Pudong Tutup Semua Transportasi Umum Setelah Jumlah Terinfeksi Covid-19 Shanghai Meningkat

Saat ini jumlah orang terinveksi Covid-19 di Shanghai, Cina meningkat dan membuat semua sarana transportasi umum membatasi hingga menutup perjalanan mereka. Imbas ini juga terjadi di Pudong, di mana semua moda transportasi umum dihentikan mulai Senin (28/3/2022).

Baca juga: Shanghai Railways Punya Kereta Berkecepatan Tinggi dengan Tempat Tidur

Stasiun Metro dan jalur bus tidak melayani operasi untuk penumpang karena penghentian ini. Namun, taksi masih tetap beroperasi tetapi hanya tersedia di terminal Jalur Bandara Longyang Road 7.

Sebagaimana dirangkum KabarPenumpang.com dari laman shine.cn (28/3/2022), meski jalur Bandara 7 akan dipersingkat dengan terminal sementara di Jalan Longyang. Tetapi sebagian besar jalur bandara lainnya akan beroperasi secara normal kecuali Pudong Hub Jalur 1 dan Jalur Bandara 8.

Bus wisata, kapal ferry di Sungai Huangpu yang beroperasi antara Pulau Chongming di Changxi dan Hengsa juga ditangguhkan serta Kereta Api Jinshan. Penghentian operasi ini akan berlangsung hingga jam 05.00 pagi waktu setempat pada 1 April, ketika penguncian area baru akan dicabut.

Sedangkan Puxi, atau daerah di sebelah barat Sungai Huangpu, akan dikunci dari jam 03.00 pagi pada tanggal 1 April hingga jam 03.00 pagi pada tanggal 5 April. Tak hanya itu, semua jembatan dan terowongan di seberang Sungai Huangpu akan ditutup hingga pukul 03.00 pagi pada tanggal 5 April.

Sehingga mulai Senin (28/3/2022), jam 03.00 pagi pada tanggal 5 April, orang yang akan meninggalkan Shanghai harus menunjukkan hasil negatif dari tes PCR yang dilakukan dalam 48 jam terakhir. Bahkan mereka disarankan untuk tidak bepergian kecuali diperlukan selama periode ini.

Polisi telah mendirikan pos pemeriksaan di pintu keluar ke kota-kota tetangga di jalan bebas hambatan G2, G15, S26, G50, G60, S32, S36, G15 dan G40, dan memperingatkan bahwa orang-orang keluar yang tidak memiliki catatan PCR yang diperlukan akan ditolak. Sementara itu, semua gerbang tol jalan tol di Pudong akan ditutup hingga pukul 05.00 pada tanggal 1 April, dan semua gerbang tol dari jalan bebas hambatan di distrik Minhang, Xuhui, Jiading dan Huangpu di Puxi dan daerah sekitarnya akan ditutup mulai pukul 03.00 pada tanggal 1 hingga 3 April.

Baca juga: Gantung Rambut di Pegangan Kereta, Aksi Pemain Sirkus Rusia Bikin Geger Shanghai Metro

Bandara kota, terminal kereta api, dan pelabuhan internasional akan beroperasi secara normal, tetapi orang-orang dari luar kota disarankan untuk tidak bepergian ke Shanghai jika tidak perlu.

Kursi Kereta MRT Pertama Singapura Jadi Tempat Duduk di Yishun

Bukan hanya kereta api tua yang bisa digunakan lagi menjadi berbagai fungsi baru. Tetapi kursinya pun bisa digunakan dan ini menghadirkan kenangan lama yang bisa dirasakan kembali meski bukan di dalam kereta. Ini belum lama dirasakan warga Singapura di sekitaran Yishun.

Baca juga: Taman Nasional InterContinental Khao Yai Hadirkan Gerbong Kereta Sebagai Resor

Mereka bisa menemukan kursi hijau, merah atau biru yang biasanya digunakan di MRT. Ada sekitar 20 kursi yang tempatkan di sekitar lingkungan dan menjadi tempat ekstra (fasilitas umum) bagi penduduk yang beristirahat. Ini merupakan proyek salah satu komunitas pertama yang menggunakan kereta. Di mana itu telah melewati masa simpannya dalam ikatan antara Dewan Kota Nee Soon dan Orotitas Transportasi Darat (LTA).

Dirangkum KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (26/3/2022), ada sepuluh set kursi dua tempat duduk yang diletakkan di bagian kosong Yishun. Penggunaan kembali kursi tersebut merupakan langkah yang memberikan kehidupan baru bagi kereta api tua Singapura yang diyakini beberapa orang dan menjadi bagian penting dari sejarah negara tersebut.

Untuk diketahui, kereta MRT pertama mulai beroperasi pada 7 November 1987. Anggota parlemen GRC Nee Soon Louis Ng menghadiri acara di Dewan Kota Nee Soon di Yishun pada hari Sabtu (26 Maret), di mana ia meluncurkan dan memasang satu set kursi MRT.

“Menemukan cara baru menggunakan barang-barang lama adalah cara yang bagus untuk menyelamatkan lingkungan. Kursi baru yang didaur ulang ini adalah tambahan yang praktis dan menarik bagi lingkungan kita,” kata Louis.

Administrator sumber daya manusia Chelvi, yang memiliki satu nama, bangga bahwa dewan kotanya adalah yang pertama meluncurkan inisiatif semacam itu di jantung kota. Dia mengatakan, bahwa dirinya sangat senang duduk di kursi bekas kereta MRT pertama Singapura itu. Bahkan Chelvi mengaku, kehadiran kursi membawa kembali kenangan masa kecilnya dan berharap lebih banyak kursi yang ditempatkan di area umu sehingga semua orang dapat berkumpul dan menghidupkan kembali yang baik.

“Inisiatif ini juga memberi kami ide di rumah – kami dapat mendaur ulang lebih banyak dan melakukan beberapa proyek sendiri,” tambah penduduk Nee Soon East yang berusia 52 tahun.

Sedangkan penduduk Nee Soon lainnya mentakan, daur ulang itu penting untuk melestarikan lingkungan bagi generasi mendatang. Hingga saat ini, menemukan rumah baru untuk kereta tua tidaklah mudah dan sebaguan kecil dari 106 kereta yang melayani seluruh jalur MRT Singapura telah menemukan rumah barunya.

Baca juga: Gegara Tak Ada Kursi di Gerbong MRT, Kakek Ini Terpaksa Duduk di Lantai Kereta

Namun, masalah utamanya adalah ukuran yang menyulitkan institusi warisan untuk menerima kereta itu. Tak hanya itu, kondisi kereta tua juga membuat renovasi menjadi mahal.

Geger! Diduga Terkena Tembakan, Jendela Kaca KRL Jabodetabek Berlubang

Ramai di media sosial tentang informasi bahwa rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tanah Abang – Rangkasbitung mengalami retak dan meninggalkan lubang kecil pada bagian jendela saat akan memasuki Stasiun Serpong. Foto yang beredar tersebar salah satunya di jejaring sosial media Facebook pada Rabu, 30 Maret 2022 kemarin pukul 8 malam. Saat itu penumpang didalam KRL cukup ramai karena saat jam pulang kantor.

Baca juga: Diduga Mabuk, Polisi Tembaki Pesawat Air France A330

Seperti postingan Aldo Desatura di laman Facebook dari tangkapan layar aplikasi obrolan menunjukkan gambar jendela kaca KRL mengalami keretakan dan menyisakan lubang kecil seperti terkena proyektil peluru tembakan. Dari penelusuran kabarpenumpang.com melalui aplikasi Facebook terlihat obrolan dari saksi yang berada di dalam KRL dengan nomor KA 2138 dengan keberangkatan dari Stasiun Tanah Abang pada pukul 19.25.

Tertulis bahwa “Td depan sy lg berdiri lengannya kena katanya panas bgt saya blg berdarah ga, dja blg ga cm sakit dan panas bgt.” Ia menambahkan bahwa sempat melihat pecahan peluru pasca tertembaknya kaca KRL yang terlihat sedikit bolong, “Td pecahan pelurunya ada disamping sy dan byk serpihan kaca kena jaket untung jaketnya tebal.”

Dari postingan tersebut, warga net pun merasa penasaran dan mengomentari beberapa pertanyaan dan tak sedikit untuk mengingatkan. Salah satunya komentar dari akun Verdy Hanayuki: “Astagfirullah.. Ngeri. Tangan Tangan Jahil- harus di tangkap tindaklanjuti. ini termasuk Niat Jahat/tindak Kriminal . Nah.. tinggal telusuri terjadi penembakan/pelemparan dari stasiun Mana ke arah mana’nya. Kaca Wajib di tutup Tirai sepertinya. cari Aman/Safety .”

Baca juga: Lika-Liku Karyawan Freeport, Berangkat Kerja Harus Pakai ‘Bus Perang’ Anti Peluru 

Dari kejadian tersebut pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meminta maaf atas kejadian yang terjadi dan segera akan ditindak lanjuti, apakah kejadian tersebut memang peluru nyasar seperti yang diungkapkan penumpang atau adanya lemparan batu dari tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. PT KCI pun tetap menghimbau agar senantiasa berhati – hati dalam menggunakan transportasi khususnya KRL dimanapun berada. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Hari Ini, 52 Tahun Lalu, Pesawat Japan Airlines Flight 351 Dibajak Tentara Merah Jepang ‘Yodo Nine’

Pada hari ini, 52 tahun yang lalu, bertepatan dengan 31 Maret 1970, pesawat Boeing 727 Japan Airlines dengan nomor penerbangan 351 dibajak sembilan anggota kelompok kiri radikal atau Tentara Merah Jepang. Pembajakan ini berakhir damai setelah wakil menteri transportasi Jepang Yamamura Shinjiro menawarkan diri sebagai pengganti 122 penumpang dan tujuh kru yang disandera.

Baca juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

Dilansir nknews.org, pesawat Boeing 727 Japan Airlines flight 351 yang disebut Yodo atau Yodo-go itu diketahui lepas landas dari Bandara Haneda Tokyo pada pukul 07.33 menuju Fukuoka, selatan Jepang.

20 menit usai lepas landas, pemimpin operasi pembajakan tersebut, Takamaro Tamiya, yang menggantikan dalang pembajakan pesawat tersebut, Shiomi Takaya (karena dipenjara beberapa hari sebelum operasi akibat rencana penculikan PM Jepang), berdiri dan meminta delapan rekannya untuk mengeluarkan samurai, pistol, dan bom yang semuanya belakangan diketahui palsu. Sejurus kemudian, pesawat dinyatakan dibajak.

Ketika itu, pesawat memang belum memiliki sistem keamanan yang cukup untuk mencegah pembajakan pesawat. Pembajakan pesawat baru benar-benar dicegah setelah peristiwa 9/11 atau 11 September 2001.

Setelah dibajak, pesawat diminta oleh kelompok ‘Yodo Nine’ sebutan lain dari sembilan pembajak dari Tentara Merah Jepang, untuk diterbangkan ke Kuba, yang dikenal sebagai CheGuevaraLand, salah satu tokoh revolusi Kuba yang berhaluan kiri.

Namun, diplomat Kuba menolak rencana tersebut karena berpotensi merusak hubungan mereka dengan Jepang yang merupakan mitra dagang terbesar.

Kelompok Yodo Nine kemudian mengarahkan pesawat ke Bandara Pyongyang, Korea Utara, dan didukung penuh oleh pemimpin negara tersebut, Kim Il Sung.

Baca juga: Kenapa Pintu Kokpit Harus dalam Keadaan Terkunci dan Anti Peluru? Berikut Ulasannya

Rencana ini segera diketahui Jepang dan berkoordinasi dengan Korea Selatan karena harus melewati ATC negara mereka karena pesawat harus transit terlebih dahulu di Fukuoka untuk mengisi bahan bakar. Di Fukuoka, 23 orang, terdiri dari lansia, wanita, dan anak-anak, diizinkan turun.

Lobi-lobi pun dilakukan sambil pesawat melanjutkan penerbangan ke Pyongyang. Namun, itu mengalami kebuntuan. Jepang dan Korea Selatan pun sepakat untuk membuat tipu muslihat dengan menyulap Bandara Gimpo di Seoul seolah menjadi Bandara Pyongyang. Dalam sekejap, bandara tersebut benar-benar mirip dengan Bandara Pyongyang.

Bendera Korea Utara dimana-mana, tentara memakai seragam militer Korea Utara, sampai pesawat-pesawat asing dipindah ke tempat lain.

Sayangnya, satu hal terlewat. Tidak ada foto Kim Il Sung. Di Negeri Komunis seperti Korea Utara, foto pemimpin mereka, yang ketika itu dijabat oleh Kim Il Sung selaku Presiden Korea Utara pertama, ada dimana-mana, termasuk di bandara.

Pembajak Yodo Nine pun curiga dan menanyakan hal tersebut ke salah satu penumpang. Di tengah todongan senjata, ia pun mengakui bahwa pesawat berada di Bandara Gimpo, Seoul. Tipu muslihat gagal total.

Kebuntuan kembali terjadi. Usai lobi-lobi panjang, Yodo Nine akhirnya setuju untuk menukar para penumpang yang disandera dengan wakil menteri transportasi Jepang Yamamura Shinjiro.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Pintu Kokpit Cegah Pembajakan? Berikut Ulasannya

Pesawat pun melanjutkan perjalanan ke Pyongyang. Selama di pesawat, Shinjiro bersaksi bahwa para pembajak yang usianya berkisar antara 17 sampai 27 tahun itu sangat sopan dan ramah.

Insiden Yodo-go atau Yodo berakhir pada tanggal 3 April setelah pesawat Boeing 727 Japan Airlines flight 351 itu mendarat di Pyongyang pada pukul 19:21 waktu setempat dan disambut bak pahlawan revolusioner oleh Kim Il Sung. Tak lama kemudian, pesawat kembali ke Jepang dengan selamat. Shinjiro juga dibebaskan setelah beberapa tahun disandera.























Perbatasan Singapura dan Malaysia Dibuka April, Operator Bus Bersiap Hadapi Lonjakan

Perjalanan ke Johor, Malaysia mulai kembali dibuka dan membuat warga Singapura bersiap untuk melancong ke Negeri Jiran tersebut. Bahkan pembukaan ini pun sudah ditunggu oleh seorang instruktur renang dan pemilik akademi olahraga. Jason Lin mengaku dirinya sudah penasaran untuk bersepeda di Malaysia.

Baca juga: Meski Ditangguhkan Hingga April 2019, RTS Johor-Singapura Tetap Berjalan

Ini karena pria 47 tahun itu mendengar banyak ulasan positif dari sesama pesepeda tentang bagaimana bisa dekatdengan alam, mencicipi makanan enak serta menjelajahi berbagai landskap sebelum penutupan perbatasan.

“Saya ingin menjelajahi tempat-tempat baru di Malaysia daripada hanya bersepeda di sekitar pulau beton kami,” kata Lin yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (26/3/2022).

Hal ini kemudian membuatnya berencana untuk perjalanan sepeda ke Johor dengan delapan pengendara lainnya di April mendatang. Lin merupakan salah satu dari banyak warga Singapura yang ingin ke utara untuk rekreasi dan olahraga setelah pembatasan perbatasana antara Singapura dan Malaysia yang akan dihapus bulan depan.

Bukan hanya Lin, tetapi banyak orang yang berharap untuk menikmati makanan Malaysia lagi sementara yang lainnya ingin memanfaatkan nilai tukar yang menguntungkan. Dua operator bus yang saat ini menjalankan layanan bus jalur Singapura dan Malaysia mengatakan, melakukan antisipasi permintaan yang tinggi untuk layanan lintas batas saat pembatasan mulai dibuka bulan April.

Juru bicara Causeway Link mengatakan perusahaan siap merekrut lebih banyak pengemudi. Perusahaan juga mempertimbangkan untuk menaikkan tarif, tetapi ini harus mendapat persetujuan dari pihak berwenang.

“Kami belum mendengar apa pun dari regulator, tetapi kami siap untuk mempekerjakan hingga 50 persen lebih banyak pengemudi dan menyesuaikan perjalanan yang sesuai,” kata Managing Director Transtar Travel Elson Yap.

Untuk diketahui, mulai 1 April, mereka yang divaksinasi lengkap akan dapat melakukan perjalanan bebas antara kedua negara melalui darat tanpa pengujian atau karantina. Tidak akan ada lagi tes pra keberangkatan atau saat kedatangan, perubahan kebijakan yang secara signifikan akan mengurangi biaya dan ketidaknyamanan bagi para pelancong.

Pengaturan tersebut akan berlaku untuk semua kategori pelancong dan semua moda transportasi melalui perbatasan darat, termasuk bus umum lintas batas seperti layanan 170 yang sedang dipulihkan secara bertahap. Seperti banyak orang Singapura lainnya, Lin biasa berkendara ke Malaysia untuk makan, pijat, berbelanja, dan menginap sebelum pandemi.

Namun dia mengungkapkan beberapa kekhawatiran tentang dampak pandemi terhadap kejahatan di Johor Baru. Dengan warga Singapura yang sekarang akan kembali, dia berharap pihak berwenang akan melihat situasi dengan serius.

Baca juga: Imbas Lockdown, Singapura Sediakan Kamar Hotel untuk Pengemudi dan Teknisi Bus Asal Malaysia

“Saya mendengar bahwa kejahatan di sana semakin merajalela sekarang, dan bahkan teman-teman saya di Johor Bahru menyarankan kami untuk tidak masuk jika tidak perlu,” kata Lin.

Lokomotif B2207 (NIS 312) Berusia 124 Tahun ‘Terlahir’ Kembali Usai Direstorasi, Siap Jadi Sarana Edukasi Baru di Buperta

Salah satu lokomotif uap tertua di Indonesia, lokomotif B2207 buatan tahun 1898, rampung direstorasi oleh komunitas pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS). Lokomotif buatan Jerman yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), itu diharapkan bisa menjadi sarana baru edukasi perkeretaapian di Buperta Cibubur.

Baca juga: NIS 107, Jejak Lokomotif Tertua di Indonesia Yang Terlupakan

Kepala Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Ermadi, mengungkapkan wajah baru lokomotif yang diberi nomor NIS 312 itu sejalan dengan tujuan didirikannya Buperta Cibubur, salah satunya sebagai wadah edukasi.

Karena itu, ia berencana mendirikan sekretariat khusus untuk IRPS, berkolaborasi dengan PT KAI, agar bisa mengedukasi pengunjung yang datang.

“Saya harapkan juga ini sebagai edukasi untuk generasi muda di bumi perkemahan ini. Nanti akan ada petunjuk dari IRPS yang akan memberikan keterangan-keterangan tentang sejarah lokomotif uap ini,” ucap Ermadi dalam seremonial restorasi lokomotif B2207 di Buperta, Cibubur, Rabu (30/3).

Sejalan dengan Ermadi, Asisten Manager Eksternal PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Kamtono, berharap menjadi salah satu alat bantu edukasi terhadap generasi muda bahwa Indonesia pernah mempunyai sarana perkeretaapian seperti ini.

“Pada hari ini IRPS sudah berhasil merestorasi lokomotif B2207 yang ada di Bumi Perkemahan di sini, yang nanti harapannya bisa menjadi salah satu alat bantu edukasi terhadap generasi muda bahwa Indonesia pernah mempunyai sarana perkeretaapian seperti ini,” jelasnya.

Baca juga: Bikin Penasaran, Inilah Maksud dari Huruf CC, BB dan D Pada Lokomotif

Sementara itu, ketua IRPS Ricki Dirjo menjelaskan program preservasi lokomotif uap seri B2207 dilakukan sebagai bagian dari visi komunitas dalam melacak dan menjaga aset-aset kereta api di Indonesia yang memiliki nilai sejarah panjang.

Lokomotif ini merupakan peninggalan perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda yang dikenal bernama NIS. Lokomotif yang di Buperta ini dahulu diberi nomor NIS 312 dan menjadi andalan NIS untuk lintas Semarang – Surabaya.

Setelah Indonesia merdeka dan moderninasi perkeretaapian tugas lokomotif B2207 diturunkan, tercatat lokomotif ini dahulu milik dipo Kudus dan terakhir milik dipo Tegal hingga akhirnya diboyong ke Cibubur atas inisiatif ibu Tien Soeharto dalam rangka Jambore Pramuka pertama tahun 1973.

Perlu dicatat, Lokomotif B2207 yang juga mempunyai julukan “Lokomotif Mesin Jahit” tersebut awalnya menggunakan lebar sepur 1.435 mm. Ketika Jepang masuk ke Jawa dan menggusur Hindia Belanda, lebar sepur 1.435 mm dikonversi menjadi 1.067 dan terus bertahan sampai saat ini.

Baca juga: Fyling Scotsman, Lokomotif Uap Terkenal di Dunia Kembali Melaju di Witshire

Sebelum direstorasi, Ricki mengaku kondisi lokomotif bersejarah tersebut dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Lokomotif yang sudah tidak terlihat nomor serinya tersebut sudah mulai berkarat dan keropos bahkan kereta penumpang dari kayu yang ikut gandeng dibelakangnya sudah lenyap hingga hanya menyisakan rangka bawah beserta bogie dan roda.

“Semoga ini bisa menjadi magnet baru untuk teman-teman atau wisatawan yang berkunjung ke sini ternyata ada lokomotif yang sekarang bentuknya sudah bagus dan bukan hanya sebagai sarana foto-foto tetapi juga bisa mengedukasi masyarakat,” tutupnya.

Tak Lagi Bosan, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Dilengkapi Lounge dan Kedai Kopi

Kendaraan listrik yang mulai menjamur saat ini butuh tempat stasiun pengisian. Biasanya bus listrk memiliki stasiun mereka sendiri di depo akhir tempat bus dan pengisian dilakukan malam hari. Namun bagaimana dengan kendaraan listrik pribadi?

Baca juga: Kaza Himachal Pradesh Jadi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Tertinggi di Dunia

Karena menunggu pengisian daya cukup memakan waktu dan membosankan. Apa lagi jika pengisian daya tidak berfungsi sebagai mana mestinya atau tidak maksimal. Dilansir KabarPenumpang.com dari edmunds.com (28/3/2022), untuk menghilangkan rasa bosan menunggu, perusahaan Audi, Electrify America dan Volvo sedang mencari cara untuk mengurangi ketidaknyamanan dengan menciptakan ruang tunggu dan bermitra dengan kedai kopi untuk membuat prosesnya tidak terlalu melelahkan.

Foto: edmunds

Electrify America adalah jaringan stasiun pengisian daya nasional dengan lebih dari 700 stasiun yang beroperasi di hampir setiap negara bagian di negara ini. Perusahaan ini terus membangun stasiun baru, dengan hampir 100 proyek sedang berlangsung, dan beberapa di antaranya akan menjadi apa yang disebut Electrify America sebagai “fasilitas pengisian daya unggulan” yang direncanakan untuk pasar utama.

“Penelitian pelanggan kami menunjukkan perlunya transisi ke pengalaman pengisian daya yang lebih mengundang yang mengakomodasi pengalaman manusia dengan ruang tunggu dan kenyamanan lainnya,” kata Giovanni Palazzo, presiden dan CEO Electrify America.

Berdasarkan umpan balik pelanggan ini, Electrify America akan meluncurkan peningkatan stasiun pengisian daya di lokasi tertentu. Fasilitas termasuk ruang tunggu pelanggan, area tunggu di luar yang ditutupi oleh kanopi surya untuk melindungi dari sinar matahari dan hujan, dan pencahayaan tambahan serta kamera keamanan saat pemilik EV mengisi daya di malam hari.

Electrify America juga merencanakan operasi di tujuan perbelanjaan populer, lengkap dengan biaya valet dan pengiriman kendaraan isi ulang di tepi jalan. Selain itu, perusahaan telah mengumumkan keluarga stasiun pengisian 150 kW dan 350 kW generasi berikutnya yang dikatakan akan menyederhanakan proses pengisian.

Pembuat mobil sedang mempertimbangkan peningkatan serupa untuk pengalaman pengisian ulang pelanggan. Misalnya, Audi baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menguji coba apa yang disebutnya “hub pengisian daya” dengan ruang tunggu dalam ruangan yang diisi dengan makanan, minuman dan fasilitas lainnya.

Audi menyebutkan memerlukan reservasi yang memastikan bahwa pengisi daya siap dan tersedia untuk digunakan ketika pelanggan tiba. Layanan juga tidak akan terbatas pada pemilik Audi. Perusahaan mengatakan siapa pun yang memiliki EV dapat menggunakan hub pengisian daya. Pusat pengisian daya Audi pertama dibuka di Jerman pada akhir 2021.

Sedangkan Volvo dan mitra jaringan stasiun pengisian dayanya, ChargePoint, mungkin memiliki ide terbaik dari semuanya. Program percontohan untuk memasang 60 pengisi daya cepat ChargePoint DC di 15 lokasi Starbucks dimulai musim panas ini dan akan mengisi rute 1.350 mil antara Denver dan Seattle.

Anda mungkin berhenti di kedai kopi ini untuk bekerja dari jarak jauh, bertemu teman, atau mengambil penjemputan sore, jadi masuk akal untuk memiliki stasiun pengisian daya yang berguna saat Anda menyesap pesanan khusus Anda yang gila-gilaan. Pengisi daya akan membawa merek untuk ketiga perusahaan, jadi Anda akan tahu siapa yang harus berterima kasih atas kenyamanan mereka dan bahkan mungkin melakukan sedikit riset tentang Isi Ulang Volvo C40 2022 yang baru.

Baca juga: Kempower Jadi Solusi Pengisian Daya di Bus Listrik Swedia

Tak hanya itu, pemilik Volvo dapat menggunakan pengisi daya secara gratis atau dengan tarif diskon berkat persyaratan pengisian gratis yang murah hati dari pembuat mobil. Meski begitu, Anda masih harus membayar lima dolar atau lebih untuk kopinya.

Amerika Serikat Berikan Dana $3,7 Miliar Untuk Sistem Angkutan Umum

Banyak negara yang mulai menurunkan pembatasan penggunaan masker dan sistem angkutan umum pun berusaha kembali menaikkan penumpang setelah pandemi Covid-19. Bahkan angkutan umum mendapatkan dorongan sebanyak $3,7 miliar untuk tetap bertahan dan berinvestasi di armada bus listrik baru.

Baca juga: Bus Listrik Dek Ganda Hadir di Hong Kong

Dilansir KabarPenumpang.com dari borneobulletin.com.bn (8/3/2022), Presiden Amerika Serikat, Joe Biden pihaknya memberikan $2,2 miliar dana bantuan virus corona kepada 35 agen transit yang kekurangan keuangan di 18 negara bagian. Uang itu akan digunakan untuk menopang operasi sehari-hari, termasuk staf dan penggajian serta pembersihan dan sanitasi untuk membatasi penyebaran penyakit di transportasi umum.

Mandat masker federal untuk angkutan umum tetap berlaku hingga setidaknya 18 Maret. Sedangkan hibah $1,5 miliar lainnya akan tersedia di bawah undang-undang infrastruktur Presiden Joe Biden total $7,5 miliar selama lima tahun bagi agen transit untuk membeli bus rendah atau tanpa emisi dan membangun fasilitas bus.

Itu lebih dari dua kali lipat jumlah gabungan dari tahun sebelumnya. Agen transit akan memiliki waktu hingga Mei untuk mengajukan hibah infrastruktur Departemen Perhubungan, yang akan diberikan pada musim gugur. Sekitar lima persen dari uang tersebut harus digunakan untuk pelatihan tenaga kerja guna membantu pekerja transit mempersiapkan diri untuk perubahan teknologi.

“Kami melakukan investasi terbesar dalam program ini untuk bus dan fasilitas bus, membantu memberikan perjalanan yang lebih baik dan udara yang lebih bersih ke komunitas Amerika,” kata Menteri Transportasi Pete Buttigieg.

Buttigieg bergabung dengan Wakil Presiden Kamala Harris, yang telah mendorong kebutuhan akan bus sekolah listrik, bersama dengan Administrator EPA Michael Regan dan pejabat lainnya di Gedung Putih kemarin. Mereka mengungkap upaya untuk mempromosikan angkutan ramah lingkungan dan mengumumkan aturan yang diusulkan yang bertujuan mengurangi emisi dari truk diesel yang kotor.

Beberapa sistem transit sudah bergerak ke arah bus listrik. California telah berkomitmen untuk semua armada bus listrik pada tahun 2040, serta New York City dan Boston. Washington, DC, telah menetapkan target 2045. Hanya sekitar 55 persen pengendara transit nasional yang telah kembali dibandingkan dengan masa pra-pandemi, menurut Asosiasi Transportasi Umum Amerika. Kerugian terbesar terjadi pada sistem kereta api komuter yang melayani penduduk pinggiran kota kerah putih yang bepergian ke tempat kerja di pusat kota.

Ketika kasus Covid-19 menurun, Biden telah mendesak orang Amerika untuk melepaskan pekerjaan jarak jauh, menggambarkan kembalinya ke kantor diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan sekitar 90 persen populasi AS tinggal di negara-negara di mana risiko virus corona merupakan ancaman rendah atau sedang, yang berarti penduduk tidak perlu memakai masker di sebagian besar pengaturan dalam ruangan.

“Sudah waktunya bagi Amerika untuk kembali bekerja dan mengisi kembali pusat kota besar kita dengan orang-orang,” kata Biden.

Di antara penerima dana bantuan Covid-19 kemarin adalah sistem angkutan kota besar yang terpukul keras dari kerugian pendapatan akibat penurunan penumpang. Sistem transit New York City, yang terbesar di negara ini, mengumpulkan USD769 juta untuk menstabilkan operasinya, sementara Bay Area Rapid Transit San Francisco mendapat USD270 juta untuk mendukung protokol layanan dan keselamatan.

Lainnya menerima hibah adalah Washington, DC, sistem metro di USD120 juta karena mengantisipasi kembalinya pegawai federal ke kantor dan angkutan umum Houston di USD137 juta, yang telah secara signifikan menambah jalur bus angkutan cepat.

Baca juga: Bus Listrik Dianggap Bukan Solusi Terbaik untuk India, Ini Sebabnya!

“Dana ini sangat penting untuk menghindari pemotongan layanan drastis dan PHK yang akan merusak ekonomi dan kesehatan masyarakat,” kata Kepala Administrasi Transit Federal Nuria Fernandez yang mengawasi hibah.

Terbukti Turunkan Emisi CO2, Uni Eropa Usulkan Penumpang Pesawat Beralih ke Kereta untuk Rute Jarak Pendek

Beberapa negara anggota Uni Eropa mengusulkan agar adanya migrasi penumpang dari udara (pesawat) ke kereta api untuk mewujudkan target dekarbonisasi. Penumpang pesawat untuk rute-rute pendek di bawah 500 km agar pindah moda ke kereta api. Kereta terbukti memiliki emisi karbon dioksida (CO2) per kilometer lebih rendah dibanding pesawat.

Baca juga: Gegara Covid-19, Kereta Jadi Pilihan Favorit Berlibur Ketimbang Pesawat! Ini Alasannya

Pada tahun 2018, IATA memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037. Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta dan diperkirakan akan tetap rendah di tahun 2022.

Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia. Di samping itu, penerbangan juga menopang 65 juta pekerjaan.

Meski hanya menyumbang 2-3 persen dari emisi karbon, namun angka tersebut dinilai sudah cukup tinggi dan laju persentasenya terus diupayakan stagnan atau turun. Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari beralih ke bahan bakar ramah lingkungan (SAF).

Selain itu, produsen pesawat semisal Airbus dan Boeing juga berkomitmen untuk menyediakan pesawat 100 persen ramah lingkungan berbahan bakar hidrogen dan pesawat dengan bahan bakar berkelanjutan yang lebih mutakhir. Airbus menargetkan pesawat bebas emisinya hadir pada 2035 sedangkan Boeng pada 2050.

Produsen lainnya, yang kebanyakan start-up teknologi, berupaya menekan laju pemanasan global dengan menciptakan pesawat listrik.

Akan tetapi, itu jangka panjang. Jangka pendeknya, seperti dilansir aviation24, negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa mengusulkan agar memaksimalkan kereta api untuk mobilitas jarak pendek di bawah 500 km alih-alih menggunakan pesawat.

Penerbangan rute pendek di bawah 500 km diketahui menyumbang 1-2 persen emisi di Eropa dan itu tergolong tinggi dengan persentase global.

Saat ini, kereta api juga sudah tak kalah efisien dan efektif dalam memobilisasi masyarakat dengan hadirnya kereta cepat atau kereta berkecepatan tinggi yang durasi tempuhnya sudah hampir menyamai pesawat.

Di beberapa negara, migrasi dari udara ke kereta untuk rute-rute pendek juga sudah berjalan sempurna investasi besar-besaran pada jaringan perkeretaapian, larangan, sampai pajak tinggi untuk penerbangan jarak pendek.

Sederet peraturan lainnya yang pada akhirnya menuntut migrasi dari udara ke kereta untuk penerbangan jarak pendek juga telah dirancang dan segera hadir di lebih banyak negara Uni Eropa.

Meski begitu, sebuah studi terbaru yang ditugaskan oleh asosiasi penerbangan Eropa dan dilakukan oleh konsultan ekonomi dan keuangan Oxera, sebagai antitesa atas usulan migrasi dari udara ke kereta, mengatakan bahwa migrasi tersebut pun tidak serta-merta membawa Eropa keluar dari masalah.

Baca juga: Lima Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Pesawat di Masa Depan, Nomor Dua Aneh!

Tantangannya adalah, pembangunan jaringan perkeretaapian secara besar-besaran pada prosesnya juga akan banyak menghasilkan emisi karbon, seperti produksi semen dan baja serta emisi dari bahan bakar yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Tantangan lainnya adalah, apabila okupansinya rendah, itu juga tak akan efektif dalam upaya dekarbonisasi. Terlebih, dalam proses migrasi penumpang pesawat ke kereta, tak ada yang bisa menjamin itu akan berjalan. Bila penumpang pesawat yang diarahkan beralih kereta justru beralih ke kendaraan pribadi, itu akan lebih buruk.

Uji Coba Kedua Kali, Rangkaian KLB Kembali Terkendala Peron

Kereta Luar Biasa (KLB) Uji Coba kembali dilakukan hari ini, Selasa kemarin (29/3/2022) di lintas Bogor – Sukabumi. Rangkaian KLB diberangkatkan dari Depo Cipinang pada pukul 07.15 dan melintas Stasiun Jatinegara pukul 07.28. Kali ini rangkaian membawa 7 unit kereta yang terdiri dari 4 unit kelas ekonomi dan 3 unit kelas eksekutif, 1 unit kereta makan dan 1 unit kereta pembangkit. Menggunakan lokomotif CC 206 13 60 (Depo Induk Cipinang), rangkaian memasuki Stasiun Bogor pukul 10.30 atau telat sekitar 1 jam dari jadwal awal yaitu pukul 09.21.

Baca juga: Ramainya Warga Garut Saat Nyobain KLB Uji Coba Garut – Cibatu, Begini Suasananya 

Rangkaian mulai berjalan perlahan meninggalkan Stasiun Bogor (BOO) menuju Stasiun Bogor Paledang (BOP) Tidak seperti uji coba perdana, rangkaian sempat mepet dan menyentuh body kereta ke peron besi stasiun. Dan sempat di cek secara berkala saat di lokasi. Beruntung rangkaian uji coba kedua ini aman untuk dilintasi. Saat meninggalkan Stasiun Bogor Paledang (BOP), rangkaian memasuki Stasiun Batu Tulis (BTT) dan masih lancar karena tidak menyentuh peron.

Selang beberapa menit rangkaian memasuki Stasiun Ciomas (CS). Stasiun Ciomas ini merupakan stasiun baru yang semula tidam aktif karena kondisi penumpang yang hampir tidak ada yang naik dan turun, namun nantinya stasiun ini aktif melayani naik dan turun penumpang dengan kereta api. Rangkaian uji coba pun berhasil melewati Stasiun Ciomas, karena jalur yang dilintasi lurus dan tidak terlalu menikung.

KLB kembali diberangkatkan, kali ini menuju Stasiun Maseng (MSG). Saat memasuki stasiun, rangkaian masih amam dilewati walaupun kecepatan sangat lambat karena dikhawatirkan body kereta atau lokomotif terkena peron. Cukup aman dilewati di Stasiun Maseng, rangkaian kembali diberangkatkan menuju Stasiun Cigombong (CGB).

Pukul 12.50 saat ingin memasuki Stasiun Cigombong, rangkaian KLB sempat berhenti di depan peron stasiun. Ternyata saat diinfokan antara jarak peron dan kereta api hampir mengenai rangkaian. Selain jalurnya yang menikung, jarak antara peron dengan kereta sangat dekat dan hampir menyentuh peron. Akbirnya tim dari DJKA (Direktorat Jenderal Kereta Api) mengecek jarak antara peron kiri dan kanan saat di jalur lurus maupun tikungan. Merasa cukup aman, rangkaian berjalan perlahan tak lebih dari 5 km/jam. Menurut informasi yang diterima, tingkat kesulitan kereta api saat memasuki Stasiun Cigombong kembali saat memasuki peron. Sama halnya saat rangkaian masuk ke Stasiun Batu Tulis.

Baca juga: PT KAI Operasikan “Kereta Luar Biasa,” Ini Dia Aturannya

Saat memasuki Stasiun Cicurug (CRG) rangkaian terkendala masalah peron yang hampir nempel dengan body kereta. Kecepatan rendah pun kembali dilakukan guna mengamankan rangkaian kereta agar tidak terkena bibir peron. Beberapa menit kemudian rangkaian kembali diberangkatkan hingga Stasiun Sukabumi. Waktu tempuh selama diperjalanan adalah 30 – 35 km/jam dan butuh ketelitian saat rangkaian berjalan. Karena lebih dari 1 tahun jalur Bogor – Sukabumi tidak dilewati kereta. Dan berharap pengoperasian segera dilakukan supaya masyarakat Bogor maupun Sukabumi kembali merasakan nyamannya naik kereta api. (PRAS – Cinta Kereta Api)