Airbus Gandeng Kelompok Maskapai Besar untuk Kurangi Emisi CO2 dari Udara

Airbus dan sejumlah maskapai besar seperti Air Canada, Air France-KLM, easyJet, International Airlines Group, LATAM Airlines Group, Lufthansa Group dan Virgin Atlantic telah menandatangani Letters of Intent (LoI) untuk menjajaki peluang mendapatkan pasokan kredit pengurangan karbon di masa depan melalui teknologi penangkapan langsung karbon di udara.

Baca juga: Naik AirAsia Kini Bantu Kurangi Emisi Karbon Berkat Teknologi Descent Optimization Airbus

Direct Air Carbon Capture and Storage (DACCS) adalah teknologi penangkapan karbon yang menyaring dan mengurangi emisi CO2 langsung dari udara dengan menggunakan kipas bertenaga tinggi. Setelah berhasil ditangkap, CO2 akan disimpan secara permanen dengan aman di suatu reservoir geologis. Industri penerbangan tidak dapat menangkap emisi CO2 yang dilepaskan ke atmosfer langsung dari sumbernya. Oleh karena itu, solusi penangkapan dan penyimpanan karbon udara langsung ini akan memungkinkan industri penerbangan untuk menangkap sejumlah emisi yang setara dengan jumlah emisi operasionalnya langsung dari atmosfer.

Pengurangan emisi karbon melalui teknologi penangkapan udara langsung melengkapi sejumlah solusi lain yang bertujuan mengurangi emisi CO2, seperti penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF), dengan menangkap sisa emisi yang tidak dapat dihilangkan secara langsung pada operasional industri.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Air Canada, Air France-KLM, easyJet, International Airlines Group, LATAM Airlines Group, Lufthansa Group dan Virgin Atlantic telah berkomitmen untuk melakukan negosiasi mengenai pra-pembelian kredit pengurangan karbon yang terverifikasi (verified) dan tahan lama (durable) mulai tahun 2025 hingga 2028.

Kredit pengurangan karbon akan dikeluarkan oleh mitra Airbus 1PointFive – anak perusahaan dari Bisnis Low Carbon Ventures Occidental dan mitra penyelenggara global dari perusahaan penangkapan udara langsung Carbon Engineering. Kemitraan Airbus dengan 1PointFive mencakup pra-pembelian 400.000 ton kredit pengurangan karbon yang akan dikirimkan bertahap selama empat tahun.

“Kami sudah melihat bahwa ada beberapa maskapai penerbangan yang memiliki minat kuat untuk mengeksplorasi metode pengurangan karbon yang terjangkau dan terukur,” kata Julie Kitcher, Executive Vice President Communications and Corporate Affairs Airbus. “Letter of intent pertama ini menandai langkah nyata kami menuju penggunaan teknologi yang menjanjikan untuk rencana dekarbonisasi Airbus itu sendiri dan ambisi dari industri penerbangan untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050.”

Baca juga: Bandara AS Pamer View Smart Windows, Jendela Berteknologi AI yang Mampu Turunkan Emisi Karbon

Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pengurangan karbon diperlukan untuk membantu dunia melakukan mitigasi iklim dan untuk mendukung pencapaian target nol emisi. Selain itu, menurut laporan Waypoint 2050 dari Air Transport Action Group (ATAG), offset (terutama dalam bentuk pengurangan karbon) akan dibutuhkan – antara 6% dan 8% – untuk mengantisipasi adanya target yang tidak tercapai.

Genta JPL Si Penanda KA Akan Melintas, Kini Makin Jarang Terlihat

Genta, itulah sebutan di lingkungan perkeretaapian ssebagai penada bahwa kereta api akan segera melintas. Biasanya genta ini berada di wilayah perlintasan resmi dengan posisi di samping pos JPL. Jika pernah melihat alat ini pastinya sudah tak asing dengan fungsinya ini yang selalu berjaga selama 24 jam.

Baca juga: Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Sejak jaman lokomotif uap, bel genta ini sudah ada sebagai pengingat akan datangnya kereta api. Karena alat yang digunakan dulu masih dalam kondisi manual. Namun akhir – akhir ini alat tersebut sangat jarang terlihat bahkan di perlintasan besar sekalipun. Ini karena sistem elektrik sudah digunakan dan hanya terdengar bel yang dibunyikan melalui pengeras suara di pos perlintasan.

Di pos perlintasan wilayah Jabodetabek hampir tidak terlihat alat dan penggunaan bel genta. Yang ada hanya alatnya saja yang masih berdiri di beberapa lokasi. Itu pun sudah tidak digunakan. Bentuk genta JPL ini seperti tabung besar dengan caping diatasnya, dan di samping kanan kirinya terdapat palu untuk memukul besi sehingga terjadi bunyi bel. Lalu didalam genta JPL juga terdapt bandul pemberat, fungsinya ketika aliran yang di berikan petugas di stasiun secara otomatis akan menggerakan bandul ke bawah dan akan menarik bel sehingga berbunyi.

Baca juga: Begini Cara Agar Terhindar dari Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Yang memberikan tanda bel genta berbunyi adalah dari stasiun terdekat. Biasanya dari ruang PPKA (Pemimpin Perjalanan Kereta Api) atau PAP (Pengawas Peron). Sebagai petugas di pos perlintasan, jika berbunyi bel genta ini arus bersiap dan memastikan jalur kereta api yang berada di sekitar pos tersebut aman. Selain bel genta, petugas di pos perlintasan pun akan dihubungi dari pihak stasiun untuk memastikan bahwa petugas benar – benar siap akan datangnya kereta api yang melintas dalam beberapa menit lagi. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Selain Multifungsi, Jembatan Cirahong Ternyata Miliki Fakta Unik yang Mencengangkan Seperti Ini

Jalur selatan kereta api memang penuh dengan keunikan, keindahan, dan ketelatenan disetiap wilayahnya. Khususnya Jawa Barat, banyak jalur kereta api yang melintasi dengan sejumlah jembatan yang menopang dan menghubungkan dari bukit ke bukit. Jembatan kereta api yang dibangun sejak masa kolonial Belanda masih dapat dijumpai hingga saat ini bahkan masih aktif digunakan. Seiring banyaknya perawatan, jembatan kereta api yang saat ini masih berdiri kokoh mampu bertahan hingga bertahun – tahun lamanya. Bahkan ada pula bagian rangka jembatan tersebut belum pernah diganti karena ketahanan konstruksinya masih kuat. Seperti Jembatan Cirahong yang berada di penghubung Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis ini.

Baca juga: Cirahong, Jembatan Double Deck Satu-Satunya di Indonesia

Jembatan yang berada di petak antara Stasiun Manonjaya – Ciamis merupakan jembatan yang legendaris dan memiliki keunikan dari jembatan kereta api yang dilintasi di manapun. Seperti yang sudah terkenal dengan jembatan ini adalah multifungsi yaitu memiliki 2 tingkat antara jalur kereta api dengan jalan raya. Namun fakta unik lainnya adalah Jembatan Cirahong ini ternyata dibangun secara tidak sengaja. Jembatan yang memiliki panjang 202 meter itu memang benar kenyataannya dibangun dengan ketidaksengajaan dan di luar prediksi dari pemerintah kolonial Belanda. Tahun 1893 pemerintah Belanda berencana akan membangun jalur kereta api untuk penumpang dan logistik melintasi selatan Pulau Jawa yaitu di Jawa Barat. Pihak Belanda tidak ingin atau menghindari lokasi jalur kereta api tersebut tidak melewati Kota Ciamis dan melintas diatas Sungai Citanduy.

Namun kabar tersebut terdengar oleh Bupati Galuh, R.A.A Kusumadiningrat. Beliau langsung menemui pemerinyah Belanda dan melakukan perundingan. Dikarenakan R.A.A Kusumadiningrat memiliki pengaruh yang cukup kuat bagi Belanda, akhirnya dalam waktu singkat terjadi perubahan skema jalur menjadi melewati Kota Ciamis dan membangun jembatan diatas Sungai Citanduy. Kota Ciamis saat itu sedang tumbuh sebagai wilayah dengan sentra perkebunan yang sangat pesat.

Baca juga: Barelang, Jembatan Dengan Seribu Nama dan Cerita

Fakta unik lainnya Jembatan Cirahong ini bagian konstruksi belum sama sekali diganti. Sama halnya seperti jembatan buatan Belanda lainnya, Jembatan Cirahong masih memiliki penyangga asli yang hingga kini masih dapat dilihat. Memang belum ada pergantian yang signifikan untuk konstruksi jembatan itu, namun perawatan dari PT KAI khususnya wilayah Daop 2 Bandung terus dilakukan secara rutin. Bahkan lokasi yang dekat dengan jembatan, sudah dibangun pos rawan berukulan minimalis untuk pegawai yang bertugas menjaga sekaligus merawat agar tetap kokoh saat dilewati kereta api. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Harap Waspada Jika Anda Mendengar Kata “Easy Victor” dari Awak Kabin

Sebagai seorang penumpang, apa ketakutan terbesar kedua Anda setelah mengalami kecelakaan? Apakah ketinggian? Atau takut bertemu dengan penumpang yang menyebalkan dan pada akhirnya membuat perjalanan Anda tidak menyenangkan? Jika itu jawabannya, mungkin sekarang saatnya bagi Anda untuk mengetahui momok menakutkan di sektor kedirgantaraan global yang lazimnya diucapkan antar kru kabin, yaitu “Easy Victor”.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Makna Tersembunyi di Balik Nomor Penerbangan

Selayaknya di dunia kemiliteran, sektor aviasi juga memiliki kode-kode khusus yang tidak sepenuhnya diketahui oleh penumpang awam – sama halnya seperti “Easy Victor”. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessinsider.co.az (23/2/2019), frasa “Easy Victor” sendiri memiliki arti evakuasi. Wah, kendati arti dari frasa tersebut mengandung makna yang siap memacu detak jantung Anda lebih kuat, namun bukan berarti Anda harus panik ya! Tetap ikuti arahan dari awak kabin karena sejatinya mereka sudah terlatih untuk mendampingi penumpang walaupun di kondisi darurat sekalipun.

Tidak hanya frasa “Easy Victor” saja yang menjadi bagian dari kode-kode khusus di dunia penerbangan. Bagi Anda yang sering mendengarkan pengumuman yang dilontarkan kapten penerbangan dari ruang kokpit, mungkin Anda pernah mendengar frasa “all-call”. Ya, frasa ini memiliki arti sang pilot meminta kepada semua semua awak kabin untuk melapor ke ruang kokpit.

Lalu ada kode “Ditch”, yang jika diterjemahkan itu artinya “selokan atau parit”. Kode ini juga cukup mengerikan ketika di dengar karena memiliki arti pendaratan darurat di air, entah itu danau atau laut. Ada juga “Deadstick”, dimana kode ini berarti pesawat terbang tanpa bantuan dari tenaga mesin.

Tapi tenang saja, khusus untuk kode yang mengandung makna tidak mengenakkan terhadap penumpang, awak kabin tidak akan menyuarakan kode-kode ini di hadapan para penumpang.

“Sebagai penumpang, Anda tidak akan pernah mendengarkan pilot mengumumkan kode ini begitu saja,” ujar salah satu mantan awak kabin, Kevin Barrett.

“Semisal penumpang harus mendengar frasa ‘Easy Victor’ semacam ini, maka mereka akan mendengarnya jauh setelah sang pilot mengumumkan bahwa ada masalah di penerbangan tersebut,” tandas Kevin.

Baca Juga: Rahasia di Bandara yang Tak Semua Diketahui Penumpang

Kevin juga menambahkan, selama 20 tahun masa pengabdiannya sebagai awak kabin di maskapai yang tidak disebutkan, Kevin hanya pernah mendengar frasa seperti “Easy Victor” selama masa latihan evakuasi saja.

“Dengan fakta ini, seharusnya membuat Anda merasa lebih nyaman untuk mengudara, karena kasus evakuasi dimana pilot harus mengucapkan frasa ‘Easy Victor’ semacam ini bisa dibilang sangat langka.” tutup Kevin.

 

Daftar 20 Maskapai Terbaik 2022 Versi AirlineRatings.com, 9 di Antaranya dari Asia

Usai melalui tahun-tahun sulit sepanjang 2020 dan 2021, maskapai penerbangan global mulai bangkit perlahan di tahun 2022. Ledakan pengunjung selama liburan musim panas ini sampai menyebabkan maskapai dan bandara kewalahan adalah bukti bangkitnya industri penerbangan.

Baca juga: Jadi Maskapai Terbaik, Modal Awal Cathay Pacific Hanya Satu Pesawat DC-3 Bernama “Betsy”

Dalam kondisi keuangan yang masih terdampak pandemi Covid-19, praktis maskapai global hanya fokus pada operasional. Meski begitu, tak sedikit maskapai yang tetap berinovasi pada produk dan layanan serta ekspansi pada rute-rute baru.

Komitmen maskapai-maskapai tersebut diapresiasi oleh AirlineRatings.com dalam bentuk daftar 20 maskapai terbaik di dunia. Di tiga urutan teratas ada Qatar Airways, Air New Zealand, dan Etihad Airways.

Pemimpin Redaksi AirlineRatings.com, Geoffrey Thomas, mengungkapkan Qatar Airways pantas mendapatkan posisi tersebut atau sebagai maskapai terbaik di dunia 2022. Inovasi dan komitmen maskapai untuk terus melakukan perbaikan pada layanan dinilai menjadi yang terbaik di tahun 2022.

“Penghargaan Airline Ratings’ Excellence yang menyoroti Maskapai Terbaik di dunia diberi nama yang tepat, karena, di setiap titik kontak, keunggulan adalah tujuan di Qatar Airways yang dipimpin oleh Group Chief Executive, Mr Akbar Al Baker,” jelasnya.

“Keinginan Mr Al Baker untuk kesempurnaan telah menyebabkan banyak perbaikan dalam pesawat dan pelancong di seluruh dunia menjadi lebih baik karena mengejar keunggulan Qatar Airways,” tambahnya.

“Maskapai ini memiliki sejumlah industri pertama. Pertama yang menyelesaikan audit keselamatan IOSA penting IATA dan pertama yang sepenuhnya diaudit dan mematuhi COVID-19 oleh AirlineRatings dan Skytrax,” ujarnya.

Lebih lanjut, meski berada di posisi kedua maskapai terbaik di dunia, Air New Zealand berhasil menyabet penghargaan di kategori lainnya, seperti Best Airline in the Pacific, Best Premium Economy, dan Best Economy. Dari segi inovasi layanan di masa mendatang, maskapai juga berinvestasi besar-besaran. Itu akan dimulai pada tahun 2024 mendatang.

“Dalam banyak hal, maskapai ini telah menetapkan standar keunggulan maskapai selama 15 tahun terakhir. Ekonomi Premiumnya luar biasa dan menjadi tolok ukur di industri ini dan tanpa diragukan lagi merupakan nilai terbaik di langit,” kata Geoffrey.

Singapore Airlines, yang biasanya selalu berada di urutan paling atas daftar maskapai terbaik dunia, juga berhasil menyabet penghargaan di kategori lain, yaitu Best First Class dan Best Lounges, sekalipun berada di posisi kelima daftar maskapai terbaik dunia versi AirlineRatings.com.

Virgin Australia, yang berada di urutan ketujuh daftar maskapai, juga memenangkan penghergaan di kategori lain; Best Cabin Crew, diikuti Emirates yang dianugerahi Best Inflight Entertainment.

Begitu juga dengan Etihad Airways yang memenangkan kategori Best Environmental Airline, Korean Air untuk Best Cargo Airline, maskapai Vietjet yang memenangkan Best Value Airline, dan Qantaslink untuk kategori Best Regional Airline.

Di segmen atau kategori penerbangan jarak jauh terbaik, itu dimenangi oleh satu maskapai di masing-masing benua; jetBlue (Amerika), Turkish Airlines (Eropa), Qatar Airways (Timur Tengah/Afrika), Korean Air (Asia), dan Air New Zealand (Pasifik).

Begitu pula dengan ketegori bergengsi Best Low-Cost Airlines yang juga dinobatkan ke beberapa maskapai di tiap benua; Southwest (Amerika), easyjet (Eropa) dan Jetstar (Asia/Pasifik) dan Fly Dubai (Timur Tengah).

Baca juga: Geser Singapore Airlines, Qatar Airways Kini Jadi Maskapai Terbaik Dunia

Berikut daftar 20 maskapai terbaik di dunia tahun 2022 versi AirlineRatings.com berdasarkan performa perusahaan selama 30 bulan terakhir.

  1. Qatar Airways
  2. Air New Zealand
  3. Etihad Airways
  4. Korean Air
  5. Singapore Airlines
  6. Qantas
  7. Virgin Australia
  8. EVA Air
  9. Turkish Airlines
  10. All Nippon Airways (ANA)
  11. Cathay Pacific Airways
  12. Virgin Atlantic
  13. Japan Air Lines (JAL)
  14. JetBlue
  15. Finnair
  16. Emirates
  17. Hawaii Airlines
  18. Air France/KLM
  19. Alaska Airlines
  20. British Airways

Inilah Trik Agar Naik KRL Bisa Kebagian Duduk, Anker Wajib Tahu

Pengguna KRL semakin banyak peminatnya. Meski pasca pembatasan penumpang dan jarak untuk kursi dalam KRL sudah tidak terlihat lagi, penumpang kembali memanfaatkan kursi pada KRL untuk berhimpitan. Namun saat jam pulang kantor atau jam – jam sibuk lainnya, KRL sangat padat akan penumpang. Bahkan ada pula yang menunggu beberapa perjalanan KRL lainnya di stasiun demi bisa mendapatkan tempat duduk. Alasannya selain lelah dan capek, perjalanan yang ditempuh cukup jauh.

Baca juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini

Meski lama dan tidak pernah mendapatkan tempat duduk di dalam KRL, kabarpenumpang.com akan memberikan trik bagi kalian pengguna setia perjalanan KRL untuk ke tujuan yang diinginkan pada jam – jam sibuk.

1. Penumpang Bisa Mengantre Paling Depan
Saat tiba di stasiun, penumpang bisa melakukan cara ini agar bisa mendapatkan tempat duduk saat memasuki KRL. Namun cara ini dimanfaatkan penumpang saat pintu belum dibuka, penumpang biasanya berdesakan di peron. Memang cara ini efektif, jika prnumpang masih tertib bertransportasi.

2. Menunggu Diperon Saat Posisi Tidak Padat
Masih dalam area peron stasiun, disarankan penumpang untuk menunggu KRL pada posisi yang tidak terlalu menumpuk dengan penumpang lainnya. Ini mencegah agar bisa mendapatkan tempat duduk saat KRL memasuki stasiun. Jika memang masih padat, ikuti antrean dibelakangnya yang tidak terlalu ramai.

3. Pilih Kereta Dengan Jumlah Unit Paling Banyak
KRL yang melintas saat ini memang tidak selalu berada dalam rangkaian yang terdiri dari 12 unit kereta. Masih adanya 8 unit kereta, membuat kepadatan penumpang pasti terjadi. Jika bisa bersabar, penumpang bisa memilih rangkaian yang terdiri dari 12 unit kereta. Ini meminimalisir agar tidak terlalu banyak penumpukan penumpang didalam KRL.

4. Dihimbau Tidak Untuk Duduk di Kursi Prioritas
Sebenarnya ini hal yang paling rentan bagi penumpang yang menduduki kursi prioritas untuk ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Di negara lain misalnya, kursi prioritas memang dikhususkan untuk berkebutuhan khusus saja. Penumpang tidak berani untuk menduduki kursi prioritas tersebut, karena melanggar aturan. Mungkin jika diterapkan di Indonesia, bisa lebih terlihat tertib bahkan mendapat predikat baik. Namun, kesadaran masyarakat Indonesia akan kursi prioritas masih dipertahankan. Meski penumpang biasa yang menempayi kursi prioritas, namun tetap menghargai untuk mempersilahkan duduk bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Mau Tetap Cantik ke Pesta Meski Naik Kereta Komuter? Baca Tips Ini!

5. Naik Kereta Tujuan Yang Berlawanan Arah
Cara ini biasanya diterapkan bagi penumpang yang malas menunggu karena kondisi kereta yang selalu penuh. Penumpang memanfaatkan cara ini agar bisa mendapatkan tempat duduk, meski mereka naik berlawanan arah tujuan. Cara ini juga paling jitu bagi mereka yang tidak mau menunggu terlalu lama di stasiun dan memiliki banyak waktu untuk berangkat maupun pulang beraktivitas.
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Empat Alasan Mengapa Maskapai Selalu ‘Rugi’, Nomor 1 Dilematis

Garuda Indonesia rugi sebesar US$ 4,16 miliar atau sekitar Rp 62,3 triliun (asumsi kurs Rp 14.993/US$) sepanjang tahun 2021. Angka tersebut naik signifikan dari kerugian di tahun sebelumnya sebesar US$ 2,44 miliar.

Baca juga: Pesawat Lepas Landas dalam Kondisi Suhu Tinggi, Ternyata Bikin Maskapai Merugi

Terlepas dari kerugian besar maskapai pelat merat itu yang terjadi akibat pandemi Covid-19, maskapai penerbangan pada dasarnya memang sulit untuk mencapai keuntungan. Hanya segelintir maskapai yang untung. Setidaknya, ada empat alasan mengapa maskapai selalu sulit untung dan sebaliknya selalu rugi. Dilansir Forbes, berikut selengkapnya.

1. Gengsi tutup maskapai rugi

Perusahaan yang sudah bertahun-tahun rugi sudah pasti akan ditutup atau dipailitkan. Namun, tidak demikian dengan maskapai penerbangan. Terlebih itu adalah maskapai penerbangan nasional seperti Garuda Indonesia.

Menutup atau mempaillitkan maskapai penerbangan sudah pasti akan menimbulkan PHK besar-besaran, menyusahkan traveler atau royal customer maskapai, dan kerugian besar bagi kreditur.

Secara politik, menutup maskapai penerbangan, terlebih itu maskapai nasional, juga menjadi kerugian sendiri bagi citra penguasa di mata oposisi dan rakyat pada umumnya. Lebih dari itu, citra negara di mata dunia juga tercoreng karena tidak lagi sanggup mempertahankan flag carrier.

2. Fixed and variable costs tinggi

Harga satu pesawat mencapai triliunan rupiah dan itu sangat mahal. Karenanya, maskapai umumnya memillih untuk menyewa pesawat ketimbang beli. Meskipun begitu, biaya sewa juga tak kalah mahal dibanding membeli pesawat secara cash.

Selain itu, berbagai komponen lainnya juga menunut maskapai untuk berkocek besar, seperti SDM, office, Avtur, dan lain sebagainya.

3. Sangat tergantung dengan faktor eksternal

Industri penerbangan rentan dengan faktor eksternal, seperto terorisme, letusan gunung berapi, dan lain sebagainya yang mempengaruhi operasi penerbangan. Pada tahun 2010 lalu, misalnya, maskapai penerbangan global rugi sampai US$2 miliar akibat penutupan ruang udara Eropa imbas letusan gunung berapi di Islandia.

Selain itu, faktor eksternal lainnya yang menyebabkan kecelakaan pesawat juga menyebabkan maskapai harus menanggung beban sangat besar, termasuk untuk kompensasi ke ahli waris penumpang.

Baca juga: Mengenal Foreign Object Damage, Insiden yang Rugikan Maskapai Rp185 Triliun Setahun

4. Reputasi layanan yang rumit di industri penerbangan

Sudah jadi informasi umum bahwa penumpang harus melewati prosedur keamanan yang panjang sebelum naik pesawat. Layanan ini dilakukan secara kolektif oleh operator bandara dan pihak maskapai.

Sering kali, kesalahan saat proses pre-flight sampai boarding diindentikkan dengan maskapai dan beban-beban biaya yang ditanggung penumpang, seperti airport tax juga dimasukkan ke dalam harga tiket. Dengan begitu, pengalaman buruk itu akan berdampak langsung pada citra maskapai.

“Vertical Take-off”, Rahasia di Balik Manuver Ekstrim Boeing 777x

Seperti pada pameran kedirgantaraan besar lainnya, Boeing 777x kembali tampil memukau pada Farnborough Airshow 2022 di Inggris, dimana pesawat wide body twin engine itu membetot perhatian dengan melakukan manuver ekstrim layaknya pesawat tempur, yaitu vertical take-off. Boeing 777x dengan bobot 250 ton lepas landas dengan menanjak tajam dalam beberapa detik ke ketinggian 400 meter dan mencapai ketinggian jelajah hanya dalam lima menit.

Baca juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737

Dikutip dari utoevolution.com, kemampuan pesawat komersial melakukan vertical take-off dimungkinkan selain dari kinerja mesin yang handal, pesawat juga harus dalam kondisi kosong. Seperti diketahui, Boeing 777x mengusung mesin pesawat terkuat di dunia.Mesin GE9X pada Boeing 777x mampu mengembangkan daya dorong sebesar 134.300 pon, nyaris setara dengan daya dorong roket Soyuz saat mengantar kosmonot Rusia, Yuri Gagarin ke luar angkasa.

Sebagai catatan, daya dorong yang dibutuhkan pesawat dengan roket tentu sangat berbeda. Pastinya, roket membutuhkan daya dorong yang jauh lebih besar, mengingat tipe lepas landas mereka vertikal, bukan diagonal layaknya pesawat. Dengan kondisi tersebut, tentu sangat luar biasa bisa sebuah mesin pesawat nyaris menyamakan kekuatan daya dorong roket.

Tak hanya memberikan daya dorong besar, mesin terkuat di dunia GE9X juga menjamin penggunaan bahan bakar lebih hemat hingga 10 persen dari generasi sebelumnya. Tak cukup besar memang, namun, dengan rata-rata biaya operasional pesawat 20 persennya datang dari bahan bakar, tentu, hemat bahan bakar hingga 10 persen bisa cukup menguntungkan; dalam hal ini maskapai selaku operator.

Menariknya, rekor untuk mesin pesawat terkuat di dunia oleh GE9X Boeing 777X dicapai dengan menggantikan rekor dari mesin GE generasi sebelumnya, GE90-115B. Mesin pesawat yang dirancang untuk pesawat Boeing 777 itu tercatat mampu menghasilkan daya dorong sebesar 127.900 pon pada 2002 lalu, cukup besar untuk ukuran kala itu.

Baca juga: Airbus Ternyata Juga Punya Paten Folding Wingtip Andalan Boeing 777X

Akan tetapi, usai ditetapkan sebagai mesin pesawat terkuat di dunia, dalam perjalanannya bersama Boeing 777X, mesin pesawat yang lebih besar dari body Boeing pesawat 737 itu tercatat beberapa kali pernah mengalami masalah. Teranyar, tahun lalu, tak lama setelah diluncurkan, Boeing 777X dikabarkan mengalami kendala pada mesin.

Ingin Jadi Penumpang yang ‘Beradab’? Langkah ini Bisa Jadi Rujukan

Tidak bisa dipungkiri, berkembang pesatnya sektor kedirgantaraan nasional dewasa ini tidak lepas dari tingginya permintaan dari para penumpang. Seperti halnya hubungan sebab-akibat, maka bukan tidak mungkin jika peluang Anda untuk menemukan penumpang dengan perilaku yang menyebalkan semakin besar. Bagi Anda yang sudah sering bepergian menggunakan pesawat, tentu Anda pernah berjumpa dengan penumpang lain yang siap memancing emosi Anda keluar.

Baca Juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Lalu, untuk bisa memastikan apakah Anda sudah termasuk ke dalam kategori penumpang yang ‘beradab’ atau belum, berikut KabarPenumpang.com rangkum sejumlah tips yang bisa Anda lakukan agar tercermin sebagai penumpang yang ‘beradab,’ dikutip dari laman channelnewsasia.com.

Selalu Sisihkan Barang Penting Anda
Jika kebanyakan maskapai domestik memberlakukan regulasi maksimal 7kg barang yang boleh Anda bawa ke dalam kabin, namun bukan berarti semua barang yang Anda bawa tersebut bisa dimasukkan ke dalam bagasi kabin. Beruntung bagi Anda yang selalu bepergian dengan membawa tas kecil, dimana sejumlah barang yang Anda anggap penting bisa dimasukkan ke dalam tas tersebut, seperti dompet, headset, botol minum, dan lain sebagainya.

Reclining Seat
Ya, menghabiskan waktu berjam-jam di dalam sebuah penerbangan memang membosankan, terutama ketika Anda duduk dengan posisi tegak lurus di kelas ekonomi. Nah, alih-alih Anda dicap sebagai penumpang yang kurang beradab oleh penumpang lain, ada baiknya Anda memperhatikan dahulu bangku di belakang Anda sebelum menurunkan reclining seat. Lebih baik lagi jika Anda ijin terlebih dahulu kepada penumpang yang ada di belakang Anda. Semisal tidak memungkinkan, silakan atur posisi duduk Anda senyaman mungkin.

Waspada dengan Makanan yang Anda Bawa
Tidak hanya memperhatikan segala makanan berbau tajam yang Anda bawa, seperti mie dalam kemasan yang berbau tajam, Anda juga harus memperhatikan hal-hal lain yang kemungkinan bisa menyebarkan bau, seperti kaos kaki, minyak kayu putih, dan lain sebagainya. Ya, kenyamanan penumpang memang selalu diutamakan oleh pihak maskapai. Jika ada yang sekiranya membuat penumpang lain merasa tidak nyaman, maka bukan tidak mungkin jika penerbangan tersebut malah terhambat.

Baca Juga: Tips – Mau Tidur di Pesawat, Jangan Turunkan Tirai Jendelanya!

Kaki yang Menghalangi
Jika Anda kebagian duduk di pinggir gang, maka jangan sampai kaki Anda menghalangi orang lain yang berjalan di gang supaya Anda tetap dipandang sebagai penumpang yang ‘beradab’. Tetaplah jaga sopan santun selama mengudara, jangan sandarkan kaki Anda ke sela-sela bangku depan, cukup duduk normal sebagaimana mestinya.

KC-135 Stratotanker – Pesawat Tanker dari Basis Pesawat Komersial Legendaris Boeing 707

Selain KC-10 Extender yang mengambil basis pesawat komersial Douglas DC-10, dan KC-46A Pegasus yang mencomot basis pesawat komersial twin engine Boeing 767. Jagad dunia pesawat tanker lebih dulu mengenal sosok KC-135 Stratotanker. Inilah pesawat tanker dengan jumlah populasi terbesar yang pernah dibuat, yakni mencapai 803 unit.

Baca juga: McDonnell Douglas KC-10 Extender, Pesawat Pengisi Bahan Bakar yang Disulap dari DC-10

Bukan hanya diopersikan oleh Angkatan Udara AS (USAF), Stratotanker juga dioperasikan oleh beberapa sekutu dekat AS. Dan tahukah Anda, bahwa basis Stratonker diambil dari desain pesawat jarak jauh empet mesin legendaris, Boeing 707.

Jauh lebih senior dari KC-10, KC-135 Stratotanker terbang perdana pada 31 Agustus 1956 dan mulai resmi dioperasikan satu tahun kemudian. Nyaris di setiap keterlibatan militer AS di seantero bumi, KC-135 tak pernah absen mendukung pergerakan jet tempur dan pesawat pembom USAF.

Diproduksi oleh Boeing hingga tahun 1965, total ada 803 unit KC-135 yang berhasil dibuat. Hebatnya sampai tahun 1990, sekitar 600 unit Stratotanker masih beroperasi, menyiratkan kehandalan KC-135 pesawat tanker yang juga bisa berperan sebagai angkut kargo.

Lantas seperti apakah kapasitas KC-135? Dari beberapa tangki, total bahan bakar yang dapat disalurkan oleh Stratotanker adalah 90.719 kg. Dengan dilengkapi dengan side door cargo, total payload kargo yang dapat dibawa KC-135 adalah 37,6 ton. Ruang kargo dapat pula disukap sebagai kabin angkut, dengan membawa 80 penumpang.

Berbeda dengan Boeing 707, KC-135 juga dilengkapi crew hatch, sehingga awak kabin dan kru pesawat dapat keluar masuk pesawat tanpa dukungan tangga konvensional yang biasa disediakan di bandara.

Baca juga: Kala Kolaborasi Boeing 707 dan American Airlines Ubah Peta Penerbangan AS 62 Tahun Silam

Meski belum ada pernyataan resmi kapan akan dipensiunkan, beberapa kalangan menyebut KC-135 masih sanggup dioperasikan hingga 2040. Namun perlahan, peran KC-135 mulai digantikan oleh KC-46 Pegasus.