Dari 9 Embarkasi, Garuda Indonesia Operasikan Tujuh Pesawat untuk Angkut Jemaah Haji 2022

Garuda Indonesia mewartakan bahwa pada musim Haji 2022 akan menerbangkan 47.915 calon jemaah Haji ke Tanah Suci mulai 4 Juni hingga 13 Agustus 2022 mendatang. Kesiapan tersebut dioptimalkan di berbagai aspek operasional, khususnya kesiapan armada.

Baca juga: Layani Penerbangan Haji 2022, Garuda Indonesia Kerahkan Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300

Garuda Indonesia akan terus memastikan bahwa seluruh pesawat berbadan lebar (wide body) yang akan digunakan untuk melayani calon jemaah haji dalam keadaan prima dan layak terbang melalui serangkaian inspeksi, termasuk perawatan menyeluruh terhadap mesin pesawat serta komponen vital pesawat lainnya.

“Kami memahami, musim Haji 1443/2022 ini memiliki makna penting bagi masyarakat yang telah menantikan perjalanan ini selama dua tahun lamanya. Karena itu, kami akan memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari sebelum penerbangan hingga tiba kembali di Tanah Air,” ujar Irfan Setiaputra, direktur utama Garuda Indonesia dalam pesan tertulis.

Sebanyak 47.915 jemaah haji tahun ini akan dibagi ke dalam 128 kelompok terbang (kloter), dan akan diberangkatkan dari 9 (sembilan) embarkasi, yaitu: Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Dalam Musim Haji kali ini, Garuda Indonesia akan mengoperasikan 7 (tujuh) armada wide body, yang terdiri dari 4 pesawat B777-300ER, 1 pesawat A330-300, dan 2 pesawat A330-900neo.

Baca juga: Sejarah Pulau Onrust, Tempat Karantina Jemaah Haji hingga Bendung Semangat Nasionalisme

Lebih lanjut, sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah layanan bagi para jemaah, Garuda Indonesia akan menghadirkan berbagai pilihan hiburan In-flight Entertainment bernuansa islami selama penerbangan. Tak hanya itu, para jemaah juga akan mendapatkan inflight catering sesuai menu khas daerah embarkasi.

Cina Larang Pesawat Boeing-Airbus dari Maskapai Rusia Masuki Wilayahnya, Gegara Putin Tewas?

Otoritas Penerbangan Cina melarang seluruh maskapai Rusia menerbangkan pesawat Boeing dan Airbus ke wilayahnya. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait posisi Negeri Tirai Bambu terhadap Rusia di tengah sanksi ekonomi besar-besaran oleh Barat. Tak sedikit ada pula yang menghubungkan dengan gosip tewasnya Presiden Rusia Valdimir Putin belum lama ini.

Baca juga: Masih Disanksi, Maskapai Rusia Mulai Mengkanibal Pesawat Barat

Meski begitu, pihak Cina menyangkal seluruh dugaan miring yang mendasari pihaknya melakukan pelarang ke maskapai Rusia.

Laporan Airport Technology, Cina meminta seluruh maskapai untuk memperbarui berkas-berkas yang berisi berbagai data-data, seperti data kepemilikan pesawat, data pesawat, dan data kontrak ground handling di bandara-bandara Cina.

Disebutkan, permintaan Cina tersebut adalah hal wajar dan memang sudah waktunya untuk diperbarui menurut aturan internasional, bukan akibat sentimen terhadap Rusia.

Terkait permintaan Cina tersebut, awalnya pihak maskapai Rusia melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan tersebut. Namun, ketika otoritas Cina mengkonfirmasi terkait kepemilikan dan registrasi pesawat di luar negeri, maskapai Rusia tidak bisa membuktikannya secara sah.

Oleh sebab Cina mengikuti undang-undang penerbangan internasional, Cina akhirnya memutuskan melarang pesawat-pesawat Boeing dan Airbus yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia memasuki wilayahnya.

Selain Cina, negara-negara lain juga telah meminta maskapai internasional melengkapi berkas serupa untuk mencegah masuknya pesawat yang terdaftar atau teregistrasi ganda. Salah satunya Turki, yang sebelumnya dikenal cukup erat menggandeng Rusia meski ditekan Barat.

Maskapai-maskapai Rusia memang tengah mengalami pukulan telak impas dari sanksi Barat. Laporan The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Baca juga: Apa Itu Landing Slot Bandara, yang Bikin Maskapai Rusia Rugi Rp1 Triliun Gegara Inggris?

Andaipun ada kerusakan ataupun sudah habis masa pakai sebuah suku cadang, maskapai bisa saja melakukan tambal sulam atau kanibal dengan suku cadang atau komponen pesawat lain dan inilah yang sedang dan akan dilakukan oleh maskapai-maskapai Rusia.

Kanibalisme atau mengkanibal suku cadang biasanya dilakukan terhadap pesawat lain yang sudah purna tugas atau sudah mencapai akhir jam terbang. Mengkanibal suku cadang terhadap pesawat yang masih aktif dianggap tidak berkelanjutan.

Naik KA Pangrango Cukup dari Stasiun Bogor, Yuk Simak Syaratnya

Seperti diketahui bahwa KA Pangrango diberangkatkan dari Stasiun Bogor Paledang. Namun tidak lagi, karena terhitung mulai 1 Juni 2022, penumpang bisa naik KA Pangrango cukup dari Stasiun Bogor. Ya, ini merupakan kemudahan bagi penumpang yang hendak melakukan perjalanan di wilayah Bogor dan Sukabumi. Tak perlu lagi penumpang berjalan bahkan berlari karena takut tertinggal kereta api.

Baca juga: Catat, Mulai 17 Mei Jadwal KA Pangrango Berubah

Penumpang yang ingin menggunakan KA Pangrango dari Stasiun Bogor syaratnya sangat mudah sekali. Penumpang cukup menunjukkan bukti pembelian tiket melalui online (KAI Access) saja kepada petugas yang berada di rangkaian KA Pangrango tersebut. Jika sudah sesuai jadwal ada pada tiket, penumpang bisa dipersilahkan untuk memasuki rangkaian.

Rangkaian KA Pangrango memiliki 2 kelas di satu rangkaian yaitu 2 kelas eksekutif dan 4 kelas bisnis. Dan untuk pembelian tiket bisa melalui online maupun loket yang tersedia di stasiun. Kecuali untuk Stasiun Bogor, masih belum tersedia loket untuk pembelian KA Pangrango.

Baca juga: Pesan Tiket KA Pangrango dari Bogor Tidak Tersedia? Ini Solusinya

Adapun pemberangkatan KA Pangrango dari Stasiun Bogor sebagai berikut:

Jadwal KA Pangrango
KA 216C, BOGOR: 08.20 – SUKABUMI: 10.30
KA 218C, BOGOR: 14.20 – SUKABUMI: 16.30
KA 214C, BOGOR: 19.50 – SUKABUMI: 22.00
KA 213A, SUKABUMI: 05.30 – BOGOR: 07.34
KA 215B, SUKABUMI: 11.25 – BOGOR: 13.29
KA 217B, SUKABUMI: 17.25 – BOGOR: 19.29
(PRAS – Cinta Kereta Api)























Jalur Kereta Api Indonesia Sudah Dibuat Jalur Ganda, Ternyata Ini Alasannya

Kecepatan dan ketepatan waktu kereta api saat ini menjadikan prioritas utama bagi penumpang yang setia menggunakannya. Maka dari itu jalur ganda kereta api merupakan solusi terbaik dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melakukan inovasi peningkatan pada perjalanan kereta api terhadap penumpang setianya.

Baca juga: Tiga Terowongan Jalur Ganda ‘Hiasi’ Jalur Kereta Api Lintas Selatan Jawa 

Tak hanya itu jalur ganda juga dibuat untuk mengurangi persilangan kereta api dari berlawanan arah di stasiun kecil maupun besar. Kemudian jalur ganda juga membukti singkatnya waktu perjalanan kereta api bertambah dan tak banyak yang harus berhenti di stasiun kecil untuk menunggu persilangan. Lalu frekuensi perjalanan kereta juga semakin banyak serta yang terpenting keselamatan perjalanan kereta semakin terjamin.

Jalur ganda kereta api saat ini dibangun di area dengan headway perjalanan kereta api yang ramai. Seperti di jalur utara dan selatan. Untuk utara jalur ganda dibangun sepenuhnya dari Jakarta hingga Surabaya. Bagi kebanyakan masyarakat, jalur utara merupakan jalur yang digemari penumpang untuk menempuh waktu singkat. Selain itu jalur utara lebih dominan dilewati kereta api angkutan barng petikemas dari Tanjung Priok hingga Kalimas Surabaya pp. Tak banyak pembatasan kecepatan (Taspat) di sepanjang jalur tersebut, hanya beberapa di titik tertentu yang rawan akan bencana.

Untuk jalur selatan ada beberapa juga yang menggunakan jalur ganda. Tak semua wilayah selatan ini menggunakan jalur ganda, diantaranya karena faktor kondisi area geografisnya yang kebanyakan terdiri dari tebing, sungai, serta menyeberangi bukit, seperti di wilayah Daerah Operasi (Daop) II Bandung.

Baca juga: Sudah 99 Persen, Jalur Ganda Bogor – Sukabumi Siap Diuji Coba

Lalu di wilayah Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, hingga Daop 8 Surabaya sudah digunakan jalur ganda. Meski perjalanan kereta api tak seramai jalur utara, jalur ganda dari Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, hingga Surabaya sudah menempuh kecepatan maksimal diatas 80 km per jam di beberapa titik tertentu. Dan perjalanan pun terasa cukup singkat. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Joby Aviation Dapat Izin Terbang Taksi Udara dari FAA, Era Taksi Udara Sudah Dimulai?

Joby Aviation resmi kantongi sertifikasi komersial Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA). Izin terbang atau Part 135 Air Carrier Certificate ini nantinya akan menjadi modal perusahaan untuk mengoperasikan layanan ridesharing taksi udara eVTOL di AS dan juga negara lainnya.

Baca juga: Kucurkan Rp6 Triliun, Boeing Bikin Taksi Udara eVTOL Pertama di AS Lewat Wisk Aero

Meski begitu, layanan taksi udara electric vertical take-off and landing (eVTOL) Joby Aviaton masih harus menunggu waktu mengingat taksi udara Joby S4 belum lolos sertifikasi FAA. Ini bukanlah sebuah aib mengingat

Saat ini, prototipe taksi udara atau taksi terbang Joby S4 masih terus melakukan serangkaian uji coba. Terakhir, uji coba dilakukan pada 16 Februari 2022. Saat itu, Joby S4, yang dikendalikan secara remote dari pusat kontrol jatuh. Penyebabnya masih terus diselidiki.

Akan tetapi, itu tidak menghentikan tes-tes berikutnya. Pada akhir Maret 2022 lalu, uji coba kedua dilakukan dan berhasil terhindar dari petaka alias tidak jatuh. Namun, hasil uji coba kedua belum diumumkan secara resmi.

“Prosedur yang kami siapkan meletakkan dasar untuk operasi eVTOL kami di masa depan,” kata Bonny Simi, Head of Air Operations and People Joby dalam sebuah pernyataan yang dikutip Aerotime Aero.

“Selama beberapa bulan mendatang, kami akan menggunakan sertifikat Part 135 kami untuk menjalankan operasi dan platform teknologi pelanggan yang akan mendukung layanan multi-modal ridesharing kami, sementara juga menyempurnakan prosedur kami untuk memastikan perjalanan yang mulus bagi pelanggan kami,” tambahnya.

Joby Aviation rencananya mulai meluncurkan taksi udara pada tahun 2024. Taksi udara eVTOL  Joby Aviation memiliki kapasitas lima kursi dengan jangkauan maksimum 241 km dan kecepatan maksimum mencapai 321 km per jam.

Sejauh ini, Joby Aviation sudah bermitra oleh berbagai maskapai untuk mengoperasikan layanan ridesharing taksi udara listrik. Salah satunya ANA.

Baca juga: Airbus Gandeng MAGicALL, Kembangkan Motor Listrik Taksi Udara eVTOL CityAirbus NextGen

Pada awal tahun ini, maskapai All Nippon Airways (ANA) menggandeng start-up teknologi asal Amerika Serikat (AS), Joby Aviation, untuk menghadirkan taksi terbang ke Jepang. Bila badai tak menghadang, taksi terbang atau taksi udara bisa mengular di Jepang pada tahun 2025 mendatang, bertepatan dengan event akbar World Exposition di Osaka.

Langkah ANA menggandeng Joby Aviation tak lepas dari pengaruh Toyota selaku investor start-up tersebut. Pada tahun 2020, Toyota menggelontorkan uang sebesar US$394 juta atau Rp5,3 triliun ke Joby Aviation mengembangkan taksi udara sekalihus transfer teknologi dan bersama-sama memproduksi taksi udara listrik atau taksi udara eVTOL secara massal.

Kenapa Maskapai Batasi dan Kenakan Biaya Bagasi ke Penumpang?

Masih ingat saat maskapai LCC di Indonesia ramai-ramai mengeluarkan kebijakan bagasi berbayar 20kg? Ketika itu, kebijakan tersebut menjadi polemik di kalangan masyarakat karena memberatkan penumpang. Terlepas dari hal itu, sebetulnya, kenapa maskapai mengenakan biaya bagasi dan membatasinya?

Baca juga: Mengapa Penanganan Bagasi Secara Otomatis Hanya Bisa Dilakukan di Beberapa Pesawat?

Dilansir Simple Flying, setidaknya ada tiga alasan mengapa maskapai memberlakuka tarif bagasi atau bagasi berbayar sekaligus membatasinya. Pertama adalah efisiensi. Dahulu, sebelum era pesawat modern datang atau di masa-masa awal moda pesawat lahir, penumpang hanya diizinkan membawa apapun yang bisa dipegang. Tentu saja itu sebuah benda kecil.

Seiring waktu, penumpang mulai dimungkinkan untuk membawa sesuatu yang agak ringan seperti surat serta barang lainnya dan disimpan di ruang kargo terbatas di pesawat. Sampai dekade 70-an, maskapai memasang harga tiket cukup tinggi untuk penupang yang ingin mendapat gratis bagasi.

Kebijakan bagasi berbayar atau gratis bagasi dengan membayar tiket pesawat cukup mahal di dekade 70-an dan sebelumnya tentu tak jadi soal.

Sebab, saat itu, tren masyarakat bepergian naik pesawat belum terlalu tinggi. Bahkan, ada stigma bahwa penumpang pesawat haruslah orang berduit. Selain karena tiket mahal, setelannya pun juga tidak bisa sembarang pakai meskipun itu hanyalah aturan tak tertulis.

Akan tetapi, saat dunia semakin terbuka dan miliaran penumpang pertahun bepergian menggunakan pesawat, di samping kemampuan penumpang membayar tiket pesawat sudah jauh lebih merata, maskapai tak bisa membawa seluruh bagasi penumpang. Dari sini kemudian muncul ide untuk membatasi bagasi penumpang dan memberlakukan tarif bagasi atau bagasi berbayar.

Selain itu, membatasi bagasi penumpang, termasuk bagasi yang boleh masuk ke kabin (biasanya maksimal dua tas) dan memberlakukan kebijakan bagasi berbayar juga dapat meningkatkan efektivitas maskapai. Terlalu banyak bagasi sama dengan memperlambat proses boarding.

Alasan kedua adalah meningkatkan pendapatan. Maskapai penerbangan tidak banyak mengambil keuntungan dari penjualan tiket, berkisar tiga persen. Ini tidak sebanding dengan risiko. Sekali terjadi insiden, kerugian besar menanti. Faktor eksternal juga termasuk dalam risiko tersebut, salah satunya kenaikan harga Avtur.

Kenaikan harga Avtur yang kian tak stabil akibat politik global bisa disiasati salah satunya dengan mengenakan bagasi berbayar tanpa menaikkan harga tiket pesawat. American Airlines, misalnya, sejak tahun 2008 mulai menarapkan bagasi berbayar dan memperoleh pendapatan tinggi dari sana untuk menutupi harga Avtur yang melambung tinggi.

Baca juga: Lima Alasan Penumpang Pesawat Wajib Wrapping Bagasi

Pada tahun 2018, American Airlines membukukan pendapatan sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp17 triliun dari bagasi berbayar, tertinggi di antara maskapai AS lainnya. Jelas itu bukan angka yang sedikit.

Alasan ketiga adalah membuat variasi antar kelas. Bagi penumpang yang ingin membeli tiket pesawat murah, mereka bisa memilih untuk menghindari bagasi alias membawa barang seperlunya. Jika tidak, mereka harus membayar lebih untuk bagasi yang dimuat di kargo pesawat.

Tiga Hari Penerapan Switch Over Kelima di Stasiun Manggarai, Ini Kata PT KAI

Sejak diterapkan pada 28 Mei lalu, pola Perubahan Layanan di KRL Jabodetabek menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengguna jasa. Dan menanggapi keluhan yang sempat muncuat oleh beberapa pengguna, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa perubahan pola operasi perjalanan KRL yang dimulai sejak Sabtu (28/5) bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan perjalanan KRL Jabodetabek.

Baca juga: Perubahan Rute Baru Jalur KA di Stasiun Manggarai, Penumpang Jangan Salah Naik

Perubahan pola operasi tersebut dilakukan dengan adanya pelaksanaan Switch Over (SO) ke-5 atau SO5 di Stasiun Manggarai oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Untuk memastikan pelayanan KRL berjalan dengan baik, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo turun langsung ke Stasiun Manggarai pada Senin (30/5) atau hari ke-3 penerapan SO 5 Stasiun Manggarai.

“Perubahan pola operasi harus dilakukan, karena adanya pembangunan infrastuktur perkeretaapian yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan para pengguna KRL. Tujuan lainnya yaitu dalam rangka peningkatan pelayanan dimana pengguna KRL diprediksi akan terus meningkat jumlahnya,” tegas irektur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Sebelum adanya SO5, pengguna KRL harus menyeberang rel ketika melakukan transit di Stasiun Manggarai, dimana hal tersebut sangat membahayakan. Namun saat ini, pengguna KRL cukup naik dan turun menuju peron tujuan dengan menggunakan lift, eskalator, dan tangga manual. Adanya gedung baru ini juga membuat pengguna KRL lebih nyaman saat berpindah jalur serta menunggu kedatangan KRL di peron yang lebih luas.

Memasuki hari ke-3 perubahan pola operasi KRL, situasi Stasiun Manggarai dan arus pengguna KRL sudah mulai terkendali. Kepadatan para pengguna KRL dapat segera terurai setelah berbagai antisipasi yang dilakukan oleh KAI seperti pengoperasian KRL Feeder relasi Manggarai – Angke/Kampung Bandan pp di jalur 7 pada jam-jam sibuk dan KRL tujuan Bekasi/Cikarang dari Tanah Abang di jalur 9, penambahan petugas untuk mendampingi dan mengarahkan pengguna KRL, perbaikan pola operasi dan stabling KRL, serta pengoptimalan rangkaian KRL.

“Kami telah menambah petugas dan menyiapkan papan petunjuk arah untuk mengarahkan, mengatur antrean, serta membantu menjelaskan kepada pengguna KRL yang masih kebingungan,” kata Didiek.

Baca juga: Penumpang Keluhkan Fasilitas yang Tidak Berfungsi di Stasiun Manggarai, Apa Saja?

KAI mengimbau kepada seluruh pengguna KRL untuk dapat beradaptasi dengan pola operasi baru ini, misalnya dengan berangkat lebih awal. Pengguna KRL juga dapat menggunakan rute KRL alternatif untuk menuju stasiun tujuan, misalnya menuju Kampung Bandan terlebih dahulu lalu ke Jakarta Kota. Selain itu, pengguna KRL juga dapat memanfaatkan layanan transportasi terintegrasi pada beberapa stasiun yang sudah terkoneksi dengan Bus Transjakarta seperti Stasiun Tebet, Klender, Duren Kalibata, dan lainnya.

Di samping itu, pengguna KRL tetap selalu mengikuti arahan petugas dan menjaga protokol kesehatan serta diimbau untuk mengawasi barang bawaan masing-masing.

Operator Kereta India Manfaatkan Energi Surya dan Angin, Hemat Biaya Operasioal Secara Signifikan

Dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan kereta terbesar di dunia, India terbilang tanggap pada dinamika energi terbarukan yang terkait dengan dunia teknologi perkeretaapian. Setelah menjajal pemanfaatan tenaga surya (matahari) untuk fasilitas di stasiun dan lokomotif hybrid baterai – pantograf (listik) Pasumai, kini jaringan kereta api di India juga memanfaatkan energi angin.

Baca juga: Komitmen Nol Emisi di 2030, India Kaji Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Stasiun Kereta Api

Dikutip dari TimesofIndia.com (20/5/2022), pada tahun 2019, yakni dengan fokus pada pemanfaatan energi terbarukan, Southern Railway mendirikan lima kincir angin di Kayathar (dekat stasiun kereta api Gangai Kondan/Kadambur) di distrik Tuticorin di bawah divisi Madurai. Total kapasitas pabrik kincir angin di Southern Railway adalah masing-masing 10,5MW dengan kapasitas 2,1MW. Pada 2021-22, energi yang dimanfaatkan dari mereka adalah 25,7 juta unit yang menghasilkan penghematan Rs15,4 crore. Sebagai catatan 1 crore setara dengan Rp2,06 miliar.

Sejak diresmikan, total lima kincir angin itu telah menghasilkan 80,1 juta unit listrik dan hebatnya dapat menghemat biaya operasional operator kereta sampai Rs48,1 crore.

Energi yang dihasilkan dari kincir angin pada gilirannya dimafaatkan untuk mengurangi unit-unit dari daya yang dibeli oleh operator kereta untuk traksi listriknya. Selama ini, operator kereta India membeli unit daya listrik dari perusahaan Tangedco Limited.

Selain energi angin, Southern Railway selama ini juga telah memanfaatkan tenaga surya melalui pembangit listik berkapasitas 192 kWp. Selama tahun 2021-2022, energi surya menghasilkan 5,47 juta unit energi yang menghasilkan penghematan tahunan Rs2,4 crore. Total kapasitas terpasang pembangkit surya di Southern Railway mencapai 5 MWp di enam divisi. Panel tenaga surya telah dipasang di berbagai lokasi/stasiun kereta api.

Baca juga: Di India, Privatisasi Perusahaan Kereta Api Dianggap Ide Buruk, Ini Alasannya

Yang patut dicontoh oleh operator kereta di Indonesia, Southern Railway telah meranang dan memasang sistem konsentrator parabola surya untuk menghasilkan 5.000 liter per hari air panas. Dimana air panas ini digunakan untuk membersihkan komponen pada lokomotif diesel.

Merasakan Sensasi KA Kuala Stabas (Tanjungkarang – Baturaja) dengan Harga Yang Pas

Bagi warga Lampung dan sekitarnya tentu sudah menjadi andalan kereta api yang satu ini. Harga yang sangat relatif murah yang menempuh perjalanan hingga 5 jam dari Stasiun Tanjung Karang hingga Stasiun Baturaja. Ya, mulai dengan harga yang berkisar Rp10.000 hingga Rp30.000, penumpang sudah bisa merasakan perjalanan yang nyaman dengan kelas ekonomi premium.

Baca juga: Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Penelusuran tim kabarpenumpang.com yang menjajal kereta api jarak menengah ini ternyata merupakan andalan penumpang yang hendak ke beberapa kota di Provinsi Lampung, seperti Kotabumi, Martapura, dan Baturaja. Namun, Kota Baturaja ini sudah memasuki wilayah Sumatera Selatan, yang merupakan banyaknya warga asli dengan logat Melayu.

Kereta Api Kuala Stabas terdiri dari rangkaian 5 unit kelas ekonomi premium dan 1 kereta makan dibagian tengah rangkaian. KA ini diberangkatkan 2 kali dari Stasiun Tanjung Karang dan 2 kali dari Stasiun Baturaja. Stasiun Tanjung Karang diberangkatkan Kereta Api Kuala Stabas pada pukul 06.30 dan 13.30 lalu dari Stasiun Baturaja pada pukul 06.30 dan 14.00.

Saat diperjalanan penumpang disuguhkan dengan pemandangan yang tidak biasa. Berbeda perjalanan di Pulau Jawa, jalur di Pulau Sumatera khususnya Lampung menyuguhkan pemandangan hutan lebat yang menyelimuti jalur kereta tersebut. Beberapa kali Kereta APi Kuala Stabas bertemu dengan kereta apii angkutan batu bara yang merupakan primadona wilayah Divisi Regional 4 Tanjung Karang berjumlah 60 gerbong setiap rangkaiannya.

Keunikan lainnya menggunakan Kereta Api Kuala Stabas, terdapat rangkaian khusus kelas ekonomi premium untuk membawa pegawai kereta api yang hendak melakukan tugasnya di beberapa wilayah sepanjang perjalanan. Beberapa diantaranya adalah Stasiun Ketapang dan Stasiun Kotabumi yang merupakan stasiun dinas para pegawai yang berangkat Kota Bandar Lampung. Rangkaian khusus pegawai ini berada diujung paling belakang atau depan dan sengaja ditambahkan mengingat akses jalan yang terlalu jauh jika naik kendaraan lain.

Baca juga: Ingin Ada Kereta Wisata di Lampung? – PT KAI: Benahi Dulu Infrastrukturnya

KA Kuala Stabas hingga kini masih eksis dalam perjalanan kereta api dengan harga yang relatif murah dan penumpang bisa merasakan sensasi diperjalanan walaupun sebagai wisata favorit warga Lampung maupun Sumatera Selatan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Tips Aman dan Nyaman Untuk Penerbangan Bagi Lansia

Dalam beberapa kasus, para penumpang lansia (lanjut usia) masih kerap kesulitan memperoleh kenyamanan saat berada di bandara ataupun di dalam penerbangan. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi bahwa penumpang tersebut adalah orang tua (lansia).

Padahal bila dari awal sudah diberitahu penumpang tersebut adalah seorang lansia, biasanya baik otoritas bandara ataupun pihak maskapai akan memberikan fasilitas untuk para penumpang lansia. Manager Kelompok Perjalanan AAA New York, Jill Rosenberg mengatakan, tidak ada tagihan lain untuk hak yang harus didapat oleh para lansia. Ini dikarenakan Rosenberg pernah merasakan sendiri bagaimana mertua dan kliennya yang lansia berjuang untuk melalui jalur check in dan keamanan di bandara.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com, memberikan beberapa tips terbang yang aman dan nyaman untuk para penumpang lansia. Biasanya, penumpang lansia yang memiliki masalah kesehatan serius mendapatkan beberapa perlindungan dari pihak bandara maupun maskapai. Air Carrier Acces Act memberikan asuransi untuk para penumpang dengan gangguan fisik atau mental dan tidak menutup berapapun usia mereka (penumpang dengan emphysema/paru-paru yang membutuhkan tabung oksigen portabel). Dalam pembaruan peraturan federal yang berlaku tahun 2009 lalu, bahwa bagi para penumpang yang membutuhkan kursi roda harus disediakan bersamaan pada waktu yang tepat. Tak hanya itu, untuk penumpang lansia yang bergeraknya lebih lambat dan tidak cacat masih banyak terintimidasi oleh pihak bandara.

Karena masalah ini, banyak keluarga penumpang lansia yang rela menghabiskan ribuan dolar untuk terbang bersama keluarganya menggunakan jet pribadi. Tetapi, untuk Anda yang tidak memiliki dana lebih hanya bisa mengikuti prosedur yang ada untuk melakukan perjalanan. Berikut ini tips yang bisa Anda gunakan saat untuk membawa orang tua (lansia) saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

1. Pemesanan
Para pengamat merekomendasikan untuk membuat permintaan saat melakukan pemesanan penerbangan. Adapun yang bisa diminta adalah tempat duduk dengan ruang kaki tambahan. Rosenberg dari AAA mengatakan, beberapa dari kursi tersebut merupakan sekat biasa atau tempat duduk lainnya. Selain itu para lansia atau disabilitas harus mendapat catatan dari dokter bahwa penumpang bisa hadir saat chek in. Sebab bila terjadi sesuatu dalam penerbangan, pramugari akan membantu dan tidak memandang penumpang tersebut dari kelas ekonomi maupun bisnis.

Saat memesan tiket penerbangan, baiknya pesan juga kursi roda bila memang benar-benar membutuhkannya. “Saat ini Delta Airlines menawarkan kursi roda di empat bandaranya yakni Kennedy (New York), Hartsfield-Jackson (Atlanta), Cincinnati (Nothern Kentucky Internasional) dan Salt Lake City,” ujar juru bicara Delta, Morgan Durrant.

2. Bandara
Jika Anda tidak bisa mengantarkan penumpang lansia, baiknya gunakan jasa pengangkutan medis. Seorang peneliti dari University of Missouri Hospital, James D Stowe mengatakan Independent Transportation Network of America (itnamerica.org) dapat membantu mengarahkan penumpang dengan pengemudi yang sudah terbiasa dengan masalah seperti mengangkat masuk ataupun keluar dari mobil. Tarif rata-rata jasa ini US$11,50 untuk perjalanan sejauh lima mil. Daat ini ITN sudah ada di California, Maine dan 15 negara bagian lainnya.

Baca juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

3. Check in
Untuk membantu penumpang lansia, sebenarnya bandara memberikan layanan gratis. Tetapi bila ingin membayar saat langsung bisa saja seperti yang diberlakukan oleh American Airlines dengan program Five Star Service, dimana seorang petugas yang membantu para lansia bisa menyeberangkan jalan. Untuk biaya penerbangan domestik yakni $125 per orang dan $200 untuk dua orang, sedangkan internasional adalah $200 untuk satu atau dua orang. Sedangkan Royal Airport Concierge Service menetapkan tarif $150 untuk New York dan $250 untuk bandara lainnya di seluruh negeri. Dengan tarif ini, penumpang bisa mendapatkan bantuan pemeriksaan tas dan mengantar sampai tempat tunggu dan biasanya sebelum menjemput, petugas tersebut sudah datang satu jam sebelum penumpang datang dan memastikan kursi roda tersedia.

4. Keamanan dan Boarding
Senator negara bagaian Michael N Ganaris, Demokrat Queens yang sudah sering menangani masalah hak penumpang mengatakan, bahwa penumpang lansia harus memberitahu mengenai kondisi medis apapun yang diderita. Jika terjadi insiden yang kurang baik, dirinya mengatakan, penumpang harus mendapatkan nama petugas tersebut dan mengajukan keluhan ke bagain administrasi keamanan.

Beberapa maskapai seperti American Airlines mengijinkan penumpang lansia atau disabilitas untuk melakukan pengurusan di bagian keamanan dan boarding. Namun, pengantar harus memberikan nama lengkap, tanggal lahir dan surat berhaga yang dikeluarkan oleh pemerintah. Direktir Pelaksana Operasi Bandara untuk American Airlines, David Vance mengatakan, untuk meminta agar bisa membantu penumpang lansia ini harus dilakukan dalam waktu satu hari sebelum keberangkatan.

“Ini semua harus tepat, mereka membatasi satu orang pengantar untuk satu penumpang. Jadi Anda tidak bisa melihat keluarga dari gerbang selain orang yang mengantar,” ujar Vance.

Baca juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Sedangkan JetBlue memiliki dua program yang menargetkan kemanan dan proses boarding. Even More Speed tersedia di 24 kota, ini untuk mempercepat screening keamanan. Sedangkan Even More Space ditawarkan untuk semua penerbangan dimana akses awal hingga ke ruang tunggu. Ketersediaan layanan ini bervariasi di antara bandara dan menghabiskan biaya $10-$65 untuk setiap kali perjalanan. Juru bicara JetBlue, Allison Steinberg mengatakan bila penumpang membayar Even More Space maka akan mendapatkan Even More Speed. “Ini adalah layanana yang digunakan untuk membantu penumpang, terutama penumpang lansia,” ujarnya.

Untuk mengatur perjalanan yang kurang mengintimidasi untuk penumpang lansia baiknya direncanakan lebih dulu. Mac Farlen dari Medaire mengatakan, bahwa maskapai penerbangan benar-benar ingin membantu. “Jangan ragu untuk meminta bantuan kru,” ujarnya