RK Kompor, Tonggak Awal Keberhasilan Bus Mesin Belakang Hino di Indonesia

Hari ini, Kamis (10/3/2022), PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) meluncurkan deretan produk terbarunya, termasuk sasis bus mesin belakang RK280 yang sudah memenuhi standar emisi Euro 4. Sasis tersebut menggantikan RK8 R260 yang sudah beredar di Tanah Air lebih dari satu dekade.

Baca juga: Pengemudi Bus, Lelaki yang Katanya “Setia”

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai RK280, ada baiknya kita mundur ke 1988, saat Hino pertama kali memperkenalkan sasis bermesin belakang untuk pasar Indonesia. Sasis tersebut yang menjadi tonggak awal keberhasilan Hino merajai pasar sasis bus besar, khususnya sasis bus bermesin belakang hingga saat ini.

“RK Kompor” adalah sebutan untuk kanlpot yang mengeluarkan api. Foto: Istimewa

Sasis yang dimaksud adalah RK174 atau kerap disebut sebagai “RK Kompor”. Sebutan “RK Kompor” muncul lantaran knalpot RK174 kerap mengeluarkan api layaknya kompor saat bus dipacu dalam kecepatan atau putaran mesin (RPM) tinggi.

Munculnya api itu disebabkan oleh oleh pelepasan bahan bakar berlebih ke ruang pembakaran. Kondisi itu biasanya terjadi pada mesin yang sudah dioprek atau di-setting oleh mekanik agar bisa melaju lebih kencang dari kondisi standarnya.

Api yang keluar dari knalpot “RK Kompor” sama halnya dengan api yang kerap keluar dari knalpot lokomotif diesel atau “kobong”. Kondisi tersebut juga disebabkan oleh pelepasan bahan bakar berlebih ke ruang pembarakan lantaran masinis menaikkan throttle terlalu cepat.

Mesin yang digunakan oleh “RK Kompor” adalah Hino H07C 6.287 cc naturaly aspirated (NA) alias tanpa adanya turbo atau turbo intercooler. Mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 175PS untuk generasi pertamanya dan 180PS untuk generasi keduanya.

Generasi pertama beredar pada 1988-1991 menggunakan mesin H07C berkode D4, sementara itu generasi kedua beredar pada 1991-1993 dengan mesin H07C berkode D6. Pada generasi kedua juga terdapat peningkatan pada sistem pengereman, perubahan axle ratio, dan peningkatan kecepatan tertinggi hingga 109 kpj.

Baik generasi pertama maupun kedua sama-sama beredar dengan sasis pendek ber-wheelbase 5.000 mm atau 5 meter. Keduanya dapat dicirikan lewat keberadaan kisi-kisi mesin tambahan di bagian belakang kiri apapun itu karoserinya.

Mengingat usianya yang sudah melebihi 25 tahun, saat ini sangat sulit menemukan “RK Kompor” yang masih beroperasi di jalanan. “RK Kompor” yang tersisa biasanya hanya digunakan untuk keperluan angkutan jarak dekat seperti antarjemput karyawan atau bus kota.

Salah satu perusahaan (PO) yang masih mengoperasikan “RK Kompor” untuk layanan reguler adalah PO Dana Dhasih. “RK Kompor” masih ditugaskan oleh PO tersebut untuk layanan Patas Jatim Surabaya-Malang PP.

Jika Anda sedang terburu-buru menuju Malang sebaiknya hindari bus ini karena bus ini biasanya berjalan perlahan ketika melahap tanjakan yang ada di Tol Pandaan-Malang. Hal yang sama juga terjadi saat bus masih melewati jalan arteri di sekitar Purwosari-Lawang, terlihat kepayahan dan menjadi bulan-bulanan bus yang berangkat belakangan.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

Wajar saja, usia tak bisa bohong. Komponen mesin di bus tersebut sudah banyak yang aus termakan usia sehingga tenaganya tak semaksimal dulu. [Bisma Satria]

“Cilokan” Suplemen Pendapatan Awak Mayasari Bakti

Cilok selama ini dikenal sebagai jajanan berbahan dasar tepung sagu atau aci yang mudah sekali ditemukan di titik-titik keramaian. Nama cilok sendiri diambil dari singkatan aci dicolok lantaran cara memakannya yang menggunakan tusuk gigi atau batang lidi.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

Namun, tahukah Anda bahwa cilok punya arti yang berbeda di kalangan awak bus kota Mayasari Bakti. Cilok atau kadang juga disebut cilokan adalah sebutan untuk penumpang yang tidak tercatat oleh petugas kontrol atau checker.

Checker bertugas untuk menghitung jumlah penumpang yang diangkut per perjalanannya. Biasanya checker menunggu bus di titik tertentu yang sebagian besar adalah halte atau titik naik turun penumpang.

Bus wajib berhenti walaupun tidak ada penumpang naik atau turun untuk diperiksa jumlah penumpangnya oleh checker. Pemeriksaan itu dilakukan agar tidak ada manipulasi jumlah penumpang yang dilaporkan oleh awak bus kepada perusahaan.

Jumlah penumpang yang tercatat ini berpengaruh terhadap pendapatan awak bus maupun perusahaan. Makin banyak jumlah penumpang tentu saja makin banyak pendapatan keduanya, begitupun sebaliknya.

Dengan kata lain, checker sengaja disiapkan agar awak bus tidak memanipulasi laporan jumlah penumpang ke perusahaan. Walaupun demikian, praktik di lapangan bisa saja berbeda karena ada kemungkinan checker dan awak bus bersekongkol melaporkan jumlah penumpang jauh lebih sedikit dari sebenarnya.

Bagi awak bus yang bekerja dengan baik, tentu saja mereka akan menghindari cara tak terpuji itu. Mereka lebih memilih untuk mencari “ceperan” lainnya lewat cilok atau cilokan.

Asep, pengemudi Mayasari Bakti Patas AC05 Bekasi Timur-Blok M menyebut cilok atau cilokan adalah penumpang yang naik dan membayar tetapi tidak tercatat oleh checker. Mereka biasanya adalah penumpang jarak dekat.

Cilok atau cilokan memang hanya ada di bus Patas maupun Patas AC Mayasari Bakti trayek jauh dari Jakarta menuju wilayah penyangga seperti Bekasi, Tangerang, Cileungsi, Cibitung, dan Cikarang. Semuanya tentu saja melintas di jalan tol.

“Cilokan ini sewa [penumpang] yang naik sebelum atau sesudah checker. Biasanya penumpang jarak dekat yang tarifnya juga enggak dihitung penuh, biasanya separuh tarif penuh,” katanya.

Asep menjelaskan busnya jika berangkat dari Bekasi harus berhenti di checker yang ada di Halte Tol Jatibening. Sebaliknya, jika bus berangkat dari Blok M checker berada di Halte Kartika Chandra tepat sebelum bus memasuki tol.

“Penumpang yang naik dari Blok M ke Semanggi, sebelum [Halte] Kartika Chandra itu masuknya cilokan. Bayarnya biasanya ya Rp5.000, penumpang jarak dekat. Begitu juga kalau dari Tol Jatibening ke Bekasi,” tuturnya.

Menurut Asep perusahaan tak mempermasalahkan praktik itu. Intinya selagi penumpang tak tercatat oleh checker maka awak bus berhak sepenuhnya atas uang dari penumpang tersebut.

Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

“Boleh kok, udah dari dulu begitu. Lagian, cilokan seberapa banyak sih? Kita juga enggak main asal angkut nanti bisa rame ribut sama angkot atau bus lain yang main jarak dekat. Sekarang ada ojek online sama Transjakarta cilokan juga jadi sepi,” ungkapnya. [Bisma Satria]

Tuai Pujian, Sopir Bus SMRT Payungi Penumpang yang Naik dan Turun Saat Hujan

Seorang pengemudi bus di Singapura mendapat banyak pujian dari penumpangnya. Ini karena saat hujan lebat, pada 6 Februari lalu, pengemudi tersebut membantu memayungi setiap penumpang yang naik dan turun dari busnya.

Baca juga: Jumlah Sopir Bus Terinfeksi Covid-19 Melonjak, Singapura Canangkan Sopir Taksi Jadi ‘Cadangan’

Pengemudi bernama Segar A Subramaniam itu mengemudikan bus layanan SMRT 972 di Far East Plaza. Dalam sebuah video yang beredar, saat itu angin kencang dan hujan tengah membasahi Singapura dan Segar memayungi penumpang dari halte sampai di depan bus atau penumpang yang akan turun.

Video tersebut diberi caption oleh si perekam “membuat hari hujan yang dingin terasa begitu hangat”. Karena viral, beberapa media lokal melakukan wawancara padanya dan Segar hanya tertawa, bahkan mengabaikkannya sebagai bagian dari pekerjaannya.

“Sebagai pengemudi bus, kami selalu berusaha sebaik mungkin untuk membuat perjalanan senyaman mungkin bagi penumpang,” kata Segar yang dikutip KabarPenumpang.com dari mothership.sg (9/3/2022).

Pria berusia 59 tahun tahun itu bergabung dengan SMRT sebagai kapten bus sekitar lima tahun lalu. Dia mengatakan, bahwa dirinya selalu berusaha melindungi penumpang dengan payung setiap kali hujan deras membasahi kota.

Mantan kurir tersebut menambahkan, rute bus 972 dimulai dari Bukit Panjang melintasi jantung kawasan perbelanjaan Singapura yakni Orchard Road. Dikarenakan struktur halte di daerah tersebut, maka bus tidak bisa berhenti di dekat halte.

“Begitu hujan, penumpang akan basah,” kata Segar.

Dia menceritakan bahwa kebiasaannya melindungi penumpang mungkin dimulai karena insiden yang dia saksikan sebagai penumpang sebelum dia bergabung dengan SMRT. Segar ingat bagaimana seorang penumpang laki-laki hampir terpeleset dan jatuh ketika naik bus pada suatu hari hujan. Dirinya mencatat bahwa pria itu tidak membawa payung pada saat itu dan kapten bus juga tidak menyiapkan payung.

Insiden itu kemudian meninggalkan kesan mendalam pada Segar. Sebagai mantan fotografer pernikahan dan komersial dalam karir yang membentang selama 35 tahun, Segar tidak pernah berpikir suatu hari dia akan menemukan dirinya di depan lensa kamera.

Baca juga: Startup Singapura Luncurkan Aplikasi Sewa Minibus untuk Pekerja Migran

Ia mengungkapkan, ketika semangat fotografinya memudar, dirinya mencoba mencari jalan lain untuk mendapatkan penghasilan. Dia menanggapi iklan rekrutmen SMRT setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai kurir. Segar menambahkan bahwa pekerjaannya saat ini memberinya rasa kepuasan dan dia telah bertemu banyak instruktur baik serta supervisor yang mempercayainya.

“Saya kemungkinan besar akan tetap dalam pekerjaan ini sampai saya pensiun,” kata Segar.

Bagaimana Bus Ekonomi Mencari Penumpang, Mengandalkan “Tower” Hingga Informan

Berbeda dengan bus jarak jauh, bus jarak pendek atau menengah memperbolehkan penumpang naik dengan cara menyetop bus di pinggir jalan. Penumpang nantinya tinggal membayar ongkos sesuai ketentuan kepada kondektur yang bertugas.

Baca juga: Terkait Aspek Keamanan, Bus Tingkat Lebih Cocok di Jalanan Dalam Kota

Sistem seperti ini ternyata membuat awak bus, khususnya pengemudi dan kernet harus bekerja ekstra. Mereka mau tidak mau harus memutar otak bagaimana caranya bisa mendapatkan penumpang atau menjaga calon penumpang tidak direbut bus lainnya.

Salah satu cara yang kerap dilakukan adalah menggunakan informan. Informan ini bisa siapa saja, mulai dari rekan sejawat dari perusahaan yang sama atau orang lain seperti pedagang asongan atau timer.

Sebagai catatan, timer merupakan sebutan untuk preman yang mengatur waktu nge-time bus di titik tertentu. Mereka juga biasanya membantu awak bus mencari penumpang, tentu saja ada imbalan uang dengan nominal tertentu yang diberikan kepada mereka.

Agus, pengemudi bus ekonomi antarkota dalam provinsi (AKDP) Surabaya-Malang-Blitar mengaku dibantu oleh rekan dari satu perusahaan serta pedagang asongan untuk mengetahui kondisi penumpang di jalur yang akan dilewati. Demikian halnya untuk memantau pergerakan bus pesaingnya yang berangkat lebih awal atau berada di belakang.

“Biasanya ya dikasih saling tukar kode tangan waktu kita papasan. Bus yang dari arah berlawanan kan tahu gimana bis depan kita jauh enggak, penuh apa enggak. Asongan ini juga sama, malah bisa lebih akurat karena mereka ini masuk ke dalam bus depan kan sebelum masuk bus kita,” tuturnya.

Keberadaan ponsel tentu saja mempermudah Agus dan rekan-rekan sejawatnya untuk mencari penumpang. Awak bus di jalur yang sama dan kenal baik dengan dirinya kerap menelpon memberikan kabar bagaimana situasi di jalan, demikian pula sebaliknya.

Saling telepon satu sama lain ini kerap disebut sebagai “toweran”. Makin banyak jejaring awak bus dianggap makin tinggi juga “tower” mereka tentunya berpengaruh pada informasi yang diperoleh.

“Berbagi informasi, kalau saya nyetir ya yang pegang handphone kernet saya. Kernet ini juga jadi tukang intip-intip bis belakang jauh nggak. Entah dia ngintip di spion atau ke belakang lihat dari kaca,” ungkapnya.

Sebelum penggunaan ponsel populer di kalangan awak bus, insting kernet dan pengemudi betul-betul dibutuhkan untuk menyapu bersih penumpang di jalanan. Pengemudi harus bisa mengira-ngira jarak bus lainnya di depan atau belakang. Mata kernet harus benar-benar awas memantau pergerakan bus lain dari jauh.

Baik pengemudi maupun kernet juga harus memahami jam-jam ramai dan titik keramaian penumpang. Checker atau asongan tidak bisa sepenuhnya diandalkan karena ada kemungkinan mereka memberikan informasi palsu.

Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

“Bisa saja mereka lebih akrab atau sudah dekat ke kru lainnya. Kita dikasih informasi salah. Ini bahaya buat kita,” tutupnya. [Bisma Satria]

Unik dari Jepang, Mesin Penjual Otomatis Tampilkan Video Pemandangan Langsung dari Ruang Masinis

Bisakah Jepang dikatakan sebagai negara mesin penjual otomatis (vending machine)? Sepertinya bisa. Sebab, di Negeri Sakura ini mesin penjual otomatis adalah pemandangan yang umum. Di mana berbagai jenis barang dijual dalam mesin penjual otomatis.

Baca juga: Mesin Penjual Otomatis, Jual 48 Jenis Produk dari Buah Hingga Suvenir

Namun, ada hal baru di salah satu mesin penjual otomatis di kota barat Laut Tokyo. Ini adalah memberikan pelanggan pemandangan yang lebih eksklusif. Penasaran pemandangan seperti apa yang dihadirkan mesin penjual otomatis?

Seorang anak menonton video di mesin penjual teh Sayama di Tokorozawa, Prefektur Saitama. Foto: Mainichi/Takashi Seido

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (17/2/2022), pemandang tersebut adalah dari kabin masinis saat kereta meluncur di sepanjang rel. Mesin ini menunjukkan video yang diambil dari sudut pandang masinis di jalur kereta Seibu Railway Company.

Mesin ini didesain oleh Preno Inc. yang berbasis di Tokyo dan mereka juga yang memproduksi serta menjual mesin otomatis. Preno memiliki ide ini karena ingin menyediakan produk lokal yang unik sehingga membuat orang merasa mau bepergian.

Seibu bergabung dengan proyek tersebut dan mesin penjual otomatis itu mulai dipasang pada 1 Februari lalu. Mesin penjual otomatis ini memiliki eksterior mesin yang dimodelkan pada salah satu kereta kuning ikonik Seibu.

Bagian “jendela” merupakan monitor 32 inci yang menampilkan video yang diambil pada empat bagian antara Stasiun Hanno dan Motokaji, antara Stasiun Nishi-Tokorozawa dan Tokorozawa, antara Stasiun Nakamurabashi dan Nerima, serta Stasiun Shiinamachi dan Ikebukuro. Selain visual, ada juga suara masinis yang bisa didengar saat menonton video tersebut.

Untuk dketahui, mesin penjual otomatis ini sering diperhatikan oleh anak-anak yang terpesona dengan video yang ditampilkan. Selain itu, banyak juga orang dewasa dan remaja yang merekam hal tersebut melalui ponsel pintar mereka.

Ternyata selain menampilkan video, ketika mesin didekati, maka monitor akan beralih ke layar pembelian barang. Ada dua item yang ditawarakan yakni satu set daun teh utuh “sencha” dan daun teh panggang “hojicha” serta satu set kantong teh hijau.

Baca juga: Stasiun ini Punya Banyak Hal Unik, Salah Satunya ada Vending Machine yang Hanya Jual Air dan Teh

Setiap item dihargai 1.080 yen (sekitar $9,30), dan mesin menerima berbagai metode pembayaran termasuk kartu kredit, tetapi tidak tunai. Preno mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menggunakan video yang diambil di jalur kereta api lainnya, dan menjual produk lokal lainnya.

Wacana Wajib Sekat Pemisah Pengemudi dan Penumpang, Begini Komentar Pengemudi Bus

Kecelakaan yang terjadi akibat penumpang mencoba mengambil alih kemudi bus beberapa waktu lalu masih menjadi perbincangan. Kecelakaan tersebut memunculkan wacana kewajiban pemasangan sekat pemisah antara penumpang dan pengemudi.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

Seperti diketahui, akhir pekan lalu terjadi kecelakaan di Jalan Tol Gempol-Gresik, Surabaya yang menewaskan tiga orang. Bus berbalik arah dan menabrak beton pembatas jalan setelah seorang penumpang yang diduga depresi mencoba merebut kemudi.

Pemasangan sekat pemisah antara penumpang dan pengemudi sebenarnya bukan hal yang baru. Sudah banyak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang menggunakannya dengan tujuan memberikan kenyamanan kepada penumpang.

Pemasangan sekat pemisah bertujuan agar penumpang tidak terganggu dengan aktivitas awak bus, khususnya ketika mereka merokok. Karena tak bisa dipungkiri sebagian besar pengemudi bus seakan tak bisa lepas dari rokoknya saat mengemudi dengan dalih “tombo ngantuk” atau penawar rasa kantuk.

Sekat pemisah juga membuat pengemudi merasa nyaman, khususnya saat mereka terlibat pembicaraan dengan awak bus lainnya yang bertugas. Karena bukan tidak mungkin mereka akan membicarakan hal-hal sensitif seperti pendapatan atau bagaimana kondisi internal perusahaan.

Tentunya, tak elok jika pembicaraan itu didengar oleh penumpang. Kalau penumpang masa bodoh tentu saja tak jadi soal. Tetapi bagaimana jika penumpangnya adalah informan dari perusahaan otobus (PO) kompetitor?

David, pengemudi bus AKAP Bandung-Jakarta-Padang menyebut sekat pemisah benar-benar diperlukan untuk bus jarak jauh seperti yang dikemudikannya. Terlebih bagi dirinya yang perokok berat.

“Biar asap [rokok] enggak masuk atau kena penumpang. Apalagi yang [duduk] di baris depan ini biasanya ada perempuan, ibu-ibu, kadang bawa anaknya. Kasihan kalau kena asap rokok. Tapi kita ini enggak ngerokok susah juga. Kaca dibuka juga asapnya tetap masuk,” katanya.

Selain itu, menurut David keberadaan sekat pemisah juga memungkinkan dirinya untuk menyetel musik di malam hari untuk mengusir sepi atau rasa kantuk. Sekat pemisah juga memungkinkan lagu yang diputar untuk penumpang dan pengemudi berbeda, menyesuaikan seleranya.

“Saya contohnya ini senang lagu-lagu rock lama macam Metalicca. Kalau malam setel itu biar semangat, enggak ngantuk. Tetapi enggak mungkin kan kalau ada penumpang, berisik mereka nanti. Kalau ada sekat ini membantu,” ungkapnya.

Sementara itu, komentar berbeda datang dari Firman, pengemudi bus pariwisata asal Jakarta. Menurutnya sekat pemisah antara pengemudi dan penumpang tidak diperlukan untuk bus pariwisata. Sebab, selain mengganggu pandangan penumpang ke depan, dirinya dan asisten pengemudi juga sulit berkomunikasi dengan penumpang.

“Mau lihat pemandangan jadi terhalang, walaupun ada sekat model baru juga ya menurut saya tetap saja. Kalau penumpang mau kasih arahan ke kita atau kita mau panggil tanya sesuatu ke penumpang bakalan repot,” ujarnya.

Kemudian terkait dengan kasus kecelakaan yang terjadi di Surabaya akibat ulah penumpang merebut kemudi, Firman menyebut itu sangat jarang terjadi. Keberadaan sekat juga tak begitu membantu karena penumpang juga masih bisa mengakses area pengemudi setelah membuka pintu.

Baca juga: Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

“Pintu [sekat] kan enggak dikunci, enggak boleh karena kalau kecelakaan darurat akses keluar susah. Kalau kemudi direbut orang jujur baru kali ini saya dengar,” tuturnya.

Kereta Maglev 3.0 Komersial Mulai Beroperasi Tanpa Awak

Setelah beberapa kali Cina melakukan uji coba pada prototipe kereta Maglev dengan kecepatan yang super tinggi, kini meluncurkan versi komersial pertamanya. Kereta Maglev 3.0 tersebut memiliki hak kekayaan intelektual penuh dan sudah menyelesaikan serangkaian tes pada kamis (10/3/2022) kemarin.

Baca juga: Kembali Hadirkan Prototipe Maglev Baru, Cina Berharap Melaju dengan Kecepatan tertinggi Lebih dari 620 KPJ

Bahkan kereta ini sudah mencapai beberapa kemajuan teknologi seperti beroperasi tanpa awak dan memiliki catu daya non kontak. Maglev 3.0 dikembangkan oleh pabrikan kereta berkecepatan tinggi Cina CRRC Zhuzhou Locomotive Company. Tes yang relevan dan penyetelan sistem pun telah diselesaikan di laboratorium Maglev di Universitas Tongji.

KabarPenumpang.com melansir globaltimes.cn (10/3/2022), keceta Maglev komersial 3.0 akan melaju dengan kecepatan 200 km per jam. Untuk diketahui, kereta Maglev komersial ini dikembangkan secara independen oleh para peneliti Cina.

“Kereta mengisi celah dalam sistem transportasi Maglev global pada tingkat kecepatan ini, menunjukkan bahwa Cina telah menguasai teknologi inti utama Maglev kecepatan menengah. Inovasi teknologi Maglev dan pengembangan industri Cina terus menjadi yang terdepan di dunia,” kata Zhou Qinghe, ketua CRRC Zhuzhou.

Maglev terbaru ini bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya ternyata menunjukkan peningkatan efisiensi traksi. Selain itu juga memiliki kemampuan untuk mendaki bukit serta kinerja akselerasi yang meningkat secara signifikan.

Maglev komersial 3.0 dirancang untuk melaju dengan kecepatan 200 km per jam dan dikendalikan oleh sistem kontrol operasi darat yang dapat mewujudkan mengemudi tanpa awak. Zhang Wenyue, wakil kepala lembaga penelitian Maglev CRRC Zhuzhou Locomotive mengatakan, elalui komunikasi nirkabel dengan jaringan 5G, pemantauan status online, analisis data besar dan teknologi lainnya, sistem kontrol dapat membuat diagnosis cerdas waktu nyata dari kendaraan, lintasan, catu daya, dan kesalahan lainnya, memastikan keamanan dan keandalan mengemudi tanpa awak.

Dia mengatakan bahwa kereta baru ini diharapkan dapat diterapkan di jalur intra kota dan perkotaan. Jalur Maglev paling terkenal yang beroperasi di Cina adalah Jalur Maglev Shanghai yang menghubungkan kota dan Bandara Internasional Pudong Shanghai.

Jalur tersebut sepanjang 30 kilometer dan bila kereta melaju dengan kecepatan 430 km per jam, maka akan menyelesaikan perjalanan dalam waktu 7 menit 20 detik. Saat ini Cina sedang mempercepat pembangunan jalur kereta api dalam kota. Para analis menyebutkan bahwa, kereta Maglev 3.0 komersial memiliki prospek pasar yang sangat luas, dan merupakan salah satu pilihan terbaik untuk transportasi antarkota dan kota yang “hijau dan cerdas”.

Baca juga: Kereta Maglev Pertama di Dunia Cuma 11 Tahun Beroperasi, Kenapa?

Pada Juli 2021, kereta Maglev berkecepatan tinggi yang dikembangkan sendiri oleh Cina diluncurkan dari jalur produksi. Dengan kecepatan tertinggi yang dirancang 600 km per jam, Maglev adalah kendaraan darat tercepat di dunia saat ini.

Tak Kehabisan Akal Gegara Sanksi Uni Eropa, Maskapai Terbangkan Warga Rusia ke Eropa Lewat Serbia

Meski maskapai-maskapai Rusia dilarang terbang ke semua negara-negara Uni Eropa, Inggris, dan beberapa negara Eropa non anggota Uni Eropa, warga Rusia tetap bisa bepergian ke sana. Mereka tetap bisa melenggang ke Eropa melalui Serbia, baik untuk tujuan bisnis ataupun liburan musim panas. Data ForwardKeys menunjukkan, 60 persen penerbangan dari Rusia ke Eropa dilakukan via Serbia.

Baca juga: Rusia Kirim Kereta Api Lapis Baja Anti Drone Bayraktar TB2 ke Ukraina, Dilengkapi Senjata Mematikan

Di Eropa, ada banyak negara yang tidak bergabung dengan Uni Eropa, termasuk Norwegia, Islandia, Serbia, Kosovo, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Albania, Makedonia Utara, Swiss, Inggris, Turki, dan semua negara-negara Eropa Timur. Di antara negara-negara tersebut, tak semuanya ikut memberlakukan sanksi terhadap Rusia.

Sebaliknya, mereka pun tidak turut disanksi oleh Uni Eropa karena masih menjalin kerjasama atau tidak ikut memberikan sanksi terhadap Rusia. Salah satunya Serbia. Negeri bekas pecahan Yugoslavia itu masih membuka ruang udaranya untuk maskapai-maskapai Rusia.

Demikian juga dengan beberapa negara di sekitarnya yang juga anggota Uni Eropa, mereka tidak ikut memberikan sanksi dan masih membuka ruang udaranya untuk Rusia, seperti Slowakia (Slovakia), Hungaria, dan banyak lainnya. Tercatat, hanya ada 18 negara di Eropa yang menutup ruang udaranya untuk maskapai-maskapai Rusia.

Karenanya, tak heran bila maskapai-maskapai Rusia masih bisa melakukan penerbangan internasional ke Eropa, terutama Eropa Barat, via Serbia melalui kerjasama codeshare. Rutenya sendiri ialah dari Rusia, masuk ke Ukraina, Slowakia, Hungaria, dan tiba di Serbia.

Baca juga: Tantang AS-Eropa, Israel Siapkan Rp28 Triliun ke Maskapai untuk Tetap Terbang ke Rusia

Dari Serbia, barulah warga Rusia atau wisatawan yang berpegian dari Rusia, bisa melanjutkan penerbangan ke berbagai negara lainnya di Eropa.

Masih dari data ForwardKeys, sepekan setelah invasi Rusia ke Ukraina, tepatnya pada tanggal 24 Februari sampai 2 Maret 2022, dibandingkan dengan tujuh hari sebelum invasi, terjadi peningkatan 60 persen lebih penerbangan dari Rusia ke Serbia.

Selanjutnya, penerbangan dari Rusia 40 persennya berlanjut ke Montenegro, dan sisanya ke Siprus, Perancis, Swiss, Italia, dan negara-negara lainnya di Eropa.

Dari segi traffic, negara-negara seantero Eropa seluruhnya terjadi permintaan penerbangan atau penurunan traffic pasca invasi Rusia ke Ukraina. Namun, besarannya berbeda-beda. Di Moldova, Ukraina, Rusia, dan Belarusia, terjadi penurunan traffic sampai lebih dari 50 persen.

Baca juga: Lima Dampak Perang Rusia-Ukraina yang Bikin Maskapai Internasional Pusing

30-50 persen penurunan permintaan penerbangan terjadi di negara-negara yang berdekatan dengan Ukraina, seperti Lithuania, Latvia, Estonia, Polandia, Slowakia, Hungaria, Kroasia, dan Bulgaria.

Di luar negara-negara yang terjadi penurunan lebih dari 50 persen dan 30-50 persen, negara-negara lainnya di Eropa hanya terjadi penurunan traffic penerbangan berkisar 10-30 persen, kecuali Islandia, Belgia, dan Serbia yang hanya terjadi kurang dari 10 persen permintaan penerbangan selama invasi.
























Siap-siap, Tiket Pesawat Naik 2 Kali Lipat Gegara Perang Rusia-Ukraina

Tiket penerbangan di seluruh dunia diprediksi bakal naik dalam beberapa pekan mendatang. Penyebabnya, apalagi kalau bukan perang Rusia dan Ukraina yang mengerek harga minyak global naik, berujung naik pula harga Avtur.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Avtur Ikut Naik, Maskapai Penerbangan Makin Tercekik!

Rusia diketahui memproduksi sekitar 10 persen dari pasokan minyak global, atau sekitar 11 juta barrel per hari. Dari jumlah tersebut, 7 juta barrel di antaraya rutin diekspor ke berbagai negara. Sanksi bertubi-tubi terhadap Rusia sudah pasti berdampak pada harga minyak dunia lantaran suplai terganggu.

Harga minyak mentah berjangka Brent per hari ini untuk pengiriman bulan April 2022 naik menjadi di level 109 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4,13 dollar AS menjadi di level 107,35 dollar AS per barrel.

Naiknya harga bahan bakar minyak sudah pasti membuat harga Avtur turut naik. Ini tentu akan membuat maskapai serba salah. Menaikkan harga tiket sudah pasti mempengaruhi pilihan penumpang. Tidak menaikkan harga tiket dipastikan rugi.

Baca juga: Siap-siap, Tiket Pesawat Bakal Naik Gegara Harga Avtur Melonjak 70 Persen

Dilansir Daily Mail, CEO Qantas, Alan Joyce, sudah ancang-ancang bakal menaikkan tarif sebesar tujuh persen dari harga saat ini. Tidak cukup sampai di situ, ia juga memperingatkan setelah tarif pesawat atau tiket penerbangan naik sebesar tujuh persen, akan ada kenaikan sebesar satu persen untuk setiap kenaikan minyak dunia sebesar US$4 per barrel.

CEO Flight Center, Graham Turner, bahkan memprediksi, tiket pesawat maskapai-maskapai di dunia akan naik sampai 15 persen, yang dibarengi dengan peningkatan penumpang.

“Dugaan saya adalah dengan peningkatan kapasitas maskapai, kita harus kembali ke harga tiket internasional pra-Covid selama enam bulan ke depan, tetapi biaya bahan bakar bisa menempatkan 10-15 persen pada tiket pesawat,” katanya kepada The Australian.

“Saya tidak berpikir kenaikan tarif akan mempengaruhi peningkatan kapasitas kursi, tetapi (perang Rusia) Ukraina iya (berpengaruh). Jika sudah tenang, perjalanan akan naik, tetapi jika semakin parah orang akan lebih enggan untuk bepergian. Jika situasinya tetap sama, orang akan terbiasa dan akan tetap bepergian,” lanjutnya.

Baca juga: Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Meskipun tiap maskapai memiliki perhitungan yang berbeda-beda dalam menyikapi kenaikan minyak dunia terhadap kenaikan tiket penerbangan, tetapi, besar kemungkinan angka kenaikannya tidak jauh berbeda.

Celakanya, beberapa ahli memprediksi bakal naik sampai menyentuh harga US$200 per barrel karena Amerika Serikat, pemasok minyak terbesar di dunia, masih berusaha menutupi pasokan yang berkurang akibat embargo minyak dari Rusia. Bila ini terjadi, bukan tidak mungkin tiket penerbangan bisa naik dua kali lipat atau lebih dari harga yang ada saat ini.
























Terancam Hancur, Vladimir Putin Sambangi Aeroflot dan Diapit Pramugari Muda

Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengunjungi pusat pelatihan Aeroflot di Moskow. Selama kunjungannya itu, Putin mencoba simulator untuk pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia. Dia juga memeriksa kokpit pelatihan untuk pesawat berbadan sempit jarak menengah MC-21 Rusia.

Baca juga: Tantang AS-Eropa, Israel Siapkan Rp28 Triliun ke Maskapai untuk Tetap Terbang ke Rusia

Padahal saat ini sanksi barat membuat penerbangan Rusia mungkin akan segera bergantung pada industri kedirgantaraan negara yang tekepung. Sehingga bisa dikatakan, ini mengancam penerbangan Rusia dan membuatnya di ambang kehancuran. KabarPenumpang.com melansir dari laman paddleyourownkanoo.com (6/3/2022), meski begitu dia tetap melakukan kunjungan ke Aeroflot dan duduk bersama dengan sekelompok pramugari muda untuk melakukan sesi tanya jawab.

Dalam sesi itu, Putin bahkan duduk tanpa jarak sosial dan tampaknya tidak memiliki kekhawatiran untuk bergaul dengan awak kabin yang akan segera menganggur. Putin mengatakan dia telah berniat untuk mengunjungi pusat pelatihan Aeroflot untuk beberapa waktu tetapi hanya mengkonfirmasi kunjungan itu setelah maskapai mengumumkan akan menangguhkan semua penerbangan internasionalnya mulai 8 Maret karena kekhawatiran bahwa armadanya yang sebagian besar pesawat sewaan akan disita oleh lessor di negara asing.

Tepat sebelum invasi Rusia ke Ukraina, maskapai Aeroflot Group mengoperasikan 100 rute internasional ke 53 negara. Namun mulai 8 Maret kemarin, Aeroflot hanya akan terbang secara internasional ke Minsk. Untuk diketahui, alasan Putin untuk dikelilingi oleh sekumpulan pramugari adalah dengan berpura-pura memberi selamat kepada mereka pada Hari Perempuan Internasional.

Industri penerbangan Rusia mempekerjakan 70 ribu wanita sebelum serangan ke Ukraina dengan diantaranya ada 200 pilot yang perempuan. Terlepas dari ketakutan pada pemecatan yang akan datang, seorang pilot wanita di armada Airbus A320 Aeroflot mengatakan semua yang hadir “mendukung tindakannya dan operasi khusus yang sedang berlangsung di sana”.

Namun, pilot lainnya mengkhawatirkan kemungkinan darurat militer, sebuah rumor yang telah mencengkeram Rusia pada minggu lalu. Mencoba menghilangkan ketakutan akan wajib militer dan darurat militer, Putin hanya mengatakan bahwa dia berharap “tidak akan sampai seperti itu”.

Namun, terlepas dari senyumannya, masa depan Aeroflot, dan maskapai penerbangan Rusia lainnya, terlihat lebih suram dari sebelumnya. Bahkan jika mereka mau, Airbus dan Boeing tidak dapat memasok maskapai Rusia dengan pesawat atau bahkan suku cadang.

Sanksi itu juga mempengaruhi perusahaan kedirgantaraan lain yang memasok maskapai Rusia, sementara penyewa pesawat mencari peluang untuk merebut kembali properti mereka. Saber raksasa IT Airlines telah memutuskan Aeroflot dari sistem pemesanannya, sementara perusahaan bahkan dapat memutuskan maskapai dari proses otomatisasinya yang secara efektif membuat Aeroflot tetap terbang.

Baca juga: Diam-diam, Airbus Kirim Pesawat ke Aeroflot di Hari Pertama Invasi Rusia ke Ukraina

Selain itu, tentu saja, adalah larangan wilayah udara yang luas terhadap pesawat Rusia – sanksi yang memiliki dampak yang jauh lebih besar pada maskapai Rusia daripada operator Barat yang sekarang harus menghindari wilayah udara Rusia.