Khusus Terima Kedatangan Pekerja Migran Indonesia, Bandara Juanda Mulai Terima Penerbangan Internasional

Bandara Juanda Surabaya kini dibuka untuk penerbangan internasional khusus bagi warga negara Indonesia (WNI) pelaku perjalanan internasional. Hal tersebut seiring dengan terbitnya Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri pada 1 Januari lalu.

Baca juga: Bicara On Time Performace, Bandara Juanda Surabaya Mampu Kalahkan Bandara Changi

Pembukaan penerbangan internasional Bandara Juanda akan difokuskan untuk melayani kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI). Bandara Juanda dibuka untuk kedatangan penerbangan internasional pada 1 Januari 2022 lalu. Kedatangan penerbangan internasional nantinya akan dilayani di Terminal 2 (T2) Bandara Juanda sehingga area penerbangan dan penumpang internasional terpisah dari penumoang domestik.

Adapun alur kedatangan internasional di Bandara Juanda Surabaya yaitu:
1. Preflight: sebelum terbang ke Surabaya, pelaku perjalanan internasional harus sudah menyiapkan bukti vaksin dosis lengkap, memiliki hasil RT-PCR 3×24 jam, mengisi health alert card (HAC), memiliki dokumen pemesanan hotel karantina untuk non-PMI, mengisi e-PCR, memastikan dokumen keimigrasian, mengisi dokumen kepabeanan.

2. Holding Bay 1: Setelah keluar pesawat, pelaku perjalanan internasional akan menuju terminal kedatangan, khususnya di holding bay 1 di ruang tunggu Gate 9, di mana petugas imigrasi melakukan pemeriksaan paspor dan negara asal. Pelaku perjalanan internasional kemudian mengisi formulir dan dokumen screening.

3. Holding Bay 2: Setelah selesai di holding bay 1, pelaku perjalanan internasional menuju holding bay 2 di mana petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan akan melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan. Pada titik ini akan dibagi 2 jalur yaitu untuk PMI dan non-PMI.

4. Tes RT-PCR: Setelah pemeriksaan dokumen kesehatan oleh petugas KKP, penumpang internasional akan dilakukan tes RT-PCR dengan proses pengambilan sampel sekitar 2 menit. Sementara hasil RT-PCR ditargetkan dapat keluar maksimal 1-2 jam. Terdapat 10 bilik RT-PCR yang disediakan untuk melayani pelaku perjalanan internasional.

5. Pemeriksaan Imigrasi: Setelah dites RT-PCR, pelaku perjalanan internasional akan diperiksa dokumen keimigrasian secara keseluruhan oleh petugas imigrasi di mana terdapat 10 konter pemeriksaan imigrasi.

6. Pengambilan Bagasi: Setelah proses keimigrasian, pelaku perjalanan internasional mengambil bagasi.

7. Bea Cukai: Selanjutnya adalah proses pemeriksaan dokumen kepabeanan, atau pengurusan IMEI.

8. Holding Bay 3: Selanjutnya pelaku perjalanan internasional menuju holding bay 3 untuk menunggu hasil RT-PCR.

9. Pendataan oleh Satgas Covid-19: Setelah hasil RT-PCR keluar, pelaku perjalanan internasional akan dilakukan pendataan oleh Satgas Covid-19 di mana akan diperiksa dokumen dan hasil RT-PCR.

10. Area Penjemputan: Selanjutnya, pelaku perjalanan internasional menuju area penjemputan untuk menuju tempat karantina dan melakukan karantina selama 10×24 jam sesuai ketentuan SE Satgas Nomor 25/ 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Pada tahap awal, kapasitas kedatangan penumpang internasional atau PMI di Bandara Juanda hanya 300 penumpang per hari. Bandara Juanda juga menyediakan konter dan ruangan khusus isolasi bagi penumpang internasional dengan hasil tes positif Covid-19 sehingga dapat diarahkan langsung menggunakan kendaraan khusus menuju rumah sakit yang ditentukan.

Baca juga: Saab Pasok Teknologi Pengawas Landasan dan Lalu Lintas Udara di Bandara Juanda

Selain itu, pengelola Bandara Juanda juga berkoordinasi dengan KKP Kementerian Kesehatan untuk dapat menyediakan fasilitas S Gene Target Failure (SGTF) sehingga pada pemeriksaan kesehatan di bandara dapat mengidentifikasi varian Covid-19 Omicron. Bandara Juanda juga akan melakukan pengaturan jam operasi bandara dan slot penerbangan untuk mencegah terjadinya penumpukkan penumpang.

Intip Kondisi Terkini Pembangunan Jalur Ganda Stasiun Bogor Paledang

Berkunjung ke Stasiun Bogor tak lengkap rasanya jika kita melihat pembangunan jalur di Stasiun Bogor Paledang. Dengan jarak yang sangat dekat dengan Stasiun Besar Bogor ini bisa ditempuh cukup dengan berjalan kaki. Namun kondisi di luar Stasiun Bogor yang sangat ramai, membuat perjalanan menuju ke Bogor Paledang terbilang padat. Karena banyaknya angkot yang ngetem sembarangan dan juga padat akan pejalan kaki dari dan ke Stasiun Bogor.

Baca juga: Akses Keluar Stasiun Bogor Kini Ada Dua Pintu

Bogor Paledang Menjadi Tempat Perhentian Terakhir KA
Sudah berubah total Stasiun Bogor Paledang yang semula hanya memiliki satu jalur yang cukup sempit, namun kali ini mempunya 3 jalur yang sangat luas. Rel di stasiun ini pun telah diubah menjadi tipe yang lebih besar dengan bantalan beton yang sangat kuat dilewati lokomotif besar yakni seri CC 206 bahkan CC 300. Apalagi dengan digantikannya rel, bantalan dan taburan batu balas yang maksimal otomatis kecepatan yang ditempuh pun lebih besar.

Sudah lebih dari 2 tahun jalur antara Bogor – Sukabumi ini tidak digunakan semenjak pembangunan jalur ganda. Kereta api Pangrango (Eksekutif – Ekonomi) yang biasanya melintas, kini tertunda perjalanannya. Selama jalur tersebut masih single track proses langsir di lakukan di Stasiun Bogor dan masuk jalur 5. Namun kini setelah dibangunnya jalur ganda dan memiliki 3 jalur, perhentian terakhir dan gerakan langsiran dilakukan di Stasiun Bogor Paledang.

Tak hanya itu rencananya di tahun 2022 ini akan dilakukan uji coba jalur baru antara Bogor Paledang, Batu Tulis hingga Stasiun Maseng menggunakan lokomotif setelah pemecokan selesai oleh rangkaian kereta mekanik (MTT).

Baca juga: Kedatangan Kereta Istimewa ke Bogor, Railfans: Cegat Bareng, Kuy!

Progres Stasiun Bogor Paledang pun tahap selanjutnya adalah pembenahan yakni pemasangan peron, parkir dan area vital lainnya untuk penumpang yang naik dan turun di stasiun ini. Berharap penyelesaian jalur Bogor – Sukabumi lebih cepat, dan masyarakat bisa kembali merasakan indahnya pemandangan dengan Kereta Api Pangrango. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Dibalik Rencana ‘Gantikan’ Bandara Halim, Jangan Lupa Bandara Pondok Cabe Juga Home Base Satuan Militer dan Polisi Udara

Meski sampai berita ini diturunkan Bandara Halim Perdanakusuma masih beroperasi secara normal, namun sebelumnya santer adanya rencana penutupan sementara Bandara Halim untuk pelayanan penerbangan komersial pada tahun 2022. Selain untuk perbaikan prasarana dan landasan, Bandara Halim dikabarkan tengah dipersiapkan untuk mendukung hajatan G20. Terkait dengan rencana penutupan Bandara Halim, maka beredar kabar bahwa Bandara Pondok Cabe di Pamulang, Tangerang Selatan akan digunakan untuk mendukung penerbangan komersial.

Baca juga: Bandara Pondok Cabe, Ternyata Pernah Jadi Basis Pertahanan Penting Sekutu di Era Perang Dunia II

Walau statusnya masih tentatif, Bupati Blora Arif Rohman pernah mengungkapkan bahwa maskapai Citilink memberikan opsi rute penerbangan, yaitu dari Bandara Ngloram menuju bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan “Waktu rapat pertama dengan pihak Citilink penerbangan Ngloram menuju Halim dialihkan ke Pondok Cabe. Tapi kabar terakhir ini berubah. Sifatnya masih tentatif,” kata Arif, seperti dikutip dari Detik.com (2/1/2022).

Bagi pengguna jasa yang berdomisili di sekitaran Jakarta mungkin tak terlalalu masalah bila harus mengakses Bandara Pondok Cabe, lantaran lokasinya relatif dekat ibu kota dan mudah diakses oleh berbagai moda transportasi. Namun, perlu menjadi catatan, bahwa Bandara Pondok Cabe yang kini dioperasikan Pelita Air Service (anak perusahaan PT Pertamina), juga menjadi home base bagi unit penerbangan militer dan kepolisian, dimana peran satuan-satuan tersebut, salah satunya adalah melindungi obyek vital ibu kota. Karena itu, aspek keamanan akan menjadi perhatian serius bila Bandara Pondok Cabe jadi difungsikan untuk mendukung penerbangan komersial berjadwal.

NC-212 200 Puspenerbad di Bandara Pondok Cabe. (Foto: Kompas.com)

Bandara Pondok Cabe saat ini menjadi markas alias home base bagi Kepolisian Udara Republik Indonesia. Tidak itu saja, di Bandara Pondok Cabe juga menjadi markas bagi Skadron 21/Sena (Serba Guna) Puspenerbad (Pusat Penerbangan Angkatan Darat) TNI AD. Skadron 21 berisikan kekuatan helikopter serang Bell-412 series, NBO-105 dan pesawat angkut ringan NC-212 200 Aviocar. Masih ada satuan militer yang mengambil home base di Pondok Cabe, yaitu Puspenerbal (Pusat Penerbangan Angkatan Laut) TNI AL. Meski tak menempatkan skadron khusus di Pondok Cabe, namun Puspenerbal rutin mengoperasikan pesawat dan helikopter dari bandara ini untuk dukungan operasi dan latihan.

Baca juga: Damri JA Connection Buka Rute Pondok Cabe – Bandara Soekarno-Hatta 

Dikelola oleh institusi sipil, tapi menjadi rumah bagi satuan udara militer dan kepolisian, menjadikan pengamanan instalasi militer perlu perhatian tersendiri. Dari sejarahnya, Bandara Pondok Cabe dibangun pasukan sekutu pada tahun 1942, yaitu untuk menahan invasi Jepang ke Pulau Jawa. Dari spesifikasi, Bandara Pondok Cabe punya panjang runway 2.500 meter dan lebar 45 meter. (Haryo Adjie)

Indian Railways Siap Luncurkan Kereta Berkecepatan Tinggi dari Varanasi, Kota Suci Bagi Umat Hindu

Indian Railways saat ini sedang dalam ayunan penuh untuk meluncurkan kereta peluru di rute barunya yakni Varanasi ke Howrah. Kereta peluru di jalur ini akan melewati banyak kota di Bihar dan Jharkhand.

Baca juga: Impian Negeri Bollywood Punya Jalur Kereta Api Berkecepatan Tinggi Segera Terwujud

Varansi selama ini dikenal sebagai sebagai kota paling suci bagi umat Hindu India. Sementara Howrah adalah kota kedua terbesar di Negara Bagian Benggala Barat. Sebagaimana diwartakan KabarPenumpang.com dari laman msn.com (30/12/2021), ada lima kota di Bihar yang akan dihubungkan kereta berkecepatan tinggi ini. Bahkan otoritas perkeretaapian India mengatakan berharap pengumuman resmi akan segera dilangsungkan.

Jalur yang melintasi Bihar ini meningkat setelah otoritas perkeretaapian India mengumumkan proyek kereta peluru dari Mumbai ke Ahmedabad. Nantinya koridor kereta kecepatan tinggi Varanasi ke Howrah yang diusulkan akan diletakkan melalui rute dari Varanasi menuju ke Patna kemudian ke Bardhaman dan berakhir di Howrah.

Ada pun pihak otoritas perkeretaapian India mengharapkan koridor ini akan melewati kota Buxar, Arrah, Parna, Bihar Sharif dan nawada di Bihar. Untuk diketahui, survei dilakukan sebelum pengerjaan koridor kereta berkecepatan tinggi Varanasi – Howrah sepanjang 760 km dilakukan pada bulan Oktober kemarin.

Survei juga dilakukan di bagian Dhanbad di Jharkhand. National High Speed ​​Rail Corporation Limited sedang merencanakan rute untuk proyek mendatang ini. Kecepatan kereta peluru akan menjadi 350 km per jam, yang akan membantu menyelesaikan perjalanan jarak jauh ini dalam beberapa jam.

Setelah peluncuran kereta peluru Ahmedabad-Mumbai pada tahun 2017, orang-orang Bihar menuntut kereta berkecepatan tinggi serupa di negara bagian mereka. Kini tampaknya permintaan kereta peluru untuk Bihar akan segera terpenuhi.

Baca juga: Transformasi Sektor Perkeretaapian, India Bakal Hadirkan Hyperloop! Gegara Cina?

Indian Railways juga berencana untuk memulai layanan kereta api berkecepatan tinggi ini di berbagai kota, di anataranya mengumumkan kereta peluru dari New Delhi ke Patna dalam waktu dekat.

Perang Klakson Malam Tahun Baru. Railfans: Ini yang Ditunggu–tunggu

Siapa yang tak senang dan dan tak mau ketinggalan kemeriahan tahun baru yang semarak di penjuru dunia. Tak hanya masyarakatnya yang bersuka cita, tapi bagi penggemar kereta api di hari yang istimewa ini pun merupakan momen sangat ditunggu – tunggu. Bagimana tidak, momen tahun baru yang meriah dengan kembang api dan terompet kini Railfans mendapat momen yang berbeda, yaitu Perang Klakson Lokomotif dan KRL.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Pergantian Tahun diwarnai Parade Klakson
Momen pergantian tahun 2021 ke tahun 2022 membuat Railfans berbondong – bondong mengabadikan sesuatu yang tak biasa. Berkunjung ke depo lokomotif dan KRL pun menjadi sasaran utama mereka untuk mengabadikan momen tersebut. Saat dilokasi persiapan pun sudah mereka lakukan dengan kamera masing – masing. Adapula yang melakukan Live Streaming di jejaring sosial media Youtube dan Instagram.

Suling lokomotif seri CC 206. (Foto: Sendy Prasetya)

Menuju pergantian tahun beberapa menit lagi, Railfans sudah berkumpul di satu tempat bersama warga yang juga ingin menyaksikan momen tersebut. Tak peduli waktu yang sudah larut malam, rasa penasaran Railfans akan momen tersebut terus mencuat seraya waktu hampir mendekati pukul 00.00 WIB.

Menuju 10 detik mendekati tengah malam, petasan sudah menggelegar heboh. Tepat pukul 00.00 WIB suara pun mulai terdengar. Klakson yang dikeluarkan dari suara lokomotif mulai berirama mengiringi pergantian tahun yang mulai datang. Suara bising di area Depo Lokomotif Cipinang membuat Railfans dan warga tak hentinya merekam dan memotret momen suka cita ini. Teriakan dari warga pun tak mau kalah dengan suara bisingnya klakson lokomotif.

Suasana Depo KRL Depok saat tahun baru 2022. (Foto: Sendy Prasetya)

Disaat bersamaan tak hanya lokomotif yang turut menyambut tahun baru dengan suara klaksonnya, beralih ke Depo KRL Depok pun juga turut menyambut tahun baru 2022 dengan irama klakson KRL yang menggelegar seluruh depo. Warga yang turut mengabadikan momen tersebut pun ramai dengan teriakan suka cita sembari mengabadikan dengan foto dan video.

Baca juga: Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Seperti sudah tradisi atraksi membunyikan klakson lokomotif dan krl ternyata memang sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Dan tiap tahun momen ini memang yang ditunggu – tunggu para penggemar kereta api. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Rayakan Hari Jadi yang ke-40 Tahun, Bandara Abu Dhabi Ternyata ‘Sodaraan’ dengan Bandara Soetta

Bandara Internasional Abu Dhabi (AUH) merayakan hari jadinya yang ke-40 pada 2 Januari 2021 (beroperasi secara resmi pada 2 Januari 1982) lalu. Usut punya usut, ternyata bandara terbesar kedua di Uni Emirat Arab (UEA) tersebut memiliki keterkaitan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bagaimana bisa?

Baca juga: Bandara Abu Dhabi Bangun Mega Terminal

Dilansir The National News, konstruksi Bandara Abu Dhabi pertama kali dimulai pada tahun 1979 dan dioperasikan tiga tahun berselang. Bandara ini didaulat menggantikan Bandara Al Bateen yang dianggap sudah usang untuk menghadapi lonjakan penumpang di masa mendatang. Meski begitu, Bandara Al Bateen masih beroperasi sampai saat ini sebagai bandara eksekutif.

Benar saja, selang satu dekade, terjadi lonjakan penumpang besar-besaran. Sepanjang akhir 1990-an dan awal 2000-an, Bandara Abu Dhabi terus diperluas. Tak hanya itu, maskapai nasional UEA, dalam hal ini emirat Abu Dhabi, pun didirikan pada tahun 2003 juga dalam rangka memenuhi peningkatan jumlah penumpang.

Sejak saat itu, Bandara Abu Dhabi terus dibanjiri wisatawan dan tumbuh dengan cepat, merangsang dibangunnya Terminal 2 pada bulan September tahun 2005, runway kedua pada tahun 2008, dan Terminal 3 pada bulan Januari 2009, dan terus berkembang sampai menjadi bandara terbesar kedua di UEA, di bawah Bandara Internasional Dubai (DXB).

“Abu Dhabi International memiliki sejarah yang membanggakan dalam menyediakan infrastruktur kelas dunia dan layanan kelas atas, sekaligus berfungsi sebagai katalis untuk pertumbuhan selama 40 dari pencapaian 50 tahun bangsa yang kami banggakan,” kata Shareef Al Hashmi, CEO Bandara Abu Dhabi.

“Ketika kepercayaan konsumen pulih dan lalu lintas berangsur pulih, kami akan terus mengeksplorasi teknologi baru, produk, dan cara berbisnis yang akan mendorong peningkatan keberlanjutan dan menciptakan pengalaman bandara terdepan di industri. Sama bangganya dengan pencapaian kami di masa lalu, kami juga sama bersemangatnya dengan masa depan cerah kami,” tambahnya.

Saat ini, Bandara Abu Dhabi tengah membangun Midfield Terminal dan jika sudah beroperasi ini akan membuka jalan bagi masa depan penerbangan yang lebih cerah di negara tersebut.

“Bandara Internasional Abu Dhabi telah menghubungkan dunia dengan Abu Dhabi selama 40 tahun dan memicu kemunculan emirat sebagai tujuan utama pariwisata dan perdagangan,” ujar Sheikh Mohammed bin Hamad bin Tahnoon, chairman Bandara Abu Dhabi.

“Almarhum (Founding Father) Sheikh Zayed yang memiliki visi ke depan untuk membangun bandara, dan berkat visinya Bandara Abu Dhabi telah membangun warisan yang ditempa oleh kolaborasi, inovasi, dan layanan,” lanjutnya.

Baca juga: Ruwet, Ternyata Ini Alasan Uni Emirat Arab Punya Banyak Bandara Internasional

“Ini adalah warisan yang akan terus tumbuh selama 40 tahun ke depan, karena mendukung pembangunan sosial dan ekonomi yang sedang berlangsung di Abu Dhabi dan UEA,” tutupnya.

Di balik kemegahan Bandara Abu Dhabi, tak banyak yang menyadari bahwa bandara tersebut memiliki nilai histori yang sama dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebab, keduanya dibangun oleh arsitek yang sama, yaitu Paul Andreu. Arsitek asal Perancis tersebut juga merupakan arsitek Bandara Charles de Gaulle Paris.

Mantan Kiper Super Falcons Beralif Profesi Sebagai Pengemudi Bus di Inggris

Setiap orang terkadang jenuh dengan pekerjaan yang dilakukannya dan memilih untuk melakukan hal lain. Mungkin dengan ini orang tersebut bisa lebih mengembangkan potensi yang ada di dirinya atau hal lainnya. Namun bagaimana jika seorang kiper atau penjaga gawang beralih profesi menjadi seorang pengemudi bus?

Baca juga: Guinness World Records Berduka Atas Wafatnya Pengemudi Bus Terpendek di Dunia

Ini bukanlah hal yang tidak mungkin, karena itu terjadi pada Rachael Aladi Ayegba yang adalah mantan kiper Super Falcons. Dia menemukan kehidupan baru di luar sepak bola setelah bertahun-tahun bermain di level tertinggi sebelum mendapatkan lisensi kepelatihan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari premiumtimesng.com (9/12/2021), Ayegba bermain untuk Falcons di Piala Dunia Wanita 2007 di Cina, Kejuaraan Wanita Afrika 2006 dan 2008 dan memiliki tugas sebelas tahun sebagai pemain profesional di Finlandia. Ketika dirinya beralih profesi sebagai pengemudi bus, gaji yang didapatkannya sekitar £26 ribu (lebih dari N14m) dan naik menjadi lebih dari £31 ribu.

Gaji ini mungkin bisa menjelaskan mengapa Ayegba yang memiliki Lisensi Kiper UEFA A, senang dengan cinta barunya di atas roda. Pemain berusia 35 tahun itu saat berbicara dengan Evening Standard menunjukkan bagaimana pengalamannya sebagai penjaga gawang berdampak positif pada peran barunya sebagai pengemudi bus.

“Ketika Anda mencoba menyelamatkan bola, Anda membutuhkan tangan yang aman. Tetapi ada sepuluh orang lain di pihak Anda, ”katanya. “Ketika Anda mengendarai bus, Anda sendirian,” ujar Ayegba.

“Di gawang, seluruh pertandingan ada di depan Anda. Mengemudi bus, setidaknya setengah dari hal-hal yang bisa salah ada di belakang Anda atau tidak terlihat. Secara mental Anda harus siap 100 persen, jika Anda seorang penjaga gawang, para bek bisa membantu Anda. Anda tidak boleh membuat kesalahan saat mengemudikan bus,” tambahnya.

Baca juga: Dapat Tepuk Tangan dan Nyanyian dari Penumpang, Pengemudi Bus ini Rupanya Rajin Menyapa

Ada kekurangan pengemudi bus nasional di Inggris yang memaksa orang masuk ke mobil dan menyumbat jalan dan dengan demikian membuka peluang baru bagi orang-orang seperti Ayegba. Mantan penjaga gawang itu mengungkapkan bahwa dia telah mengunjungi London selama bertahun-tahun untuk liburan dan selalu mengagumi bus tingkat. Hampir tiga tahun setelah pindah, Aygeba sekarang mendorong nomor 185 antara Lewisham dan Victoria.

Stasiun London Victoria Jadi Tempat Romantis Penumpang Lamar Kekasihnya

Siapa yang tidak luluh ketika dilamar pasangan di tempat umum dengan cara romantis? Pastinya tidak akan ada yang tidak mau alias menerima dengan bahagia. Ini juga dirasakan oleh seorang wanita dari Eastbourne, Inggris. Wanita tersebut dilamar sang kekasih dengan kejutan di Stasiun London Victoria dan dibantu oleh pihak stasiun.

Baca juga: So Sweet! Pramugari Emirates Dilamar di Udara

KabarPenumpang.com melansir dari itv.com (26/12/2021), Maria penumpang wanita yang dilamar itu selalu bertemu Younan di Stasiun London Victoria. Saat itu, Wanita 26 tahun tersebut naik kereta selatan dari Eastbourne dan bertemu dengan sang kekasih yang akan naik Tube.

Saat hari lamaran tersebut keduanya akan berkencan dan menjelajahi kota bersama. Papan keberangkatan ikonik di London Victoria menjadi salah satu saksi bisu cerita bahagia keduanya. Di mana minggu lalu tepatnya pada 19 Desember perpisahan Younan dan Maria justru menjadi awal perjalanan romantis yang akan berlangsung selamanya.

Pukul 08.00 malam waktu setempat, daftar “kereta tercepat berikutnya” di layar menghilang, dan diganti dengan “Pesan dari Yunani ke Mars… maukah kamu menikah denganku?” Kemudian setelah tulisan itu muncul, Younan, seorang eksekutif pengembangan bisnis dari London Barat berlutut dan melamar Maria.

Maria yang Younan sebut sebagai Mars sebagai nama panggilan, langsung mengatakan ya dan para komuter yang pulang ke Selatan untuk akhir pekan diliputi kegembiraan.

“Perjalanan akan selalu berakhir di Victoria tetapi sekarang tidak pernah. Saya bertanya-tanya di mana harus melakukannya dan saya ingin itu menjadi tempat yang berkesan. Saya pikir itu akan menjadi kesempatan yang panjang tetapi saya mengirim email ke Southern Rail dan untungnya dari pesan awal saya, mereka benar-benar ingin membantu,” ujar Younan.

Hari bahagia itu ternyata hampir tidak berjalan sesuai rencana. Pada hari itu, pekerjaan teknik membuat apoteker tersebut tidak bisa kembali ke Eastbourne dari London yang artinya Younan harus meyakinkannya untuk naik kereta ke Haywards Heath sebagai gantinya.

Namun, pukul 20.00 ketika layar diatur dengan pesan khusus untuk Maria, ada beberapa detik keraguan di mana itu tidak muncul dan Maria berbalik hampir melewatkannya.

“Dia pasti menyukainya! Saya panik karena dia sangat pintar dan saya pikir dia mungkin telah mencurigai sesuatu!” ungkap Younan.

Alice Attwood, dari tim komunikasi Southern berkata, “Ketika Younan menghubungi permintaan dukungannya untuk membuat gerakan yang sangat romantis ini, kami harus membantu!

Baca juga: Romantis Berujung Pahit, Pramugari China Eastern Airlines Justru Dipecat Setelah Dilamar di Udara

“Kami sangat senang memainkan peran kecil dalam kisah Younan dan Maria dan berharap mereka baik-baik saja di masa depan!” tambahnya.

Huawei Chigoo cTrolley, Troli Canggih Manjakan Akses Penumpang di Bandara

Vendor elektronik asal Shenzhen, Huawei mengembangkan teknologi baru pada troli di bandara yang disebut Chigoo cTrolley. Troli canggih tersebut dilengkapi dengan pilihan cerdas multibahasa yang menyediakan navigasi atau petunjuk arah bagi penumpang, pertanyaan penerbangan real time dan hiburan.

Baca juga: MAGIC! Troli Makanan Ini Bisa Memasok Sumber Energi Listrik di Kabin Pesawat

Troli ini sebenarnya dirancang untuk membantu penumpang mengurangi tingkat kejenuhan dan stress di bandara dengan tambahan inovasi modern di dalamnnya. Saat ini, cTrolley mulai bersiap memasuki pasar dengan harapan kedepannya bisa membantu, membimbing dan memberitahu serta menghibur penumpang dengan bahasa ‘native’ sebelum memasuki penerbangan.

KabarPenumpang.com merangkum dari airport-technology.com (2/11/2017), awalnya Chigoo cTrolley diresmikan pada konferensi Eco Connect Europe 2017 di Berlin, Jerman yang diselenggarakan oleh Huawei Cina. Menurut data dari International Air Transport Association (IATA) jumlah penumpang udara di seluruh dunia tahun 2016 mencapai 3,7 miliar.

Hal ini memberikan banyak kesempatan bagi bandara dan retail untuk meningkatkan beban yang ditempatkan pada layanan bandara umum. Huawei berharap dengan diluncurkannya troli tersebut, kedepannya dapat mengurangi kemacetan dan membantu penumpang dalam memberikan arah di bandara besar, asing dan lebih cepat serta mudah dalam menjawab pertanyaan para penumpang.

Chigoo cTrolley (www.airport-technology.com)

Dibangun dalam kerja sama penyedia solusi layanan publik cerdas Chigoo, operator multitasking juga berharap dapat membantu memanfaatkan lahan bandara dengan lebih baik dan dipandang sebagai salah satu ruang publik tersibuk di dunia. Cara kerja troli ini cukup mudah, penumpang hanya perlu menempelkan boarding pass mereka di layar sentuh HD berukuran 13,3 inchi.

Kemudian pada layar tersebut akan menampilkan jalur termudah dan tercepat untuk penumpang sampai ke gerbang keberangkatannya. Chigoo cTrolley ini juga bisa memberikan rincian ruang tunggu yang diperlukan serta menunjukkan dengan tepat berbagai tempat makan dan ritel belanja di area keberangkatan.

Tak hanya itu, troli ini juga memberikan petunjuk jika penumpang berada dilokasi yang tidak dikenal. Uniknya troli yang memiliki kemampuan multibahasa ini juga bisa menjawab pertanyaan penerbangan real time, panduan boarding, update dan pengingat perjalanan, hiburan dan port USB untuk pengisian daya ponsel.

Namun jika penumpang ingin berinteraksi dengan operator bagasi hanya tersedia dalam enam bahasa yakni Cina, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan Korea. Tyler Jin, chief project officer di Chigoo mengatakan setelah dua percobaan sukses, mereka berencana untuk mengadakan troli di bandara Chongqing, Shanghai dan Shenzhen di China, serta di seluruh Eropa Barat dalam waktu dekat.

Baca juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Saat ditanya tentang kenapa penumpang lebih memilih cTrolley dibandingkan mengupdate penerbangan di smartphone mereka, Qing Chen direktur departemen pengembangan bisnis transportasi dan logistik Huawei di Eropa Barat menjawab, bahwa layar monitor troli ini lebih besar dibandingkan smartphone dan semua aplikasi sudah terinstal sehingga cocok untuk penumpang yang tidak terbiasa dengan bandara dan tidak ingin mengunduh aplikasi lain di telpon mereka.

“Ke depan, seiring kemajuan teknologi, baterai troli akan memiliki masa pakai yang lebih lama,” tambahnya. “Huawei menyambut produk inovatif ini dan kami ingin bekerja sama dengan mitra lain di bidang teknologi bandara pintar ke depan.”

Stasiun Bekasi Layani PCR Untuk Penumpang Anak

Pada masa Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) Kementerian Perhubungan RI mengeluarkan Surat Edaran No.112/2021 yang berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. Salah satu persyaratan yang tertuang dalam SE 112 adalah wajib tes RT-PCR bagi penumpang anak usia di bawah 12 tahun.

Baca juga: Rekor! Penumpang KAI Commuter Capai 500 Ribu Orang Lebih, Puncak Libur Nataru?

Guna membantu calon penumpang memenuhi persyaratan terkait ketentuan usia di bawah usia 12 tahun wajib melampirkan hasil negatif tes RT-PCR. PT KAI Daop 1 Jakarta menambah layanan pemeriksaan RT-PCR di Stasiun Bekasi dengan jam operasional 06.00 s/d 18.00 WIB.

Sebelumnya Daop 1 Jakarta telah membuka layanan RT-PCR di Stasiun Gambir (06.00-21.00 WIB) dan Stasiun Pasar Senen (05.00-22.30 WIB). Sejak dibuka layanan PCR di Stasiun Gambir dan Pasar Senen tercatat telah melayani sekitar 856 calon pengguna.

Untuk dapat melakukan tes PCR  dengan tarif Rp195 ribu di stasiun, calon penumpang harus menunjukkan kartu identitas dan tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah dibayarkan. Daop 1 Jakarta mengimbau bagi orang tua atau pendamping dapat mempersiapkan waktu dengan baik dengan memperhitungkan jadwal keberangkatan, pasalnya untuk hasil pemeriksaan RT-PCR membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pemeriksaan antigen.

Sementara bagi pengguna yang ingin melakukan tes antigen, saat ini terdapat 5 stasiun yang memiliki layanan Antigen di area KAI Daop 1 Jakarta :
– Stasiun Gambir: 06.00 sd 21.00 WIB
– Stasiun Pasarsenen: 05.00 sd 22.30 WIB
– Stasiun Bekasi: 09.00 sd 18.00 WIB
– Stasiun Karawang: 08.30 sd 17.30 WIB
– Stasiun Cikampek: 09.30 sd 18.30 WIB

PT KAI Daop 1 menghimbau kepada seluruh pengguna jasa yang akan berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen agar mempersiapkan seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Berikut persyaratan khusus yang berlaku pada masa Nataru sesuai SE Kemenhub nomor 112 Tahun 2021:

1. Calon penumpang usia di atas 17 Tahun
– Wajib Vaksin Dosis Lengkap (Vaksinasi Dosis kedua). Jika belum lengkap maupun dikarenakan alasan medis, maka tidak dapat melakukan perjalanan.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam

2. Calon penumpang Usia 12 s.d 17 Tahun
– Vaksin minimal Dosis pertama. Jika belum dapat divaksin dikarenakan alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter spesialis atau dokter rumah sakit pemerintah sebagai pengganti vaksin.
– Menunjukkan hasil negatif Rapid Test Antigen 1×24 jam atau RT-PCR 3×24 jam

Baca juga: Bagian Long Hood Lokomotif CC203 Dipasangi Stiker Nataru, Janggal Gak Sih?

3. Calon penumpang usia di bawah 12 Tahun
– Menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3×24 jam
– Wajib Didampingi orang tua