Terbangkan Jokowi ke Washington, Garuda Indonesia Kembali Operasikan Boeing 777-300ER Sebagai Pesawat Kepresidenan

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Selasa (10/5)  kembali mengantarkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam melaksanakan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-US di Washington DC pada 12-13 Mei 2022 mendatang.

Baca juga: Untung Rugi Narrowbody vs Widebody untuk Pesawat Kepresidenan Indonesia

Adapun penerbangan menuju Bandara Andrew Air Force Base, Washington DC tersebut dilaksanakan dengan mengoperasikan pesawat widebody Boeing B777-300ER yang menggunakan livery khusus pesawat kenegaraan berupa kombinasi warna merah putih yang disertai dengan lambang negara dan tulisan Republik Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan “Pengoperasian penerbangan kenegaraan ini menjadi manifestasi tersendiri bagi Garuda Indonesia dalam menjalankan mandatnya sebagai national flag carrier, khususnya dalam mendukung penyediaan aksesibilitas layanan penerbangan bagi agenda strategis kenegaraan”.

“Kepercayaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia untuk menjadi representasi negara dalam membawa wajah Indonesia di kancah global ini turut menjadi energi tersendiri bagi di tengah berbagai upaya Garuda untuk terus memberikan kontribusi positif bagi Negara sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan layanan  penerbangan yang aman dan nyaman.”, tambah Irfan.

Irfan memaparkan bahwa penerbangan kenegaraan tersebut dilaksanakan melalui rangkaian persiapan operasional yang komprehensif dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan guna memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan dapat terimplementasikan secara optimal.

Baca juga: Dibalik Kedatangan 6 Juta Bulk Vaksin Sinovac, PK-GIK ‘Bangkit’ Pasca Gagal Terbangkan Jokowi

“Adapun penerbangan kenegaraan ini telah berangkat dengan lancar pada hari ini pukul 07:20 WIB pagi tadi. Kami akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan keseluruhan penerbangan kenegaraan ini berjalan dengan baik.”, tutup Irfan.

Jamaah Umrah Terlantar Saat Libur Lebaran, CEO Bandara Jeddah Dipecat!

CEO Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, Arab Saudi, Ryyan Tarabzoni, dipecat lantaran membuat penumpang pesawat, yang mayoritas adalah jamaah umrah, terlantar. Posisinya saat ini digantikan oleh Ayman Abo Abah.

Baca juga: Diserang Rudal dan Drone Peledak, Bandara King Abdulaziz Jeddah Tutup Sementara

Dilansir Gulfnews, kepadatan di Bandara Jeddah terjadi tepat di hari lebaran dan beberapa hari setelahnya. Sebagaimana di Indonesia, di Arab Saudi momen libur lebaran adalah peak season dan terjadi kepadatan penumpang.

Ketika itu, banyak penumpang pesawat atau jamaah umrah dari berbagai negara di dunia terlantar di luar bandara akibat tak bisa mengakses penerbangan mereka.

Mereka dibiarkan berpanas-panasan selama beberapa lama sebelum akhirnya pihak berwenang Jeddah mengevakuasi mereka ke tempat yang aman dari sengatan sinar matahari.

Pejabat tinggi bandara tersebut menilai, penumpukan jamaah umrah di Bandara Jeddah terjadi karena kesalahan travel umrah yang mengantarkan jamaah umrah ke bandara jauh sebelum penerbangan mereka.

Setelah menjadi pembahasan publik selama beberapa waktu, Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Saudi Saleh bin Nasser, pun meminta untuk dibentuk komite khusus menyelesaikan insiden tersebut sekaligus melakukan penyelidikan akar masalahnya.

Barulah pada hari Sabtu lalu, dewan direksi Bandara King Abdulaziz mengumumkan pemecatan CEO Ryyan Tarabzoni dan mengangkat Ayman Abo Abah, mantan VP operasi Bandara Riyadh, sebagai CEO baru.

Terlantarnya penumpang pesawat dan jamaah umrah di luar Bandara King Abdulaziz Jeddah selama peak season libur lebaran di Arab Saudi memang terdengar cukup aneh.

Pasalnya Bandara KAIA adalah salah satu bandara terbesar di Timur Tengah dan sejak beberapa tahun lalu tengah mengalami renovasi besar-besaran untuk menjadi hub penerbangan dunia, khususnya di Timur Tengah, bersaing dengan Dubai dan Qatar.

Pasar penerbangan sipil Arab Saudi diprediksi akan sangat bergairah di masa mendatang. Itu karena Kerajaan Arab Saudi tak lagi ingin bergantung pada minyak sebagai sumber pendapatan negara.

Di tahap awal, negara menargetkan pariwisata menyumbang 10 persen dari PDB pada 2030 mendatang; termasuk peningkatan target jemaah umrah menjadi 30 jemaah per tahun pada 2030 dari semula hanya 8 juta jamaah pada 2015 lalu.

Oleh karenanya, Bandara KAIA terus bersolek untuk menatap visi pemerintah 2030. Selain itu, bandara ini ditargetkan bisa menjadi hub global untuk fleksibilitas operasional melalui koneksinya terhadap jaringan bandara-bandara internasional.

Baca juga: Barcode Sertifikat Vaksin Corona RI Tak Terbaca di Arab Saudi, KJRI Jeddah: Nigeria Bisa Terbaca

Bandara Jeddah dilengkapi kompleks Terminal Haji dan Umrah di area seluas 230.000 meter persegi. Kompleks ini termasuk area check in, penanganan bagasi, kesehatan, transportasi publik dan lainnya.

Bandara ini memiliki empat terminal penumpang, di antaranya Terminal 1 yang mampu menampung 30 juta penumpang per tahun. Selain itu, terminal selatan, utara, dan Kompleks Terminal Haji dan Umroh. Bandara ini memiliki tiga runway.

Teken Kerja Sama, KAI Commuter dan INKA Siap Pengadaan 16 Rangkaian KRL Untuk Operasi 2024

Sebanyak 1.100 armada kereta api yang dioperasikan KAI merupakan kereta impor bekas. Selama ini KAI Commuter melayani 1,2 juta penumpang per tahunnya. Maka dari itu, armada kereta api perlu ditingkatkan dan tak melulu armada bekas yang kembali digunakan di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Tekan Pencurian Barang di KRL, KAI Commuter Pasang Kamera Canggih di 10 Stasiun Sibuk

Senin, 9 Mei 2022 PT INKA (Persero) dan KAI Commuter bekerja sama dalam pengadaan 16 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) untuk operasi 2024. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama KAI Commuter Roppiq Lutzfi Azhar dan Direktur Utama INKA Budi Noviantoro. Masing-masing rangkaian terdiri dari 12 unit kereta (SF12), dengan jumlah total 192 unit.

Selain produksi, INKA juga akan menyediakan layanan purna jual seperti penyediaan suku cadang komponennya. “Tentunya dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan perkeretaapian. Harapannya segala persiapan hingga pengiriman pertamanya akan sesuai jadwal yang diperkirakan pada 2024,” ujar Budi yang dilansir dari CNN Indonesia.

Desain KRL baru yang digadang – gadang yang akan dibuat oleh PT INKA
(FOTO: Istimewa)

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mendukung kerja sama tersebut. Maklum, selama ini Indonesia banyak menggunakan kereta bekas. Ia mengatakan meski dari segi biaya memproduksi kereta baru lebih mahal daripada mengimpor, kualitas dan ketahanan kereta produksi dalam negeri lebih bagus.

Selain itu, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengungkapkan percaya akan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 dapat meningkatkan jumlah pelanggan. Apalagi, saat ini keterisian kereta sudah hampir 100 persen.

Baca juga: KRL Yogya-Solo Gunakan Kereta Produksi PT INKA 

Saat penandatanganan dan sesi foto bersama, terlihat desain KRL baru ini muncul pada banner. Kereta tersebut terlihat seperti desain rangkaian kereta dari Swiss. Di lansir dari Redigest Kemiripan desain KRL ini dengan KRL buatan Stadler bukanlah tanpa alasan. Di tahun 2019 lalu, Stadler memasuki pasar Asia dengan menandatangani kerjasama dengan INKA. Dalam kerjasama tersebut, Stadler dan INKA membentuk joint venture untuk membangun pabrik di Banyuwangi, Jawa Timur, dan akan memproduksi 500 unit kereta dengan opsi 500 unit lainnya untuk KAI. (PRAS – Cinta Kereta Api)























Tiket Arus Balik Masih Tersedia, Masyarakat Disarankan untuk Bepergian di Tanggal Alternatif

Masyarakat yang belum memperoleh tiket KA untuk Balik Lebaran hingga keberangkatan 8 Mei 2022, masih dapat membeli tiket pada keberangkatan 9 Mei dan seterusnya karena tiketnya masih tersedia cukup banyak. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah tiket Kereta Api Jarak Jauh yang masih tersedia pada periode 9 s.d 13 Mei 2022 sebanyak rata-rata 53.921 tiket per hari atau 44% dari kapasitas yang disediakan.

Baca juga: Intip Tradisi Mudik dengan Kereta Api Dulu dan Sekarang, Ini Bedanya

Berikut adalah data tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual berdasarkan tanggal keberangkatan:
– 9 Mei (H+6) sebanyak 103.242 tiket (okupansi 81%)
– 10 Mei (H+7) sebanyak 76.762 tiket (okupansi 63%)
– 11 Mei (H+8) sebanyak 62.330 tiket (okupansi 51%)
– 12 Mei (H+9) sebanyak 49.635 tiket (okupansi 41%)
– 13 Mei (H+10) sebanyak 52.846 tiket (okupansi 43%).

“Anjuran bepergian di tanggal alternatif ini sesuai arahan pemerintah untuk mengurangi kepadatan pada arus balik lebaran. Pemerintah juga sudah menetapkan Work From Home untuk ASN dan perpanjangan libur sekolah di berbagai daerah,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan perjalanan KA yang masih tersedia ini pada keberangkatan 9 Mei dan seterusnya. Pemesanan tiket dapat dilakukan di KAI Access, web KAI, atau seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

KAI berkomitmen untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa Angkutan Lebaran ini guna mewujudkan mudik aman dan sehat. Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya.

“Perjalanan dengan kereta api khususnya di masa Angkutan Lebaran ini memiliki sejumlah keunggulan dibanding moda transportasi darat lainnya yaitu bebas macet, tepat waktu, lebih nyaman, sehat, dan aman, serta mampu mengurangi angka kecelakaan di jalan raya,” kata Joni.

Volume pelanggan Kereta Api Jarak Jauh keberangkatan 7 Mei 2022 atau H+4 Lebaran terdapat sebanyak 157.070 pelanggan dengan okupansi 123% dikarenakan adanya penumpang dinamis. Volume tersebut naik 1% dibandingkan keberangkatan 6 Mei, dimana KAI memberangkatkan 155.540 pelanggan.

Untuk keberangkatan hari ini yakni 8 Mei 2022 atau H+5 Lebaran, berdasarkan data pukul 07.00 terdapat sebanyak 145.899 pelanggan dengan okupansi 113%.

KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran yaitu H-10 s.d H+10 Lebaran atau 22 April s.d 13 Mei 2022. Sampai dengan 8 Mei, KAI telah menjual 2.325.247 tiket KA Jarak Jauh atau 87% dari total tiket yang disediakan. Adapun untuk periode H-10 s.d H+4 atau 7 Mei, KAI telah melayani 1.834.533 pelanggan atau rata-rata 114.658 pelanggan per hari dengan rata-rata okupansi sebesar 94%.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Angkutan MOTIS Masih Ada 3 Ribu Kuota

Puncak arus balik pada Angkutan Lebaran ini adalah keberangkatan 4 dan 5 Mei, atau H+1 dan H+2 dengan rute favorit Jakarta-Bandung pp, Jakarta-Semarang pp, Jakarta-Surabaya pp, Jakarta-Yogyakarta, Bandung-Surabaya pp, dan lainnya.

6 Mei, 154 Ribu Pelanggan Naik KA Jarak Jauh

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume pelanggan Kereta Api Jarak Jauh keberangkatan 6 Mei 2022 atau H+3 Lebaran terdapat sebanyak 154.310 pelanggan. Adapun okupansinya yaitu 121% dari kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni 127.256 tempat duduk dikarenakan adanya penumpang dinamis.

Baca juga: Tak Perlu Khawatir Saat Mudik, KAI Masih Sediakan 700 Ribu Tempat Duduk Setiap Hari

Jumlah tersebut turun 3% dibandingkan keberangkatan 5 Mei, dimana KAI memberangkatkan 158.496 pelanggan. Sementara untuk keberangkatan hari ini yakni 7 Mei 2022 atau H+4 Lebaran, berdasarkan data pukul 07.00 terdapat sebanyak 143.176 pelanggan dengan okupansi 112%.

Untuk kedatangan di beberapa stasiun di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, tercatat ada sebanyak 39.579 pelanggan yang akan tiba di Jakarta pada hari ini. Jumlahnya turun 1% dibandingkan kedatangan pada 6 Mei sebanyak 39.803 pelanggan. Jumlah tersebut didapatkan dari data kedatangan di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, dan Bekasi.

KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran yaitu H-10 s.d H+10 Lebaran atau 22 April s.d 13 Mei 2022. Sampai dengan 7 Mei, KAI telah menjual 2.270.617 tiket KA Jarak Jauh atau 85% dari total tiket yang disediakan. Adapun untuk periode H-10 s.d H+3 atau 6 Mei, KAI telah melayani 1.676.234 pelanggan atau rata-rata 111.749 pelanggan per hari dengan rata-rata okupansi sebesar 92%.

Puncak arus balik pada Angkutan Lebaran ini adalah keberangkatan 4 dan 5 Mei, atau H+1 dan H+2 dengan rute favorit Jakarta-Bandung pp, Jakarta-Semarang pp, Jakarta-Surabaya pp, Jakarta-Yogyakarta, Bandung-Surabaya pp, dan lainnya.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa aturan naik kereta api pada Angkutan Lebaran ini masih menyesuaikan dengan SE Kementerian Perhubungan Nomor 39 dan 49 Tahun 2022. Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh:
a) Vaksin ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening Covid-19
b) Vaksin kedua wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
c) Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam
d) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam
e) Pelanggan berusia 6-17 tahun yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen
f) Pelanggan berusia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

“Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya,” tegas Joni.

KAI berpesan kepada pelanggan untuk tidak membawa barang bawaan berlebih atau barang berharga yang terlalu mencolok. Selain itu, KAI juga mengimbau kepada para pelanggan agar mengatur jam kedatangan di stasiun KA. Idealnya pelanggan tiba di stasiun 45-60 menit sebelum keberangkatan KA-nya.

Tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas dari dan menuju stasiun, menghindari risiko tertinggal KA, menghindari antrean saat boarding karena ada pemeriksaan syarat perjalanan, memberi waktu yang cukup bagi yang harus melakukan skrining antigen di stasiun, serta memudahkan petugas untuk mengurai kepadatan di stasiun sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Lion Air Group Salahkan Penumpang Terkait Viral Tiket Pesawat Rp 9,6 Juta: Sesuai Prosedur

“KAI mengapresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan jasa KAI dalam Angkutan Lebaran ini serta telah mematuhi aturan yang ditetapkan supaya dapat bersama-sama menikmati perjalanan KA yang aman, sehat dan nyaman,” tutup Joni.

Garuda Indonesia Grup Proyeksikan 51 Ribu Penumpang Arus Balik 8 Mei 2022

Garuda Indonesia Group melalui lini layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink memproyeksikan akan mengangkut sedikitnya 51 ribu penumpang pada puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan akan jatuh pada 8 Mei 2022 mendatang.

Baca juga: Perluas Jaringan Penerbangan Umrah, Garuda Indonesia Terbang Langsung dari Makassar ke Madinah

Adapun Garuda Indonesia Group memproyeksikan total penumpang yang terbang pada periode arus balik dari tanggal 4 Mei 2022 hingga 9 Mei 2022 mendatang diperkirakan akan mencapai 267 ribu penumpang. Proyeksi tersebut tentunya akan terus bergerak dinamis sejalan dengan perpanjangan periode libur sekolah hingga 12 Mei 2022 mendatang yang telah diumumkan Pemerintah.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa tren pergerakan penumpang sejauh ini masih sejalan dengan proyeksi peningkatan penumpang pada periode arus balik Lebaran. Namun demikian langkah antisipatif tetap kami persiapkan jika terdapat peningkatan pergerakan penumpang pada periode perpanjangan libur sekolah di periode libur Lebaran kali ini.

“Adapun sejauh ini puncak arus balik Lebaran kami perkirakan akan berlangsung pada tanggal 8 Mei 2022 mendatang, dimana pada hari tersebut, Garuda Indonesia Group akan melayani sedikitnya 341 penerbangan yang mengangkut sebanyak 51,323 penumpang pada puncak arus balik tersebut.”, papar Irfan.

“Untuk itu, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan kapasitas layanan penerbangan yang salah satunya dilakukan melalui penambahan frekuensi maupun pengoperasian bigger aircraft (pesawat berbadan besar) pada sejumlah rute yang tinggi peminat seperti Kualanamu – Jakarta, Padang – Jakarta, Pekanbaru – Jakarta hingga Surabaya – Jakarta. Selain itu, Garuda Indonesia juga terus mengoptimalkan isian penumpang untuk rute outbound Jakarta menuju Denpasar maupun sebaliknya.”, lanjut Irfan.

Irfan menambahkan “Dengan rata rata tingkat isian penumpang mencapai lebih dari 85 persen pada tiap penerbangan, tentunya kami turut mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan dalam periode arus balik ini yang diselaraskan dengan kebutuhan perjalanan mereka.”

Baca juga: Gencarkan Wisata Ibu Kota, MRT Jakarta Hadirkan Program Walking Tour MRT Selama Libur Lebaran 2022

“Kami memperkirakan tren pergerakan penumpang pada arus balik masih akan berlangsung hingga tanggal 16 Mei 2022 mendatang. Untuk itu, kami akan terus memperkuat berkoordinasi dengan stakeholder layanan penerbangan guna memastikan kesiapan operasional penerbangan secara berkesinambungan dapat berjalan optimal, termasuk konsistensi penerapan protokol kesehatan yang menjadi wujud tanggung jawab serta prioritas bersama untuk memastikan mobilitas arus balik Lebaran yang aman dan sehat bagi masyarakat dapat berjalan dengan maksimal” tutup Irfan.

Antusias Tinggi, Transjakarta Perpanjang Layanan Bis Wisata Gratis

Merespon animo masyarakat yang tinggi, Transjakarta memperpanjang layanan Bis Wisata gratis hingga Rabu, 11 Mei mendatang dari jadwal sebelumnya Minggu, 8 Mei 2022.

Baca juga: TransJakarta Tetap Layani Penumpang di Hari Ray Idul Fitri

Iwan Samariansyah, Kepala Departemen Komunikasi Korporasi dan CSR PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengatakan, dalam 3 (tiga) hari tercatat sebanyak 17.524 pelanggan menggunakan layanan Bis Wisata Gratis ini. Angka ini diprediksi akan terus mengalami kenaikan terutama di akhir pekan mendatang.

Untuk itu Transjakarta menyediakan 8 (delapan) unit bis dengan kapasitas maksimal masing-masing 80 pelanggan. Bis ini memiliki desain ramah untuk pelanggan disabilitas yang menggunakan kursi roda. “Tidak diperkenankan ada pelanggan yang berdiri sehingga bisa merasa aman dan nyaman,” kata Iwan.

Baca juga: TransJakarta Operasikan Kembali Dua Layanan Bus Gratis

Pelanggan bisa menikmati layanan ini mulai pukul 10.00 – 21-00 WIB. Meski gratis, pelanggan akan diberikan Tiket Sobek (Tiso) sebelum memasuki armada bis. “Selamat menikmati libur Lebaran yang menyenangkan bersama Bus Wisata Gratis kami. Tetap patuhi semua protokol kesehatan yang berlaku demi keamanan dan kenyaman kita bersama,” imbuhnya.

Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang Transjakarta bisa mengakses media sosial Transjakarta di Twitter: @PT_Transjakarta dan Instagram: @pt_transjakarta. Serta gunakan selalu aplikasi TIJE untuk mendukung mobilitas.

Tiket KA Jarak Jauh untuk Arus Balik Capai 100 Persen Hingga 8 Mei

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume pelanggan Kereta Api Jarak Jauh pada arus balik tanggal 6 s.d 8 Mei 2022 mencapai 389.812 pelanggan atau rata-rata 129.937 pelanggan per hari dengan okupansi 106% dikarenakan adanya penumpang dinamis.

Baca juga: H1 dan H2 Lebaran, Pelanggan Kereta Api Masih Tinggi

Berdasarkan pantauan, pada keberangkatan 6 Mei (H+3) terdapat 136.505 pelanggan (okupansi 111%) yang dilayani oleh KAI ke berbagai tujuan. Kemudian pada 7 Mei (H+4) terdapat 129.564 pelanggan (okupansi 105%) dan 8 Mei (H+5) terdapat 123.743 pelanggan (okupansi 101%).

Pelanggan Kereta Api Jarak Jauh yang tiba di Stasiun Pasar Senen pada tanggal 6 s.d 8 Mei 2022 total mencapai 45.242 pelanggan dengan volume rata-rata 15.081 pelanggan per hari. Para pelanggan tersebut mayoritas berangkat dari Stasiun Kutoarjo, Purwokerto, Lempuyangan, dan Surabaya Pasarturi.

Adapun pelanggan Kereta Api Jarak Jauh yang tiba di Stasiun Gambir pada periode tanggal 6 s.d 8 Mei 2022 total mencapai 44.766 pelanggan dengan volume rata-rata 14.922 pelanggan per hari. Para pelanggan tersebut mayoritas berangkat dari Stasiun Bandung, Cirebon, Yogyakarta, dan Semarang Tawang.

Secara total pada kedatangan di wilayah Jakarta pada tanggal 5 Mei berjumlah 38.963 orang dan pada 6 Mei berjumlah 39.660 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pembelian tiket KA Jarak Jauh dengan tujuan akhir Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jakarta Kota, Jatinegara, Bekasi, dan Cikampek.

Antisipasi KAI dalam menghadapi kepadatan arus balik tersebut adalah dengan mengoperasikan 214 perjalanan KA pada H+3, naik 5% dibanding awal masa angkutan lebaran pada H-10 yaitu sebanyak 204 perjalanan KA. Kapasitas tempat duduk yang disediakan juga meningkat 9% menjadi 122.861 tempat duduk per hari. Kesiapan lainnya yang KAI lakukan yaitu dengan terus menyiagakan petugas posko untuk pelayanan dan pengamanan baik dari internal maupun eksternal.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, masyarakat yang belum memperoleh tiket balik pada tanggal-tanggal tersebut dapat membeli tiket pada keberangkatan 9 Mei dan seterusnya.

“Masih cukup banyak tersedia tiket balik untuk keberangkatan di tanggal 9 Mei dan seterusnya,” tandas Joni.

Berdasarkan pantauan 6 Mei pukul 07.00, okupansi KA Jarak Jauh pada 9 Mei s.d 13 Mei atau H+6 s.d H+10 masih 47%. Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan tiket tersebut di KAI Access, web KAI, atau seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Rinciannya, volume pelanggan KA Jarak Jauh pada 9 Mei (H+6) yaitu sebanyak 84.386 pelanggan (okupansi 69%), 10 Mei (H+7) sebanyak 67.114 pelanggan dengan (okupansi 55%), 11 Mei (H+8) sebanyak 53.708 pelanggan (okupansi 44%), 12 Mei (H+9) sebanyak 39.309 pelanggan (okupansi 33%), dan 13 Mei (H+10) sebanyak 43.149 pelanggan (okupansi 36%).

Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur Connecting Train di aplikasi KAI Access yang akan membantu memberikan alternatif perjalanan KA dengan mengombinasikan jadwal kereta yang bersifat persambungan.

“KAI mengimbau kepada para pelanggan untuk dapat mengatur waktu dengan tidak datang terlalu awal ke stasiun keberangkatan. Hal ini untuk mengantisipasi kepadatan pelanggan di stasiun-stasiun keberangkatan,” ujar Joni.

Meski demikian, pelanggan juga tetap diimbau untuk mengalokasikan waktu yang cukup agar jika terjadi kemacetan saat menuju stasiun, pelanggan tidak tertinggal keretanya. Selain itu, pelanggan tetap harus menjaga protokol kesehatan selama menunggu di stasiun dan selama di perjalanan.

Baca juga: H-5 Lebaran 2022, Arus Mudik dengan Kereta Api Meningkat Hingga 39 Persen

KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran yaitu H-10 s.d H+10 Lebaran atau 22 April s.d 13 Mei 2022. Sampai dengan 6 Mei, KAI telah menjual 2.192.032 tiket KA Jarak Jauh atau 83% dari total tiket yang disediakan. Adapun untuk periode H-10 s.d H+2 atau 5 Mei, KAI telah melayani 1.514.554 pelanggan atau rata-rata 108.182 pelanggan per hari dengan rata-rata okupansi sebesar 90%.

Puncak arus balik pada Angkutan Lebaran ini adalah keberangkatan 4 dan 5 Mei, atau H+1 dan H+2 dengan rute favorit Jakarta-Bandung pp, Jakarta-Semarang pp, Jakarta-Surabaya pp, Jakarta-Yogyakarta, Bandung-Surabaya pp, dan lainnya.

Gencarkan Wisata Ibu Kota, MRT Jakarta Hadirkan Program Walking Tour MRT Selama Libur Lebaran 2022

Dalam rangka menarik para wisatawan yang berasal dari luar Jakarta maupun bagi warga yang tinggal di Jakarta selama periode libur lebaran, MRT Jakarta berkolaborasi bersama Dinas Parekraf Provinsi DKI Jakarta, GIPI, ASITA dan ASTINDO menyelenggarakan program Walking Tour MRT.

Baca juga: Kursi Kereta MRT Pertama Singapura Jadi Tempat Duduk di Yishun

Dalam program Walking Tour MRT, masyarkat akan diberikan kesempatan mengeskplorasi beragam tempat wisata yang berada di sekitar jalur MRT Jakarta didampingi oleh pramuwisata profesional mulai dari Halte CSW dan Stasiun ASEAN, kemudian menaiki ratangga sampai Stasiun Dukuh Atas BNI, lalu berjalan kaki disekitar area tersebut untuk mendapatkan informasi dan penjelasan mengenai objek wisata bersejarah di sepanjang area Bundaran Hotel Indonesia sampai menuju Sarinah, dimana kegiatan walking tour akan diakhiri di Sarinah dan berkeliling di dalam Sarinah.

Selain itu, program Walking Tour MRT diadakan untuk menjadi wadah bagi antusiasme masyarakat yang ingin menghabiskan libur lebaran dan cuti bersama dengan berekreasi menyambangi destinasi wisata kekinian di Ibu Kota.

Antusiasme masyarakat tersebut terlihat dari jumlah penumpang MRT Jakarta yang kembali mengalami kenaikan hingga mencapai angka 60.967 orang pada Kamis (6-5-2022) dimana angka ini merupakan angka baru tertinggi sejak pandemi COVID-19 melanda.

Baca juga: Meski Penumpang Turun, MRT Jakarta Hasilkan Rp453 Miliar dari Bisnis Non Fare Box

Bagi masyarakat yang hendak menghabiskan libur lebaran pekan ini, paket wisata Walking Tour MRT ini telah dibuka penjualannya sejak 29 April hingga 8 Mei 2022.

Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada tautan berikut bit.ly/walkingtourmrt atau masyarakat dapat mengaksesinformasinya melalui akun media sosial Disparekraf DKI Jakarta.

Puncak Arus Balik, Daop 1 Jakarta Pastikan Seluruh Penumpang Tiba Telah Memenuhi Persyaratan Perjalanan KA

Masa Angkutan Lebaran untuk perjalanan Kereta Api (KA) ditetapkan H-10 s.d H+10 Lebaran atau 22 April s.d 13 Mei 2022. Pada periode tersebut, dari area Daop 1 Jakarta terdapat sekitar 64 perjalanan KA Jarak Jauh per hari, dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan rata-rata 37.400 per hari. Sesuai aturan dari pemerintah, kapasitas yang ditetapkan untuk KA Jarak Jauh yaitu 100%.

Baca juga: Mudik Meriah, Porter Hasilkan Cuan Dapat Berkah

Pada kurun waktu 22 April s.d 6 Mei 2022 sebanyak 485.200 tiket terjual untuk keberangkatan dari Daop 1 Jakarta. Adapun relasi yang banyak dipilih pengguna diantaranya tujuan Yogyakarta, Solo, Kutoarjo, Purwokerto, Kebumen, Tegal, Semarang, Surabaya, Malang, Cirebon, dan Bandung.

Meski volume keberangkatan masih tinggi, hari ini sejumlah stasiun di area Daop 1 Jakarta juga mulai menerima kedatangan penumpang dengan volume yang cukup tinggi. Peningkatan angka kedatangan penumpang sudah mulai terjadi sejak 4 Mei 2022.

Untuk Jumat 6 Mei 2022 terdapat sekitar 39.300 penumpang yang datang di area daop 1 Jakarta. Berdasarkan data kedatangan pada masa Angkutan Lebaran untuk Daop 1 Jakarta volume penumpang datang mengalami kenaikan tertinggi pada tanggal 5 s.d 6 Mei 2022.

Kedatangan penumpang masih mengalami peningkatan hingga 10 Mei 2022. Adapun sejak tanggal 4 s.d 6 Mei 2022 terdapat 111.700 penumpang yang tiba di Stasiun Gambir, Pasarsenen, Jatinegara, Jakarta Kota, Bekasi, dan Cikampek.

Daop 1 Jakarta memastikan bahwa seluruh penumpang yang tiba telah memenuhi persyaratan untuk perjalanan penumpang KA karena telah dilakukan pemeriksaan di stasiun awal keberangkatan, sehingga pada saat tiba di stasiun tujuan penumpang tidak melalui proses pemeriksaan berkas kembali.

Untuk memperlancar arus penumpang turun di stasiun, Daop 1 Jakarta menempatkan sejumlah petugas baik di area peron dan hall untuk membantu mengarahkan penumpang yang tiba agar tidak berkerumun di satu lokasi tertentu saat akan menunggu penjemputan.

Sejumlah petugas juga akan melakukan pemeriksaan ulang pada KA yang tiba untuk memeriksa dan memastikan tidak ada barang penumpang yang tertinggal. Daop 1 Jakarta mengimbau kepada seluruh pengguna jasa yang datang agar memeriksa kembali seluruh barang bawaannya sebelum turun dari kereta untuk menghindari risiko barang tertinggal.

Sementara untuk volume penumpang berangkat dari area Daop 1 Jakarta saat ini juga terbilang masih cukup tinggi.

Pada Jumat (06/05) di Stasiun Gambir terdapat 36 KA beroperasi, dari jumlah tersebut 8 diantaranya merupakan KA tambahan. Adapun Volume penumpang berangkat sebanyak 10.000.

Sementara untuk Stasiun Pasarsenen terdapat 29 KA beroperasi, 2 KA diantaranya merupakan KA Tambahan. Volume penumpang berangkat sebanyak 15.400.

Data tersebut hanya jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen jika ditambah dengan penumpang yang naik juga dari Bekasi, Karawang, Cikarang, Cikampek, dan Jakartakota maka secara total terdapat 25.400 penumpang yang berangkat dari Daop 1 Jakarta pada hari ini.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Angkutan MOTIS Masih Ada 3 Ribu Kuota

Untuk lebih memudahkan, bagi calon pengguna yang baru akan memesan tiket dapat melakukan pengecekan ketersediaan tempat duduk dan relasi yang dipilih serta melakukan transaksi tiket melalui aplikasi KAI Access.

Untuk Info lengkap terkait layanan Angkutan Lebaran KAI, masyarakat dapat menghubungi Customer Service Stasiun dan Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp KAI121 di 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.