Mobil Self Driving Antar Mie Ramen Ke Pelanggan Tanpa Tumpah

Shinkansen antar sushi di restoran mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika sebuah mobil tanpa pengemudi atau yang dikenal dengan self driving mengantar makanan kepada pelanggan di restoran? Ini adalah ide yang tak terpikirkan oleh banyak orang.

Baca juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Tetapi ternyata ada restoran di Jepang yang menggunakan mobil tanpa pengemudi untuk mengantarkan semangkuk mie ramen ke pelanggan. Mobil pengantar mie tersebut dibuat oleh perusahaan mobil terbesar di dunia yakni Nissan.

Di mana mereka bangga memiliki rangkaian lengkap mobil untuk memenuhi setiap dan semua kebutuhan. Namun kali ini yang berbeda adalah, Nissan membuat mobil untuk tujuan yang sangat spesifikasi dalam mengantarkan semangkuk ramen.

Pihak Nissan mengatakan, mereka tidak bermaksud bahwa itu adalah mobil yang dikendarai pengemudi dari restoran ke rumah pelanggan. Tetapi ini adalah kendaraan mini yang melaju kencang untuk mengangkut ramen di dalam restoran.

KabarPenumpang.com melansir dari laman soranews24.com (9/3/2022), mobil ini merupakan bagian dari proyek penelitian e-4ORCE RAMEN Counter perusahaan, mobil ini memiliki panjang dan lebar kotak sepatu besar, dengan nampan kayu di atasnya. Setelah koki ramen selesai membuat pesanan pelanggan, dia meletakkan mangkuk di atas nampan, dan mobil meluncur untuk mengirimkan mie secara otomatis, seperti yang ditunjukkan dalam video ini.

Tapi tunggu, dengan mobil yang bergerak begitu cepat, bukankah isi mangkuk akan tumpah saat akselerasi dan pengereman. Di mana mungkin menumpahkan kaldu panas ke semua orang yang duduk di konter. Ternyata tidak, dan semua orang di restoran dapat berterima kasih kepada pengaturan motor listrik e-4ORCE Nissan untuk itu.

E-4ORCE menggunakan dua motor untuk mengoperasikan sistem penggerak semua roda kendaraan, membuat start dan stop menjadi cepat dan mulus. Sistem e-4ORCE, seperti yang sudah Anda duga, juga digunakan di beberapa mobil penumpang Nissan, seperti kendaraan listrik Ariya.

Tapi seperti bagaimana Nissan sebelumnya memamerkan kehebatan teknologinya dengan kursi yang bisa bergerak sendiri dan kamar hotel yang bisa merapikan sendiri, sekali lagi menemukan cara unik untuk menunjukkan betapa presisi teknik otomotifnya. Sayangnya, Nissan saat ini belum memiliki rencana untuk membuka restoran permanen dengan staf pengiriman ramen.

Baca juga: Jadi Restoran Thailand, Gerbong Tua Kelas Satu Intercity 125 Dikembalikan ke Dekorasi Tahun 1980

“Antara ini dan Nissan membantu kami membuat mentega melalui kekuatan drifting, kami mulai berpikir bahwa mungkin mereka sama baiknya dalam mendapatkan makanan untuk perut kami seperti halnya mereka membawa orang dari Titik A ke Titik B,”ujar pihak Nissan.

ALS, Andalan Mengejar Mimpi Hingga Perantau Kalah

Bicara soal Perusahaan Otobus (PO) Antar Lintas Sumatra (ALS), tak hanya bicara soal perjuangan para awaknya menempuh jarak ribuan kilometer dari ujung Sumatra hingga ujung Jawa. Lebih dari itu, ALS menyimpan kisah menarik perjuangan putra-putri Sumatra mengejar mimpinya.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

ALS berperan besar mengantarkan mereka merantau dari kampung halaman, entah untuk bekerja atau menempuh pendidikan. Lebih dari sekadar mengantar, para awaknya bahkan ikut membantu mereka mencari tumpangan atau memastikan keamanannya ketika sampai di kota tujuan.

Seperti yang diungkapkan Marlina, perempuan yang kini bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu instansi pemerintah di Jakarta. ALS dan para awaknya punya tempat tersendiri di hatinya sebagai seorang perantau asal Panyabungan, Mandailing Natal.

“ALS yang mengantar aku kuliah sampai sukses di Jakarta. Bapak titip aku ke sopirnya, dijaga betul aku sama dia dan kernet. Makan diajak ikut dia, dianggapnya aku anak perempuan dia, waktu turun di Jakarta aku juga dicarikan bajaj supaya tidak nyasar, berjasa pokoknya,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Melalui cuitan di akun Twitter dia membagikan pengalamannya berada bersama ALS ketika masih duduk di bangku kuliah puluhan tahun lalu.

“Jd ingat kenangan, berpuluh tahun lalu ketika mahasiswa saya pulang kampung naik ALS Surabaya Medan. 4 hari 4 malam. Di sini juga pertama kali saya tahu film “Con Air” dengan lagu How Do I Live-nya yg romantis itu, karena diperjalanan beberapa kali diputar. Terima kasih untuk babak hidup ini ALS,” tulisnya.

Sementara itu, Joni Sirait, seorang pekerja swasta di Jakarta mengaku punya banyak pengalaman bersama ALS semasa kuliah. Bersama teman-temannya dia kerap mencarter bus tersebut untuk pulang ke kampung halaman di tepian Danau Toba atau kembali ke Bandung ketika liburan kuliah usai.

“Dulu pesawat kan mahal sekali, andalannya ya ALS ini. Kita sewa, borong semua tiket satu bis teman-teman kita semua, seru pokoknya lah. Jangan ngaku anak Sumut atau anak Medan kalau enggak pernah naik ALS!” ujarnya.

Di sisi lain, ALS juga kerap menjadi andalan perantau yang “kalah” atau tidak berhasil untuk kembali ke kampung halamannya. Mereka pulang bermodalkan belas kasihan dari para awak bus. Tentu saja mereka tidak duduk di kursi penumpang, tetapi duduk di tangga atau lantai bus.

Saddam, pengemudi utama atau cincu ALS Bogor-Medan mengaku kerap menemukan orang-orang yang ingin pulang kampung tetapi tidak punya ongkos. Karena kasihan, mereka diizinkan untuk naik dan menumpang sampai tempat tujuannya.

Baca juga: PO ANS, Bagian Tak Terpisahkan dari Tradisi Merantau Urang Awak

“Suka ada yang begitu, biasanya ya bayar semampunya saja, kalau makan kita ajak saja ikut kita. Kasihan juga gagal dia di rantau masa tidak kita bantu,” ujarnya. [Bisma Satria]

Alex Si Kelinci Masuk Tim Hewan Pelepas Stres di Bandara Internasional San Francisco

Biasanya hewan pelepas stres yang paling diandalkan adalah anjing. Namun, Bandara Internasional San Francisco (SFO) baru saja mengumumkan penambahan anggota baru ke dalam tim hewan pelepas stres bersertifikat. Penasaran hewan apa?

Baca juga: Dua Bandara di Australia Hadirkan Anjing Terapi Bagi Penumpang yang Alami Stres

Ini adalah seekor kelinci seberat 12,7 kg bernama ‘Alex the Great.’ Alex merupakan Flemish Giant yang adalah kelinci domestik terbesar. Kelinci ini akan bertugas di SFO untuk membantu penumpang merasa lebih baik saat menavigasi bandara besar.

“Alex adalah kelinci Flemish Giant, yang dianggap sebagai jenis kelinci domestik terbesar, dan dikenal jinak dan sabar dalam ditangani, atribut yang sangat cocok untuk bekerja di Wag Brigade. Alex akan mengunjungi SFO beberapa kali setiap bulan,” kata SFO yang dikutip KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (17/3/2022).

Mungkin orang tahu bahwa Alex baru saja bergabung dengan The Wag Brigade, tetapi kelinci ini cukup terkenal di San Francisco. Klaim ketenarannya pertama kali tahun 2021 lalu ketika ia terlihat di pertandingan bisbol San Francisco Giants dan bola basket Golden State Warriors di kota.

Karena tidak setiap hari orang melihat kelinci raksasa di acara olahraga, maka ini alasan Alex terkenal dan menjadi topik hangat di platform media sosial. Sebagai tim hewan pelepas stres, Alex akan berkeliaran disekitar bandara membantu para pelancong melupakan kekhawatiran mereka untuk sesaat.

Alex diketahui disertifikasi di bawah program Animal Assisted Therapy (AAT) penampungan hewan San Francisco SPCA. Kehadiran para hewan pelepas stres sebenarnya untuk membantu penumpang yang lelah karena kerumuman, pemeriksaan keamanan dan antrean yang seakan tidak pernah berakhir.

Bahkan menavigasi bandara internasional yang besar juga bisa membuat stres berat bagi beberapa penumpang. Untuk diketahui, program ini didirikan oleh Jennifer Kazarian, petugas layanan pelanggan di SFO. Hanya hewan yang dilatih dan disertifikasi oleh SPCA melalui program AAT yang dipekerjakan untuk berpartisipasi dalam Brigade Wag.

Mereka dipersiapkan untuk memiliki temperamen yang sesuai dengan lingkungan bandara dan selalu didampingi oleh tim handler SPCA khusus di bandara. Brigade Wag dimulai pada tahun 2013 dengan hanya anjing di tim tetapi dengan cepat berkembang untuk mengakomodasi hewan lain.

Tim Wag Brigade juga menyertakan seekor babi bernama LiLou. Foto: SFO

Sebelum pandemi dimulai, seekor babi bernama LiLou bergabung dengan tim. Dia menjadi berita utama karena menjadi babi pertama di dunia dalam terapi bandara. Program tersebut dihentikan selama pandemi tetapi sekarang kembali dengan sekitar 20 anjing, babi peliharaan, dan kelinci raksasa.

Baca juga: Bergaya “Dasi Kupu-Kupu,” Kelinci Pendamping Emosional Naik Kelas Bisnis

Dimasukkannya hewan ‘terkenal’ dan aneh di Brigade Wag menimbulkan kecurigaan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk menarik perhatian publik. Namun demikian, bahkan jika seseorang melihat semuanya sebagai latihan PR yang rumit, tidak dapat disangkal fakta bahwa bandara sangat menegangkan bagi kebanyakan orang, dan menemukan hewan berperilaku baik dengan rompi kecil “Pet me” berkeliaran di sekitar terminal pasti akan menempatkan senyum di sebagian besar wajah.

PT KAI Daop 5 Purwokerto Antisipasi Beberapa Titik Rawan Bencana

Masih ingatkah kejadian ambruknya jembatan kereta api Sungai Glagah, Brebes 11 Januari 2011 lalu? Ya, banjir besar di sungai tersebut telah merobohkan tiang penyangga yang sudah berusia puluhan tahun ini hingga terseret arus banjir. Kemudian rel yang berada diatas jembatan menggantung dan hampir putus. Hingga saat ini jembatan yang berada di KM 305 masih tahap perbaikan. Pun kereta api yang melintas mau tidak mau kembali menggunakan satu jalur. Kadang kalau papasan, salah satu kereta api harus mengalah (bersilang) di Stasiun Linggapura maupun Bumiayu.

Baca juga: Jembatan Kereta Bukit Duri, Berdesain Klasik Tapi Terlupakan

Dari kejadian yang tidak diduga tersebut PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto terus berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan perjalanan KA akibat bencana alam di sekitar jalur rel. Apalagi jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2022, angkutan kereta api akan terus meningkat headway-nya agar perjalanan lebih lancar.

Curah hujan yang masih cukup tinggi dan terus – menerus tentunya patut diwaspadai kemungkinan adanya bencana alam. Apalagi hujan yang terjadi pada Senin (14/3) malam hingga Selasa (15/3) telah menyebabkan banjir di Kabupaten Banyumas, Kebumen, dan Purworejo. Untungnya tidak sampai mengganggu perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto khususnya lintas Kroya – Kutoarjo.

Titik rawan bencana di wilayah Daop 5 Purwokerto meliputi petak Linggapura – Bumiayu yang hingga saat ini masih dalam perbaikan jembatan, Notog – Kebasen berupa rawan longsor karena adanya tebing curam serta dinding tebing sudah mulai terkikis, serta Banjar – Langen, Meluwung – Cipari, Kawunganten – Jeruklegi, dan Jeruklegi – Lebeng merupakan daerah rawan longsor. Kemudian petak jalan Prupuk – Legok, Karangsari – Karanggandul, dan Kawungganten – Jeruklegi merupakan daerah rawan banjir.

Baca juga: Jembatan Bekasi – 130 Tahun Beroperasi dan Masih Setia Layani Lalu Lintas Kereta

Mencegah peristiwa yang tidak diprediksi, PT KAI Daop 5 Purwokerto terus menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan di titik – titik rawan bencana, dan menambah Petugas Penilik Jalur (PPJ) ekstra. Semua itu dilakukan untuk meminimalisasi potensi bahaya akibat bencana yang mungkin dapat mengganggu perjalanan KA. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mulai 19 Maret, Singapore Airlines Kembali Layanan Penerbangan ke Surabaya

Singapore Airlines (SIA) diwartakan akam kembali membuka penerbangan komersial ke Surabaya mulai 19 Maret 2022. Untuk melayani rute ke Surabaya, SIA akan mengoperasikan pesawat narrow body Boeing 737-800 berkapasitas 162 kursi yang terdiri dari 12 kursi Business Class dan 150 kursi Economy Class, bersama pesawat Boeing 777-300ER dengan kapasitas 264 kursi yang terdiri dari 4 kursi First Class, 48 kursi Business Class, dan 212 kursi Economy Class, pada layanan Singapura-Surabaya.

Baca juga: Singapore Airlines Group Perluas Jaringan VTL ke 66 Kota, Termasuk Bali Mulai 16 Maret

“Dengan dibukanya kembali perbatasan di Indonesia secara bertahap, SIA berharap penerbangan ke Surabaya ini akan memberikan lebih banyak pilihan perjalanan dan fleksibilitas kepada pelanggan kami yang ingin melakukan perjalanan menuju dan dari Indonesia,” kata Alvin Seah, General Manager Indonesia, Singapore Airlines dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.

SIA terus memantau permintaan dan akan menyesuaikan jaringannya secara berkala untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan. Tiket penerbangan antara Singapura dan Surabaya sudah tersedia dan dijual melalui berbagai saluran distribusi SIA. Sebelumnya, SIA telah membuka penerbangan ke Denpasar pada 16 Februari lalu.

Nikah dengan Konsep Kereta di Jepang? Chichibu Railway Siapkan Lokomotif Uap Retro

Punya impian menikah di kereta api? Ide ini bisa saja dimiliki oleh banyak orang yang ingin konsep pernikahannya berbeda dari yang lainnya. Tapi bagaimana merealisasikannya? Sebab tidak banyak operator kereta yang membuka dirinya untuk hal tersebut.

Baca juga: Stasiun dan Kereta Api Bisa Jadi Pilihan Untuk Upacara dan Resepsi Pernikahan

Namun tak perlu kecewa, karena Chichibu Railway menawarkan kesempatan dan merealisasikan mimpi pernikahan Anda di kereta api. Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (15/3/2022), pada 10 Maret kemarin, Chichibu Railway Company yang adalah perusahaan kereta api swasta menerima reservasi untuk SL Paleo Express Wedding.

Adanya ini, perusahaan kereta yang berbasis di Saitama tersebut memberikan pengalaman pernikahan jenis baru yang sempurna untuk otaku kereta atau pasangan yang mencari hal berbeda bagi hari istimewa mereka. Layanan ini akan berpusat di sekitar kereta wisata SL Paleo Express milik perusahaan.

Meski sudah dibuka reservasi, tapi pelaksanaannya sendiri akan mulai pada 7 Mei 2022 mendatang. Di mana selanjutnya layanan tersebut akan tersedia pada hari-hari kapan pun kereta beroperasi.

Dalam layanan ini, ada dua rencana atau plan yang bisa dipilih oleh calon pengantin yakni paket foto dan kereta yang lebih komprehensif dengan biaya sekitar 439.625 yen atau sekitar Rp53 juta. Nantinya calon pengantin akan mendapatkan sesi foto di depan lokomotif uap C58363, yang dibuat sejak tahun 1944 di Hirosegawara Rail Yard.

Sedangkan yang paling menarik adalah mencakup penyewaan salah satu dari empat gerbong yang ditarik oleh lokomotif uap C58363. Yang mana empat gerbong tersebut akan digunakan untuk resepsi pernikahan pribadi dan bisa menampung hingga 20 orang dari keluarga maupun kerabat yang bergabung dalam peryaan pernikahan itu.

Acara resepsi tersebut pun bukan di kereta yang diam di rel, tetapi bergerak dan hingga ke Taman SL Tenshadai. Untuk diketahui paket foto yang lebih sederhana yakni 384.625 yen atau sekitar Rp46 juta.

Baca juga: Video Viral Resepsi Pernikahan di Tengah Rel Kereta Balai Yasa Yogyakarta

Dengan paket ini, sesi foto khusus untuk pengantin akan berada di lokasi Hirosegawara Rail Yard dan berbagai stasiun di sepanjang jalur Chichibu. Kedua paket tersebut juga mencakup layanan penataan rambut di pagi hari untuk pengantin agar terlihat terbaik di hari istimewa mereka.

Waduh! Bus Plat Merah Ternyata Ikut “Narik” Macam Bus Kota

Selain angkutan plat hitam atau omprengan, awak bus kota di Jakarta dan sekitarnya ternyata punya saingan lain yang statusnya tidak resmi. Saingan yang dimaksud adalah bus jemputan pegawai lembaga atau instansi pemerintah.

Baca juga: Wacana Wajib Sekat Pemisah Pengemudi dan Penumpang, Begini Komentar Pengemudi Bus

Sudah menjadi rahasia umum, bus-bus berplat merah itu kerap menaikkan penumpang selain pegawai lembaga atau instansi pemerintah. Tentu saja, penumpang tersebut harus membayar ongkos layaknya penumpang bus kota atau omprengan.

Ada yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi, akan tetapi ada juga yang terang-terangan hingga memasang plang atau stiker jurusan di kacanya. Beberapa diantaranya bahkan menyiapkan awak tambahan untuk mencari penumpang atau menarik ongkos.

Deny, karyawan swasta di bilangan MH. Thamrin, Jakarta mengaku sudah lima tahun terakhir menjadi pelanggan tetap bus antarjemput milik salah satu kementerian. Alasannya sederhana, bus tersebut waktu tempuhnya lebih cepat dari bus kota atau omprengan.

“Lebih cepat, tarif sama kaya bus kota. Saya kan dari Tangerang ya, bus ini enggak ada acara ngetem di pintu tol atau di halte Tol Kebon Jeruk. Bus ini juga on-time karena memang mengejar waktu masuk PNS yang jam 8 pagi. Kalo omprengan kan nunggu penuh juga, mahal pula,” katanya.

Bus jemputan pegawai instansi pemerintah yang dinaiki Deny adalah bus medium atau tiga perempat. Keunggulannya tentu saja jauh lebih lincah saat bermanuver di tengah kemacetan Ibukota dibandingkan bus besar.

Konsekuensinya, terkadang dia harus duduk di kursi tambahan berupa kursi plastik atau dingklik kayu jika kursi yang tersisa untuk penumpang gelap habis. Namun, dia tak mempermasalahkannya karena masih jauh lebih baik dibandingkan berdesakan atau bus kota.

“Kalau dapat bus kecil ya duduk di kursi bakso atau di tangga pintu. Kalau kursi sisa buat penumpang selain pegawai enggak banyak dan di belakang. Depan udah bookingan pegawai. Enggak masalah sih, karena ini cepat juga enggak kaya jemputan yang bus gede,” tuturnya.

Deny mengaku hanya menggunakan bus jemputan pegawai instansi pemerintah saat berangkat kerja. Sebab, jam pulang kantornya tidak sesuai dengan jam pulang PNS yang biasanya lebih awal, sekitar jam 4 sore. Pilihannya mau tidak mau adalah bus kota atau omprengan.

“Jam mereka cepat banget, makanya kalau sore bus-bus itu pada kosong, cuma bawa pegawainya aja. [Pekerja] swasta mana ada sih pulang cepat begitu. Lembur yang ada pulang malam,” katanya seraya terkekeh.

Asep, awak bus Mayasari Bakti AC 05 Bekasi Barat-Blok M mengaku tak bisa berbuat banyak dengan apa yang dilakukan oleh bus plat merah. Dia hanya bisa pasrah sembari mengatur headway atau selah agar tak terlalu dekat dengan jadwal bus-bus tersebut.

Baca juga: Ini Ternyata Alasan AC Bus Berada di Bagian Atap atau Belakang

“Plat merah mau diapain, paling kalo pas ketemu depan kita ya diklaksonin aja. Siapa yang mau nindak mereka? Paling kita ya jaga selah aja biar enggak dekat-dekat mereka. Toh mereka juga cuma sekali pagi sama sore, enggak terlalu mengganggu lah,” ungkapnya.

Hindari Kemacetan, Perlintasan Stasiun Batutulis akan Diubah Jadi Flyover

Jelang pengoperasian jalur ganda Bogor – Cicurug ternyata masih ada kendala dalam pembangunan tersebut. Salah satunya arus lalu lintas yang berada di Jalan Saleh Danasasmita ini. Jalan raya yang menghubungkan dari Jalan Raya Batutulis ini memang sering terjadi kemacetan setiap harinya. Bahkan saat kereta api melintas, kemacetan terlihat di lokasi ini. Terlihat jalan raya yang menanjak maupun turunan membuat kendaraan yang menyeberang perlintasan kereta api cukup berat untuk dilalui apalagi dalam kondisi hujan.

Baca juga: Kisah Stasiun Batutulis, Pernah Mati Suri dan Terlupakan

Sebelum dilakukan pembaruan jalur kereta api, perlintasan di Batutulis tak dilengkapi dengan palang pintu. Jika kereta api lewat hanya petugas keamanan stasiun yang turun ke jalan untuk mengamankan lalu lintas. Tak hanya itu saat kereta api memasuki Stasiun Batutulis dan berhenti, bagian belakang rangkaian kereta masih menutupi perlintasan. Ini dikarenakan peron stasiun saat itu masih pendek. Tak heran kendaraan jalan raya jadi terhambat dan timbulkan kemacetan. Meski saat itu kereta api yang melintas hanya sedikit, tapi warga sekitar pengguna jalan raya mengaku kesulitan melewati jalan tersebut. Selain timbulkan kemacetan, pengendara lain terlihat tak sabar untuk cepat – cepat sampai ditempat tujuan dengan cara menerobos perlintasan saat kereta api akan lewat.

Pembangunan jalur ganda dan uji coba tinggal menghitung hari. Khususnya Stasiun Batutulis juga terkena renovasi peron yang semula pendek, kini bakal diperpanjang dan akan dilengkapi kanopi pelindung dari cuaca hujan.

Untuk perlintasan yang berada di samping stasiun, saat ini sudah dipasang palang pintu dan pos jaga lintasan. Namun, meski sudah dibangun palang pintu perlintasan baru, ada rencana akan dibangun flyover di wilayah tersebut. Hal ini terungkap saat Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau langsung lokasi pembangunan rel ganda di kawasan Stasiun Batutulis bersama pemangku kepentingan terkait. Kunjungan tersebut telah dilakukan pada Selasa, 9 Maret 2022 lalu.

Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam membangun jalan baru atau fly over di kawasan Stasiun Batutulis. Hal ini, kata Dedie, menjadi krusial dan penting juga prioritas karena saat nanti pembangunan selesai, tentu frekuensi kereta yang melintas akan lebih padat. Belum lagi, Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan rampung pada tahun ini. Meskipun ada toleransi penambahan paling lambat selesai pada 2022. Sehingga akhir 2022, sudah selesai seluruhnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Stasiun Utama Berlin Kini Jadi Tempat Pengungsian Warga Ukraina

Stasiun kereta api utama di Berlin dipenuhi ratusan pengungsi Ukraina. Para pengungsi ini kebanyakan ibu dan anak-anak yang mencari tempat aman, jauh dari perang di negara mereka. Mereka tiba dari stasiun Polandia dan kereta yang ditumpangi penuh sesak.

Baca juga: Pekerja Bandara di Jerman Mogok Massal Akibat Perang Rusia-Ukraina, Penerbangan Kacau

“Pengungsi yang terhormat dari Ukraina, selamat datang di Jerman, silakan ikuti instruksi para sukarelawan dengan rompi kuning dan oranye,” ujar suara dari pengeras suara dalam bahasa Ukraina dan Inggris ketika para pengungsi tiba di stasiun utama Berlin.

Kemudian setelah itu, sekelompok relawan dengan rompi berwarna cerah muncul dengan pembagian yang menggunakan rompi kuning berbicara bahasa Jerman, Inggris dan lainnya. Sedangkan pengguna rompi oranye berbahasa Ukraina dan Rusia. Dirangkum KabarPenumpang.com dari apnews.com (16/3/2022), mereka membantu mengarahkan pengungsi ke arah ruang bawah tanah stasiun.

Meski padat dan seperti tak ada habisnya pengungsi yang tiba, operasi tersebut berjalan lancar walaupun bercampur dengan penumpang reguler kota Berlin. Bahkan para penumpang reguler ini banyak yang tidak tahu, bahwa di stasiun itu menjadi tempat pengungsian. Sayangnya para pengungsi ini tidak banyak bicara dengan keadaan mereka.

Hal ini karena ketakutan dan kengerian akibat perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Lebih dari tiga juta pengungsi telah meninggalkan Ukraina sejak Rusia menyerang dan sebagian besar melarikan diri ke Polandia, Moldova dan Rumania.

Sedangkan 160 ribu pengungsi Ukraina telah terdaftar secara resmi di Jerman. Tetapi jumlah yang sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi karena orang Ukraina bisa masuk ke Jerman tanpa visa dan tidak ada kontrol menyeluruh di sepanjang perbatasan Polandia da Jerman.

Untuk diketahui, Berlin telah menjadi pintu gerbang No. 1 bagi puluhan ribu pengungsi, dengan sekitar 7.500 tiba di stasiun kereta api setiap hari. Karena pejabat kota pada awalnya lambat untuk bereaksi terhadap arus besar-besaran, ribuan sukarelawan telah melangkah untuk membantu memenuhi setiap kebutuhan para pengungsi.

Para relawan membawa pendatang baru dari peron stasiun ke ruang tunggu di bawah tanah di sebelah McDonald’s. Mereka membagikan makanan dan minuman panas bagi pengungsi. Selain itu juga menawarkan sampo, popo, pembalut wanita dan perlengkapan kebersihan lainnya secara gratis.

Tak hanya itu, relawan juga mendirikan tenda menyusui bagi para ibu yang ingin menyusui bayi mereka. ZOna aman anak-anak pun disiapkan dengan mainan dan kotak penuh pakaian bekas. Bagi mereka yang membawa hewan peliharaan juga ditawarkan makanan.

Tak hanya itu, ada stand yang dioperasikan kereta api Jerman Deutsche Bahn yang membagikan tiket kereta api gratis bagi mereka yang ingin melanjutkan perjalanan ke tujuan lainnya. Tercatat lebih dari seratus ribu tiket telah terbit.

“Ketika ribuan pengungsi pertama tiba di sini, dengan cepat menjadi jelas bahwa di peron, tempat kereta datang dari Polandia, tidak ada cukup ruang. Itu sebabnya manajemen stasiun kami dengan cepat memutuskan untuk membebaskan kawasan lindung di ruang bawah tanah, ”kata juru bicara Deutsche Bahn Anja Broeker.

Sekitar sepertiga dari mereka yang tiba berencana untuk tinggal, tetapi kebanyakan tidak memiliki keluarga atau teman untuk menyambut dan melindungi mereka, tidak ada tempat untuk tidur. Jadi para sukarelawan membawa mereka ke tenda putih besar di luar pintu belakang stasiun, di sebelah Sungai Spree dan di depan Kanselir.

Baca juga: Perang dengan Rusia, Proyek Kereta Cepat Lviv-Kharkiv Ukraina Sirna?

Di sini, armada bus terus-menerus siap untuk membawa para pengungsi ke terminal 5 bandara BER baru Berlin, bekas bandara Tegel kota atau pusat konvensi di pinggirannya. Dalam beberapa hari terakhir, tempat-tempat itu berubah menjadi tempat penampungan darurat besar yang dipenuhi deretan ratusan ranjang bayi.

Stasiun Cipeundey, Kecil Namun Memiliki Segudang Cerita

Bila pernah bepergian dengan kereta api lintas Bandung – Banjar pasti tentu pernah mendengar Stasiun Cipeundeuy (CPD) yang satu ini. Berlokasi di Kecamatan Malangbong, Garut, Jawa Barat stasiun ini berada di ketinggian +772 MDPL. Lokasi yang berdekatan dengan jalan raya yang menghubungkan antara Bandung – Tasikmalaya tak membuat stasiun ini sukar dilihat. Karena papan penunjuk stasiun terlihat dari jalan raya serta bangunan stasiunnya.

Baca juga: Stasiun Ciomas, Dulu Terabaikan Sekarang Jadi Sorotan

Meski Stasiun Cipeundey bukan kelas stasiun yang besar, tapi semua kereta api wajib berhenti baik kereta api reguler maupun kereta api luar biasa (KLB). Selain dari ketinggian, stasiun ini berfungsi sebagai pengecekan rem berkala pada rangkaian maupun lokomotif. Ini berguna untuk menghindari ketidak handalan rem pada rangkaian kereta api alias mencegah rem blong. Karena kemiringan jalur kereta api yang menurun dibagian barat dan timur stasiun sebesar 25 permil.

Walaupun fisik bangunan stasiun ini terlihat hanya sebagai stasiun kecil, sejak zaman penjajahan Belanda ternyata memang sudah diperintahkan, bahwa di Stasiun Cipeundeuy semua kereta harus berhenti. Kejadian salah satunya menimpa pada tahun 1995 terjadi kecelakaan Kereta Api (KA) gabungan Galuh dan Kahuripan, pada tengah malam atau yang dikenal dengan tragedi Trowek. Kereta gabungan yang baru berangkat dari Stasiun Cipeundeuy, saat melintas di jembatan Trowek, tiba-tiba terperosok ke dalam jurang.

Sejak tragedi Trowek yang menimpa KA gabungan Galuh dan Kahuripan, untuk menghindari kejadian serupa, semua KA, baik yang akan ke timur maupun barat, diwajibkan berhenti di Stasiun Cipeundeuy. Kewajiban berhenti ini untuk pemeriksaan rem karena jalur setelah stasiun Cipeundeuy, merupakan petak yang cukup terjal naik-turunnya.

Baca juga: Wajah Stasiun Garut Saat Menyelimuti Suasana Malam 

Meski staisun kecil, namun di bagian halaman depan stasiun terdapat kuliner khas Jawa Barat dengan harga yang sangar terjangkau. Mulai dari jajanan gorengan, lontong sayur, sampai nasi dengan lauk pauk yang lengkap membuat area ini makin berwarna. Kuliner tersebut buka setiap hari selama 24 jam. Karena kereta api yang berhenti di Stasiun Cipeundey selama 10 menit jadi penumpang bisa mencicipi kuliner tersebut. Dan stasiun ini melayani 24 jam perjalanan kereta naik dan turun penumpang dengan pembelian tiket bisa secara langsung maupun memesan via aplikasi KAI. (PRAS – Cinta Kereta Api)