DDT Selesai, Kereta Api Jarak Jauh Berhenti di Beberapa Stasiun Ini, Termasuk Stasiun Tambun?

Pembangunan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral ternyata memang berbuah manis. Selain sebagai pemberhentian dan pemberangkatan kereta api jarak jauh, stasiun manggarai akan dihubungkan dengan jalur DDT (Double – double Track) yang juga dilewati kereta api jarak jauh dari manggarai hingga Bekasi. Selain itu, dari informasi berbagai sumber setelah terbangunnya proyek DDT ada beberapa stasiun mulai dari Manggarai hingga Cikarang akan siap mengoperasikan stasiun sebagai naik dan turun penumpang untuk kereta api jarak jauh. Diketahui proyek DDT dibuat mulai dari Manggarai sampai dengan Bekasi. Namun pemberhentian dan kedatangan kereta api jarak jauh akan dilakukan di beberapa stasiun besar.

Baca juga: Pria Tambun Terpleset Saat Naik Kereta yang Berjalan dan Terjatuh ke Celah Peron

Beberapa stasiun yang rencannya akan melayani kereta api jarak jauh adalah Stasiun Jatinegara, Stasiun Bekasi, Stasiun Tambun, dan Stasiun Cikarang. Saat ini kereta api yang melayani naik dan turun kereta api jarak jauh sudah melayani di Stasiun Bekasi dan Cikarang, untuk Jatinegara sementara baru melayani kedatangan penumpang dari luar kota saja.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulkifli mengatakan nantinya akan ada stasiun – stasiu besar yang juga dibangun seperti mulai dari Manggarai yang masih proses pembangunan, Jatinegara yang saat ini sudah dioperasikan, Stasiun Bekasi masih tahap pembangunan dan Cikarang yang sudah dioperasikan untuk penumpang kereta api jarak jauh. Menurutnya ini berfungsi untukk mengurangi beban di Manggarai atau saat ini Gambir dan Pasar Senen.

Baca juga: Wanita Bertubuh Tambun Dilecehkan Pengemudi Taksi, Disebut Tak Muat Duduk di Kursi

Zulkifli menambahkan nantinya Stasiun Tambun juga rencananya akan memberhentikan beberapa kereta api jarak jauh saat pembangunan stasiun selesai 100 persen. Beberapa stasiun ini termasuk ke dalam 14 stasiun antara Manggarai – Cikarang akan rampung tahun ini untuk direvitalisasi. Perbaikan didalamnya termasuk fasilitas umum, jalur kereta yang akan dibangun DDT, dan juga eletrifikasi dijalur tersebut. Tahap penyelesaian pembangunan stasiun yang masih dalam proses adalah Stasiun Manggarai, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Tambun. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Dilayani oleh Wings Air, Bandara Pondok Cabe Tangsel Segera Buka Penerbangan Domestik

Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan (Tangsel) diwartakan akan segera dioperasikan untuk melayani penerbangan komersial berjadwal. Meski Bandara Pondok Cabe dilelola oleh anak perusahaan Pertamina, namun layanan penerbangan komersial perdana di Bandara Pondok Cabe bukan dilakukan oleh Pelita Air Service (PAS) yang bermarkas di bandara tersebut.

Baca juga: Dibalik Rencana ‘Gantikan’ Bandara Halim, Jangan Lupa Bandara Pondok Cabe Juga Home Base Satuan Militer dan Polisi Udara

Persisnya, Bandara Pondok Cabe akan melayani penerbangan pesawat Wings Air ke sejumlah tujuan domestik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung. Dengan dilayani oleh Wings Air, menjadikan bakal ada penerbangan pesawat reguler bermesin turboprop dari jenis ATR-72 500 dan ATR-72 600, pasalnya Wings Air hanya mengoperasikan dua jenis pesawat buatan Perancis tersebut.

Korporat Communication Strategic of Wings Sir, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan pengoperasian layanan penerbangan dengan pesawat tersebut diberikan bagi penumpang berjadwal domestik (regular flight).

“Wings Air segera terbang langsung dari kota asal Jakarta dan sekitar melalui Bandar Udara Pondok Cabe di Tangerang Selatan (PCB),” kata Corporate Communication strategic of Wings Air, Danang Prihantoro, Sabtu (2/6/2022).

Ia menerangkan, Bandara Pondok Cabe akan menawarkan kemudahan perjalanan udara bagi pebisnis dan wisatawan yang berasal dari kawasan Jakarta bagian selatan, Jakarta bagian timur, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi, serta area sekitar, tujuan Bandara Radin Inten II Lampung di Tanjung Karang (TKG).

“Membantu kebutuhan perjalanan udara dari Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Timur dan daerah lain di sekitar,” terang Danang.

Selain itu ia menyatakan bahwa penerbangan Jakarta Pondok Cabe – Lampung PP, juga merupakan bagian dari upaya kontribusi Lion Air Grup dalam pergerakan pemulihan perekonomian dan aktivitas ekonomi nasional.

Baca juga: Akankah Regional Aircraft Kembangan Airbus Mampu Goyang Pasar ATR-72?

Menurut dia, rencana pembukaan jaringan penerbangan dari Pondok Cabe ke Lampung menambah kota tujuan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sehingga cakupan area akan melingkupi dari destinasi Jakarta Pondok Cabe (PCB) ke: Jawa Barat: Tasikmalaya (TSY), Jawa Tengah: Purbalingga (PWL) dan Cepu Blora (CPF), Jawa Timur: Sumenep, Pulau Madura (SUP) dan Lampung: Bandar Lampung – Tanjung Karang (TKG).

Ouigo, Kereta Cepat Bergaya TGV dengan Tarif Rendah

Ternyata tidak hanya pesawat saja yang memiliki pilihan perjalanan berbiaya rendah (LCC), tapi kereta cepat juga punya hal senada. Seperti yang baru saja terjadi di Perancis, dimana sebuah layanan kereta berbiaya rendah, Ouigo, diberangkatkan dari Stasiun Metro Paris Montparnasse untuk pertama kalinya. Sontak, layanan baru ini menuai respon positif dari berbagai kalangan yang merasa layanan naik TGV (kereta peluru Perancis) terlalu mahal.

Baca Juga: Introduire! Layanan Kereta Cepat di Perancis Pengganti TGV

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman connexionfrance.com (10/12/2017), kereta cepat bertarif rendah ini akan beroperasi di daerah pinggiran Paris, yaitu antara Massy dan Palaiseau, yang berarti bahwa setiap penumpang yang ingin mencapai pusat kota Paris perlu melakukan perjalanan ekstra selama setengah jam, setelah meninggalkan kereta Ouigo. Sekarang, kereta yang memungkinkan para penumpangnya untuk melakukan perjalanan antara Bordeaux dan Paris dalam waktu kurang dari dua jam dengan harga di bawah €30 ini akan berangkat dan memasuki kota dari terminal pusat.

Untuk harga, ada sedikit kenaikkan. Tiket satu arah yang dulu dibanderol €10 kini naik menjadi €16. Sedangkan tiket untuk anak-anak yang semula berada di harga €5 kini naik menjadi €8. SNCF, selaku operator kereta di Perancis berharap, hal ini akan mendorong lebih banyak penumpang untuk menggunakan layanan Ouigo. Mereka mengklaim bahwa akan ada lebih dari tujuh juta orang yang menggunakan layanan ini pada akhir tahun 2017.

Lebih lanjut, perusahaan tersebut memperkirakan bahwa sekitar 13 juta penumpang akan menggunakannya pada akhir 2018, dan berharap pada tahun 2020, Ouigo akan mewakili seperempat dari semua perjalanan kereta berkecepatan tinggi di Perancis. “Ini merupakan penawaran yang menakjubkan,” jelas Stéphane Rapebach, direktur jenderal Ouigo.

Sedikit yang membedakan Ouigo dengan layanan supreme lainnya di Perancis adalah ketidaktersediannya kereta makan di Ouigo. Kereta cepat berbiaya rendah ini hanya memiliki satu kelas tempat duduk. Uniknya, setiap penumpang yang membawa koper atau barang besar lainnya, akan dikenakan biaya tambahan sebesar €5 per item.

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Demi meningkatkan On Time Performance, para penumpang yang hendak menggunakan layanan TGV atau Ouigo, dihimbau untuk tiba di stasiun paling lambat 30 menit sebelum keberangkatan, karena dikhawatirkan keterlambatana keberangkatan akan menghambat perjalanan kereta lainnya yang menggunakan jalur yang sama.

Uni Eropa Gelar Studi Kereta Berkecepatan Tinggi Lintas Negara, Inilah Sederet Kerumitannya

Perancis, Inggris, Italia, Jerman dan Spanyol, adalah negara-negara di Eropa yang telah mengoperasikan kereta berkecepatan tinggi. Namun, seiring tuntutan zaman, terlebih untuk melepas ketergantungan pada layanan penerbangan, ada keinginan kuat dari Uni Eropa untuk mengaplikasikan jaringan kereta berkecepatan tinggi lintas Eropa.

Baca juga: Jaringan Kereta Berkecepatan Tinggi Eropa Semakin ‘Terhubung’

Seperti diumpakan, dengan kereta cepat seseorang dapat sarapan di Paris, makan siang di Frankfurt, dan makan malam di Wina, semuanya dapat dijalani tanpa kerumitan dan frustrasi ala layanan penerbangan.

Dikutip dari cnn.com (6/7/2022), itulah visi yang digariskan oleh para pemimpin industri kereta api di Lyon, Prancis, pada 29 Juni 2022, di tengah rencana ambisius Uni Eropa untuk menggandakan penggunaan kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2030 dan tiga kali lipat pada tahun 2050. Hanya dengan perluasan jaringan berkecepatan tinggi yang masif dan dipercepat, yang dapat mencapai target yang sangat ambisius. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah itu proposisi yang realistis dan dapat dijangkau?

Tidak seperti banyak bagian dunia, Eropa sudah memiliki ribuan kilometer kereta api berkecepatan tinggi. TGV Prancis yang terkenal di dunia, ICE Jerman, dan AVE Spanyol telah mengubah perjalanan kereta api selama 40 tahun terakhir, tetapi yang menjadi tantangan, sebagian besar tetap berfokus pada pasar domestik. Itu tidak mengherankan, lantaran negara-negara tersebut telah menginvestasikan miliaran euro dalam infrastruktur baru, dan tekanan politik untuk menggenjot manfaat maksimal bagi pembayar pajak tidak dapat dihindari.

Sementara dengan membangun jaringan kereta cepat lintas Eropa (lintas perbatasan), bahkan di dalam Uni Eropa, dapat menciptakan polemik mengenai siapa yang membayar untuk apa, bagaimana kontrak dialokasikan, standar dan peraturan nasional yang bertentangan, dan sejumlah hambatan lainnya.

Bahkan di mana jalur internasional berkecepatan tinggi yang telah dibangun dengan biaya yang sangat besar, loyalitas nasional, birokrasi yang menyesakkan, dan biaya akses yang tinggi menghalangi beberapa rute untuk memenuhi potensinya. Seperti Paris-London melalui Terowongan Channel dan Paris-Brussels-Amsterdam/Cologne memang berhasil, tetapi seharusnya bisa memikat lebih banyak penumpang dari perjalanan udara jarak pendek.

Sekarang badan organisasi Eropa telah berkomitmen untuk sebuah studi baru yang menyoroti banyak manfaat dari jaringan kereta api berkecepatan tinggi yang diperluas dan dapat menghubungkan ibu kota nasional dan kota-kota besar. Dan yang terpenting, studi tersebut harus mendalami bagaimana cara membayar puluhan ribu kilometer jalur baru dan bagaimana transformasi radikal jaringan kereta api di benua itu dapat membantu Uni Eropa mewujudkan tujuan “Kesepakatan Hijau” untuk netralitas karbon pada tahun 2050.

Dan di situlah, akan ditentukan mengenai kesepakatan tentang rute mana yang harus diprioritaskan, kota mana yang akan diuntungkan (dan mana yang akan ketinggalan) akan menimbulkan argumen besar antara kepentingan nasional masing-masing negara yang bersaing.

Baca juga: TGV Bersejarah Tampil di Praha, Promosikan Jaringan Kereta Cepat di Ceko

Sementara beberapa pejabat Uni Eropa memuji proposal tersebut sebagai masa depan perjalanan berkelanjutan di Eropa, asalkan operator dapat membuatnya efisien dan hemat biaya.

Ternyata! British Airways Pernah Operasikan Helikopter Angkut Berat CH-47 Chinook

Maskapai penerbangan komersial punya armada helikopter, itu memang ada, meski jumlahnya hanya beberapa. Maklum kebanyakan maskapai lebih fokus pada layanan utamanya. Namun, tahukah Anda, bahwa British Airways, yakni maskapai plat merah kebanggaan Negeri Britania, rupanya pernah mengoperasikan helikopter. Dan ini bukan sembarang helikopter, melainkan helikopter angkut berat, dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Baca juga: Pensiunan Pesawat Boeing 747 British Airways Disulap Jadi Tempat Dugem

Maskapai penerbangan komersial punya armada helikopter, itu memang ada, meski jumlahnya hanya beberapa. Maklum kebanyakan maskapai akan lebih fokus pada layanan utamanya. Namun, tahukah Anda, bahwa British Airways, yakni maskapai plat merah kebangaan Negeri Britania, rupanya pernah mengoperasikan helikopter. Dan ini bukan sembarang helikopter, melainkan helikopter angkut berat, dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Persisnya British Airways dengan livery kombinasi merah, putih dan biru pernah hadir pada helikopter CH-47 Chinook. Dikutip dari wikipedia.org, pada periode 1980 – 1986, British Airways lewat anak perusahaannya, yaitu British Airways Helicopters (BAH) mengoperasikan Boeing Vertol BV-234 – varian sipil dari CH-47 Chinook.

Oleh BAH, enam unit armada helikopter CH-47 Chinook yang punya payload 10 ton, dioperasikan untuk melayani penerbangan transportasi dan logistik pada kilang minyak di lepas pantai. Perusahaan ini terlibat dalam menyiapkan layanan antar-jemput helikopter dengan frekuensi tinggi antara bandara Gatwick dan Heathrow pada tahun 1978. Perusahaan ini juga bertanggung jawab atas rekayasa dan pemeliharaan helikopter untuk menyediakan awak pesawat.

Lantaran frekuensi penerbangan yang cukup tinggi, BAH tak hanya mengoperasikan helikoptr angkut berat CH-47 Chinook. Lain dari itu, BAH tercatat juga mengoperasikan beberapa helikopter medium yang punya payload besar, seperti Sikorsky S-61, Sikorsky S-58T, Westland 30 dan Aerospatiale AS.332L Super Puma.

Baca juga: Bakal Layani Penerbangan Berjadwal, Inilah Profil Maskapai Pelita Air, Anak Perusahaan Pertamina

Seiring dinamika, pada tahun 1986, British Airways Helicopters dijual oleh British Airways ke Maxwell Aviation milik Robert Maxwell dan berganti nama menjadi British International Helicopters. Bila dilihat sekilas, debut BAH ada kemiripan dengan Pelita Air Service yang salah satu peran utamanya adalah mendukung transportasi dan logistik ke lokasi kilang minyak.

Kereta Ukur Jalan Rel dan LAA Terbaru Uji Coba Perdana di Cirebon

KUJR (Kereta Ukur Jalan Rel) tepat hari ini (7/7) di uji coba. Seperti yamg diberitakan kabarpenumpang.com kereta ukur keluaran Plasser & Theurer pabrikan Swiss ini telah tiba di Balai Yasa Mekanik, Cirebon pada Jumat, 1 Juli 2022 lalu saat dini hari. Kereta yang nantinya akan digunakan untuk pengecekan rel dan Listrik Aliran Atas (LAA) ini sangat berguna seperti kereta ukur pada umumnya. Karena saat ini PT KAI masih memiliki kereta ukur yang dimiliki opeh Daop 2 Bandung.

Baca juga: Buka Terpal! Inilah Proses Perjalanan Penampakan Kereta Ukur Jalan Rel yang Terlihat Glowing

Uji coba Kereta UkurJalan Rel & LAA hari ini uji coba hanya sepetak, yaitu Stasiun Cirebon Prujakan – Stasiun Waruduwur pp. Uji coba kereta ukur ini dilakukan mulai pukul 08.00 – 10.30 dengan kecepatan maksimum 100 km/jam. Uji coba ini merupakan pertama kali di jalur raya yang biasa dilewati kereta api jarak jauh dan menengah. Rute yang dijalankan kereta ukur ini hanya pulang pergi sebanyak 4 kali. Namun, saat dilakukan uji coba kereta ukur hanya dari sistem kecepatan terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pengukuran pada rel saat perjalanan.

Rencana kedepan kereta ukur ini akan mulai tahap uji coba selanjutnya adalah menuju ke wilayah Daop 1 Jakarta. Dengan tentu uji coba yang akan dilakukan yaitu pengecekan listrik aliran atas untuk kereta rel listrik. Kelebihan kereta ukur baru ini bisa sekaligus mengecek jalan rel dan listrik aliran atas.

Baca juga: Wow! Penampakan Kereta Ukur Buatan Swiss Tiba di Tanjung Priok, Jakarta

Layaknya Kereta Ukur Galunggung buatan PT INKA, kereta ukur keluaran baru ini juga membantu dalam hal pengecekan di beberapa lintasan yang ada di wilayah Jawa. Informasi selanjutnya rencana kereta ukur yang sudah masih dipergunakan untuk pengecekan rel, namun kabar yang beredar kereta ukur dengan penomoran yang sama (EM 120) dengan livery biru putih akan digunakan di jalur wilayah Sumatera. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Rusia Tinggalkan Cina Sendirian di Proyek CR929, Ada Apa?

Rusia tengah mempertimbangkan keluar dari program pesawat widebody CR929 dan meninggalkan Cina sendirian. Hal itu disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov, yang mengawasi industri militer dan penerbangan Rusia.

Baca juga: Rusia-Cina Ribut, Proyek Pesawat CR929 Batal?

Di sela-sela forum Engineers of the Future 29 Juni lalu, Yuri Borisov mengunkapkan pertimbangan tersebut diambil lantaran proyek berjalan tidak sesuai dengan keinginan Rusia.

“Kami bekerja dengan Cina dalam proyek ini yang, pada prinsipnya, tidak berjalan ke arah yang sesuai dengan kami. Cina, karena menjadi raksasa industri, semakin tidak tertarik dengan layanan kami,” katanya.

“Kami memiliki biro desain dan pengalaman yang luas di TsAGI (Central Aerohydrodynamic Institute). Tetapi kebutuhan Cina lebih banyak daripada yang kami miliki saat ini. Partisipasi kami semakin berkurang. Saya tidak ingin memprediksi masa depan proyek ini, jika kami akan meninggalkannya atau tidak, tetapi untuk saat ini benar-benar jalannya,” lanjutnya, seperti dikutip dari kantor berita nasional Rusia, TASS.

Sikap negatif Rusia terkait proyek  CR929-600 tentu menimbulkan pertanyaan besar. Sebelumnya, pada dua bulan lalu, Duta Besar (Dubes) Cina untuk Rusia, Zhang Hanhui, mengungkapkan baik pihak Rusia maupun Cina disebut sudah menyelesaikan berbagai polemik yang terjadi di internal.

“Pembuatan pesawat widebody long-range CR929 adalah salah satu proyek bersama yang penting dari negara kita. Para pihak untuk saat ini telah mencapai konsensus tentang isu-isu utama seperti investasi, desain, dan pembagian kerja pada penyelesaian penelitian dan pengembangan. Bersama studi dan pengembangan berjalan dengan lancar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pernyataan dari Dubes Zhang Hanhui juga ditanggapi positif oleh Rusia melalui Menteri Perdagangan dan Industri Rusia, Denis Manturoy. Dua pekan lalu, ia menungkapkan bahwa proyek tersebut sedang direview uang untuk tidak bergantung pada kompenen Barat.

“CR929 masih berlangsung. Tetapi dengan mempertimbangkan input baru, sejalan dengan pembatasan yang ada saat ini dalam hal kerja sama, yang dibentuk oleh mitra Cina dengan keterlibatan pabrikan Barat, sekarang ini tidak mungkin, jadi Anda harus melakukannya. Menghabiskan waktu untuk merestrukturisasi pendekatan hanya dengan menggunakan pabrikan Rusia dan Cina,” ujarnya.

Perjalanan Rusia dan Cina dalam mengembangkan pesawat widebody CR929 untuk menantang Airbus A330 dan Boeing 787 Dreamliner memang pasang surut.

Baca juga: Diamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku Cadang Pesawat

Sejak diumumkan pada tahun 2012 dan ditandatangani pada tahun 2016 dihadapan Putin dan Xi Jinping sampai mendirikan perusahaan patungan China-Russia Commercial Aircraft International Corporation (CRAIC), terjadi beberapa kali tarik ulur kesepakatan.

Terakhir, pada Oktober tahun 2020, Rusia dan Cina disebut berserteru terkait transfer teknologi dan suplai chain.

Wajib Tahu, Ini 6 Hak Penumpang Pesawat!

Sebagaimana penumpang transportasi lainnya, hak-hak penumpang pesawat dilindungi undang-undang. Sayangnya, sebagian kecil dari penumpang mengetahui hal tersebut. Selain merugikan penumpang, ini bisa berdampak buruk bagi keberlangsungan industri penerbangan secara keseluruhan.

Baca juga: Mungkinkah Refund dan Kompensasi Maskapai ke Penumpang Dibuat Otomatis?

Oleh karenanya, terlepas dari mau tidaknya menuntut hak-haknya, penumpang seharusnya wajib tahu akan hal itu. Dilansir Airhelp dan berbagai sumber lainnya, berikut enam hak penumpang pesawat yang wajib diketahui.

1. Kompensasi delay

Beberapa waktu lalu viral di media sosial Twitter penerbangan Super Air Jet delay. Menariknya, delay terjadi saat penumpang sudah berada di dalam kabin. Banyak dugaan dari netizen hal itu adalah cara maskapai menghindari kompensasi untuk penumpang, sekalipun pada akhirnya ini dibantah maskapai.

Dalam Pasal 146 UU Penerbangan, disebutkan delay atau keterlambatan lebih dari empat jam penumpang berhak mendapat ganti rugi sebesar Rp300 ribu. Meski terlihat besar, di tataran internasional, ini sangat kecil.

Kompensasi pesawat atau penerbangan delay di Inggris, misalnya, penumpang mendapatkan kompensasi atau ganti rugi sebesar £220 atau sekitar Rp4 juta untuk penerbangan jarak pendek di bawah tiga jam dan £350 atau Rp6 jutaan untuk penerbangan berjarak 1.500–3.500 km jika terjadi delay selama tiga jam.

2. Berhak dapat kompensasi sampai tiga tahun

Penumpang biasanya malah mengurus klaim untuk mendapat kompensasi atas keterlambatan penerbangan di atas tiga jam. Namun, ketika sudah sadar dan belum lewat dari tiga tahun, selama bukti-bukti masih ada, penumpang tetap bisa mendapatkan hak ganti rugi. Sayangnya, di Indonesia, terkait hal ini tak diatur dengan spesifik.

3. Kompensasi atas bagasi

Di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, penumpang yang gagal terbang akibat masalah pada bagasi, akan mendapatkan kompensasi besar. Di Indonesia, kondisinya berbeda. Seringkali terjadi insiden tersebut dan penumpang tak mendapatkan ganti rugi.

4. Ganti rugi bagasi hilang dan rusak

Jika bagasi penumpang hilang, musnah atau hilang sebagai akibat dari kegiatan angkutan udara selama bagasi tercatat dalam pengawasan pengangkut, penumpang berhak mendapatkan ganti rugi. Pasal 5 Permenhub 77 menjelaskan kehilangan bagasi tercatat atau isi bagasi tercatat atau bagasi tercatat musnah diberikan ganti rugi sebesar Rp200ribu per kilogram dan paling banyak Rp4 juta per penumpang.

Baca juga: Penumpang Wajib Tahu, Ini Tips Mendapatkan Upgrade Kelas Kursi Secara Gratis dari Pramugari!

5. Penumpang berhak untuk kompensasi selain voucher

Saat terjadi pembatalan penerbangan, penumpang biasanya akan ditawarkan voucher untuk penerbangan lain. Tak sedikit dari mereka yang menganggap itu harus. Padahal penumpang punya pilihan.

6. Kompensasi gagal terbang lantaran kelebihan kursi

Maskapai diketahui menjual lebih banyak kursi dari kapasitas pesawat. Banyak alasan terkait hal itu. Terlepas apapun alasannya, penumpang tentu dirugikan lantaran salah satu atau lebih dari mereka harus mengalah dan gagal terbang. Di AS, kasus seperti ini penumpang berhak mendapat ganti rugi US$250-US$1,350. Adapun di Eropa penumpang berhak mendapat US$700.

LRT Jabodebek Akan Diundur Uji Coba Pengoperasiannya Menjadi Desember 2022, Ini Alasannya

Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa LRT (Lintas Rel Terpadu) akan uji coba pada Agustus 2022 atau bertepatan menyambu Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang. Namun, beredar kabar pula bahwa uji coba LRT akan diundur hingga Desember 2022.

Baca juga: Segera Launching, Inilah Metode dan Sistem Pembayaran Tiket LRT Jabodebek

Ternyata kabar tersebut memang benar adanya. Informasi dari berbagai sumber menjelaskan bahwa masih adnanya peninjauan oleh konsultan terkait kesiapan operasi secara menyeluruh. Alasan diundurnya uji coba tersebut mengacu pada sisi penyiapan organisasi, sumber daya manusia serta sistem GoA3/driverless yang belum pernah digunakan oleh operator kereta api.

Belum lagi aspek keselamatan yang kenyamanan saat dilakukan pengoperasia nanti. Pembangunan infrastruktur juga perlu diperhatikan agar berjalan sesuai rencana dan lancar saat digunakan. Maka dari itu, rencana yang ditetapkan untuk uji coba rangkaian LRT ini akan dilakukan sepenuhnya pada Bulan Desember 2022 mendatang tanpa penumpang. Pihak LRT Jabodebek pun akan menargetkan pngoperasian dengaan mengangkut penumpang pada Januari 2023 dan sudah digunakan fasilitas penunjang lainnya yan disediakan oleh LRT.

Baca juga: Permudah Naik LRT Jabodebek, Penumpang Cukup Bayar Pakai Kartu Uang Elektronik

Diketahui bahwa sebelumnya LRT Jabodebek akan dilakukan uji coba pada Agustus 2022 tanpan penumpang. Setelah itu akan dilakukan pengoperasian reguler dengan mengangkut penumpang ke berbagai rute yang dilewati LRT. Sebagai informasi lanjutan, KAI berencana mengoperasikan hingga 27 trainset LRT Jabodebek per hari dalam 1 hari. Masing – masing trainset akan dijalankan sebanyak 6 unit kereta. Total keseluruhan sebanyak 560 kali perjalanan LRT Jabodebek yang akan melayani 114.000 pelanggan dalan sehari. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737

Boeing telah memasangkan mesin fanjet terbesar di dunia pada varian pesawat bermesin ganda terbesar di dunia, 777X. Dalam foto yang dirilis oleh pihak Boeing beberapa waktu yang lalu, tampak prototipe 777X yang masih belum sepenuhnya rampung di Boeing’s Renton, Washington. Pemasangan mesin dari General Electric dengan tipe GE9X ini merupakan bagian dari persiapan perusahaan untuk melakukan penerbangan perdana pada tahun 2019 ini.

Baca Juga: Seri Boeing 777 Diluncurkan dalam Dua Varian “Business Jet”

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (8/1/2019), purwarupa dari Boeing 777X ini sendiri telah mulai dirakit sejak tahun 2017 kemarin. Boeing sendiri telah merencanakan dua varian dari pesawat berbadan lebar yang mampu menempuh perjalanan jarak jauh ini. Perusahaan pun menggadang-gadang bahwa Boeing 777X ini akan menjadi pesawat jet bermesin ganda terbesar dan paling efisien di dunia.

“(Boeing 777X akan menjadi) Jet bermesin ganda paling efisien di dunia, dengan konsumsi bahan bakar 12 persen lebih rendah dan ini akan berimplikasi pada biaya operasi 10 persen lebih rendah daripada kompetitor,” ujar pihak Boeing dalam sebuah pernyataan resmi.

Hal semacam ini dimaksudkan untuk membangun inovasi teknik dan interior dari varian 777 dan Dreamliner 787 agar mampu menangani rute penerbangan jarak jauh langsung, semisal dari Singapura menuju New York. Dengan daftar harga mulai dari US$350 juta yang ditawarkan oleh pihak Boeing, 777X akan terbagi ke dalam dua varian, 777-8 dan 777-9. Keduanya akan memiliki jangkauan hingga 8.700 mil laut atau yang setara dengan 16.110km. Dua varian ini ditunjang oleh konfigurasi tempat duduk antara 350 hingga 425 seats.

Menilik ke mesin GE9X sendiri, ukurannya yang hampir setara dengan body (lebar fuselage) dari Boeing 737 ini dilengkapi oleh 16 bilah kipas yang terbuat dari komposit serat karbon canggih. Selain itu, mesin ini juga terdiri dari enam bagian yang dicetak dengan menggunakan teknologi 3D, dan komponen lain yang dibuat dari material ringan dan tahan panas yang disebut ceramic matrix composite.

Baca Juga: Kolaborasikan Tenaga Manusia dan Robot, Boeing 777X Siap Mengudara di 2020

Ceramic matrix composite sendiri mampu menahan panas hingga 2.400 derajat Fahrenheit. “Kita dapat mengubah kenaikan suhu ini menjadi kinerja ekstra,” ujar Ted Ingling, general manager untuk program GE9X di GE Aviation. Kelak, mesin GE9X ini akan ‘berkolaborasi’ dengan bentang sayap dari Boeing 777X yang diperlebar menjadi 72 meter – menghasilkan jarak terbang yang fantastis, namun tetap hemat bahan bakar.