SpiceJet, Maskapai LCC dengan Reputasi Buruk Pada Pemeliharaan Rute

Namanya terdengar mirip dengan nama maskapai LCC baru yang akan beroperasi di Indonesia (Super Air Jet), inilah SpiceJet, yang juga maskapai LCC dari India. Meski kedengaran mirip, namun SpiceJet yang berbasis Gurgaon, sudah beroperasi sejak Mei 2005, dan belum lama ini, SpiceJet baru memproklamirkan ‘semangat’ barunya, yaitu dengan meluncurkan 42 penerbangan baru mulai Juli ini.

Baca juga: SpiceJet Tega Buat Penumpang Menunggu 7 Jam Tanpa Kepastian dan Minum

Pembukaan rute baru bagi sebuah maskapai, sejatinya adalah hal yang biasa saja, tapi jadi terdengar beda saat musim pandemi ini. Dikutip dari SimpleFlying.com (9/7/2021), disebutkan SpiceJet meluncurkan 42 rute baru dari Surat, Gwalior, Patna, serta penerbangan ke Maladewa untuk pertama kalinya. Pengumuman ini adalah pertama kalinya di industri penerbangan India, khususnya perluasan jaringan rute sejak meledaknya gelombang kedua Covid-19, yang harus diakui telah mengurangi lalu lintas domestik secara substansial.

Tapi perlu dicatat, bahwa banyak rute SpiceJet bukanlah “baru,” melainkan hanya memulai kembali rute yang ditangguhkan selama gelombang kedua di bulan Mei lalu. Namun, ada beberapa layanan baru yang akan datang dalam beberapa minggu ke depan.

Tentang SpiceJet, merupakan maskapai penerbangan kedua terbesar di negara India, hal ini berdasarkan jumlah penumpang domestik yang diangkut pada tahun 2019. Armada pesawat SpiceJet didominasi oleh dua jenis, yaitu DHC Q400 dan Boeing 737 series.

Baca juga: Insiden Landing Gear Boeing 737-800 SpiceJet, Drama Pendaratan Darurat Yang Dramatis!

Meski kondang sebagai penerbangan dengan biaya murah, seperti dicatat oleh Moneycontrol, SpiceJet memiliki rekam jejak yang kurang baik dalam hal pemeliharaan rute. Maskapai ini acap kali menarik diri dari pasar karena permintaan yang rendah atau sebaliknya, karena persaingan yang tinggi, dan itu dilakukan tanpa banyak ‘perlawanan.’ Tidak jelas berapa banyak dari rute ini yang akan bertahan dalam jangka panjang, khususnya setelah lalu lintas udara normal kala pandemi usai.

Olimpiade Tokyo Terancam Tanpa Penonton, JR East Periksa Barang Bawaan Demi Cegah Terorisme

Pemerintah Jepang pada 8 Juli lalu merencanakan pemberlakuan keadaan darurat virus yang terus meluas. Sebab hingga dua minggu sebelum pembukaan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli mendatang, infeksi virus corona meningkat di ibu kota dan penyebaran varian Delta yang lebih menular telah membuat para pejabat khawatir.

Baca juga: Kementerian Transportasi Jepang Buat Zona Larangan Terbang Selama Olimpiade Tokyo 2021

Karena meningkatnya kasus Covid-19, maka mengancam rencana sepuluh ribu penggemar lokal ke lokasi Olimpiade digelar, dan bukan tak mungkin, Olimpiade Tokyo menjadi yang pertama diadakan secara tertutup.

“Jumlah kasus baru terus meningkat di Tokyo. Seiring pergerakan orang meningkat, varian Delta yang lebih menular sekarang menyumbang sekitar 30 persen kasus. Ini diperkirakan akan berkembang lebih jauh,” ujar Menteri Yasutoshi Nishimura.

Darurat virus akan jauh lebih longgar daripada penguncian keras yang terlihat di bagian lain dunia. Alkohol akan dilarang di bar dan restoran, yang harus tutup pada pukul 20.00, dan acara seperti konser dan konferensi harus berakhir pada pukul 21.00.

KabarPenumpang.com melansir channelnewsasia.com (8/7/2021), keputusan ini memberi tekanan pada penyelenggara Olimpiade untuk memberikan hasil akhir terkait penonton lokal yang bisa ada di tribun penonton. Untuk dketahui, penonton dari luar negeri tidak diperkenankan hadir dalam Olimpiade Tokyo.

Bahkan pada bulan lalu, penyelenggara Olimpiade mengatakan akan membatasi penonton lokal hingga sepuluh ribu orang atau 50 persen dari kapasitas. Namun angka bisa berkurang dan bahkan bisa tidak ada penonton sama sekali jika situasi penyebaran virus memburuk dan pembatasan yang lebih ketat diberlakukan di TOkyo.

Tak hanya itu, obor estafet yang seharusnya memicu kegembiraan saat perjalanan nasional, telah ditarik dari jalan umum karena risiko virus. Ini juga tidak ada penonton, karena mereka diminta untuk menghindari rute maraton Olimpiade saat di Hokkaido utara.

Pihak East Japan Railway Company atau JR East akan memeriksa barang-barang beberapa penumpang selama Olimpiade Tokyo di stasiun-stasiun besar di wilayah metropolitan bekerja sama dengan polisi, sebagai bagian dari tindakan untuk mencegah kejahatan dan terorisme. Ini adalah pertama kalinya operator kereta di Jepang melakukan pemeriksaan bagasi seperti itu.

Pada hari yang sama, Central Japan Railway Company mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan keamanan serupa di stasiun Shinkansen di wilayah Tokyo. Selama 17 hari Olimpiade yang akan dimulai 23 Juli dan Paralimpiade, JR East berencana memeriksa barang-barang dengan persetujuan penumpang setelah mencari orang yang mencurigakan menggunakan anjing pendeteksi dan kamera keamanan.

Baca juga: Sambut Olimpiade Tokyo 2021, JR East Co Hadirkan ELLA Robot Barista di Semua Stasiun Besar

Jika penumpang menolak kerja sama, mereka bisa diminta untuk meninggalkan stasiun. Selain itu pemeriksaan bagasi tidak akan dilanjut setelah Paralimpiade berakhir pada 5 September. Pemeriksaan keamanan menjadi mungkin setelah revisi peraturan kementerian transportasi mulai berlaku minggu lalu.

Kedinginan di Dalam Kabin Pesawat? Teknologi Inframerah dari Austria Bisa Jadi Solusinya

Terbang bisa menjadi pengalaman yang ‘dingin,’ terutama jika Anda bepergian jarak jauh. di ketinggian jelajah.  Meskipun pesawat modern memiliki kemampuan kontrol iklim, tidak selalu mudah untuk menjaga penumpang tetap hangat saat pesawat terbang di udara yang bersuhu -45 derajat celcius.

Baca juga: Ini Dia! Alasan Kenapa Pesawat Harus Terbang Tinggi!

Meski begitu, penumpang tidak perlu khawatir lagi karena ada konsep baru yang dapat membuat penumpang terbang dengan lebih nyaman dan juga ada sisi manfaatnya bagi maskapai. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (7/7/2021), konsep ini hadir untuk kenyamanan baik pilot, awak kabin maupun penumpang dalam penerbangan.

Sebuah perusahaan di Austria mengandalkan solusi menggunakan radiasi inframerah. Liteheat dari Villinger Group hadir dengan menggunakan teknologi berbeda untuk memberikan kenyamanan kabin. Ini adalah solusi yang ringan, efektif dan sama sekali tidak terlihat. Radiasi inframerah (IR) adalah jenis panas yang didapatkan  dari matahari. Matahari sendiri tidak menghangatkan, kecuali orang berdiri langsung di jalur cahayanya.

Liteheat menggunakan spektrum IR untuk mentransfer panas ke benda atau objek di kejauhan, dengan cara yang sama seperti matahari menghangatkan bumi. Teknologi unik ini melibatkan penerapan lapisan berpemanas listrik ke berbagai permukaan di kabin. Ini bisa berupa dinding kabin, bagian belakang kursi, atau bahkan bantalan kursi itu sendiri.

Solusi ini sangat ringan, menambahkan kurang dari 150 gram per meter persegi ke pesawat, sesuatu yang merupakan kunci dalam lingkungan sadar karbon saat ini. Bahan yang digunakan untuk menerapkan lapisan pemanas juga sangat tipis, dengan ketebalan kurang dari 0,2 mm.

Yang berarti dapat diterapkan pada permukaan apa pun, dicetak agar sesuai dengan bentuk permukaan itu, dan kemudian ditutup dengan pilihan bahan finishing. Ini benar-benar tidak terlihat ke dalam struktur pesawat. Ketika tegangan diterapkan ke permukaan pemanas, itu menghasilkan radiasi panas yang merata, mentransfer langsung ke objek (atau orang) di jalurnya.

Baca juga: Pengamat Penerbangan: Selain Bikin Sengsara, Kabin ‘Gerah’ Bisa Memicu Kejadian Fatal di Pesawat

Pemanasan inframerah seperti ini telah terbukti di rumah-rumah di seluruh dunia, meskipun masih merupakan teknologi yang relatif tidak konvensional. Penerapannya dalam penerbangan sangat menarik dan dapat membuat semua orang terbang dengan lebih nyaman di masa mendatang.

Mantan Pramugari Virgin America Rilis Novel Thriller, Mau Difilmkan oleh Universal Pictures

Pramugari dengan kemampuan menulis sepertinya bukan hal yang aneh, lantaran banyak karya tulis dari pramugari yang telah diketahui oleh khalayak luas. Namun, tak banyak pramugari yang mampu menulis dalam bentuk novel. Dan ini telah dilakukan oleh TJ Newman, seorang pramugari Virgin America dari Los Angeles. Dalam novel yang diberi judul Falling, ia menceritakan kisah pembajakan dan penculikan secara bersamaan.

Baca juga: Tak Suka Disebut Pramugari, Awak Kabin Tingkatkan Kinerja

Newman menulis buku itu selama waktu senggang dalam penerbangan panjang, menggunakan pena hotel untuk menuliskan adegan di serbet koktail dan tagihan katering sebelum mengetiknya saat singgah.

Newman mengatakan karakternya sepenuhnya fiksi, tetapi dia mengakui kenyamanan penulis untuk berhubungan dengan 150 ‘wajah baru’ dalam setiap perjalanan.  Ia tidak memberi tahu banyak orang bahwa dia sedang mengerjakan sebuah buku.

“Saya berusaha menjadi orang yang kreatif. Saya menyadari dorongan itu tidak akan pernah hilang. Jika saya menulis dan tidak ada yang membacanya kecuali saya, itu jauh lebih menakutkan daripada menempatkan diri saya di sana, di New York, di depan seluruh meja direktur casting yang bahkan tidak akan melihat ke arah saya,” katanya yang dikutip KabarPenumpang.com dari dailypress.com (6/7/2021).

“Dia adalah Torri bagi kami saat itu. Dia memiliki hasrat untuk buku dan komunitas dan menjadi bintang di lantai. Beberapa penjual buku menyukai buku, tetapi mereka introvert. Torri adalah yang terbaik dari kedua dunia karena dia dapat terhubung dengan orang-orang dengan mudah,” kata Cindy Dach, kepala eksekutif penjual buku.

Sebelumnya sudah 41 agen penerbitan menolak untuk untuk menerbitkan bukunya. Agen ke-42, Shane Salerno, akhirnya bersedia menerbitkan karya tulisnya dengan sejumlah revisi, Newman berbagi draf dengan teman-teman pilot untuk memastikan rinciannya benar sebelum mengirim naskah lanjutan ke Jofie Ferrari-Adler, wakil presiden dan penerbit Avid.

“Saya membacanya dalam waktu kurang dari sehari, dan saya baru saja pingsan. Seolah saya menempatkan diri saya pada posisi setiap karakter dalam buku ini,” kata Ferrari-Adler.

Baca juga: Intip Yuk 10 Destinasi Favorit Versi Awak Kabin

Newman telah menjadi pramugari sejak tahun 2011 dan kini ia telah meninggalkan pekerjaannya di Virgin America. Hak penjualan buku kini telah beredar di 24 wilayah, bahkan Universal Pictures menawarkan agar novelnya dapat diangkat sebagai film. Dalam uraian yang muncul di sampul depan salinan “Falling,” digambarkan novel ini sebagai “‘Jaws’ di ketinggian 35.000 kaki.

Ternyata Rute Pesawat Turboprop Non-Stop Terpanjang di Dunia Ada di Negara Ini

Sebelum era pesawat jet modern hadir, pesawat-pesawat turboprop lama memainkan peranan penting dalam percaturan angkutan penumpang dan barang di seluruh dunia. Kendati sekarang pesawat bermesin jet menawarkan sederet keuntungan, tetapi, pesawat turboprop dengan kekhasannya tetap menggoda maskapai untuk terus mengoperasikannya.

Baca juga: Rute Penerbangan Terpendek Lufthansa Setara Jakarta-Bandung Kini Dilayani Pakai Bus

Bulan ini, lebih dari seperempat juta penerbangan non-stop pesawat turboprop telah dijadwalkan dengan lebih dari 12 juta kursi.

Menariknya, rata-rata dari mereka, seringkali melibatkan negara-negara kecil dan terisolir seperti di Afrika dan kepulauan-kepulauan di Pasifik. Lebih menarik lagi, mayoritas dari mereka bertengger di urutan teratas daftar rute pesawat turboprop non-stop terpanjang di dunia.

Tingginya intensitas penerbangan juga membuat daftar tersebut selalu berubah-ubah setiap bulannya, kendati kecenderungannya rute itu lagi itu lagi. Lantas, negara atau rute mana yang menjadi rute pesawat turboprop non-stop terpanjang di dunia? Berapakah jaraknya? Menggunakan pesawat apa?

Dilansir dari Simple Flying, rute pesawat turboprop non-stop terpanjang di dunia bulan ini dipegang oleh Air Tahiti dari Tahiti (Papeete) ke Totegegie di Polinesia Prancis sepanjang 1.028 mil atau sekitar 1.654 km. Rute ini diketahui menggunakan pesawat ATR-72-600 68 kursi dalam konfigurasi seluruhnya kelas ekonomi.

Biasanya, rute ini memakan waktu sekitar tiga jam 45 menit dalam perjalanan berangkat dan 4 jam dalam perjalanan pulang.

Di tengah pandemi virus Corona seperti sekarang ini, rute-rute ini mungkin luput dari perhatian, tetapi tak kalah ramai dibanding rute lainnya di daratan.

Sebab, tak sedikit dari orang berduit yang justru melarikan diri ke kepulauan terpencil di Pasifik dan Hindia, salah satunya seperti Maladewa. Selain cenderung aman dari wabah, bersantai sambil berlibur ke sini memang jadi salah pilihan terbaik sambil menunggu kondisi jauh lebih kondusif.

Di posisi berikutnya dengan rentang jarak 800 mil atau 1.287 km atau lebih berturut-turut di tempati oleh:

Baca juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial

Yakutsk ke Chersky: 1.005 mil; Yakutia; Dash-8-300
Luksemburg-Bucharest: 998 mil; Luxair; Dash-8-Q400
Maputo-Nacala: 947 mil; LAM Mozambique; Dash-8-Q400
Dar Es Salaam-Harare: 936 mil; Air Tanzania; Dash-8-Q400
Lusaka-Dar Es Salaam: 932 mil; Air Tanzania; Dash-8-Q400
Nairobi-Galcaio: 915 mil; Freedom Airline Express; Embraer 120
Luksemburg-Tunis: 904 mil; Luxair; Dash-8-Q400

Bengaluru-Gwalior: 901 mil; SpiceJet; Dash-8-Q400
Bandara Reykjavik-Nuuk: 892 mil; Dash-8-200
Tahiti (Papeete)-Hiva Oa: 891 mil; Air Tahiti; ATR-72-600
Gran Canaria-Melilla: 890 mil: Iberia (by Air Nostrum): ATR-72-600
Tahiti (Papeete)-Nuku Hiva: 873 mil; Air Tahiti; ATR-72-600
Sanikiluaq-Winnipeg: 872 mil; Calm Air; ATR-42
Bandara Reykjavik-Ilulissat: 864 mil; Dash-8-200

Robot Spot Boston Dynamics Tantang BTS Duel Ngedance, Endingnya Bikin Ngakak

Hyundai resmi mengakuisisi perusahaan robotik asal Negeri Paman Sam, Boston Dynamics, yang masyhur dengan robot-robotnya yang serba bisa, seperti melakukan misi penyergapan sampai ngedance (menari).

Baca juga: Kalau Jakarta Punya MRT, Bangkok Punya BTS Skytrain yang Telah Mengular 20 Tahun

Guna merayakan itu sekaligus mempublikasikannya, perusahaan multinasional asal Korea Selatan itu pun menggandeng BTS untuk adu kemahiran ngedance melawan robot Spot.

Dalam tayangan di kanal YouTube resmi Hyundai, nampak robot Spot tersebut secara mengejutkan masuk ke studio tempat Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, V, dan Jungkook berada. Tentu mereka berhasil kaget dibuatnya.

Sebelum mulai duel ngedance di lagu IONIQ: I’m On It, robot Spot terlebih dahulu diberi challange lain oleh Bangtan Boys, seperti mengikuti gerakan kepala ke kanan dan ke kiri, diperintahkan duduk oleh Jimin dan RM, adu push-up oleh Suga, dan challenge lainnya.

Setelah dirasa cukup, tim kemudian memutarkan sebuah lagiu BTS berjudul IONIQ: I’m On It dan seketika robot Spot pun langsung menari di depan seluruh anggota BTS. Sontak mereka hanya bisa tertawa sambil menikmati setiap lekuk tari-tarian robot Spot.

Jimin dan RM pun memberi perintah untuk mengikuti setiap gerakannya sesuai dengan alunan lagu tersebut. Lalu, apa yang terjadi? Robot Spot dengan enjoy dan mudahnya mengikuti setiap gerakan mereka berdua hingga akhirnya anggota BTS lain bersama keduanya membuat lingkaran dan adu menari bersama robot Spot seorang yang berada di tengah.

Kendati lucu dan menggemaskan, tetapi, beberapa kalangan menilai ini justru menjadi alarm tanda bahaya akan keberadaan robot, dalam hal ini robot penari, terhadap industri boyband K-pop. Sebab, gerakannya sangat mulus sekali dan tak kalah menghibur dibanding setiap gerak tari-tarian BTS.

Di tempat terpisah, ahli robotik Boston Dynamics, Eric Whitman, mengungkapkan, semua itu berhasil dilakukan robot Spot dan robot-robot Boston Dynamics lainnya berkat pemrograman yang sangat tepat, alih-allih menggunakan sensor bawaan robot atau algoritma penghindaran.

“Semuanya harus dikerjakan terlebih dahulu dan ditulis dengan tepat,” jelasnya, seperti dikutip dari The Verge.

Baca juga: Pastikan Social Distancing, Robot Anjing Tanpa Kepala Berkeliaran di Singapura

Sampai berita ini diturunkan, setidaknya video kolaborasi Hyundai-robot Spot-BTS sudah ditonton lebih dari 21 juta kali di kanal YouTube HyundaiWorldwide.

Di tangan Hyundai, robot tersebut dipercaya akan disempurnakan untuk berbagai fungsi. Seperti apa ya? Menarik ditunggu. Bagi Anda yang berminat memiliki robot Spot ini, harganya murah kok, sekitar US$74.500 atau sekitar Rp1 miliar lebih. Bagaimana, berminat?

Sydney Central, Eksotisme Stasiun Tua di Antara Deru Penumpang Metropolitan

Meski bukan satu-satunya moda transportasi yang ada di kota Sydney, kereta api menjadi salah satu pilihan utama di tengah hiruk pikuk masyarakat di kota terbesar di Australia. Hal ini tentunya tidak terlepas dari nilai historis perkembangan transportasi dalam masyarakat Sydney itu sendiri.

Baca juga: Sydney-London, Rute Bus Terpanjang di Dunia! Perjalanan Butuh 132 Hari

Mengikuti masa-masa awal keberadaan Australia, ,moda trasnportasi kereta sendiri sudah digunakan oleh masyarakat Sydney sejak pertengahan abad ke 18. Perkembangan moda transportasi kereta api di Sydney sejalan dengan perkembangan masyarakatnya Dan bila bicara tentang kereta api di Sydney, maka akhirnya akan merujuk pada identitas Sydney Central Station, yang merupakan stasiun terbesar dan stasiun yang mengintegrasikan semua perjalanan, baik kerera Commuter Line dan kereta jarak jauh (luar kota).

Merujuk ke sejarahnya, stasiun sentral Sydney awalnya berdiri pada 26 September 1855 di wilayah barat stasiun Granville yang ada saat ini. Dirancang oleh arsitek asal New South Wales, W. L. Vernon, stasiun yang berada di wilayah tenggara Australia ini merupakan stasiun kereta pertama yang ada di kawasan New South Wales, yang menghubungkan akses jalan melewati pelabuhan dagang kota Sydney.

tours-4-poster

Lokasi stasiun pusat kota Sydney saat ini pun berbeda pada saat pertama kali dibangun. Bangunan asli dan pertama stasiun Sydney berada di sebelah selatan dari stasiun sentral Sydney yang berdiri saat ini. Stasiun utama lainnya kemudian dibangun di Newton, Ashfield, Burwood dan Homebush. Tidak seperti bangunan yang ada saat ini, konstruksi stasiun sentral Sydney ini awalnya terbentuk dari kayu. Kemajuan ekonomi masyarakat Eropa abad 18 yang spontan mendorong perekonomian di masyarakat Australia, mendorong moda transportasi kereta semakin berkembang dan pembangunan rute-rute baru terus berjalan.

Setelah rute di kawasan perkotaan rampung dibangun, rute kereta diperluas ke kawasan suburban. Rute suburban yang pertama kali beroperasi adalah di kawasan North Shore, yakni pada tahun 1980. Dan lagi-lagi stasiun kereta ini kembali menjadi yang pertama, yang menyediakan akses transportasi dan menghubungkan wilayah-wilayah suburban di Sydney.

sydneyaustralia2day

Perkembangan zaman dan meningkatnya mobilitas masyarakat dari tahun-tahun membawa stasiun ini ke dalam beberapa proses renovasi. Jumlah pengguna stasiun juga terus mengalami peningkatan sejak pertama kali dibangun.
Bagian paling menarik dan memiliki nilai historis dari Sydney Central Station ini adalah menara jam setinggi 75 Meter atau 246 kaki. Menara bergaya Gothic Revival ini berdiri pada tahun 1920. Awalnya menara ini dibuka untuk umum, dan masyarakat dapat naik hingga ke puncaknya. Namun sayangnya, saat ini menara ini sudah tidak dapat diakses oleh sembarang orang.

Pada tahun 1926 kereta api konvensional Sydney disulap menjadi moda kereta rel listrik atau KRL. Rute pertama yang beroperasi adalah jalur Illiwara dan St James. Saat ini stasiun sentral kota Sydney terdiri dari dua puluh peron, yang empat diantaranya berada di bawah tanah. Rute-rute baru juga terus mengalami perkembangan, diantaranya rute menuju Bandara Sydney dan stasiun kereta di kota-kota sekitarnya.

Platform_20_and_21_at_Central_Station_in_Sydney

Saat ini stasiun pusat Sydney sedang dalam proses perbaikan. Namun baru-baru ini pada bulan Desember 2016 lalu, stasiun ini sempat mengalami masalah, sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat saat itu. Perkembangan stasiun kereta pusat di Sydney memberikan bukti bahwa perkembangan masyarakat mempengaruhi perkembangan moda transportasi. Baik bangunan fisik, rute, sistem, dan teknologi kereta di Sydney telah mengalami perkembangan, dari awal berdiri hingga sampai saat ini.

Baca juga: Kurangi Emisi, Pemerintah Sydney Bakal Ganti 8000 Bus Diesel Menjadi Bus Listrik

Modernisasi yang terjadi di kawasan kota tidak membuat masyarakat meninggalkan moda transportasi konvensional, tetapi justru membawa moda trasnportasi ini maju dan mengikuti perkembangan zaman. Dan stasiun pusat kota Sydney yang telah mengalami sejumlah perubahan ini terus memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat Sydney, yang terus mengalami kemajuan.

Mudahkan Lansia, Rumah Sakit di Cina Hadirkan Layar Pintar Pemanggil Taksi

Orangtua masa kini mungkin fasih dalam menggunakan perangkat elektronik mode baru. Namun bagaimana dengan orangtua yang lanjut usia dan sering dibantu dalam menggunakan perangkat elektronik? Apalagi bagi para lansia yang pergi ke rumah sakit sendiri tanpa diantar keluarga.

Baca juga: Anda Lupa Jaga Jarak, Cincin Pintar ini Bisa Ingatkan Penggunanya

Hal ini mungkin akan membuat keluarga kebingungan dan khawatir bagaimana mereka kembali ke rumah dan memesan taksi. Namun sepertinya masalah itu tak lagi perlu dikhawatirkan. Sebab di sebuah rumah sakit di Cina menghadirkan perangkat pemanggil taksi pintar bagi para lansia.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber shine.cn (7/6/2021), pasien lansia di Rumah Sakit Renji di distrik Huangpu, Cina dimudahkan untuk memanggil taksi hanya dengan menekan tombol atau memindai wajah mereka di layar pintar. Rumah sakit ini memasang perangkat pemanggilan mobil pintar itu di divisi baratnya pada 30 Juni 2021 kemarin.

Kehadiran perangkat ini salah satunya untuk membantu pasien lansia yang kesulitan menggunakan aplikasi dari ponsel pintar mereka untuk memanggil taksi. Sebab saat ini para pengemudi taksi menerima permintaan tumpangan melalui aplikasi seluler. Sejauh ini, layar pintar pemanggilan taksi di RS Renji sudah membantu sekitar 30 pasien lansia.

Perangkat ini diketahui berbagi platform aplikasi pemanggil taksi “Shencheng Travel”. Di mana aplikasi tersebut diluncurkan oleh otoritas transportasi dan perumahan kota bersama dengan SAIC Motor tahun lalu.

Perangkat pintar telah dipasang di seluruh kota di pintu masuk lingkungan, tempat umum dengan arus besar orang dan rumah sakit. Seorang wanita bermarga Lin yang mengunjungi Renji setiap bulan adalah orang pertama yang menggunakan perangkat pintar rumah sakit, dan mengatakan itu sangat nyaman.

Baca juga: Aplikasi Rideshare dan Taksi Kanada Persiapkan Diri untuk Cegah Covid-19

“Saya selalu meminta putri saya untuk memanggilkan taksi untuk saya setiap kali saya menemui dokter. Terkadang dia lupa ketika dia sedang sibuk bekerja. Sekarang saya dapat menggunakan ‘layanan pemindaian wajah’ ini untuk memanggil mobil bahkan tanpa memasukkan alamatnya,” kata Lin.

Layanan Bus di Selandia Baru Mudahkan Pelajar dan Warga Tanpa Kendaraan Pribadi

Terisolasi karena tidak memiliki kendaraan pribadi membuat semua aktivitas cukup terganggu. Karena hal ini, Dewan Regional Waikato dan Dewan Distrik Matamata-Piako di Selandia Baru meluncurkan layanan bus baru.

Baca juga: Teknologi Ultra Broadband Sambangi Halte Bus di Selandia Baru

Layanan ini akan mulai beroperasi pada 12 Juli mendatang dan akan mengantarkan penumpang ke Matamata, Morrinsville dan Hamilton. KabarPenumpang.com melansir stuff.co.nz (28/6/2021), bus tersebut nantinya beroperasi tiga kali sehari dari Senin hingga Jumat.

Layanan yang berangkat dari Matamata menuju ke Hamilton pukul 7.10, 11.10, dan 15.10, serta kembali dari Hamilton pada pukul 09.00, 13.00, dan 17.40. Rute bus akan melintasi halte Waharoa, Morrinsville dan Hillcrest Warehouse di Hamilton.

Rute ini memungkinkan bagi masyarakat untuk pergi secara mandiri ke toko, janji medis, perpustakaan atau mengunjungi kerabat tanpa harus bergantung pada orang lain untuk tumpangan. Walikota Matamata-Piako Ash Tanner mengatakan, hadirnya layanan bus ini sangat bermanfaat bagi mereka yang tidak memiliki izin atau transportasi.

“Begitu banyak orang yang terisolasi, hanya karena tidak dapat bepergian, jadi saya sangat senang dewan kami dapat bekerja dengan Dewan Regional Waikato untuk menghadirkan layanan yang terjangkau ini di seluruh distrik,” ujar Tanner.

Bahkan Tanner mengatakan, layanan bus ini bisa menjadi keuntungan khusus bagi siswa dan pemuda untuk mengakses studi lainnya dan mendapatkan pekerjaan. Selain itu, layanan bus ini memiliki rute yang populer.

Tarif layanan bus dari Matamata ke kota adalah $5 untuk Bee Card, $3 dari Matamata ke Morrinsville, dan pemegang kartu SuperGold akan menerima perjalanan bus gratis antara jam 09.00 pagi dan 15.00 sore pada hari kerja. Untuk anak-anak di bawah lima tahun akan bepergian gratis.

Bagi pengguna bus reguler, tarif akan dibatasi saat menggunakan Kartu Bee sebesar $27 untuk dewasa dan $22,50 untuk remaja di bawah 18 tahun setiap minggu untuk perjalanan antara Matamata dan Morrinsville. Sedangkan antara Matamata dan Hamilton akan dibatasi pada $45 untuk dewasa dan $37,50 untuk remaja 18 ke bawah.

Uniknya adalah, bila sudah mencapai batas maksimum pembayaran dengan Kartu Bee, penumpang akan mendapatkan semua perjalanan tanpa bayar alias gratis. Di Matamata, bus akan melakukan perjalanan melalui Hetana St, Broadway Smith St, Station Rd, Firth, Meura, jalan-jalan Tainui, Burwood Rd, Rawhiti Ave dan kemudian melalui Waharoa dan Morrinsville dan dalam perjalanan ke Hamilton.

Baca juga: Duh! Remaja ini ‘Ditinggalkan’ Bus Ketika Tengah Transit

Bus akan menggunakan State Highway 26 ke Hamilton dan melakukan perjalanan melalui Hillcrest dan Hamilton East dalam perjalanan ke pusat kota, berakhir di Hamilton Transport Centre. Setiap bus memiliki ruang untuk dua sepeda di rak sepeda depan, wi-fi gratis, dan titik pengisian USB di pesawat.

Jadi Restoran Thailand, Gerbong Tua Kelas Satu Intercity 125 Dikembalikan ke Dekorasi Tahun 1980

Guna menarik pengunjung, gerbong kereta tua di berbagai negara mulai difungsikan sebagai restoran, kamar hotel atau tempat usaha lainnya. Hal ini pun dilakukan oleh eksekutif farmasi Fergus McCallum dan istrinya ahli kecantikan asal Thailand, Isara, yang telah membeli dua bekas gerbong InterCity 125 yang dioperasikan oleh Great Western Railway di barat daya Inggris.

Baca juga: Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Gerbong kereta kelas satu yang sudah berusia 40 tahun tersebut akan dijadikan sebuah restoran Thailand dan letaknya di samping Stasiun Pitlochry. Bahkan pasangan suami istri ini pun akan mengembalikan dekorasi interior oranye British Rail tahun 1980 yang asli.

KabarPenumpang.com melansir scotsman.com (29/1/2021), di mana mereka telah mengajukan permohonan perencanaan untuk disetujui oleh Perth dan Dewan Kinross, yang mencakup pemasangan kembali bagian rel agar gerbong dapat berdiri. Pasangan Pitlochry telah memiliki gerbong mereka, yang dibangun pada 1977-1979, dicat ulang dengan warna biru dan putih eksternal British Rail asli oleh perusahaan spesialis.

Mereka telah meluncurkan sebuah perusahaan, The Wee Choo Choo, dengan putri mereka yang berusia 18 tahun, Mia, untuk membuat restoran dengan 60 kursi, yang mereka harapkan akan dibuka pada bulan Juni kemarin. Jika izin diberikan, itu akan ditempatkan di bekas tempat pembuatan rel yang sekarang menjadi tempat parkir mobil di sebelah utara stasiun.

McCallum juga mempertimbangkan untuk mengembangkan bisnis untuk mengubah gerbong kereta api tua lainnya menjadi restoran, akomodasi, dan unit industri.

Baca juga: Ini Dia Kereta Punjab Mail di India yang Berusia 110 Tahun

McCallum mengatakan, lokasinya akan berada di sebelah rel kereta api di zona konservasi, oleh karena itu upaya besar yang kami lakukan di sekitar asalnya dengan gerbong asli dengan warna asli di sisi sebelumnya. McCallum mengatakan istri dan putri mereka adalah direktur bersama proyek tersebut.