Tingkatkan Standar Desain, Wallywhy200 Jadi Superyatch Full Wide Body Pertama di Dunia

Wallywhy200 merupakan sebutan dari superyacht full wide body pertama di dunia. Kapal modern ini menghadirkan inovasi, ruang, kecepatan dan kinerja. Selain itu, wallywhy200 juga menawarkan kemewahan yang sering terlihat di kapal pesiar berkapasitas besar.

Baca juga: Travelers Penyuka Diving Wajib Tau! U-Boat Worx Luncurkan Kapal Selam Paling Ringan

KabarPenumpang.com melansir laman newatlas.com (28/4/2022), wallywhy200 dibuat oleh tim desain Wally yang bekerja sama dengan departemen Teknik Ferreti Group, Laurent Giles NA Ltd dan Studio A Vallicelli & C untuk desain interior.

“Kami sangat bangga dengan wallywhy200, sebuah kapal pesiar yang sedikit dipertaruhkan tetapi hari ini memberi kami hasil yang melebihi harapan kami yang paling liar. Dengan desain bodinya yang lebar, kapal pesiar 200 GT ini menawarkan volume yang jauh lebih besar dibandingkan dengan perahu motor tradisional, ditambah ruang hidup dan stabilitas yang pasti lebih besar daripada pesaing mana pun,” kata Stefano de Vivo, Managing Director di Wally.

Dengan bodi yang lebar, wallywhy200 memberi pengguna manfaat ruang tambahan di atas kapal yang sebanding dengan catamaran. Desain inovatif juga menghilangkan kesulitan tambatan dan menambah kenikmatan berlayar serta memberikan pilihan baru yang menarik bagi calon pemilik kapal untuk dinikmati bersama keluarga dan teman.

Dibangun dengan busur kaca setinggi 4,7 meter, wallywhy200 memiliki suite master panorama seluas 37 meter persegi. Selain itu dilengkapi dengan dua kamar mandit terpisah yang juga memiliki pemandangan 270 derajat untuk menikmati lautan. Sedangkan untuk ruang mesin ditempatkan di ujung berlawanan demi meningkatkan kenyamanan para tamu.

Untuk diketahui wallywhy200 memiliki suite VIP, kabin tamu kembar di dek bawah. Interior di dek ketiga terdiri dari dua ruang tamu, termasuk zona ruang tamu terbuka ekstra besar seluas 61 meter persegi, dapur pertunjukan memasak modern, furnitur dan finishing kayu jati berpori terbuka serta ditambah tempat tinggal kru di dek bawah.

Ketiga dek saling berhubungan dengan tangga karbon berlaminasi satu bagian. Dek atas memiliki bagian atas struktural diperpanjang yang dibangun tanpa pilar pendukung, dan kaca Wally dan kubah karbon yang khas. Wallywhy200 dilengkapi dengan benteng lipat klub pantai, memungkinkan para tamu untuk mengakses air dari tiga sisi kapal pesiar.

Konsep inovatif ini juga memperluas ruang tamu luar ruangan menjadi 32 meter persegi dengan mengubah ruangan menjadi teras luar ruangan yang mewah di atas air. Terlebih lagi, kapal ini memiliki dua garasi dengan kapasitas penyimpanan ekstra besar, menampung tender jet empat meter, perahu pribadi WaveRunner, skuter bawah air Seabob, papan dayung stand-up dan banyak pilihan mainan air lainnya.

Jaringan nirkabel 5G onboard terhubung ke sistem kontrol otomatisasi rumah yang lengkap, memungkinkan para tamu untuk mengelola semua media dan sistem audio, dan memeriksa data navigasi. Kapal ini juga dilengkapi dengan empat mesin Volvo Penta D13-IPS, dengan kecepatan maksimum 23 knot dan daya 722 km pada kecepatan 18 knot.

Lambung berkinerja tinggi dikatakan memungkinkan kapal untuk memotong gelombang dengan mudah, sambil mempertahankan posisi horizontal yang rata, memberikan kenyamanan ekstra bagi para tamu di kapal. Lebar kapal pesiar, dikombinasikan dengan dua stabilisator gyroscopic Seakeeper dan stabilisator sirip yang dapat diaktifkan saat berlabuh atau saat berlayar untuk memastikan stabilitas.

Dengan demikian, kapal pesiar mampu melaju dengan kecepatan tinggi tanpa mengurangi kenyamanan para tamu sebuah fitur unik untuk kapal pesiar superyatch.

Baca juga: Jennifer Lopez Jadi Chief Entertainment & Lifestyle di Kapal Pesiar Virgin Voyages

“Superyacht wallywhy200 kompak baru membawa faktor ‘Wow’ yang terukir dalam DNA-nya. Ini mengekspresikan semua kekuatan inovatifnya melalui elemen arsitektur baru, yang mewakili pemutusan dengan masa lalu dan dengan klise khas kapal pesiar motor. Ferretti Group memungkinkan untuk mewujudkan konsep yang telah dekat di hati saya selama beberapa waktu, percaya pada keberhasilan desain yang berani yang akan meningkatkan pengalaman pemilik di atas kapal dan mewakili titik balik di pasar kapal pesiar motor,” kata Luca Bassani.

Bandara AS Pamer View Smart Windows, Jendela Berteknologi AI yang Mampu Turunkan Emisi Karbon

Bandara Missoula Montana (MSO), Montana, Amerika Serikat (AS), telah rampung memasang View Smart Window di Terminal Concourse Selatan yang baru selesai dibangun. Smart Window ini diklaim mampu menurunkan emisi karbon dengan mengurangi 20 persen penggunaan listrik dari sistem penerangan dan sistem HVAC (Heating, Ventilation, Air Conditioning).

Baca juga: Redam Kebisingan, Bandara San Francisco Luncurkan Teknologi GBAS

Hal itu dimungkinkan dengan menghalau cahaya masuk ke dalam terminal dan menyerapnya agar tak menimbulkan efek rumah kaca oleh smart windows. Dengan begitu, suhu di dalam tetap dingin dan sistem HVAC bisa bekerja lebih efisien dan menjaga suhu di dalam ruangan.

Dilansir passengerterminaltoday.com, dalam studi teknologi pengembangan smart window, View, tentang pencahayaan dan pengalaman penumpang di bandara, penumpang yang berada di terminal yang dilengkapi dengan Smart Window buatan View, 68 persen lebih puas dan menilai bandara 33 persen lebih nyaman, modern, efisien, dan terang namun tidak membuat situasi di dalam menjadi silau serta hangat.

Studi lain perusahaan terkait situasi di siang hari dan pemandangan Missoula Valley serta Northern Rockies di luar terminal juga mengungkap, kursi di terminal yang jendelanya dilengkapi dengan Smart Window lebih dingin beberapa derajat dibanding kursi di terminal yang masih menggunakan jendela konvensional.

Bila segalanya sesuai rencana, Terminal Concourse Selatan Bandara Missoula Montana akan dibuka secara resmi pada Juni mendatang dengan total lima gate. Selain mengakomodir lonjakan penumpang, terminal baru ini diharapkan mampu membuat penumpang lebih nyaman dengan sederet teknologi yang dihadirkan, termasuk jendela pintar berteknologi Artificial Intelligence (kecerdasan buatan).

“MSO adalah pintu gerbang ke Montana Barat, dan kami ingin terminal baru ini menampilkan keindahan alam yang spektakuler di kawasan itu. View Smart Windows membantu kami menghadirkan fasilitas yang benar-benar canggih yang hemat energi dan tertutup dalam jendela setinggi langit-langit dengan pemandangan yang menakjubkan,” kata Wakil Direktur MSO, Tim Damrow.

Sementara itu, Kristi Crase, Strategy Director of Aviation View, mengungkapkan, “MSO menyadari bahwa bandara masa depan akan dirancang untuk meningkatkan pengalaman penumpang dan meningkatkan operasi fasilitas secara terukur. Bandara di seluruh negeri dengan cepat mengadopsi teknologi bangunan pintar View, dan kami sangat senang dapat bermitra dengan MSO untuk mengubah bandara terbesar di Montana Barat menjadi tujuan tersendiri.”

Baca juga: 10 Tren Teknologi yang Bakal Massif Digunakan Bandara dan Maskapai Dunia

Selain MSO, View Smart Window juga sudah dipasang di banyak bandara di seantero AS, seperti Bandara Internasional Boston Logan di Massachusetts, Bandara Internasional San Francisco di California, Bandara LaGuardia New York (LGA) di New York, dan Bandara Internasional Dallas-Fort Worth (DFW) di Texas.

Teknologi Smart Window View juga telah dipasang di Bandara Internasional Charlotte Douglas di Carolina Utara, Bandara Internasional Chicago O’Hare di Illinois, Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor di Arizona, Bandara Internasional Seattle-Tacoma di Washington, Memphis International Airport  di Tennessee, Spokane International Airport di Washington, dan Bozeman Yellowstone International Airport di Montana.

Mulai 18 Mei 2022, Penumpang KA Jarak Jauh yang Telah Vaksin Kedua Tak Perlu Screening Covid-19

Pelanggan KA Jarak Jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (lengkap) atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen pada saat proses boarding. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 18 Mei 2022.

Baca juga: Kurangi Kepadatan di Stasiun Senen, Stasiun Kota Kini Layani Pemberangkatan KA Jarak Jauh

Pelanggan KA Jarak Jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (lengkap) atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen pada saat proses boarding. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 18 Mei 2022.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 18 Mei 2022.

“KAI mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19. Relaksasi protokol kesehatan tersebut diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan moda transportasi kereta api dan turut berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Joni dalam siaran pers.

Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal terbaru:

1. Syarat Naik KA Jarak Jauh
a) Vaksin kedua (lengkap) dan ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening Covid-19
b) Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah disertai hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
d) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

2. Syarat Naik KA Lokal dan Aglomerasi
a) Vaksin minimal dosis pertama
b) Tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen atau RT-PCR
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah
d) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Hasilnya data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Terkait syarat menggunakan masker pada moda transportasi publik, pelanggan tetap diwajibkan menggunakan masker selama dalam perjalanan kereta api dan saat berada di stasiun. Masker yang digunakan merupakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu.

Baca juga: Gegara Masker Penumpang Baku Hantam di Kereta Komuter, Videonya Langsung Viral

Pelanggan harus mengganti masker secara berkala setiap 4 jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan. Pelanggan diimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

Pelanggan KA Jarak Jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (lengkap) atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen pada saat proses boarding. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 18 Mei 2022.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 18 Mei 2022.

“KAI mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19. Relaksasi protokol kesehatan tersebut diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan moda transportasi kereta api dan turut berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Joni dalam siaran pers.

Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal terbaru:

1. Syarat Naik KA Jarak Jauh
a) Vaksin kedua (lengkap) dan ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening Covid-19
b) Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah disertai hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
d) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

2. Syarat Naik KA Lokal dan Aglomerasi
a) Vaksin minimal dosis pertama
b) Tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen atau RT-PCR
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah
d) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Hasilnya data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Terkait syarat menggunakan masker pada moda transportasi publik, pelanggan tetap diwajibkan menggunakan masker selama dalam perjalanan kereta api dan saat berada di stasiun. Masker yang digunakan merupakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu. Pelanggan harus mengganti masker secara berkala setiap 4 jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan. Pelanggan diimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam siaran pers mengatakan, aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 18 Mei 2022.

“KAI mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19. Relaksasi protokol kesehatan tersebut diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan moda transportasi kereta api dan turut berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” kata Joni.

Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal terbaru:

1. Syarat Naik KA Jarak Jauh
a) Vaksin kedua (lengkap) dan ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening Covid-19
b) Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah disertai hasil negatif Rapid Tes Antigen 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam
d) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

2. Syarat Naik KA Lokal dan Aglomerasi
a) Vaksin minimal dosis pertama
b) Tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen atau RT-PCR
c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah
d) Pelanggan dengan usia di bawah 6 tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan

Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan. Hasilnya data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Terkait syarat menggunakan masker pada moda transportasi publik, pelanggan tetap diwajibkan menggunakan masker selama dalam perjalanan kereta api dan saat berada di stasiun. Masker yang digunakan merupakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu. Pelanggan harus mengganti masker secara berkala setiap 4 jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan. Pelanggan diimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

Singapura Lanjutkan Pembangunan Terminal 5 Bandara Changi, Dapat Tangani 50 Juta Penumpang per Tahun

Setelah dua tahun dibuat babak belur, denyut bisnis dan perdagangan di Singapura mulai bergairah dalam beberapa bulan belakangan. Menurunnya penyebaran Covid-19 secara global yang dibarengi pembukaan pembatasan perjalanan dari banyak negara, telah berimbas positif bagi sektor usaha di Negeri Pulau tersebut.

Baca juga: Terminal 5 Bandara Changi Ditargetkan Rampung Tahun 2030

Dan, pembangunan Terminal 5 Bandara Changi yang sempat dihentikan sementara akibat fase awal Covid-19 pada Mei 2020, rupanya siap dikebut kembali, yaitu dengan harapan agar dapat dioperasikan pada pertengahan tahun 2030. Dikutip dari straitstimes.com (17/5/2022), kabar pembangunan kembali Terminal 5 dikatakan Menteri Perhubungan Singapura S Iswaran dalam ajang Changi Aviation Summit yang dihadiri 300 pemimpin penerbangan global, eksekutif penerbangan senior, dan pembuat kebijakan.

Dasar dari dilanjutkannya proyek Terminal 1 adalah tren pemulihan saat ini dalam industri penerbangan Singapura dan secara global yang memungkinkan pemerintah untuk melanjutkan proyek tersebut. Pada bulan Maret lalu, diperkirakan 1,14 juta penumpang melewati Bandara Changi, menandai pertama kalinya sejak awal pandemi dengan tanda satu juta dilewati.

Begitu perbatasan Singapura dibuka penuh pada bulan April, lalu lintas penumpang di bandara meningkat lebih dari dua kali lipat, mendekati 40 persen dari tingkat sebelum pandemi. Sebelumnya, lebih dari 68 juta penumpang melewati bandara utama Singapura. Sekarang, pergerakan penumpang di dalam Changi berada di sekitar 20 persen dari tingkat pra-pandemi.

Saatt ini, jika ada pelambatan pergerakan penumpang disebabkan oleh lambatnya pemulihan jumlah penumpang internasional di kawasan tertentu. Hal ini disebabkan pasar-pasar penting Singapura seperti Cina, Hong Kong, dan Jepang masih menutup akses.

Terminal 5 Bandara Changi adalah bagian dari proyek pengembangan Changi East, proyek seluas 1.080 hektar akan menjadi proyek perluasan bandara yang paling signifikan dalam lebih dari tiga dekade. Aspek lain dari proyek ini adalah kehadiran tiga landasan pacu, pembangunan terowongan dan sistem bawah tanah, fasilitas pendukung sisi darat dan penerbangan, dan Zona Industri Timur Changi.

Untuk lebih memperkuat posisi Changi sebagai hub udara, Terminal 5 dipersiapkan untuk menangani hingga 50 juta penumpang per tahun untuk tahap awal. Terminal besar ini akan terhubung dengan terminal penumpang lainnya dan akan mencakup luas daratan yang setara dengan lebih dari 660 lapangan sepak bola.

Iswaran menyebut bahwa penundaan dua tahun pembangunan Terminal 5 mempunyai sisi positif, karena desain Terminal 5 telah melalui pembaruan menjadi lebih mudah beradaptasi dan fleksibel. “Kami telah mengambil kesempatan dari jeda dua tahun untuk meninjau secara komprehensif desain Terminal 5 agar lebih modular dan fleksibel, dan meningkatkan ketahanan dan keberlanjutannya. Kami akan memobilisasi kembali konsultan desain dan teknik secara progresif, untuk memperbarui dan menyempurnakan lebih lanjut.”

Baca juga: Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang

Di bawah desain yang lebih adaptif, Terminal 5 diharapkan dapat diakses secara shift. Ruang dapat dengan mudah diubah untuk mengakomodasi pusat pengujian dan ruang karantina jika ada kebutuhan di masa mendatang, sambil tetap digunakan sebagai ruang acara publik atau area lounge selama waktu reguler.

Kemenhub Akhirnya Buka Suara Soal Kenaikan Tarif KRL

Rencana adanya kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) sudah menjadi perbincangan warganet, apalagi sebagai pengguna setia KRL dalam lakukan aktivitas. Saat itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sempat merencanakan adanya kenaikan tarif commuter line atau KRL per April 2022 dari semual Rp3.000 menjadi Rp5.000. Kenaikan sebesar Rp2.000 tersebut adalah tarif dasar pada perjalanan 25 kilometer pertama. Lalu, setiap 10 kilometer selanjutnya dikenakan tarif sebesar Rp1.000.

Baca juga: Siap – siap! Setelah Libur Lebaran, Tarif KRL Naik Menjadi Rp5.000

Namun ada juga informasi bahwa beberapa hari pasca libur lebaran akan dilakukan kenaikan tarif KRL tersebut. Menurut Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar pada Januari lalu juga mengatakan bahwa dari hasil survei tadi dan masih ada tahap diskusi juga. Kami akan usulkan penyesuaian tarif kurang lebih Rp2.000 pada 25 kilometer pertama. Jadi kalau yang semula sebesar Rp3.000 untuk 25 kilometeri, ini jadi Rp5.000.

Mungkin ini bisa jadi “angin segar” kepada para pengguna KRL. Ternyata informasi kenaikan KRL yang digadang – gadang akan diberlakukan tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat. Juru bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan saat ini rencana kenaikan tarif KRL masih dikaji ulang. Menurutnya, pembahasan lebih lanjut dilakukan mengingat adanya kenaikan harga kebutuhan pokok yang memengaruhi daya beli masyarakat.

Kenaikan tarif ini masih dipertimbangkan dengan keadaan kondisi saat ini. Jadi para penumpang setia pengguna setia KRL masih bisa menggunakan tarif normal untuk perjalanan ke wilayah Jabodetabek. Saat ini pengguna KRL pasca libur lebaran naik signifikan, membuat KRL menjadi transportasi yang sangat efisien. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Bagaimana Cara Boeing Uji Pesawat Baru Sebelum Disertifikasi?

Sebelum dioperasikan secara komersial, setiap pesawat baru harus lolos sertifikasi terlebih dahulu. Setiap manufaktur pasti menguji pesawat secara mandiri sebelum mulai disertifikasi pesawat, termasuk Boeing. Lantas, bagaimana cara Boeing menguji pesawat baru sebelum disertifikasi?

Baca juga: Begini Proses Sertifikasi Pesawat Baru, Panjang dan Mahal

Jauh sebelum pesawat selesai diproduksi, yang merupakan bagian dari tahap awal Boeing menguji pesawat baru sebelum disertifikasi, adalah melakukan uji laboratorium atau uji lab, mulai dari lab petir, lab propulsi, lab getaran, dan lab sistem, selama pengembangan. Ini bertujuan untuk mensimulasikan dan mengumpulkan data tentang reaksi pesawat di lingkungan ekstrem.

Lab sistem melibatkan peralatan berteknologi canggih dengan kemampuan untuk mencatat setara dengan 45 tahun jam uji terbang virtual dalam lima pekan. Informasi ini memungkinkan Boeing untuk menguji software pesawat dalam beragam kondisi cuaca buruk dan dengan kombinasi berat dan bahan bakar yang berbeda.

Dari situ, kemudian pesawat dalam model skala dirakit, dilengkapi dengan berbagai sensor, dan diuji di terowongan angin, dengan diameter mencapai 12 meter. Jika lolos uji terowongan angin, barulah prototipe pesawat dibuat.

Dilansir Simple Flying, prototipe pesawat yang sudah rampung dirakit (belum 100 persen) kemudian menjalani uji struktural untuk mengukur kekuatan dan daya tahan keseluruh pesawat. Proses ini biasanya melibatkan banyak alat untuk menekan bodi, sayap, ekor, dan lain sebagainya agar sesuai dengan standar.

Baca juga: Inilah Lima Rangkaian Tes Ekstrem untuk Pastikan Pesawat Aman

Pada proses ini, pesawat juga harus melewati fatigue testing yang mensimulasikan pesawat mendapat banyak tekanan berat saat climbing, cruising, descent atau turun perlahan dari ketinggian, landing, lepas landas, dan lainnya, untuk memastikan airframe atau badan pesawat mampu menahan berbagai tekanan selama masa pakai pesawat.

Di tahap tersebut juga memungkinkan Boeing untuk melakukan penyempurnaan prosedur inspeksi, maintenance, dan perbaikan berdasarkan data-data selama pengujian.

Lebih lanjut, pesawat akan dilengkapi dengan berbagai monitor untuk merekam data untuk pengujian berikutnya, mulai dari mensimulasikan berbagai muatan kargo dan penumpang sampai ke fitur engineer station.

Selanjutnya, van Boeing Test & Evaluation Flight Emulation Test System akan terhubung dengan sistem avionik pesawat yang sudah selesai dirakit. Proses ini biasanya dilakukan di apron. Di sini, pesawat akan disimulasikan dalam kondisi terbang untuk dilakukan berbagai pengujian, seperti uji kecepatan, uji ketinggian, posisi, landing gear, dan lain sebagainya.

“(Dengan van Boeing Test & Evaluation Flight Emulation Test System ) kami dapat mensimulasikan kecepatan, ketinggian, posisi, dan roda pendaratan dari sana. Dengan begitu, ketika kami memulai uji terbang, kami telah ‘menerbangkan’ pesawat sebelumnya,” kata Frederic Lambert, manajer senior Systems Laboratories.

Setelah seluruh rangkaian tes di darat sukses, pesawat kemudian disempurnakan menjadi prototipe untuk melakukan uji terbang langsung di area sekitat pabrik Boeing. Proses ini biasanya melibatkan dua pilot dan enam hingga 20 kru untuk mencatat berbagai data penerbangan selama pengujian, termasuk saat melakukan manuver.

Baca juga: Mengenal Pesawat Test Bed, Cikal Bakal Lahirnya Pesawat Baru

Pesawat diajak melaju sampai batas kecepatan dan ketinggian maksimal untuk memastikan seluruh fitur keselamatan berfungsi. Data-data tersebut kemudian dikompilasi dengan data-data pengujian di darat untuk diberikan ke Adiminstrasi Penerbangan Federal (FAA).

Setelahnya, FAA akan memberi Type Inspection Authorization dan mengutus stafnya untuk turut serta dalam uji sertifikasi dengan serangkaian pengujian ketat, mulai dari uji stall, sater spray, crosswinds, dan kecepatan minimum untuk mendapatkan sertifikasi kelaikudaraan.

Tongkrongan Asyik Taman Rasam di Purwokerto, Sembari Lihat Kereta Api

Banyaknya wilayah di Indonesia yang memiliki taman atau tempat bersantai untuk pengunjung yang menghabiskan waktu dengan bersenda gurau bersama sahabat dan kerabat. Bahkan taman pun di buat sedemikian rupa agar pengunjung yang melihat terkesan unik dan makin nyaman. Namun, bagaimana jika taman tersebut berada di lokasi yang berdekatan dengan jalur kereta api. Tentunya tak hanya pengunjung dewasa yang mendatangi taman tersebut, namun pengunjung anak – anak pun turut meramaikan taman tersebut.

Baca juga: Lain Dulu Lain Sekarang, Wajah Baru Stasiun Manggarai Kini Lebih Menawan

Seperti di Taman Rasam, Kota Purwokerto ini. Berada di lokasi Gang Rasam, Kober, Purwokerto, taman minimalis ini mampu menarik minat warga Purwokerto dan sekitarnya untuk bermain ataupun bersantai bersama teman dan keluarga. Banyak hiasan ataupun ornamen yang berbentuk kereta api terpajang disini. Ber-swafoto? Tentu saja sebagian besar warga yang berkunjung disini. Karena taman ini sengaja dibuat tempat unik untuk ber-swafoto bagi pengunjung yang sangat instagramable.

Taman ini selalu ramai setiap hari, bahkan saat memasuki sore, pengunjung pun ramai di taman tersebut. Tak hanya pemandangan taman yang indah, bagian depan taman terdapat jalur kereta api yang juga dekat dengan Stasiun Besar Purwokerto. Tak heran jika kereta api lewat, kamera pun tak luput untuk diabadikan. Belum lagi beberapa masinis maupun asisten masinis kerap kali akrab menyapa dengan lambaian tangan kepada para pengunjung di taman.

Baca juga: Dilengkapi Taman Mini, Stasiun Jatinegara Kini Jadi Instagramable 

Untuk memasuki taman tersebut tidak dikenakan biaya, alias gratis. Namun pengelola tetap menyediakan seperti kotak amal bagi pengunjung yang ingin menyumbang se-ikhlasnya. Tak hanya taman, berbagai jajanan pun tersedia disini dan tak lupa juga ada jajanan khas purwokerto, tempe mendoan. Bagaimana, tertarik ikut berkunjung? (PRAS – Cinta Kereta Api)

ZipCharger Hadirkan GoHub Untuk Bantu Pengendara Mengisi Daya Pada Mobil Listrik

Kendaraan listrik yang kini mulai hadir memenuhi jalanan di dunia, membutuhkan pengisian daya ketika baterai mulai melemah. Namun, sayangnya tempat pengisian daya ini belum banyak hadir dan pada akhir tahun lalu, ZipCharger yang adalah startup asal Inggris mengumumkan pengembangan powerbank berbentuk koper.

Baca juga: BlueSG Singapura Hadirkan Stasiun Pengisian Daya untuk Mobil Listrik Lain

Powerbank ini, bisa digunakan oleh pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya baterai pada mobil mereka. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (28/4/2022), ide yang diungkapkan berikutnya merupakan pusat pengisian dan penyimpanan modular yang disebut GoHub. Meski begitu, yang perlu dicatat adalah powerbank Go belum diproduksi.

Tetapi ZipCharger mengharapkan jendela pra pemesanan mulai dibuka tahun ini dengan pembelian langsung dan model berlangganan sudah ada. Mereka menyebutkan, dengan diperkenalkannya GoHub, perusahaan juga ingin menambahkan opsi sewa. Walaupun belum diproduksi, platform dasar GoHub akan tersedia dalam dua varian dengan salah satunya bisa dimasukkan ke dalam tempat parkir mobil biasa di pusat perbelanjaan, taman bisnis atau area beraspal di pusat komunitas.

Satu sisi unit akan mampu menampung lima powerbank Go yang bisa disewa oleh pengemudi EV saat mereka membutuhkan seperti stasiun pertukaran baterai dari perusahaan seperti Gogoro. Nantinya akan ada satu GoHub dengan dua sisi sehingga berisi sepuluh powerbank. Untuk menggunakan powerbank tersebut, pengemudi akan memesan melalui aplikasi seluler.

Kemudian ke GoHub dan pintu akan terbuka saat didekati sehingga powerbank bisa dilepas dari dok pengisian dayanya dan didorong ke tempat mobil listrik untuk dicolok dan diisi ulang. Setiap Go memiliki baterai 4, 6 atau 8 kWh, dan setelah powerbank memberikan semuanya, pengemudi akan menerima pemberitahuan melalui aplikasi dan unit dapat dicabut dan dikembalikan ke hub untuk diisi ulang sebelum tersedia ke pelanggan berikutnya.

ZipCharge telah mengumumkan struktur harga sederhana di mana setiap pengisian 4 kWh akan dikenakan biaya satu dolar, tanpa dikenakan biaya koneksi tambahan. Jelas satu powerbank Go tidak akan cukup untuk mengisi baterai EV sepenuhnya, tetapi perusahaan menganggap itu bisa menambah jangkauan hingga 32 km yang mungkin cukup untuk membuat pengemudi pulang dalam keadaan darurat.

GoHub sendiri akan dibangun menggunakan bahan komposit nabati, kayu laminasi yang direkatkan (glulam) dari sumber bersertifikat FSC dan baja daur ulang dari kendaraan ICE bekas. Selain sebagai rumah bagi powerbank EV, ZipCharge melihat GoHub berfungsi sebagai hotspot WiFi komunitas, memanen air hujan untuk atap hijau atau panel surya olahraga atau turbin angin mini.

Mereka bahkan dapat melakukan tugas ganda sebagai titik pengisian atau penyewaan untuk ebike atau skuter listrik. GoHubs perlu disambungkan ke jaringan, tetapi juga dirancang untuk memuat sistem penyimpanan energi 100 kWh + built-in yang menggunakan baterai masa pakai kedua, dan akan menyertakan baterai Go yang sudah habis masa pakainya dengan pendekatan melingkar sementara juga berpotensi membantu penyeimbangan jaringan.

“The Go dan GoHub adalah komponen integral dari platform energi masa depan kami, yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan penyimpanan energi terdistribusi di rumah dan titik energi publik kami untuk menyediakan berbagai layanan energi bagi pelanggan kami,” kata pendiri Richie Sibal.

“Kami akan menggunakan teknologi untuk memecahkan ketidaksetaraan yang ada di sekitar akses ke pengisian daya dan energi dengan menempatkan unit ZipCharge Go dalam jarak lima menit berjalan kaki dari tempat orang tinggal dan parkir,” tambahnya.

Baca juga: Kempower Jadi Solusi Pengisian Daya di Bus Listrik Swedia

Ini adalah ide yang menarik, dan infrastruktur pengisian daya di masa depan kemungkinan besar akan perlu menyertakan solusi inovatif yang beragam untuk memenuhi kebutuhan berbagai pengguna EV di masa depan transportasi listrik kita. Dan ZipCharge ingin masuk lebih awal, menetapkan target ambisius untuk menyebarkan 100.000 GoHub di seluruh dunia pada tahun 2030. Video di bawah ini memiliki lebih banyak.

Bagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Penumpang disabilitas kerap kurang terlayani dengan maksimal, baik di moda transportasi darat, laut, maupun udara. Terkait moda transportasi udara, belum lama ini penumpang disabilitas bahkan gagal terbang bersama Garuda Indonesia lantaran kurangnya kualitas pelayanan. Sebetulnya, bagaimana prosedur pramugari atau kru kabin dalam melayani penumpang disabilitas?

Baca juga: IATA Tetapkan Standar Layanan Bagi Penyandang Disabilitas di Bandara

Jauh sebelum kru kabin melayani penumpang disabilitas, saat memesan tiket pesawat, maskapai biasanya akan meminta informasi bantuan khusus apa yang diperlukan penumpang disabilitas. Ini penting untuk maskapai.

Selain mempersiapkan kru untuk membantu penumpang berkebutuhan khusus, maskapai juga diatur untuk membatasi penumpang disabilitas di setiap penerbangan demi alasan keselamatan.

Dalam keadaan darurat, kru kabin harus menyelamatkan seluruh penumpang dalam waktu sesingkat-singkatnya. Karenanya, jumlah penumpang berkebutuhan khusus dibatasi maksimal 10 persen dari kapasitas untuk rute domestik, dalam hal ini rute domestik Indonesia. Untuk rute internasional, ini bisa sangat fleksibel, tergantung kebijakan masing-masing negara tempat maskapai bernaung.

Informasi penumpang berkebutuhan khusus saat pemesanan tiket juga dibutuhkan maskapai terkait penempatan kursi. Penumpang disabilitas biasanya akan ditempatkan di kursi prioritas dan dihindari dari baris kursi emergency. Tentu atas dasar keselamatan bersama, bukan bagian dari diskriminasi.

Dilansir Simple Flying, semua informasi pra penerbangan dari penumpang disabilitas akan diteruskan oleh maskapai ke bagian operasional sampai ke kru kabin.

Seperti biasanya, seluruh penumpang, termasuk penumpang disabilitas akan diberi informasi terkait prosedur keselamatan dalam keadaan darurat, seperti memakai sabuk pengaman, life jacket, cara menggunakan masker oksigen, letak pintu darurat dan toilet, serta cara memanggil atau meminta bantuan kru kabin.

Penumpang disabilitas juga dapat membaca penjelasan lengkap prosedur keselamatan saat terjadi keadaan darurat di airline safety card dengan huruf braille yang ada di seatback.

Lebih lanjut, penumpang berkebutuhan khusus atau penumpang disabilitas, dalam konteks penerbangan yang mendapat snack atau makanan berat, pramugari akan menjelaskan dan memberitahu apa dan dimana letak makanan. Prosedur ini tentu mengikuti penumpang disabilitas itu sendiri, baik itu tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, dan lainnya.

Terhadap penumpang tuna rungu, pramugari atau kru kabin biasanya akan berkomunikasi dengan catatan tertulis. Di sebagian maskapai, beberapa pramugari-nya bahkan bisa menggunakan bahasa isyarat sehingga sangat membantu penumpang tuna rungu.

Baca juga: Bandara Changi Luncurkan Program Ramah Disabilitas ‘Tersembunyi’

Penumpang tuna netra biasanya akan dilayani kru kabin dengan memaksimalkan audio dan sentuhan, seperti airline safety card dengan huruf braille yang ada di seatback untuk prosedur keselamatan, sistem hiburan dengan konten audio, dan lainnya. Bagi penumpang tuna netra, anjing yang memandunya juga diizinkan naik ke pesawat dan duduk di sebelahnya secara gratis.

Begitu juga dengan penumpang tuna wicara, tuna rungu, dan lainnya atau penumpang disabilitas secara keseluruhan, mereka diizinkan maskapai untuk membawa perlengkapan atau peralatan pribadi, seperti kursi roda, tongkat, dan lainnya.

Duta Besar AS untuk Jepang Kesengsem dengam Kereta Komuter di Kansai, Didaulat Sebagai “Testu Otaku”

Tetsu Otaku atau penggemar kereta di Jepang mendapat kehormatan, baru-baru ini Duta Besar Amerika Serikat untuk Kerajaan Jepang, Rahm Emanuel, telah menggunakan layanan kereta komuter untuk pertama kalinya sejak ia bertugas di Jepang pada Januari 2022.

Baca juga: Operator Kereta Komuter di Jepang Hadirkan Aplikasi Anti Pelecehan Seksual

Pengalaman pejabat AS itu telah diposting dalam akun Twitter-nya dan langsung mendapatkan respon luas dari warga Jepang. Dikutip dari Soranews24.com (17/5/2022), Duta Besar (Dubes) AS secara langsung telah dinobatkan sebagai Otaku kereta, lantaran ia ternyata telah membuktikan kecintaannya pada kereta Jepang, selain lewat foto-foto, hal itu juga diungkapkan lewat beberapa kalimat singkat.

Orang-orang dari seluruh dunia yang pernah mengunjungi Jepang sering berhenti untuk mengagumi keindahan kereta api Jepang. Tidak masalah dari mana Anda berasal atau apa yang Anda lakukan untuk mencari nafkah, baik — ketika naik kereta sebagus ini, terkadang Anda ingin membaginya dengan dunia di media sosial Anda. Dan itulah yang dilakukan Dubes AS untuk Jepang ketika dia naik kereta api lokal pertamanya.

Postingan Emanuel di Twitter menarik perhatian para pecinta kereta api di seluruh Jepang, yang senang melihat diplomat berpangkat tinggi itu berbagi kecintaan mereka pada kereta api Jepang, dengan beberapa bahkan menjulukinya sebagai “tetsu ota” (“tetsu otaku”) atau “geek kereta api”.

Malahan, postingan terbaru Emanuel tentang naik rel di Jepang benar-benar mengukuhkan statusnya sebagai Duta Otaku Kereta Api. Selama perjalanan bisnis ke wilayah Kansai, Emanuel menggunakan kereta jalur Hankyu.

Jalur kereta Hankyu adalah cara yang tepat untuk bepergian di Kansai, karena jalur kereta api pribadi menggabungkan kemewahan retro dengan kenyamanan modern, dan menghubungkan semua jenis situs besar seperti Osaka, Kobe, Takarazuka, dan Kyoto. Jalur kereta Hankyu rupanya telah membuat sang Dubes terkesan, sehingga ia menerima dua sebutan terpisah selama berada di daerah tersebut.

Baca juga: Perkenalkan Oshiya, “Tukang Dorong” Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Ini bukan pertama kalinya seorang pesohor asing menunjukkan penghargaan untuk kereta lokal. David Bowie juga pernah difoto di jalur kereta Hankyu di tahun 80-an.