 kamar berempat tanpa extra bed). Lalu biaya PCR di Los Angeles. Tiket pesawat Economy Class by All Nippon Airways (NH) – GV 4 (K Class).

Biaya tambahan yang dikenakan adalah biaya visa, single supplement Rp15 juta, biaya minum dan makan selama tur berjalan, biaya PCR keberangkatan dari Jakarta (jika diperlukan).

Lalu biaya pengeluaran pribadi tidak ditanggung, biaya tur tambahan sampai biaya tipping driver US$12 per orang.


Hanya saja, perlu dicatat, program paket wisata vaksin plus vaksin Pfizer gratis ini berlaku sampai 10 Desember 2021 dan selama persediaan vaksin masih ada.

“(Vaksin) selama persediaan ada untuk saat ini,” ujar Bryan, customer service travel agent saat dihubungi, Senin (28/6).

Di dunia, tentu program paket wisata vaksin atau Vaccine Tourism Hub yang ditawarkan travel agent asal Indonesia bukanlah yang pertama. Lufthansa, sejak Maret lalu, sudah lebih dahulu meluncurkan program serupa yang disebut sebagai Corona Lounge ke Rusia.

Program tersebut juga menawarkan penumpang Lufthansa untuk berwisata ke Rusia sambil mendapat suntikan dua dosis vaksin Sputnik V secara gratis.

Baca juga: Singapore Airlines Sukses Kirim Vaksin Pfizer-BioNTech Pertama, Makin Dekat Jadi Hub Distribusi Vaksin

Bagi wisatawan yang berminat atas program yang juga disebut paket wisata medis ini, setidaknya harus mengeluarkan kocek sebesar €1.000 atau sekitar Rp17 juta lebih (kurs 17.160). Itu pun baru harga perkiraan. Kemungkinan, harganya bisa jauh di atas itu,

Selain Rusia, beberapa negara juga akan dan sudah melayani program Vaccine Tourism Hub atau paket wisata vaksin untuk wisatawan. Di antaranya, Kuba, tepatnya di Havana, menggunakan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, Soberna (Sovereign) serta Dubai, menggunakan vaksin Covid-19 Sinopharm.

Tiang Bus Stop Modern Bakal Dilengkapi Teknologi Informasi Tingkat Tinggi

Tiang bus stop kini sudah bukan lagi pemandangan yang asing, seiring majunya transportasi di suatu kota, maka guna menunjang pelayanan bus kota, hadirlah pit stop atau bus stop, sebagai tempat pemberhentian bus kota reguler.

Bila saat ini bus stop tampil sederhana, yaitu hanya berupa tiang dan papan penanda (sign), maka di masa mendatang bus stop akan dikembangkan lebih canggih lagi. Apalagi dengan kemunculan kota pintar turut mengembangkan jaringan canggih dengan menghubungkan semua aspek infrastruktur melalui internet.

Baca juga:  Desainer Ferrari Rancang Halte Bus Canggih dengan Konsep Alami

Sederhananya, ini berarti bahwa segala sesuatu dari papan nama hingga transportasi semuanya dapat berinteraksi dengan pengguna secara digital. Meskipun mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, sebenarnya ini lebih dekat dari yang Anda kira. Bahkan Anda tidak perlu membeli halte bus yang sama sekali baru untuk mendapatkan manfaat dari revolusi cerdas saat ini.

Sifat fleksibel dari teknologi pintar memastikan bahwa fitur-fitur mutakhir sekarang dapat diintegrasikan ke dalam tiang atau struktur bus yang ada. KabarPenumpang.com merangkum futuresystems-inc.com , ada beberapa fasilitas yang dapat dimasukkan ke dalam teknologi tiang bus stop.

Di antaranya adalah fasilitas pengisian daya USB, dari penelitian terbaru orang dewasa sekarang 77 persen diantaranya memiliki akses ke ponsel pintar. Di mana banyak fitur perangkat yang membuat daya baterai cepat habis. Kehadiran pengisi daya USB memberikan solusi bagi pengguna yang baterai ponsel atau tabletnya hampir habis. Fitur lain yang juga bisa dihadirkan adalah WiFi publik yang terpasang di tiang halte bisa memberikan akses berselancar di dunia maya lebih besar pada penumpang yang menunggu bus.

Ini memberikan pengalaman transportasi bagi penumpang dan memberikan keuntungan yang jelas dibandingkan mengemudi serta mendukung penumpang memanfaatkan waktu mereka untuk menjelajahi. Di era teknologi ini, kehidupan modern berarti banyak orang yang bekerja sepanjang hari dan membuat jadwal kehidupan menjadi sibuk. Ini membuat banyak kota menjalankan layanan mereka pada malam hari dan memastikan transportasi umum dapat diakses dengan mudah ketika malam dengan penerangan yang memadai karena hal ini penting.

Sumber daya pencahayaan dan penerangannya pun dapat dilengkapi dengan panel surya di atas tiang bus stop. Sehingga memberikan penerangan pada lampu jalan dan bus stop di mana penumpang menunggu bus mereka. Bila diperlukan, konektivitas Bluetooth dapat ditambahkan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi penderita gangguan pendengaran atau tunanetra.

Notifikasi dapat dikirimkan langsung ke ponsel pengguna, memastikan bahwa informasi penting seperti waktu kedatangan dan nomor rute sejelas mungkin. Bahkan dengan pemanfaatan sebuah tiang bus stop pun bisa menggabungkan berbagai sensor yang mengumpulkan data dari berbagai faktor seperti udara hingga pemantauan lalu lintas.

Baca juga:  Krumbach di Austria Punya Halte Bus Unik Buatan Tujuh Arsitek Internasional

Layar e-paper nirkabel di tiang bus stop dapat menampilkan peta pencarian arah, memungkinkan akses mudah ke pemetaan langsung, petunjuk arah kota, informasi, dan layanan.