Menjajal Spot Cibatu yang Nggak Akan Bikin Halu

Berlokasi di Kapubaten Garut, Jawa Barat, Stasiun Cibatu kini makin ramai pengunjung dan penumpang dari wilayah sekitar stasiun. Bagaimana tidak, stasiun ini sekarang sudah melayani penumpang yang hendak menuju ke Pusat Kota Garut dengan Kereta Api Lokal maupun Jarak Jauh. Stasiun Cibatu juga memiliki Masjid Al-Fattah yang merupakan masjid yang diresmikan Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo.

Baca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman

Tak melulu dengan bangunan stasiun, depo lokomotif, tandon air dan turntable, namun ada pula pemandangan area sekitar Cibatu yang mempesona dan jelas gak akan bikin halu. Kabarpenumpang.com akan mengajak kalian untuk melihat pemandangan cantik nan menawan dan sayang jika tidak disimak.

Jika kalian penikmat foto ataupun videografi kereta api, tentu rasanya tidak mau ketinggalan momen yang jarang terjadi. Ya, tepat di jalur cabang (arah timur) yang terhubung antara jalur KA ke Tasikmalaya dengan Garut ini jika momen pas, kalian akan mendapatkan 2 kereta sekaligus yang masuk bersamaan menuju Stasiun Cibatu. Rangkaian itu adalah KA Parcel rute Surabaya – Bandung dan KA Lokal Cibatuan rute Garut – Bandung – Padalarang.

Bergeser mendekati sinyal muka lengan terlihat pemandangan hamparan sawah yang luas saat belum panen dan tak ketinggalan dengan pemandangan Bukit Sadakeling yang memanjakan mata. Sangat cocok disini untuk yang gemar dengan foto /video momen luasnya pemandangan apalagi ditambah dengan kereta api yang melintas.

Baca juga: Stasiun Koka, Hadirkan Karya Seni Ninja yang Jadi Spot Foto dan Destinasi Wisata

Saat berada dilokasi ini, usahakan untuk mengambil pemandangan pagi hari, karena matahari terbit dari timur yang perlahan keluar dari balik bukit menambah keeksotisan hasil jepretan di kamera. Ditambah embun pagi yang menyelimuti sawah dan ladang di sekeliling rel kereta api, menambah kepuasan dengan hasil yang didapatkan. Bagaimana, kalian tertarik berkunjung? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mantap, Airbus A380 Sukses Terbang Pakai Bahan Bakar Minyak Goreng Bekas

Airbus A380 sukses melakukan penerbangan uji menggunakan bahan bakar berkelanjutan (SAF) dari minyak goreng dan lemak bekas pada 25 Maret silam. Pesawat komersial di dunia itu menyelesaikan penerbangan tiga jam dari Bandara Blagnac di Toulouse ke markas besar Airbus di Occitanie, Perancis.

Baca juga: Airbus Gandeng CFM Internasional, Uji Coba Mesin Berbahan Bakar Hidrogen di Pesawat A380

Usai sukses melahap penerbangan perdana, Airbus melangsungkan penerbangan kedua menggunakan minyak goreng dan lemak bekas yang sama dengan uji coba pertama. Pada uji coba kedua, A380 terbang dari Toulouse ke Nice. Fokus pada penerbangan kedua adalah memantau SAF saat lepas landas dan mendarat.

Bahan bakar SAF yang dipasok TotalEnergies, perusahaan yang berbasis di wilayah Normandia, Perancis, itu diketahui terbuat dari Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (HEFA), yang bebas dari aromatik dan belerang.

Airbus sebelumnya sudah pernah melakukan uji terbang lain juga menggunakan minyak goreng dan lemak bekas menggunakan pesawat uji A350 pada Maret 2021. Airbus juga menerbangkan pesawat narrowbody A319neo dengan bahan bakar minyak goreng dan lemak bekas pada bulan Oktober di tahun yang sama.

Manufaktur pesawat asal Eropa itu berharap, usai sederet uji terbang ini, sertifikasi pesawat untuk terbang menggunakan SAF bisa didapat pada akhir dekade ini.

Baca juga: Airbus Mulai Kerjakan Tangki Bahan Bakar Hidrogen Pesawat, Boeing Panas-Dingin

Saat ini, pesawat-pesawat Airbus dapat terbang menggunakan 50 persen bahan bakar berkelanjutan atau bahan bakar ramah lingkungan. 50 persen lainnya tetap menggunakan bahan bakar Avtur.

Meski fokus utama dalam dekarbonisasi atau upaya mencapai emisi nol persen di dunia penerbangan pada tahun 2050 mendatang, Airbus tetap tidak mengesampingkan cara lain menurunkan emisi karbon, termasuk penggunaan SAF yang lebih massif di masa mendatang. SAF diklaim Airbus bisa menurunkan 53-71 persen emisi karbon.

“Meningkatkan penggunaan SAF tetap menjadi jalur utama untuk mencapai ambisi industri emisi karbon nol pada tahun 2050,” kata Airbus dalam sebuah pernyataan yang dikutip CNN Internasional.

SAF sebagai bahan bakar pesawat sebetulnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Itupun sudah tersedia massif di beberapa bandara.

Baca juga: Minyak Jelantah Bekas Goreng Kentang Sekarang Jadi Bahan Bakar Pesawat

Di Bandara Zurich, Swiss, misalnya, SAF siap menyuplai pesawat kapan pun. Namun, kendala logistik, harganya yang mencapai 3-4 kali lipat dari bahan bakar konvensional, serta ekosistem bisnis pendukungnya yang belum tersedia, membuat maskapai belum bisa beralih sepenuhnya dari bahan bakar konvensional (Avtur).

Terlepas dari SAF, Airbus sendiri menargetkan bakal meluncurkan pesawat ramah lingkungan atau pesawat bebas emisi pertama di dunia, ZEROe, ke pasar global pada 2035 mendatang.

Raih Momentum Kenaikan Harga BBM, Wuling Motors Garap Pasar Mobil Listrik

Seiring kenaikan harga bahan bakar Pertamax, debut kendaraan bertanaga listrik seolah mendapat angin segar. Di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022, Wuling Motors menjadi salah satu yang memperkenalkan kehadiran mobil listrik. Meski belum resmi diluncurkan, pabrikan otomotif asal Cina ini menghadirkan Mini Global Small Electric Vehicles (GSEV).

Baca juga: Cina Lawan Dominasi Jepang di Industri Mobil Indonesia

Bakal diluncurkan tahun ini, “Mini EV yang dibuat pastinya nanti benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Basis GSEV sendiri telah mendapatkan respon yang baik di pasar Tiongkok dan memiliki beragam lini produk,” kata Dian Asmahani, Brand and Marketing Director Wuling Motors pada jumpa pers di IIMS 2022, 31 Maret kemarin.

Di negara asalnya, China, Platform GSEV sudah hadir dalam 6 model yang diluncurkan sejak 2017 hingga saat ini. Mulai dari E100, E200, Hongguang Mini EV, Hongguang Mini EV Macaron, KiWi EV, hingga Nano EV. platform GSEV memiliki potensi di segmen kendaraan listrik. Pasalnya, Wuling melihat kebiasaan berkendara di Indonesia dilakukan untuk kebutuhan komuter dengan jarak yang relatif tidak jauh dan berkendara dengan maksimal empat penumpang. Persepsi masyarakat terhadap mobil listrik pun terbilang positif sebagai transportasi ramah lingkungan.

Lini kendaraan listrik dari Wuling bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari hingga personalisasi kendaraan. Lantaran memiliki beberapa kelebihan permintaan akan Wuling GSEV terus meningkat sejak diperkenalkan di Cina. Peningkatan ini tidak lepas dari berbagai aspek yang menempel pada GSEV.

(Foto: KabarPenumpang.com)

Aspek pertama dari GSEV adalah dimensi compact dan nyaman. Berkat ukurannya yang kecil, platform GSEV menjadi mudah untuk parkir. Akan tetapi hal itu tidak mengurangi kelegaan kabin yang disajikan. Tercatat ada dua konfigurasi bangku yang bisa diaplikasikan yakni dua bangku ataupun empat bangku.

Aspek keduanya Mini EV ini cocok untuk pengunaan sehari-hari. Platform ini turut mengedepankan kemudahan dalam pemakaiannya. Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan jarak tempuh mulai dari 120km sampai dengan 300km serta dukungan pengisian baterai yang mudah dan didukung fasilitas fast charging.

Pada ajang IIMS 2022, Wuling juga turut menggelar kompetisi kreatif bertajuk Your Own GSEV. Campaign ini memiliki tujuan untuk mengedepankan desain EV yang mudah dipersonalisasi secara tampilan.

Baca juga: IIMS 2022, Volta Pamer Fitur Motor Listrik Anti Maling Rp15 Jutaan: Bisa Dimatikan dari Jarak Jauh

Wuling mengajak masyarakat, para insan kreatif hingga automotive enthusiast untuk turut berkreasi serta mengimprovisasi sketsa dari The Next Generation GSEV yang dapat diunduh dari akun media sosial Wuling.

Pertamax Naik Rp12.500, CEO Volta Ajak Pengendara Beralih ke Motor Listrik: Ini Saat yang Tepat!

Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis bensin Pertamax (RON 92) resmi naik mulai 1 April 2022, dari semula Rp9.000 sampai Rp9.400 per liter, menjadi Rp12.500 sampai Rp13.500 per liter. Hal ini pun dikeluhkan pengguna di media sosial Twitter hingga menjadi trending topic dan dinilai sangat memberatkan di tengah kebangikitan ekonomi masyarakat pasca dihantam pandemi Covid-19.

Baca juga: Sebuah Apotek, Inilah Sejarah Pom Bensin Pertama di Dunia

Menanggapi kenaikan BBM Pertamax ini, CEO Volta Indonesia, Iwan Suryaputra, mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk beralih ke kendaraan listrik. Sebab, dalam pengamatannya, harga BBM besar kemungkinan akan terus naik.

“Harga BBM naik terus ya. Kita bayangkan bagaimana lima tahun lagi harganya akan berapa. (Maka dari itu saat ini) saat yang tepat untuk beralih ke kendaraan listrik. Ayo pindah ke kendaraan listrik , selain hemat , canggih juga tidak mencemari lingkungan,” jelasnya kepada KabarPenumpang.com, Jumat (1/4).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa memilih motor listrik harus cermat. Selain model-modelnya futuristik, harganya juga harus kompetitif. Tak kalah penting adalah jaringan dealer dan fitur-fitur dari sepeda motor listrik itu sendiri.

“Motor listrik Volta memiliki model-model dengan harga kompetitif serta sudah memiliki jaringan dealer di beberapa kota termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, dan Denpasar. Apalagi dengan tersedianya SPBKLU/SGB (Sistem Ganti Baterai) Volta, ganti baterai jadi cepat dan mudah,” tambahnya.

CEO produsen sepeda motor dan sepeda listrik asal Semarang itu berharap, lima tahun mendatang prospek motor listrik akan semakin cerah, terlebih dengan adanya dukungan Perpres No. 55/2019 tentang Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan, yang diundangkan pada 12 Agustus 2019.

“Tentunya potensi motor listrik semakin lama akan semakin besar. Jadi harapannya lima tahun ke depan tentunya potensinya cerah sekali di Indonesia. Saat ini tujuh juta motor masih menggunakan bahan bakar bensin setahun jadi potensi motor listrik itu sangat besar sekali,” ucapnya.

Kenaikan BBM Pertamax menjadi Rp12.500 ini memang membuat masyarakat berada dalam posisi sulit. Jika tetap menggunakan BBM Pertamax dengan harga setinggi itu, maka sudah pasti berdampak pada keuangan mereka.

Pun sebaliknya, andai beralih ke BBM Pertalite yang memiliki RON 90, itu akan berdampak pada kondisi kendaraan mereka.

Baca juga: Hari ini, 135 Tahun Lalu, Carl Benz Patenkan Mobil Berbahan Bakar Bensin yang Jadi Cikal Bakal Mobil Modern

Tiap-tiap kendaraan sudah pasti memiliki rasio kompresi tersendiri. Makin tinggi rasionya, makin tinggi oktannya.

Pada sepeda motor Vario 125, misalnya, rasio kompresinya 11:1 yang itu berarti harus memakai bensin RON 92. Bila dipaksa menggunakan besnin RON 90 atau di bawahnya, itu akan membuat banyak residu sisa bahan bakar menumpuk dan membuat umur mesin pendek dan kondisi mesin jadi tidak prima.























IIMS 2022, Volta Pamer Fitur Motor Listrik Anti Maling Rp15 Jutaan: Bisa Dimatikan dari Jarak Jauh

Produsen motor listrik asli Indonesia, Volta, membocorokan fitur anti maling yang sangat dibutuhkan pengguna. Andai pengguna motor listrik Volta kehilangan sepeda motornya, mereka bisa mematikan sepeda motor dari jarak jauh menggunaka aplikasi Volta.

Baca juga: Kotak Pengiriman Bisa Atur Suhu Makanan dan Diletakkan di Sepeda Motor Listrik Ösa

“Kita (motor listrik Volta) sudah dilengkapi dengan aplikasi kalau orang khawatir punya motor hilang dicuri kalau pengguna Volta tidak peru panik. (Cukup) buka aplikasi bisa dimatikan jarak jauh dari aplikasi motornya,” kata CEO Volta, Iwan Suryaputra, kepada wartawan, Kamis (31/3).

Meski begitu, ia menekankan bahwa fitur anti-maling tersebut mempunyai batasan tersendiri. Fitur anti maling tersebut bisa tetap bekerja dengan catatan masih berada di area terjangkau sinyal, bukan berada di gunung atau di tengah laut. Lebih penting dari itu, motor yang hilang masih berada di Indonesia.

“(Mau sejauh apapun motor bisa dimatikan) iya, asalkan masih di Indonesia. Selama masih ada sinyal tidak di tengah laut atau di pegunungan,” tambahnya.

Fitur anti maling ini terdapat di seluruh produk-produk motor listrik Volta. “Iya (ada di seluruh motor listrik Volta) melalui aplikasi Volta,” jelas Iwan.

Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 pada 31 Maret sampai 10 April mendatang, perusahaan asal Semarang itu menggondol tiga -dari lima produk baru yang rencananya tahun ini bakal dirilis- bernama Godam, Patriot, dan Virgo.

Semua nama-nama tersebut berasal dari karakter komik asli Indonesia, Bumilangit, dengan tujuan memperkenalkan komik buatan Indonesia.

Motor listrik Godam dan Patriot termasuk kategori motor listrik sport. Sedangkan Virgo adalah motor listrik skutik atau skuter matic.

“Virgo kami desain simple tapi futuristik seperti baterai sudah LiFePO4 yang lebih baik daripada Li-Ion, dan dengan fitur lengkap. Seperti model Volta lainnya, kami tawarkan dengan harga bersaing,” ujar Iwan.

Virgo, lanjut Iwan, digerakkan motorhub belakang 1kW buatan Bosch. Baterai 60V 23Ah LiFePO4 dengan slot ganda. Sehingga Virgo bisa mencapai kecepatan sampai 55 km per jam dan jarak tempuh 60 km per baterai penuh.

Virgo menggunakan ban ukuran 90/90-10 baik depan maupun belakang. Sementara remnya sudah cakram hidrolik di kedua rodanya.

Baca juga: Pertama di Dunia, Motor Listrik Bisa Dilipat dan Terbuat dari Baja Tahan Karat! Segini Harganya

Sambil mengendarai Virgo pengendara bisa mendengarkan musik melalui speaker bawaan yang terkoneksi via Bluetooth. Speaker ini juga bisa mengeluarkan dua suara mesin, menjawab komplain pengguna terkait motor listrik yang senyap. Spidometernya sudah full digital, tersedia 3 mode pengendaraan serta keyless.

Virgo dijual dengan harga Rp15,450 juta OTR DKI Jakarta, sedangkan di Pulau Jawa non DKI seharga Rp16,450 juta.























Operator Kereta Tokyu Gunakan Energi Terbarukan Untuk Operasikan Kereta Mulai 1 April 2022

Mulai hari ini, Jumat (1/4/2022), Tokyu Corp akan menjalankan semua layanan mereka sepenuhnya dengan energi dari matahari dan sumber terbarukan lainnya. Dengan begitu, Tokyu menjadi operator kereta api di Jepang pertama yang mengoperasikannya.

Baca juga: 100 Persen Tenaga Kereta di Belanda Kini Andalkan Energi Terbarukan

Pihak Tokyu mengatakan, akan membeli sertifikat non fosil untuk listrik yang digunakan di semua jalur yang beroperasi di wilayah Tokyo termasuk Stasiun Shibuya. Hal tersebut adalah sebuah langkah yang secara efektif akan memangkas emisi karbon dioksida perusahaan menjadi nol.

KabarPenumpang.com melansir dari laman mainichi.jp (29/3/2022), sertifikat non fosil ini diterbitkan oleh pemerintah yang membuktikan sejumlah energi telah diproduksi oleh sumber terbarukan. Selain itu, sertifikat dapat dibeli oleh perusahaan juga untuk mengimbangi nilai emisi karbon mereka sendiri.

Melalui aksi tersebut, maka pengurangan emisi CO2 oleh Tokyu akan setara dengan jumlah yang dihasilkan oleh sekitar 56 ribu emisi rumah tangga per tahun. Tokyu sendiri mengoperasikan delapan jalur yang mencakup sekitar 105 km rel kereta api yang melintasi Tokyo dan prefektur Kanagawa karena jaraknya yang berdekatan.

Sedangkan jalur Setagaya telah menggunakan energi terbarukan yang dihasilkan oleh pembangkut listrik tenaga air dan panas bumi sejak tahun 2019. Yang mana ini adalah inisiatif ramah lingkungan yang diperluas ke tujuh jalur lainnya.

Meski biaya pengadaan listik naik, ini tidak akan berdampak pada tarif kereta api. Sebab Tokyu juga akan menghemat energi dengan cara lain seperti memperkenalkan model kereta baru yang hemat listrik untuk membantu menyerap biaya.

Tak hanya itu, Tokyu juga mengatakan konsumsi listrik untuk operasinya akan berjumlah lebih dari 350 juta kW per jam pada tahun fiskal 2022. Operator berencana untuk memangkas emisi sebesar 46,2 persen pada tahun 2030 dari tingkat 2019 dan bertujuan untuk memangkasnya menjadi hampir nol pada tahun 2050.

Baca juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Tokyu juga menjalankan bisnis real estat dan hotel, dan emisi dari sektor perkeretaapiannya mencapai sekitar 30 persen dari keseluruhan keluaran karbon tahunan perusahaan. Perusahaan kereta api lain juga mulai berupaya mengurangi emisi. Tobu Railway Company telah mengatakan akan menjalankan layanan ekspres khusus antara distrik wisata Asakusa Tokyo dan kota resor Nikko di Prefektur Tochigi di utara ibu kota dengan energi terbarukan mulai Jumat.

Cina Siapkan Kereta Berkecepatan Tinggi Untuk Bawa Rudal Balistik Berhulu Ledak Nuklir

Rudal balistik antarbenua (ICBM) penyebarannya sedang dipertimbangkan oleh Cina menggukan kereta api berkecepatan tinggi. Namun hal ini masih dipertimbangkan sebagai
platform peluncuran potensial untuk serangan nuklir setelah sebuah studi baru oleh para peneliti Cina menyarankan itu lebih cocok karena membuatnya lebih sulit untuk
dicegat dan dihancurkan oleh lawan.

Baca juga: NASA Andalkan Roket Nuklir Kirim Manusia ke Mars di 2035

Sebagai informasi, kereta berkecepatan tinggi Cina melaju hingga 350 km per jam dan memiliki 37 ribu jaringan kilometer rel berkecepatan tinggi pada tahun ini. Kondisi tersebut memberikan keunggulan mobilitas dan kemampuan bertahan yang sangat baik dengan peluncuran nuklir berbasis relnya.

Dikutip dari dari asiatimes.com (30/3/2022), menurut Profesor Yin Zihong, Kepala  Penelitian Nasional Cina tentang Nuklir di Kereta Api, “ICBM modern
dapat masuk ke dalam gerbong. Tetapi ketika meledakkan bobotnya akan menghasilkan daya dorong dua hingga empat kali kapasitas beban maksimum kereta.”

Sementara kereta yang dimodifikasi dapat menahan kekuatan peluncuran ini, tekanan tembakan pasti akan turun ke rel dan infrastruktur pendukung lainnya, yang berpotensi
membuatnya tidak aman dan tidak dapat digunakan. Kekuatan kuat yang dihasilkan oleh peluncuran ICBM dapat menembus hingga delapan meter di bawah tanah, dan bahkan trek
tugas berat harus diperkuat secara substansial untuk menahan peluncuran rudal.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Southwest Jiaotong University minggu lalu menyebutkan bahwa rel dengan spesifikasi berat mungkin tidak diperlukan untuk peluncuran ICBM berbasis rel, karena sebagian besar kerusakan akan terbatas pada area dangkal infrastruktur rel yang dapat mudah dideteksi dan diperbaiki. Selain itu, pengoperasian trek berkecepatan tinggi yang sangat cepat mengharuskannya dibangun lebih kokoh daripada rel standar, dengan beberapa trek berkecepatan tinggi di Cina memiliki fondasi hingga kedalaman 60 meter.

Pada bulan Desember 2016, Cina menguji versi rel-mobile dari DF-41 ICBM-nya, dengan uji “peluncuran dingin” yang mengeluarkan rudal dari tabung relnya dengan gas
bertekanan tanpa mesin rudal ditembakkan. Ini kontras dengan tes penuh di mana mesin rudal akan menyala milidetik setelah meninggalkan tabung peluncuran. Uji coba kemungkinan dimaksudkan untuk memeriksa kompatibilitas sistem peluncuran tabung dengan gerbongnya.

DF-41 dilaporkan memiliki panjang 21-22 meter, diameter 2,25 meter dan berat 80ribu kilogram saat diluncurkan. Ini menggunakan mesin propelan padat tiga tahap untuk
mencapai jarak 12.000 hingga 15.000 kilometer dan diklaim dapat memuat hingga sepuluh Multiple Independen-targetable Re-entry Vehicles (MIRVs), bersama dengan umpan dan alat bantu penetrasi untuk mengalahkan pertahanan rudal.

Rudal yang diluncurkan dengan rel ini juga dapat ditingkatkan dengan kendaraan luncur hipersonik, yang selanjutnya dapat meningkatkan kesulitan mengalahkan senjata. Proyek nuklir perkeretaapian Cina adalah simbol dari strategi fusi militer-sipilnya, yang bertujuan untuk mempromosikan berbagi sumber daya dan kolaborasi dalam penelitian dan aplikasi, dan memastikan koordinasi yang saling menguntungkan antara konstruksi ekonomi dan pertahanan nasional.

Cina mungkin menggabungkan jaringan rel komersial berkecepatan tinggi dengan senjata nuklirnya untuk meningkatkan keunggulan taktis dan operasional berbasis darat, karena mereka dapat lebih mudah dilindungi dari pengawasan musuh dibandingkan dengan peluncur berbasis truk dan kurang rentan. terhadap kondisi cuaca buruk.

Baca juga: Anti Mainstream, Bandara Pyongyang Diklaim AS Terhubung dengan Fasilitas Nuklir Terbesar Korea Utara

Senjata nuklir berbasis rel dapat disembunyikan dengan berbaur dengan lalu lintas kereta api sipil atau fasilitas bawah tanah karena mereka terus bergerak.























BMW Indonesia Luncurkan ‘Penyempurnaan” Seri 3 di IIMS 2022

BMW Group Indonesia menyambut hajatan otomotif Indonesia International Motor Show Hybrid 2022 dengan memperkenalkan varian baru Seri 3 mereka, yaitu 320i. Terdapat beberapa update fitur yang membuat 320i ini nyaman bagi pengemudi dan juga untuk penumpang.

Baca juga: BMW Hadirkan Dynamic Cargo E-trike yang Tak Perlu Dilipat Ketika Naik Eskalator 

Ini merupakan varian baru dari BMW Seri 3, 320i sekaligus menjadi varian kedua setelah Seri 3 320i Dynamic yang sudah meluncur terlebih dahulu pada Oktober 2021. Dengan demikian, kini BMW Seri 3 memiliki 2 pilihan varian, yakni 320i Dynamic dan 320i Sport. “Pada hari ini kami juga turut memperkenalkan line up terbaru kami, BMW 3 Series 320i Sport yang hadir dengan beberapa penambahan fitur baru,” jelas President Director BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan.

Kehadiran BMW Seri 3 320i Sport ini merupakan update atau pelengkap dari BMW Seri 3 320i Dynamic. Menurut Director of Communications BMW Indonesia, Jodie O’tania, BMW Seri 3 320i Sport mendapatkan beberapa penambahan fitur dan aksesoris baru yang sebelumnya tidak ada pada Seri 3 320i Dynamic.

“Saat kami memperkenalkan 320i Dynamic, banyak sekali feedback yang menginginkan adanya arm rest di baris belakang. Karena di 320i Dynamic itu nggak ada arm rest, jadi ternyata itu tuh penting, jadi kami tambahkan,” beber Jodie.

Tidak hanya itu, terdapat juga beberapa penambahan fitur canggih termasuk fitur keselamatan aktif pada Seri 3 320i Sport. Beberapa fitur baru di Seri 3 320i Sport adalah:

Park Distance Control
Park Assist
Reversing Assistant
Dynamic Cruise Control dengan Braking Function
Lane Changing Assist
BMW Live Cockpit Professional dengan BMW Operating System 7.0
Fitur perintah suara ‘Hey BMW’

Baca juga: Melesat 320 Km Per Jam, Pengemudi BMW M3 Harus Diamputasi Kakinya

BMW Seri 3 320i Sport diniagakan dengan harga Rp 895 juta off the road.

Gegara Perang Rusia-Ukraina, Rute Hong Kong-New York Cathay Pacific Jadi Penerbangan Terpanjang di Dunia

Cathay Pacific mengklaim bakal mengoperasikan penerbangan komersial terpanjang di dunia pada rute Hong Kong-New York. Hal ini terjadi lantaran rute yang dilalui menghindari ruang udara Rusia untuk melewati polar route melintasi Kutub Utara. Alhasil, penerbangan harus memutar melintasi Eropa dan Samudra Atlantik sejauh 16.618 kilometer selama 16-17 jam.

Baca juga: Lima Penerbangan Terpanjang di Dunia Tahun 2021, Semuanya Libatkan Asia-AS

Sebelumnya, gelar rute terpanjang atau penerbangan terlama di dunia dipegang oleh Singapore Airlines rute Singapura-New York dengan jarak 15.349 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 17 jam 30 menit.

Dilansir Simpel Flying, pemerintah Hong Kong sebelumnya sangat ketat. Penerbangan internasional ditutup untuk mencegah penyebaran virus Corona varian Omicron. Cathay Pacific dan warga Hong Kong tahu betul seberapa ketat mereka.

Akan tetapi, mengingat penularan virus Corona di global trennya cenderung menurun, pemerintah Hong Kong mulai membuka kembali penerbangan internasional. Per 1 April mendatang, larangan terbang dari sembilan negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Australia, Kanada, Perancis, India, dan Inggris.

Hanya saja, wisatawan mancengara masih belum diizinkan masuk. Penerbangan tersebut dikhususkan untuk warga Hong Kong yang sudah divaksinasi lengkap, dengan dilengkapi bukti tes negatif PCR, dan karantina tujuh hari untuk kedatangan.

Baca juga: Mengapa Pesawat Dilarang Terbang Melintasi Kutub Utara? Ini Jawabannya

Meski terbatas, namun, kebijakan ini diprediksi membuat Cathay Pacific, selaku flag carrier nasional Hong Kong, sangat terbantu. Terbukti, tak lama pemerintah Hong Kong mengumumkan pencabutan dari sembilan negara pada 21 Maret lalu, maskapai langsung mengumumkan penerbangan terpanjang di dunia dari Hong Kong ke New York pp, dan disambut baik oleh calon penumpang.

Rute terpanjang di dunia, dari Bandara Internasional Hong Kong ke Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York, menggunakan pesawat Airbus A350-1000. Disebutkan, rutenya sendiri ialah terbang dari Hong Kong ke arah barat laut menuju Eropa, Samudra Atlantik, dan tiba di JFK.

Biasanya, penerbangan Hong Kong-New York Cathay Pacific melalui rute timur melintasi Samudra Pasifik, menuju pantai barat Seattle, disambung ke New York.

Pulangnya, dari New York ke Hong Kong, rute yang terlacak di FlightRadar24 sendiri melalui pular route melintasi Kutub Utara, Greenland, Arktik, Rusia, Mongolia, dan Cina sebelum mendarat di Hong Kong.

Baca juga: Ternyata Rute Pesawat Turboprop Non-Stop Terpanjang di Dunia Ada di Negara Ini

Berbeda dengan penerbangan berangkat yang melawan arah angin dari utara, penerbangan balik biasanya lebih cepat dan jauh lebih hemat bahan bakar dengan memanfaatkan dorongan angin. Hal ini biasa dialami maskapai, salah satunya British Airways.

Ketika itu, penerbangan transatlantik British Airways dari Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), New York ke Bandara Heathrow (LHR), London, hanya memakan waktu empat jam dan 56 menit, hampir dua jam lebih cepat dari jadwal semula, karena dorongan angin. Ini adalah pertama kalinya penerbangan komersial transatlantik ditempuh dalam waktu kurang dari lima jam.























Penelitian Terbaru, Radiasai Ponsel Tak Langsung Berhubungan dengan Tumor Otak

Apakah benar radiasi ponsel bisa meningkatkan risiko tumor otak? Sebuah studi tahun 2018 lalu dari Program Toksikologi Nasional (NTP) pemerintah AS menemukan bukti bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker pada hewan. Sayangnya temuan itu kontroversial dengan banyak ahli yang mengklaim eksperimen bahwa tikus yang dikenai radiasi dosis tinggi untuk waktu yang lama sama sekali tidak analog dengan jenis paparan dunia nyata yang didapat manusia dari penggunaan ponsel.

Baca juga: Hoax Bahaya Menggunakan Ponsel Saat di Pesawat, Benarkah?

Mungkin secara hipotesis radiasi dari ponsel menyebabkan tumor otak. Namun para peneliti telah beralih ke kumpulan data epidemiologi yang lebih besar untuk menentukan apakah ada ringkat tumor otak pada populasi umum. Dirangkum KabarPenumpang.com dari newatlas.com (30/3/2022), tahun 2013, tim peneliti dari Universitas Oxford menerbitkan sebuah penelitian yang melihat korelasi antara penggunaan ponsel dan tumor otak pada 791 ribu wanita.

Data tersebut berasal dari proyek besar yang sedang berlangsung yang disebut Studi Sejuta Wanita. The Million Women Study dimulai pada pertengahan 1990-an dan tahun 2001 lalu telah merekrut satu dari empat wanita di Inggris yang lahir antara tahun 1935 dan 1950. Dalam penelitian ini, semua peserta dikirimi kuesioner setiap tiga hingga lima tahun untuk mengumpulkan data tentang praktik gaya hidup dan kesehatan umum.

Studi Oxford 2013 melihat penggunaan ponsel yang dilaporkan sendiri dan tidak menemukan hubungan dengan insiden glioma, meningioma atau kanker sistem saraf non-pusat. Studi baru ini, yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, menawarkan tindak lanjut dari temuan sebelumnya yang melacak 776 ribu wanita selama sekitar 14 tahun.

Di periode tindak lanjut, para peneliti juga melihat 3.268 wanita dalam penelitian memiliki tumor otak. Namum penyakit tersebut tidak ada hubungan yang ditemukan antara penggunaan ponsel dan tingkat tumor otak. Bahkan ini juga tidak ada hubungan yang ditemukan antara penggunaan ponsel setiap hari dan peningkatan insiden glioma, neuroma akustik, meningioma, tumor hipofisis atau tumor mata.

Tak hanya itu, data dari para peneliti juga melihat tidak adanya perbedaan dalam tingkat tumor yang muncul di sisi kanan kiri kepala pada pengguna ponsel sehari-hari. Karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan sebagian besar penggunaan ponsel terjadi di sisi kanan kepala, temuan ini menegaskan kurangnya bukti yang secara langsung menghubungkan radiasi ponsel dengan tumor otak.

Para peneliti berhati-hati untuk menunjukkan keterbatasan dalam temuan mereka. Penelitian ini tidak melibatkan anak-anak atau remaja, meskipun penelitian lain tidak menemukan hubungan antara tumor otak dan penggunaan ponsel pada kelompok muda. Untuk diketahui, kurang dari satu dari lima wanita dalam penelitian tersebut melaporkan menggunakan ponsel selama lebih dari 30 menit setiap minggu yang berarti tidak jelas apakah penggunaan ponsel yang berlebihan meningkatkan risiko tumor.

Apalagi tekbologi seluler terus meningkat sepanjang waktu sehingga generasi yang lebih baru memancarkan daya keluaran yang jauh lebih rendah. Namun demikian, mengingat kurangnya bukti untuk pengguna berat, menyarankan pengguna ponsel untuk mengurangi paparan yang tidak perlu tetap merupakan pendekatan pencegahan yang baik.

Joachim Schüz, peneliti utama pada studi baru, mengatakan kurangnya pengguna ponsel yang sering dalam dataset berarti pengguna berat idealnya masih berhati-hati dan menggunakan opsi hands-free di mana mereka bisa. Mengatasi perbedaan antara ponsel yang lebih baru dan yang lebih lama, Schüz juga menunjukkan bahwa smartphone modern cenderung memancarkan lebih sedikit radiasi daripada generasi sebelumnya.

Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Kini Dilengkapi 14 Pemindai Tubuh dengan Teknologi X-CT Scan

“Teknologi seluler meningkat sepanjang waktu, sehingga generasi yang lebih baru memancarkan daya keluaran yang jauh lebih rendah. Namun demikian, mengingat kurangnya bukti untuk pengguna berat, menyarankan pengguna ponsel untuk mengurangi paparan yang tidak perlu tetap merupakan pendekatan pencegahan yang baik,” kata Schüz.