Berlaku Hari Ini! Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kini Tak Wajib Tunjukkan Hasil Tes PCR atau Rapid Antigen

Beberapa hari lalu pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan sudah mengumumkan pelaku perjalanan domestik menggunakan pesawat terbang tidak wajib menunjukkan surat hasil tes PCR atau Rapid Antigen. Meski beberapa masyarakat yang belum mengetahui informasi tersebut, tetapi mereka tetap membawa surat yang menunjukkan hasil negatif dari Covid-19. Nah, ternyata untuk persyaratan tersebut akhirnya berlaku pada perjalanan kereta api yang dimulai hari ini, Rabu (9/3).

Baca juga: Tes Covid Sudah Tidak Berlaku Lagi Untuk Naik Pesawat, Naik Kereta Api Kok Masih Berlaku, Kenapa?

Bagi kalian yang menggunakan kereta api untuk perjalanan lokal, menengah maupun jarak jauh kini bisa bernafas lega. Pasalnya PT KAI (Kereta Api Indonesia) sudah memberlakukan persyaratan penumpang yang menggunakan perjalanan dengan kereta api sudah tidak wajib menunjukkan surat hasil tes PCR atau Rapid Antigen.

Dari informasi tersebut mengacu pada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 nomor 11 tahun 2022 yang beredar pada tanggal 08 Maret kemarin mengenai petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). Dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 25 tahun 2022 tanggal 08 Maret 2022 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan moda transportasi perkeretaapian pada masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19).

Berikut syarat dan ketentuan yang berlaku per 9 Maret 2022 bagi penumpang yang melakukan perjalanan dengan kereta api:

– Bagi penumpang kereta api yang melakukan perjalanan antar kota/jarak jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau dosis ketika (booster), tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif Tes PCR atau Rapid Antigen

– Penumpang yang masih mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun 3 x 24 jam, atau Rapid Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun 1 x 24 jam

– Untuk penumpang pelaku perjalanan kereta api komuter, lokal, jarak dekat, dan aglomerasi tidak wajib menunjukkan hasil negatif Tes PCR atau Rapod Antigen dan minimal mendapatkan vaksinasi dosis pertama

– Bagi anak – anak yang berusia dibawah 6 tahun diperbolehkan menggunakan kereta api baik perjalanan jauh maupun komuter tanpa menunjukkan kartu vaksin dan hasil tes PCR atau Rapid Antigen, namun diwajibkan didampingi oleh orang tua.

Dari perubahan persyaratan tersebut PT KAI tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Gara-gara Melap Ludah di Pintu Kereta, Penumpang MTR Hong Kong Didenda Rp9,2 Juta

Baru-baru ini kelakuan jorok penumpang di Hong Kong membuatnya didenda HK$5.000 atau sekitar Rp9,2 juta. Penumpang perempuan itu dikenakan denda setelah dirinya tertangkap kamera saat mengolesi air liurnya di puntu kereta MTR Hong Kong.

Baca juga: Sikat Gigi dan Meludah di Peron, Penumpang Ini Viral di Twitter

Juru bicara polisi mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan insiden yang terjadi pada Jumat (4/3/2022) pagi di Stasiun Kowloon Tong. Beberapa penumpang juga diduga menyerang penumpang wanita itu dan dia kemudian melarikan diri dari tempat kejadian.

Dalam video yang beredar, wanita tersebut menggunakan jaket hitam dan masker ditarik ke bawah dagunya dan dia berdiri di samping pintu kereta. Kemudian meludah dan menyeka air liurnya di pintu.

KabarPenumpang.com melansir laman cbn.com (6/3/2022), karena perilaku joroknya tersebut, penumpang yang ada di dekatnya mencaci-maki dia dan petugas MTR mencoba melerainya. Video lainnya menunjukkan pertukaran panas antara wanita itu dan penumpang lain.

Apa lagi saat dia membuat gerakan tangan kasar pada orang-orang dan menanyainya seorang anggota staf yang mencoba memintanya pergi jika penumpang itu bermaksud melakukan pelecehan seksual padanya. Polisi yang tiba di tempat kejadian kemudian mendenda wanita itu.

Insiden tersebut bukan hanya mengganjar penumpang jorok itu, tetapi membuat penundaan lima hingga sepuluh menit di jalur East Rail yang menuju Hung Hom. Yang mana selanjutnya kereta kembali ke depo untuk dibersihkan dan didesinfeksi.

Juru bicara MTR mengatakan perusahaan mengutuk keras semua tindakan yang mengancam kesehatan masyarakat, menambahkan bahwa mencegah pintu kereta dari penutupan dapat menghambat layanan dan ketidaknyamanan orang lain. Untuk diketahui, polisi mengatakan mereka menerima laporan tentang perselisihan yang melibatkan wanita itu tidak mengenakan maskernya dengan benar dan menghalangi kereta api tujuan Hung Hom untuk berangkat sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Beberapa penumpang yang marah menyerang wanita itu dan melarikan diri, menurut pihak kepolisian. Polisi menyatakan wanita itu dikenakan denda di bawah Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, sementara dugaan serangan terhadap wanita itu diklasifikasikan sebagai “serangan biasa”.

Baca juga: Ternyata, Kebiasaan Meludah di Angkutan Umum Sudah Ada Sejak Masa Kolonial Belanda

Peraturan tersebut menyatakan bahwa siapa pun yang tidak memakai masker di angkutan umum akan didenda HK$5.000. Mereka yang tidak membayar denda akan mengalami peningkatan hukuman hingga maksimum HK$10 ribu.

Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

Menjadi pengemudi bus bukan berarti tidak punya penghasilan tambahan atau “ceperan” seperti halnya pekerja pada umumnya. Mereka ternyata juga bisa mendapatkannya melalui banyak cara, termasuk cara-cara yang legal atau diperbolehkan oleh perusahaan otobus (PO).

Baca juga: Cegah Kantuk ala Pengemudi Bus Antar Kota

Untuk pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) “ceperan” biasanya didapatkan dari pengiriman barang atau paket yang dititipkan di bagasi bus. Di beberapa PO bahkan ada yang sepenuhnya memberikan uang hasil pengiriman barang kepada kru bus, alih-alih masuk kas perusahaan sepenuhnya atau sebagian dengan skema bagi hasil.

Suyono, salah satu pengemudi bus jurusan Jakarta – Wonogiri PP mengatakan bahwa “ceperan” dari pengiriman barang bisa dia dapatkan nyaris setiap hari. Terlebih ketika bus berangkat menuju ibukota yang mana beberapa penumpang merupakan pedagang pasar.

“Biasanya ada paketan petai atau jahe merah dari Wonogiri, bongkarnya di pasar-pasar atau ketemuan janjian di agen. Pengirimnya juga penumpang langganan kita, biasanya dia punya kios di pasar, kadang-kadang barangnya di bawah [bagasi] mereka ikut naik busnya juga,” ujarnya.

Perusahaan tempatnya bekerja memberikan sepenuhnya uang hasil pengiriman barang kepada kru. Demikian halnya dengan mekanisme pengirimannya, semua diserahkan kepada kru masing-masing bus.

“Janjiannya ya sama kru langsung pemilik atau penerima barangnya. Promosi ya kita-kita juga, makanya rata-rata pengirim ini juga langganan bus kita juga, penumpang. Kenal orangnya lah kita, kan takut juga kalau barangnya itu ternyata barang terlarang atau bahaya,” tuturnya.

Ceperan lain yang juga bisa didapatkan oleh pengemudi bus AKAP secara legal adalah tiket yang dibayarkan oleh penumpang di kursi tambahan. Kursi tambahan yang dimaksud adalah kursi di bagian depan yang sebenarnya adalah kursi asisten pengemudi dan kursi pengemudi cadangan (CD dan CB).

Bahkan, beberapa PO malah memberikan uang penjualan tiket sepenuhnya untuk deretan kursi paling belakang kepada pengemudi. Ada pula yang memberikan insentif kepada pengemudi apabila bus tiba tepat waktu atau sebelum jam tertentu.

Ali, pengemudi bus jurusan AKAP jurusan Jakarta-Kudus PP menyebut dirinya kerap mendapatkan uang tambahan dari penumpang yang duduk di kursi depan. Tentu saja momen itu tidak terjadi setiap hari.

“Kalau pas ramai kan ada yang duduk di CD dan CB, nah itu jadi jatah kita. Uang paket juga ada kita dapat. Lumayan nambah-nambah biar enggak cuma premi dan tentu saja halal karena bukan ilegal seperti penumpang “R” atau “Sarkawi” ya,” tuturnya.

Baca juga: Pengemudi Tangguh Lahir dari Jenjang Karier yang Panjang

“R” atau “Sarkawi” merujuk pada penumpang gelap yang ikut dalam perjalanan dan tidak masuk dalam manifes penumpang. Mereka membayar langsung kepada kru dan tentunya perusahaan tidak mendapatkan uang dari penumpang tersebut. (Bisma Satria)

TransJakarta Mulai Opersikan 30 Armada Bus Listrik di 4 Rute

Sebanyak 30 armada bus listrik mulai hari ini, 8 Maret 2022 resmi beroperasi di ibu kota Jakarta. Armada bus ini dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) yang ditandai dengan penyematan pin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada pengemudi dan petugas bus listrik.

Baca juga: Kempower Jadi Solusi Pengisian Daya di Bus Listrik Swedia

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, operasional bus listrik ini akan bertambah hingga akhir tahun 2022 seebanyak seratus armada. Nantinya ini akan melengkapi 10.047 armada bus listrik pada 2030 mendatang.

Syafrin mengatakan, 30 armada bus listrik yang dioperasikan TransJakarta akan terbagi di empat rute yakni Bundaran Senayan – Senen, Tanah Abang – Senen, Blok M – Tanah Abang dan Ragunan – Blok M. Peluncuran bus listrik ini menjadi yang pertama digunakan oleh masyarakat umum.

Anies Baswedan mengatakan, kehadiran bus listrik karena Jakarta memiliki dua tantangan mobilitas yakni polusi dan kemacetan. Sehingga bisa dikatakan masalah kendaraan di Jakarta tinggi. Sehingga pemerintah memfasilitasi, membangun sistem dan menggunakan kendaraan umum berbasis listrik.

“Persoalan pengurangan emisi bisa dilakukan, tetapi pengurangan kendaraan pribadi saat ini sedang dikerjakan. Maka dengan kita hadirkan kendaraan umum berbasis listrik setelah uji coba yang panjang,” kata Anies yang ditemui saat launching bus di listri di Monas, Selasa (8/3/2022).

Dia menambahkan, kehadiran bus listrik sejalan dengan Intergovernmental Panel in Climate Change (IPCC). Yang mana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 50 persen tahun 2030.

Anies mengatakan, Jakarta memiliki target untuk menapai Net Zero Emmision di 2050. Sehingga Jakarta berusaha memulai sustainable mobility melalui pengintegrasian sistem transportasi dan transformasi yang efisien untuk bisa mengakomodasi jutaan perjalanan setiap hari.

Untuk diketahui, bus yang digunakan adalah pabrikan BYD (Build Your Dream) dengan tipe single low entry. Bus ini mengonsumsi daya 1,3 kWH per km dan pengisian daya dilakukan dengan overnight charging atau pengisian pada malam hari setelah jam operasi selesai.

Baca juga: Damri Uji Coba Bus Listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Pengisian daya bus ini sekitar 1,5 hingga dua jam. Bus listrik akan beroperasi mulai pukul 06.00 pagi hingga 21.00 WIB dengan tarif normal seperti bus TransJakarta lainnya.

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2022, Kereta Ukur si “Penggaris Biru” Keliling Jabodetabek

Kedatangan “tamu” istimewa jelang libur panjang dan inspeksi khusus tak lengkap rasanya jika melakukan perjalanan sebuah kereta bertenaga diesel sebagai garda terdepan untuk merawat, mengecek dan melaporkan.

Baca juga: Ada Kereta Penggaris atau Kereta Ukur? Yuk Kenali Lebih Dekat 

Ya, Kereta Ukur Jalan Rel (KUJR) atau biasa disebut – sebut oleh Penggemar Kereta Api si “penggaris biru” ini selalu melakukan inspeksi ke berbahai wilayah di Pulau Jawa. Pengecekan yang dilakukan KUJR ini merupakan informasi data ter-update saat melakukan perjalanan dinas agar bisa mengetahui bagus atau tidaknya rel kereta api yang dilintasi. Dan juga seberapa besar getaran – getaran yang dilewati KUJR ini.

KUJR dengan nomor body EM-120 atau No. KA SU 3 95 01 (milik PT. Kereta Api Indonesia) di depo Bandung ini tak henti – hentinya untuk setia mengecek rel kereta api dititik – titik rawan akan guncangan kecil maupun besar. Dan semuanya terekam pada teknologi komputer di bagian interior kereta tersebut. Kereta ukur EM-120 yang di produksi Plasser & Theurer ini mendapat tugas untuk inspeksi ke wilayah Daerah Operasi (Daop) I Jakarta. Inspeksi yang dilakukan selama 4 hari terhitung mulai hari ini, Selasa 8 Maret 2022 hingga Jumat 11 Maret 2022.

Keberangkatan awal dari Depo Bandung pada pukul 9 pagi melewati Cikampek – Bekasi – Manggarai – Jakarta Kota. Kemudian kereta ukur melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Nambo/Bogor melewati Stasiun Manggarai atas – Depok – Citayam – Nambo – Depok – Bogor. Dari Bogor kereta ukur kembali menuju Stasiun Gambir dan selanjutnya berakhir di Depo Lokomotif Tanah Abang setelah melewati Stasiun Manggarai.

Di hari berikutnya, Rabu 9 Maret 2022 kereta ukur ini inspeksi dari Depo Lokomotif Tanah Abang menuju Stasiun Merak melewati Stasiun Serpong – Parung Panjang – Rangkasbitung – Serang – Merak pp. Kamis 10 Maret 2022 kereta ukur kembali inspeksi di wilayah Tangerang, Bandara Soekarno Hatta, Jakarta Kota, Tanjung Priok, Pasar Senen, Jatinegara. Dan di hari terakhir, Jumat 11 Maret 2022 kereta ukur inspeksi dari Depo Lokomotif Tanah Abang menuju Stasiun Bekasi, Jatinegara hingga Cikampek dan melanjutkan perjalanan pulang ke Depo Bandung.

Baca juga: Stasiun Payakabung Jadi Tempat Unboxing Kereta Ukur Terbaru

Diharapkan setelah pengecekan berkala oleh Kereta Ukur Jalan Rel ini, perjalanan kereta api tetap aman, lancar dan terkendali. Apalagi saat jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2022. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Hampir Bangkrut, Thai Airways Bukukan Laba Rp24 Triliun di 2021!

Thai Airways sungguh mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, lima tahun berturut-turut sejak 2016 selalu rugi, di tahun 2021 kemarin maskapai nasional Thailand itu sukses membukukan laba sebesar 55 miliar baht (US$1,68 miliar) atau sekitar Rp24,1 triliun (kurs 14.378). Bagaimana bisa?

Baca juga: Nyaris Bangkrut, Thai Airways Mulai Bangkit! Kini Terbang ke 10 Negara

Setahun sebelumnya, saat pandemi virus Corona sedang bergejolak hebat, Thai Airways berada dalam situasi sangat sulit dengan membukukan kerugian hampir 141 miliar baht (US$4,31 miliar) atau sekitar Rp62 triliun (kurs 14.378).

Sebagaimana maskapai lain di dunia, Thai Airways mengalami kerugian sangat besar di tahun 2020 lantaran industri pariwisata Negeri Gajah Putih anjlok ke jurang terdalam. Selain Thailand sendiri menutup perbatasannya akibat Covid-19, negara-negara tetangga juga demikian, sehingga semakin memperburuk keadaan.

Di pertengahan tahun 2020, Thai Airways resmi mengajukan prosedur ‘anti bangkrut’ atau restrukturisasi di Pengadilan Kepailitan Pusat Thailand. Saking sulitnya, Thai Airways bahkan tak sanggup untuk mengembalikan dana oleh penumpang (refund).

Sambil menunggu proses restrukturisasi berjalan, Thai Airways coba membangkitkan asa dengan melakukan berbagai inovasi, mulai dari berbisnis restoran khas hidangan pesawat, menyewakan flight simulator, jasa pelatihan menjadi pramugari, sampai flight to nowhere atau terbang keliling Thailand untuk mengakomodir masyarakat yang rindu terbang.

Selain itu, Thai Airways juga tak segan menjual berbagai hidangan khas pesawat di berbagai supermarket ternama di Thailand.

Puncaknya adalah di pertengahan tahun 2021. Ketika itu, Thai Airways mulai menerbangi 13 bandara di 10 negara, mulai dari Filipina, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Swiss, dan Denmark, direct baik dari Bangkok ataupun Phuket, sampai akhir September di tahun yang sama.

Itu semua merupakan bagian dari program mendukung Project Sandbox, sejenis program Vaccine Tourism Hub atau pusat hub vaksinasi bagi wisatawan di Thailand tanpa perlu menjalani karantina mandiri terlebih dahulu; sesuatu yang hampir mustahil dilakukan di luar Project Sandbox Thailand.

Rata-rata penumpang pun, sebagaimana dilansir Simple Flying, mengalami peningkatan, dari semula 311 penumpang pada Oktober menjadi 1.067 di bulan November dan 2.559 di bulan Desember.

Upaya tersebut pun sukses membuahkan hasil. Tahun 2021 ditutup dengan laba sebesar sebesar 55 miliar baht (US$1,68 miliar) atau sekitar Rp24,1 triliun. Laba tersebut yang terbesar tentu saja bukan datang dari penerbangan penumpang, melainkan penerbangan kargo. 50 persen dari laba tahun 2021 datang dari penerbangan kargo dengan total 10 miliar baht (US$305,96 juta).

Selain itu, pendapatan berkali-kali lipat dari tahun 2020 tersebut juga didukung dengan pendapatan lain dari penjualan aset dan tentu saja suntikan dana sebesar 61,8 miliar baht (US$1,89 miliar) sebagai bagian dari restrukturisasi.

Baca juga: Waduh! Berat Badan Berlebih Tak Bisa Duduk di Kelas Bisnis Thai Airways

Di tahun 2022 ini, jumlah penumpang mengalami penurunan sebesar 20 persen di banding Desember 2021. Dari segi armada, Thai Airways melakukan perampingan dengan mengoperasikan 67 pesawat dari semula 83 pesawat.

Selain itu, maskapai juga terus memperluas dan meningkatkan penerbangan internasional ke London, Frankfurt, Kopenhagen, Zurich, Singapura, Melbourne, dan Kuala Lumpur.

Bus Bisa Terbakar Karena Power Bank? Simak Dulu Penjelasan Ini

Kejadian kebakaran yang menimpa bus pariwisata asal Malang di Tol Pandaan-Malang beberapa waktu lalu menjadi perbincangan di media sosial. Belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa tersebut, akan tetapi banyak yang menduga power bank adalah biang keroknya.

Baca juga: Powerbank Tenaga Surya, Andalan Ketika Berlibur di Alam Tanpa Soket Listrik

Namun, dugaan tersebut akhirnya dipatahkan oleh salah satu penumpang bus melalui komentarnya di salah satu unggahan video detik-detik terbakarnya bus. Dia menegaskan tidak ada satupun penumpang yang mengisi daya power bank di dalam bus.

Dia menyebut asap muncul secara tiba-tiba dari bagian belakang atau mesin bus. Beberapa penumpang yang duduk di belakang juga merasakan hawa panas sebelum bus berhenti untuk evakuasi penumpang dan akhirnya terbakar habis.

Power bank yang diisi dayanya lewat fasilitas colokan listrik di dalam bus selama ini dianggap menjadi penyebab terjadinya kebakaran atau kerusakan kelistrikan bus. Demikian halnya dengan laptop dan kamera yang dianggap sebagai sumber masalah tersebut.

Oleh karena itu, beberapa perusahaan otobus (PO) atau kru bus dengan inisiatifnya melarang penggunaan fasilitas colokan listrik untuk pengisian daya perangkat tersebut. Berlaku untuk colokan listrik rumahan yang biasanya diletakkan di bagasi atas (stop kontak) atau port USB.

Sayangnya, ketika ditanya oleh penumpang alasan pelarangan itu sebagian besar mereka tak bisa memberikan alasan spesifik. Mereka hanya menyebut pengisian daya power bank, laptop, dan kamera bisa menyebabkan kebakaran.

Influencer otomotif Muhamad Abdul Wahid atau Mas Wahid yang juga pemilik dari PO Pesona Transport mencoba memberikan penjelasan singkat mengenai hal tersebut. Dia menyebut sistem kelistrikan pada bus tidak didesain untuk memenuhi kebutuhan listrik yang besar, termasuk mengisi daya perangkat dengan daya listik besar.

Jika digunakan untuk mengisi daya perangkat yang melebihi kapasitasnya, maka yang terjadi adalah panas berlebih pada komponen kelistrikan. Hal itu tentunya berpotensi merusak komponen, khususnya kabel yang berpotensi menyebabkan kebakaran atau konsleting.

“[Sistem kelistrikan] bus cuma didesain untuk charging hp demi mendukung para penumpang untuk tidak kehabisan daya baterai ponsel supaya dpt mendokumentasikan perjalanan dan memberi kabar keluarga,” demikian disampaikan Mas Wahid lewat unggahannya di akun @maswahid beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, risiko paling ringan yang harus dihadapi akibat penggunaan daya berlebih pada sistem kelistrikan bus adalah rusaknya komponen dinamo ampere atau alternator sebagai pengisi daya. Hal itu tentunya menyebabkan seluruh perangkat kelistrikan bus tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya, termasuk lampu-lampu penerangan.

“Sebagai pengemudi saya pernah mengalami efek teringan seperti ini. Saat saya tugas malam menggantikan pengemudi utama, nyaris sepanjang Jatim-Jateng tanpa listrik, lampu utama redup, dan lain-lain terganggu,” ungkapnya.

Kerusakan lain yang kerap terjadi akibat penggunaan daya berlebih adalah inverter mati total atau terbakar. Seperti diketahui, arus listrik yang dihasilkan oleh alternator dan disimpan pada aki adalah arus searah (DC) dengan tegangan 24V. Sementara arus dan tegangan yang dibutuhkan oleh perangkat elektronik pada umumnya adalah arus bolak-balik (AC) dengan tegangan 110-220V.

Inverter bertugas mengonversi atau menyesuaikan arus dan tegangan tersebut. Biasanya, inverter memiliki kemampuan yang terbatas, tak lebih dari 1000W. Tentunya daya sebesar itu harus dibagi-bagi dan tidak semuanya dialokasikan untuk kebutuhan colokan listrik.

Baca juga: (Lagi) Powerbank Meledak di Penerbangan AirAsia Rute Kuala Lumpur-Hong Kong

Inverter juga digunakan untuk menyuplai listrik yang dibutuhkan oleh perangkat hiburan bus seperti televisi, mikrofon, dan beberapa perangkat audio. Demikian halnya dengan perangkat tambahan berupa dispenser dan coffee maker yang kerap ditemui di bus-bus masa kini. (Bisma Satria)

Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Airbus dan Boeing menghentikan pasokan suku cadang, menangguhkan perawatan, dan dukungan teknis untuk seluruh armada mereka yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia, sebagai bagian sanksi AS dan Eropa menyikap invasi Rusia ke Ukraina. Menariknya, hal ini justru disebut bakal dimanfaatkan Rusia untuk merampas atau mengakuisisi pesawat dari tangan lessor. Mungkinkah?

Baca juga: Empat Kali Lipat dari Harga Rata-rata Global, Biaya Leasing Pesawat Bikin Garuda Indonesia Bangkrut

Dilansir The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Andaipun ada kerusakan, maskapai bisa saja melakukan tambal sulam atau kanibal dengan suku cadang atau komponen pesawat lain yang sedang digrounded.

Akan tetapi, bila keputusan Boeing-Airbus bertahan dalam jangka lama, bukan tak mungkin maskapai-maskapai di Rusia akan kelimpungan. Ini yang pada akhirnya memunculkan opsi untuk menasionalisasi atau ‘merampas’ pesawat-pesawat tersebut oleh Rusia.

Terlebih, perusahaan dalam negeri Rusia, seperti Irkut, Ilyushin, Sukhoi, dan lain sebagainya, bisa dikerahkan untuk meminimalisir dampak hengkangnya Boeing-Airbus, sekaligus me-maintenance pesawat-pesawat ‘warisan’ Boeing-Airbus.

Terlepas jadi tidaknya Rusia merampas seluruh pesawat Boeing-Airbus dari tangan lessor, secara hukum, hal itu sebetulnya sah-sah saja dan sudah dimasukkan dalam klausul penyewaan.

Praktisi hukum leasing dan keuangan pesawat, Hendra Ong, mengungkapkan, kemungkinan Rusia merampas pesawat-pesawat Boeing-Airbus yang dioperasikan maskapai-maskapai mereka dari tangan lessor atau leasing pesawat sangat mungkin terjadi.

Dalam lease agreement, lanjut Hendra, biasanya ada klausul yang mengatur mengenai keadaan tersebut.

“Bisa saja, apabila itu terjadi asuransi akan membayar. Umumnya utk perjanjian leasing standard, ada klausul di lease agreement yg mengatur mengenai keadaan tersebut,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Kendati lessor sebetulnya sudah sangat siap menghadapi keadaan tersebut (pesawat-pesawatnya dirampas oleh Rusia), namun, mereka tetap menuntut maskapai yang melakukan itu ke pengadilan setelah pesawat benar-benar diambil alih, tanpa harus menunggu keadaan atau situasi geopolitik antara AS-Uni Eropa dan Rusia kembali normal.

“Proses penuntutan sambil berjalan, tidak menunggu kembali normal. Itu masuk keadaan default. Pihak asuransi juga berkepentingan dalam hal ini,” tutupnya.
























Tes Covid Sudah Tidak Berlaku Lagi Untuk Naik Pesawat, Naik Kereta Api Kok Masih Berlaku, Kenapa?

Banyak kabar beredar mengenai pemerintah yang melonggarkan aturan untuk perjalanan dalam negeri (domestik) sudah tidak perlu menggunakan tes Covid-19 seperti PCR atau Rapid Antigen.

Baca juga: Mirip Prokes di Indonesia, Italia Mulai Buka Layanan Kereta Cepat ‘Bebas Covid-19’

Kelonggaran ini berlaku bagi warga masyarakat yang bepergian cukup untuk menunjukkan sertuifikan vaksin kedua saja. Kelonggaran ini berlaku bagi masyarakat yang bepergian dalam perjalanan domestik menggunakan pesawat terbang. Lalu bagaimana sih untuk perjalanan kereta api?

Ini alasan PT Kereta Api Indonesia masih mengacu pada Surat Edaran Kemenhub Nomor 97 Tahun 2021. SE tersebut memuat syarat perjalanan kereta dengan menunjukkan hasil tes Covid-19. Jadi masih belum diberlakukannya kelonggaran untuk perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh. Sementara ini yang tidak perlu menggunakan syarat tes PCR atau Rapid Antigen hanya perjalanan kereta api lokal atau jarak menengah.

Namun jika pemerintah menetapkan perubahan persyaratan maka dengan tentu PT KAI akan senantiasa mematuhi kebijakan tersebut dan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pelanggan kereta api terkait dengan pemberlakuan aturan tersebut.

Baca juga: Bus Kota di Australia Barat ‘Disulap’ Menjadi Laboratorium Uji Covid-19 

Dihapusnya syarat menunjukkan hasil tes Covid-19 sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Pelonggaran itu diberikan untuk masyarakat yang sudah menjalani vaksin Covid-19 sampai dosis kedua maupun booster. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Masih Aman, Tarif KRL Jabodetabek Tidak Jadi Naik Sampai Lebaran 2022

Penumpang KRL Jabodetabek patut berbangga, karena usulan kenaikan tarif KRL ditunda sampai Hari Raya Lebaran. Penumpang masih bisa merasakan tarif reguler seperti biasa dengan harga Rp3.000 per 25 kilometer dilanjut harga Rp1.000 untuk 10 kilometer selanjutnya. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, wacana kenaikan ini akan diundur hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 2022.

Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Tarif KRL Jabodetabek Naik Tahun Ini 

Tapi tiket KRL akan dikaji kembali setelah Lebaran atau tepatnya pada Mei 2022 dan melihat situasi dan kondisi masyarakat juga. Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Arif Anwar menjelaskan, usulan kenaikan tarif KRL merupakan hasil kajian kemampuan membayar (ability to payment) dan kesediaan pengguna untuk membayar (willingness to pay) kereta api perkotaan.

Sebelumnya bahwa tarif KRL Commuter Line direncanakan naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per 1 April 2022. Kenaikan tarif KRL Rp2.000 ini untuk perjalanan 25 kilometer pertama. Lalu untuk 10 kilometer selanjutnya tetap dikenakan tambahan tarif sebesar Rp1.000. Jadi, perjalanan awal dengan KRL untuk 25 km pertama Rp5.000, jika sampai 35 km maka jadi Rp6.000, jika sampai 45 km jadi Rp7.000 dan seterusnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)