Berbagai Hal ini Dipercaya Mampu Mengurangi Kebisingan dan Getaran pada Rel Kereta

Mesin, rem dan roda yang bergerak di atas rel merupakan sumber utama kebisingan dari kereta api. Kebisingan rel berdampak langsung ke rumah-rumah terdekat saat rel berada di permukaan jalan. Lonceng peringatan di perlintasan sebidang dan kereta api yang membunyikan klaksonnya merupakan tindakan pencegahan keselamatan yang penting ketika kereta api melintasi jalan raya atau jalur pejalan kaki, tetapi lonceng itu berisik bagi penduduk. Bahkan getaran dari struktur rel juga masuk kategori kebisingan.

Baca juga: Halau Rusa dan Hewan Liar Masuk ke Rel, JR East Pasang Shika Sonic

Apakah saat pembuatan desain, kebisingan dan getaran dipertimbangkan? Kalaupun iya, bagaimana caranya? KabarPenumpang.com merangkum levelcrossings.vic.gov.au, rancangan yang diusulkan untuk bagian rel yang ditinggikan akan meminimalkan dampak dari kebisingan dan getaran. Nantinya dengan struktur yang ditinggikan akan mengurangi dampak kebisingan dan getaran melalui penggunaan dinding dan layar, trek baru yang mulu dengan kualitas tinggi, pengencangan tangguh yang dibuat khusus untuk memasang track baru langsung serta isolator karet di bawah track untuk meredam getaran.

Adanya kebijakan kebisingan infrastruktur kereta api penumpang, bertujuan untuk menetapkan proses dan pedoman yang menyeimbangkan manfaat infrastruktur kereta api baru dengan kemungkinan dampak pada mereka yang tinggal disekitarnya. Kebijakan tersebut mencakup ambang batas penyelidikan, yaitu tingkat kebisingan yang disediakan untuk memandu badan transportasi dan otoritas perencanaan saat menilai dampak kebisingan kereta api pada masyarakat sekitar.

Kebisingan konstruksi akan dikelola sesuai dengan pedoman Badan Perlindungan Lingkungan (EPA). Di mana ambang investigasi ada dua bagian dipicu jika bagian satu merupakan kebisingan keseluruhan, yang mana setelah proyek selesai diperkirakan akan melebihi 65dB(A) pada siang hari (6am-10pm) atau 60dB(A) pada malam hari (10pm-6am).

Kemudian tingkat maksimum 85dB(A) (kapan saja) dan bagian kedua adalah perubahan kebisingan. Setiap peningkatan kebisingan rel yang diprediksi adalah 3dB(A) atau lebih. Level Crossing Removal Authority melibatkan konsultan akustik spesialis untuk memprediksi tingkat kebisingan di masa depan terkait dengan desain baru dan membandingkannya dengan tingkat kebisingan saat ini.

Untuk memprediksi tingkat kebisingan di masa depan, spesialis akustik membuat model komputer 3D dari area lokal. Struktur rel baru yang diusulkan ditambahkan ke model ini. Sampel kebisingan kereta yang sebenarnya digunakan untuk memodelkan tingkat kebisingan yang akan dialami orang-orang di sekitar. Model ini juga memperhitungkan kebisingan yang mungkin disebabkan oleh getaran struktur yang ditinggikan.

Ada pun modelnya mempertimbangkan jumlah pergerakan kereta api untuk skenario layanan setelah proyek selesai, jenis kereta api termasuk Metro, V/Line, kereta barang dan jumlah gerbong setiap kereta. Kemudian kemungkinan kecepatan di mana setiap kereta akan melakukan perjalanan, jarak antara kereta api dan perumahan atau properti sensitif serupa serta kontur tanah dan bangunan yang ada bersama infrastruktur sekitar.

Baca juga: Redam Kebisingan, Jepang Lakukan Riset Aerodinamika Kereta Cepat dengan Terowongan Angin

Pemerintah Victoria telah merilis desain yang diusulkan untuk proyek tersebut. Konsultasi telah dimulai pada desain yang diusulkan dan akan berakhir pada awal tahun 2016. Umpan balik dari komunitas akan digunakan untuk menyempurnakan desain dan menginformasikan pengambilan keputusan oleh pemerintah. Hasil dari konsultasi akan dibagikan kepada masyarakat dan kontraktor yang melaksanakan proyek. Otoritas Penghapusan Perlintasan Sebidang akan terus menilai dampak kebisingan dan getaran pada masyarakat sekitar untuk menyempurnakan desain yang diusulkan.






















Ini Fungsi Menara ATC Mobile, Pengganti Menara ATC yang Hancur Gegara Perang-Bencana

Amerika Serikat (AS) melalui Tim Kontrol Tempur Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF CCT/Combat Control Team) mengambil alih operasi Bandara Kabul sejak Taliban mulai menduduki istana kepresidenan Afghanistan pada 15 Agustus lalu.

Baca juga: Saat Bandara Kabul Chaos, Tim CCT AS Pegang Kendali Penuh untuk Layani Penerbangan Darurat

Di antara berbagai tugas yang diembannya, mengatur lalu lintas penerbangan lewat menara ATC adalah salah satu yang krusial.

Di Bandara Kabul sendiri, kondisi menara ATC (Air Traffic Control) masih sempurna karena memang tak ada serangan apapun dari Taliban atau musuh lainnya ke arah bandara. Tetapi, bila itu terjadi dan menara ATC hancur, bagaimana dengan aktivitas pengaturan lalu lintas udara?

Dikutip dari Indomiliter.com, menara ATC mobile sudah pasti akan dikerahkan saat menara ATC tak lagi bisa mendukung lalu lintas udara.

Di dunia, tentu ada banyak produsen ATC mobile. Tetapi, yang paling masyhur di Indonesia dan dunia adalah MATC 8100 buatan perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda, BSS Defence and Security Solutuions.

Sebagaimana namanya, menara ini bisa dipindah-pindahkan ke berbagai tempat yang membutuhkan dukungan darat-ke-udara. Penempatannya pun bisa beragam, tak selalu di pangkalan udara atau bandara, mulai dari jalan raya sampai hutan.

Selain bisa diangkut menggunakan truk, ATC mobile juga bisa diangkut menggunakan beberapa pesawat angkut militer, seperti C-130 Hercules, CH-47 Chinook menggunakan sling cargo atau kargo gantung, dan lain-lain.

Menara ATC mobile biasanya dioperasikan oleh tiga samapi tujuh personel bersertifikat air traffic controller atau paling tidak memiliki kemapuan komunikasi dan navigasi penerbangan, radar, sampai cuaca.

Meski mobile, tetapi, kemampuan menara ATC mobile tak kalah lengkap dengan ATC statis di bandara atau pangkalan udara.

Disebutkan, ATC mobile dilengkapi dengan radio VHF, UHF, V/UHF, HF transceiver, timing system GPS, dan sistem perekaman hingga 100 ribu jam menggunakan piringan cakram atau digital tape. MATC 8100 juga dilengkapi perangkat meteorologi AWOS yang menampilkan data arah angin, kecepatan, tekanan, suhu, kelembaban, dan titik embun.

Mobile ATC ini juga dapat diintegrasikan dengan radar ADS-B, Tactical VHF (30/88 Mhz), Satcom, dan emergency landing lighting beacon system. Yang terakhir disebut sangat berperan dalam membantu pendaratan pesawat dalam kondisi cuaca buruk dan minim visual.

Secara keseluruhan, dimensi unit MATC 8100 punya panjang 10,4 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 2,5 meter, dan berat 12,5 ton. Dan yang pasti sudut pandang 360 derajat. Untuk ketinggian menara dapat disesuaikan, maksimal 8,75 meter.

Baca juga: Selain TNI AU, Kemenhub Ternyata Punya ATC Mobile, Siap Digelar di Lokasi Bencana

Di Indonesia sendiri, mobile ATC pernah beberapa kali muncul di publik. Tahun 2015 silam, MATC 8100 TNI AU tampak hadir untuk mendukung demo aerobatik dan flying pass pesawat udara dalam gelaran HUT TNI Ke-70 di Cilegon, Banten.

Di tahun yang sama, mobile ATC juga dihadirkan dalam perayaan yang sama sebagai pemandu flypass jet TNI AU di atas Istana Negara.

Miris, Warga Afghanistan Tewas di Bandara Kabul Gegara Kepanasan dan Kelaparan Saat Tunggu Evakuasi

Bandara Kabul dipastikan aman dari Taliban. Tetapi, tidak dipastikan aman dari rasa lapar, dahaga, dan panas yang menyengat, mengingat mereka menunggu berhari-hari di apron dan sekitaran runway, bukan di dalam terminal. Laporan terbaru mengatakan bahwa beberapa orang tewas di bandara saat menunggu proses evakuasi.

Baca juga: Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Menurut pejabat Gedung Putih, sejauh ini Amerika Serikat (AS) telah mengevakuasi 30.300 orang, terdiri dari diplomat, warga AS, sekutu dari Afghanistan dan keluarganya, serta warga negara asing lainnya yang mendapatkan undangan evakuasi dari AS, sejak Taliban mulai menguasai Afghanistan pada 15 Agustus lalu.

Tetapi, jumlah tersebut masih belum seberapa. Diperkirakan masih ada ribuan atau mungkin puluhan ribu orang lainnya yang harus dievakuasi AS.

Sementara itu, di dalam bandara, mereka yang sedang menanti pesawat evakuasi datang kondisinya sangat sulit. Makanan dan minuman terbatas serta panas menyengat yang tak terhindarkan adalah realita yang harus dihadapi.

Menurut sumber ABC News di dalam bandara, kondisinya disebut “non-permissive environment” atau istilah yang menggambarkan penuh dengan ketidakpastian.

Saking tidak pastinya, baru-baru ini ada sebuah keluarga, terdiri dari lima orang, memutuskan hengkang dari fasilitas yang dikelola militer AS, Inggris, dan Turki itu. Mereka mundur, memasuki zona perang, melewati pos pemeriksaan Taliban, dan kembali ke rumah semata demi mendapatkan makanan, minuman, dan terhindar dari terik matahari.

Dalam pengakuannya dihadapan ABC News, Ahmad, begitu nama samaranya, tak punya pilihan lain kecuali terus bertahan hidup dengan mencari sumber makanan dan minuman daripada harus menunggu tanpa kejelasan di Bandara Internasional Hamid Karzai.

“Dia (kepala keluarga yang hengkang dari bandara) adalah pria yang telah lama menunggu SIV-nya datang, yang telah diancam secara langsung oleh Taliban. Namun, ketika begitu dekat dengan mimpinya akan keselamatan dan perlindungan, dia memutuskan lebih aman untuk pergi kembali ke rumah daripada menahan keluarganya di fasilitas yang dikelola militer AS ini lebih lama lagi,” kata salah satu sumber ABC News di bandara.

Baca juga: Deja Vu Kekacauan Akibat Perang Vietnam di Bandara Kabul

Keputusannya memang sulit dicerna. Saat puluhan ribu warga Afghanistan berebut masuk bandara meski selalu gagal, karena sudah dijaga sangat ketat oleh militer, ia malah keluar dari bandara dan kembali ke zona perang.

Di luar bandara, Taliban beberapa kali menyerang warga yang mencoba melarikan diri dari Afghanistan. Salah satu serangan bahkan menyebabkan empat anak jadi yatim piatu. Ayah dan ibunya dibunuh oleh Taliban di sekitar bandara.

KAI, KCI dan TransJakarta Intens Bahas Transportasi Menuju Jakarta Internasional Stadium dengan JakPro

Jakarta Internasional Stadium (JIS) kini masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan rampun akhir tahun ini. Selain itu dalam masa pembangunan pun, moda transportasi pengunjung sudah dalam pembahasan. Direktur proyek JIS dari Jakarta Propertindo, Iwan Takwin mengatakan, bahwa PT KAI atau KCI saat ini sudah menyepakati desain dan layout stasiun kereta di wilayah JIS.

Baca juga: Jalan-Jalan Ke Ancol Naik Kereta? Yuk Turunnya di Stasiun Ancol

Adanya kesepakatan tersebut juga sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk membangun stasiun kereta dan halte transportasi umum di daerah JIS.

“Jadi kita sudah menyepakati seperti apa layout-nya sirkulasinya dan posisinya di mana memang dari pihak KAI terus-menerus dari sekarang ini sedang melakukan kajian-kajian alokasi mereka,” ujar Iwan yang dikutip KabarPenumpang.com dari suarapemerintah.id (23/8/21).

Iwan juga mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi secara intens dengan pihak PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Di mana kedua belah pihak sudah menentukan desain dan tata letak halte di wilayah JIS nantinya.

Selain itu, Anies juga mengeluarkan instruksi gubernur tentang penyelesaian isu prioritas daerah periode 2021-2022 dan salah satunya adalah peresmian JIS. Isi instruksi tersebut yakni melaksanakan penyelesaian isu prioritas daerah tahun 2021-2022.

Di mana dalam Ingub tersebut tertulis target penyelesaian JIS adalah Desember 2021. Tak hanya itu, Anies juga menargetkan infrastruktur pendukung terkait aktivasi kawasan JIS dengan tiga akses yakni terbangunnya penambahan stasiun kereta baru di sisi barat dan timur JIS pada Juni 2022.

Kemudian terselesaikannya izin rute tambahan rute baru KCI yakni Jatinegara, Rajawali, Ancol dan Priok pada Oktober 2021. Terbangunnya pemberian akses ramp tol ke area Jakarta Internasional Stadiun pada Juni 2022 mendatang.

Baca juga: Hari Ini, 91 Tahun Lalu, Stasiun Jakarta Kota Resmi Beroperasi

Ingub yang terakhir adalah melaporkan ketercapaian Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022 sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu kepada Gubernur setiap dua minggu.






















Cina Lawan Dominasi Jepang di Industri Mobil Indonesia

Jepang dan Cina bersaing di industri mobil Indonesia? Ini terlihat dari masuknya mobil buatan Cina ke Indonesia dan mulai berkembang. Hal ini dilaporkan oleh China Chery Automobile Co Ltd yang mengumumkan bahwa mereka siap masuk kembali ke Indonesia tahun ini setelah gagal di awal 2000-an.

Baca juga: BlueBird Hadirkan BYD T3 di Bali, Taksi Listrik dengan Model MVP

“Dalam dua tahun ke depan, kami akan menghadirkan lima model baru di Indonesia, yaitu SUV konvensional dan kendaraan energi baru,” kata Qin Gang, perwakilan Chery, seperti dilansir KabarPenumpang.com dari thediplomat.com (18/8/2021).

Selain itu, Chery juga berinvestasi di fasilitas produksi di Indonesia. Saat ini, Chery bukan satu-satunya pabrikan mobil Cina yang membuat terobosan di Indonesia. Wuling dan Dongfeng Sokonindo (DFSK) juga semakin menonjol di pasar mobil tanah air. Mobil Wuling kini dijual melalui lebih dari 100 jaringan dealer di seluruh Indonesia.

Bahkan popularitas produk Wuling kini telah melampaui penjualan dari merek mobil Jepang seperti Mazda dan Nissan. Dari Januari hingga Juni tahun ini, Wuling mencatat 10.973 unit terjual, memberikan perusahaan Cina pangsa 2,8 persen dari pasar mobil Indonesia dan menjadikannya merek mobil paling populer ketujuh di negara ini. DFSK juga mencatatkan penjualan yang sehat, meski tidak sebesar Wuling.

Dari perspektif Cina, Indonesia merupakan pasar otomotif yang menjanjikan karena dua alasan. Pertama, rasio kepemilikan mobil terhadap total populasi masih rendah, yaitu hanya 99 mobil per 1.000 orang pada tahun ini, yang berarti ada ruang yang cukup besar bagi industri untuk tumbuh. Kedua, Indonesia baru-baru ini melihat perkembangan substansial dari infrastruktur vital termasuk jalan raya dan jalan raya, yang kemungkinan akan mendorong permintaan mobil.

Faktanya, pembuat mobil Cina telah membuat terobosan di Indonesia untuk beberapa waktu. Pada tahun 2019, setelah Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan presiden tentang mobil listrik, pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa mereka berencana untuk berkolaborasi dengan produsen Cina untuk tujuan ini. Tak lama kemudian, pada Juli 2019, dua perusahaan Cina, BYD Auto Co., Ltd dan JIC, mengumumkan rencana untuk merelokasi operasi mereka ke Indonesia.

Selain itu, pada bulan yang sama, DFSK juga mengumumkan niatnya untuk memproduksi mobil listrik E3 Glory di Indonesia, dengan tujuan untuk memasarkannya di seluruh Asia Tenggara. Sebagai sumber penjualan mobil dan kendaraan listrik terbesar di dunia, masuknya Cina ke pasar mobil Indonesia akan mengganggu dominasi Jepang dalam industri otomotif Indonesia yang sudah berlangsung lama.

Untuk diketahui, konsumen Indonesia sangat bergantung pada Jepang dalam hal mobil sejak tahun 1970-an. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia melaporkan pada tahun 2016 sebagian besar mobil yang dikemudikan di Indonesia adalah buatan Jepang. Tetapi mengingat bahwa kendaraan listrik sama-sama baru di Indonesia dan relatif mahal, merek-merek Cina menikmati keunggulan tertentu.

Dibandingkan dengan saingan Jepang mereka, banyak orang melihat mobil dari Cina relatif murah dan kualitas sebanding. Selain itu, Cina sekarang adalah produsen kendaraan listrik terkemuka di dunia, serta pemimpin dalam pembuatan banyak komponen yang digunakan di dalamnya. Cina, yang memiliki 93 pabrik baterai pada tahun lalu, memiliki akses istimewa ke bahan-bahan yang dibutuhkan seperti nikel, kobalt, dan lithium. Ini juga merupakan rumah bagi pabrik produksi katoda, anoda, dan bahan kimia penting untuk memproduksi sel baterai.

Baca juga: Blue Bird Siap Datangkan 200 Unit Van Listrik di Dua Wilayah, Mana Saja?

CATL, produsen baterai lithium-ion terbesar di Cina, berencana membangun lokasi produksi untuk komponen tersebut di Indonesia pada tahun 2024. Sementara itu, dua pabrik pengolahan nikel terpenting di dunia, Weda Bay Industrial Park dan Morowali Industrial Park, sedang berlokasi di Indonesia, yang keduanya mayoritas dimiliki oleh perusahaan Cina. Oleh karena itu, masuk akal bagi Indonesia untuk melihat kerja sama yang lebih kuat dengan Cina baik dalam penjualan dan produksi mobil dan kendaraan listrik.






















Meski Bukan yang Pertama Ada, Kereta Listrik Ini yang Tertua Beroperasi di Dunia

Kereta api listrik tertua yang beroperasi di dunia dibangun oleh Magnus Volk dan bagian pertamanya selesai tahun 1883. Kereta ini beroperasi lebih dari seperempat mil dari garis pengukur dua kaki yang membentang di sepanjang tepi laut resor Inggris tepatnya di Brighton antara Kolam Arch ke Brington Aquarium dan Chain Pier

Baca juga: Ini Dia Kereta Punjab Mail di India yang Berusia 110 Tahun

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kereta ini memiliki daya listrik 50 V DC yang disuplai ke mobil kecil menggunakan dua rel berjalan. Beberapa bulan kemudian, jalurnya diperpanjang setengah mil di luar Chain Pier dan juga ada peningkatan pasokan listrik me jadi 160 V DC.

Selain itu juga ada pembangkit listrik yang dipasang di lengkungan dan dibangun di atas tebing Paston Place. Tahun 1886, rel ketiga yang disetel ditambahkan untuk meminimalkan kebocoran arus. Sepuluh tahun kemudian, kereta api listrik Brighton dan Rottingdean Seashore dibangun oleh Volk.

Kemudian sebuah stasiun disediakan berdekatan dengan Banjo Groyne, dan sebuah loop lengkap dengan pemberhentian disediakan di tengah jalan untuk mobil lewat. Dengan kedatangan mobil kedua layanan lima atau enam menit disediakan setiap hari musim panas dan musim dingin (kecuali hari Minggu sampai 1903), karena cuaca dan kerusakan badai memungkinkan.

Bahkan dikatakan banyak untuk ketabahan dan teknik Magnus bahwa layanan ini beroperasi hingga tahun 1940 ketika ancaman invasi menutup rel kereta api untuk sementara waktu. Pada bulan April 1940, Brighton Corporation mengambil alih jalur tersebut dan pada 2 Juli ditahun yang sama, persiapan pertahanan Perang Dunia II mengakibatkan penutupan jalur.

Setelah perang, mulai tahun 1947, perusahaan membangun kembali jalur tersebut menggunakan rel 24,80 kg per meter untuk jalur lari dan 12,40 kg per meter dipasang pada isolator untuk rel ketiga. Di Black Rock, sebuah stasiun baru dibangun untuk menggantikan gedung tahun 1937 yang mengalami kerusakan parah selama perang.

Jalur dibuka kembali untuk penumpang pada tahun 1948. Operasi musim dingin berhenti dari tahun 1954, meskipun jalur tersebut dibuka kembali sementara pada musim dingin tahun 1980 untuk menarik banyak wisatawan yang datang untuk melihat Athina B, sebuah kereta barang yang telah terdampar di dekat Dermaga Istana.

Lalu operasi ganda dua mobil diperkenalkan pada tahun 1964. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan jumlah pengunjung karena paket liburan ke luar negeri. Pada tahun 1995 Asosiasi Kereta Api Listrik Volk dibentuk untuk membantu operator jalur (Dewan Kota Brighton & Hove) mempromosikan dan mengoperasikan jalur tersebut.

Pada tahun 2003 Institut Sains dan Teknologi Kereta Api Volks dibentuk untuk mempromosikan sisi pendidikan dan sains dari kereta api Victoria ke sekolah-sekolah dan kelompok minat khusus. Pada akhir 1990-an, ujung jalur Black Rock dipersingkat 211 kaki untuk memungkinkan skema penyimpanan air badai dibangun di area marina.

Baca juga: 27 September 1825, Kereta Penumpang dengan Lokomotif Uap Pertama Kali Mengular

Stasiun tahun 1948 dihancurkan dan diganti dengan stasiun platform tunggal baru, yang dibuka pada tahun 1998 dan berbagi gedung dengan stasiun pompa Air Selatan yang baru.






















Sore Izakaya, Restoran Khas Jepang dengan Latar Jalur Layang MRT, Serasa di Tokyo!

Restoran khas Jepang ibarat jamur di musim hujan, lantaran banyak bertebar dimana-mana. Lepas dari adu cita rasa masakan, beberapa pemilik restoran juga beradu konsep atau tema guna memikat pengunjung.

Baca juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Nah, bicara pikat memikat pengunjung, ada sebuah restoran khas Jepang yang punya tema unik. Menampilkan suasana outdoor, restoran Sore Izakaya berada di rooftop sebuah bangunan ruko di di Jalan Fatmawati yang letaknya tak jauh dari Stasiun MRT Haji Nawi. Rupanya identitas MRT jadi ‘jualan’ unik dari restoran ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Irasshaimase!🥢🍢 (@soreizakaya)


Sejak dibuka pada akhir Mei lalu, restoran kafe dekat stasiun MRT ini mencuri perhatian netizen. Selain menampilkan susana mirip Tokyo dengan hiasan lampion. Yang jadi pemandangan fantastis adalah hilir mudik kereta MRT Jakarta yang bisa dinikmati dari ‘jarak dekat’ saat duduk di rooftopnya. Sore Izakaya ini memiliki pemandangan yang indah baik siang, sore maupun malam hari.

Konsep yang unik, membuat Sore Izakaya ramai dikunjungi dan cukup viral. Sore Izakaya sendiri berada di Jalan RS Fatmawati Raya No.39, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan. Buka setiap Hari Selasa hingga Minggu setiap pukul 12.00 – 21.00 WIB.

Baca juga: Jepang Hadirkan Perjalanan Bus Virtual, Penumpang Rasakan Sensasi dari Tempat yang Dituju

Selain tempatnya yang nyaman dan seolah berada di Negeri Sakura, harga untuk makanan maupun minumannya pun terjangkau mulai dari Rp15 ribu lengkap dengan pemandangan MRT Jakarta yang sedang beroperasi. Kafe di Fatmawati ini merupakan cabang dari Sore Izakaya di BSD dengan konsep kedai makanan Jepang.






















Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu) sukses memulangkan 26 warga negara Indonesia sebagai respon atas ketegangan yang terjadi di Afghanistan pasca kudeta oleh Taliban.

Baca juga: Praktisi Hukum Leasing: Hibah Bisa Dilakukan Bila Pesawat Sudah Lunas 

“Alhamdullilah, Pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan dengan pesawat TNI AU. Pesawat saat ini sudah berada di Islamabad untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia,” tulis Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di laman Twitternya.

“Tim evakuasi membawa 26 WNI termasuk staff KBRI, 5 WN Filipina, dan 2 WN Afghanistan (suami dari WNI dan staff lokal KBRI),” cuitnya.

Sementara itu, Kadispenau Marsma Indan Gilang Buldansyah, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan pesawat Boeing 737-400 yang menjalankan misi evakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan, teregistrasi sebagai A-7305.

Dari data planespotters.net, pesawat tersebut merupakan hibah dari flag carrier Garuda Indonesia. Pesawat dengan nomor seri produksi MSN 25714 ini diketahui bergabung ke barisan armada Garuda pada 23 Desember tahun 1993 dengan nomor registrasi PK-GWL.

Bersama Garuda Indonesia, pesawat ini pada umumnya lebih sering terbang di rute-rute domestik, meliputi Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bali, Yogyakarta, dan lain sebagainya. Meski begitu, pesawat ini juga beroperasi untuk rute-rute internasional jarak pendek, seperti Singapura dan Australia (Perth).

Sejak dioperasikan Garuda Indonesia selama kurang lebih selama 17 tahun, hampir tidak ada laporan adanya kendala teknis maupun non-teknis apapun.

Setelah dihibahkan ke TNI AU pada 9 Maret 2011, nomor registrasinya berubah menjadi A-7305. Pesawat dikonfigurasi sebagai VIP. Tak ayal, TNI AU menugaskannya untuk menjalani misi evakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan, mengingat desain kabinnya mumpuni untuk itu.

Meski begitu, secara kemampuan terbang, pesawat bisa dibilang tidak mumpuni untuk menempuh jarak Jakarta-Kabul sejauh 6.171 km, jauh dari kemampuan terbang pesawat yang sudah nyaris berusia 28 tahun ini, dikisaran 4.175 km.

Tak ayal, dalam misi kemanusiaan menjemput WNI di Kabul, Afghanistan pada 20 Agustus lalu, pesawat ini harus transit beberapa kali, mulai dari Banda Aceh, Colombo, Karachi, dan Islamabad, untuk mengisi bahan bakar.

Pesawat berkapasitas maksimal 189 penumpang, panjang 36,40 meter, tinggi 11 meter, dan ketinggian maksimum 37.000 kaki, sudah sering ditugaskan menjalani misi evakuasi, dalam dan luar negeri, berbeda dengan saudara kembarnya, A-7308 hibah dari Lion Air, yang diplot oleh TNI AU sebagai pesawat angkut.

Pada Januari tahun ini, pesawat dengan berat lepas landas maksimum 68 ton dan bentang sayap 28 m ini pernah menjalani misi evakuasi 90 orang warga korban gempa dari Mamuju ke Makassar.

Tak hanya itu, dengan konfigurasi VIP, pesawat juga bisa ditumpangi presiden dan wakilnya, serta pejabat setinggi menteri. Tercatat, pesawat yang sudah memiliki 7.000 jam terbang lebih dan tergabung di Skadron Udara 17 TNI AU ini pernah ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Taliban Kuasai Kabul, Kemenlu Pastikan 26 WNI Sudah Dievakuasi Pakai Pesawat TNI AU

Untuk kabin kelas VIP, TNI AU menyediakan empat kursi dan dua meja. Letaknya berada di dekat pintu masuk depan di belakang kokpit pesawat. Interior pesawat ini terlihat mewah dan nyaman.

Di belakang ruang VIP, terdapat ruangan berisi dua sleepery seat. Lalu di sampingnya ada semacam tempat meletakan bagasi bagi tamu VIP yang menggunakan pesawat itu.

[Video] Ngeri! Pintu Kargo Boeing 737-200 Aerosucre Terbuka Saat di Udara

Pintu kargo pesawat Boeing 737-230F Aerosucre tiba-tiba terbuka saat di udara tak lama setelah lepas landas dari sebuah bandara di wilayah Mitú. Beruntung, pesawat yang hendak menuju Bogotá, Kolombia tersebut berhasil mendarat dengan selamat di bandara semula.

Baca juga: Air Serbia Operasikan Boeing 737-300 Selama 36 Tahun, Bagaimana Bisa?

Laporan Aviation Safety Network, saat keberangkatan, seluruh prosedur sudah dijalankan dan tentu saja pintu kargo sudah ditutup sebagaimana mestinya. Tanpa sebab, pintu kargo pun secara mengejutkan terbuka.

Dalam tayangan video, pintu kargo jelas terbuka meskipun tidak terlalu lebar. Kendati demikian, pada ketinggian 30-40 ribu kaki, itu aka menjadi petaka.

Mengingat pesawat tetap bisa mengudara dengan stabil dan pada akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Fabio Alberto León Bentley, besar kemungkinan pesawat masih berada di bawah ketinggian delapan ribu kaki saat insiden pintu kargo pesawat terbuka saat di udara.

Pada ketinggian tersebut, saat kabin kehilangan tekanan akibat pintu kargo terbuka ataupun lubang, secara teori, pesawat memang bisa terbang dengan stabil sampai mendarat dan tidak terjadi dekompresi eksplosif dalam prosesnya.

https://twitter.com/Aero_Magazine/status/1429288200103661575?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1429379792332275714%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es3_&ref_url=https%3A%2F%2Fsimpleflying.com%2Faerosucre-boeing-737-200-emergency-landing%2F

Menurut ch-aviation, pesawat yang mengalami insiden itu teregistrasi sebagai HK-5026. Boeing 737-220F itu diketahui sudah berusia 40 tahun. Selama empat dekade terakhir, pesawat malang melintang di langit bersama beberapa maskapai, seperti Lufthansa, ModiLuft, Vanguard Airlines, LATAM, dan SKY Airline.

Pada Mei tahun 2014 lalu, Aerosucre resmi mendapat pesawat dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 54 ton ini.

Dalam setahun belakangan, pesawat yang sama juga dilaporkan pernah mengalami inside lain. Pada 8 Mei lalu, pesawat mengalami masalah pada landing gear (nose gear) dan menyebabkannya batal lepas landas.

Agak jauh sedikit ke belakang, Boeing 727-200 Aerosucre bahkan pernah mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan lima orang tewas. Saat itu, pesawat dengan nomor registrasi HK-4544 melayani rute Bandara Germán Olano, Puerto Carreño, ke Bogotá.

Dibandingkan generasi pertama Boeing 737-100, Boeing 737-200 memang lebih laris. Di Indonesia, meski tak dioperasikan secara komersial, baik itu penerbangan penumpang maupun kargo, tetapi, pesawat ini masih terbang bersama TNI AU, tepatnya bersama skadron udara 5 Lanud Hassanudin.

Baca juga: Boeing C-40, Varian Unik 737 yang Jarang Diketahui Publik

Catatan Indomiliter.com, pesawat intai strategis Boeing 737-200 atau 2X9 Surveillance dengan nomer A-7301 tiba di Indonesia dan dioperasikan TNI AU pada 20 Mei 1982.

Meski usianya sudah menuju 40 tahun, tetapi, pesawat ini masih diandalkan TNI AU dengan dukungan sejumlah fitur, seperti mission console, sistem radar WESCAM MX-20HD yang setara dengan Boeing P-8A Poseidon, radar berkemampuan khusus jenis AN/APS-143C(V)3 OceanEye buatan Telephonics, dan berbagai fitur lainnya.

Sah, Korean Air Pensiunkan Seluruh Pesawat Airbus A380 dan Boeing 747!

Korean Air resmi mengakhiri era quad jet jarak jauh di barisan armadanya usai mempensiunkan pesawat Airbus A380 dan Boeing 747-8. Meski demikian, avgeeks di seluruh dunia setidaknya masih bisa melihat dua pesawat ikonik itu sampai beberapa tahun mendatang.

Baca juga: Korean Air Kembali Terbangkan A380, Pertanda Industri Penerbangan Mulai Sehat?

Flag carrier nasional Korea Selatan itu mengatakan armada Airbus A380 akan dipensiunkan secara bertahap sampai lima tahun ke depan. Itu tidak hanya mencakup 10 armada Korean Air saja, melainkan juga enam armada A380 Asiana Airlines.

Kedua maskapai tersebut diketahui memang nyaris sepakat untuk merger sekalipun peresmiannya masih tertunda sampai tahun 2024 mendatang.

Meski begitu, armada A380 Asiana Airlines sudah bergabung dengan Korean Air dan akan pensiun dalam dua tahun mendatang. “A380 akan meninggalkan armada Korean Air dalam waktu lima tahun,” kata CEO Korean Air Walter Cho kepada FlightGlobal.

Sebelum mengumumkan pensiunnya Airbus A380, Korean Air mulai memasukkan kembali pesawat ke dalam layanan sejak Oktober tahun lalu.

Ketika itu, pesawat tersebut diplot untuk penerbangan tiga jam 40 menit dari Incheon, Korea Selatan (Korsel), ke Guangzhou, Cina. Rute ini dilayani A380 Korean Air sepekan sekali.

Keputusan ini membuat Korean Air bergabung bersama China Southern Airlines -satu-satunya maskapai yang tak meng-grounded A380 selama pandemi Corona- serta Emirates yang sudah lebih dahulu mengoperasikan pesawat tersebut pada awal musim panas ini.

Dari 10 armada A380 Korean Air, pesawat superjumbo dengan nomor registrasi HL7614-lah yang bakal diplot melayani rute A380 paling aktif di dunia dewasa ini. Pesawat berusia 9,6 tahun tersebut diketahui terakhir kali terbang pada 5 Maret lalu, melahap rute Paris-Seoul.

Lebih dari setengah tahun tak mengudara membuat performa pesawat sempat diragukan. Karenanya, Korean Air mulai mengujicoba kelengkapan kemanan dan keselamatan pesawat tersebut pada 28 September tahun lalu selama kurang lebih satu dan tiga seperempat jam penerbangan.

Selama waktu tersebut, Airbus A380 Korean Air berkeliling langit Pulau Jeju menuju Busan, salah satu kota terkenal di Korsel lewat film Train to Busan, dan mendarat kembali di Incheon, Seoul. Pada penerbangan ini, rata-rata pesawat hanya menjajal ketinggian jelajah di angka 32 ribu kaki.

Usai Airbus A380 Korean Air pensiun, maskapai akan mengandalkan Queen of the Skies Boeing 747-8 untuk penerbangan jarak jauh. Sayangnya, seri terbaru dari Boeing 747 itu juga akan dipensiunkan secara bertahap selama 10 tahun ke depan.

Sepeninggal Airbus A380 dan Boeing 747-8, praktis Korean Air hanya akan mengandalkan twin jet jarak jauh modern, Boeing 777-300ER, Boeing 787 Dreamliner, dan Boeing 777-9X yang akan segera bergabung dalam barisan armada.

Baca juga: Korean Air, Setiap Hari Layani Penerbangan Langsung Cengkareng-Incheon

“Saya percaya Boeing 777 adalah salah satu pesawat paling sukses dalam sejarah penerbangan,” jelas Cho. “Jika ditanya, saya akan mengatakan B777-300ER adalah model favorit saya,” tambahnya.

“Meski saya tidak mengesampingkan Boeing 777X, ada beberapa poin yang masih perlu verifikasi. Saya mungkin mempertimbangkannya setelah itu, tetapi saya tidak berpikir kami akan memiliki permintaan besar untuk pesawat baru untuk beberapa waktu karena kami sudah memiliki sejumlah besar pesawat yang beroperasi atau dipesan,” tutupnya.