Lokomotif CC205 Batch 3 Tiba di Indonesia, Dukung Mobilitas Kereta Barang dan Penumpang

Lokomotif CC205 batch 3 yang dikirim dari Amreika Serikat tiba di Indonesia pada 20 Juni 2021. Lokomotif ini merupakan lokomotif terberat kedua di Indonesia dengan bobot 108 ton. Kehadiranya sendiri untuk menggantikan beberapa tugas lokomotif CC202 yang sudah menua.

Baca juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI

Bahkan dalam hal ini dua lokomotif CC202 bisa diganti dengan satu lokomotif CC205. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, lokomotif ini tiba di Indonesia tepatnya di Lampung 26 September 2011, karena lokomotif ini hanya dikhususkan untuk menarik rangkaian kereta pengangkut batu bara (Babaranjang) di Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjungkarang.

Lokomotif CC205 merupakan salah satu lokomotif berteknologi modern di Indonesia. CC205 memiliki nomor seri GT38ACe yang berarti lokomotif bisa digunakan untuk keperluan penumpang atau barang. Lokomotif ini memiliki mesin V8 turbo, motor AC dan berconfigurasi Co’Co’.

CC205 menggunakan sistem operasi berbasis mikroprosesor tipe EM2000 yang mengendalikan seluruh fungsi sistem kerja lokomotif, yaitu pengendalian semua komponen yang merupakan subsistem, seperti motor diesel, alternator, motor traksi, kompresor dan lainnya. Semua fungsi dan kerja akan direkam dan dapat diunduh ke laptop.

Sistem juga dapat melakukan self diagnostic bila terjadi gangguan pada lokomotif yang akan direkam dan dapat ditampilkan pada layar monitor, sehingga dapat diketahui penyebab gangguannya. Mesin yang digunakan CC205 adalah EMD 710, salah satu mesin paling handal setelah EMD 645 dan EMD 567.

Mesin seri 710 ini juga digunakan di lokomotif EMD GP22ECO, SD22ECO, SD32ECO, dan lokomotif-lokomotif yang di re-power oleh EMD. Mesin ini tidak seperti mesin EMD 567, EMD 645, dan GE 7FDL karena mesin ini menggunakan teknologi EFI dan exhaust terbaru, sehingga lolos uji emisi EPA Tier-2 dan hemat diesel hingga 25 persen. Lokomotif ini bisa menarik sampai 48 gerbong babaranjang.

Pada tahun 2014, telah datang kembali lima unit CC205 di Pelabuhan Panjang, Lampung. lima unit ini merupakan bonus yang didapatkan secara cuma-cuma oleh PT KAI dari pabrik EMD. Bonus ini adalah bentuk tanggung jawab EMD yang terlambat mengirim 44 unit CC205 tahun 2013. Dengan demikian, lokomotif CC205 sudah berjumlah 55 buah dan siap menarik kereta api Babaranjang.

Pada 16 April 2020, PT Kereta Indonesia telah menandatangani kontrak untuk 36 lokomotif CC205 batch 3 tipe GT38ACe, memperluas armada untuk Angkutan Divisi Regional IV dan III di Pulau Sumatra. 36 lokomotif baru CC205 batch 3 akan digunakan untuk operasi pengangkutan batubara PT KAI di Lampung dan Sumatra Selatan yang sudah bergabung dengan lebih dari 50 lokomotif CC205 batch 1 dan 2 tipe GT38ACe lainnya yang telah beroperasi pada layanan ini sejak tahun 2011, 2013 dan 2014.

Saat ini 79 unit lokomotif CC205 telah datang di Indonesia, ditambah 12 unit lagi yang akan datang pada Juli 2021. Semua lokomotif CC205 ditugaskan untuk menarik kereta api batu bara rangkaian panjang 60 gerbong. Semua lokomotif CC205 sudah menggunakan penomoran terbaru pada sisi samping kabin masinisnya berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No.54/2016.

Baca juga: Produksi Indonesia, Lokomotif CC203 Atau GE U20C Pernah Digunakan di Filipina dan Australia

Mulai Februari 2021, bersamaan dengan lokomotif lainnya di Depo Lokomotif Tanjung Karang, plat nomor lama di dekat lampu kabutnya kini telah dihilangkan. Lokomotif CC205 menggunakan livery Perumka, namun dengan logo PT KAI baru versi 2020.

Berikan Awak Kabin iPhone 12, Delta Airlines Jadi Maskapai Pertama yang Gunakan Konektivitas 5G

Jaringan 5G mulai digunakan di beberapa negara dan perangkat seluler pun akan melengkapi kehadirannya. Seperti Delta Airlines yang telah menandatangani kemitraan baru dengan Apple dan AT&T untuk melengkapi 19 ribu awak kabin dengan iPhone 12s baru. Ponsel pintar ini yang dilengkapi dengan aplikasi SkyPro milik maskapai.

Baca juga: Diberi Jatah iPhone XR, Ini Beragam Tanggapan Awak Kabin British Airways

Peningkatan perangkat seluler ini akan mulai pada akhir musim panas dan semua awak kabin Delta akan memiliki Apple iPhone 12 dengan konektivitas AT&T 5G. Dilansir KabarPenumpang.com dari onemileatatime.com (1/6/2021), Delta bukanlah yang pertama memberikan awak kabinnya iPhone, tetapi ingin mempromosikan bahwa mereka adalah maskapai pertama yang dilengkapi 5G.

Delta Airlines mengatakan, ini adalah bagian dari kolaborasi baru dengan Apple dan AT&T, dan dimaksudkan untuk mempermudah pekerjaan awak kabin, dan membuka jalan bagi interaksi pelanggan yang lebih bermakna. Nantinya awak kabin akan dapat menggunakan iPhone 12 baru untuk mempercepat check in, membantu penumpang, menjawab pertanyaan, dan memeriksa inventaris secara instan.

“Awak kabin kami adalah para profesional terbaik yang turun ke langit hari demi hari, jadi ketika kami mencari produk luar biasa yang memenuhi standar Delta, Apple dan AT&T adalah yang utama. Hubungan ini adalah langkah menuju masa depan pengalaman yang lebih terhubung,” kata SVP of Inflight Service Delta, Allison Ausband.

Kehadiran iPhone 12 konektivitas AT&T 5G dimaksudkan untuk memberikan pengalaman augmanted reality atau relaitas tertambah yang mulus dalam pekerjaan awak kabin dengan informasi saat ini. Delta Airlines menyebutkan, dengan kebijakan yang sering berubah karena pandemi, awak kabin akan memiliki akses yang lebih besar ke pelatihan imersif termasuk video, foto dan AR.

Bahkan dalam hal pelayanan katering akan semakin digital dan dengan cepat menemukan item dengan menggunakan kamera iPhone dan AR untuk memvisualkisasikan di mana item tersimpan. Untuk diketahui dimasukkannya perusahaan jaringan AT&T berarti staf akan dapat menggunakan perangkat itu di mana saja.

Baca juga: Apple Luncurkan iOS 14.4, Aplikasi Waze Tak Bisa Digunakan pada iPhone dan CarPlay

Apple iPhone 12 memiliki layar ukuran 6,1 inci dengan kamera 12 MP serta teknologi jaringan dari 2G hingga 5G. Ponsel pintar besutan Apple ini menggunakan iOS 14,1 dengan RAM 4GB dan ROM hingga 128GB.

Mulai Hari ini, AirAsia Indonesia Hentikan Layanan Penerbangan Selama Satu Bulan

Ibarat tak ingin menanggung kerugian akibat anjloknya jumlah penumpang, maskapai LCC AirAsia Indonesia mulai hari ini, Selasa (6/7/2021) resmi memberhentikan sementara layanan penerbangan berjadwalnya, dalam hal ini termasuk seluruh penerbangan rute domestik dan internasional. Penghentian sementara layanan penerbangan ini berlangsung selama satu bulan, yaitu akan berakhir pada 6 Agustus 2021.

Baca juga: Covid-19 Belum Usai, AirAsia Kian Terpuruk! Hanya Terbang 19 Persen dari Kapasitas

Dalam siaran pers, disebutkan Keputusan penghentian layanan penerbangan itu dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menekan penyebaran Covid-19. Meski layanan penerbangan berjadwal rute domestik dan internasional tidak beroperasi sementara, AirAsia Indonesia tetap melayani penerbangan charter dan kargo.

Dengan demikian, misi repatriasi (pemulangan kembali WNI dari luar negeri), pengiriman barang, dan kepentingan lainnya tetap bisa dilayani dengan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat.

Bagi calon penumpang AirAsia yang terdampak atas penghentian layanan ini, bisa melakukan rescheduling atau mengubah tanggal keberangkatan sampai 31 Oktober 2021. Selain itu, pembelian tiket juga dapat diubah menjadi akun kredit yang berlaku hingga 2 tahun untuk pembelian tiket berikutnya. Semua itu bisa dilakukan tanpa ada biaya tambahan.

Kemudian apabila calon penumpang ingin membatalkan penerbangan, mereka bisa mengajukan pengembalian dana. Calon pengumpang dapat menghubungi layanan pelanggan setiap hari pukul 09.00-18.00 WIB di situs resmi AirAsia Indonesia.

Baca juga: Wow, Harga Tiket Super Air Jet Lebih Murah dari Lion Air dan AirAsia! Ini Detailnya

AirAsia Indonesia dengan kode penerbangan QZ selama ini melayani Jakarta – Medan, Jakarta – Lombok, Surabaya – Lombok, Jakarta – Surabaya, Jakarta – Sorong, Jakarta – Belitung, Jakarta – Bali, Jakarta – Yogyakarta, Surabaya – Bali,, Bali – Yogyakarta, Bali – Solo, Bali – Bandung, Medan – Yogyakarta, Jakarta – Padang, Jakarta – Palembang, Jakarta – Pekanbaru dan Jakarta – Pontianak.

Bus Bumel, Punya Aturan Naik dan Turun yang Unik serta Penumpang Tak Terbatas

Pernah dengar kata bumel atau tahu apa itu? Dalam dunia transportasi bumel ini adalah sebuah istilah bus. Di mana istilah tersebut merujuk pada bus dengan kelas ekonomi. Bus bumel juga melayani trayek Antar Kota Dalam Provinsi atau AKDP dan biasanya ada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Tak hanya itu, bus bumel merupakan transportasi bus yang digunakan penumpang untuk jarak dekat. Konfigurasi kursi penumpang di dalam bus bumel adalah 3-2 dengan total kursi yang tersedia rata-rata 60 tempat duduk dan belum termasuk yang duduk di bangku ekstra, di kap mesin dan berdiri.

Biasanya bus bumel dinaiki penumpang per meteran, di mana setiap beberapa puluh meter akan ada penumpang naik atau turun. Peminatnya adalah mereka yang akan pergi ke pasar atau anak sekolah yang berangkat maupun pulang. Di wilayah Jawa, bus bumel trayek Yogyakarta ke Semarang dan Yogyakarta ke Purwokerto masih banyak yang beroperasi.

Penasaran perusahaan otobus atau PO apa saja yang melayani trayek bus bumel ini? Ada PO Sumber Waras yang melayani trayek Jogja ke Semarang, PO Mulyo dari Purwokerto ke Semarang, PO Purwo Widodo dan Gajah Mungkur trayek ke Solo dengan bus bumel non AC.

Bumel sendiri berasal dari bahasa Belanda boemeltrin yang artinya kereta lambat. Di mana kereta akan berhenti di setiap stasiun untuk menaik turunkan penumpang. Sehingga bus bumel mengacu pada bus yang menaik turunkan penumpang di setiap perhentian di sepanjang jalur trayek.

Bahkan bus bumel sering diplesetkan menjadi mlebu kumel. Sebutan ini digunakan karena penumpang yang naik masih tampak rapi, tampan dan cantik tetapi ketika turun berubah jadi acakadul.

Bus bumel biasanya menggunakan bus tua dengan kondisi bodi yang sudah tampak tidak terawat. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, meski kelas ekonomi, tak jarang dilengkapi dengan pendingin udara atau AC dan disebut bukan bus bumel tetapi bus ATB yakni AC Tarif Biasa.

Baca juga: PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo

Yang perlu diketahui sebagai seorang penumpang bus bumel, baiknya siapkan uang receh untuk memberi pengamen yang bernyanyi di dalam bus. Kemudian aturan berlaku ketika baik bus bumel adalah, saat hendak turun baiknya ke pintu dan katakan pada kernet agar tidak mendadak. Setelahnya turunlah dengan kaki kiri terlebih dahulu.

Nakal! Meski Dilarang, Mahasiswa India ‘Kabur’ ke Kanada Lewan ‘Jalan Tikus’

Dunia tentu tahu bahwa India belakangan ini tengah menjadi sorotan akibat kasus Corona yang melonjak drastis. Pada awal Mei lalu, kasus India mencetak rekor 412.262 kasus baru Covid-19 dan rekor kematian harian nyaris empat ribu kasus. Oleh karenanya, orang-orang kaya atau paling tidak memiliki kocek tebal bergegas ‘melarikan diri’ ke tempat-tempat aman, termasuk Kanada.

Baca juga: Fenomena Aneh Pramugari Pakistan, Manfaatkan ‘Layover’ untuk Kabur dan Minta Suaka di Negara Maju

Baru-baru ini, mahasiswa India berhasil melarikan diri dari India dan masuk ke Kanada dengan merogoh kocek sampai Rp57 jutaan. Biaya sebesar itu semata untuk mengakali otoritas Kanada.

Dilansir Economictimes Indiatimes, Kanada sudah sejak Corona mengganas di India melarang penerbangan langsung dari sana ke negaranya. Tetapi, entah otoritas Kanada yang lengah atau penumpang asal India yang terlampau ‘pintar’ nyatanya ia bisa lolos.

Caranya, tentu dengan menghindari penerbangan langsung (direct) dari India ke Kanada mengingat itu dilarang. Tetapi, pada penerbangan lain, itu tidak dilarang. Celah itulah yang dimanfaatkan oknum penumpang.

Mahasiswa India yang tak disebutkan namanya ini diketahui terbang dari India ke Doha (Qatar) dan Addis Ababa (Ethiopia) sebelum masuk ke Kanada. Cara tersebut terbukti berhasil meski konsekuensinya harus membayar biaya sangat mahal.

“Penumpang dari India sebagian besar menggunakan titik transit bandara ini untuk mendarat di Kanada karena mereka dapat melakukan rapid test Covid-19 di bandara dan naik penerbangan selanjutnya,” kata seorang agen perjalanan di Toronto.

Selain ‘jalur’ tersebut, penumpang nakal asal India yang tetap ingin ke Kanada bisa juga melalu rute lain, seperti Beograd (Serbia), Mexico City (Meksiko via Eropa), dan Muscat (Oman).

Kalau via Muscat, penumpang diharuskan stay selama kurang lebih 14 jam sebelum mengikuti tes PCR Covid-19 dan terbang ke Kanada.

Di Addis Ababa dan Beograd, penumpang pesawat diwajibkan menjalani karantina mandiri selama tiga hari di hotel sebelum mengikuti tes PCR Covid-19 dan terbang ke Kanada.

Adapun lewat Meksiko City via Eropa, penumpang diharuskan menjalani karantina mandiri selama dua hari, mengikuti tes PCR Covid-19, dan mendarat di Kanada.

“Warga India mendarat di Mexico City melalui Eropa. Setelah tinggal dua hari di sana, mereka mendapatkan tes Covid, naik pesawat dan mendarat di Toronto,” lanjut sumber dari salah satu travel agent tersebut.

Meski demikian, jalan masuk menuju Kanada bisa pupus andai penumpang yang bersangkutan terinfeksi Covid-19 saat transit di negara-negara tersebut. Sebetulnya bukan pupus melainkan hanya memperlambat saja mengingat setelah sekitar tiga hari, penumpang sudah bisa mengikuti tes Covid-19 dan terbang ke Kanada jika hasilnya negatif.

Baca juga: Hubungkan Cina, Rusia, Kanada dan AS, Bagaimana Nasib Proyek Terowongan Kereta Bawah Laut Sepanjang 200 Km?

Pihak Kanada sendiri sudah mengonfirmasi hal itu. Melalui juru bicaranya, otoritas Kanada mengakui celah yang ada dan menyebut bahwa 27 persen kasus Corona di Ontario berasal dari varian Delta.

“Gejala mereka muncul tepat sebelum atau setelah mendarat di Kanada. Itulah berapa banyak penerbangan internasional yang membawa kasus Covid, termasuk varian Delta, ke Kanada karena orang telah menemukan cara untuk mengalahkan larangan Kanada,” tutupnya.

Bikin Sensasi, Idola Muda Jepang Pamer Kekuatan Tarik dan Lepas Kereta di Stasiun

Ketika mengunjungi suatu daerah atau negara tak perlu kaget dengan perilaku setiap masyarakatnya. Terkadang Anda akan melihat hal menarik hingga aneh yang mungkin bagi masyarakat lainnya adalah hal biasa.

Baca juga: Totoro, Stasiun Kereta Tanpa ‘Raksasa Hutan’

Seperti di Jepang, jika Anda melancong ke Negeri Sakura ini bila beruntung akan melihat penumpang kereta yang melakukan hal aneh hingga unik. KabarPenumpang.com melansir dari soranews24.com (2/7/2021), belum lama ini di salah satu stasiun Jepang, seorang wanita muda mempertunjukkan kekuatannya menggendalikan kereta.

Dalam sebuah video yang merekam aksi wanita tersebut ada caption, “Memindahkan kereta adalah pekerjaan sampinganku“. Wanita tersebut adalah seorang idola Jepang, Tenka no Chan Yuki yang seolah-olah menggunakan kekukatannya agar kereta berhenti dan mendorong kereta supaya kembali berjalan.

Dalam video yang di unggah ke akun Twitter @yuki_banamon, Tenka terlihat menarik kereta yang melaju kencang ke stasiun sebelum dia mulai mengantarnya melewati serangkaian gesekan yang kuat dan ditempatkan dengan baik. Kemudian dia melepaskananya dari cengkeraman saat lewat meninggalkan twintailnya terbang tertiup angin saat kereta meninggalkan stasiun.

Video ini membuat penggemar Tenka dan kereta melompat untuk memberi tepuk tangan meriah kepada idola tersebut. Bahkan banyak yang memberikan komentar seperti yang terlihat dibawah ini.

“Gerakan lengan yang bagus!”

“Ilusi yang luar biasa! Pengemudi kereta pasti ditarik oleh kekuatan tak kasat mata Anda. ”

“Kami berhutang budi kepada Anda atas kerja keras Anda dengan kereta api!”

“Aku suka si terhuyung-huyung lucu di akhir!”

“Terhuyung itu membuatnya terlihat sangat nyata!”

“Ini pekerjaan yang sulit tetapi seseorang harus melakukannya!”

Performa Tenka yang kuat tentu saja mengesankan, dan kemampuannya untuk mengubah momen sehari-hari menjadi sesuatu yang ajaib benar-benar merupakan pekerjaan sehari-hari baginya. Bahkan saat dia menyebut dirinya sebagai “Write, Make, Create idol”.

Baca juga: Eksentrik, Stasiun Nagatoshi Punya “Torii” di Atas Rel

Tak hanya itu, ternyata, akun media sosialnya pun dipenuhi dengan berbagai macam video menarik. Di mana dia menampilkan bakat dalam seni dan humor yang membuat mendaptkan cinta serta dukungan dari 22 ribu penggemar.

Qatar Airways Uji Coba IATA Travel Pass, Klaim Jadi yang Pertama di Dunia! Benarkah?

Qatar Airways mengklaim jadi maskapai pertama di dunia yang menguji penggunaan aplikasi IATA Travel Pass untuk otentikasi (autentikasi) kartu vaksinasi dan hasil tes PCR. Dengan begitu, penumpang tak perlu lagi repot-repot membawa keduanya untuk mengurangi adanya interaksi dan sentuhan. Tetapi, benarkah mereka yang pertama?

Baca juga: Tak Perlu Bawa Surat Hasil Test Covid-19 atau Vaksin, Emirates Gandeng IATA Hadirkan Travel Pass

Dari keterangan resmi maskapai yang diterima KabarPenumpang.com, uji coba IATA Travel Pass ini dimulai dari kalangan internal, dalam hal ini kru kabin. Teknisnya, seluruh kru kabin yang hendak kembali ke Doha dari Kuwait, London, Los Angeles, New York, Paris, dan Sydney wajib mengunggah hasil tes PCR dan sertifikat vaksinasi ke aplikasi tersebut sebagai syarat.

Sesampainya di Doha, kru kabin dapat melenggang bebas setelah menunjukkan unggahan tersebut ke petugas imigrasi.

“Meskipun ada tantangan signifikan yang ditimbulkan pandemi pada penerbangan internasional, kami terus menjadi pemimpin dalam mengadopsi teknologi dan inovasi baru untuk memastikan pengalaman perjalanan yang aman, terjamin, dan lancar. untuk penumpang kami,” kata CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker

“Qatar Airways dengan bangga memimpin dengan menjadi maskapai pertama yang menguji otentikasi vaksin COVID-19 melalui Aplikasi Seluler ‘Paspor Digital’ IATA Travel Pass,” lanjutnya.

“Saya ingin berterima kasih secara khusus kepada Kementerian Kesehatan Masyarakat Qatar, Kementerian Dalam Negeri, Primary Health Care Corporation and Hamad Medical Corporation, yang tanpa dukungan mereka, percobaan ini tidak akan mungkin terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA, mengkonfirmasi bahwa salah satu dari tiga maskapai terbesar asal Timur Tengah itu benar sebagai maskapai pertama di dunia yang menguji verifikasi sertifikat vaksinasi dan hasil tes PCR melalui IATA Travel Pass. Ini diharapkan dapat menjadi win-win solution bagi traveler, pemerintah, maupun maskapai.

Hanya saja, IATA juga mengungkapkan bahwa saat ini, ada sekitar 70 maskapai lain yang mengujicoba aplikasi tersebut. Tak disebutkan dengan rinci memang, tetapi salah satunya ialah Emirates.

Baca juga: 1 Mei 2021, Singapura Resmi Gunakan IATA Travel Pass untuk Data Covid-19 Pelancong 

Kompetitor terberat Qatar Airways dari Timur Tengah itu diketahui sudah berencana menguji verifikasi sertifikasi vaksinasi dan hasil tes PCR Covid-19 melalui IATA Travel Pass.

Bahkan, Emirates menawarkan lebih dimana penumpang secara otomatis masuk ke dalam sistem check in. Meski dimudahkan dengan Travel Pass, penumpang tetap harus membawa dokumen mereka seperti paspor dan visa yang relevan serta yang lainnya. Jika sudah begini, siapa sebetulnya yang pertama, Qatar Airways atau Emirates?

BYD Perluas Jaringan Pelayanan Bus Listrik di Jepang

Lepas dari sengketa perbatasan, antara Cina dan Jepang terlibat persaingan yang ketat di lini industri transportasi. Salah satu yang begitu kentara adalah kompetisi dalam lingkup inovasi kereta cepat dan teknologi pendukungnya. Meski begitu, Jepang rupanya harus mengakui keunggulan Cina dalam adopsi bus listrik.

Baca juga: BYD, Keihan Bus dan Kansai Electric Power Bangun Jalur Bus Listrik Pertama di Jepang

Disebut demikian lantaran bus listrik asal Cina justru telah masuk ke pasar Jepang yang dikenal ketat. Seperti belum lama ini produsen otomotif asal Cina, BYD, kembali mengukuhkan taringnya di pasar Jepang, terutama guna memperkuat layanan purna jual. BYD hadir untuk menjual lebih banyak bus listrik dan menganggap pasar sudah matang untuk mengadopsi kendaraan bertenaga listrik secara luas.

Dilansir KabarPenumpang.com dari asia.nikkei.com (24/6/2021), masuknya BYD sendiri terlihat dari unit bus BYD yang diproduksi di Jepang. Sejauh ini, BYD telah memasok lebih dari 50 bus listrik di Negeri Sakura itu.

Karena hal ini, maka BYD akan meningkatkan pemasaran untuk perusahaan transportasi dan berupaya dalam meningkatkan jumlah penjualan menjadi sekitar 4000 unit pada tahun 2030 mendatang.

Seiring pertumbuhan permintaan, infrastruktur layanannya juga akan ditingkatkan. Saat ini, BYD Jepang memiliki jaringan sekitar 20 mitra, termasuk mekanik yang menyediakan layanan mulai dari operator jasa perbaikan dan pemeliharaan.

Nantinya jaringan ini akan bertambah menjadi 200 hingga 300 anggota di seluruh negeri. BYD Jepang juga akan sepenuhnya meluncurkan kemampuan telematika untuk manajemen armada nirkabel, termasuk memantau lokasi kendaraan dan kondisi baterai.

Baca juga: Mampu Angkut 250 Penumpang, BYD Automobile Luncurkan Bus Listrik Terpanjang di Dunia

Program percontohan sudah dilakukan pada tahun 2020 kemarin. Yang mana teknologi ini dilengkapi dengan bus listrik yang dijalankan oleh anggota grup Michinori Holdings, Bus Aizu, yang beroperasi di Prefektur Fukushima.

Corona Melonjak, Australia Batasi Penumpang Internasional! Tiket Melonjak Sampai Rp400 Jutaan

Australia resmi mengurangi jumlah kedatangan penumpang internasional mulai pertengahan Juli mendatang. Lewat kebijakan barunya, Negeri Kanguru hanya menerima 3.035 penumpang internasional per pekan. Itupun dengan catatan disesuaikan dengan kapasitas karantina mandiri yang masih tersedia.

Baca juga: Lawan Covid-19, Argentina Batasi Hanya 600 Penumpang Internasional Per Hari

Kebijakan ketat tersebut tentu kembali mengubur impian maskapai untuk bangkit setelah setahun ini mengarungi masa-masa sulit. Tetapi, maskapai tak ingin menyerah begitu saja. Disebutkan, rata-rata dari mereka memasang tarif sangat tinggi semata untuk paling tidak mencapai level break even load factor (tidak untung dan rugi) di setiap penerbangan.

Walau begitu, puluhan ribu warga Australia yang ingin kembali ke negaranya tak peduli dengan tarif tersebut asalkan mereka bisa kembali pulang dan mendapat tempat yang aman di sana.

Dilansir Simple Flying, pada 12 Juli lalu, misalnya, dari data Google Flights, penerbangan London – Sydney hanya tersedia satu flight.

Itupun harus transit terlebih dahulu ke San Fransisco, Amerika Serikat, menggunakan British Airways, dan lanjut ke Sydney, Australia dengan Boeing 787 United Airlines, memakan waktu total 31 jam. Tak ada kursi kelas ekonomi yang tersedia. Penumpang mau tak mau harus membeli tiket minimal kelas bisnis seharga Rp200 jutaan. Luar biasa, bukan?

Itu belum seberapa. Di weekend, harganya bisa melonjak sampai dua kali lipat, menjadi sekitar Rp412 jutaan.

Bagi mereka yang berminat pun, sekali lagi, belum tentu diizinkan mengingat adanya pembatasan penumpang internasional tiga ribuan per pekan atau sekitar 400-an penumpang internasional per hari; dengan catatan mengikuti kapasitas karantina yang ada di masing-masing lokasi tujuan. Sangat ketat dan terukur sekali.

Australia memang masih mewajibkan setiap penumpang internasional, termasuk pejabat sekalipun, menjalani karantina mandiri selama 14 hari dengan biaya sendiri. Di beberapa negara bagian, otoritas menanggung biaya karantina tersebut.

Usai menjalani karantina, penumpang tersebut wajib menjalani test PCR. Bila negatif, mereka bisa langsung melenggang bebas. Bila positif, harus menjadi prosedur lebih lanjut.

Sampai saat ini, penerbangan internasional ke Australia masih dilayani oleh beberapa maskapai, mulai dari tiga maskapai besar AS, Singapore Airlines, dan tiga maskapai besar Timur Tengah. Selain mengandalkan penerbangan kargo, mereka juga mengandalkan penerbangan rapatriasi. Ini menjadi andalan tersebut bagi maskapai.

Baca juga: Begini Potret Karantina Mandiri sambil Berlibur ala Australia

Di samping jumlah warga Australia yang ingin kembali ke negaranya cukup banyak, penerbangan repatriasi juga lebih bebas dibanding penumpang internasional pada umumnya.

Sebab, penumpang dari penerbangan ini memiliki fasilitas karantina khusus di luar fasilitas karantina penumpang internasional pada umumnya dan tak termasuk dalam tiga ribuan penumpang yang diizinkan masuk.

PPKM Darurat: TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Pembatasan Penumpang serta Jam Operasional

Dua moda transportasi yang berada di bawah Badan Usah Milik Daerah (BUMD) melakukan penyesuaian kebijakan operasional pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali. PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mulai melakukan kebijakan tersebut pada 4 Juli kemarin hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Baca juga: PPKM Darurat Wajibkan Penumpang Tunjukkan Kartu Vaksin Saat Bepergian dengan Bus, Pesawat dan Kereta Api

Tak hanya itu, jam operasional untuk layanan umum mulai pukul 05.00 – 20.30 WIB dan untuk layanan kesehatan akan beroperasi mulai 20.30 – 21.30. Direktur Operasional PT TransJakarta Prasetia Budi mengatakan, pihaknya tetap memberlakukan pembatasan kapasitas angkut yakni 50 persen dari kapasitas normal.

Di mana bus gandeng hanya akan diisi maksimal 60 penumpang, bus sedang 30 penumpang dan bus kecil maksimal 15 dan lima penumpang. Dalam memastikan ini semua berjalan lancar, Prasetia mengatakan TransJakarta menurunkan sebanyak 72 orang satgas Covid.

Transjakarta tidak pernah lengah dalam memastikan semua armada yang beroperasi sudah sesuai dengan prokes yakni dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara berkala, terpasang tanda jarak aman baik di halte dan dalam bus hingga ketersediaan hand sanitizer yang dapat dimanfaatkan pelanggan.

“Kami menghimbau kepada seluruh pelanggan kami untuk dapat bekerjasama dan mematuhi setiap aturan yang berlaku. Mari bersama-sama kita lawan Covid-19,” tutupnya.

Selain itu, PT MRT Jakarta melakukan perubahan waktu operasional dan penutupan sementara beberapa entance stasiun yang akan diberlakukan mulai hari ini 5 Juli 2021. MRT Jakarta akan mulai beroperasi dari Senin Hingga Minggu mulai pukul 06.00 – 20.30 WIB dengan waktu tunggu sepuluh menit flat.

Nantinya dalam setiap kereta hanya akan ada 65 penumpang baik yang duduk maupun berdiri. Tak hanya itu akan ada kebijakan penutupan sementara entrance gate stasiun yakni Fatmawati, Cipete Raya dan Istora Mandiri.

1. Fatmawati
a) Entrance B, lokasi terdekat: Escalator dekat taman Cilandak, Astra BMW, South Quarter (Jl.
RA Kartini, South Quarter)
b) Entrance D, lokasi terdekat: Entrance depan BPJS, SPBU Pertamina (Jl. RA Kartini, RSUP
Fatmawati)

2. Cipete Raya
a) Entrance A, lokasi terdekat: Holland Bakery, Toyota (Jl. Terogong Raya, RS Setia Mitra)
b) Entrance D, lokasi terdekat: Pusdiklat Kemensetneg (Jl. BDN Raya, Pusdiklat Kemensetneg)
c) Entrance E, lokasi terdekat: Showroom Honda (Jl. RS Fatmawati)

3. Istora Mandiri
a) Entrance B, lokasi terdekat: Hotel Sultan, GBK pintu 7 (Jl. Pintu Gelora 7, Hutan Kota
Senayan)
b) Entrance D, lokasi terdekat: SCBD, Polda Metro Jaya (Jl. Jend. Sudirman, Polda Metro Jaya)

Baca juga: MRT Jakarta Lakukan Penetanan Status Emergency di Masa PPKM Mikro

Sedangkan untuk stasiun MRT Jakarta lainnya beroperasi seperti biasa dan untuk selanjutnya penumpang bisa mengecek pada lama media sosial MTR Jakarta.