ZipCharger Hadirkan GoHub Untuk Bantu Pengendara Mengisi Daya Pada Mobil Listrik

Kendaraan listrik yang kini mulai hadir memenuhi jalanan di dunia, membutuhkan pengisian daya ketika baterai mulai melemah. Namun, sayangnya tempat pengisian daya ini belum banyak hadir dan pada akhir tahun lalu, ZipCharger yang adalah startup asal Inggris mengumumkan pengembangan powerbank berbentuk koper.

Baca juga: BlueSG Singapura Hadirkan Stasiun Pengisian Daya untuk Mobil Listrik Lain

Powerbank ini, bisa digunakan oleh pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya baterai pada mobil mereka. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (28/4/2022), ide yang diungkapkan berikutnya merupakan pusat pengisian dan penyimpanan modular yang disebut GoHub. Meski begitu, yang perlu dicatat adalah powerbank Go belum diproduksi.

Tetapi ZipCharger mengharapkan jendela pra pemesanan mulai dibuka tahun ini dengan pembelian langsung dan model berlangganan sudah ada. Mereka menyebutkan, dengan diperkenalkannya GoHub, perusahaan juga ingin menambahkan opsi sewa. Walaupun belum diproduksi, platform dasar GoHub akan tersedia dalam dua varian dengan salah satunya bisa dimasukkan ke dalam tempat parkir mobil biasa di pusat perbelanjaan, taman bisnis atau area beraspal di pusat komunitas.

Satu sisi unit akan mampu menampung lima powerbank Go yang bisa disewa oleh pengemudi EV saat mereka membutuhkan seperti stasiun pertukaran baterai dari perusahaan seperti Gogoro. Nantinya akan ada satu GoHub dengan dua sisi sehingga berisi sepuluh powerbank. Untuk menggunakan powerbank tersebut, pengemudi akan memesan melalui aplikasi seluler.

Kemudian ke GoHub dan pintu akan terbuka saat didekati sehingga powerbank bisa dilepas dari dok pengisian dayanya dan didorong ke tempat mobil listrik untuk dicolok dan diisi ulang. Setiap Go memiliki baterai 4, 6 atau 8 kWh, dan setelah powerbank memberikan semuanya, pengemudi akan menerima pemberitahuan melalui aplikasi dan unit dapat dicabut dan dikembalikan ke hub untuk diisi ulang sebelum tersedia ke pelanggan berikutnya.

ZipCharge telah mengumumkan struktur harga sederhana di mana setiap pengisian 4 kWh akan dikenakan biaya satu dolar, tanpa dikenakan biaya koneksi tambahan. Jelas satu powerbank Go tidak akan cukup untuk mengisi baterai EV sepenuhnya, tetapi perusahaan menganggap itu bisa menambah jangkauan hingga 32 km yang mungkin cukup untuk membuat pengemudi pulang dalam keadaan darurat.

GoHub sendiri akan dibangun menggunakan bahan komposit nabati, kayu laminasi yang direkatkan (glulam) dari sumber bersertifikat FSC dan baja daur ulang dari kendaraan ICE bekas. Selain sebagai rumah bagi powerbank EV, ZipCharge melihat GoHub berfungsi sebagai hotspot WiFi komunitas, memanen air hujan untuk atap hijau atau panel surya olahraga atau turbin angin mini.

Mereka bahkan dapat melakukan tugas ganda sebagai titik pengisian atau penyewaan untuk ebike atau skuter listrik. GoHubs perlu disambungkan ke jaringan, tetapi juga dirancang untuk memuat sistem penyimpanan energi 100 kWh + built-in yang menggunakan baterai masa pakai kedua, dan akan menyertakan baterai Go yang sudah habis masa pakainya dengan pendekatan melingkar sementara juga berpotensi membantu penyeimbangan jaringan.

“The Go dan GoHub adalah komponen integral dari platform energi masa depan kami, yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan penyimpanan energi terdistribusi di rumah dan titik energi publik kami untuk menyediakan berbagai layanan energi bagi pelanggan kami,” kata pendiri Richie Sibal.

“Kami akan menggunakan teknologi untuk memecahkan ketidaksetaraan yang ada di sekitar akses ke pengisian daya dan energi dengan menempatkan unit ZipCharge Go dalam jarak lima menit berjalan kaki dari tempat orang tinggal dan parkir,” tambahnya.

Baca juga: Kempower Jadi Solusi Pengisian Daya di Bus Listrik Swedia

Ini adalah ide yang menarik, dan infrastruktur pengisian daya di masa depan kemungkinan besar akan perlu menyertakan solusi inovatif yang beragam untuk memenuhi kebutuhan berbagai pengguna EV di masa depan transportasi listrik kita. Dan ZipCharge ingin masuk lebih awal, menetapkan target ambisius untuk menyebarkan 100.000 GoHub di seluruh dunia pada tahun 2030. Video di bawah ini memiliki lebih banyak.

Bagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Penumpang disabilitas kerap kurang terlayani dengan maksimal, baik di moda transportasi darat, laut, maupun udara. Terkait moda transportasi udara, belum lama ini penumpang disabilitas bahkan gagal terbang bersama Garuda Indonesia lantaran kurangnya kualitas pelayanan. Sebetulnya, bagaimana prosedur pramugari atau kru kabin dalam melayani penumpang disabilitas?

Baca juga: IATA Tetapkan Standar Layanan Bagi Penyandang Disabilitas di Bandara

Jauh sebelum kru kabin melayani penumpang disabilitas, saat memesan tiket pesawat, maskapai biasanya akan meminta informasi bantuan khusus apa yang diperlukan penumpang disabilitas. Ini penting untuk maskapai.

Selain mempersiapkan kru untuk membantu penumpang berkebutuhan khusus, maskapai juga diatur untuk membatasi penumpang disabilitas di setiap penerbangan demi alasan keselamatan.

Dalam keadaan darurat, kru kabin harus menyelamatkan seluruh penumpang dalam waktu sesingkat-singkatnya. Karenanya, jumlah penumpang berkebutuhan khusus dibatasi maksimal 10 persen dari kapasitas untuk rute domestik, dalam hal ini rute domestik Indonesia. Untuk rute internasional, ini bisa sangat fleksibel, tergantung kebijakan masing-masing negara tempat maskapai bernaung.

Informasi penumpang berkebutuhan khusus saat pemesanan tiket juga dibutuhkan maskapai terkait penempatan kursi. Penumpang disabilitas biasanya akan ditempatkan di kursi prioritas dan dihindari dari baris kursi emergency. Tentu atas dasar keselamatan bersama, bukan bagian dari diskriminasi.

Dilansir Simple Flying, semua informasi pra penerbangan dari penumpang disabilitas akan diteruskan oleh maskapai ke bagian operasional sampai ke kru kabin.

Seperti biasanya, seluruh penumpang, termasuk penumpang disabilitas akan diberi informasi terkait prosedur keselamatan dalam keadaan darurat, seperti memakai sabuk pengaman, life jacket, cara menggunakan masker oksigen, letak pintu darurat dan toilet, serta cara memanggil atau meminta bantuan kru kabin.

Penumpang disabilitas juga dapat membaca penjelasan lengkap prosedur keselamatan saat terjadi keadaan darurat di airline safety card dengan huruf braille yang ada di seatback.

Lebih lanjut, penumpang berkebutuhan khusus atau penumpang disabilitas, dalam konteks penerbangan yang mendapat snack atau makanan berat, pramugari akan menjelaskan dan memberitahu apa dan dimana letak makanan. Prosedur ini tentu mengikuti penumpang disabilitas itu sendiri, baik itu tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, dan lainnya.

Terhadap penumpang tuna rungu, pramugari atau kru kabin biasanya akan berkomunikasi dengan catatan tertulis. Di sebagian maskapai, beberapa pramugari-nya bahkan bisa menggunakan bahasa isyarat sehingga sangat membantu penumpang tuna rungu.

Baca juga: Bandara Changi Luncurkan Program Ramah Disabilitas ‘Tersembunyi’

Penumpang tuna netra biasanya akan dilayani kru kabin dengan memaksimalkan audio dan sentuhan, seperti airline safety card dengan huruf braille yang ada di seatback untuk prosedur keselamatan, sistem hiburan dengan konten audio, dan lainnya. Bagi penumpang tuna netra, anjing yang memandunya juga diizinkan naik ke pesawat dan duduk di sebelahnya secara gratis.

Begitu juga dengan penumpang tuna wicara, tuna rungu, dan lainnya atau penumpang disabilitas secara keseluruhan, mereka diizinkan maskapai untuk membawa perlengkapan atau peralatan pribadi, seperti kursi roda, tongkat, dan lainnya.

Duta Besar AS untuk Jepang Kesengsem dengam Kereta Komuter di Kansai, Didaulat Sebagai “Testu Otaku”

Tetsu Otaku atau penggemar kereta di Jepang mendapat kehormatan, baru-baru ini Duta Besar Amerika Serikat untuk Kerajaan Jepang, Rahm Emanuel, telah menggunakan layanan kereta komuter untuk pertama kalinya sejak ia bertugas di Jepang pada Januari 2022.

Baca juga: Operator Kereta Komuter di Jepang Hadirkan Aplikasi Anti Pelecehan Seksual

Pengalaman pejabat AS itu telah diposting dalam akun Twitter-nya dan langsung mendapatkan respon luas dari warga Jepang. Dikutip dari Soranews24.com (17/5/2022), Duta Besar (Dubes) AS secara langsung telah dinobatkan sebagai Otaku kereta, lantaran ia ternyata telah membuktikan kecintaannya pada kereta Jepang, selain lewat foto-foto, hal itu juga diungkapkan lewat beberapa kalimat singkat.

Orang-orang dari seluruh dunia yang pernah mengunjungi Jepang sering berhenti untuk mengagumi keindahan kereta api Jepang. Tidak masalah dari mana Anda berasal atau apa yang Anda lakukan untuk mencari nafkah, baik — ketika naik kereta sebagus ini, terkadang Anda ingin membaginya dengan dunia di media sosial Anda. Dan itulah yang dilakukan Dubes AS untuk Jepang ketika dia naik kereta api lokal pertamanya.

Postingan Emanuel di Twitter menarik perhatian para pecinta kereta api di seluruh Jepang, yang senang melihat diplomat berpangkat tinggi itu berbagi kecintaan mereka pada kereta api Jepang, dengan beberapa bahkan menjulukinya sebagai “tetsu ota” (“tetsu otaku”) atau “geek kereta api”.

Malahan, postingan terbaru Emanuel tentang naik rel di Jepang benar-benar mengukuhkan statusnya sebagai Duta Otaku Kereta Api. Selama perjalanan bisnis ke wilayah Kansai, Emanuel menggunakan kereta jalur Hankyu.

Jalur kereta Hankyu adalah cara yang tepat untuk bepergian di Kansai, karena jalur kereta api pribadi menggabungkan kemewahan retro dengan kenyamanan modern, dan menghubungkan semua jenis situs besar seperti Osaka, Kobe, Takarazuka, dan Kyoto. Jalur kereta Hankyu rupanya telah membuat sang Dubes terkesan, sehingga ia menerima dua sebutan terpisah selama berada di daerah tersebut.

Baca juga: Perkenalkan Oshiya, “Tukang Dorong” Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Ini bukan pertama kalinya seorang pesohor asing menunjukkan penghargaan untuk kereta lokal. David Bowie juga pernah difoto di jalur kereta Hankyu di tahun 80-an.

Masih Belum Tau? Catat, Ini Stasiun Transit yang Dilintasi KRL Jabodetabek

Banyaknya penumpang yang belum mengetahui stasiun mana jika ingin transit atau berpindah KRL untuk destinasi yang mereia tuju. Tak sedikit juga penumpang yang salah naik dan turun KRL di stasiun transit tersebut. Lalu stasiun mana saja sih, yang merupakan stasiun transit KRL saat penumpang ingin berpindah kereta?

Baca juga: Jalur Citayam – Nambo Akan Beroperasi Satu Stasiun Baru, Apa Itu?

Agar tidak bingung dan keliru, kabarpenumpang.com akan memberikan informasi stasiun – stasiun di Jabodetabek berikut ini:

1. Stasiun Citayam (CTA)
Berada di jalur selatan dilintas Manggarai – Bogor, Stasiun Citayam merupakan stasiun transit dengan tujuan Stasiun Nambo dengan Stasiun Bogor. Bagi penumpang yang ingin transit di stasiun ini, bisa menunggu KRL di peron jalur 2 Stasiun Citayam menuju rute yang dituju.

2. Stasiun Tanah Abang (THB)
Stasiun yang selalu dipadati penumpang sehabis berbelanja ini merupakan stasiun stasiun transit yang terhubung ke tujuan Serpong sampai Rangkasbitung, Bogor, dan Jatinegara. Tak heran, ramainya penumpang di stasiun ini setiap hari karena lokasinya dekat dengan Pasar Tanah Abang dan terhubung dengan Halte Transjakarta. Stasiun Tanah Abang memiliki 6 jalur, masing – masing memiliki rute yang berbeda.

Jalur 1 bukan untuk penumpang.
Jalur 2 rute KRL tujuan Duri, Angke, Jatinegara.
Jalur 3 rute KRL tujuan Manggarai, Bogor.
Jalur 4 bukan untuk penumpang.
Jalur 5 dan 6 rute KRL tujuan Serpong, Parungpanjang, Maja, Rangkasbitung.

3. Stasiun Duri (DU)
Stasiun yang berada di petak Tanah Abang dengan Angke ini juga merupakan stasiun transit bagi penumpang. Stasiun Duri memiliki 5 jalur yang tersedia.

Jalur 1 rute KRL tujuan Angke, Jatinegara
Jalur 2 rute KRL tujuan Manggarai, Bogor
Jalur 3 dan 4 khusus untuk KRL Bandara
Jalur 5 rute KRL tujuan Tangerang

Untuk Stasiun Duri, penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta bisa naik dari stasiun ini dengan membeli tiket kembali untuk naik KRL Bandara.

4. Stasiun Batu Ceper (BPR)
Stasiun transit ini merupakan stasiun dengan bangunan baru khususnya untuk jalur menunu Bandara Soekarno Hatta. Bagi penumpang yang ingin melanjutkan ke bandara, bisa juga pindah KRL di stasiun Batu Ceper, dengan syarat harus membeli tiket KRL Bandara terlebih dahulu dan begitupun sebaliknya.

5. Stasiun Kampung Bandan (KPB)
Stasiun yang berada di bagian utara Kota Jakarta ini pub selalu ramai oleh penumpang yang mayoritas pekerja dari pusat elektronik terkenal di Jakarta Utara. Ya Stasiun Kampung Bandan juga merupakan stasiun transit menuju Jakarta Kota maupun Tanjung Priok.

Jalur 1 rute KRL menuju Jakarta Kota, Manggarai, Bogor
Jalur 2 rute KRL menuju Jatinegara, Bekasi
Jalur 3 rute KRL menuju Jakarta Kota, Manggarai, Bogor
Jalur 4 (peron atas) rute KRL menuju Jakarta Kota
Jalur 5 (peron atas) rute KRL menuju Tanjung Priok

6. Stasiun Jatinegara (JNG)
Memiliki 8 jalur yang tersedia, Stasiun Jatinegara juga stasiun transit KRL menuju Jakarta Kota, Bekasi, Cikarang, dan Bogor. Stasiun megah ini tak hanya di lintasi KRL saja, melainkan kereta api jarak jauh juga melintas di stasiun ini.

Jalur 1 rute KRL menuju Bekasi, dan Cikarang
Jalur 2 dan 3 rute KRL menuju Manggarai, Jakarta Kota, Bekasi dan Cikarang
Jalur 4 rute KRL menuju Manggarai, Jakarta Kota
Jalur 5, 6, dan 7 rute KRL menuju Bekasi, Pasar Senen, Jakarta Kota
Jalur 8 rute KRL menuju Pasar Senen, Manggarai, Bogor.

7. Stasiun Jakarta Kota (JAKK)
Stasiun akan ramainya penumpang ini dan memiliki 11 jalur berada di Stasiun Jakarta Kota. Stasiun dengan sebutan B.E.O.S pada masa kolonial Belanda, merupakan stasiun cagar budaya yang masih di pertahankan keaslian bangunannya. Stasiun Jakarta Kota juga berdekatan dengan destinasi wisata kota tua dan beberapa museum terkenal di Jakarta Utara. Stasiun Jakarta Kota merupakan stasiun transit KRL menuju ke berbagai wilayah di Jabodetabek

Jalur 1 dan 2 bukan untuk penumpang
Jalur 3 dan 4 rute KRL menuju Kampungbandan, Jatinegara, Bekasi
Jalur 5, 6, 7 rute KRL menuju Ancol, Tanjung Priok
Jalur 8, 9, 10, 11 rute KRL menuju Juanda, Manggarai, Depok, Bogor, Bekasi, Cikarang.

Baca juga: Jangan Salah Peron, Ini Rute KRL di Stasiun Jatinegara

8. Stasiun Manggarai (MRI)
Stasiun transit terakhir ini merupakan “jantungnya” jalur Jabodetabek. Karena banyaknya KRL yang melintasi stasiun ini mulai dari arah Bogor, Cikarang/Bekasi, Tanah Abang, dan Jakarta Kota. Stasiun Manggarai juga memiliki stasiun layang guna menghindari kepadatan perjalanan KRL. Ada 13 jalur kereta api di Stasiun Manggarai.

Jalur 1 dan 2 rute KRL menuju Jakarta Kota, Bekasi, Cikarang
Jalur 3 rute KRL menuju Bekasi, Cikarang
Jalur 4 dan 5 belum tersedia
Jalur 6 rute KRL menuju Sudirman, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Jatinegara
Jalur 7 rute KRL menuju Depok, Nambo, Bogor
Jalur 8 dan 9 rute KRL menuju Bandara Soekarno Hatra
Jalur 10 dan 11 (jalur atas) rute KRL menuju Cikini, Juanda, Jakarta Kota
Jalur 12 dan 13 (jalur atas) rute KRL menuju Depok, Bogor.
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Siemens Hengkang dari Rusia, Bakal Berpengaruh pada Layanan dan Perawatan Kereta Api

Hujan sanksi dan pembatasan dari Barat kepada Rusia rupanya tidak hanya berdampak pada sektor penerbangan komersial di Negeri Beruang Merah. Buntut dari invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, ternyata juga bakal berdampak pada sektor layanan kereta api di Rusia.

Baca juga: Rusia Kirim Kereta Api Lapis Baja Anti Drone Bayraktar TB2 ke Ukraina, Dilengkapi Senjata Mematikan

Dikutip dari railway-technology.com (13/5/2022), disebutkan bahwa Siemens, manufaktur engineering ternama dari Jerman dikabarkan bakal menarik investasinya dari Rusia. Pihak manajemen Siemens di Munich telah memutuskan untuk menarik diri dari pasar Rusia sebagai respon atas invasi militer negara itu ke Ukraina.

Proses penghentian operasional Siemens di Rusia telah dimulai, dan oleh para analis akan membawa dampak di sektor layanan dan pemeliharaan kereta api. Siemens sendiri telah ada lebih dari satu abad di Rusia. Sebenarnya menutup bisnis di Rusia juga membawa kerugian bagi Siemens, setidaknya Siemens akan kehilangan potensi 600 juta euro atas keputusannya keluar dari pasar Rusia.

Presiden dan CEO Siemens Roland Busch mengatakan, “Kami mengutuk perang di Ukraina dan telah memutuskan untuk melakukan proses yang tertib untuk menghentikan kegiatan bisnis industri kami di Rusia.” Ia menambahkan, “hal ini bukan keputusan yang mudah, mengingat kewajiban kami untuk merawat karyawan kami dan hubungan pelanggan yang sudah terjalin lama, di pasar tempat kami telah aktif selama hampir 170 tahun.”

Baca juga: Dibangun dalam Waktu 12 Bulan, ICE 3neo Kereta Berkecepatan Tinggi dari Siemens

Saat ini pihak Siemens masih mengevaluasi dampak pada karyawan dan staf lokal di Rusia dan perusahaan Jerman itu akan terus mendukung mereka dengan kemampuan terbaik.

Masih Disanksi, Maskapai Rusia Mulai Mengkanibal Pesawat Barat

Maskapai-maskapai Rusia masih terus di bawah bayang-bayang sanksi aliansi Barat, salah satunya sanksi penghentian pasokan suku cadang. Ini dinilai akan menyulitkan Rusia dalam jangka panjang. Namun dalam jangka pendek, maskapai bisa mengkanibal suku cadang dan itu akan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

Baca juga: Kena Embargo Mesin dari Perancis, Sukhoi Superjet 100 Rusia Terancam Di-Grounded

Tak lama setelah perang Rusia-Ukraina meletus pada 24 Februari lalu, Airbus dan Boeing mulai menghentikan pasokan suku cadang, menangguhkan perawatan, dan dukungan teknis untuk seluruh armada mereka yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia, sebagai bagian sanksi AS dan Eropa menyikap invasi Rusia ke Ukraina.

Laporan The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Andaipun ada kerusakan ataupun sudah habis masa pakai sebuah suku cadang, maskapai bisa saja melakukan tambal sulam atau kanibal dengan suku cadang atau komponen pesawat lain dan inilah yang sedang dan akan dilakukan oleh maskapai-maskapai Rusia.

Baca juga: ‘Dibeking’ Putin, Maskapai Rusia Mulai Buka Penerbangan Internasional Pakai Pesawat Sukhoi

Dilansir Simple Flying, kanibalisme atau mengkanibal suku cadang biasanya dilakukan terhadap pesawat lain yang sudah purna tugas atau sudah mencapai akhir jam terbang. Mengkanibal suku cadang terhadap pesawat yang masih aktif dianggap tidak berkelanjutan.

Pesawat tua atau yang sudah tidak lagi dipakai akan dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Itu kemudian dikanibal ke pesawat-pesawat Rusia yang masih aktif untuk mempertahankan kapasitas penerbangan maskapai.

Baca juga: Bye-bye Barat, Rusia Mulai Produksi Pesawat Tu-214 Gantikan Pesawat Narrowbody Boeing-Airbus

Meski begitu, aktivitas kanibal suku cadang ini tidak masuk dalam rencana jangka panjang Rusia. Ch-aviation menyebut, laporan tidak resmi pemerintah Rusia mengungkapkan rencana memproduksi 1.000 unit pesawat baru pada tahun 2030 mendatang dengan biaya sebesar 627 miliar rubel atau sekitar US$9,7 miliar.

Langkah lainnya untuk mensiasati sanksi dari aliansi Barat adalah dengan membuka keran impor pasokan suku cadang dari negara-negara yang tidak menerapkan sanksi ke Rusia, seperti India, Turki, dan Cina. Namun, laporan Reuters, Cina disebut sudah menolak permintaan maskapai Rusia untuk ekspor suku cadang karena takut terkena sanksi Barat.

17 Orang Keracunan, Layanan Restoran Burger & Lobster di Bandara Jewel Changi Ditangguhkan

Lantaran berlokasi di bandara, maka sajian kuliner kerap menjadi sorotan lebih tajam. Maklum, bandara adalah etalase dan gerbang keluar masuk lalu lintas manca negara. Seperti belum lama berselang, Kementerian Kesehatan Singapura dan Badan Pengawas Makanan Singapura (SFA) telah menangguhkan layanan dan operasi di restoran Burger & Lobster yang berlokasi di Bandara Jewel Changi.

Baca juga: Sajikan Makanan ‘Lembek,’ Sejumlah Penumpang British Airways Keracunan

Dikutip dari channelnewsasia.com (16/5/2022), keputusan penangguhan pada restoran disebut terkait keracunan yang menimpa 17 orang. Kemenkes Singapura dalam rilis mereka sedang menyelidiki enam insiden gastroenteritis yang mempengaruhi 17 orang yang mengonsumsi makanan yang disiapkan oleh restoran antara tanggal 7 dan 15 Mei 2022.

“Mengingat adanya dugaan penularan yang sedang berlangsung, SFA telah menangguhkan operasi bisnis makanan Burger and Lobster Singapore Pte Ltd di Jewel Changi Airport, berlaku mulai 16 Mei 2022 hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata pihak berwenang, Senin.

Tentang korban keracunan, empat dari mereka yang terkena dampak dirawat di rumah sakit. Satu telah dipulangkan, dan tiga kasus rawat inap yang tersisa saat ini stabil, tambah mereka.

Semua karyawan yang bekerja di restoran tersebut diharuskan untuk mengikuti kembali dan lulus Kursus Keamanan Pangan Level 1 dan tes negatif untuk patogen bawaan makanan sebelum mereka dapat melanjutkan pekerjaan sebagai karyawan restoran.

Petugas kebersihan makanan yang ditunjuk yang bekerja di tempat tersebut juga diwajibkan untuk menghadiri kembali dan lulus kursus Audit Kebersihan Makanan dan Minuman Kualifikasi Keterampilan Tenaga Kerja sebelum mereka dapat melanjutkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan makanan.

Pemegang lisensi juga diharuskan untuk membersihkan dan mensanitasi tempat, termasuk peralatan dan perkakas dan membuang semua makanan siap makan dan makanan yang mudah rusak.

Baca juga: Jewel Changi, Berawal dari Ide Tempat Parkir Kini Menjadi Taman Spektakuler Dalam Ruangan

SFA mengingatkan semua operator makanan untuk mengamati makanan yang baik dan praktik kebersihan pribadi setiap saat. Pihaknya tidak akan segan-segan menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar Undang-Undang Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan.

Jet Blast Deflector, Juru Selamat di Bandara dari Ancaman ‘Knalpot’ Pesawat

Saat ancang-ancang dari ujung runway, pesawat biasanya cukup dekat dengan perimeter bandara. Ini tentu berbahaya bagi apapun yang ada di belakangnya mengingat mesin jet pesawat secara teori dapat menghasilkan tekanan angin dengan kecepatan 190 km per jam hingga jarak 60 meter. Karenanya, banyak bandara berupaya mencegah dampak negatif jet blast dengan jet blast deflector.

Baca juga: Beken dengan ‘Atraksi’ Jet Blast, Bandara Princess Juliana Ternyata Pernah Makan Korban Jiwa

Sekilas, memang jet blast nampak tidak berbahaya jika hanya terkena hembusan angin mesin jet pesawat berkecepatan 190 km per jam.

Faktanya, jet blast pernah memakan korban jiwa. Pada 13 Juli 2017, seorang wisman asal Selandia Baru dinyatakan meninggal setelah dirinya terhempas jet blast yang dihasilkan oleh sebuah Boeing 737 yang hendak take off.

Wanita berusia 57 tahun tersebut di nyatakan sebagai korban jiwa pertama yang meninggal akibat jet blast yang mengakibatkan dirinya terpental dan kepalanya menghantam kerasnya aspal.

Jet blast sendiri adalah fenomena pergerakan udara secara cepat yang dihasilkan oleh dorongan tenaga mesin jet.

Umumnya jet blast terjadi pada proses sebelum pesawat lepas landas. Sebuah pesawat dalam ukuran besar (wide body), secara teori dapat menghasilkan tekanan angin dengan kecepatan 190 km per jam hingga jarak 60 meter. Bila ada material dalam radius 60 meter di belakang mesin jet, maka akan merasakan 40 persen dari daya maksimum mesin jet tersebut.

Dalam pedoman FAA, jet blast pesawat B777-300ER bahkan masih dianggap berbahaya untuk jarak sekitar 609 meter di belakang.

Dampak jet blast bisa berujung fatal. Selain melukai orang, kendaraan pun bisa mengalami kerusakan akibat hembusan dari angin jet tersebut.

Maka dari itu, di ujung runway tempat pesawat biasanya mulai start untuk lepas landas dilengkapi dengan jet blast deflector untuk mencegah dampak negatif hembusan kuat dari mesin jet. Di banyak bandara, jet blast deflector juga diletakkan di berbagai tempat di apron sampai taxiway.

Dilansir Airport Technology, jet blast deflector pertama kali muncul di dekade 50-an seiring datangnya era pesawat jet. Namun ketika itu, desainnya masih berbeda-beda dan belum ada pakem yang pasti.

Barulah di dekade 60-an, banyak bandara mulai menyeragamkan jet blast deflector. Tentunya setelah diatur oleh ICAO. Jet blast deflector ketika itu hadir dengan tinggi 1,8 – 2,4 meter dan lebar kurang lebih sama.

Baca juga: Dibalik Insiden Jet Blast Garuda Indonesia, Senantiasa Waspada Saat Berada di Apron! 

Itu terus dievaluasi dan diperbarui pada dekade 90-an menjadi dua kali lipat lebih tinggi bahkan lebih tinggi lagi mengikuti pesawat yang memiliki mesin di bagian atas bodi dekat ekor, seperti McDonnell Douglas DC-10 dan MD-11.

Meski tingginya hampir pasti sama di seluruh bandara di dunia, namun bentuknya bisa berbeda. Ada jet blast deflector melengkung, jet blast deflector vertikal, jet blast deflector miring dan vertikal, dan lain sebagainya dengan total sekitar 45 model.

Intip Tempat Istirahat Pramugari di Pesawat, Pantas Kerap ‘Menghilang’ dari Kabin

Pada penerbangan jarak pendek, pramugari mungkin tidak terlalu lelah menunggu dan melayani penumpang. Namun pada penerbangan jarak jauh di atas delapan jam, kru kabin membutuhkan waktu untuk istirahat dan mereka tidak mungkin beristirahat di kabin penumpang, melainkan mempunyai ruang tersendiri yang tersembunyi dari keramaian, sekalipun letaknya persis di atas kursi penumpang.

Baca juga: Pantas Banyak ‘Skandal,’ Ternyata Pramugari Punya ‘Ruang’ Tersembunyi Bak Hotel di Pesawat

Ketika masuk ke dalam pesawat dan duduk sesuai dengan kursi yang tertera di tiket, biasanya penumpang melihat ke luar jendela. Itupun bagi yang duduk tepat di samping jendela.

Bagi mereka yang duduk di kursi tengah atau pinggir, biasanya gadget adalah andalan untuk melepas penat sambil menunggu pesawat lepas landas, atau hal lain yang paling mungkin adalah mengeset tempat duduk dan tidur. Jarang sekali penumpang melihat-lihat sekitar kabin.

Nyatanya, bila mereka melakukan itu (melihat-lihat sekitar kabin), mungkin sesuatu yang aneh akan didapatkan.

Di balik struktur pesawat, yang pada umumnya penumpang hanya mengetahui adanya ruang kargo dan kabin, nyatanya terdapat ruang khusus, ruang rahasia, atau kamar rahasia untuk kru kabin beristirahat dan ruang khusus tersebut bisa saja diketahui dengan melihat indikasi adanya kompartemen penumpang yang tak memiliki handle atau tak bisa dibuka dari luar.

Usut punya usut, rupanya kompatemen penumpang tanpa pegangan atau tak bisa dibuka dari luar tersebut adalah jalan keluar darurat awak kabin untuk keluar lebih cepat. Itulah sebabnya mengapa kompartemen tersebut tak dapat dibuka dari luar.

Sebab, bila terbuka, penumpang memang dapat sedikit mengintip ruang tersembunyi awak kabin tersebut. Sebaliknya, bila keadaan darurat memaksa awak kabin keluar lewat emergency hatch tersebut dengan sembrono atau tak hati-hati, bisa saja penumpang kejatuhan mereka.

Hanya saja, posisi emergency hatch awak kabin, yang dapat terlihat dari tidak adanya pegangan atau handle kompartemen penumpang agar bisa dibuka dari luar, cenderung berbeda-beda.

Ada yang di atas penumpang, ada yang sebaliknya, di bawah penumpang, di bagian lantai kabin, hingga di bagian depan kanan kabin.

Tergantung pada jenis pesawatnya. Airbus A380, misalnya, justru terletak di bawah kabin mengingat pesawat tersebut memiliki dua lantai. Jadi, posisi ruang tersembunyi awak kabin berada di antara kedua lantai tersebut dan emergency hatch-nya berada di bawah lantai dua.

Dilansir Simple Flying, ruang rahasia ini dapat dijumpai di beberapa pesawat widebody seperti Boeing 777, Boeing 787 Dreamliner, Airbus A330, Airbus A350, dan sebagainya dengan rute perjalanan jauh, tentu saja ruangan ini bukan untuk umum, hanya petugas saja yang boleh masuk ke sana.

Ruangan tersembunyi ini berada di belakang kockpit dan di atas kursi first class dan kelas bisnis. Terdapat juga tangga rahasia untuk naik ke ruangan ini. Untuk mengakses tangga ini, dibutuhkan kode khusus yang hanya diketahui oleh para kru pesawat. Pintu masuk menuju ruang rahasia ini dapat kita jumpai di belakang bangku paling ujung dari suatu kabin.

Di ruang tersembunyi untuk pramugari istirahat ini, biasanya ada sekitar enam sampai 12 kasur. Tergantung tipe pesawatnya.

Masing-masing tempat tidur memiliki seat belt untuk berjaga-jaga saat terjadi turbulensi dan dilengkapi bantal dan selimut.

Baca juga: Viral! Ruang Rahasia Pramugari di Pesawat Boeing 777, Tepat di Atas Penumpang

Ada juga ventilasi udara, lambu baca, tirai untuk privasi, sistem interkom antar kru untuk memudahkan komunikasi, sampai IFE, cermin, dan loker pribadi untuk di pesawat-pesawat terbaru.

Meski sudah didesain senyaman mungkin untuk pramugari istirahat, pada umumnya tetap ada yang bisa dan ada yang tidak bisa tidur selama pergantian shift dalam penerbangan.

Mengapa Pesawat Butuh Vertical Stabilizer tetapi Burung Tidak?

Pesawat, diakui atau tidak, sangat terinspirasi dari burung. Di era perkembangan teknologi canggih seperti sekarang ini pun, peran binatang, dalam hal ini burung juga tidak bisa dilepaskan. Terakhir, Airbus dilaporkan sedang menguji coba program ‘fello’fly’atau terbang formasi ‘V’ yang terinspirasi dari angsa untuk efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Airbus Tiru Formasi Angsa dalam Uji Coba “Fello’Fly” untuk Menghemat Bahan Bakar

Proses meniru angsa itu (termasuk meniru binatang lainnya atau alam pada umumnya) disebut sebagai biomimicry, yakni praktik menyadur desain atau teknologi apapun yang ditemukan di alam untuk mendukung kemajuan teknologi manusia.

Akan tetapi, tak selamanya pesawat meniru burung dan sejenisnya untuk bisa terbang. Salah satu buktinya adalah vertical stabilizer. Hampir seluruh pesawat yang ada di dunia pasti memiliki vertical stabilizer, sedangkan burung tidak. Mengapa demikian?

Dilansir Simple Flying, vertical stabilizer atau biasa disebut juga tail fin atau sirip ekor dilengkapi dengan elevator untuk mengontrol pitch pesawat serta rudder untuk kemudi ke kanan dan ke kiri.

Bila diperhatikan, semakin kecil pesawat semakin besar dan tinggi vertical stabilizer-nya. Hal ini bisa dilihat pada pesawat, misalnya, Airbus A318 dan dibedakan dengan Airbus A321 yang lebih besar.

Selain memberikan side stick atau joy stick kontrol, vertical stabilizer juga mencegah kemudi loss control atau bergerak ke arah yang tidak diinginkan. Mengingat besarnya fungsi kontrol pada vertical stabilizer, lantas, kenapa burung tidak membutuhkannya?

Jawabannya mungkin tidak mudah, namun tidak pula terlalu sulit sampai tidak bisa dijawab. Sederhananya, karena burung bukanlah benda mati sehingga bisa mengatur gerakan dirinya sendiri. Lain halnya dengan pesawat yang notabene adalah benda mati sehingga membutuhkan peran orang lain untuk menggerakkannya.

Secara teori, mengapa burung tidak membutuhkan vertical stabilizer karena sayap mereka dapat dikontrol, mudah beradaptasi, dan lebih fleksibel tanpa batas yang dapat memberikan yaw control atau kontrol dengan menyesuaikan bentuk dan kepakan sayap. Burung juga memiliki ‘mesin’ sendiri dari sayap mereka, bukan digantung di sayap seperti pesawat.

Karenanya, wajar bila burung tidak bisa terbang dengan hanya satu ‘mesin’ atau satu sayap, berbeda dengan pesawat yang sanggup terbang hanya dengan satu mesin.

Meski pada umumnya pesawat terbang membutuhkan vertical stabilizer atau stabilisator vertikal, namun di dunia ini ada beberapa pesawat yang tetap bisa terbang sempurna tanpa vertical stabilizer. Sebut saja B-2 Spirit atau dikenal juga sebagai Stealth Bomber.

Baca juga: Digunakan Beberapa Jenis Pesawat, Ini Perbedaan T-Tail dan Tailplane

Pesawat besutan Northrop Grumman ini bisa terbang dan mencapai kontrol sebagaimana pesawat lainnya berkat dukungan elevon dan rudder canggih di sepanjang trailing edge-nya.

Permukaan yang dapat disesuaikan (trailing edge) ini dapat menghasilkan pitch, roll, dan yaw, serta bekerja dengan sistem fly-by-wire yang canggih. Sensor gyroscopic juga membantu pilot untuk memantau stabilitas pesawat.