Jadi Pesawat Tersukses dalam Sejarah, Dekade 90-an Jadi Periode Tersulit Boeing 737! 2.700 Pesawat Digrounded

27 Januari 2002 silam, Boeing 737 berhasil mencatatkan diri sebagai pesawat pertama dalam sejarah penerbangan dunia yang berhasil membukukan 100 juta lebih jam terbang. Meski begitu, Boeing 737 bukan tanpa masalah. Di dekade 90-an, keluarga Boeing 737 mengalami masalah besar pada rudder pesawat dan menyebabkan dua kecelakaan fatal.

Baca juga: Ini Deretan Maskapai Pertama yang Operasikan Setiap Tipe Boeing 737, Ada Maskapai Indonesia!

Perjalanan Boeing 737 mencapai 100 juta lebih jam terbang dimulai pada April 1967 saat Boeing 737-100 atau generasi pertama melakoni penerbangan perdana. Disusul debut perdananya bersama Lufthansa pada Februari 1968 dan United Airlines pada keesokan harinya menggunakan seri yang lebih panjang, 737-200.

Adapun seri klasik 737-300 dan -400 pertama kali terbang mulai Februari 1984, diikuti seri klasik berikutnya Boeing 737-500. Lambat laun, Boeing 737 terus mendapat tempat terbaik di hati penumpang dan maskapai.

Namun, sedang jaya-jaya di pangsa pasar pesawat narrowbody global, bersaing dengan keluarga Airbus A320, Boeing 737 mendapat ujian berat dengan serangkaian kasus. Dua di antaranya adalah kecelakaan fatal pada United Airlines flight 585 pada 3 Maret 1991 dengan 23 korban jiwa dan USAir flight 427 pada 8 September 1994 dengan total 132 korban jiwa.

Dilansir Simple Flying, usai investigasi FAA terhadap dua kecelakaan tersebut, disimpulkan bahwa kerusakan pada valve atau katup membuat rudder pesawat rusak dan bergerak sendiri tanpa intervensi pilot atau dikenal dengan istilah hardover rudder.

Dua tahun berselang atau pada tahun 1996, Boeing mengakui bahwa masalah rudder Boeing 737 dapat membahayakan penerbangan dan meminta untuk menggrounded serta memeriksa seluruh pesawat tersebut, baik seri awal atau generasi pertama, klasik, maupun NG.

Dampak dari perintah FAA tersebut tidak main-main. Sedikitnya, 2.700 unit pesawat keluarga Boeing 737 di seluruh dunia terpaksa digrounded sebelum Boeing melakukan berbagai langkah-langkah menjamin keamanan pesawat.

Hardover rudder sendiri adalah kondisi dimana rudder, yang berfungsi untuk membelokkan pesawat serta terhubung dengan sistem landing gear, berada pada posisi ke kanan sekali atau ke kiri sekali. Andai hardover rudder ini terjadi di ketinggian dan kecepatan rendah, pesawat bisa terjun bebas tanpa bisa dicegah pilot dan itulah yang terjadi pada dua insiden di atas.

Ketika itu, pada 3 Maret 1991, pesawat Boeing 737-291 United Airlines flight 585 terbang reguler dari Denver ke Colorado Springs, Colorado, Amerika Seriat, membawa 20 penumpang dan 5 kru. Pesawat berusia sembilan itu mengalami kecelakaan tepat sebelum mendarat akibat rudder memaksa pesawat berbelok ke kanan tanpa perintah pilot.

Sayangnya, penyelidikan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) tidak menemukan adanya cacat rudder. Disimpulkan bahwa hembusan angin misterius menyebabkan pesawat kecelakaan.

Baca juga: Berapa Banyak Pesawat Boeing 737 All Series yang Masih Terbang dan dalam Pesanan?

Barulah pada kecelakaan USAir flight 427, masalah pada rudder pesawat keluarga Boeing 737 terungkap. Kebalikan dari United Airlines flight 585 yang banting setir ke kanan, flight 427 dilaporkan tiba-tiba berbelok ke kiri dan masuk ke jurang.

Setelahnya Boeing diminta untuk mendesain ulang rudder dan kecelakaan tidak terulang, menandakan bahwa hardover rudder benar-benar menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Tips Agar Perjalanan yang Ditunda Menjadi Lebih Istimewa

Pelancong di masa pandemi harus menunda banyak perjalanan mereka seperti bulan madu, acara keluarga bahkan hanya untuk liburan singkat. Namun, ketika perjalanan kembali dibuka, akhirnya banyak yang bisa kembali menikmati perjalan mereka.

Baca juga: Tips – Mau ke Luar Negeri Saat Pandemi? Harus Siap dengan Rencana Cadangan

Jika Anda berencana melakukan perjalanan yang tertunda pasti ingin menjadikannya istimewa. KabarPenumpang.com dari washingtonpost.com (2/3/2022), ada beberapa tips dari para ahli dan pelancong lainnya untuk perjalanan di masa pandemi ini.

Manjakan diri dengan sedikit mewah
Karena menunda perjalanan, Anda bisa merasakan yang sedikit lebih mewah meski ada anggaran lebih yang dikeluarkan. Walau begitu, dengan menikmati yang sedikit lebih dari perjalanan awal, Anda akan bisa lebih leluasa dan setidaknya apa yang tertunda bisa terbayarkan dengan lebih baik lagi.

Jauhkan ponsel
Ketika kembali memulai perjalanan, sebagai pelancong, baiknya jauhkan ponsel Anda. Ini adalah reward untuk menikmati liburan yang tertunda. Jika Anda berlibur untuk acara penting seperti pernikahan atau yang lainnya, lebih baik menyewa fotografer dari tempat Anda berlibur dibandingkan harus menggunakan kamera ponsel utnuk mengabadikan momen.

Mencoba hal baru
Beberapa negara melonggarkan peraturan bagi pelancong di masa pandemi ini. Manfaatkan semua yang ditawarkan dan keluar dari zona nyaman untuk menikmati yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Seperti menjelajah tempat baru, mencoba scuba diving atau helikopter bila tempat Anda berlibur menawarkan hal tersebut.

Aturan yang tiba-tiba
Di masa pandemi, aturan perjalanan kerap kali berubah dengan pemberitahuan yang singkat. Ini membuat Anda sebagai pelancong harus tetap fleksibel, karena rintangan terduga dapat berakhir dengan hasil yang baik. Bila ada salah sedikit dalam menikmati perjalanan di masa pandemu, ini bahkan bisa menciptakan cerita dan kenangan yang tidak dapat dirasakan dengan cara lain.

Hadiah tersembunyi dari perjalanan
Karena menikmati liburan di masa pandemi, Anda harus memiliki kesabaran yang cukup ekstra. Ini disebabkan destinasi dan bisnis lokal yang belum kembali seperti biasa. Bahkan beberapa atraksi mungkin akan lebih sulit dikunjungi dari biasanya. Meski begitu terkadang hal yang hanya bisa dilakukan sesaat justru menjadi hal terindah dan kenangan di masa pandemi.

Baca juga: Mau Hemat Pengeluaran Saat Melancong? Cek Tips Ini

Hormati batasan
Virus corona yang sampai saat ini masih ada, Anda bisa mempertimbangkan tingkat kenyamanan dan faktor risiko yang diterima. Tetap gunakan masker ketika bepergian dan jangan lupa membawa handsanitizer sebagai pengganti cuci tangan bila tidak disediakan wastafel. Baiknya juga Anda menjauhi kerumuman yang padat sehingga bisa memproteksi diri dalam berlibur.

Operasi Gangga, Totalitas India Pulangkan 15 Ribu Warganya dari Ukraina

Ketika perang Rusia dan Ukraina berkecamuk usai Presiden Vladimir Putin mengizinkan pengerahan kekuatan penuh ke Ukraina, 15 ribu warga India terjebak di dalamnya. Namun, di bawah Operasi Gangga, India berhasil memulangkan ribuan warganya dengan lebih dari 12 penerbangan repatriasi per hari dari Ukraina.

Baca juga: Lima Dampak Perang Rusia-Ukraina yang Bikin Maskapai Internasional Pusing

Dilansir Simple Flying, Ukraina adalah rumah bagi sekitar 19.000 warga India, cukup banyak dibanding WNI yang hanya berjumlah ratusan orang. Namun, jumlah tersebut sangat sedikit dari total 1,38 miliar populasi penduduk India.

Mayoritas 19.000 warga negara India di Ukraina adalah mahasiswa kedokteran. Saat Rusia-Ukraina terlibat perang pada 24 Februari, masih ada 15 ribu warga India yang berada di sana.

Pemerintah India pun bergerak cepat dengan melancarkan Operasi Gangga serta mengerahkan pesawat dari maskapai penerbangan nasional dan pesawat Angkatan Udara untuk membawa mereka pulang.

Di awal, misi repatriasi yang terinspirasi dari sungai terpanjang dan tersuci di India tersebut pada 22 Februari lalu, hanya bisa menerbangkan beberapa penerbangan repatriasi.

Namun, seiring banyaknya warga India yang mencapai perbatasan Ukraina, seperti Polandia, Hongaria, Rumania, dan Slovakia, India mulai melakukan belasan penerbangan repatriasi untuk mengangkut ribuan orang setiap hari.

Belasan penerbangan repatriasi dengan mengangkut ribuan warga India melibatkan maskapai nasional negara itu, IndiGo. Maskapai tersebut sebelumnya diketahui sudah terbang ke kota-kota tetangga Ukraina, ini juga menjadi satu keuntungan tersendiri dalam kemudahan Operasi Gangga.

Disebutkan, IndiGo menyumbang 51 persen penerbangan repatriasi dalam Operasi Gangga, dengan rincian 14 kali penerbangan repatriasi dari Rzeszow, Polandia, 13 penerbangan repatrasi dari Budapest, Hongaria, serta bandara-bandara lainnya di kota kecil di Suceava, Rumania, Kosice, Slovakia, dan masih banyak lagi.

Adapun penerbangan repatriasi lainnya dilakukan menggunakan pesawat-pesawat Angkatan Udara India dan maskapai lainnya.

Menariknya, India tidak memaksakan warganya untuk berkumpul di satu atau dua titik di perbatasan Ukraina. Negeri Anak Benua tersebut memberikan kelonggaran untuk menyelamatkan diri dan menunggu penerbangan repatriasi di banyak titik di perbatasan Ukraina.

Ini tentu berbeda dengan proses pemulangan ratusan WNI yang berada di Ukraina oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, terlebih terkait responsibilitas atau kecepatan melakukan penerbangan repatriasi, sekalipun India mengemban misi lebih berat dengan memulangkan lebih banyak warganya.

Pada 3 Maret lalu, Kemenlu diketahui berhasil memulangkan 80 dari 153 WNI yang berada di Ukraina. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, mengungkapkan, tim penjemput dari Jakarta berangkat menuju Bucharest, Rumania dari Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (02/03/2022) pukul 18.40 WIB dan tiba di Bandara Henri Coanda, Bucharest, Kamis (03/03/2022) pukul 15.10 waktu setempat.

Baca juga: Dikabarkan Hancur di Tengah Perang Rusia-Ukraina, Antonov An-225 Mriya Aman! Tapi Dikuasai Rusia

Pesawat penjemput kembali diberangkatkan dari Bucharest menuju Jakarta pada pukul 20.23 waktu setempat atau 5,5 jam setelah mendarat.

“Rute perjalanan yang ditempuh adalah Bucharest – Madinah – Jakarta dengan waktu tempuh kurang lebih 17 jam,” ujarnya.

Satu Tahun Beroperasi, KRL Yogya – Solo Layani 2,2 Juta Penumpang dan Terbitkan 250 Ribu KMT

Tak terasa satu tahun sudah kereta rel listrik (KRL) Yogya – Solo melayani penumpang. Selama setahun ini KRL tersebut sudah melayani 2,2 juta penumpang. Selain itu sudah sebanyak 250 ribu Kartu Multi Trip (KMT) diterbitkan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Baca juga: Berbagai Gangguan yang Dialami Penumpang KRL Solo – Yogya

Penggunaan KMT sendiri karena, mendukung sistem pembayaran eletronik bagi pengguna KRL Yogya – Solo dan juga mendominasi transaksi elektornik KRL tersebut. Selain KMT, aplikasi LinkAja juga cukup banyak digunakan untuk pembayaran elektronik oleh penumpang KRL. Baru sisanya menggunakan pembayaran via kartu perbankan.

“Jadi KMT mengambil peranan 50 persen dalam pembayaran elektronik. Sementara LinkAja 26 persen. Baru sisanya sebanyak 24 persen menggunakan kartu-kartu perbankan,” ungkap Plt Direktur KAI Commuter, Roppiq Lutzfi Azhar.

KRL Yogya – Solo hadir dan beroperasi untuk menggantikan kereta api Prambanan Ekspres atau yang dikenal dengan Prameks. Selain itu juga memodernisasi perkertaan lokal dari kereta diesel menjadi kereta listrik aliran atas. Kehadiran KRL Yogya – Solo ini pun diapresiasi oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada PT KCI selaku operator yang telah memberikan layanan terbaik. Meski di tengah masa pandemi, nyatanya KRL Yogya – Solo mampu melayani hingga lebih dari dua juta penumpang,” kata Zulfikri dalam webinar, Senin (7/3/2022).

Dia mengatakan, kehadiran KRL ini pada peresmiannya 1 Maret 2021 lalu oleh Presiden Joko Widodo disambut antusias oleh masyarakat. Zulfikri menambahkan, kehadiran KRL juga menjadi angkutan massal yang memiliki banyak keunggulan.

Di mana ini berhasil mengubah kebiasaan masyarakat di kawasan tersebut dalam bertransportasi. Kemudian KRL memiliki emisi yang rendah, kehandalan layanan dalam jangka panjang, efisiensi pergerakan, kapasitas angkutan yang tinggi dan memperkuat struktur tata ruang.

Baca juga: KRL Yogya-Solo Gunakan Kereta Produksi PT INKA

Untuk diketahui, ada sebelas stasiun pemberhentian dengan sepuluh keberangkatan dari Solo dan sepuluh dari Yogyakarta pada hari kerja. Bahkan kedepannya, elektrifikasi KRL akah diperluas hingga wilayah aglomerasi Bandung Raya dan Surabaya Raya.

Bandara Hostomel, Saksi Bisu Kehancuran Pesawat Angkut Terbesar Antonov An-225 Mryia

Nama Bandara Hostomel (Gostomel) di Ukraina mendadak menarik perhatian dunia, pasalnya bandara yang melayani penerbangan kargo internasional itu menjadi saksi bisu dari kehancuran pesawat angkut (kargo) terbesar di dunia, Antonov An-225 Mryia. Setelah netizen mereka-reka nasib An-225 lewat citra foto satelit, maka kini telah dipastikan An-225 mengalami total lost setelah hanggarnya terbakar akibat serangan rudal udara ke permukaan yang dilancarkan Rusia.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Antonov An-225 Mriya Selamat dari Serangan Rusia, Tidak Hancur Total!

Lepas dari kesedihan atas hancurnya maha karya dirgantara yang dibuat oleh Antonov Aircraft, nama Hostomel kadung populer, dikabarkan selain An-225, turut hancur akibat serangan udara Rusia adalah dua pesawat angkut An-124 Ruslan dan satu unit pesawat angkut turboprop terbesar An-22 Antei.

Nah, bagaimana dengan sosok Bandara Hostomel, sehingga selama ini dipercaya sebagai home base bagi An-225. Hostomel selama ini dikenal sebagai Bandara Antonov dengan kode IATA – GML dan kode ICAO – UKKM. Dimiliki oleh pemerintah Ukraina, Bandara Hostomel selama ini menjadi basis fasilits pengujan dan kargo internasional Ukraina. Lokasi bandara ini berada di pinggiran barat laut kota Kiev.

Bandara Hostomel dibangun pada era Soviet, yakni pada tahun 1959. Awalnya Hostomel dibangun sebagai pangkalan Pengujian dan Peningkatan Penerbangan rahasia untuk pesawat Antonov. Tak heran bila pada bandara ini dilengkapi dengan peralatan khusus untuk itu (seperti artificial lightning generator) dan diberikan test flight zone.

Namun, operasional layanan kargo di bandara ini baru berjalan menjelang runtuhnya Soviet pada 1989, sekaligus menandakan demiliterisasi dan komersialisasi Antonov Design Bureau.

Rupanya bagi Rusia Hostomel dianggap sebagai fasilitas strategis yang harus dieliminasi dalam skenario invasi. Pada fase awal serangan 24 Februari 2022, Bandara Hostomel diserang oleh pasukan Rusia dan Garda Nasional Ukraina disebut mempertahankan mati-matian bandara ini.

Baca juga: Antonov, Warisan Uni Soviet Milik Ukraina, Bukan Rusia!

Meski nama bandara ini kadung lekat dengan label Antonov, namun, fasilitas produksi pesawat Antonov ternyata digarap di bandara lain, yaitu di Bandara Sviatoshyn, yang lokasinya justru berada di dekat kota Kiev.

Kegep, Penumpang Pria di Pesawat Tonton Film Porno dan Viral di TikTok

Memang kelakuan penumpang pesawat ada-ada saja. Ini kerap kali membuat penumpang lainnya merasa jengah dan risih sehingga beberapa di antara mereka merekam serta mengunggahnya ke media sosial. Bahkan unggahan tersebut tak jarang menjadi viral.

Baca juga: Kecanduan Film Porno, Petugas Kebersihan Kereta India Simpan Spycam di Toilet

Seperti belum lama ini seorang wanita mengunggah sebuah video seorang penumpang pria menonton film porno saat pacarnya tertidur di sampingnya. Video singkat itu diunggah ke akun TikTok miliknya dan memicu perdebatan oleh netizen.

@sandyprudente

it was more explicit tiktoks not just what he was watching rn 😭😭 #trustnoman #streets #foryou #yzxcba #ArbysDiabloDare #CloseYourRings

♬ My Kind of Woman – Instrumental – Mac DeMarco

KabarPenumpang.com melansir nypost.com (7/2/2022), Sandy Prudente merekam seorang pria yang tengah melihat video di ponselnya yang menampilkan dua wanita berpakaian minim. Bahkan Prudente mengatakan, pria itu juga “menonton Pornhub” di pesawat dan menganggap penumpang wanita yang duduk di sebelahnya adalah pacarnya. Video itu viral dan ditonton lebih dari tiga juta tampilan.

“Itu lebih eksplisit dan TikTok bukan hanya apa yang dia tonton sekarang,” tulisnya dalam keterangan video.

Dia menambahkan tagar: “#TrustNoGuy.” Video Prudente memicu kemarahan, dengan banyak wanita marah terkejut dengan perilaku kurang ajar pria itu.

“Jika kamu tidak menghormati pacarmu, katakan saja!” seorang wanita menulis.

“Anda seharusnya membangunkannya dan menyerahkan ponsel Anda dengan pemutaran video ini…,” penonton marah lainnya menimpali.

Meski begitu, ada pula netizen yang mengatakan bahwa tidak ada salahnya seorang pria menonton film porno bahkan jika dirinya sedang bersama kekasihnya.“Mungkin mereka memiliki hubungan yang sehat dan dia tahu apa yang dia tonton. Karena itu dia tidak perlu menyembunyikan atau licik tentang apa pun,” kata seorang warganet.

Bahkan ada yang mengatakan dengan santai bahwa suaminya pergi ke klub telanjang. Tak hanya itu, warganet lain ada juga yang menyalahkan Prudente dan menganggapnya TikToker usil dan menuduh kalau dirinya melanggar privasi penumpang pria itu.

“Saya punya lebih banyak masalah dengan orang yang merekam dan menonton telepon orang lain. Pikirkan urusanmu sendiri,” tulis warganet lainnya.

“Sial, kamu akan bosan memata-matai orang asing secara acak,” komentar yang lain.

Baca juga: Diusir dari Penerbangan, Seorang Penumpang Viral di TikTok. Ternyata Begini Ulahnya

Para ahli berbeda pendapat tentang apakah menonton film porno di area publik dianggap sebagai bentuk kelainan. Sebuah artikel tahun 2020 di Psychology Today menyatakan, ”Pada akhirnya, apa yang memenuhi syarat sebagai pornografi tergantung pada pasangannya, dan apakah pornografi dapat diterima dalam batas-batas suatu hubungan juga tergantung pada pasangannya.”

Kembali Hadirkan Prototipe Maglev Baru, Cina Berharap Melaju dengan Kecepatan tertinggi Lebih dari 620 KPJ

Negeri Tirai Bambu kembali menghadirkan prototipe terbaru untuk kereta maglev atau levitasi magnetik. Namun kali ini diharapkan melaju dengan kecepatan tertinggi lebih dari 620 km per jam (kpj) atau 380 mph.

Baca juga: Kecepatan ‘Dilebih-lebihkan’, Ternyata Kecepatan Maglev Cina 600 Km Per Jam

Prototipe tersebut diresmikan di Chengdu, Sichuan di Cina dengan bentuk bodi ramping sepanjang 21 meter. Kereta maglev ini akan melaju dengan kekuatan superkonduktor suhu tinggi atau high-temperature superconducting (HTS) yang membuatnya tampak seolah-olah mengambang di sepanjang rel magnet.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, profesor He Chua yang adalah presiden Universitas Jiatong Barat Daya mengatakan, bahwa kereta ini bisa beroperasi dalam waktu tiga hingga sepuluh tahun mendatang.

“Sichuan memiliki sumber daya tanah yang kaya dan langka, yang sangat bermanfaat bagi konstruksi trek magnet permanen kami, sehingga mendorong pengembangan eksperimen yang lebih cepat,” ujarnya yang dikutip dari bignewsnetwork.com (4/3/2022).

Cina sendiri diketahui sudah menjadi rumah bagi kereta api komersial tercepat. Shanghai Maglev adalah kereta pertama dari jenisnya yang mulai digunakan tahun 2003. Kereta ini menghubungkan Bandara Puding Shanghai dan Jalan Longyang di Shanghai timur yang melaju dengan kecepatan tertinggi 431 kpj.

Bahkan Cina juga menjadi rumah bagi jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di dunia karena memiliki jalur sepanjang 37 ribu kilometer. Sebelum ini pada 20 Juli 2021 Cina juga meluncurkan prototipe kereta maglev super cepat yang mampu melaju dengan kecepatan tertinggi 600 kpj.

Kereta maglev super cepat tersebut diproduksi di kota pesisir timur Qingdao. Di mana Cina mengembangkan sendiri teknologi untuk kereta berkecepatan tinggi maglev ini karena tidak ada tanda-tanda bantuan dari negara lainnya.

Baca juga: Prototipe Kereta Maglev Cina Melaju dengan Kecepatan 620 Km Per Jam

Prototipe kereta tersebut nantinya akan melaju dari Beijing menuju ke Shanghai kurang dari tiga jam. Yang mana jarak antara dua kota tersebut lebih dari 750 mil atau sekitar 1.207 km.

Kampus Baru Sekolah Pilot Airbus Diresmikan, Maskapai Rebutan Lulusan Terbaik

Airbus Flight Academy Europe (AFAE) atau sekolah pilot Airbus telah meresmikan kampus baru yang terletak di Angoulême, Barat Daya Perancis. Tak hanya itu, dalam seremonial tersebut, Airbus juga mengumumkan bahwa maskapai yang berbasis di Barcelona, Spanyol, Volotea, akan merekrut lulusan sekolah pilot Airbus untuk pertama kalinya mulai tahun ini.

Baca juga: Prediksi Airbus di 2040: Industri Penerbangan Butuh 39.000 Pesawat Baru dengan 550.000 Pilot

Keputusan Volotea merekrut pilot lulusan sekolah penerbangan Airbus sangat mendukung Program Pelatihan Ab-Initio Airbus, yang dibuka untuk pertama kali pada tahun 2019.

Program tersebut fokus membekali taruna pilot sekolah penerbangan Airbus dengan keterampilan serta pola pikir yang dibutuhkan untuk menjadi pilot-pilot siap pakai. Bila tak ada aral melintang, pilot komersial sekolah penerbangan Airbus mulai bergabung dengan Volotea pada April-Mei tahun ini.

“Ini adalah hari yang sangat penting bagi Volotea, karena kami menerima taruna langsung dari Airbus Flight Academy Eropa untuk pertama kalinya. Kami semua sangat senang dengannya karena kami tahu kualitas program memiliki standar yang sangat tinggi, beradaptasi dengan sempurna dengan filosofi pelatihan Volotea,” kata Carlos Muñoz, CEO Volotea.

“Perusahaan kami terus berkembang dari tahun ke tahun armada Airbus kami, dan kami akan membutuhkan lebih banyak pilot. Kami tentu berharap ini adalah awal dari kemitraan jangka panjang yang sangat sukses dengan Airbus Flight Academy yang bermanfaat bagi banyak pilot muda,” tambahnya, seperti dikutip dalam keterangan resmi Airbus kepada KabarPenumpang.com.

Peresmian kampus baru sekolah pilot Airbus, yang notabene adalah sekolah penerbangan pertama yang memberikan Program Pelatihan Kadet Pilot Airbus di Eropa, meningkatkan kapasitas taruna menjadi 200 pilot dalam satu waktu.

Selain itu, kampus baru yang terletak di atas lahan seluas 4,7 hektar, termasuk gedung baru seluas 3,2 hektar, akan membuat taruna pilot lebih leluasa mengakses 14 ruang kelas dan briefing room, aula simulator, auditorium, dan restoran.

Airbus memang sedang mempersiapkan pilot-pilot andal yang kelak akan terserap di maskapai global lewat sekolah penerbangannya.

Manufaktur pesawat Eropa itu menilai, dalam 20 tahun ke depan, Airbus memperkirakan permintaan transportasi udara akan secara progresif bergeser dari pertumbuhan armada ke percepatan pensiun pesawat tua yang kurang hemat bahan bakar, yang mengakibatkan kebutuhan sekitar 39.000 unit pesawat baru, baik pesawat penumpang dan pesawat kargo, 15.250 di antaranya untuk penggantian.

Akibatnya, pada tahun 2040 sebagian besar pesawat komersial yang beroperasi akan menjadi generasi terbaru, naik dari sekitar 13 persen dari saat ini, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi CO2 dari armada pesawat komersial dunia.

Tumbuhnya permintaan sampai 39.000 pesawat tentu berimbas pada lapangan kerja. Airbus menyebut, indsutri dirgantara global akan membutuhkan 550.000 pilot baru dan lebih dari 710.000 teknisi. Manfaat ekonomi penerbangan dapat berkontribusi sekitar empat persen terhadap PDB global tahunan dan menopang sekitar 90 juta pekerjaan di seluruh dunia.

Sekilas tentang AFAE, anak perusahaan Airbus Group, itu didirikan pada tahun 2006 silam. Awalnya, sekolah pilot Airbus ditujukan untuk mendukung French Air Force and French Navy pilot schools for elementary, basic and advanced pilot training.

Baca juga: Bisakah Pilot Pesawat Boeing Terbangkan Pesawat Airbus?

Sampai saat ini, AFAE telah mempunyai tujuh kampus yang tersebar di kota-kota besar di Perancis dan akan terus membuka kampus-kampus baru seiring meningkatnya kebutuhan pilot di masa mendatang.

Selain Airbus, Boeing juga mempunya sekolah pilot sendiri, meskipun lebih tepatnya disebut sebagai pilot training. Sebab, pilot-pilot dipersiapkan untuk bisa menerbangkan pesawat-pesawat Boeing saja, bukan melatih pilot mendapatkan lisensi dan menerbangkan pesawat tertentu di luar Boeing.

Kereta Api Kamandaka Perpanjang Rute, Catat Waktu dan Tanggalnya

Kabar gembira bagi kalian pengguna setia kereta api khususnya warga Cilacap dan sekitarnya. Ya, Kereta Api Kamandaka kini memperpanjang rutenya yang semula dari Stasiun Purwokerto menjadi keberangkatan Stasiun Cilacap. KA Kamandaka yang terdiri dari 6 unit kereta ekonomi premium ini menempuh perjalanan selama 6 jam 27 menit. Rute yang dilewati KA Kamandaka adalah Maos, Kroya, Purwokerto, Prupuk, Slawi, Tegal, Pekalongan, dan berakhir di Semarang.

Baca juga: Ingat KA Kamandaka Ingat Lutung Kasarung?

KA Kamandaka akan dijalankan saat weeekend yaitu pada tanggal 11, 12, 13 Maret 2022 dan tanggal 18, 19, 20 Maret 2022. Tapi KA ini hanya melayani satu kali perjalanan pulang pergi. Tak melulu berhenti di stasiun besar, KA Kamandaka juga melayani naik dan turun penumpang di beberapa stasiun kelas menengah maupun kecil. Harga tiket yang ditaksir untuk kelas ekonomi premium ini mulai dari Rp70 ribu hingga Rp130 ribu.

Berikut jadwal perjalanan KA Kamadaka:

KA 230A/227A/226A Kamandaka
Cilacap: 13.55
Gumilir: 14.06 – 14.12
Maos: 14.30 – 14.32
Kroya: 14.45 – 14.50
Purwokerto: 15.36 – 15.41
Bumiayu: 16.24 – 16.26
Prupuk: 16.47 – 16.49
Slawi: 17.16 – 17.18
Tegal: 17.35 – 17.40
Pemalang: 18.05 – 18.27
Pekalongan: 18.54 – 18.57
Weleri: 19.36 – 19.38
Semarang Poncol: 20.11 – 20.15
Semarang Tawang: 20.22

KA 225A/228A/229A Kamandaka
Semarang Tawang: 07.00
Semarang Poncol: 07.07 – 07.12
Weleri: 07.45 – 07.48
Pekalongan: 08.26 – 08.30
Pemalang: 08.56 – 08.59
Tegal: 09.24 – 09.33
Slawi: 09.50 – 09.53
Prupuk: 10.20 – 10.23
Linggapura: 10.35 – 10.41
Bumiayu: 10.54 – 10.57
Purwokerto: 11.40 – 11.45
Kroya: 12.10 – 12.41
Maos: 12.54 – 12.56
Cilacap: 13.32

Baca juga: KA Joglosemarkerto Rute Cilacap – Yogyakarta Segera Beroperasi, Ini Jadwal dan Tarif Promonya

Untuk kalian yang ingin menggunakan KA Kamandaka, jadwal dan pemesanan tiket sudah bisa dipesan di aplikasi KAI Access dan informasi lanjut bisa lihat di website PT Kereta Api Indonesia. Saat melakukan boarding penumpang tidak diwajibkan menunjukkan surat tes PCR/Antigen, cukup sertifikat vaksin minimal satu kali dan tetap menjaga prokes sesuai aturan yang masih berlaku. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pengemudi Tangguh Lahir dari Jenjang Karier yang Panjang

Lowongan kerja pengemudi bus saat ini tak sulit untuk Anda temukan. Di surat kabar, platform pencari kerja, hingga media sosial lowongan tersebut dapat ditemukan dengan mudah.

Baca juga: Dibekali Pelatihan Khusus, Inilah Rincian Tugas Pramugari Bus AKAP Premium

Syaratnya juga tak muluk-muluk, bahkan beberapa perusahaan otobus (PO) hanya mensyaratkan pelamar memiliki surat izin mengemudi (SIM) B1 umum dan ijazah sekolah menengah. Surat pengalaman kerja (paklaring) untuk membuktikan pengalaman kerja tak diwajibkan.

Bukan tanpa alasan, sebab banyak PO yang memang membutuhkan pengemudi secepatnya dalam jumlah banyak. Jika syaratnya terlampau banyak pastinya waktu yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengemudi bakal lebih lama.

Tentunya, hal itu tak baik bagi keuangan perusahaan apabila dibiarkan terus menerus. Armada hanya terdiam di garasi sembari menunggu pawangnya datang, alih-alih berada di jalanan mencari cuan.

Kondisi yang jauh berbeda dibandingkan dengan dua sampai tiga dekade lalu. Kala itu, untuk menjadi seorang pengemudi bus, khususnya pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) bukan hal mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui oleh seseorang sebelum akhirnya bisa bertugas di balik kemudi.

Aris, pengemudi bus AKAP jurusan Jakarta-Surabaya-Malang mengatakan pada medio 1980-1990-an pengemudi bus AKAP, khususnya bus malam kelas tertinggi adalah orang-orang pilihan. Pengemudi baru dengan sedikit atau tanpa pengalaman mustahil bisa mengemudikan bus malam eksekutif atau kelas di atasnya.

“Orang pilihan kalau yang bawa eksekutif atau kelas tertinggi. Jam terbang harus tinggi dan harus ada orang yang bawa atau kasih jaminan [rekomendasi]. Enggak bisa langsung masuk dikasih nyetir atau batangan [pegangan] mobil eksekutif kaya sekarang,” katanya.

Pada masa itu, Aris menyebut seseorang pengemudi bus malam biasanya mengawali kariernya dengan menjadi kernet. Bahkan, beberapa diantaranya memulai kariernya sebagai tukang cuci atau pesuruh di garasi.

Dari pekerjaan tersebut lahir pengemudi yang tidak hanya andal mengemudi, tetapi juga bisa merawat kendaraannya dengan baik. Tak sedikit pula yang bisa memperbaiki kendaraannya ketika mengalami kerusakan ringan di jalan.

“Kalau dulu itu dari kernet atau tukang cuci. Jadi kernet belajar gimana ngurus mobil, betulin mobil, melayani penumpang. Baru setelahnya itu diajari nyetir sama sopir kita, nyetir kalau pindah-pindah parkir di terminal saja. Intinya dari nol banget,” ungkapnya.

Aris sendiri mengawali kariernya sebagai kernet pada pertengahan 1980-an. Kala itu, dia ditugaskan mengawal perjalanan bus jurusan Jakarta-Bandung via Puncak di perusahaan yang sama seperti tempatnya bekerja sekarang.

Di sela-sela waktu istirahat, dia diajari mengemudi oleh partner kerjanya dan akhirnya memiliki SIM B1 umum. Setelah itu, barulah dia direkomendasikan untuk menjadi pengemudi.

“Nggak langsung jadi sopir tetap itu, pertama jadi cadangan atau relingan buat jalan Bandung [-Jakarta PP]. Habis itu saya jadi sopir kedua buat rute jauh Jakarta-Malang. Setelah berapa tahun baru deh saya dapat batangan [mobil],” tuturnya.

Menurut Aris, sistem seperti itu punya banyak kelebihan. Salah satunya adalah kematangan pengemudi menghadapi segala sesuatu di jalanan, termasuk diantaranya adalah kerusakan kendaraan yang terjadi tiba-tiba.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Malam, Korbankan Waktu Demi Antar Penumpang

“Banyak itu sekarang sopir muda, udah dapat mobil bagus. Ngebut-ngebut doang, kalo mobil kenapa-kenapa di jalan, jangankan ngolong buat ngecek, kena oli aja enggak mau. Kenek disuruh-suruh doang atau nungguin mekanik yang posisinya kadang jauh banget,” keluhnya. [Bisma Satria]