Bandara Kabul Mulai Layani Penerbangan Domestik, Penerbangan Internasional Masih Abu-abu

Bandara Kabul akhirnya mulai melayani penerbangan sipil. Untuk di awal, penerbangan domestik lebih dahulu dibuka. Adapun penerbangan internasional (komersial) masih menunggu kesiapan tim dan bandara itu sendiri, mengingat banyak fasilitas di bandara hancur saat proses evakuasi warga bersamaan dengan kepergian tentara Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan.

Baca juga: Inilah Pesawat Pertama yang Mendarat di Bandara Kabul Usai Kepergian AS

Laporan Reuters, layanan pertama penerbangan domestik dijalani oleh Ariana Afghan Airlines. Maskapai nasional Afghanistan itu sudah melayani penerbangan antara Kabul dan tiga kota besar lainnya, meliputi Herat di barat, Mazar-i Sharif di utara, dan Kandahar di selatan.

“Ariana Afghan Airlines dengan bangga melanjutkan penerbangan domestiknya,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggal di laman Facebook resmi perusahaan.

Kembali dibukanya Bandara Kabul untuk penerbangan sipil tidak lepas dari kedatangan tim ahli dari Qatar. Rabu, 1 September 2021 lalu, pesawat pertama yang mendarat di Bandara Kabul pasca kepergian AS, Boeing C-17 Globemaster livery Qatar Airways milik Angkatan Udara Qatar, diketahui membawa sejumlah peralatan, termasuk tim ahli untuk membantu operasional bandara.

Selain itu, Duta Besar Qatar untuk Afghanistan juga mengkonfirmasi, tim dari negaranya juga membantu memperbaiki runway bandara yang disebut rusak dalam gejolak selama tiga pekan terakhir. Mereka dibantu oleh tenaga ahli dari Turki yang juga sudah tiba sejak beberapa hari yang lalu.

Beroperasinya layanan penerbangan sipil Bandara Kabul atau yang biasa juga disebut Bandara Hamid Karzai ini tentu menjadi langkah maju bagi perekonomian negara. Sebab, bandara atau moda transportasi udara menjadi satu-satunya akses paling efektif dan efisien untuk memudahkan pertukaran barang dan orang, dari dan ke Afghanistan, mengingat negara ini tidak mempunyai laut.

Sebetulnya, jalur darat juga bisa diandalkan. Sebagai contoh, selama ini, sebuah terowongan menghubungkan Kabul dengan perbatasan Tajikistan di bawah Pegunungan Hindu Kush, menjadi jalur utama pertukaran berbagai komoditas, seperti baju, bit gula, furnitur, dan perlengkapan senjata. Tetapi, kuantitasnya tak bisa menyamai lewat udara.

Sejak tentara AS pergi meninggalkan Afghanistan pada akhir Agustus, penerbangan sipil maupun militer sempat ditangguhkan selama kurang lebih satu hari. Setelah kedatangan pesawat Angkatan Udara Qatar, geliat aktivitas di bandara memang meningkat dan pembukaan kembali layanan penerbangan di bandara ini adalah buah dari itu.

Baca juga: Miris, Warga Afghanistan Tewas di Bandara Kabul Gegara Kepanasan dan Kelaparan Saat Tunggu Evakuasi

Bandara Kabul sendiri saat ini dijaga ketat oleh pasukan khusus Taliban “Badri 313”. Pasukan khusus yang memiliki persenjataan lengkap tersebut, saat ini, menjadi pemegang otoritas Bandara Kabul untuk sementara, menjaga seluruh pos pemeriksaan dan skrining bandara.

Sebelum diambil alih oleh pasukan khusus Badri 313, Taliban disebut sempat meminta Turki untuk mengoperasikan bandara, termasuk keamanannya. Tetapi, sampai saat ini, itu tak kunjung terwujud.

Pandemi Covid-19 ‘Paksa’ Etihad Gabung Aliansi Maskapai: Dulu Ngotot Bikin Aliansi Maskapai Sendiri!

Pandemi Covid-19 memaksa maskapai di seluruh dunia putar otak untuk terus menyelamatkan bisnisnya. Salah satunya dengan bergabung dengan satu dari tiga aliansi maskapai besar dunia; oneworld, StarAlliance, dan SkyTeam. Itulah yang saat ini dialami salah satu maskapai besar Timur Tengah, Etihad Airways.

Baca juga: Untung-Rugi Gabung Aliansi SkyTeam yang Juga Diikuti Garuda Indonesia, Apa Saja?

Sebelum wabah virus Corona merebak ke seluruh dunia dan menghantam bisnis penerbangan global, Etihad selama bertahun-tahun berambisi untuk membuat aliansi maskapai sendiri, alih-alih bergabung dengan tiga aliansi besar di atas.

Tak sedikit nilai investasi yang telah digelontorkan maskapai asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab itu untuk memuluskan langkahnya.

Di saat yang bersamaan, kompetitor Timur Tengah-nya, Emirates, juga melakukan hal serupa, tak bergabung dengan aliansi maskapai manapun dan berinvestasi besar-besaran untuk membentuk jaringan aliansi maskapai sendiri. Ini pada akhirnya membuat Etihad semakin yakin terhadap mimpinya membentuk aliansi maskapai sendiri.

Sejauh ini, ada tiga maskapai yang sudah memiliki jejaring kuat dengan Etihad. Tiga itu, Jet Airways, Air Serbia, dan Air Seychelles. Sayangnya, pandemi virus Corona membuat keuangan tiga maskapai tersebut dan mau tak mau melakukan efisiensi. Salah satunya dengan mengundurkan diri dari aliansi maskapai dan sejenisnya.

Melihat hal itu, berbagai spekulasi pun muncul bahwa Etihad Airways mulai menyerah dengan ambisi besarnya dan bersiap gabung dengan satu dari tiga aliansi maskapai.

“Saya pikir itu salah satu yang Anda tahu, Anda tidak pernah mengatakan tidak pernah. Itu adalah hal yang selalu kami awasi,” kata CEO Tony Douglas dalam wawancara eksklusif baru-baru ini bersama Simple Flying.

“Karena itu, mengingat program transformasi yang telah kami lakukan, apa yang kami tidak ingin terlibat adalah apa pun selain menyampaikan rencana yang kami tetapkan. Omong-omong, bukan berarti terlibat dalam salah satu tiga aliansi utama akan (melakukannya),” lanjutnya.

Meski tidak menutup kemungkinan bergabung dengan salah satu aliansi besar maskapai, ia tetap meyakini bahwa fokus pada rencana yang telah dibuat jauh lebih baik, yaitu membentuk aliansi sendiri. Intinya, segala hal masih mungkin, termasuk mengoperasikan kembali Airbus A380 Etihad pasca pandemi.

Baca juga: Inilah Perbedaan Airlines dan Airways di Dunia Penerbangan

“Tetapi apa yang kami juga lihat bahwa jauh lebih mudah, mengingat fokus dan bandwidth kami, untuk berkonsentrasi pada hubungan tertentu di mana kami dapat membangun codeshare atau (perjanjian) antar baris,” tambahnya.

“Akan bagus untuk melihat mungkin dalam dua hingga lima tahun ke depan pasca-pandemi, perubahan konfigurasi seperti apa yang terjadi dengan aliansi besar juga. Apakah mereka relevan pasca pandemi seperti sebelum pandemi, atau apakah mereka sebenarnya lebih relevan pasca pandemi. Saya pikir itu akan menjadi satu untuk kita semua untuk menonton dengan penuh minat, termasuk kami (Etihad),” tutupnya.

Paspor Terkuat di Dunia Tahun 2021, Wakil Asia Jepang-Singapura-Korsel Urutan Teratas!

Negara-negara di Asia mendominasi dalam daftar urutan paspor terkuat di dunia versi HENLEY Passport Index, khususnya tiga teratas. Tiga itu adalah Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Jepang didapuk sebagai pemegang gelar paspor terkuat di dunia tahun 2021, disusul Singapura di posisi kedua dan Korea Selatan serta Jerman di posisi ketiga.

Baca juga: Terbukti Mudahkan Penumpang, Paspor Kesehatan Digital IBM Kini Digunakan 450 Maskapai Lebih

Dilansir CNN Internasional, sebetulnya, peringkat paspor terkuat di dunia pada kuartal I 2021 bisa dibilang tidak ada perubahan berarti.

Di samping itu, akses negara-negara yang memuncaki daftar paspor terkuat di dunia juga berbeda dengan kenyataannya.

Jepang diketahui saat ini berada di posisi satu sebagai negara dengan pasport paling kuat di dunia. Negeri Sakura menawarkan akses bebas visa atau visa-on-arrival ke 193 tujuan di seluruh dunia.

Tetapi, pada kenyataannya, pemegang paspor Jepang memiliki akses ke kurang dari 80 tujuan -hampir sama dengan peringkat indeks Arab Saudi, yang berada di peringkat ke-71 (dengan kenyataan di lapangan hanya 58 tujuan).

Di posisi ada Singapura yang menawarkan akses bebas visa atau visa-on-arrival ke 192 tujuan atau destinasi di seluruh dunia.

Namun, pada kenyataannya, pemegang paspor Singapura saat ini hanya mengakses kurang dari 75 tujuan. Sama halnya dengan Jepang, ini disebabkan pembatasan perjalanan, entah itu disebabkan oleh tingginya kasus Covid-19 di negara asal, ataupun lockdown ketat di negara tujuan.

Yang menarik dalam daftar paspor terkuat di dunia kuartal I tahun 2021 sebetulnya bukan dari bertenggernya tiga perwakilan Asia di tiga besar dan dominasi barat di posisi 10 besar, melainkan meningkatnya peringkat Cina dan Uni Emirat Arab (UEA) sejak beberapa tahun terakhir.

Selandia Baru, Swiss, Belgia tetap di tempat ketujuh, dengan akses bebas visa ke 187 tujuan, terus menurun sejak menempati posisi puncak daftar paspor terkuat di dunia tahun 2014 silam. Sementara itu, Australia turun dari tempat kedelapan pada Januari ke tempat kesembilan hari ini dengan skor 185 bersama Kanada.

Baca juga: Di Paspor ‘Tertulis’ 123 Tahun, Kakek ini Terlihat Seperti 90 Tahun Karena Rajin Yoga

Disebutkan, sejak tahun 2011, Cina telah naik 22 peringkat, dari posisi 90 ke posisi 68. Sementara itu, UEA naik dari urutan ke-65 menjadi urutan ke-15 daftar paspor terkuat di dunia.

Lobi-lobi politik dengan meningkatkan hubungan diplomatik ke seluruh dunia membawa pemegang paspor UEA mendapat akses masuk mudah ke 174 destinasi dibandingkan hanya 67 destinasi satu dekade yang lalu.

Agar lebih lengkap, berikut daftar paspor terbaik di dunia tahun 2021:
1. Jepang (193 destinasi)
2. Singapura (192)
3. Jerman, Korea Selatan (191)
4. Finlandia, Italia, Luksemburg, Spanyol (190)
5. Austria, Denmark (189)
6. Perancis, Irlandia, Belanda, Portugal, Swedia (188)
7. Belgia, Selandia Baru, Swiss, Inggris Raya, Amerika Serikat (187)
8. Republik Ceko, Yunani, Malta, Norwegia (186)
9. Australia, Kanada (185)
10. Hongaria (184)

 

Digunakan Pada Jalur Non Listrik, Kereta Hidrogen Meluncur di Swedia

Kereta bertenaga hidrogen mulai merambah perkeretaapian Eropa. Jerman bahkan sudah membangun stasiun pengisian bahan bakar karena pertengahan tahun 2021, negara ini sudah mulai mengoperasikan kereta bertenaga hidrogen.

Baca juga: Dukung Operasional Kereta Hidrogen, Jerman Bangun Stasiun Pengisian Khusus di 2021

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman h2-view.com (27/8/2021), selain Jerman, kehadiran dan beroperasinya kereta hidrogen di Swedia pun menjadi kenyataaan. Di mana Swedia pada Rabu (25/8/2021) mengumumkan penyebaran kereta penumpang iLint Alstom di Stersund, untuk menyoroti potensi transportasi bertenaga hidrogen.

Diyakini sebagai kereta penumpang operasional pertama dan satu-satunya di dunia yang ditenagai oleh sel bahan bakar hidrogen. Coradia iLint dirancang khusus untuk digunakan pada jalur non-listrik untuk memungkinkan pengoperasian kereta yang bersih dan berkelanjutan.

Swedia bukanlah negara pertama yang menerapkan iLint, namun, inovasi kereta bertenaga hidrogen sudah berjalan di Jerman, Austria, Belanda dan akan segera memasuki jalur kereta api Italia. Rob Whyte, CEO Alstom Nordics, kereta Coradia iLint mewakili peluang besar bagi Swedia untuk mengurangi emisi CO2 dan bahkan menghilangkan karbon pada transportasi kereta api.

“Berkat transportasi umum bertenaga hidrogen, operator regional dapat menjadi mercusuar mobilitas modern, seperti yang dialami baru-baru ini di Jerman, Belanda, dan Austria – yang telah menguji dan menerapkan (atau berencana menerapkan) kereta hidrogen,” ujar Whyte.

Baca juga: Tahun 2021, Kereta Bertenaga Hidrogen Siap Mengular di Rel Jerman

Alstom mempersembahkan kereta kepada berbagai pemangku kepentingan lokal, termasuk operator regional, otoritas transportasi, pengambil keputusan pemerintah, dan media terkemuka.

EV4 Mountain Cart – Kendaraan Off-Road untuk Penyandang Disabilitas

Menjadi penyandang disabilitas tidaklah mudah, sebab kerap kali menjadi bahan perbincangan dan orang-orang merasa dipersulit dengan kehadiran mereka. Bahkan mungkin bagi penyandang disabilitas memiliki hobi yang menantang seperti mendaki gunung dan off road akan sangat disepelekan.

Baca juga: Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines!

Padahal beberapa penyandang disabilitas sudah ada yang mampu menaklukkan beberapa gunung tinggi di dunia. Namun bagaimana bila penyandang disabilitas ternyata pecinta dan hobi dengan off road? Kini tak perlu lagi khawatir, pasalnya sudah ada sebuah kendaraan roda empat yang bisa digunakan para penyandang disabilitas untuk menikmati hobi mereka tersebut.

KabarPenumpang.com melansir laman newatlas.com (8/3/2019), EV4 Mountain Cart adalah kendaraan roda empat yang bisa digunakan penyandang disabilitas saat menyusuri trek tanah, mendaki bukit berumput dan melalui jalan setapak dihutan. Skopinski telah mempertahankan estetika industri untuk rangka aluminium kelas penerbangan dengan swingarm baja yang dilas dan skema warna yang memutar kepala, sehingga anggota baru keluarga EV4 tidak akan terlihat terlalu tidak cocok dalam parade identitas.

Mountain Cart memiliki dua motor hub belakang 1.000 W BLDC yang dikontrol oleh throttle listrik di stang. Kecepatan tertinggi dilaporkan 40 km perjam (25 mph), dan ada baterai 36 V / 23 Ah di bawah rak depan yang menawarkan rentang per 3-4 jam pengisian 50-80 km (30-50 mi).

Masing-masing dari empat roda 20 inci yang dibungkus 20×2.125 ban Kenda memiliki rem cakram hidrolik, dan 160 x 138 x 90 cm (63 x 54 x 35 in). EV4 Mountain Cart memiliki empat guncangan sepeda yang membantu menghaluskan gundukan. Layar LCD memungkinkan pengguna mengawasi sisa waktu dan melacak info perjalanan.

Kursi dengan sabuk pengaman dapat disesuaikan untuk pengendara berukuran berbeda, dan kendaraan dapat mengakomodasi pengendara maksimum dan berat kargo 130 kg (286,6 lb). EV4 Mountain Cart bukan jalan yang legal, jadi Anda harus menemukan jejak petualangan yang cocok untuk dibawa berputar. Ini tersedia sekarang, harga mulai dari US$5.285 atau senilai Rp75,4 juta.

Baca juga: Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

Kendaraan off road khusus penyandang disabilitas tersebut dibuat oleh perancang asal Polandia dengan menciptakan pelacak jejak listrik off road yang tidak menggunakan mekanisme memiringkan. EV4 sendiri bisa mengangkut kursi roda yang dipasangkan di sisi kirinya sehingga memudahkan para penyandang disabilitas.






















Robot Barista Hadir di 30 Stasiun MRT Singapura

Era robot sepertinya makin jelas terlihat di depan mata. Beberapa waktu lalu, Jepang menghadirkan robot bartender, robot barista, robot pembuat mie dan berbagai robot lainnya di stasiun kereta. Kemudian jejak ini pun diikuti oleh Singapura yang menghadirkan robot barista.

Baca juga: Sambut Olimpiade Tokyo 2021, JR East Co Hadirkan ELLA Robot Barista di Semua Stasiun Besar

Di mana Crown Digital yang memasang robot barista di 30 stasiun MRT Singapura. KabarPenumpang.com melansir thespoon.tech (19/8/2021), robot ini bisa membuat kopi sebanyak 200 gelas per jam.

Untuk instalasi MRT ini, Crown Digital telah berkolaborasi dengan Stellar Lifestyle, yang memiliki “keahlian dalam manajemen properti dan ritel, solusi media dan periklanan digital,” menurut posting blog pengumuman Crown Digital. Crown Digital juga menulis bahwa Stella Lifestyle telah menginvestasikan jumlah yang tidak diungkapkan dalam putaran pendanaan pra-Seri A Crown Digital.

Ini adalah jaringan kereta api kedua yang bermitra dengan Crown Digital, menyusul kesepakatan percontohan dengan stasiun kereta JR East Jepang yang ditandatangani pada akhir tahun lalu.

Dengan lalu lintas penumpang yang tinggi, mereka mencari penyegaran saat bepergian. Sehingga hub transit seperti stasiun MRT dan bandara adalah target pasar yang populer untuk perusahaan kios kopi robotik yang baru saja masuk pasar seperti Crown Digital, Smyze dan Cafe X.

Manfaat lain dari robot barista kopi di masa pandemi ini adalah mereka tidak bisa dihubungi. Robot tidak sakit, dan tidak bertindak sebagai vektor penularan virus seperti yang dilakukan manusia.

“Meskipun ada sejumlah barista robot yang datang ke pasar, kami belum melihat rantai kopi besar terjun ke otomatisasi. Pengecualian adalah Costa Coffee, yang membeli Briggo tahun lalu dan menamai ulang Coffee Hauses tersebut menjadi Costa Coffee BaristaBots,“ kata Crown Digital.

Baca juga: “Peter,” Inilah Robot Barista di Bandara San Jose

“Meskipun saya menduga bahwa semakin banyak penawaran seperti Crown Digital mulai bermunculan, kami akan segera melihat merek kopi besar lainnya seperti Starbucks dan Dunkin menambahkan robot mereka sendiri juga,“ tambah Crown Digital.

8 Film Terkenal yang Syuting di Pesawat, Nomor 7 Nyaris Bikin Aktor Tewas!

Sejak dahulu, ada belasan atau mungkin puluhan film yang menceritakan tentang pesawat ataupun memiliki adegan unik dan monumental di atau dengan pesawat. Dari jumlah tersebut, beberapa film diatur sedemikian rupa agar pesawat dan berbagai detail bisa menyerupai aslinya.

Baca juga: Syuting Adegan Pilot ‘Aneh’ di Kokpit ala Sinetron Indonesia! Netizen: Kalo Ga Bisa Jangan Maksain

Tak hanya itu, beberapa dari mereka juga menampilkan adegan-adegan nyata tanpa bantuan green screen. Salah satunya bahkan sampai membuat sang aktor nyaris celaka. Penasaran? Diktuip dari CNTraveler, berikut daftar delapan flm terkenal dan favorit yang syuting di pesawat.

1. Air Force One

Film Air Force One rilis pada tahun 1997. Film yang dibintangi oleh Harrison Ford sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ini menceritakan tentang pembajakan pesawat kepresidenan AS. Saat syuting, sebetulnya pesawat yang digunakan adalah Boeing 747-100 milik maskapai kargo charter American International Airways. Tetapi, ini dirombak sedemikian rupa sampai menyerupai Air Force One.

2. Executive Decision

Film yang dirilis pada 15 Maret 1996 ini menampilkan adegan penyelamatan oleh tentara AS di pesawat Boeing 747-200 Oceanic Airlines Flight 343 yang sedang dibajak. Tentara khusus AS itu menyusup ke dalam pesawat dan berhasil mengambil alih setelah melumpuhkan teroris.

3. The Aviator

Film yang dirilis tahun 2004 ini dibintangi oleh Leonardo DiCaprio sebagai Howard Hughes, penerbang, pebisnis, dan desainer pesawat ulung asal AS. Film ini lebih banyak menceritakan perjalanan Howard Hughes di dunia penerbangan, salah satunya menerbangkan H-4 Hercules flying boat.

4. Tenet

Film yang baru dirilis pada tahun 2020 ini bisa dibilang sebagai salah satu yang paling fenomenal. Betapa tidak, alih-alih menggunakan miniatur ataupun green screen, film Tenet yang disutradarai oleh Christopher Nolan ini justru menggunakan pesawat Boeing 747 bekas Cathay Pacific untuk ditabrakkan ke sebuah hanggar, meledak, dan terbakar.

5. Sully: Miracle On The Hudson

Film yang pada tahun 2016 tentu menjadi salah satu film tentang pesawat yang paling dikenal di masyarakat luas, khususnya pecinta penerbangan. Meski film yang diangkat dari kisah nyata mengenai pendaratan darurat di atas air atau ditching oleh maskapai US Airways Flight 1549 di Sungai Hudson pada 15 Januari 2009 ini diambil di studio, tetapi, video dari peristiwa asli turut ditampilkan.

6. Tomorrow Never Dies

Film James Bond: Tomorrow Never Dies lansiran tahun 1997 yang dibintangi oleh Pierce Brosnan ini menampilkan adegan pesawat Aero Vodochody L-39 Albatross meluncur dari runway dan terbang sempurna setelah nyaris kecelakaan.

Baca juga: Tak Semudah Menontonnya, Begini Rahasia Dibalik Proses Pemilihan Film di Pesawat, Rumit!

7. Mission: Impossible – Rogue Nation

Film rilisan tahun 2015 ini menampilkan adegan berbahaya agen IMF Ethan Hunt (Tom Cruise) di pesawat A400M F-WWMZ. Disebut berbahaya, karena Tom Cruise bergelantungan di pesawat yang terbang sampai ketinggian lima ribu kaki. Celakanya, adegan ini harus dilakukan berkali-kali dan membuat Tom Cruise hampir pingsan karenanya.

8. Casino Royale

Masih terkait film James Bond yang kali ini dibintangi oleh Daniel Craig tersebut melibatkan pesawat Boeing 747-200 British Airways dengan registrasi G-BDXJ sebetulnya tak ada yang spesial, dalam konteks adegan di pesawat. Tetapi, secara keseluruhan film ini sangat keren dan layak untuk masuk dalam daftar film favorit tentang atau yang mengambil adegan di pesawat.

 

Shinkansen Seri E4 “Double Decker” Pensiun Setelah 24 Tahun Beroperasi

Kereta peluru Shinkansen memiliki banyak seri dan semuanya mememiliki kelebihan masing-masing. Namun saat ini Shinkansen seri E4 yang dikenal juga sebagai layanan Max Toki dan Max Tanigawa, yaitu satu-satunya kereta Shinkansen bertingkat di Jepang.

Baca juga: Melepas Lelah, Para Pekerja Bisa Nikmati Shinkansen Sambil Merendam Kaki

Pensiunnya seri E4 bahkan membuat akun media sosial East Japan Railway Co. atau JR East dibanjiri pesan dari penumpang dan penggemar. Dimana pesan tersebut menggambarkan kenangan perjalanan mengungkapkan penghargaan mereka.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (5/9/2021), JR East merencanakan acara dan menjual barang-barang peringatan dalam skala besar. Penggemar dan perusahaan kereta api bersatu dalam keinginan mereka untuk mengirim kereta dengan gaya.

“Perjalanan solo pertama saya adalah di Green Car kelas satu dari seri E4; Saya menyimpan uang hadiah Tahun Baru saya, ”kata sebuah pesan yang diposting di akun Instagram resmi JR East cabang Niigata.

Posting lain di sana berbunyi: “[E4] adalah kereta Shinkansen terbaik dan terindah, dan saya sangat menyukainya. Saya tidak akan pernah melupakannya.”

Kereta 16 gerbong ini memiliki kapasitas tempat duduk 1.634 kursi, paling banyak dari semua kereta berkecepatan tinggi di dunia. Selain penuaan, kecepatan juga menjadi masalah pada E4. Saat ini ada kereta api yang dapat melaju dengan kecepatan 320 km per jam di jalur Tohoku shinkansen. Sehingga menjaga efisiensi operasional menjadi tantangan tersendiri karena kecepatan maksimum E4 yang mencapai 240 km per jam. JR East telah mengganti kereta seri E4 dengan model tingkat tunggal yang baru. Kereta E4 di jalur Tohoku Shinkansen mengakhiri layanannya pada September 2012.

Menanggapi orang-orang yang mengatakan mereka akan ketinggalan kereta, JR East meluncurkan situs web khusus dengan berbagai konten, termasuk gambar pemandangan dari kursi pengemudi dan hal-hal sepele.

Baca juga: Shinkansen N700S Mulai Melayani Penumpang dengan Fitur Terbaru

Enam puluh lima item peringatan telah diperkenalkan. Makanan bento tingkat dua dalam kotak yang menyerupai gerbong kereta E4 dijual seharga 1.634 yen, dan telah populer sebagai hiasan setelah makanan dikonsumsi.






















Awak Kabin Citilink Gunakan Seragam Baru Karya Oscar Lawalata

Semangat baru di Hari Pelanggan Nasional sepertinya menjadi sesuatu yang lumrah. Hal ini pun terlihat dari Citilink yang menghadirkan seragam baru bagi semua awak kabin. Di mana seragam ini mengedepankan keramahtamahan dan sentuhan Indonesia dan digunakan secara serentak pada penerbanagn Citilink Sabtu, (4/9/2021).

Baca juga: Sambut Ramadhan, Awak Kabin Citilink Hadir dengan Seragam Baru dan Beri Takjil Gratis

“Bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada hari ini, Citilink meluncurkan seragam baru awak kabin dengan membawa semangat perusahaan sebagai innovative modern airline yang berciri khas young, fun and dynamic sebagai bagian dari strategi peningkatan pelayanan untuk penumpang,” ujar Direktur Utama Citilink Juliandra yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Citilink Indonesia (@citilink)


Seragam baru awak kabin Citilink merupakan hasil karya desainer Oscar Lawalata. Seragam baru ini dibuat dalam bentuk kebaya untuk tetap menjunjung tinggi budaya Indonesia. Namun, seragam baru ini juga memiliki sentuhan modernisasi yaitu menggunakan corak kain tenun ikat khas dari Nusa Tenggara Timur.

“Desain tenun terinspirasi dari motif patola ratu dengan corak geometris yang sambung-menyambung dan kait-mengait dengan serasi dan indah. Motif ini dahulu dipakai oleh pemimpin kerajaan yang menggambarkan pemimpin berintegritas dan jujur. Adanya garis-garis geometris juga melambangkan hubungan manusia dengan lingkungannya. Selain itu, terdapat sentuhan inovasi motif bunga wala mangata yang cantik dan indah yang dipercaya mampu menjauhkan dari malapetaka dan bahaya,” kata Juliandra.

Pada pinggiran kain seragam ini juga terdapat motif ragam hias dari tenun Sumba karya anak bangsa yang menggariskan arti kelembutan, kebersamaan dan harapan. Motif-motif ini dipadupadankan menjadi sebuah karya dalam desain yang utuh pada kain seragam awak kabin Citilink.

Di samping itu, Citilink juga menggunakan dominasi warna hijau dan lime untuk pewarnaan seragam baru awak kabin ini. Warna hijau merepresentasikan kejayaan, kebesaran, keseimbangan dan kedamaian. Sementara warna lime merupakan perpaduan warna hijau dan kuning yang merepresentasikan keceriaan, kebahagiaan, energik serta optimis.

“Citilink berharap kehadiran seragam baru awak kabin ini dapat membawa harapan serta semangat baru untuk semakin memberikan pelayanan yang lebih maksimal untuk meningkatkan customer experience serta mewujudkan better journey bagi seluruh pelanggan,” tambah Juliandra.

Citilink senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh lini operasional penerbangannya, baik dari pre-, in-, hingga post-flight dengan mengacu pada ketentuan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk dapat memastikan seluruh penerbangan berjalan secara optimal dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keamanan bagi seluruh pelanggan.






















Kebisingan Pengaruhi Kualitas Tidur dan Bisa Merambah ke Kesehatan Kronis

Tidur merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan setiap manusia agar tetap berenergi dan mempertahankan fungsi tubuh. Namun apakah suara lingkungan bisa mempengaruhi kualitas tidur seseorang? Asisten Profesor Junta Tagusari dari Laboratorium Isu Lingkungan Regional, Sekolah Pascasarjana Teknik, sedang menyelidiki metode terbaik untuk mengukur kebisingan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan manusia.

Baca juga: Mengenal Polusi Suara Pesawat: Bisa Bikin Stres Sampai Kardiovaskular! Penumpang-Pilot Terdampak

“Kebisingan berpotensi tidak hanya merusak kemampuan pendengaran, tetapi juga menyebabkan masalah kesehatan yang lebih luas. Telah dilaporkan bahwa risikonya lebih tinggi ketika suara terdengar saat tidur. Laporan Kantor Regional WHO untuk Eropa juga mengindikasikan beberapa masalah kesehatan kronis termasuk gagal jantung dan diabetes, bisa dipicu dari paparan jangka panjang terhadap gangguan tidur yang disebabkan oleh kebisingan,” kata Tagusari.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari news-medical.net (4/8/2021), masalah ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, dia bahkan telah melaporkan beberapa hasil. Namun, Tagusari menilai sebagian besar indeks kebisingan yang ada, dengan menggunakan nilai rata-rata tingkat kebisingan dan tidak cukup dalam mengukur efek kebisingan terhadap tidur.

Tak hanya itu, dia mengembangkan indeks baru untuk kebisingan malam hari berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis dalam studi tahun 2014 berdasarkan pola tidur 30 subjek dewasa di Kadena, Okinawa. Apalagi di Okinawa ada Pangkalan Udara Kadena yang adalah pangkalan aktif untuk angkatan udara Amerika Serikat.

Di dekat pangkalan udara tersebut, lebih dari seratus ribu penduduk yang tinggal terkena kebisingan pesawat. Kebisingan malam hari di sekitar pangkalan bisa mencapai 100 dB. Sumber utama kebisingan yang mengganggu di wilayah studi adalah pesawat terbang, meskipun di area depan pangkalan, kebisingan didominasi oleh kebisingan pesawat yang membebani.

Ketika mesin pesawat dibiarkan berjalan untuk penyesuaian, itu bisa menghasilkan kebisingan 60dB yang berlangsung selama beberapa jam saat fajar. Menurut Tagusari, sejak masa studi, situasi tidak berubah berpihak pada warga. Namun, berdasarkan analisis, dirinya mengembangkan formula matematika baru untuk indeks kebisingan malam hari, yang dapat diterapkan dalam penelitian epidemiologi terkait kebisingan.

Analisis epidemiologi terhadap kesehatan warga di sekitar Pangkalan Udara Kadena sebelumnya telah dilakukan, namun ada rencana untuk menganalisis kembali situasi dengan menggunakan indeks baru ini.

“Warga setempat ini sudah sering mengeluhkan suara bising pesawat yang sering terjadi, bahkan pada malam hari. Mereka berinisiatif meminta laboratorium kami untuk mengukur kebisingan pesawat dan korelasinya dengan tidur mereka. Selama sebulan, kami tidak hanya mendapatkan tingkat kebisingan malam hari, kami juga mengukur motilitas tubuh saat tidur dari beberapa penduduk setempat, berusia dari 20 hingga 60 tahun,” kata Tagusari.

Tagusari mengakui bahwa salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah semacam ini tampaknya adalah dengan membatasi sumber kebisingan lingkungan di kawasan pemukiman. Warga di sekitar Pangkalan Udara Kadena telah berulang kali membawa masalah ini ke pengadilan yang berbeda, memohon solusi yang paling ideal dalam mengurangi kebisingan, tetapi hanya menerima solusi yang dianggap tidak mencukupi.

Baca juga: Stres Akibat Covid-19? Cobain Aplikasi Meditasi Khusus Corona Ini Deh

Mengingat keberadaan kebisingan lingkungan yang hampir ada di mana-mana, Tagusari sudah merencanakan dan mengorganisir lebih banyak studi tentang kebisingan dan tidur. Dalam penelitian terpisah, Tagusari akan menerapkan indeks kebisingan malam hari yang telah dirumuskannya untuk mengetahui pengaruh paparan kebisingan terhadap pertumbuhan janin dan tingkat kelahiran rendah pada ibu di seluruh Hokkaido.