Operator Kereta di India Tak Bisa Kurangi Kecepatan Untuk Mencegah Kematian Gajah

Gajah di India banyak yang tewas karena tertabrak kereta. Masalah ini pun kemudian di bawa ke pihak berwajib dan kini sudah sampai ke Pengadilan Tinggi Madras. Operator kereta Southern Railway lantas memberi tahu Pengadilan Tinggi Madras bahwa tidak mungkin mengurangi kecepatan kereta api yang beroperasi antara Palakkad (Kerala) dan Podanur (Coimbatore).

Baca juga: Di India, 24 Gajah Liar Tewas Tertabrak Kereta Api Sejak 1978

Mereka juga mengatakan, tidak bisa mengalihkan beberapa kereta melalui rute Palakkad-Pollachi-Coimbatore untuk mencegah kematian gajah akibat tertabrak kereta api. Di depan Division Bench of Justices V, Bharathidasan dan N Sathish Kumar, penasihat Southern Railway Ramkumar mengatakan, KA antara Palakkad dan Podanur dioperasikan dengan kecepatan 45 km per jam antara pukul 18.00 sore dan 06.00 pagi waktu setempat.

Southern Railway juga menambahkan, bahwa mereka tidak mungkin mengurangi kecepatan lebih jauh karena adanya gradien. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thehindu.com (17/3/2022), kecepatan kereta dihitung berdasarkan ‘jarak tempuh’, di mana kereta tidak akan dapat bernegosiasi dalam gradien atau kelengkungan tertentu.

Bahkan dalam kenyataannya, menjalankan kereta di bawah batas kecepatan tidak diperbolehkan karena dapat membahayakan keselamatan penumpang. Apalagi hal itu dilakukan pada malam hari.

Dia mengatakan ada dua jalur antara Palakkad dan Podanur melalui Walayar Ghats. Garis ‘A’ sepanjang 48,26 km dan garis ‘B’ sepanjang 52,56 km dengan seluruh rute benar-benar dialiri listrik. Sedangkan jalur alternatif dari Palakkad ke Podanur melalui Pollachi sepanjang 97,68 km dan juga satu jalur.

Untuk diketahui, kereta yang dialihkan melalui rute alternatif ini harus mengalami dua kali pembalikan, satu di Pollachi dan satu lagi di Palakkad, dan akan membutuhkan waktu tempuh 143 menit lagi. Mereka menyatakan bahwa, kereta api sekrang dioperasikan melalui Walayar Ghats memakan waktu sekitar 62 menit untuk perjalanan antara Podanur dan Palakkad, Ramkumar mengatakan waktu perjalanan akan meningkat drastis jika kereta dioperasikan di jalur alternatif selain menimbulkan kendala teknis dalam membalikkan.

Sathish Kumar memberi tahu pengadilan bahwa Southern Railway telah mendirikan pagar surya gantung dan lampu surya untuk mencegah kematian gajah karena tertabrak kereta. Dia mengatakan vegetasi sekitar 10 hingga 15 meter di kedua sisi rel kereta api telah dibersihkan untuk memastikan visibilitas bebas ke pilot loco.

Dia juga mengatakan pejabat kereta api sedang dalam pembicaraan dengan dua perusahaan perangkat lunak swasta untuk menganalisis kemungkinan menggunakan Sistem Peringatan Dini Kecerdasan Buatan Pemrosesan Gambar untuk mendeteksi pergerakan gajah melalui kamera, dipasang di beberapa lokasi, dan mengirim data waktu nyata ke ruang kontrol yang dipantau secara terpusat. Tak hanya itu, pengacara mengeluh bahwa petugas kereta api tidak dapat menemukan pelacak gajah atau pengamat pemusnahan, yang akan dikerahkan oleh departemen kehutanan, selama inspeksi mereka.

Baca juga: Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Dia menambahkan bahwa departemen kehutanan belum mulai membangun menara pengawas di lokasi rawan kecelakaan. Oleh karena itu, majelis hakim mengarahkan Advokat Tambahan J. Ravindran untuk mendapatkan instruksi terkait hal ini dari departemen kehutanan selambat-lambatnya pada tanggal 25 Maret mendatang.

Intip Stasiun Pondok Ranji yang Miliki Peron Paling Panjang

Naik Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tanah Abang sampai dengan Serpong, dengan tentu melewati stasiun yang unik berikut ini. Stasiun yang berada di petak antara Kebayoran dan Jurangmangu ini berada di lokasi Jl. Stasiun Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Ya inilah Stasiun Pondokranji (PDJ). Terlihat dari luar stasiun ini sudah cukup megah namun tidak terlalu besar. Karena stasiun ini hanya melayani perjalanan KRL untuk naik dan turun penumpang.

Baca juga: Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Stasiun yang berada di jalur hijau (Green Line) antara Jakarta sampai dengan Banten ini berada di ketinggian +24 MDPL serta di KM 20+071. Dari area parkir stasiun, sudah di renovasi untuk parkir kendaraan roda empat yang semula sangat sempit kini terlihat lebih luas. Apalagi untuk kendaraan roda dua yang sudah memiliki parkir khusus sendiri yaitu berada di sebelah barat stasiun dengan bangunan 3 lantai. Ini dimaksudkan agar penumpang yang menyimpan kendaraan roda duanya bisa menampung lebih banyak, karena mayoritas penumpang KRL adalah pengguna roda dua.

Melirik ke bagian sisi luar stasiun terdapat mini market yang melayani bagi penumpang yang ingin jajan. Mengintip ke dalam Stasiun Pondok Ranji ada perbedaan dari stasiun lain. Uniknya pintu masuk dan keluar bagi penumpang di stasiun, ternyata di pisah. Selain luas, akses masuk dan keluar stasiun ini terasa lebih aman dan nyaman. Bagian dalam stasiun terlihat tertata rapi lengkap dengan petugas yang ramah melayani untuk para penumpang yang hendak naik dan turun KRL.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Memasuki area peron, terdapat 2 jalur kereta api. Untuk jalur 1 melayani KRL untuk tujuan Serpong, Parung Panjang, Maja sampai dengan Rangkasbitung. Lalu untuk peron 2 melayani KRL dengan tujuan Tanah Abang. Stasiun Pondok Ranji masih terlihat peron stasiun asli terutama bagian tiang kanopi yang terlihat rendah. Sebelumnya peron stasiun ini masih belum ditinggikan, jadi terlihat tiang penyangga atap peron pun masih terlihat tinggi. Namun saat peron ditinggikan sesuai standar kemudahan penumpang naik dan turun, bagian tiang penyangga peron terlihat lebih rendah. Cukup waspada bagi penumpang yang memiliki tinggi bada sedikit diatas 170 cm agar tidak terbentur besi tiang.

Baca juga: Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’

Toilet stasiun hanya berada di jalur 1 saja. Kemudian terlihat kolam mini yang berisi ikan hias hasil kreativitas petugas menambah keindahan stasiun. Menuju ke arah barat, jika dilihat stasiun ini memiliki peron yang sangat panjang dari stasiun lainnya. Bagaimana tidak, jika di perhatikan ternyata ada bangunan baru untuk pintu keluar mengarah ke Jl. Bintaro Creative Village melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Namun peron ini dikhususkan bagi penumpang keluar dan masuk dari bangunan baru tersebut bukan untuk menunggu KRL. Karena panjang rangkaian KRL tetap 10 unit untuk lintas Tanah Abang – Rangkasbitung pp. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Seandainya ‘Dengarkan’ Peringatan NATO, Antonov An-225 Mryia Seharusnya Bisa Diselamatkan

Hingga hari ini, banyak orang yang masih tak percaya bahwa pesawat angkut (kargo) terbesar di dunia Antonov An-225 Mryia, telah hancur akibat serangan Rusia. Dengan status Bandara Hostomel (Gostomel) yang menjadi battle ground antara pasukan Rusia dan Ukraina, maka saat itu cukup sulit untuk mengetahui nasib An-225, berulang kali publik hanya bisa menganalisa dari citra satelit, sampai akhirnya toh dapat dipastikan bahwa An-225 telah hancur berikut hanggarnya.

Baca juga: Bandara Hostomel, Saksi Bisu Kehancuran Pesawat Angkut Terbesar Antonov An-225 Mryia

Dikutip dari simpleflying.com (20/3/2022), terungkap sebuah pernyataan dari seorang pilot yang bekerja di Antonov Aircraft. Disebut sebagai Mayor Dmytro Antonov, ia memposting keterangannya di YouTube pada 18 Maret lalu, dimana ia menuduh manajemen Antonov sengaja mengabaikan peringatan dari NATO mengenai invasi Rusia yang bakalan terjadi.

Dmytro Antonov membahas mengapa pesawat tidak dipindahkan dari Ukraina, ke wilayah yang lebih aman, terutama pada hari-hari menjelang invasi Rusia.

“Tidak ada keputusan untuk memindahkan pesawat ke mana pun. Padahal pesawat itu bisa dipindahkan ke Rzeszów (bagian selatan Polandia), atau bisa juga dipindahkan ke Leipzig (Jerman). Mengapa Leipzig? Karena pada 26 Januari, ada peringatan dari NATO melalui Antonov Logistics di Jerman untuk relokasi semua pesawat kami. Personel penerbangan, suku cadang, dll [dapat diangkut] ke Leipzig mengingat kemungkinan terjadinya perang. Tapi sayangnya, tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini…Dan seperti yang saya katakan, tidak ada keputusan atau kemauan untuk merelokasi pesawat terutama pada tanggal 15 dan 23 Februari,” ujar Dmytro Antonov. Sejauh ini, belum ada respon dari Antonov Aicraft atas pernyataan Dmytro Antonov.

Antonov An-225 Mriya terbang perdana pada 21 Desember 1988. Ketika itu, Uni Soviet masih eksis meski sudah mengalami beberapa kemunduran. Setelah Uni Soviet runtuh pada 26 Desember 1991, perusahaan Antonov Airlines, termasuk pesawat Antonov An-225 Mriya, jatuh ke tangan Ukraina.

Mengingat posisinya yang rentah sebagai musuh Rusia, Ukraina pun mencoba bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutu di NATO. NATO sendiri coba memanfaatkan Ukraina untuk mendukung program SALIS atau Strategic AirLift International Solution melalui kerjasama stategis pada tahun 2018 lalu.

Baca juga: Maksa Mendarat di Tengah Kabut Tebal, Antonov An-225 Mriya Alami Kerusakan

Kerjasama ini memberi NATO kemampuan transportasi kargo besar menggunakan pesawat An-22, An-225, dan IL-76, ke sembilan negara aliansi NATO, mulai dari Belgia, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Hongaria, Norwegia, Polandia, Slovakia, Slovenia, dan Slovenia.

Pertama Kali, Boeing 747SP NASA dengan Teleskop SOFIA Beroperasi di Amerika Selatan

Di antara beragam varian “Queen of the Skies,” jenis Boeing 747SP (Special Performance) adalah yang paling sulit dijumpai, itu lantaran populasi pesawat widebody ini hanya 45 unit di seluruh dunia. Dan di tengah meredupnya kejayaan keluarga Boeing 747, ada kabar bahwa salah satu Boeing 747SP saat ini masih dioperasikan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Baca juga: Boeing 747SP, Varian “Queen of the Skies” yang Hanya Bertahan Seumur Jagung

Di tangan NASA, Boeing 747SP dengan registrasi N747NA didapuk sebagai Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA). Dikutip dari simpleflying.com (21/3/2021), Boeing 747SP SOFIA pada 18 Maret 2022 telah mendarat di Bandara Internasional Santiago di Chili. Disebutkan Boeing 747SP akan melakukan eksperimen selama dua minggu ke depan, dan ini adalah pertama kalinya SOFIA mendarat di Amerika Selatan.

Lantaran merupakan peristiwa yang langka, maka kehadiran Boeing 747SP SOFIA menjadi menarik perhatian para pecinta dunia dirgantara. Dalam misi di Amerika Selatan, SOFIA akan mengamati benda-benda langit yang hanya dapat dilihat dari garis lintang Belahan Bumi Selatan.

Bermarkas di Palmdale, California, ini menjadi perjalanan internasional pertama SOFIA pada tahun 2022. Semua penerbangan sebelumnya tahun ini adalah di sekitar Palmdale dan satu ke Fresno pada 14 Februari. SOFIA akan mengoperasikan delapan penerbangan sains dari Bandara Internasional Santiago, Tim NASA dalam misi ini akan mengamati Awan Magellan Besar dan Kecil selama penyebaran, yang merupakan dua galaksi yang menjadi tetangga galaksi terdekat Bima Sakti kita.

Boeing 747SP yang dilengkapi teleskop SOFIA adalah pesawat berusia 44 tahun. Pesawat ini awalnya dioperasikan oleh maskapai Pan Am pada tahun 1977, sebelum diakihkan ke United Airlines pada tahun 1986. NASA memperoleh pesawat ini pada tahun 1997 dan banyak memodifikasinya untuk mempersiapkan peran barunya yang membawa teleskop reflektif yang memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari tata surya. Proyek ini terwujud atas kerjasama NASA-German Aerospace Center (DLR), dengan skema kemitraan 80-20 persen ini, memilih Boeing 747 sebagai pesawat pembawa teleskop SOFIA.

Baca juga: Intip Teleskop Terbang Terbesar di Dunia Boeing 747 NASA

Teleskop SOFIA Boeing 747SP punya misi berat. Pesawat teleskop ini didapuk untuk memotret inframerah di tata surya. Itu mengapa teleskop SOFIA disematkan pada pesawat, bukan diletakkan di daratan layaknya teleskop lain. Dengan meletakkan teleskop di pesawat, yang notabene terbang pada ketinggian 38.000 dan 45.000 kaki, SOFIA Boeing 747SP dimungkinkan untuk beroperasi secara maskimal dikarenakan teleskop berada di atas atmosfer penghambat inframerah bumi.

Teleskop terbesar di dunia yang dipasang di pesawat ini biasanya beroperasi sampai 10 jam dalam sehari, selama 100 kali dalam setahun. Cara kerjanya, bagian belakang sebelah kiri pesawat terbuka dan teleskop mulai bekerja mengamati gelombang inframerah di luar angkasa. Dalam prosesnya, teleskop dibantu oleh berbagai kamera canggih, spektrometer, dan polarimeter.

“Penunjang Ekonomi” Bentuk Solidaritas Awak Mayasari Bakti

Bicara soal solidaritas antarawak bus, awak bus kota Mayasari Bakti boleh jadi adalah juaranya. Sebab, mereka punya tradisi memberikan bantuan uang untuk rekan sejawat yang terpaksa meliburkan diri.

Baca juga: Awak Mayasari Bakti Punya Panggilan Sayang ke Armadanya, Salah Satunya “Manohara”

Awak Mayasari Bakti punya tradisi “PE” yang merupakan singkatan dari “penunjang ekonomi”. Sesuai namanya, “PE” disiapkan untuk menunjang ekonomi awak bus yang tak memperoleh penghasilan karena tidak bisa “narik”.

Asep, pengemudi Mayasari Bakti Patas AC05 Bekasi Barat-Blok M menyebut “PE” biasanya diberikan kepada awak bus dengan rute yang sama. Namun, bukan berarti awak bus berlambang bola bersayap itu berbeda tidak boleh mendapatkan “PE” dari awak bus dari rute berbeda.

“Dapatnya itu biasanya kalau mobil storing [mogok atau bermasalah]. Kita enggak bisa narik lagi kan, nah teman-teman itu kasih “PE” buat beli makan atau rokok lah. Biasanya yang ngasih dari rute sama. Tapi ya dari rute lain asal kita kenal baik mah suka ngasih juga,” katanya.

Asep mengaku tak tahu menahu sejak kapan tradisi “PE” ini berlangsung. Namun yang jelas, tradisi ini sudah ada sejak dirinya pertama kali bergabung dengan Mayasari Bakti pada pertengahan 1990-an.

Kemudian untuk nominal “PE” menurut Asep tidak ada ketentuan baku berapa yang harus diberikan. Tetapi biasanya menyesuaikan dengan pendapatan yang diterima dalam satu hari oleh masing-masing awak bus.

“Bebas sebenarnya, mau enggak ngasih juga enggak ada yang larang. Kita mah tergantung pendapatan hari itu aja. Kalo pas “nanduk” atau banyak ya kita kasih agak lumayan. Kalo kita juga lagi seret kasih sedikit teman-teman juga paham kok. Buat beli rokok sebatang lah jelek-jeleknya,” katanya.

Tidak ada perbedaan perlakuan terhadap awak bus yang baru maupun lama. Semua berhak mendapatkan “PE” tanpa terkecuali.

Selain itu, awak bus yang berasal dari suku selain Sunda juga berhak mendapatkannya. Seperti diketahui, awak Mayasari Bakti sebagian besar berasal dari Bumi Priangan, khususnya wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Baca juga: “Cilokan” Suplemen Pendapatan Awak Mayasari Bakti

“Mau Sunda, mau Jawa, mau Padang, semua sama aja. Kita enggak beda-bedain. Sama-sama cari uang di jalan, sama-sama saudara kita juga, orang Indonesia satu perjuangan,” tegasnya. [Bisma Satri]

Catat Jadwalnya, KA Mutiara Timur Hadir Dengan Rute Baru

Bagi warga Banyuwangi, Surabaya , maupun Yogyakarta kini sudah bisa merasakan rute baru, lho. Ya KA Mutiara Timur nantinya akan perpanjang rute dari Stasiun Ketapang (Banyuwangi) sampai dengan Stasiun Yogyakarta. KA Mutiara Timur biasanya dikenal melayani rute Ketapang – Surabaya Gubeng, namun pada akhir bulan Maret 2022 akan diperpanjang rutenya. KA ini dijalankan pada tanggal 25 – 27 Maret 2022.

Baca juga: Kereta Api Mutiara Malam 4 Kali Berubah Rangkaian Sejak 1970

KA Mutiara Timur dijalankan hanya satu kali pulang pergi yakni berangkat dari Stasiun Ketapang pada pukul 17.30 WIB dan tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 05.35 WIB. Serta sebaliknya dari Stasiun Yogyakarta pukul 20.05 WIB kemudian tiba di Stasiun Ketapang pukul 07.30 WIB. Adapun KA Mutiara Timur menempuh perjalanan selama 11 jam 25 menit dan memiliki 2 kelas yaitu eksekutif dan ekonomi.

Dengan beroperasinya kembali KA Mutiara Timur adalah sebagai komitmen KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan kereta api dengan memberikan banyak pilihan KA sesuai dengan jam operasional dan kelas kereta yang diinginkan. Adapun jadwal pemberhentian KA Mutiara Timur sebagai berikut:

KA 182/179 rute Ketapang – Yogyakarta

Ketapang : 17.30
Banyuwangi Kota : 17.43 – 17.45
Rogojampi : 17.58 – 18.00
Temuguruh : 18.12 – 18.14
Kalisetail : 18.24 – 18.26
Kalibaru : 18.45 – 18.49
Kalisat : 19.34 – 19.36
Jember : 19.57 – 20.10
Rambipuji : 20.22 – 20.24
Tanggul : 20.45 – 20.47
Probolinggo : 21.51 – 21.56
Pasuruan : 22.31 – 22.33
Bangil : 22.51 – 22.55
Sidoarjo : 23.17 – 23.21
Surabaya Gubeng : 23.43 – 00.10
Boharan : 00.29 – 00.37
Mojokerto : 00.56 – 00.59
Jombang : 01.19 – 01.22
Kertosono : 01.36 – 02.04
Nganjuk : 02.24 – 02.26
Madiun : 03.03 – 03.11
Ngawi : 03.34 – 03.36
Sragen : 04.09 – 04.12
Solo Balapan : 04.36 – 04.41
Klaten : 05.06 – 05.09
Yogyakarta : 05.35

Baca juga: Kereta Pembangkit, Rangkaian Penting yang Selalu Dikait

KA 180/181 rute Yogyakarta – Ketapang

Yogyakarta : 20.05
Klaten : 20.30 – 20.32
Solo Balapan : 20.57 – 21.06
Sragen : 21.30 – 21.32
Ngawi : 22.03 – 22.05
Madiun : 22.26 – 22.34
Nganjuk : 23.12 – 23.14
Kertosono : 23.33 – 23.36
Jombang : 23.51 – 23.54
Mojokerto : 00.14 – 00.17
Surabaya Gubeng : 00.53 – 01.20
Sidoarjo : 01.43 – 01.46
Bangil : 02.08 – 02.12
Pasuruan : 02.30 – 02.32
Probolinggo : 03.07 – 03.12
Tanggul : 04.16 – 04.18
Rambipuji : 04.38 – 04.40
Jember : 04.52 – 05.00
Kalisat : 05.20 – 05.22
Kalibaru : 06.07 – 06.09
Kalisetail : 06.28 – 06.30
Temuguruh : 06.40 – 06.42
Rogojampi : 06.54 – 06.56
Banyuwangi Kota : 07.09 – 07.16
Ketapang : 07.30
(PRAS – Cinta Kereta Api)























Tangki Double, Fasilitas Penting Tak Kasat Mata

Fasilitas yang satu ini boleh jadi tak kasat mata, tetapi fungsinya tak bisa dianggap remeh. Fasilitas tersebut adalah tangki double yang biasa digunakan oleh bus antar kota antar provinsi (AKAP) jarak jauh.

Baca juga: Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

Tujuan dari penggunaan tangki double atau tangki yang ukurannya diperbesar adalah menampung lebih banyak bahan bakar. Dengan demikian, bus tak perlu mampir terlalu banyak ke stasiun bahan bakar umum (SPBU) di tengah perjalanan.

Perjalanan jadi lebih efektif dan efisien. Bus bisa sampai di tujuan lebih cepat. Tentu saja, penumpang jadi pihak yang paling diuntungkan dengan adanya tangki double.

Lantas, bagaimana dengan pengemudi atau awak bus lainnya? Mereka tentu saja ikut diuntungkan dengan adanya tangki double. Mereka tak perlu was-was kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan, terlebih bagi bus-bus di Sumatra.

Seperti diketahui, mencari bahan bakar jenis solar di Sumatra bukan perkara mudah. Solar langka seperti sudah menjadi makanan sehari-hari bagi awak bus atau truk di pulau tersebut.

Tak sedikit SPBU yang memasang papan bertuliskan “Solar Habis”. Tetapi di sekitarnya banyak penjual solar eceran yang menjual bahan bakar tersebut dengan harga jauh lebih tinggi. Membeli solar dari mereka tentu bukan pilihan bijak.

Selain harganya, kualitas solar yang dijual eceran juga patut dipertanyakan. Bukan tidak mungkin solar-solar yang disimpan dalam jeriken atau drum itu terkontaminasi air. Tentunya, hal itu akan merusak mesin kendaraan.

Kembali ke tangki double, biasanya tangki tersebut diletakkan di bagian tengah di antara bagasi kiri dan kanan. Untuk sasis berjenis space frame, keberadaan tangki double biasanya terlihat dari adanya kotak berukuran cukup besar yang memakan ruang bagasi.

Asal tahu saja, bagasi bus bersasis space frame tembus dari sisi kiri dan kanan. Sehingga memungkinkan untuk mengangkut lebih banyak barang, termasuk sepeda motor dalam kondisi berdiri.

Kapasitas tangki bus standar biasanya berada di kisaran 250-300 liter. Bila menggunakan tangki double kapasitasnya bisa diperbesar hingga 700 liter. Sangat besar, sehingga di kalangan pengemudi bus kerap disebut sebagai “tangki kolam lele”.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

“Tangki kolam lele” ini juga sangat berguna saat macet parah. Paling tidak, awak bus tak perlu khawatir bahan bakar terbuang untuk menghidupkan AC dan perangkat-perangkat lain di dalam bus untuk membuat nyaman para penumpang. (Bisma Satria)

Masstrans, Bus Kota dengan Pramugari di Jakarta

Bus antar kota antar provinsi (AKAP) dengan pramugari saat ini sudah jadi hal biasa. Tetapi, tahukah Anda bahwa sebenarnya keberadaan pramugari di bus sudah ada sejak medio 1990-an dan diawali oleh bus kota?

Baca juga: RK Kompor, Tonggak Awal Keberhasilan Bus Mesin Belakang Hino di Indonesia

Bus kota yang dimaksud adalah bus Patas AC Masstrans yang melayani rute Lebak Bulus-Senen pulang pergi (PP). Masstrans merupakan nama yang digunakan oleh PT Steady Safe Tbk. untuk layanan bus Patas AC eksklusif miliknya. Layanan tersebut diperkenalkan pada pertengahan 1990-an, tepatnya pada 1994.

Unit yang digunakan oleh Masstrans berbeda dengan Patas AC Steady Safe. Masstrans menggunakan unit Mitsubishi RM 177L berkaroseri Trijaya Union yang penampilannya khas, mirip bus-bus Jepang. Jumlah kursinya 54 tempat duduk dan tidak boleh ada penumpang berdiri seperti bus Patas AC pada umumnya.

Majalah Mobil Motor edisi Agustus 1994 menyebutkan cara unik Masstrans menggaet penumpang. Seperti menghadirkan pramugari dan petugas keamanan dalam tiap bus Patas AC milik Masstrans. Upaya tersebut dilakukan semata-mata demi kepuasan penumpang atau pengguna jasa. Rumus kepuasan Masstrans terdiri atas kenyamanan, kecepatan, dan keamanan.

Dalam mengoperasikan bus-bus Patas AC-nya itu, Masstrans akan memakai sistem target atau secara sederhana adalah sistem setoran. Artinya, si pengemudi diwajibkan memenuhi target tertentu yang harus dipenuhi.

Walaupun demikian, untuk menghindari kecurangan awak bus atau operasional tidak sesuai prosedur, Masstrans juga menyiapkan dua sistem pengawasan. Pertama, melalui pengawasan melekat. Dalam sistem ini, petugas pengawas akan langsung berada di lapangan untuk mengawasi tingkah laku pengemudi. Kedua melalui sistem random atau acak.

Sistem yang pertama, petugas pengawas minta bantuan pihak kepolisian. Kemudian sistem yang kedua, petugas pengawas dari perusahaan sendiri, mereka bertindak tiba-tiba atau melakukan inspeksi mendadak dan dilakukan secara acak terhadap bus yang beroperasi.

Layanan bus Patas AC eksklusif Masstrans tak bertahan lama. Salah satu penyebabnya adalah krisis yang terjadi pada 1998. Tingginya biaya operasional ditambah dengan rendahnya jumlah penumpang membuat layanan ini dihapus oleh Steady Safe.

Baca juga: Awak Mayasari Bakti Punya Panggilan Sayang ke Armadanya, Salah Satunya “Manohara”

Saat ini, Steady Safe sudah menjadi salah satu operator Transjakarta. Selain menjadi operator bus kota, pada masa kejayaannya perusahaan tersebut juga mengoperasikan layanan taksi di Jakarta. (Bisma Satria)

“AC Gantung”, Teknologi AC Bus yang Nyaris Tak Tersisa

Bus berpendingin udara atau bus ber-AC biasanya ditandai dengan bus yang “menggendong” unit AC berbentuk kotak di atapnya. Namun, hal itu ternyata tak sepenuhnya bisa dijadikan penanda karena masih ada yang namanya “AC gantung”.

Baca juga: Begini Ternyata Cara Isi Air Toilet di Bus AKAP

Sesuai namanya, AC gantung diletakkan di bagian bawah bus dengan posisi menggantung. Udara dingin yang dihasilkan oleh unit AC tersebut disalurkan menggunakan pipa yang ditanam dalam salah satu pilar bus. Oleh karena itu, pada bus ber-AC gantung biasanya ada satu pilar yang ukurannya jauh lebih besar karena keberadaan pipa tersebut.

Cara kerja AC gantung untuk proses pendinginan sama halnya dengan AC bus yang unitnya berada di atap. Perbedaannya terletak pada sumber tenaganya yang tidak mengambil dari mesin bus.

Bus yang ber-AC gantung biasanya membawa mesin tambahan yang ukurannya lebih kecil untuk menjalankan AC. Dengan kata lain, saat AC dihidupkan tidak akan mempengaruhi performa mesin untuk menggerakkan roda belakang.

Mesin yang digunakan untuk menjalankan AC gantung biasanya adalah mesin diesel milik mobil-mobil kecil seperti mesin Isuzu Panther lama dengan kode C223 berkapasitas 2.300 cc atau mesin milik Mitsubishi L300 berkode 4D56. Bisa juga mesin genset berukuran kecil yang biasa digunakan untuk menghidupkan pompa air bermerk Kubota atau lainnya.

Keberadaan mesin beserta unit AC lengkap dengan tangki bahan bakarnya di bagian bawah bus tentu saja memakan ruang bagasi bus yang tidak sedikit. Bahkan, di beberapa bus satu sisi bagasi bisa saja didedikasikan untuk alat-alat tersebut.

Buat bus yang melayani rute pendek atau tidak memuat paket tentu saja bukan persoalan. Tetapi bagi bus yang melayani rute jarak jauh, khususnya antarpulau hal itu tentu saja menjadi persoalan besar.

Persoalan lainnya adalah konsumsi bahan bakar jauh lebih besar karena mesin yang dioperasikan jumlahnnya dua. Oleh karena itu, saat ini AC gantung sudah ditinggalkan oleh banyak perusahaan otobus seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kemampuan mesin bus.

Baca juga: Dangdut, Tontonan Favorit dalam Perjalanan Bus Antar Kota

Perlu diketahui, AC gantung lahir untuk menyiasati ketidakmampuan mesin-mesin lama saat dibebani AC. Contohnya adalah mesin OM352 milik Mercedes Benz OF1113 yang tenaganya hanya 130 tenaga kuda (horse power/HP). Apabila mesin itu “digandoli” AC tentu saja membuat bus tidak bisa berlari kencang atau melahap tanjakan. [Bisma Satria]

Berhenti dari Pekerjaan Tetap, Seorang Insinyur Percantik 48 Stasiun dengan Seni 3D

Ada 48 stasiun kereta api di India yang dibalut dengan seni 3 dimensi (3D) dan membuatnya tampak lebih indah dari sebelumnya. Keindahan ini dibuat oleh seorang insinyur yang berhenti dari pekerjaannya. Nilesh Nagra dari Indore Madhya Pradesh, lima tahun lalu merasa jijik seperti kebanyakan penumpang yang melihat keadaan menyedihkan sebuah stasiun kereta api di India.

Baca juga: Setelah Bus Scania, Mural Rangkaian Kereta Api India Sukses Sedot Perhatian Warga

Dari urinoir terbuka, cat dinding yang mulai mengelupas, kotoran sapi hingga lalat di mana-mana. Ternyata hal ini membuat terbayang di pikiran Nilesh selama berhari-hari, bahkan saat dia kembali ke rumahnya. Meski kondisi stasiun di Madhya Pradesh tidak separah itu, dia khawatir keadaanya bisa lebih buruk dan memutuskan untuk mengambil tindakan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thebetterindia.com (16/3/2022), karena berprofesi sebagai insinyur sipil, Nilesh akhirnya berdiskusi dengan temannya untuk mempercantik stasiun kereta api melalui lukisan dan beberapa minggu kemudian keduanya duduk di luar kantor Division Railways Magistrate (DRM) Ratlam. Mereka mengusulkan karya seni 3D yang mempromosikan warisan, seni, budaya dan tradisi lokal.

Awalnya mereka bereksperimen hanya dengan satu peron kereta api dan sebagai gantinya mereka mendapat lima stasiun. Satu-satunya syarat adalah mereka harus mendanai sendiri proyek tersebut. Kemudian, Nilesh mengumpulkan lima orang yang belajar seni rupa, atau mereka yang lulus di bidang yang sama, dan menyelesaikan proyek tersebut, membuat para pejabat dan penumpang terkesan.

“Mereka melakukan pekerjaan hebat dengan biaya minimal. Melihat dinding menjadi hidup dengan warna-warna cerah, monumen lokal, tempat wisata, festival dan banyak lagi, kami mengamati perubahan perilaku orang juga. Ada kesadaran dan pengurangan aktivitas pembuangan sampah. Sekarang orang berpikir sebelum meludah,” kata Babar Qureshi, Manajer Komersial, Divisi Ratlam.

Apa yang dimulai dengan tim kecil yang terdiri dari lima orang sekarang memiliki 145 seniman dan perusahaan mereka ‘Satrangi Creations’ dikenal luas di kalangan perkeretaapian.

“Sejauh ini kami telah mencakup 48 stasiun dan area seluas tujuh lakh kaki persegi. Kami telah bekerja di Rajasthan, Maharashtra dan Madhya Pradesh. Idenya adalah untuk mendorong orang menjaga kebersihan stasiun dengan membuat kreasi yang unik. Kecil kemungkinan Anda akan membuang sampah di tempat yang terlihat memukau. Saya berterima kasih kepada kereta api karena mendukung saya,” kata Nilesh.

Sementara beberapa proyek mereka didanai oleh departemen perkeretaapian, beberapa disponsori melalui kegiatan CSR atau didanai sendiri.

“Kota Neemuch, tempat tugas kedua kami, adalah tempat lahirnya Central Railway Police Force (CRPF), jadi kami mendekati mereka dan menjelaskan karya seni bertema CRPF kami untuk stasiun tersebut. Mereka setuju dan memberi kami Rs2,5 lakh. Beberapa surat kabar bahkan telah meliput acara tersebut. Jadi untuk setiap stasiun, kami mencoba mendekati organisasi lokal yang dapat membantu kami secara finansial,” katanya.

Nilesh berhenti dari pekerjaan penuh waktunya di sebuah rumah perusahaan dan melibatkan dirinya sepenuhnya dalam melukis dinding dan mural. Pada setiap proyek, tim mempelajari budaya lokal, bangunan cagar budaya, sejarah, cara hidup dan lainnya untuk memasukkan sebanyak mungkin pemandangan lokal.

Dia mengatakan kereta api bisa menjadi media yang baik untuk memperkenalkan wisatawan ke pemandangan lokal. Misalnya, mereka menambahkan cetak blok Nandana di Neemuch, lukisan ratu Ahilyabai Holkar di Indore, tarian rakyat Maharana Pratap dan Ghomer di Chittorgarh, seni Ajanta Ellora di Jalgaon dan sebagainya. Salah satu karya seni mereka diperhatikan oleh Dewan Seni Norwegia pada tahun 2019 di media sosial dan Nilesh diundang ke negara itu untuk berkolaborasi.

Baca juga: Lukisan Dinding Ramaikan 100 Stasiun di India

“Itu adalah dorongan besar bagi kami. Saya mengunjungi mereka dua kali, sekali untuk desain dan kedua kalinya untuk mengeksekusinya. Mereka ingin tahu teknik 3D saya,” katanya.