Pasta? No, Nasi Goreng? Yes, Untuk Disantap di Kabin Pesawat

Sajian makanan di dalam pesawat biasanya terasa kurang sedap, hal ini karena adanya perubahan kelembaban dan tekanan udara di dalam kabin pesawat. Faktanya berada di ketinggian akan membuat tekanan udara dan kelembaban akan semakin menurun. Penggabungan kondisi kering dan tekanan rendah inilah yang membuat sensitivitas indera pengecap baik itu manis atau asin menurun 30 persen.

Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

KabarPenumpang.com merangkum dari laman travel.cnn.com, bahwa seorang pakar kuliner telah mengungkap ada dua jenis makanan yang paling baik untuk dinikmati dalam penerbangan. Direktur Kuliner di LSG Sky Chefs Asia Pacific Fritz Gross mengatakan, pilihan makanan terbaik adalah nasi goreng atau masakan daging dan sayuran yang di stew atau dipotong kecil serta dimasak dengan api kecil.

“Makanan stew bisa kami hidangkan dengan mendidihkan perlahan dan memanaskannya lagi dan lagi,” ujar Gross.

Menurutnya, untuk nasi goreng juga merupakan makanan yang mudah dipanaskan. Meski sering dipanaskan ternyata rasa dari nasi goreng sendiri tetap konsisten dan tidak berubah meski dinikmati di ketinggian dalam pesawat.

Adapun makanan yang menurut Gross menjadi pilihan buruk dalam penerbangan adalah pasta dan mie. Pasalnya untuk memasak pasta harus al dente supaya rasanya enak. Sedangkan mie jika kelembekan tidak akan enak dimakan bahkan seperti bubur.

Gross sendiri bekerja dengan memproduksi lebih dari 30 ribu makanan penerbangan untuk maskapai British Airways, United Airlines dan DragonAir serta Hong Kong Sky Panels. Untuk memastikan semua makanan yang dimasak 100 persen aman dikonsumsi, Gross menolak untuk menyajikan steak dengan tingkat kematangan medium rare.

Hal itu juga berlaku dengan bahan masakan ikan dan ayam yang harus di masak dengan suhu tertentu. Menurutnya, keamanan makanan lebih penting dibandingkan dengan rasa.

Sebab, teknik memasak modern tidak bisa diaplikasikan saat membuat makanan di pesawat. Dia juga mengatakan, hampir semua makanan dalam pesawat bukanlah dari bahan yang segar.

Baca juga: Chef Vindex Tengker, Sosok Dibalik Lezatnya Hidangan di Kabin Garuda Indonesia

“Kami bukan restoran, kami tidak bisa pergi ke pasar pagi hari untuk memilih apa yang segar dan menjadikannya istimewa hari itu,” jelas Gross. Satu hal lagi, Gross menyarankan, agar penumpang pesawat menghindari minuman panas. Hal ini dikarenakan dispenser air panas pesawat mungkin jarang dibersihkan. Dia menyarankan jika penumpang ingin benar-benar aman, agar tidak makan makanan pesawat.

“Semua beresiko dari saat pesawat lepas landas,” tutur Gross.

Beginilah Penampakan Rangkaian Kereta Api di Jalan Bogowonto, Madiun

Kemajuan pengembangan kawasan Jalan Bogowonto ada di tangan PT Industri Kereta Api (Inka). Sebab, pembuatan kereta kereta kuliner tempo dulu bakal memengaruhi pekerjaan lainnya. Salah satunya, penataan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. Karena hari ini, Jumat (22/4) siang hari tadi berita soal penempatan rangkaian kereta yang akan dijadikan tempat kuliner bergaya kereta api.

Baca juga: Manfaatkan Loko Uap dan 4 Unit Kereta, Pusat Kuliner Kereta Api di Madiun Siap–siap Beroperasi

Rel yang membentang sepanjang Jalan Bogowonto, Madiun ini sudah terlihat sepanjang 120 meter. Dan jalurnya pun menikung di sepanjang jalan tersebut yang sangat dekat dengan Alun – Alun Kota Madiun. Pemandangan yang berbeda kini terlihat di jalan tersebut, karena Pemprov Kota Madiun beserta PT Kereta Api (Persero) mewujudkan impian untuk membangun sarana kuliner diatas kereta api diatas rel yang berusia tua di jalur Slahung – Ponorogo – Madiun.

Di jalan tersebut penampakan rangkaian kereta mulai dari gerbong datar, kereta kelas eksekutif, dan dua unit Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) bekas rangkaian KRL BN Holec. Ketiga kereta ini aman dijadikan tempat kuliner yang berada diatas jalur non aktif di Jalan Bogowonto. Ketika kereta tersebut dibawa menggunakan trailer multi axle goldofer 2×48 roda. Rangkaian yang dikirim dari PT INKA ke Jalan Bogowonto adalah gerbong datar, disusul kereta eksekutif dan terakhir adalah KRDE.

Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

Rencananya esok hari akan dikirim kembali kereta jenis pembangkit Fudika yang dimiliki PT INKA. Serta disusul lokomotif uap dari Pabrik Gula Rejoagung. Untuk lokomotif sendiri belum dikabarkan kapan akan dikirim dan tiba di Jalan Bogowonto. Nantinya jika rangkaian sudah lengkap, akan ditata layaknya kereta makan dengan ruangan yang berbeda. Termasuk digunakan rangkaian khusus ruang makan VVIP. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















H-10 Lebaran, 66 ribu Orang Mudik dengan Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, pada keberangkatan 22 April lalu, sebanyak 66.676 pelanggan menggunakan kereta api ke berbagai daerah pada masa mudik. Adapun okupansi kereta pada H-10 Lebaran tersebut mencapai 57% dari 117.060 tempat duduk yang disediakan.

Baca juga: Masinis – Rela Tak Ikut Rayakan Lebaran, Demi Tugas Antar Warga Pulang Kampung

Jika dibandingkan dengan pekan lalu terdapat peningkatan sebesar 6%, dimana pada 15 April 2022 KAI melayani 62.757 pelanggan KA Jarak Jauh. Rute yang menjadi favorit pelanggan pada keberangkatan H-10 Lebaran adalah rute Jakarta – Yogyakarta pp, Jakarta – Surabaya pp, Jakarta – Bandung pp, dan Jakarta – Semarang pp.

VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam siaran pers mengatakan, KAI mengajak masyarakat untuk dapat segera mudik menggunakan kereta api untuk mengurangi kepadatan menjelang hari lebaran. Hal tersebut juga sesuai anjuran Presiden RI Joko Widodo yang meminta masyarakat untuk mudik lebih awal dan menggunakan angkutan kereta api.

KAI melihat, pada keberangkatan 23 s.d 27 April, atau H-9 s.d H-5, jumlah tempat duduk yang disediakan masih cukup tersedia karena rata-rata okupansinya masih sekitar 48 persen. sedangkan untuk keberangkatan 28 April s.d 1 Mei, atau H-4 s.d H-1, tiket sudah mulai terbatas karena rata-rata okupansinya sudah mencapai 70%.

“Khusus untuk rute-rute favorit pada keberangkatan menjelang Hari Lebaran, tiketnya sudah habis terjual seperti Jakarta ke Yogyakarta, Surabaya, Solo, Semarang, dan lainnya,” ujar Joni.

Baca juga: Menyambut Lebaran 2022, Lokomotif Pasangi Stiker Gambar Ketupat dan Bedug

Secara umum sampai dengan 23 April, untuk periode keberangkatan 22 April s.d 13 Mei, KAI telah menjual 1.371.081 tiket atau 53% dari total kapasitas tempat duduk KA jarak jauh yang disediakan. Tanggal yang menjadi favorit masyarakat untuk mudik adalah keberangkatan 29 dan 30 April, atau H-3 dan H-2 Lebaran.

Tips Mengirit Yen di Jepang? Cek Dulu Caranya

Banyak yang masih berpikir, bila melancong ke Negeri Sakura menghabiskan banyak uang. Padahal untuk menikmati Jepang, tidaklah perlu boros dan mengeluarkan Yen dalam jumlah besar. Sebab, sebenarnya jika pelancong ingin mengepres budget atau mengeluarkan Yen lebih sedikit pun bisa.

Baca juga: Agar Tidak Kikuk, Intip Enam Tips Hidup di Jepang!

Penasaran bagaimana caranya? Sebagaimana dirangkum KabarPenumpang.com dari lonelyplanet.com (20/4/2022) ada beberapa tips yang bisa menekan uang Yen pelancong dari mulai beli tiket pesawat hingga hidup di Jepang selama menikmati negara itu.

Pilih penerbangan di musim sepi
Ini lebih baik dipilih karena Jepang akan ramai dikunjungi pelancong saat musim semi sakura (cherry blossom) dan musim gugur koyo (dedaunan musim gugur). Saat itu, tiket pesawat menjadi lebih premium alias lebih mahal dari biasanya. Ini disebabkan permintaan yang melonjak dan dirasakan oleh pelancong AS atau Inggris. Jika ingin murah, pergi ke Jepang pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli.

Ruang akomodasi lebih kecil
Dibanding tidur di kamar hotel yang luas menghabiskan banyak Yen Anda. Pilihlah hotel kapsul atau asrama yang berisi ruang susun bertingkat serta pod. Meski harga lebih murah, fasilitasnya Anda bisa mendapat rak, port pengisian daya dan lampu baca. Tetapi kamar mandi yang ada digunakan bersamaan. Hotel seperti ini biasanya akan menghabiskan biaya 2557 Yen per malam.

Gunakan kartu IC dan tiket harian
Transportasi umum adalah pilihan tepat untuk menikmati Jepang. Anda bisa menggunakan kartu Suica atau Pasmo yang untuk pembayaran karena bisa digunakan disemua moda transportasi baik kereta kota, kereta bawah tanah hingga bus. Untuk mendapatkannya memerlukan deposit senilai 581 Yen.

Menggunakan kaki
Meski kereta api memiliki jaringa luas, efisien, tepat waktu dan terjangkau, tetapi yang paling murah adalah bepergian menggunakan kaki Anda sendiri. Seprti dari Shibuya ke Shinjuku, pilihan terbaik adalah berjalan kaki dan Anda bisa melewati banyak hal seperti hutan cedar tua Meiji-jingu.

Taksi yang mahal
Ingat, mengunjungi Jepang tidak boleh melewatkan kereta malam jika tujuan Anda bisa dijangkau dengan transportasi berbasis rel tersebut. Sebab ongkos taksi saat malam hari di Jepang tarifnya cukup mahal dan jauh dari tarif tiket kereta.

Tempat makan murah
Meski kota besar, tapi di Tokyo ada banyak sekali tempat makan murah. Bahkan ramen berbintang Michelin pun bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek lebih dalam. Selain itu sebanyak 150 ribu restoran lainnya di Tokyo bisa Anda pilih dan menghemat biaya makan dibanding di restoran besar dengan harga mahal.

Toko serba ada
Bila bingung ingin makan di mana karena banyak restoran, di Jepang yang memiliki cukup banyak toko serba ada juga menyajikan makanan cepat saji dan lezat. Banyak pilihan yang bisa dinikmati seperti onigiri, pao, ayam goreng atau makanan lainnya.

Baca juga: Ponsel Mati dalam Perjalanan Menggunakan Kereta di Jepang? Jika Pakai iPhone Cek Tips ini

Belanja di toko barang bekas terbaik di Jepang
Jepang adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk membeli barang-barang retro. Toko barang bekas ada di seluruh Tokyo, dengan barang-barang yang biasanya dirawat dengan sempurna, dan jika Anda tahu di mana mencarinya, penawaran berlimpah. Untuk elektronik konsumen dan alat musik, lihat mega chain Hard Off dan Book Off Untuk perangkat keras dan lunak video game, Super Potato dan Retro Game Camp di Akihabara adalah tempatnya. Shimokita adalah pusat toko pakaian vintage yang hipster di

Interior Kereta Cepat China Rail Dirancang dengan Konsep Kabin Pesawat

Interior untuk kereta China Rail berkecepatan tinggi diciptakan oleh konsultan desain Tangerine. Interior ini lengkap dengan kursi yang dapat direbahkan dan pengisian daya nirkabel. Tangarine bekerja sama dengan CRRC Changchin Railway Vehicles Company Ltd dan China Rail.

Baca juga: Visi 2025, Belanda Harapkan Kehadiran Kereta dengan Interior Gerbong yang Bisa Dikustom

Di mana kereta berkecepatan tinggi ini melaju dengan kecepatan 350 kpj yang membawa atlet, jurnalis dan VIP lainnya dari Beijing ke pegunungan di Zhangjiakou untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. KabarPenumpang.com melansir globetrender.com (21/4/2022), proyek ini telah dikembangkan selama lima tahun di Inggris dan Cina.

Proyek ini dipimpin oleh Direktur Tangerine Cina Weiwei He dan tim desainer Eropa serta Cina dari studio London Tangerine. Nantinya setelah Olimpiade Musim Dingin, kereta akan dibawa rotasi reguler oleh China Rail. Sehingga semua orang akan memiliki kesempatan untuk menaikinya.

Gerbong restoran China Rail

Desain interior kereta futuristik mengambil inspirasi dari “perpaduan budaya Cina dan olahraga musim dingin” dan sangat mirip dengan kelas satu pada maskapai penerbangan mutakhir. Rupanya ini adalah keputusan yang disengaja untuk membantu China Rail bersaing dengan maskapai regional dengan memberikan pengalaman perjalanan kelas atas.

“Tamu VIP akan senang bepergian dengan kursi berbaring bergaya maskapai dengan interior yang terinspirasi oleh Aula Besar Cina,” kata Tangerine.

Dia mengatakan, harganya relatif lebih murah daripada penerbangan kelas bisnis dan menawarkan pengalaman yang lebih baik dibanding maskapai berbadan sempit. Lainnya adalah lebih banyak ruang, kenyamanan kursi yang lebih baik, penyediaan penyimpanan yang lebih besar dan lingkungan yang tenang dan pribadi.

Dibandingkan dengan penerbangan regional dua atau tiga jam, kereta berkecepatan tinggi dapat menawarkan perjalanan yang lebih murah, lebih ramah lingkungan dan lebih nyaman dalam waktu yang hampir bersamaan. Penumpang juga mendapat manfaat dari pengisian daya nirkabel, layar pribadi, dan tempat penyimpanan bagasi di sisi kursi yang aman.

Menariknya, semua penumpang Cina suka menghadap ke depan sehingga semua tempat duduk berputar 180 derajat di ujung antrean sebagai persiapan untuk perjalanan pulang. Selain itu, kereta ini memiliki gerbong restoran, pusat media, dan tempat duduk sofa untuk mengakomodasi jurnalis yang bepergian ke Olimpiade.

Baca juga: Jamin Kebersihan Gerbong, Ini Pentingnya Peran Petugas OTC di Kereta

“Kami senang melihat kereta Olimpiade Musim Dingin mulai beroperasi. Itu adalah kesempatan unik untuk membuat platform kereta api berkecepatan tinggi baru untuk Tiongkok, serta membiarkan kreativitas kita benar-benar mengalir untuk merancang elemen khusus yang unik yang terinspirasi oleh budaya Cina dan tradisi hebat Olimpiade Musim Dingin,” ujar Weiwei.

Kena Embargo Mesin dari Perancis, Sukhoi Superjet 100 Rusia Terancam Di-Grounded

Meski Sukhoi Superjet 100 adalah produksi Rusia, namun nasib pesawat regional narrow body itu terancam akibat imbas sanksi yang dikenakan Barat terhadap Rusia pasca invasinya ke Ukraina pada akhir Februari lalu. Superjet 100 diproduksi oleh United Aircraft Corporation di Irkut, tetapi elemen terpenting pesawat twin jet ini mengacu pada teknologi Barat.

Baca juga: Kasihan, Sukhoi Superjet 100 Tak Terima Satupun Pesanan Tahun Ini

Dikutip dari aerotime.aero (19/4/2022), masalah yang menerpa Superjet 100 terkait dengan mesin. Pasalnya, satu-satunya pemasok mesin untuk Superjet 100 telah menghentikan perbaikan dan pemeliharaan pesawat mereka. Beberapa maskapai penerbangan Rusia yang mengoperasikan Sukhoi Superjet 100 memperingatkan bahwa mereka mungkin harus segera melakukan temporary grounded pada armada Superjet 100.

Dalam sebuah surat yang dilihat oleh media lokal RBK, IrAero, sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Irkutsk, Rusia, memperingatkan otoritas regional bahwa maskapai penerbangan Rusia yang mengoperasikan pesawat Sukhoi Superjet 100 mungkin tidak dapat menerbangkannya dalam waktu lama.

Manajemen tiga maskapai penerbangan Rusia lainnya menyuarakan keprihatinan yang sama, dengan satu mengatakan bahwa mereka dapat ‘dipaksa’ untuk berhenti menggunakan Superjet mulai musim gugur 2022.

Sanksi internasional yang dijatuhkan pada Rusia setelah invasi ke Ukraina berimbas bahwa perbaikan dan pemeliharaan mesin SaM146 tak lagi dapat dipastikan. Pada akhir Maret 2022, PowerJet, produsen mesin SaM146 Rusia-Perancis, mengatakan akan menangguhkan layanan perawatan dan perbaikan mesin untuk pesawat yang terbang di Rusia.

Armada tiga maskapai terbesar Rusia sebagian besar terdiri dari pesawat Airbus dan Boeing. Baik Boeing maupun Airbus menghentikan servis pesawat di Rusia, yaitu menghentikan penyediaan suku cadang, perawatan, dan layanan dukungan teknis.

Baca juga: Hari Ini! 7 Tahun Lalu Sukhoi SJ100 Jatuh di Gunung Salak 

Dengan demikian, Rusia memutuskan untuk menghidupkan kembali program pesawat domestik, seperti Ilyushin Il-96 era Soviet dan Tupolev Tu-214, serta berupaya lebih keras untuk melanjutkan operasional Sukhoi Superjet 100. Saat ini 150 unit Superjet masih beroperasi oleh Aeroflot dan dua anak perusahaannya Rossiya dan Red Wings.

Paris Rencanakan Bangun Gondola Untuk Angkut Penumpang

Di Paris, Perancis moda transportasi umum begitu beragam ada bus, metro, kereta api dan trem. Nah, bagaimana jika Paris menambah moda transportasi kereta gantung atau gondola? Wacana ini ada setelah proposal untuk membangun jalur kereta gantung baru sudah melewati serangkaian studi minggu lalu.

Baca juga: Dayi Air Rail, Kereta Gantung dengan Baterai Lithium untuk Hubungkan Lokasi Wisata

Dilansir KabarPenumpang.com dari euronews.com (7/2/2022), jalur Câble 1 (C1) nantinya akan menghubungkan pinggiran tenggara Créteil dan Villeneuve Saint Georges dengan jalur kereta bawah tanah Paris Metro. Ini akan menempuh perjalanan sejauh 4,5 km dalam waktu tempuh 17 menit.

Bahkan waktu tempuh tersebut separuh dari waktu perjalanan yang sama dengan menggunakan bus. Untuk gondola sendiri, konstruksi akan dimulai tahun ini dan dibuka untuk penumpang pada tahun 2025 mendatang.

Laurent Probst, direktur jenderal otoritas transportasi regional IDFM mengatakan, kereta gantung C1 Paris tidak akan menjadi trem udara perkotaan pertama di Prancis. Sebab pada tahun 2016 lalu, kota Brest membuka rute kereta gantung sepanjang 460 meter yang menghubungkan lingkungan di seberang sungai.

Sebelum kereta gantung, dokumen dari fase perencanaan panjang proyek mengungkapkan bahwa kereta gantung bukanlah satu-satunya pilihan yang ada. Tetapi perencanaan kota Paris sudah mempertimbangkan tiga kemungkinan lain yakni dengan menambahkan jumlah bus sehingga armadanya lebih banyak.

Selain itu ada membangun jembatan baru untuk menghubungkan ke stasiun Créteil Pointe du Lac Métro secara langsung dan meningkatkan koneksi transportasi ke stasiun terdekat lainnya. Tak hanya itu, Paris pun memiliki jalur yang tidak bergunung-gunung seperti kebanyakan kota lain yang mengandalkan kereta gantung, seperti La Paz di Bolivia, geografi Créteil yang sulit membantu menentukan pilihan kereta gantung.

Baca juga: Bakal Hubungkan Rusia dan Cina, Inilah Kereta Gantung Lintas Negara Pertama di Dunia

Jalan raya, jalur kereta api berkecepatan tinggi, dan halaman kereta api semuanya memotong area tersebut, membuat pilihan di atas tanah yang khas seperti jalur trem sulit untuk diterapkan. Dengan melewati rintangan, kereta gantung dapat menawarkan solusi yang lebih murah dengan perkiraan harga €132 juta.

Kereta Tiruan KTM Kembali di Museum Nasional dan Ikut dalam Singapore HeritageFest

Sekitar sebelas tahun setelah terakhir melintasi pulau dari Tanjong Pagar ke Hutan dalam perjalanan ke Malaysia, Keretapi Tanah Melayu (KTM) kembali dan kali ini sebagai tiruan kayu lapis di Museum Nasional Singapura. Kabin kereta yang dibuat ulang, memberi pengunjung gambaran bagaimana rasanya bepergian dengan kereta yang usianya lebih dari satu dekade lalu.

Baca juga: Jelang Pensiun, JR West Pamerkan Kereta Peluru Tematik, Shinkansen 500 EVA “Evangelion”

Kehadiran kereta tiruan itu menandai kembalingan Singapore HeritageFest tahun ini dengan tema perjalanan dan alam. Museum Nasional berfungsi sebagai rumah, di mana pengunjung akan dapat mengetahui lebih banyak tentang lebih dari 120 programnya.

Festival tahun ini, yang akan diadakan dari 2 hingga 29 Mei, memiliki penawaran langsung yang jauh lebih banyak daripada kebanyakan edisi virtual yang terjadi setelah pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020. Sekitar dua pertiga dari acara tahun ini ada di lokasi dan sisanya online.

Direktur festival David Chew, 41, mengatakan bahwa kereta KTM dan rute yang pernah mereka lewati, Rail Corridor, secara kolektif menyatukan kedua tema.

“Sebelum munculnya penerbangan murah, naik kereta api ke Malaysia adalah ide liburan keluarga bagi banyak orang Singapura,” kata Chew.

Dia menambahkan bahwa Koridor Rel sepanjang 24 km, yang didirikan setelah jalur kereta api ditutup, telah selama dekade terakhir melayani pecinta alam dengan baik. Chew mengatakan tema perjalanan memberi penghormatan kepada warga Singapura yang bekerja di sektor ini, yang telah terpukul parah selama pandemi Covid-19.

“(Kami ingin) mengakui upaya mereka tidak hanya ketahanan dalam dua tahun terakhir tetapi juga sekitar 50 tahun terakhir, mewakili Singapura ke seluruh dunia,” tambahnya seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (20/4/2022) .

Di antara program yang merayakan warisan perjalanan dan pariwisata Singapura adalah tur monumen nasional Fullerton Hotel, yang sebelumnya menjabat sebagai Kantor Pos Umum. Selain menampilkan fitur arsitektur hotel, ini juga mengingatkan perannya pada masa kolonial, perang dan kemerdekaan Singapura.

Mereka yang lebih suka menikmati festival dari rumah dapat menjelajahi serial video yang menampilkan harta para kolektor pribadi seperti Jason Ang, seorang penggila Singapore Airlines. Dia mengatakan, menunjukkan koleksi pribadinya agar orang lain bisa menyaksikan sepotong sejarah bagaimana SIA berevolusi dari operator kecil menjadi maskapai terkenal hingga sekarang.

Baca juga: Singapura Hadirkan Tur Virtual Untuk Mudahkan Pelancong

Mengenai tema warisan alam festival lainnya, Chew mencatat bahwa orang Singapura telah berbondong-bondong ke tempat-tempat alam selama pandemi. Ketika perbatasan dibuka kembali dan orang-orang mulai merencanakan liburan ke luar negeri, dia mengatakan festival tersebut memberikan kesempatan bagi warga Singapura untuk terus menemukan kembali pengaturan alam pulau itu.

Monorel di Thailand Mulai Uji Coba September Mendatang

Bangkok akan memiliki monorel dan pada September mendatang, ini akan memulai pengujiannya antara Lat Phrao dan Samrong di Jalur Kuning. Sedangkan kereta monorel di Jalur Merah Muda akan mulai uji coba antara jalur Min Buri dan Khae Rai.

Baca juga: Dayi Air Rail, Kereta Gantung dengan Baterai Lithium untuk Hubungkan Lokasi Wisata

Saat ini Jalur Kuning saat ini sudah selesai 92 persen dan Jalur Merah Muda hanya tertinggal selangkah yang mana sudah selesai 86 persen. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thethaiger.com (20/4/2022), nantinya kereta monorel ini akan dioperasikan oleh Mass Rapid Transit Authority Thailand

Awal beroperasi, rute dan jangkauannya akan berada di sekitar Bangkok. Namun nantinya akan terus menjangkau bagian kota lainnya yang jauh. MRT Jalur Kuning ini akan menyediakan layanan monorel Skytrain di sepanjang jalan Lat Phrao dan Koridor Srinagarindra yang sangat padat.

Jalur tersebut akan menghubungkan enam layanan kereta angkutan umum lainnya yang menjadikannya sebagai penghubung lintas kota yang penting di wilayah timur laut dan timur tengah Bangkok. Jalur Merah Muda baru akan menghubungkan wilayah utara Bangkok dan Nonthaburi dengan menghubungkan lima jalur angkutan massal.

Di Nonthaburi Civic Center, jalur tersebut bersimpangan dengan MRT Purple Line dan MRT Brown Line yang diusulkan. Jalur tersebut juga bersimpangan dengan Jalur Merah Tua SRT, Jalur BTS Sukhumvit dan Rencana Jalur Abu-abu BMA. Di terminal Min Buri, jalur ini bersimpangan dengan MRT Orange Line yang sedang dibangun.

Proyek-proyek tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan karena pembatasan di Thailand sebagai reaksi terhadap pandemi Covid. Untuk diketahui, masyarakat akan dapat menggunakan kereta baru secara gratis selama masa uji coba yang akan berlangsung selama tiga bulan.

Sedangkan mulai Desember dan seterusnya, mereka akan beroperasi penuh dan pelanggan harus membayar untuk perjalanan, menurut wakil sekretaris tetap Kementerian Perhubungan dan penjabat direktur jenderal Departemen Transportasi Kereta Api, Sorapong Paitoonphong. Jalur Kuning akan dibuka sebagian antara stasiun Phatthanakan dan Samrong, sedangkan Jalur Pink akan beroperasi antara stasiun Min Buri dan Laksi.

Baca juga: 60 Tahun Beroperasi, Monorail di Kebun Binatang Ueno Tokyo Harus Pensiun

Saat menyambung ke jalur lain, pengguna tidak akan dikenakan biaya tambahan. Kedua rute monorel akan memiliki tiket dengan harga mulai dari 14 baht hingga 42 baht.

Hari ini, 48 Tahun Lalu, Boeing 707 Pan Am 812 Jatuh di Bali, Tim SAR Butuh 3 Hari Menjangkau Lokasi

Tepat hari ini, 48 tahun lalu yang bertepatan dengan 22 April 1974, sejarah industri penerbangan global mencatatkan cerita kelam. Pan American (Pan Am), maskapai legendaris asal Amerika Serikat (AS) sebagai pelopor kelas ekonomi modern di penerbangan jarak jauh, mengalami kecelakaan naas pada Boeing 707 yang menewaskan 107 penumpang dan awaknya di Bali

Baca juga: Pan Am, Maskapai Pelopor Kelas Ekonomi Modern di Penerbangan Jarak Jauh

William Pierce, yang kala itu menjabat sebagai General Services Officer (GSO) AS dengan penempatan di Surabaya, ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut. Maklum, dari 107 korban, diketahui 26 di antaranya adalah warga AS. Sisanya beragam, mulai dari Jepang, Australia, Perancis, Kanada, Jerman, Cina, India, Filipina, Denmark, dan Swedia.

William, seperti dikutip dari adst.org, bercerita bagaimana peran masyarakat Bali dalam mengevakuasi korban kecelakaan Boeing 707 Pan Am dengan nomor penerbangan 812 tersebut. Menurut kesaksiannya, militer AS dan FBI, sempat kesulitan untuk mencapai lokasi kejadian yang berada tujuh jam perjalanan dari pusat kota di Depansar. Alhasil, mereka (militer AS dan FBI) baru bisa mencapai TKP setelah 2-3 hari perjalanan.

Anehnya, dalam kondisi masih berupa hutan lebat dan dengan peralatan seadanya serta jalur yang sama, William menyaksikan sendiri masyarakat Bali berjibaku, menembus hutan hingga sampai lokasi kecelakaan Pan Am dalam tempo sekitar 12 jam.

Ia, bersama militer AS dan FBI kemudian bergabung dengan relawan lokal untuk mencapai lokasi. Meskipun rekor waktu tempuh oleh masyarakat lokal menuju TKP kecelakaan, tak mampu disamai, paling tidak tim berhasil sampai kurang dari satu hari perjalanan. Di situlah, dengan mata kepalanya sendiri ia melihat nyaris tak ada korban kecelakaan Pan Am di Bali dalam keadaan utuh.

Peristiwa kecelakaan Boeing 707 Pan Am 812 tentu saja menjadi catatan kelam AS. Mirisnya, catatan kelam itu hampir berjalan beriringan dengan sejarah manis maskapai. Menurut William Pierce, saat itu, Pan Am adalah satu-satunya maskapai non Indonesia yang diizinkan mendarat di luar Jakarta dengan frekuensi dua flight dalam seminggu. Tentu hal itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri sebelum kecelakaan naas merenggutnya.

Misteri jatuhnya pesawat Pan Am dengan nomor penerbangan 812 bermula pada 22 April 1974. Kala itu, pesawat trijet Boeing 707 hendak mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sekitar 22.05 WITA, petugas ATC on duty, I Wayan Nuastha menerima kontak pertama dari Kapten Zinke, pilot pesawat Boeing 707-321B N446PA berjuluk Clipper Climax.

Tak lama berselang, petugas meminta Clipper menghubungi Pusat Pengawas Wilayah yang berfrekuensi 128,3, sebab tanggung jawab ATC hanya terbatas pada ketinggian 1.000 kaki. Zinke pun menyetujuinya dan berhasil melakukan kontak dengan Mulyadi, petugas yang berdinas.

Saat Capt. Donald Zinke sudah diizinkan mendatat pada pukul 22.27 WITA, pesawat Clipper Climax yang sudah menempuh 4 jam 20 menit perjalanan dari Hong Kong menuju Sydney itu diturunkan pada level 10 ribu kaki sambil meminta clearance di bandara. Percakapan itu tetap didengar Nuastha yang menyiapkan landasan dengan menyalakan semua lampu di sekitarnya. Namun lampu isyarat (rotating beacon) tidak menyala karena rusak.

Baca juga: Inilah 11 Perbedaan Maskapai Penerbangan Era 70-an dengan Sekarang

Pesawat kemudian terus dipandu oleh petugas ATC hingga di ketinggian 2.500 kaki. Anehnya, dari hasil investigasi, pilot mengaku belum melihat bandara. Padahal, dengan teknologi radar tercanggih di zamannya, seharusnya piot sudah melihat berikut runway. Tak lama berselang ATC dan pilot putus kontak. Pagi hari 23 April 1974 sebuah Cessna Angkatan Udara Republik Indonesia melaporkan melihat puing pesawat naas itu masih berasap di Gunung Tinga-tinga di Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, Bali.

Dari hasil investigasi terhadap letak bangkai pesawat dan pemeriksaan tempat kejadian menunjukkan bahwa pesawat tidak mengalami kegagalan struktur sebelum jatuh. Ditetapkan bahwa keputusan belok kanan ke 263 derajat lebih cepat, yang didasarkan pada sinyal yang diberikan oleh salah satu Radio Direction Finder adalah penyebab pesawat meledak dan terbakar akibat menabrak gunung. Hal ini tentu aneh dan masih terus menjadi misteri mengingat Boeing 707 Pan Am saat itu adalah pesawat dengan radar tercanggih.