Blokir Jalur Kereta, Petani di India Beri Penumpang Teh

Bagaimana jika Anda dalam perjalanan sebuah kereta tetapi berhenti karena para petani protes dan memblokir perjalanan tersebut? Pasti rasanya tidak nyaman dan ingin cepat melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Ribuan Warga Turin Unjuk Rasa Dukung Hadirnya Kereta Berkecepatan Tinggi ke Lyon

Hal ini pun dirasakan oleh penumpang kereta api yang melintas di Bharat Bandh. Di mana para petani melakukan penutupan total jalur kereta api sebagai protes mereka.

KabarPenumpang.com melansir laman hindustantimes.com (27/9/2021), para petani ini menghentikan perjalanan kereta api dari Bathinda menuju ke Delhi di Stasiun Tapa. Meski menghentikan kereta itu, para petani tidak tinggal diam, mereka membagikan teh kepada penumpang.

Selain itu memberitahukan penutupan dilakukan karena tuntutan para petani yang tak didengar pemerintah. Seorang penumpang bernama Usha mengatakan bahwa dia harus mengunjungi Ambala dari Bathinda dan kereta dijadwalkan tiba pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Namun karena terhenti di tengah jalan itu, dirinya dan penumpang lain terhambat perjalanannya.

“Saya memesan tiket secara online, tetapi departemen tidak memberitahukan kepada kami tentang kemungkinan petani melakukan pemblokiran jalur. Bahkan kereta akan kembali ke Bathinda,” jelas Usha.

Penumpang lain mengatakan, masalah ini pemerintah harus bertanggung jawab. Jika pemerintah mau menerima tuntutan petani, penumpang kereta tidak akan merasakan situasi itu.

Seorang pengunjuk rasa Sikander Singh mengatakan, bahwa pemerintah Modi kejam dan tidak peka terhadap petani.

“Petani wanita dan anak-anak melakukan protes tanpa batas waktu terhadap undang-undang pertanian di perbatasan Delhi. Kami juga menghentikan kereta dalam perjalanan menuju ke Delhi dari Sri Ganganagar. Petani akan mengatur makan untuk penumpang, tetapi pemerintah seharusnya membatalkan kereta seperti itu untuk menghindari pelecehan terhadap penumpang. Kereta tidak akan diizinkan bergerak sampai jam 4 sore,” tambahnya

Kepala BKU (Ekta-Ugrahan) Joginder Singh Ugrahan mengecam ketua menteri baru Punjab Charanjit Singh Channi atas pengumumannya bahwa dia akan mengunjungi para petani yang memprotes. Ugrahan mengklaim bahwa CM sebelumnya Kapten Amarinder Singh tidak melakukan apa pun untuk petani dan Channi akan menghadapi kemarahan petani.

Baca juga: Lawan Aturan Selama ‘PPKM’, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Ganjaran

“Apakah kita sudah mengundang Channi? Jika orang menentangnya atau terjadi insiden yang tidak diinginkan, lalu apa? Kongres telah menjanjikan pembebasan utang sepenuhnya; ini tidak dilakukan. Apakah ancaman narkoba telah berakhir? CM menjanjikan pekerjaan, apakah dia menyediakan pekerjaan? Mengapa Channi akan berkunjung ke sana? Apa yang akan dia jawab di sana? Kami tidak memiliki harapan dari Channi. Saya menyarankan dia untuk menyelamatkan rumahnya (partai Kongres) dulu,” kata Ugrahan.






















Hebat, Remaja 17 Tahun di India Temukan ‘Bug’ di Situs Pemesanan Tiket Kereta

Masalah bug dan kerentanan sebuah situs web acap kali terjadi. Bahkan hal ini bisa berakibat pada kebocoran data penting. Dan insiden seperti ini belum lama telah terjadi di Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC).

Baca juga: Lagi! Penumpang Lakukan Travel Hack Guna Pangkas Bobot Bagasi

Yang mana IRCTC mengalami Kerentanan Insecure Object Direct References (IDOR) yang kritis di situs web mereka. Bahkan kerentanan ini memungkinkan seseorang untuk mengakses detail perjalanan penumpang lain.

Akibat hal tersebut, membuat seorang siswa sekolah membantu IRCTC memperbaiki bug pada platform tiket online yang bisa mengungkap informasi jutaan penumpang itu. Dilansir KabarPenumpang.com dari thehindu.com (21/9/2021), siswa itu bernama P. Renganathan yang adalah seorang murid dari sekolah swasta di Tambaram di Chennai, India.

Menurutnya, saat dia memesan tiket kereta api dengan masuk ke portal milik IRCTC beberapa waktu lalu, dia menemukan sebuah kerentanan tertentu yang dapat membahayakan fitur kemanan. Renganathan menyebutkan, penumpang lain bisa mengakses nama, jenis kelamin, usia, nomor PNR, detail kereta, stasiun keberangkatan dan tanggal perjalanan.

“Karena kode back-end-nya sama, peretas bisa memesan makanan, mengubah stasiun keberangkatan, dan bahkan membatalkan tiket tanpa sepengetahuan penumpang yang bonafid. Layanan lain seperti pariwisata domestik atau internasional, tiket bus dan pemesanan hotel akan dimungkinkan di profil pengguna penumpang lain. Yang terpenting, ada risiko kebocoran database jutaan penumpang yang sangat besar,” kata Renganathan.

Untungnya masalah tersebut bisa diselesaikan pada 30 Agustus lalu. Untuk diketahui, adanya masalah ini Renganathan langsung melaporkan kerentanan ke CERT, India. Lalu, lima hari kemudian, bug tersebut diperbaiki dan diakui oleh IRCTC.

Baca juga: Sistem Tiket di-Hack, Metro di San Francisco Terpaksa Gratiskan Perjalanan

Karena bantuanya itu, remaja 17 tahun tersebut telah mendapat pengakuan dari banyak pihak seperti LinkedIn, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nike dan Lenovo antara lain untuk melaporkan kerentanan keamanan pada aplikasi web mereka. Insiden ini kemudian membuat Renganathan ingin mengejar karir di bidang Ilmu Komputer, sambil melanjutkan penelitian independen tentang keamanan aplikasi web.






















“Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai

Berbagai moda transportasi dunia saat ini mulai merambah menjadi ramah lingkungan untuk membantu mengurangi emisi karbon. Hal yang terbaru adalah India di mana kini mulai merubah lokomotif mereka menjadi ramah lingkungan dengan menggunakan baterai ke armadanya dan lebih hemat biaya serta menamainya sebagai “Pasumai.”

Baca juga: Indian Railways Berdayakan Panel Surya Sebagai ‘Supplier’ Kelistrikan di Rangkaian Kereta

Hal ini terlihat karena gudang lokomotif listrik di Arakkonam, Tamil Nadu telah mengubah lokomotif listrik 23061 atau WAG5HA menjadi lokomotif shunting mode ganda yang dioperasikan dengan baterai dan AC agar bisa beroperasi di bagian listrik atau berkabel (pantograf) maupun non listrik atau tanpa kabel. KabarPenumpang.com melansir laman financialexpress.com (12/10/2020), menurut kementerian kereta api, pada bagian kabel, lokomotif dapat bekerja dengan dua mode tersebut.

Sedangkan pada bagian tidak berkabel, lokomotif akan beroperasi dengan mode baterai. Indian Railways mengatakan beberapa fitur lokomotif ini antara lain adalah dua set baterai 110V, 1100 AH, baterai VRLA, kompresor DC 1000LPM, 110V DC dalam mode baterai, kontrol kecepatan tiga langkah. Saat menggunakan baterai, lokomotif dapat beroperasi selama empat jam, terhitung bila kapasitas baterai penuh.

Beberapa keunggulan utama lokomotif ramah lingkungan adalah investasi rendah untuk konversi ke lokomotif shunting mode ganda, emisi gas rumah kaca yang sangat rendah, biaya konsumsi energi yang rendah serta polusi udara dapat diteban. Dari rincian yang dibagikan oleh kementerian perkeretaapian India, lokomotif ini menawarkan berbagai manfaat, termasuk dapat menarik 24 gerbong penumpang.

Baca juga: Bukan Nama Jet Tempur, Inilah Lokomotif Tejas yang Layani Kereta Ekspres dengan Kecepatan 160 Km Per Jam

Lokomotif ini juga dapat digunakan dalam situasi darurat seperti kecelakaan untuk mencapai titik kerusakan,  bahkan ketika pasokan peralatan overheat atau OHE tidak tesedia. Bulan lalu, pekerja lokomotif Chittaranjan memproduksi sebanyak 40 lokomotif listrik. Pada tahun 2020-21, pabrik pembuatan lokomotif KA India ini telah memproduksi 135 lokomotif hanya dalam kurun waktu 119 hari kerja.






















India Komersialkan Lokomotif Listrik Terkuat, Punya Tenaga 12.000 Tenaga Kuda

India mulai membuat proyek pembuatan lokomotif paling kuatnya pada tahun 2018 lalu dan prototipe pertamanya diluncurkan bulan Maret di tahun yang sama. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pergerakan komersial lokomotif listrik dengan kekuatan 12.000 hp (horse power) atau yang menjadi paling kuat di India akhirnya diluncurkan pada 18 Mei 2020 di Stasiun Pt Deen Dayal Upadhyaya Junction di bawah East Central Railway (ECR).

Baca juga: Indian Railway Mulai Uji Lokomotif Bertenaga Baterai Lithium Ion untuk Shunting

Lokomotif listrik ini dibuat di Madhepura yang berbasis di Bihar. Dengan operasional lokomotif yang kuat ini, India kini telah menjadi negara keenam di dunia yang bergabung dengan klub elit negara-negara penghasil lokomotif berkekuatan tinggi. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newindianexpress.com (20/5/2020), dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh ECR, lokomotif tersebut dinamai WAG12 dengan nomor 60027.

Lokomotif ini mulai menarik barang dengan komposisi 118 gerbong dari Pt Deendayal Upadhyaya ke persimpangan Bardhawan di Bengal Barat melalui Dehari di rute kereta sone.

“Ini adalah untuk pertama kalinya di dunia bahwa lokomotif listrik bertenaga besar telah dioperasionalkan di jalur kereta api yang cukup panjang. Lokomotif ini diproduksu di Pabrik Lokomotif Madhepura, yang tersebar di 250 hektar tanah di Bihar dengan kapasitas produksi 120 unit lokomotif per tahun,” kata kepala juru bicara ECR, Rajesh Kumar yang rincian pernyataan kereta api.

Pabrik lokomotif Madhepura sendiri dibangun dengan teknologi terbaru untuk menjadikannya game-changer di masa depan dan dalam kelancaran kereta barang. Lokomotif telah dilengkapi dengan sistem komunikasi frekuensi tinggi dan GPS untuk mendapatkan lokasi dari menit ke menit.

Merinci tentang fitur teknis yang menonjol dari pabrik, Kumar mengatakan bahwa Pabrik Lokomotif Madhepura memiliki semua kapasitas produksi 800 lokomotif listrik 12.000 HP dalam 11 tahun ke depan.

Kumar menjelaskan bahwa sekitar 10 ribu tenaga kerja (langsung dan tidak langsung) akan terlibat dalam proyek lokomotif ini. Tak hanya itu, sebuah pusat keterampilan di bawah inisiatif Corporate Social Responsibility juga sedang didirikan di Madhepura untuk memberikan pelatihan teknis kepada penduduk setempat.

Baca juga: Lokomotif Diesel GE WDFG-6G Menjadi yang Terkuat di Jaringan Kereta Api India

Proyek pembuatan lokomotif paling kuat dimulai pada 2018 dan lokomotif prototipe pertama diluncurkan pada Maret 2018. Ini adalah lokomotif pertama yang dibuat untuk Kereta Api India di bawah program “Make in India.”






















“Bon Bon,” Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Pertama di Indonesia

Lokomotif Bon Bon atau Djokotop merupakan lokomotif listrik Electrische Staats Spoorwegen (ESS) 3200 yang dulunya melayani jalur Batavia (Jakarta) – Buitenzorg (Bogor). Lokomotif ini dibuat oleh Werkspoor Belanda tahun 1926 dan mulai beroperasi semenjak masa kolonial hingga tahun 1970-an.

Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Awalnya lokomotif listrik pertama di Indonesia ini melayani rute Tanjung Priok – Meester Cornelis (Jatinegara), namun belakangan juga menjalani rute Depok menuju Buitenzorg (Bogor) setelah elektrifikasi lintasan ini selesai pada tahun 1930.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, sayangnya sejak kereta rel listrik (KRL) buatan Jepang masuk tahun 1976, lokomotif-lokomotif listrik tak lagi digunakan alias dijadikan besi tua yang mengonggok tak terpakai apalagi seri ESS 3200 yang ditinggalkan begitu saja. Untungnya, satu dari enam seri ESS 3200 ini ada satu yang berhasil diselamatkan oleh Balai Yasa Manggarai yakni ESS 3201 meski dalam kondisi tak terawat.

Untungnya atas inisiatif organisasi pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), kemudian lokomotif listrik ESS 3201 dilakukan pelestarian oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan selesai 29 Juli 2007 lalu. Dua tahun kemudian tepatnya 2009, lokomotif ESS 3201 sempat dipinjamkan ke Stasiun Tanjung Priok untuk mendukung kembali resminya stasiun Tanjung Priok oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Wikipedia

Bon Bon yang selama ini di berada dalam Balai Yasa manggarai, kemudian ditanamkan mesin dan pantograf dari KRL Rheostatik agar bisa kembali berjalan. Lokomotif ini juga sempat diuji coba kembali 18 Juni 2013 ke stasiun Depok dengan dua kereta dinas. Lokomotif ini dengan dua kereta Djoko Kendil yang menggandeng, rencananya akan dijadikan kereta wisata.

Baca juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Namun, lokomotif ini sangat jarang dikeluarkan dari Balai Yasa Manggarai karena memiliki masalah pada girboks yang sudah tua dan tak bisa diganti dengan yang baru akibat regulasi Barang Cagar Budaya. Lantas pada tahun 2016 kemarin, lokomotif listrik pertama di Indonesia ini kembali beroperasi di jalur kereta. Lokomotif Bon Bon beroperasi dalam rangka perayaan hari ulang tahun (HUT) KAI ke-71.

Lokomotif Si Bon-Bon berangkat dari Balai Yasa Manggarai pada malam sebelumnya menuju stasiun Tanjung Priok. Selanjutnya, saat sudah memasuki jam acara Karnaval De Stasiun Tanjung Priok, lokomotif ESS 3201 sambil membawa dua kereta Djoko Kendil berjalan dari stasiun Tanjung Priok menuju stasiun Ancol. Kemudian rangkaian tersebut kembali berjalan mundur ke Stasiun Tanjung Priok. Dari spesifikasi, Bon Bon mengacu pada lebar rel 1.067 mm, dan dapat melaju dengan kecepatan maksimum 120 km per jam.






















Tiga Pesawat Sipil di Islamabad Pakistan Kena ‘Serangan’ Laser

Tiga pesawat sipil di Islamabad, Pakistan, dilaporkan terkena ‘serangan’ laser hijau dari oknum tak bertanggung jawab jelang mendarat. Meski tak sampai berakhir fatal, insiden ini tetap saja berbahaya, terlebih di momen critical eleven yang rentan kecelakaan.

Baca juga: Kena ‘Serangan’ Laser, Pesawat Boeing 787 Virgin Atlantic Mendarat Darurat

Critical eleven pesawat atau tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan atau biasa juga disebut Plus Three Minus Eight sendiri adalah istilah dalam penerbangan tentang besarnya risiko kecelakaan di awal dan akhir penerbangan. Penyebabnya, ada faktor teksis dan non teknis. Adapun ‘serangan’ laser termasuk salah satu penyebab risiko non teknis.

Dilansir arynews.tv, tiga pesawat tersebut dua di antaranya milik maskapai domestik dengan nomor registrasi PK-682 dan PF-125 dan satu lainnya datang dari maskapai Dubai yang teregisrasi sebagai ER-702.

Saat 30 km jelang mendarat di bandara tujuan, pilot di ketiga pesawat itu melaporkan ke menara ATC bahwa telah terjadi ‘serangan’ laser berwarna hijau saat berada di daerah Fateh Jang. Meski konsentrasinya sempat dibuat pecah, pilot mampu mengkontrol diri dan melanjutkan penerbangan sampai pesawat berhasil mendarat dengan selamat.

Atas insiden ‘serangan’ laser ini, Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (CAA) sudah membentuk tim bersama Kementerian Dalam Negeri agar ini tidak terus berulang. Sebab, ‘serangan’ laser bak sebuah fenomena tersendiri. Bukan hanya terjadi beberapa kali, tetapi, juga terjadi di berbagai wilayah dan meliputi wilayah di sekitar bandara internasional maupun nasional.

Di bulan Juni lalu saja, sudah dua insiden ‘serangan’ laser ke dua pesawat yang sedang menuju Bandara Internasional Peshawar dan Bandara Internasional Bacha Khan.

‘Serangan’ laser di dunia dirgantara pernah terjadi di hampir seluruh negara. Pada Maret lalu, Pesawat Boeing 787 Dreamliner Virgin Atlantic dilaporkan mendarat darurat gegara terkena ‘serangan’ laser.

Sekalipun tak sampai mengalami cedera serius karena ‘serangan’ tersebut, pilot tetap tak memberanikan diri untuk melanjutkan penerbangan walaupun telah mengudara selama satu jam 15 menit.

Laporan The Aviation Herald, dalam penerbangan VS453 dari London Heathrow ke Tel Aviv, Israel, pesawat lepas landas dengan mulus tanpa gangguan apapun pada pukul 21.30 waktu setempat.

Baca juga: Ilmuwan AS Temukan Teknologi Penangkal Teror Sinar Laser pada Kaca Kokpit

Selama di udara, penerbangan juga relatif aman dan tanpa gangguan. Setelah satu jam 15 menit mengudara, tepatnya saat berada di langit Kota Paris, Perancis, tiba-tiba kokpit mendapat serangan laser berwarna hijau.

Setelah koordinasi dengan ATC setempat dan mengaku adrenalinnya meningkat atau bisa dibilang deg-degan, suatu keadaan yang tak cukup bagus secara psikologis untuk menerbangkan pesawat, pilot akhirnya diizinkan untuk kembali ke London dan mendarat dengan selamat di Bandara Heathrow pada pukul 22.45.

Teknologi Terbaru NASA Sanggup Kurangi Emisi Karbon-Menghemat Bahan Bakar Pesawat

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah empat tahun belakangan ini menguji coba teknologi terbarunya, ATD2.

Baca juga: Pesawat Airbus Sumbang 600 Juta Ton Emisi CO2, Boeing Hanya 158 Juta Ton Emisi CO2

Bersama Adminstrasi Penerbangan Federal AS (FAA), National Air Traffic Controllers Association (NATCA), dan dua maskapai AS, American Airlines dan Southwest Airlines, teknologi yang diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida sekaligus menghemat bahan bakar ini diuji coba di Bandara Internasional Charlotte Douglas dan Bandara Internasional Dallas Fort Worth, AS.

Beberapa tahun lalu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pernah memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037.

Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta dan diperkirakan akan tetap rendah di 2021.

Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia. Di samping itu, penerbangan juga menopang 65 juta pekerjaan.

Meski hanya 2-3 persen dari emisi karbon dunia, namun, industri dirgantara global sudah bersiap untuk menuju netral karbon atau bebas emisi karbon pada 2035 untuk Eropa dan 2050 untuk benua lainnya.

Guna memuluskan target netral karbon di dunia penerbangan, sejumlah instansi, lembaga, dan lainnya, berkolaborasi mengembangkan teknologi terbaru. Salah satunya ATD2 by NASA dan FAA.

Filosofi teknologi terbaru ATD2 NASA ini dalam mengurangi emisi karbon dan menghemat bahan bakar bisa dibilang cukup sederhana.

Semakin lama pesawat tertahan jelang lepas landas dan mendarat, semakin banyak kebutuhan bahan bakar dan emisi karbon yang dihasilkan. Demikian juga sebaliknya. Itulah yang jadi fokus utama pada teknologi ATD2 NASA.

Teknologi terbaru ATD2 NASA secara teknis akan merampingkan beberapa sistem air traffic control (ATC) menjadi satu.

Terbukti, hasil uji coba selama empat tahun belakangan ini di dua bandara di AS (Bandara Charlotte Douglas dan Bandara Dallas Fort Worth), ATD2 NASA sukses membantu pesawat mendarat dan lepas landas 15 menit lebih cepat dari sebelumnya.

Baca juga: Teknologi Aircraft Towing System Janjikan Penghematan Bahan Bakar dan Tekan Emisi C02!

Sejalan dengan efektivitas tersebut, tim peneliti mencatat penghematan lebih dari 275.000 galon bahan bakar per tahun atau sama dengan mengurangi emisi karbon dioksida sampai delapan ton per hari.

Bila tak ada aral melintang, teknologi ATD2 NASA ini akan diaplikasikan di 89 bandara nasional pada tahun 2022 mendatang, begitu laporan media lokal Charlotte, wcnc.com.

Garuda Indonesia Raih 11 Gelar di Skytrax World Airline Awards 2021, Apa Saja?

Meski bisnis penerbangannya masih terseok-seok, Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan prestisius, Skytrax World Airline Awards 2021. Tak tanggung-tanggung, flag carrier Indonesia ini berhasil masuk dalam jajaran maskapai global terbaik di tujuh kategori unggulan.

Baca juga: Lengserkan Changi, Bandara Hamad Jadi Nomor Satu Versi Skytrax

Tujuh itu mulai dari Top 15 World’s Best Airline, Top 4 World’s Best Airline Cabin Crew, Top 5 World’s Best Airport Service, Top 20 World’s Best First Class Airlines, Top 20 World’s Best Business Class Airlines, Top 10 World’s Best Economy Class Airlines, sampai Top 6 Best Airline Staff in Asia.

Di era pandemi Covid-19, Garuda Indonesia juga berhasil meraih penghargaan khusus yang hanya diberikan kepada 41 maskapai di seluruh dunia; 2021 Covid-19 Airline Excellence Awards.

Ini tentu sangat prestisius, mengingat di dunia ada sekitar 5.000-5.500 maskapai dan Garuda Indonesia masuk dalam 41 di antaranya terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di pesawat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Tak sampai di situ, Garuda Indonesia juga melengkapi penghargaan internasionalnya dengan menyabet tiga gelar domestik; Best Airline in Indonesia, Best Cabin Crew in Indonesia, dan Best Airline Staff in Indonesia.

Atas capaian ini, Direktur Utama, Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, mengungkapkan, “Capaian ini memiliki arti tersendiri atas manifestasi Garuda Indonesia untuk selalu menghadirkan layanan penerbangan terbaik di masa yang penuh dengan tantangan dengan menjadikan keamanan dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama kami.”

“Penghargaan ini turut merepresentasikan komitmen berkelanjutan kami dalam menjalankan fundamen penting sebagai national flag carrier untuk secara konsisten menghadirkan aksesibilitas layanan penerbangan dengan kualitas terbaik bagi seluruh pengguna jasa ditengah situasi yang tidak mudah dalam menghadapi tantangan kinerja usaha saat ini,” tambahnya.

“Momentum ini juga menambah optimisme kami untuk terus bergerak adaptif dan berinovasi dalam memastikan komitmen bisnis berkelanjutan berjalan selaras dengan visi kami dalam menjawab kebutuhan masyarakat atas layanan penerbangan yang aman dan nyaman, sejalan dengan filosofi layanan kami untuk selalu berupaya mengerti kebutuhan pengguna jasa, #BecauseYouMatter dengan menghadirkan pengalaman penerbangan terbaik bagi mereka,” jelas Irfan.

Dalam laman resmi Skytrax, penilaian tim panelis dalam Skytrax World Airline Awards 2021 berdasarkan data-data yang ada, bukan pesanan, sebagaimana dugaan banyak kalangan.

Disebutkan, awarding tahun ini didasari atas survei yang telah dilakukan sejak Agustus 2020 sampai Juli 2021, di lebih dari 100 negara, 500 bandara, menggunakan biaya sendiri alias tanpa sponsor, semata untuk menjaga netralitas penilaian.

Baca juga: Garuda Indonesia Mulai Uji Coba Penerapan IATA Travel Pass

Setidaknya, ada 39 topik dalam survei yang dilakukan daring dan luring tersebut, mulai dari keselamatan, kenyamanan, keamanan, layanan, sampai inovasi.

Sedangkan untuk “2021 Covid-19 Excellence Awards”, Skytrax menyebut ada 10 topik yang disurvei, mulai dari Covid-19 information signage sampai washroom cleanliness.

Hadirkan Kartu dan Aplikasi Integrasi Transportasi, JakLingko Punya Banyak Paket Tarif Hemat

Integrasi transportasi Jabodetabek akan mulai menggunakan kartu dan aplikasi dari JakLingko. Hal ini karena sudah selesai dalam uji coba terbatas dari Monas menuju ke Pegangsaan 2. Direktur utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin mengatakan, setelah uji coba kemarin akan ada perluasan gate di semua koridor baik di stasiun maupun halte.

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Yang mana saat ini hanya ada satu sampai tiga gate baik di stasiun maupun di halte. Dia juga menargetkan bahwa tahun ini semua gate di stasiun maupun halte harus sudah dilengkapi dengan pembaca kartu maupun aplikasi dari JakLingko. Kamal menjelaskan, meski sudah selesai uji coba, aplikasi JakLingko belum ada di iOS maupun Andorid.

Hal ini karena masih dilakukan evaluasi penggunaan dan penambahan gate. Selain di stasiun dan halte, Kamal menambahkan, bahwa penggunaan aplikasi dan kartu JakLingko kedepannya juga akan diperluas hingga ke MikroTrans dan bus TJ non BRT.

“Bila ini berjalan sempurna, kita akan ajak media uji coba kartu dan aplikasi yang dipublikasikan,” ujar Kamal di forum jurnalis bersama MRT Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Dia juga mengatakan, tarif untuk penumpang, kedepannya pun akan dibagi harian, mingguan hingga bulanan sehingga lebih hemat untuk pengguna. Meski begitu, Kamal menyampaikan bahwa hal ini masih dibahas oleh tim tarif Pemprov DKI.

“Untuk tarif hemat ini, misalnya perjalanan melalui MRTJ, KRL, LRTJ dan KRL akan lebih hemat dari tarif masing-masing yang dijumlahkan. Tarif integrasi juga akan lebih hemat berdasarkan jarak dan ada perhitungan tarif maksimal bila durasi perjalanan lebih dari berapa jam,” ungkapnya.

Kamal juga mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan tim tarif untuk difinalkan secepatnya. Selain itu hal unik lainnya ternyata dihadirkan JakLingko, yang mana akan mengadirkan account based ticketing. Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, account based ticketing ini merupakan tiket basisnya dari akun masing-masing orang.

“Di dalam aplikasi akan ketahuan nih identitas orang seperti apa. Dia pensiunan, veteran 60 tahun ke atas. Kalau DKI diberi kebijakan tertentu untuk masyarakat yang berumur 60 tahun ke atas. Ini misal ya,” jelas William.

Maka, sistem tiket akan menyaring dan memberikan harga khusus yang akan diterapkan di kartu atau aplikasi pengguna. Untuk anak sekolah pun juga akan diberi harga khusus. Bahkan bagi penyandang disabilitas juga akan ada harga khusus.

Sehingga tiket individu nantinya jika pemerintah memberikan subsidi ini akan lebih tepat sasaran dalam pengelolaan transportasi dan subsidi sehingga lebih baik.

“Selama ini subsidi atau PSO baik KAI, TJ, MRTJ itu gelondongan sifatnya. Kita hanya hitung berapa yang naik TJ, MRTJ dan kita nggak tahu siapa-siapa mereka. Tapi yang jelas di fase 3 dari JakLingko, kita akan tahu,” ujar William.

Baca juga: Menhub Targetkan Integrasi Transportasi Massal di Jakarta Pada 2023 – 2024

Kamal menambahkan, untuk keamanan data identitas pengguna akan disesuaikan dengan standar ISO sehingga keamanan datanya terjaga. Bahkan pihaknya melakukan testing dan seleksi mitra strategis ada kombinasi antar mitra lokal dan mancanegara sehingga keamanannya cukup tinggi dan memastikan standar kemanan yang digunakan sama dengan kota dunia lainnya.

Mulyono, Pengemudi Ojek Online Pertama yang Dijuluki “Driver 001” GoJek

Pengemudi ojek online saat ini jumlahnya telah mencapai jutaan dan tersebar di seluruh Indonesia. Namun pasti ada pengemudi ojek online yang pertama dan apakah saat ini masih terus menjadi pengemudi ojek?

Baca juga: Tuai Pujian, Beginilah Aksi Driver Non Muslim Hormati Penumpang Muslim

Ternyata pengemudi ojek online pertama di Indonesia berasal dari Jakarta dan bernama Mulyono. Dari berbagai laman yang dirangkum KabarPenumpang.com, Mulyono sudah menjadi pengemudi ojek online sebelas tahun lalu tak lama setelah ride hailing GoJek hadir di Jakarta.

Awalnya sebelum menjadi pengemudi ojek online, Mulyono adalah seorang ojek pangkalan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia memulai debutnya sebagai pengemudi ojek online saat seorang rekannya memberitahu tentang layanan ojek online yang bisa memberinya penumpang tanpa harus menunggu penumpang datang.

Hingga akhirnya pun dirinya tertarik dan mendatangi kantor GoJek yang pertama berada di Mayestik untuk mencari persyaratan yang lebih lanjut. Kemudian setelah jelas, dia memutuskan mendaftar dan mendapat nomor registrasi legendaris yakni ‘001’.

“Satu minggu kemudian, Pak Nadiem Makarim (eks Chief Executive Officer Gojek) memanggil saya. Waktu itu dia masih muda, masih kuliah. Nah, setelah sepakat, saya diberikan jaket seragam. Pas dulu sih, warnanya belum hijau, tapi masih abu-abu,” ujar Mulyono.

Mulyono bahkan menceritakan bagaimana awal dirinya menjadi mitra GoJek. Dia menjelaskan awal kemunculan ride hailing ini sangat berbeda dengan sekarang. Di mana pelanggan menelpon ke pusat layanan atau call center. Kemudian pesanan itu diproses oleh pihak GoJek dan tak lama kemudian pengemudi akan menerima pesan singkat atau SMS yang berisi rincian pesanan serta lokasi penjemputan.

Meski menjadi pengemudi pertama, Mulyono masih melakukan pekerjaannya itu hingga saat ini. Bahkan di kalangan pengemudi, Mulyono dijuluki ’Driver 001’, yang mengacu pada kode registasinya saat pertama mendaftar GoJek.

Baca juga: inDriver, Ojol Asal Rusia Hadir di Banjarmasin, Hadirkan Real-Time Deals

“Saya sendiri juga enggak tahu kenapa begitu, mungkin karena saya ini driver pertama di Gojek,” kata dia.